Yo! Uchida akan menjelaskan tentang Obito disini, mungkin ada yang bingung rupa Obito didimensi dxd ya... Apakah berwujud jinchuriki Juubi seperti dimanga atau berwujud manusia.
Obito didimensi dxd berwujud manusia pada normalnya kok dan Obito dific ini mempunyai rambut yang berwarna putih seperti klan ootsuki , karena Juubi yang berada didalam tubuh Obito telah meregenerasikan sebagian tubuh Obito yang hilang, jadi Dific ini Obito berwujud manusia dan hanya memasuki Mode rikudo/Jinchuriki jika sedang dalam pertempuran.
.HAPPY READ.
Op ost 'Niwaka nimo ame makezu' (Nico touches the wall)
¤UCHIDA TOKUGAWA¤
-Present-
.I'M UCHIHA OBITO.
Uchiha Obito yang telah sadar mengikuti jalan ninja milik Naruto akhirnya membantu aliansi shinobi serta Naruto mengurungkan niatnya untuk menarik seluruh bijuu ditubuh Obito dan membiarkanya tetap menjadi Jinchuriki Juubi.
.Naruto Belong's Masashi Kishimoto.
.
.
.
.
.
-Chap 2 (New world)-
"enngh!" Suara lenguhan Obito yang mulai sadar dan dengan perlahan mulai bangkit kemudian duduk dipinggiran kasur.
"Dimana ini?" Tanya Obito bingung.
Tok!
Tok!
Tok!
Obito yang baru bangun dan masih bingung harus teralihkan oleh suara ketukan pintu, dengan langkah gontai Obito berjalan menuju pintu kemudian membukakanya dan menampakan seorang siswa bersurai coklat.
"Bouc-! Siapa kau!" teriak pemuda tersebut kaget sambil menunjuk Obito.
"Aku..." Ucap Obito sambil menunjuk dirinya sendiri, "Uchiha Obito" Sambungnya dengan pelan.
"Uchiha Obito?" Ulang Issei dan direspon anggukan oleh Obito.
"Apakah Dia ini yang dimaksud Boucho tadi pagi ya" Batin Issei.
"Kau siapa?" Tanya Obito kepada Issei.
Issei yang masih termenung memikirkan pesan Bouchounya tadi pagi langsung terputus saat mendengar pertanyaan dari Obito barusan.
"Ah! Perkenalkan namaku Issei" Ucap Issei sambil menggaruk tengkuknya, "Dan aku adalah salah satu anggota klub sekolah yang menempati ruangan yang kau tempati ini Obito-san" Tambah Issei.
Obito menjadi bingung saat mendengar perkataan Issei yang terakhir barusan, "Sekolah? Apa itu semacam Akademik?" Tanya Obito.
Issei sedikit bingung terhadap Orang didepannya ini karena tidak mengetahui sekolah itu apa, kemudian dengan perlahan Issei menjelaskan sekolah itu apa dan hal hal lainnya yang Obito tanyakan padanya.
"Apakah kau sudah mengerti Obito-san?" Tanya Issei yang baru usai dari sesi jelas menjelaskan ke Obito.
Obito hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Issei barusan,sepertinya Obito masih bingung karena penjelasan yang Issei jelaskan tadi banyak menyangkut hal hal yang tidak ada didunia shinobi.
"Gunakan sharinganmu bodoh!" Teriak Juubi yang berada didalam tubuh Obito.
Twich!
"Jangan menyuruhku dasar mahluk jadi jadian!" Balas Obito yang kesal dan setelah aksi saling mengejek itu Obito kembali memandang Issei sebentar kemudian memjamkan matanya.
"Obito-san?" Panggil Issei pelan saat melihat Pemuda dihadapnya ini malah memejamkan mata.
"Sharingan!" Ucap Obito pelan dan direspon oleh tubuh Issei yang langsung diam serta kedua mata Issei yang berubah menjadi sharingan.
Obito memegang kepalanya saat mendapatkan begitu banyak informasi dari ingatan milik Issei dan juga termasuk hal tentang Iblis,malaikat,dan malaikat jatuh, namun teknik milik Obito langsung buyar saat melihat seekor naga berwarna merah darah mengaum kearahnya saat berada didalam pikiran milik Issei.
"Apa itu tadi? Naga?" Bingung Obito yang melihat seekor naga berada didalam ingatan Issei barusan.
"Ugh! Kepalaku pusing" Ucap Issei sambil memegang kepalanya seusai digenjutsu Obito barusan.
"Itu memang reaksi yang normal dikeluarkan seseorang yang habis terkena genjutsu" Jelas Obito.
"Genjutsu?" Bingung Issei.
Obito hanya mengangguk sebagai respon untuk Issei, "Iya, aku tadi menggenjutsumu untuk mendapat semua informasi didunia ini" Sambung Obito.
Sedangkan Issei hanya manggut manggut namun langsung tersentak saat mengingat sesuatu, "Jadi Obito-san bukan manusia ya? Dan juga kau sudah mengetahui bahwa aku ini Iblis?" Tanya Issei yang kaget karena Obito ini bukan manusia biasa.
"Aku adalah seorang ninja dan juga aku seratus persen manusia, kalau soal dirimu Iblis,memang aku sudah mengetahuinya saat membaca pikiranmu tadi" jawab Obito.
"Ninja?" Ucap Issei pelan.
Issei yang akan bertanya lagi langsung mengurungkan niatnya saat mendengar bunyi bel sekolah yang menandakan bahwa istirahat telah usai.
"Baiklah kalau begitu aku akan kembali kekelas dulu ya Obito-san" Pamit Issei kemudian mulai berlalu kekelasnya.
Obito hanya mengangguk sebagai respon atas ucapan Issei barusan, setelah itu Obito kembali masuk kedalam ruangan club tersebut dan duduk disofa yang berada ditengah ruangan.
"Banyak ingatan yang masih belumku mengerti didunia ini" Batin Obito sambil memandang Kearah luar jendela, "Dan juga tubuh yang kugunakan ini bukan tubuh separuh zetsu yang kumiliki didunia shinobi dulu, apakah Juubi yang telah membuat tubuhku seperti ini? Dan juga maafkan aku Naruto,Kakashi karena tidak bisa membantu kalian dimedan perang, aku akan berusaha untuk kembali kesana apapun caranya" tambah Obito sambil terpejam diakhir kalimatnya.
-Malam harinya-
Malam harinya diruangan yang Obito tempati tadi sudah berkumpul banyak orang yang ingin mendengar penjelasan Obito dan semua penghuni ruangan tersebut semakin menjadi ingin mengetahui tentang jati diri Obito seusai mendengar penjelasan Issei yang menjelaskan bahwa Obito adalah ninja.
"Jadi bisa jelaskan kau ini apa Obito-san?" Tanya Seorang perempuan bersurai merah yang duduk disofa yang berada disebrang Sofa yang Obito duduki.
"Aku ini hanya seorang manusia Rias-san" jawab Obito yang membuat terkejut semua Orang yang berada disitu.
"Kau mengetahui namaku!" ucap Rias yang kaget saat mendengar Obito yang menyebut namanya, pasalnya Rias belum sama sekali memperkenalkan dirinya pada Obito sama sekali.
"Aku mengetahui nama kalian semua disini setelah aku membaca pikiran milik Issei dan juga aku mengetahui bahwa kalian semua ini Iblis" Jelas Obito yang semakin membuat mereka semua terkaget saat jati diri mereka dengan mudah diketahui oleh Obito.
"Jadi kau ini bukan manusia biasa Obito-san?" Tanya seorang gadis berambut bob dan menggunakan kacamata.
Obito yang mendengar seorang yang bertanya dari arah sampingnya kemudian menoleh dan memandang seorang permpuan yang bertanya tadi kemudian menjawabnya.
"Mungkin bisa dikatakan seperti itu Sona-san, dan juga kalian tahu Ninja? Jika kalian mengetahui ninja maka aku ini adalah seorang ninja" Jawab Obito serta menjelaskan tentang dirinya.
Semua orang yang berada diclub itu terdiam sesaat seusai mendengar perkataan Obito yang mengatakan bahwa ia seorang ninja.
"Jadi kau ini seorang Shinobi?" Tanya perempuan yang bernama Sona itu saat ia mengingat tentang ninja dari buku yang pernah ia baca dan hanya diberi anggukan oleh Obito sebagai jawaban.
"waktu kau kutemukan dalam keadaan terluka parah didepan sekolah kemarin malam, kalau boleh tau kau habis melakukan apa Obito-san?" Tanya Rias yang masih penasaran tentang hal tersebut.
"Mungkin itu akan memakan waktu yang agak lama jika dijelaskan ,namun aku akan menjelaskan semuanya karena aku tidak merasakan hawa jahat dari kalian semua dan juga sebagai rasa terimakasihku karena sudah menolongku kemarin" Ucap Obito sambil tersenyum.
Sedangkan yang lain hanya mengangguk saat mendengar perkataan Obito barusan.
"Kalian semua coba tatap mata kananku!" Perintah Obito yang langsung diikuti oleh semuanya, saat dirasa bahwa mereka telah menatap mata kanan miliknya, Obito langsung mengaktifkan tekniknya.
"Sharingan!"
-Skip Time-
"jadi inikah dunia yang akan aku tempati...," Ucap Obito entah pada siapa, yang berada disebuah menara tertinggi dikota kuoh.
Tengah malam harinya seusai diwawancara oleh Rias dan kawan kawan,Obito memutuskan pergi keluar untuk melihat lihat sebentar dan sempat ditawari Rias untuk menemani dirinya jalan jalan namun dengan halus Obito menolaknya.
"Bukankah kota ini sangat indah jika sedang malam hari?" Ucap sosok yang tiba tiba berada disebelah Obito.
"Mungkin benar" Jawab Obito pelan, Obito tidak kaget saat kedatangan sosok barusan karena dia sudah merasakannya auranya beberapa saat sebelum sosok itu mendekat.
"kau tidak kaget akan kedatanganku?" Tanya sosok tersebut kepada Obito yang masih setia menatap luasnya kota kuoh dimalam hari.
Obito hanya tersenyum mendengar perkataan sosok itu barusan.
"Tentu tidak, aku hanya tertarik oleh suatu pancaran aura yang kau miliki ditombak mu itu" Jawab Obito kemudian menoleh kearah sosok tersebut dan terlihatlah pemuda yang seumuran dengannya dan membawa tongkat yang diletakan dibahunya.
"Oh, jadi kau tertarik dengan True longius ya? Namun sayangnya tombak ini sudah ku miliki" Ucap Pemuda tersebut sambil memutar mutar tombaknya.
"Aku tidak ingin memilikinya, aku hanya tertarik dengan Aura besar yang dimiliki oleh tombak tersebut" Jelas Obito pemuda tersebut dengan datar.
Pemuda tersebut hanya terkekeh saat mendengar penjelasan Obito, beberapa saat kemudian pemuda tersebut mengulurkan tangannya kearah Obito.
"Perkenalkan namaku adalah Cao cao dan aku ingin menawarkan kau untuk memasuki organisasi golongan pahlawan lama" Ucap Pemuda yang bernama Cao cao tersebut memperkenalkan diri dan juga menawarkan kepada Obito untuk bergabung dengan Fraksi pahlawan.
"Uchiha Obito" Balas Obito yang juga memperkenalkan diri, "Untuk apa aku memasuki organisasi milikmu itu? Didunia ini aku tidak mendukung fraksi manapun, namun aku akan melindungi manusia jika sampai mereka terkena imbas dari perang dingin antar fraksi ini" tambah Obito sambil menatap Cao cao dari ujung matanya.
Cao cao hanya tertawa saat mendengar jawaban Obito barusan,kemudian Cao cao menarik Tombak yang berada dibahunya tersebut dan mengetuk ngetukan ujung tombaknya dilantai yang mereka pijak.
"Kami ini dari Fraksi manusia juga Uchiha Obito, jadi apakah kau mau bergabung?" Tanya serta tawaran untuk bergabung dari Cao cao.
Obito yang mendengar tawaran Cao cao barusan hanya tersenyum kemudian berkata.
"Mungkin aku akan bergabung denganmu jika tidak mempunyai suatu ambisi yang kau sembunyikan dengan baik dari semua anggota fraksimu, namun aku dapat merasakan niatmu yang gelap itu, jadi aku menolak." Jelas Obito dengan pelan sambil tetap menatap indahnya Kota kuoh dimalam Hari.
Cao cao hanya menyeringai saat perkataan bawahannya yang mengatakan bahwa pemuda yang ia kenal dengan nama Uchiha Obito ini mempunyai kekuatan istimewa ternyata benar, dengan pelan Cao cao mendekat kearah Obito sambil mengayun ayunkan tombaknya.
"Jadi begitu ya, Seharusnya orang yang sudah mengetahui niatanku ini akan kumusnahkan lo,jadi apakah kau tetap menolak tawaranku atau mau bergabung dengan tawaranku ini?" Ucap Cao cao yang menaikan intensitas Aura suci miliknya dan Tombak True Longius nya sampai membuat lantai yang ia pijak sedikit retak.
Sedangkan Obito hanya diam dan tidak terpengaruh oleh aura milik Cao cao barusan.
"Kau mengancamku?" Ucap Obito pelan sambil melirik kearah Cao cao.
"matanya berubah" Batin Cao cao sambil menyeringai saat melihat Mata Obito yang berpola riak air saat menoleh kearahnya, "Bagaimana kalo memang aku mengancamu untuk memasuki timku?" Balas Cao cao sambil menyeringai.
"Jangab mencari masalah, aku sedang ingin santai beberapa hari ini" Ucap Obito pelan kemudian berbalik kearah Cao cao dan berjalan melewatinya menuju pintu keluar.
Cao cao semakin menyeringai saat mendengar jawaban Obito barusan, kemudian dengan kecepatan penuh dia melesat kearah Obito dan memukulkan Tombaknya kearah Obito.
Wusssh!
Trannk!
"Apa!" kaget Cao cao saat tombaknya dapat ditangkis oleh gedoudama milik Obito yang menjadi sebuah perisai.
"Jangan memulai Cao cao" Ucap Obito pelan kemudian menghilangkan Gedoudamanya dan mulai tersedot kedalam kamui miliknya.
"Menarik" Ucap Cao cao yang ditinggal oleh Obito, "Kuharap dia mau masuk dalam kelompoku" Tambah Cao cao sebelum pergi.
Obito yang pergi dengan kamuinya kemudian kembali keruang club dan melihat Rias yang masih belum tidur padahal jam sudah menunjukan dini hari.
"Kau belum tidur Rias?" Tanya Obito sambil melangkah kearah sofa.
Rias yang sedang melamunkan sesuatu sambil melihat bulan sedikit tersentak saat mendengar perkataan Obito, kemudian menoleh kearah Obito.
"Belum Obito-san aku sedang tidak bisa tidur" Jawab Rias sambil memandang Obito.
"Oh begitukah, baiklah kalau begitu aku akan kekamarku dulu" ucap Obito sambil tersenyum kearah Rias.
"Tentu Obito-san" Balas Rias sambil kembali memandang Bulan lewat jendela dan jika diperhatikan dengan baik maka dipipi Rias telah tercipta sedikit rona.
Obito hanya tersenyum kemudian melangkah kearah kamar pemberian Rias yang memaksanya untuk tinggal diclubnya dengan alasan bahwa dia baru didunia ini dan juga Rias yang tidak mempunyai teman serumah.
"Haah mungkin akan terjadi hal yang tidak terduga didunia ini" Ucap Obito pelan sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur kemudian terlelap.
-Skip time-
Keesokan harinya atau lebih tepat malam harinya diruang club telah berkumpul para budak Rias yang sedang mempersiapkan tugas yang akan mereka jalani sebentar lagi.
"Biar kutebak, kalian akan memburu iblis liarkan?" Tebak Obito yang sedang duduk disofa sambil memperhatikan kegiatan masing masing orang, mulai dari pria bersurai pirang yang diketahui oleh Obito bernama Yutto kiba sedang mengasah sebuah pedang serta seorang gadis loli yang sedang memakai sarung tangan, Dan Obito sedikit sweatdrope saat melihat Issei yang malah memperhatikan Oppai Akeno dari sudut ruangan.
"Benar sekali Obito-san, apakah kau mau ikut bersama kami?" balas Rias serta ajaknya dengan mata puppy eyes.
"A-ah bagaimanaa ya...baiklah jika kau memaksa" Ucap Obito yang menerima ajakan Rias.
"Baiklah kalau begitu, nah kalian sudah selesai persiapanya?" Tanya Rias kepada seluruh budaknya yang diberi anggukan oleh semuanya.
"Kami sudah selesai Boucho" Jawab Kiba sambil memasukan pedangnya kesarung pedangnya.
Rias hanya mengguk sebagai respon untuk Kiba, kemudian membuat lingkaran sihir yang diikuti oleh seluruh budaknya dan tak lupa Obito yang digandeng oleh Rias agar bisa ikut berteleportasi serta teriakan Issei yang mengatai Obito dengan kata kata 'Matilah para pria tampan' sebelum hilang dalam lambang sihir teleportasi miliknya.
-At Pabrik-
Disebuah pabrik yang sudah tak terpakai tiba tiba tercipta lambang sihir yang beberapa saat kemudian mulai mengeluarkan para budak Rias dan juga Obito.
"Kalian sudah siap?" Tanya Rias kepada para budaknya dan diberi anggukan oleh semuanya, setelah itu Rias memberikan perintah untuk berpencar mencari Iblis liar yang menurut informasi yang didengarnya bahwa iblis ini telah meneror kota kuoh.
"Jadi ditempat ini kau akan mencari iblis liarnya ya Rias?" Tanya Obito yang berada disamping Rias.
Sedangkan Rias hanya mengangguk kemudian menoleh kearah Obito, "tentu Obito-san, menurut informasi dari Onii-sama katakan bahwa sarang Iblis tersebut berada dipabrik bekas ini" Jawab Rias.
"Oh begitu" Ucap Obito sambil manggut manggut, "Aku sudah mengetahui letak Iblis itu berada Rias" Tambah Obito pelan dan langsung ditatap Rias.
"Benarkah? Kalau begitu bisa beritahu aku?" Tanya Rias sehabis mendengar bahwa Obito telah mengetahui letak Iblis itu berada.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membuat Iblisnya keluar" Balas Obito sambil melangkah kedepan, lebih tepatnya menghadap kearah sumur bekas di depan pabrik tersebut.
Obito berjalan perlahan kearah sumur itu, setelah sampai didepan mulut sumur Obito segera mengaktifkan Mata Rinnengan miliknya dan mengarahkan tangannya kearah dalam sumur.
"Bansho tein"
Wusssh!
Brakk!
Suara Obito yang menciptakan jurusnya kemudian dengan tiba tiba seekor ular berkepala manusia langsung tertarik kearah Obito dari dalam sumur dan langsung dicekiknya kemudian dibanting kearah dinding pabrik oleh Obito.
"Iblisnya sudah keluar Rias" ucap Obito sambil menatap Rias dari pinggir sumur.
Sedangkan Riass hanya terkejut melihat kekuatan Obito terutama saat melihat perubahan matanya, Rias seperti bisa merasakan kegelapan yang pekat dari mata tersebut.
"Tentu Obito-san" Balas Rias kemudian mengalihkan pandangannya kearah tempat Iblis liar yang dilempar oleh Obito tadi, "Medusa kah?" tambahnya saat melihat seekor ular berkepala manusia yang mulai keluar dari reruntuhan tembok yang dihantam oleh iblis tersebut saat dilempar oleh Obito tadi.
"Berani sekali kalian mengganggu waktu istirahatku, sebagai imbalanya maka bersiaplah menjadi santapanku!" Teriak monster tersebut yang kemudian langsung melesat kearah Rias.
"Hahaha! Akan kubuat warna tubuhmu seperti war-!"
Bruaak!
Perkataan Iblis tersebut terputus saat dengan tiba tiba dia mendapat pukulan kuat ditubuhnya sehingga membuatnya terpental sekali lagi menghantam pepohonan.
"Koneko!" Kaget Rias saat melihat budaknya itu dengan tiba tiba memukul Iblis tersebut.
"Apakah Boucho tidak apa apa?" Tanya Koneko yang berada didepannya seusai memukul Iblis tadi.
"grrr! Kalian sudah membuatku marah, jadi bersiaplah menerima ajal kalian!" Desis iblis tersebut kemudian membuka kedua matanya yang langsung menembakan sebuah energi sihir kearah Rias dan Koneko, namun dapat dihindari oleh kuduanya sehingga mengenai pepohonan dibelakang mereka yang menjadi batu seusai terkena sihir tersebut.
"Iblis ini memang Medusa" Ucap Rias kepada Koneko, " Mana yang lain?" Tambah Rias kepada Koneko yang berada disebelahnya.
"Mungkin masih berada disekitar pabrik Boucho" jawab Koneko.
"Matilah kalian!" Teriak Iblis tersebut yang secara tiba tiba berada dibelakang Rias dan akan menembakan Sihir dari matanya kembali.
"Sial" Batin Rias yang melihat bahwa tidak ada waktu untuk menghindar.
Wussh!
Crassh!
Wussh!
Tap!
Saat Iblis itu akan menembakan sihirnya dengan tiba tiba sebuah tongkat berwarna hitam langsung menembus kepala Iblis tersebut dan seusai itu badanya langsung tertarik kearah sipelempar tongkat yaitu Obito yang mencekik Leher iblis yang dengan perlahan jiwanya seperti ditarik oleh Obito dan dimasukan kedalam patung kepala raja neraka yang berada dibelakangnya.
"Maaf aku sudah membunuh buruanmu Rias" Ucap Obito sambil menggaruk tengkuknya.
Sedangakn Rias yang melihat aksi Obito barusan hanya terbengong dan langsung tersadar saat mendengar perkataan Obito barusan.
"T-tidak apa apa kok Obito-san, seharusnya aku berterimakasih karena kau telah menyelamatkan nyawaku dan Koneko" Balas Rias sambil tersenyum, "ku harap dia tidak akan menjadi musuh" Tambah Rias didalam batin saat mengingat aksi Obito barusan.
"Boucho!" Teriak Issei dari kejauhan diikuti oleh Issei,Akeno dan Kiba yang berlari mendekat kearah Rias.
"Apa yang terjadi disini Rias?" Tanya Akeno saat sudah sampai dihadapan Rias.
"Tidak ada apa apa Akeno, hanya saja tadi ada Iblis liar yang menyerang dan sudah dibunuh oleh Obito-san" Jawab Rias sambik menunjuk Obito serta mayat Iblis yang kepalanya tertusuk oleh batangan besi milik Obito tersebut.
"Ara ara, dia bukan hanya tampan tapi juga sadis ya, ufufu" Ucap Akeno menggoda saat melihat Obito dan mayat iblis yang kepalanya tertusuk oleh besi tersebut.
"Wow! Kau sangat keren, karena bisa mengalahkan iblis liar ini sendiri Obito-san!" Teriak Issei sambil memandang Obito dengan mata berbinar.
Obito yang dipandang menggoda serta berbinar oleh Akeno dan Issei hanya bisa tertawa kikuk dan menggaruk kepalanya.
"Ahahaha tidak begitu juga kok Akeno-san, Issei-san" Balas Obito sambil tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita kembali" Ucap Rias yang diikuti oleh yang lainnya dan tak lupa Obito yang diapit oleh Akeno dan Rias karena saat akan berteleportasi terjadi sedikit pertengkaran kecil antara Akeno dan Rias yang memperebutkan siapa yang akan berteleport bersama Obito serta tangis bombay Issei yang iri dengan Obito yang diperebutkan oleh dua gadis cantik itu dan jadilah sekarang Obito yang diapit oleh Rias dan Akeno.
"Bersiaplah Obito-kun ufu~ufu" Ucap Akeno yang berada disamping kiri Obito dan mengapit lengan kirinya dibelahan dadanya.
Obito hanya tersenyum saat menanggapi Akeno barusan berbeda dengan Rias yang malah membuang muka kesamping namun tetap menggnggam tangan kanan Obito agar bisa ikut berteleportasi.
Setelah mereka semua termasuk Obito telah hilang dengan Teleportasi tiba tiba dari dalam tanah keluar sosok hitam yang seperti cairan mulai keluar dengan perlahan.
"Sudah kuduga dia akan menolak tawaran Cao cao pada saat itu, dan juga dia menjadi anggota kelompok Iblis gremory itu ya...mungkin aku harus bersabar sebentar agar rencanaku untuk membangkitkan ibu terwujud, Khekhekhe" Ucap Sosok tersebut sambil terkekeh kemudian sosok yang seperti cairan itu kembali masuk kedalam tanah.
¤Fbc¤
Siapakah sosok cairan tersebut? Ada yang tau?
Ed' Ost: Blue bird (ikimono gakari)
.I'm Uchiha Obito belong's Uchida Tokugawa.
Keep calm and read fic Uchida Tokugawa
-SAYONARA-
