Hanya Settingan (?) •

.

.

Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)

Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)

Cast: Sakumo, Tsunade, Ino, D.L.L

.

.

Rated: M (for Lemon and Lime and another)

.

Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v

Genre: Romance, Humor, Hurt/Comfort

.

(Don't like Don't Read!)

Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River

#evilgrin

.

.

Jam istirahat siang telah berdering, menandakan akhir mata kuliah jam ke-4 dan 5 telah berakhir. Para mahasiswa dan mahasiswi Konoha University berhamburan keluar untuk menuju kantin. nampak gadis bersurai musim semi itu membereskan buku-buku diktat kuliahnya, setelah membereskan ia pun bergegas keluar dari kelas Ibiki sensei menuju kantin kampus, perutnya pun sudah sedikit keroncongan, lalu terdengar suara yang familiar di telinga memanggil namanya.

"Sakuraaaa...tunggu!" Serunya. Sakura berhenti sejenak dari langkahnya, ia menoleh mendapati suara yang memanggil namanya tersebut dan melihat sahabatnya itu sudah memanggil namanya sambil berlari kecil.

"Ino pig... Kau sudah selesai mata kuliah Tata Rias-mu itu." Jawab dan tanya Sakura.

"Tentu saja, untungnya tadi kelas Kurenai sensei. Hahhh...heh! Forehead kenapa kau tak mau menungguku? Padahal kelas kita bersebelahan." Dengus Ino dan dilanjuti langkah mereka menuju kantin kampus.

"Ahhhh...ku pikir kelas Tata Rias akan lama, jadi aku duluan saja, hehehe..." kekeh Sakura

"Hmmm... bilang saja kau tak mau menungguku. Dasar, Forehead." ketusnya kepada Sakura.

"Iyaaa...maaf...maaf deh, lain kali aku akan menunggumu Pig kalo kelasmu tak lama. Hehe" ujar Sakura diliputi oleh tawa kecilnya.

"Dasar, Forehead...tenang saja, kelasku gak akan lama kecuali kalo kelasku di ajarkan oleh Deidara sensei." jawab Ino

"Memang ada apa dengan deidara sensei?" tanya Sakura heran

"Ahhh~ kalo dia mengajarnya tanpa pikir waktu, belum tentu bisa istirahat jika tugas yang diberikan belum selesai. Kau tahu mengapa? Alasannya sepele." ucap Ino panjang lebar.

"Memang apa alasannya? Kenapa bisa selama itu hanya untuk sebuah tugas?" tanya Sakura dengan mengerutkan kedua alisnya, ia makin merasakan penasaran akibat Ino menjelaskan tentang sensei-nya yg satu ini.

"Kau tau? Alasanya dia kenapa tak membiarkan mahasiswa maupun mahasiswinya, tak bisa beristirahat sebelum tugas selesai? Ia mengatakan kalau 'Kalian harus selesaikan tugasnya, karena Seni yang tinggi itu sangat Indah, jika kalian bisa menciptakan sebuah karya seni yang indah lebih dari apa yang aku ciptakan, maka kalian adalah penerusku. Jika seni kalian di bawah rata-rata jangan harap bisa beristirahat sampai pergantian jam mata kuliah, atau jangan berharap mendapat nilai yang bagus dariku, maupun bisa lulus dari kelasku? Sekali lagi, karena aku menjunjung seni yang indah lebih dari apapun, sebuah keindahan yang tak bisa terukirkan nilainya dan sebuah seni ini haruslah hebat daripada diri kita sendiri yang membuatnya.' aneh dan sepelekan?" ujar Ino yang menirukan kata-kata Deidara sensei. Sakura yang mendengarnya hanya bisa sweatdrop' dan merasakan aneh di telinganya.

"Uhhh...untung aku tak masuk jurusan Tata Busana & Tata Rias sepertimu, Pig. Jika aku pun ikut masuk, ku gak bisa mengikuti hal semacam itu. Walau ku anak seorang actress sekalipun, aku hanya bisa menolak. Uhhh... It's not my way, Ino. Ahhh lebih baik kita makan saja." ajak Sakura menyudahi obrolannya

"Iya, aku tahu kau kan tak terlalu suka hal-hal seperti itu, hahaha...iya deh iyaa.. Ayo." balas Ino. Mereka berdua hanya bisa berjalan menuju kantin, itupun di saat mereka berjalan tak luput banyaknya laki-laki yang melihat juga menatap kagum mereka, seakan-akan memuja kedua sahabat tersebut. Memuja akan kecantikan keduanya yang benar-benar perfect diantara gadis-gadis biasa lainnya di kampus itu. Sakura dan Ino pun duduk di salah satu meja kantin sambil memesan makan siang mereka. Tak berapa lama mereka duduk dan menyantap, datanglah kedua sahabat mereka yang lain, tak kalah dari mereka. Gadis bersurai indigo dan yang satu bersurai cokelat tapi rambutnya berbentuk cepol dua.

"Sakura... Ino... Kalian berdua sudah lama disini?" tanya gadis bersurai indigo itu.

"Hmm...baru 10 menit kok Hinata, tumben sekali rambutmu dikuncir?" jawab dan tanya Sakura balik.

"Uhmm...iya aku lagi ingin dikuncir aja." ujar Hinata dengan senyum manisnya

"Ingin atau ingin? jangan-jangan kau mau menggoda Naruto? padahal kalian kan udah berpacaran." sahut Ino terkikik geli

"Ino-chan, serius aku lagi ingin dikuncir. Soalnya terkadang aku sering kepanasan kalau terus-terusan di gerai. Bukan berarti aku ingin menggoda Naruto-kun." ucapnya.

"Iyaa..iyaa ku mengerti kok Hinata-chan, lalu bagaimana hubunganmu dengan Neji, tenten? terus aku baru sadar kalian cuman berdua, Karin dimana?" tanya Ino ke Tenten.

"Itu, hahh...seperti biasanya saja, gak ada yang menarik. Karin dia hari ini ijin, dia gak bisa ikut makan siang." ungkap Tenten yang sudah menyeruput jus mix berrynya.

"Tentu saja biasa, coba kau rubah penampilanmu? Maksudku rambut cepolmu tu kau gerai, mungkin Neji akan tertarik." goda Ino

"memang Karin sakit? Kok gak ikut?" timpal Sakura

"yang ada nanti aku dikira kembaran sama Neji, Ino-chan. Kau tau sendiri kan rambutnya Neji juga panjang? Hahhh..." desah Tenten.

"Karin-chan gak sakit, tapi karena ia diikutsertakan lomba antar kampus, makanya gak bisa ikut makan siang." jelas Hinata

"Ohhh begitu, baiklah." jawab Sakura.

"Iya juga ya? yang ada nanti Neji dikira cewek. Hehehe... Gomen..gomen..." kekeh Ino, Sakura yang mendengarnya juga ikut terkekeh. mereka berempat pun akhirnya melanjutkan makan siang di sambil dengan acara mengobrol. di saat yang bersamaan terlihat pria berambut perak dengan tatanan klimis dan belah pinggir, berjalan mencari meja kosong untuk ia makan siang. Pria itu tak sendiri tetapi di temani empat gadis sekaligus, dan tiga sahabatnya. Sakura yang tak sengaja melihatnya sedikit mengeluh saat mengetahui hal tersebut.

"Aku heran, hari ini masih ada cowok yang dandanan culun seperti itu. dan ada juga ya, cewek yang mau berteman sama dia?" celetuk Sakura tiba-tiba membuat teman-temannya sedikit heran.

"Siapa sih Sakura yang kamu maksud?" tanya Ino heran

"Iyaa siapa sih?" timpal Hinata dan Tenten serempak

"Itu...arah jam 2 Ino, Hinata, Tenten..lihat saja dia gak modis sama sekali, rambutnya di klimis dan belah pinggir, pakai kacamata pantat botol, gigi di beri behel atas bawah. kemeja yang dipakai kotak-kotak dipadu dengan jeans biasa? gak banget kan?" jelas Sakura, langsung saja Ino dan kedua teman yang lain menoleh sesuai arahan yang diberitahu Sakura.

"Iya, itu sudah ketinggalan jaman banget. Tapi, di sebelahnya itukan bukannya kakaknya si kembar Uchiha?" ucap Ino sedikit terkejut

"HAH? Masa sih pig, itu kakaknya si kembar? Maksudmu Itachi-nii?" balas Sakura yang juga ikut heran.

"Iya Forehead, apa kau tak melihatnya? Itu sangat jelas Itachi-nii dan juga sepupunya Obito." jelas Ino

"Kok mereka, mau-maunya sih bergaul dengan tu cowok culun? Ketinggalan jaman lagi? Haduhhh make me ill feel." dengus Sakura.

"Ya, berarti dia sama-sama senior dong tu cowok. Tapi, ngomong-ngomong kenapa denganmu Sakura? Kok langsung ill feel gitu? Emang kalian berdua pernah bertemu?" sahut Tenten

"Tadi pagi, sebelum ku masuk kelas, ku gak sengaja tabrakan sama tu cowok. pake acara ketemu lagi di kantin" celetuk Sakura

"Hati-hati loh, mulutmu harimaumu Sakura-chan. Kalo gak berhati-hati bisa jadi kamu nanti bakal jatuh cinta sama tu cowok senior." ujar Ino

"Ieuhhhh... Gak akan, ku gak mau. Enak saja jatuh cinta? Apalagi sama tuh cowok." dengus Sakura

"Hehehe... Kita simpan perkataanmu ya, Sakura-chan." goda Ino

"Terserah kalian saja. Aku tak perduli, mau sampai kapanpun juga, ku gak akan pernah." ketus Sakura

"Tapi, bukannya itu Shizune-senpai?! yang terkenal, selain mahasiswi dia kan juga Idol." ucap Hinata yang baru memperhatikan

"Maksudmu Idol yang lagi Hits itu, yang dia bawain lagu dengan judul "Smiling Down"?" timpal Tenten

"Iyaaa...yang itu Tenten, dan itu ada Anko Mitarashi atlet renang, lalu Iruka senpai pembalap motocross, Ino-chan itu kan model favorit kamu, Mei Terumi senpai. Hwaaa ada Akane senpai atlet lari. Mereka orang-orang ternama semua, yang berada di meja itu." jelas Hinata yang membuat Sakura sedikit membelalakkan matanya karena kaget mendengar ucapan Hinata.

"Hahhh...serius kamu Hinata? Orang-orang terkenal semua itu? Hebat juga ternyata dia bisa berteman sama orang-orang terkenal." ujar Sakura

"Well, iya kamu benar Sakura." timpal Ino

"Dan Sakura pasti gak tahu, orang yang kamu bilang culun itu adalah seorang Bussinesman? Don't Judge the Cover, tapi lihatlah siapa dia sebenarnya." ucap Hinata kembali

"Bussinesman? Are you seriously Hinata, tapi tetap saja tak akan merubah pandanganku." jawab Sakura

"Iyaa sih tapi aku kan hanya memberitahu saja." ucap Hinata

"Tapi, darimana kamu tahu itu semua Hinata?" tanya Ino

"Anooo...aku kan ikut BEM kampus ini, hehe" jawab Hinata yang sontak membuat mereka bertiga terkejut.

"HAH?!" ucap mereka serentak dengan kaget. Alhasil Hinata hanya menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal sembari memasang wajah senyuman sedikit aneh. Ino, Sakura dan Tenten pun masih sedikit terperangah dan berakhir mereka berempat melanjutkan sisa makan siangnya.

» Hanya Settingan (?) «

Pemuda bersurai perak dengan model non kekinian itu sedang terkekeh dengan para sahabatnya, Itachi, Obito, Iruka, Mei, Shizune, Anko, dan Akane. Sambil makan siang, Kakashi sempat membuat lelucon untuk Itachi.

"Itachi, kau tau perbedaan dirimu dengan nasi kepal?" ujar Kakashi

"ahhh gampang, kalau nasi kepal kan enak dimakan, kalau aku enak dipandang huahahahahag" tawa itachi yang mendapat pukulan di punggung oleh Obito

"sialan kau Itachi, enak dipandang dari mana? Dari sudut kampus mungkin hahaha.." kekeh Obito

"enak saja, kau pikir aku ini adalah dirimu yang sering berada di pojokkan dan melakukan hal mesum dengan Rin-chan." Balas Itachi

"Skak-mat kau obito, kau sekarang ketahuan ya.." ledek Mei

"sial, kau Itachi. Bagaimana bisa kau mengetahuinya? Padahal aku sudah menyumpal mulut Rin haha.. dasar tukang intip sama saja dengan Kakashi." Dengus Obito

"cih.. aku tak sehina Itachi yang melakukan pengintipan seperti itu, ya kan Iruka?" ujar Kakashi

"yup, memang tak sehina itu suka mengintip tapi kau lebih hina dari Obito yang suka memijat-mijat bukit kembarnya Mei BWAHAHAHAHAHA" tawa Iruka pecah membuat Mei yang langsung memerah di kedua pipinya.

"si-sialan kau Iruka, kau pasti sama seperti itachi?" ketus mei

"hahahaha.. waktu itu aku tak sengaja melihat kalian berdua di toilet yang tak terpakai." Jelas Iruka

"eee~eeettooo.. dasar Iruka sama saja. Tapi aku hanya meremasnya tidak lebih dari itu" Desah dan ujar Kakashi.

"tapi tetap saja mesum." Ucap Itachi

"kalian berempat sama saja, mesum. Itachi juga pernah membuat kissmark di leherku." Sahut Shizune

"habis kau menggoda, Shizune hehehe.." kekeh Itachi

"terserah kau saja, Itachi." Balas Shizune

Dan mereka semua terkekeh dengan obrolan yang semakin sensitif, selesai makan siang mereka kembali untuk melanjutkan kelas mata kuliah berikutnya. Mereka berpisah dari kantin dan mulai berpencar. Kakashi tak kembali ke kelas ia memilih menuju ke perpustakaan untuk mengembalikan buku pinjamannya kemarin, sampainya di perpus dirinya mengembalikan. Lalu setelah itu Kakashi berjalan menuju rak-rak perpustakaan dan hendak meminjam buku yang lain. Sudah hampir setengah jam ia mencari buku, akhirnya Kakashi kembali meminjam buku untuk tugas-tugas kuliahnya. Di saat ia keluar, tanpa disengaja ia bertemu kembali dengan Sakura.

"hey, kau yang tadi pagi." Ucap Kakashi menyapa

"tak usah menyapaku, dasar culun. Pergi kau, aku tak mau melihatmu." Dengus Sakura yang berlenggang pergi hendak meninggalkan Kakashi, tapi sebelum Sakura pergi sepatu heelsnya tiba-tiba sedikit patah dan Sakura oleng dari jalannya, dalam sekejap dirinya di tolong oleh Kakashi. Kakashi tanpa sengaja memegang pinggul Sakura supaya tidak jatuh, dan mereka saling bertatapan lama.

'kalau dari dekat ini anak cantik juga sih, menggemaskan. Rasanya ingin mencubit kedua pipi gembilnya itu.' Batin Kakashi

'kalau dari dekat senior culun ini, memiliki mata yang berbeda. Hitam dan merah, itu sangat jarang sekali terjadi, andai saja kalau dia tidak culun mungkin sudah ku gebet kali.' Inner Sakura mengatakan. Dan akhirnya Sakura tersadar lalu mendorong Kakashi dengan kasar.

"Ahrrgghhh~ sialan.. kau berani menyentuhku, ku peringati ya! Kau itu cowok tak berlevel denganku. Jadi pergi jauh-jauh sana. Ihhhh gak usah sok care sama ku. Paham!" dengus Sakura, ia pun pergi meninggalkan Kakashi yang masih terduduk di lantai.

"Ck, memang benar-benar gadis galak, gak beda jauh sama Mei yang ahahahaha… tapi bakal menarik kayaknya nanti malam, lihat saja kau pasti akan terkejut." Kekeh Kakashi ia pun berdiri dan meninggalkan tempat tersebut mengikuti kuliah selanjutnya.

» Hanya Settingan (?) «

Jam kuliah telah berakhir sekarang, tepat pukul 3 sore semua keluar dari kampus dan pulang ke rumah mereka masing-masing. Kakashi yang berjalan dengan santai menuju mobil ferrari miliknya tanpa disengaja ia bertemu dengan Sakura yang ternyata memarkirkan mobil mini coopernya tepat di samping ferrari milik Kakashi.

"Yo!" sapa Kakashi ke Sakura

"kau lagi! Harus berapa kali aku akan bertemu denganmu, uhhhh~ menyebalkan." Dengus Sakura

"kau kesal kepadaku? Memang apa salahku?" tanya Kakashi heran dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"First, salahmu adalah menabrakku tadi pagi, kedua penampilanmu itu gak masuk ke dalam daftarku, ketiga…. Kau itu menyebalkan! Hari ini aku selalu bertemu denganmu, dan ini menyebalkan, ini hari burukku." Ucap Sakura menjelaskan

"Ohhh~ begitu, kalo gitu Maaf..Maaf.. ya, sudah aku duluan byee.. Sakura-chan" balas Kakashi yang tersenyum ia pun masuk ke dalam mobilnya dan menancap gas untuk segera pulang.

"Arrghhhh~ menyebalkan! Shit..shit..sialan.. huhh semoga hari ini tidak terlalu buruk. Hanya di kampus aja Kamisama." Ketus Sakura ia pun juga langsung tancap Gas dan pulang ke rumah.

» Hanya Settingan (?) «

Waktu terus berputar dan sampailah sekarang, malam sudah tiba. Sakura saat ini sudah berada di rumah dan sedang berdandan senatural mungkin, untuk acara makan malam bersama calon ayahnya yang baru. Ya, malam ini ia dan ibunya ada acara makan malam bersama di sebuah restoran ternama kota Konoha. Setelah Sakura memakai dress berwarna pink dengan tali yang melingkar di leher, lalu Sakura memakai heels 7cm miliknya berwarna peach, perpaduan yang sangat pas, tak lupa tas clutch miliknya ia bawa. Segera saja Sakura keluar dari kamarnya dan menuju ke bawah, ia menghampiri ibunya. Tsunade malam ini sangat cantik dengan dress warna jade dan rambutnya ia gerai menutupi punggungnya, dengan heels 9cm miliknya. Akhirnya Sakura dan Tsunade berangkat ke restoran Steak 'n' Bar menggunakan mobil limosin berwarna putih. Mereka pun sudah berangkat ke tempat tujuan.

.

.

.

.

.

Sakura dan Tsunade akhirnya telah sampai tujuan di Steak 'n' Bar resto, mereka berdua mulai memasuki restoran tersebut. Tak ayal juga banyak para tamu yang memperhatikan keduanya, apalagi para tamu laki-laki yang matanya tertuju kepada Tsunade. Tsunade pun mencari-cari sosok berambut perak, akhirnya Tsunade bertemu dengan Sakumo. teman sesama actor dan juga sebagai calon suami.

"Hai Tsunade, wahh malam ini kau cantik saja. Mana anakmu?" ujar dan tanya Sakumo

"kau bisa saja, Sakumo-san. Uhmm itu dia di sebelahku, lalu mana anakmu Kakashi?" jawab dan tanya Tsunade ke Sakumo

"dia sedang ke toilet, kau tahu kan sepertinya dia gugup mau bertemu dengan calon ibunya itu. Hehehe… ahhh, anakmu Sakura ini sama denganmu ya. Dia cantik sekali malam ini." ucap Sakumo

"kau ini benar-benar ya… Sakura ini kenalkan paman Sakumo." ujar Tsunade terkekeh pelan dan memanggil Sakura untuk berkenalan. Tsunade pun duduk di kursi yang sudah di sediakan.

"ahhh iyaaa… Sakura, Haruno Sakura paman." ucap Sakura dan bersalaman dengan Sakumo

"Sakumo, Hatake Sakumo. ayo nak duduklah, nanti calon kakakmu akan datang." ujar Sakumo

"iya paman, memangnya dia dimana?" ucap dan tanya Sakura dengan diiringi duduk di sebelah ibunya. tak lama Sakura duduk, ia mengambil sesuatu dari dalam tas clutch miliknya dan mulai memainkan I-phone kesayangannya itu. Lalu, datang seseorang dengan memakai jas abu-abu yang warnanya hampir menyerupai dengan rambut peraknya yang ditata rapi sebelah kiri, pemuda ini pun menyapa ayahnya untuk segera memulai acara makan malam.

"Ehem… Otou-san bisa kita mulai." ujar Kakashi sedikit berdehem

"tentu saja nak, Tsunade kau sudah mengenal anakku kan? Dan Sakura kenalkan ini Hatake Kakashi anak paman Sakumo dan juga nantinya sebagai calon kakakmu." tanya dan ucap Sakumo.

"jelas aku sudah mengenalnya Sakumo-san, Kakashi kau itu semakin keren ya. Dan malam ini kau sangat tampan seperti ayahmu." ucap Tsunade mengagumi

"bibi Tsunade bisa saja, aku kan biasa saja masih tampanan Otou-san daripada aku. Nah, Sakura-chan kau tak mau mengenalkan dirimu?" ucap dan tanya Kakashi. Sakura yang mendengarpujian ibunya sedikit berpikir bahwa calon kakaknya ini tampan, tetapi di saat Sakura mendengar suara yang sepertinya tak asing bagi dirinya. Sakura langsung menegakkan wajahnya, mengalihkan pandangan dari I-phone miliknya dan ia pun menatap Kakashi. Betapa terkejutnya Sakura ketika mengetahui Kakashi adalah calon Kakaknya. Ia tidak mengetahui nama orang yang tadi pagi, tapi ia mampu merekam semua kejadian tadi pagi.

"Ka-Ka-Kau! Kenapa kau disini!" pekik Sakura dengan membelalakkan matanya.

"kenapa? Tentu saja makan malam bersama calon ibuku dan juga calon adikku sekarang. Juga sekalian merayakan ulang tahunku yang ke 20th. Memang ada yang salah?" jelas Kakashi santai

"Mommy,mommy gak bercanda kan? Paman Sakumo gak bercanda juga kan? ka-ka-kalau dia adalah calon kakakku maksudku kakak tiriku?" ucap Sakura yang terbata-bata karena terkejut

"tentu saja sayang, dia ini nanti jadi kakakmu, dan ini anaknya paman Sakumo." ucap ibunya lembut

"ya, ini anak paman Sakura. Namanya Kakashi dia keren kan sama seperti paman?" ujar Sakumo

"gak mungkin! Ahrrrghhh.. yang benar saja? Lihat dandanannya begitu uhhh ketinggalan jaman, culun dan gak modern. Aku pikir anak paman itu keren dan ganteng? Ini 180 derajat sangat terbalik." Celetuk Sakura asal

"Sakura, kau ini bicara apasih? Walaupun Kakashi memakai kacamata dan giginya di kasih behel, seperti itu tak ada masalah, kenapa denganmu Sakura?" ucap ibunya sedikit kaget atas ucapan Sakura

"ahhhrgghh… terserah mommy saja, aku tetap menyetujui tapi tak aka mengakui, huh.." dengus Sakura memalingkan wajah

"ahhh~ sudahlah Tsunade biarkan saja Sakura lebih baik kita lanjutkan acara makan malam ini." sanggah Sakumo dan ia pun memulai acara makan malam sekaligus merayakan ulang tahun Kakashi. walaupun hanya dihadiri dua orang saja itu tak masalah bagi diri Kakashi karena mungkin saat ini teman-temannya sedang ada pekerjaan. Sakumo memanggil pelayan dan menyuruh membawakan cake orange choconya ke meja, ia pun menyalakan lilin berangka 20 di cake tersebut.

"nah, Kakashi ayo buat make a wish." ucap ayahnya

"iya Otou-san." ujar Kakashi, dan ia pun memulai membuat sebuah make a wish dengan mata terpejam lalu kedua tangannya seperti berdoa.

'Tuhan, aku hanya meminta satu permohonan saja. Kirimkan aku jodoh yang terbaik, dan aku akan menyayanginya dengan sepenuh hatiku. Dan menerima aku apa adanya, sampai aku menikahinya.' Batin Kakashi lalu matanya terbuka dan meniup lilin yang berbentuk angka 20 itu.

"Happy Birthday nak, nahhh..nahh Sakura kau tak mau mengucapkan sesuatu untuk Kakakmu?" ucap Tsunade

"hn… Happy Birthday semoga tuhan memberkatimu." ujar Sakura seikit ketus

"Happy Birthday Kakashi, semoga kau mendapat jodoh yang kau inginkan hehe.. ini kado untukmu. Ini dari ayah juga bibi, bibi yang memilihkannya untukmu." ucap Sakumo lalu memberikan kotak kado yang cukup lumayan besar

"whoaaa.. apa ini Otou-san? Aku buka ya?" tanya Kakashi dan hanya sebuah anggukan dari Sakumo juga Tsunade. Kakashi pun membuka kado tersebut, ia sedikit terkejut saat melihat isinya.

"Wahhhh…. Avengers: Age of Ultron Action Figure? Ini kan limited edition otou-san, Obaa-san?" ucap Kakashi terkejut ketika mengetahui isinya.

"tentu, itu bibi langsung memesannya dari toko yang menjualnya, kebetulan sekali action figure tersebut masih ada dua lagi. Ya, sudah bibi dan ayahmu membelikannya untuk ulang tahunmu." Jelas Tsunade.

"Sankyuuu~ Otou-san, Obaa-san." ucap Kakashi senang

"seperti anak kecil saja." dengus Sakura saat melihatnya

"Hn, justru ini yang disebut sebuah keasyikan Sakura-chan. Lalu, kau sendiri tak mau memberikan sebuah kado untukku?" jawab dan tanya Kakashi ke Sakura

"hmm.. buat apa? Aku juga tak punya kado untukmu." jawab Sakura malas

"Sakura, bukannya tadi kau bawa sesuatu ya? Kotak kecil tadi?" ujar Tsunade

"kotak kecil mana mommy? Aku gak bawa apa-apa." Ketusnya

"ini apa?" ucap Tsunade yng sudah mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru.

"ihhhh…Sakura gak pernah bawa itu mommy." kesal Sakura

"ahhh.. Sakura kamu pakai mengelak, ini Kakashi dari Sakura-chan untukmu." ujar Tsunade memberikan kotak berwarna biru itu kepada Kakashi

"Thanks, Sakura-chan. Hmmm… wahh sebuah jam tangan? Kau mengerti sekali kesukaan Nii-chanmu ini hehe.." kekeh Kakashi

"nii-chan? Jangan bermimpi" dengus Sakura ia pun kembali diam dan kesal saat ini.

"ohh~ sepertinya ada yang marah baiklah, tapi sekali lagi terima kasih ya, Sakura-chan." ucap Kakashi senang dan ia segera memakai jam dari kadonya itu. Acara pun dilanjutkan dengan makan malam, dari hidangan pembuka sampai hidangan utama dan terakhir hidangan penutup, mereka makan bersama disambil sesekali candaan-candaan yang keluar dari brolan Tsunade dan Sakumo, Kakashi hanya mendengarkan saja sesekali ia ikut menimpali, sedangkan Sakura sedari tadi hanya makan dalam diam, dirinya tak begitu senang dengan acara malam ini rasanya ingin sekali ia cepat-cepat pulang. Setelah acara makan malam selesai Tsunade dan Sakura berpamitan, dan diantar oleh Sakumo juga Kakashi sampai lobby restoran. Sampainya di depan mereka berpisah dan pulang ke rumah. Sakura masih terdiam saja tak ada obrolan sama sekali apalagi dengan ibunya, sampai ia pulang. Sampainya di rumah tanpa pamitan selamat malam ia langsung menuju ke dalam kamarnya, mengganti bajunya dengan piyama. Sakura sedikit berteriak karena kekesalannya hari ini juga.

"Arghhhh…. menyebalkan… menyebalkan…menyebalkan, kenapa dia yang harus jadi kakak tiriku! Awas saja kalau ibuku dan ayahmu sudah menikah, aku akan membuatmu jera mungkin. Lalu, aku bakal membuat dia kesal. Belum tau ya, Sakura Haruno hehehe.. atau aku melakukan sesuatu, tentu saja biar dia membenciku. Atau aku tak akan menganggap dirinya sebagai kakakku! Ya, begitu lebih baik." ketus Sakura ia pun membaringkan tubuhnya di ranjang miliknya dan mulai memaksakan untuk tertidur untuk kuliah esok harinya. Sedangkan dari luar kamar Sakura, ibunya hanya terkekeh pelan dan berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.

"rencana awal sukses, tunggu selanjutnya Sakura. Tapi, maafkan mommy sayang. Ini jalan satu-satunya untukmu juga Kakashi." gumam ibunya yang sudah berada di dalam kamar.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

Malam minna (9o3o)9, maaf ya yang ini baru update… hahahah

Dan thanks buat reviews yang sudah nyangkut di FFn-ku ya walaupun ada enak dan gak enaknya makluminlah saya-kan Author baru, lagian itu nulis di BB.. belom lagi BB-nya lemot ini serius bukan alasan, makanya bnyak typo kemana-mana.. aku mohon…. Maafkan auth- river yaaaaaaa (^3^')a maaffff…maaafffffff *berojigi*

Okay.. thanks to: mrs. Hatake15kakashi, Ade854, che-sii, gin-chan, hasashi heika, dan silentreaders atas reviews yang nemplok. Hehehe.. gak bisa ngejawab, itu baru awal.. hahhh ya sudah ini lanjutannya, met baca ya..

-mrs. Hatake15kakashi: baru awal segitu dulu, tu juga ngetik buru2 + lemot + ikut acara jalan sehat :3

-ade854: pastinyaaaa pastiii diusahakan update kalo lagi gak sibuk :p

-Che-sii: iyaa update kalo pas ada paketannya :v

-gin-chan: makasih sarannya… makasihhh tapi itu beneran saya buru2+lemot maklum BB second. Hmmm *msih untung ada BB buat ngetik*

-hasashi heika: maaf tebakan anda salah… huahahahagz… #tawalaknat #dijitak

Okay segitu dulu readers! Byeeeeeee minaa~ sekali lagiiii Sankyuuu and Sorry~ #kaburpakealkalin #plakkk

Ohhh yaaa yg terakhir saya mau Ucapin buat My beloved #dijitak sakura

HAPPY BIRTHDAY KAKASHI HATAKE... OMEDATOUUU! :* :*

#digeretSakura #kaburrrlagipakesepedarodatiga #bletakkk