FF BTS/YAOI/J.V/THE BEAUTIFUL HIB-CREATURES /Chapter 4

Title: The Beautiful Hib-Creatures

Author: Bang Young Ran

Rating: T

Genre: Yaoi/Fluff/Romance/Scien-fict/AU

Length: Chaptered

Main Cast:

Kim Tae Hyung aka V ^w^ 3

Kim Seok Jin~~ 3

Support Cast:

HopeKook (J-Hope & Jung Kook)

KrisBaek (Kris & Baek Hyun EXO)

DaeBaek (Dae Hyun BAP & Baek Hyun)*ni cuma masa lalu*

DaeJae (Dae Hyun & Young Jae)

Couples nyusul~

Disclaimer: BTS is Big Hit/JYP Entertainment Boy Group and their parents, and it's Youngranie fic~ muaaaachhh...*kechupbasah*

Warning: TYPO! OOC! YAOI/BoysxBoys! NO PLAGIARISM! NO BASHING! NO SIDERS!

Summary: Di era modern sekarang ini, manusia tidak lagi terfokus dalam menciptakan kaleng besi berjalan—robot. Menciptakan makhluk hidup yang benar-benar hidup dalam bentuk lain, itulah yang menjadi fokus para ilmuan beberapa tahun belakangan. Awalnya menggabungkan spesies hewan dari jenis berbeda, dan sekaranglah terobosan baru tercipta dimana gen hewan digabungkan dengan... gen manusia.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ, JUST LEAVE IT, OK!?

.

.

~~( ^3)(.o )~~

.

.

TANPA BANYAK BACOT, LANGSUNG AJA CHECK IT OUT

HAPPY READIIIIIINNNNGGGGG... ^3^

.

.

.

The Beautiful Hib-Creatures

Chapter 4

Telinga segitiga keemasan itu terlihat bergerak gelisah. Sesekali akan terlihat melengkung dan berbaring lesu pada surai dirty blond si pemilik.

"Baekhyunie? Ada apa, Baby? Terjadi sesuatu?" Kris lah yang pertama kali menemukan sang anae berputar-putar gelisah di sekitar meja dapur.

Si manis yang ditegur langsung menoleh dan menghambur ke dalam pelukannya. "Baekie, waegeure?"

"Kris, tadi Dae Hyun meneleponku dan dia minta izin untuk mengajak Taehyungie keluar dan aku mengizinkannya!" Baek Hyun berkata secepat kereta api. Untunglah Kris sudah terbiasa akan kebiasaan sang istri bila sudah panik. Oleh karena itu, dia bisa menangkap apa yang sedang lion hybrid imut tersebut bicarakan.

"Lalu? Apa yang salah jika kau sudah mengizinkannya? Kau tidak rela Taehyungie menghabiskan waktu bersama appa kandungnya?" tanya Kris yang membuat makhluk imut tersebut mendelik sebal.

"Kenapa kau membuatku terdengar sangat childish, eoh?" balas si imut sembari pouting. Dan secara tidak langsung membenarkan tebakan sang nampyeon. Ya, Baek hyun memang... tidak rela. Salahkah kalau dia merasa sewaktu-waktu Dae Hyun akan mengambil hak asuh Taehyungie-Nya? Baek Hyun akui, dia memang sangat paranoid kalau itu sudah menyangkut sang putera.

Tampaknya Kris mengerti akan kekhawatiran si imut lion hybrid yang sudah lebih dari sepuluh tahun ini mendampinginya dalam susah maupun senang tersebut. Dibawanya kedua tangannya mengusap sayang sisi kepala kecil Baek Hyun, memastikan untuk sesekali mengenai benda segitiga keemasan menggemaskan tersebut. Kris senang sekali melakukan ini. Apalagi ketika lion hybrid imut tersebut mengeluarkan dengkuran layaknya seekor kucing.

"Baekie~ tidak ada yang akan mengambil Taehyungie darimu. Kau ingat ketika Dae Hyun-ssi akan berangkat ke LA waktu itu? Dia berkata, tidak ada yang bisa merawat darah dagingnya dengan baik melebihi dirimu. You're the best sweetiest-adorably Mom that we've ever met, remember?"

Ucapan Kris membuat bibir tipis Baek Hyun semakin mengerucut, namun tidak bisa disembunyikan kalau pipinya memerah dan ia mulai terkekeh. Geli. Tersanjung. Entahlah.

"Bibirmu manis sekali, eoh? Umur tidak pernah menghentikan keahlianmu dalam berbicara tampaknya."

Kris mulai menyeringai. Sesuatu merasuki pikirannya dalam sekejap. "Kau mau tahu apa lagi yang tidak dipengaruhi 'umur' padaku?" tanyanya dengan mata berkilat... nakal?

Mata sipit berhiaskan eyeliner si lion hybrid semakin menyipit saja dibuatnya. Dia tahu apa yang Kris pikirkan. "Kris, it's the fuckin' 2 in the afternoon and you already horny?!" tegurnya, memutar bola mata.

Namja blasteran tersebut menyeringai semakin lebar, "so? Kita tidak pernah mempermasalahkan 'waktu' sebelumnya," celetuk Kris santai. Ia mulai membungkuk dan menyelipkan kedua lengan di bawah punggung dan lutut Baek Hyun, kemudian mengangkat tubuh mungil tersebut. Membopongnya, bridal style, menuju kamar mereka di lantai dua.

"Bagaimana kalau Taehyungie datang?" Baek Hyun bertanya saat ia dan Kris sudah tiba di depan pintu kamar.

"Tidak akan. Dia sedang menghabiskan waktu bersama appa-nya yang sudah satu tahun tidak ia temui. Menurutmu, Taehyungie akan kembali secepat itu?"

Kata-kata final dari Kris membuat si lion hybrid tidak lagi mengeluarkan suara. Tidak, bila bibir namja tinggi itu mulai membungkamnya dan memberikan kuluman-kuluman lembut.

########^0^########

"Kau yakin ini jumlah yang benar? Kau tidak salah perhitungan, 'kan?"

J-Hope mendelik kesal ke arah namja tampan di sebelahya. "Tidak, Babbo! Seingatku, yang tidak pernah absen ke sekolah di sini itu aku. Berhenti meragukan jawabanku!" balasnya ketus.

Jin, si tampan, langsung mencibir mendengarnya. "Huh! Kau pikir dirimu jenius karena tidak pernah absen ke sekolah!? Aku tahu kau tidak punya kegiatan lain selain sekolah!" Dan Jin dengan teganya berkata seperti itu. Menghina sekali, eoh?

"YAK! NEO—"

"Hyungie~ Jungie bawa cemilan~"

J-Hope langsung merubah ekspresinya. Dia terlihat ramah sekali sekarang, jauh dari wajah mengamuknya yang tadi keluar. Bagaimana tidak? Bunny hybrid yang manis muncul dari balik pintu dengan satu nampan besar berisi jus jeruk, dan beberapa tumpuk cookies yang jelas sekali merupakan buatan tangan si bunny hybrid sendiri. Belum lagi, kaus putih dan celana hitam selutut yang dikenakan si bunny hybrid membuatnya bertambah innocent dan terlihat sangat manis. Oh, untuk inilah J-Hope merelakan dirinya bekerja sama dengan Jin dalam menyelesaikan tugas matematika mereka.

"Wah, Jungie~ cookies-nya terlihat lezat! Kau membuatnya sendiri, ya?" tanya J-Hope tersenyum lima jari tanpa memperdulikan tatapan membunuh dari Jin. Biarlah. Toh, kalau di hadapan Jung Kook, Jin tidak bisa berbuat apa-apa padanya! Huh, sampai kapan namja itu bisa berpura-pura menjadi sosok 'angelic hyung' di hadapan Jung Kook?!

"Hehehe, iya, Hyung~ Hopie Hyung selalu baik dan membantu Jungie, karena itu Jungie membuatnya sendiri khusus untuk Hyung," kata Jung Kook dengan... malu-malu?

What the...

Mata Jin terbelalak lebar mendapati sang dongsaeng tersipu malu di hadapan J-Hope. Belum lagi semburat pink di pipi putihnya...

NO!

Ini tidak mungkin terjadi!

Adiknya yang manis... adiknya yang innocent dan lemah lembut... menyukai... J-HOPE?!

Kali ini Jin tidak hanya men-death glare sang sahabat; sekarang matanya menyipit dan di sekeliling tubuhnya dapat dirasakan aura gelap, hitam, sekaligus horor yang langsung membuat tubuh J-Hope bergidik ngeri. Walaupun namja yang ditatap tidak mengerti kenapa Jin menatapnya seperti itu.

Glup~

'God, Buddha, Jesus Christ~ save my life...'

########^0^#########

V menatap dua orang yang duduk di hadapannya dengan... entahlah. Sulit membaca ekspresi yang tergambar di wajah stoic V. Dia tidak senang, tetapi juga tidak merasa marah. Lagipula V tahu hari-hari seperti ini akan datang sewaktu-waktu. Hanya saja... seperti kata Dae Hyun sang appa; 'It's a surprise, Taehyungie'.

Yeah, it's a really big-shocking surprise.

"Kenalkan, Taehyungie, ini Young Jae. Appa sudah menikah dengan Youg Jae beberapa bulan yang lalu. Kau panggil Young Jae 'umma', ya!?" Dae Hyun terlihat begitu antusias, mengusap-ngusap lembut punggung seorang namja manis yang tengah duduk di sebelahnya.

Namja manis bernama Young Jae tersebut langsung tersenyum canggung ke arah V. Mmm... memang apa lagi yang bisa kau perbuat saat berhadapan langsung dengan aegya dari suamimu? "Annyeonghaseyo, senang berkenalan denganmu, Taehyungie."

"Eh – oh, eh... senang berkenalan denganmu... u-um-umm... ma." V berkata canggung. Shit. Kenapa appa-nya ini begitu bodoh?! Bagaimana mungkin dia menempatkan V pada posisi canggung seperti ini?!

Young Jae seolah menyadari hal itu. "Oh, kau tidak harus memanggilku 'umma', Taehyungie. Aku tahu ini tidak mudah bagimu."

"N-ne, mm..." Sekarang V malah bingung harus memanggil Young Jae apa. Young Jae-ssi? Lupakan.

"Mmm... bagaimana kalau kau memanggilku Youngie Hyung? Bukankah itu terdengar lebih... nyaman?" usul Young Jae pada akhirnya.

Mata V melebar. Ternyata... Young Jae, istri baru appa-nya ini, begitu pengertian. Dia juga sangat manis. Apalagi kalau tersenyum seperti sekarang ini. Hingga... V yang biasanya dingin pada orang asing pun... memberikan senyuman ramahnya. "Baiklah. Salam kenal, Youngie Hyung."

Dae Hyun tersenyum semakin lebar. Dapat dirasakan, atmosfer tegang diantara sang aegya dan istrinya, semakin memudar. Ia sudah menduga hal ini sebelumnya; kelembutan dan kebaikan hati Young Jae, akan mempengaruhi siapapun. Semua orang begitu mudah menerima sosok malaikat baik hati seperti Young Jae.

"Hahahaha, sudah kuduga kalian berdua akan akrab!"

(("Huh!"))

Ada dua dengusan terdengar.

V dan Young Jae saling bertatapan. Mereka tidak menyangka akan melakukan hal tersebut secara bersamaan.

"Wah... kalian bahkan sudah kompak, eoh?"

Hendak rasanya kedua makhluk manis tersebut memukul kepala Dae Hyun karena tidak berhenti mengoceh. Tetapi pada akhirnya keduanya malah tertawa. Yah, mungkin mereka berdua akan menjadi 'teman' yang akrab. Ah, atau lebih tepatnya... 'anak-ibu tiri' yang akrab.

~~~~~\(^0^)(030)/~~~~

"Taehyungie~~~" Teriakan riang gembira Jung Kook terdengar hingga ke kelas sebelah. Semua orang masih saja belum bisa mengerti, kenapa bunny hybrid yang begitu innocent dan riang seperti Jung Kook bisa begitu akrab dengan V. Keduanya selalu menempel layaknya magnet berbeda kutub.

"Hai, Jungie. Kau terlihat senang sekali hari ini. Terjadi sesuatu yang baik?"

Dan semua yang ada di kelas selalu menganga tiap kali V memberikan respon 'normal'. Yah, hanya kepada Jung Kook si lion hybrid tersebut berbicara akrab. Selebihnya, hanya jawaban singkat, simpel, dan terkadang pedas yang keluar dari bibir V bila berhadapan dengan orang lain. Entah apalah masalah makhluk imut titisan lion hybrid tersebut. Dua kepribadian berbeda, 'kah? Ah, atau 4D, mungkin?!

Jung Kook melompat duduk pada bangkunya di sebelah V dan memeluk gemas leher lion hybrid tersebut. "Gyaaaaaa! Jungie senaaaaaaaannnggggg sekali, Taehyungie! Kemarin, Hopie Hyung datang ke rumah!" pekiknya riang sembari tersenyum lima jari.

V tersenyum. 'Oh, Ho Seok Hyung ternyata,' pikirnya berkesimpulan. Semenjak berteman dengan Jung Kook... yah, bunny hybrid manis di hadapannya ini layaknya ember bocor. Apapun itu, akan ia ceritakan kepada V. Termasuk... sesuatu yang membuat jantungnya ber'dugeun-dugeun'—istilah unik dari 'suka' ala Jung Kook— tiap kali berada di dekat J-Hope. V ingin menyimpulkan kalau sahabatnya yang sangat manis ini jatuh cinta. Tapi... benarkah? Jung Kook begitu polos untuk merasakan emosi serumit itu, bukan?

"Jungie menyuguhkan cookies buatan sendiri, loh... Dan kau tahu, Taehyungie? Hopie Hyung bilang, cookies buatan Jungie sangat enak! Jungie senang sekali! Jungie harap, Hopie Hyung akan mengerjakan tugas kelompok lagi dengan Seokie Hyung." Jung Kook berkata setengah melamun. V yang melihatnya hanya tersenyum semakin lebar, namun...

Tunggu,

'Aku Kim Seok Jin. Panggil aku Jin – ah, Seokie saja. Terdengar lebih bagus karena kita akan menjadi pasangan MATE.'

Deg~

Seokie...

Seokie...

Deg,

Deg!

Benarkah tadi Jung Kook berkata 'Seokie Hyung'? "Ng... si-siapa Seokie Hyung, Jungie?"

Seolah tersadar dari dunianya sendiri, bunny hybrid bertelinga putih itu melebarkan kedua mata dan menutup mulutnya yang juga menganga dengan kedua tangan, "OMO! Jungie sampai lupa memberitahu Taehyungie! Jungie punya kakak, namanya Kim Seok Jin. Orang-orang memanggilnya Jin, tapi kalau Jungie... lebih senang memanggilnya Seokie Hyung. Dia tampan sekali, lho, Taehyungie~ tubuhnya tinggi! Dia sekelas dengan Hopie Hyung. Nanti waktu istirahat Jungie kenalkan, ya!?" Jung Kook terus berbicara tanpa tahu kalau makhluk imut di sebelahnya tidak lagi fokus.

Kim Jung Kook.

Kim Seok Jin.

Ini... V yang tidak terlalu memperhatikan atau memang Jung Kook yang melewatkan bagian terpenting? Jung Kook, sahabatnya yang sangat innocent dan manis... berhubungan darah dengan Kim Seok Jin? Si orang-asing-mesum?!

Damn. Dunia kecil sekali rasanya.

#######^0^########

"Seokie Hyung, kenalkan, ini Taehyungie, sahabat Jungie yang paliiiiinnnnngggggg baik!" Jung Kook membentuk imaginer pelangi di atas kepalanya saat mengatakan 'paling baik'. Telinga kelincinya bergerak ke kanan dan ke kiri. Benar-benar riang gembira.

Jika ada yang bereaksi berlebihan saat ini, orang itu pastilah Jin. Namja tampan itu tampak sangat teramat konyol dengan rahang jatuh dan mulut terbuka lebar. Dia tidak menyangka kalau orang yang ingin diperkenalkan sang namdongsaeng padanya adalah Tae Hyung. Ehem, bolehkah Jin sedikit berlebihan dengan mengaku-ngaku sebagai 'mate' lion hybrid imut di depannya ini? Boleh, 'kan?

"Annyeonghaseyo, Kim Tae Hyung imnida. Panggil V saja." Sayangnya V berkata seolah-olah mereka adalah orang asing yang belum pernah berkomunikasi sebelumnya. Ingin menegaskan posisi 'si orang asing', eoh?

Jin tampak cemberut sebentar namun kemudian ia juga berakting dan sedikit membungkuk, "Annyeong, V-ssi~ Kim Seok Jin imnida. Kau bisa memanggilku 'Seokie'."

Jelas sekali kalau Jin sengaja. Mau bermain-main dengannya, eoh? "Tidak, aku akan memanggilmu Jin Hyung," balas V tegas. Si lion hybrid menatap tajam namja tampan yang menyeringai di hadapannya. Menyebalkan sekali.

"Kenapa memangnya kalau kau memanggilku 'Seokie', V-ssi? Kukira itu panggilan yang bagus dan tidak sulit untuk diucapkan."

'Tsk! Jin benar-benar menggali kuburannya sendiri!' Itulah sekiranya yang J-Hope pikirkan melihat kedua orang itu saling berusaha membunuh dengan tatapan saat ini.

"Itu memang tidak sulit, JIN-SSI," kata V penuh penekanan pada huruf-huruf terakhir. Secara sadar dia mendekatkan tubuhnya ke depan. Ingin mengintimidasi Jin. "Aku hanya tidak suka mengucapkannya. Lidahku serasa gatal."

Jin menyeringai. Dia juga mengikuti apa yang dilakukan V hingga sekarang, wajahnya dan wajah imut tersebut berjarak sangat dekat. Kira-kira terpisah dua centi. Nafas V tercekat namun ia tidak akan mundur secepat itu.

"Kalau lidahmu gatal, kau mau aku 'menggarukkan'nya?" bisik Jin seduktif.

Blush~

Serta merta V menjauhkan diri dengan wajah memerah padam. Ia tahu apa yang Jin bicarakan saat ini. Dasar namja mesum!

Jin kembali meluruskan posisi duduk. Senyuman penuh kemenangan terpatri jelas di wajah tampannya saat ini. Puas sekali rasanya, melihat wajah super imut di hadapannya, berubah semerah tomat matang.

"Wah, Seokie Hyung dan Taehyungie cepat akrab, eoh!?" Jung Kook yang tadinya sempat terlupakan berseru riang. Membuat tiga makhluk yang semeja dengannya face-palm.

Ckckck... Jungie yang manis..., kenapa dirimu polos sekali, eoh?

TBC

NB : HIDUP J.V! Annyeong~~~ m(_ _)m *Bow* Bbyong~