FF BTS/YAOI/J.V/THE BEAUTIFUL HIB-CREATURES /Chapter 5
Title: The Beautiful Hib-Creatures
Author: Bang Young Ran
Rating: T
Genre: Yaoi/Fluff/Romance/Scien-fict/AU
Length: Chaptered
Main Cast:
Kim Tae Hyung aka V ^w^ 3
Kim Seok Jin~~ 3
Support Cast:
HopeKook (J-Hope & Jung Kook)
KrisBaek (Kris & Baek Hyun EXO)
DaeBaek (Dae Hyun BAP & Baek Hyun)*ni cuma masa lalu*
DaeJae (Dae Hyun & Young Jae)
BangHim (Yong Guk & Hime~~)
Couples nyusul~
Disclaimer: BTS is Big Hit/JYP Entertainment Boy Group and their parents, and it's Youngranie fic~ muaaaachhh...*kechupbasah*
Warning: TYPO! OOC! YAOI/BoysxBoys! NO PLAGIARISM! NO BASHING! NO SIDERS!
Summary: Di era modern sekarang ini, manusia tidak lagi terfokus dalam menciptakan kaleng besi berjalan—robot. Menciptakan makhluk hidup yang benar-benar hidup dalam bentuk lain, itulah yang menjadi fokus para ilmuan beberapa tahun belakangan. Awalnya menggabungkan spesies hewan dari jenis berbeda, dan sekaranglah terobosan baru tercipta dimana gen hewan digabungkan dengan... gen manusia.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ, JUST LEAVE IT, OK!?
.
.
~~( ^3)(.o )~~
.
.
TANPA BANYAK BACOT, LANGSUNG AJA CHECK IT OUT
HAPPY READIIIIIINNNNGGGGG... ^3^
.
.
.
The Beautiful Hib-Creatures
Chapter 5
"Kenapa selama ini kau tidak mengatakan kalau Tae Hyung-ssi bersahabat baik dengan Jungie? Kau sengaja, ya?"
J-Hope saat ini tak ubahnya seperti tersangka suatu kejahatan. Dengan dramatisir Jin sengaja mematikan lampu penerangan di kamarnya dan hanya menyalakan lampu meja belajar.
"Aku bukannya sengaja, Babbo! Kupikir... itu tidak penting. Memangnya, dengan aku memberitahu kalau Jungie adalah sahabat dekat Tae Hyung-ssi, akan merubah sesuatu, begitu? Tidak. Dia tetap saja tidak akan menyukaimu!" celetuk J-Hope sembari menyeringai kejam. Oh, rasanya pembalasan dendamnya akan kata-kata pedas Jin selama ini, terbayar sudah. Dia membicarakan fakta, bukan?! Seorang Kim Tae Hyung dengan sangat jelas menunjukkan ketidak-tertarikannya dengan Jin. Hohoho~ akhirnya sahabatnya yang kejam satu ini mendapat imbasnya!
"YA! Kau benar-benar ingin balas dendam, eoh?! Kau tahu betapa kejamnya kata-katamu itu?"
Ucapan Jin membuat J-Hope menyeringai. Mungkin... dia sudah keterlaluan? "Hehehe, mianhe...Kau ini sensitif sekali, eoh, kalau menyangkut Tae Hyung-ssi!? Kemarin saja... kau menatapku tajam tanpa alasan yang jelas."
Untuk hal yang satu ini, Jin memutuskan untuk ber-no-comment ria. Dia tidak mau kalau nantinya membicarakan hal itu, dirinya akan marah pada J-Hope yang jelas-jelas... atau mungkin, tidaklah bersalah apa-apa.
Adiknya, Kim Jung Kook, menaruh hati pada sang sahabat. Untuk sementara ini biarlah hanya dirinya yang tahu hal itu.
"Ah, sudahlah. Yang penting sekarang, aku punya kesempatan besar mendekati Tae Hyung-ssi. Ah, aku tidak sabar menunggu hari esok~" Jin mulai berdendang dan melompat terlentang pada kasur king size-nya. Tubuh namja tampan tersebut sempat terpental sebelum akhirnya berhenti pada posisi yang pas di atas ranjang.
J-Hope yang melihat sahabatnya mulai menutup mata dan berkemungkinan besar tengah berkhayal tingkat tinggi saat ini, hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala. Entahlah dia harus merasa salut, atau mungkin menertawakan kebebalan Jin.
Dan masalah besok... yah, otak Jin yang cerdik, ah, atau bolehkah disebut licik? Dia menjebak lion hybrid incarannya tersebut dengan mengajaknya menghabiskan akhir pekan di taman bermain melalui Jung Kook. Sial. Tega sekali Jin memanfaatkan adiknya sendiri untuk menyudutkan Tae Hyung agar mau kencan di taman bermain bersama.
Tapi... bukankah memanfaatkan segala kesempatan yang ada itu terdengar lebih baik?
Sebenarnya tidak jauh beda dengan sang sahabat yang tengah berbunga-bunga, J-Hope pun merasakan hal yang sama. Bagaimana tidak? Secara tidak langsung, Jin telah membuat mereka berempat melakukan double date. Oh, senangnya~
#######^0^#######
"Taehyungie~ kau belum tidur, Sayang?" Baek Hyun langsung melompat ke atas ranjang dan berbaring di sebelah sang putera. Tubuh mungil kedua lion hybrid di tempat tidur sempat terpantul-pantul dibuatnya.
"Aku belum mengantuk, Umma. Umma sendiri? Kenapa belum tidur?"
"Hehehe, umma tidak bisa tidur sendiri, Taehyungie~ Appa-mu belum pulang," keluh Baek Hyun sembari mengerucutkan bibirnya dengan lucu. V sedikit terkekeh melihat tingkah laku sang umma.
"Memangnya Kris Appa kemana, Umma? Tidak biasanya belum pulang malam-malam begini. Apa..." V menggantung kata-katanya, mendadak dia jadi ingin mengerjai sang umma. "Apa... Kris Appa punya selingkuhan, Umma?" candanya tersenyum jahil.
Baek Hyun tampak semakin cemberut dan dengan gemas mencubit kedua pipi aegyanya. "Iiiihhhh~ sekarang kau sudah berani menggoda umma, ya?!"
V hanya tertawa renyah menerima cubitan pelan sang umma. Kedua telinganya melengkung ke bawah dan terlihat bagai anak anjing yang sangat patuh dan senang dimanja. Membuat Baek Hyun tidak tahan sendiri kemudian beralih memeluk erat tubuh mungil sang aegya.
Oh, jika ada yang melihat mereka saat ini, pastilah akan berteriak heboh karena gemas. Tubuh mungil keduanya dilingkupi oleh selimut dan bed cover sewarna biru langit. Baek Hyun dan V terlihat begitu mungil dan kecil. Layaknya anak kucing yang saling bergelung agar tetap hangat; satu sama lain saling memeluk.
V memeluk pinggang ramping sang umma sembari menenggelamkan wajahnya di dada kecil namja manis tersebut. Sementara Baek Hyun? Ia begitu senang kalau V sudah bermanja-manja seperti ini. Maka dari itu, dipeluk dan diusapnya kepala bersurai dirty blond yang serupa dengan miliknya tersebut. Sesekali dikecupnya puncak kepala V dan berdendang lembut. Berharap, nyanyiannya akan membuat sang aegya tertidur.
Adalah Kris yang memasuki kamar sembari mengendap-endap. Namja tampan itu baru saja pulang dari kantornya pada jam sepuluh malam. Melihat Baek Hyun tidak ada di kamar mereka, dia langsung berkesimpulan kalau sang anae tengah berada di kamar V. Dan benar saja. Baek Hyun memang berada di kamar aegya mereka.
Kris hanya mampu ber'huwaaaa~' ria dalam keheningan begitu menemukan pemandangan menggemaskan sekaligus menyentuh hati di atas ranjang. Dia harus mencubit dirinya sendiri agar segera tersadar dari keterpanaan. Masih saja belum bisa mempercayai, kalau dua lion hybrid yang manis dan imut di atas ranjang adalah bagian dari keluarga kecilnya. Yah, Kris bangga memiliki dua makhluk menggemaskan tersebut sebagai anae dan aegya-nya.
Tidak ingin membuat keduanya terbangun, Kris dengan sangat pelan melepas dasi beserta sepatunya. Meletakkan benda-benda kantoran tersebut di lantai kemudian ikut menaiki ranjang dan memeluk Baek Hyun dari belakang.
Tidak butuh waktu lama, namja tampan berambut abu-abu tersebut juga ikut terlelap mengikuti Baek Hyun dan V menuju dream land. Yah, Kris sangat mencintai keluarga kecilnya.
~~~~~\(^0^)(0.0)/~~~~~~
Di Minggu pagi yang cerah, suami-istri Kim harus dihadapkan pada kenyataan... kalau putera sulung mereka... gila? Bagaimana tidak? Sang putera... aka Kim Seok Jin, tersenyum dan cengengesan terus sedari tadi. Belum lagi... satu lembar roti di tangannya tidak kunjung dimakan. Jin malah sibuk mengolesi rotinya dengan selai cokelat tanpa henti. Alhasil, lembar roti itu sekarang tidak lagi terlihat 'aman' untuk dimakan; hancur, lembek dan berantakan karena terlalu banyak diolesi selai.
Plak!
"Yah! Kau ini kenapa?!"
Sang umma menghentikan ke'gila'an Jin dengan menjitak kepala namja tampan itu tanpa perasaan.
Berhasil. Jin sekarang malah meringis kesakitan. "Auch! Umma! Appo~" rengeknya.
Bunny hibrid cantik yang dipanggil Jin 'umma' hanya terkekeh tanpa dosa sembari menggelengkan kepala. Dia kemudian meletakkan segelas susu stroberi di meja Jung Kook untuk kemudian mengusap sayang kepala sang aegya. "Jungie Chagi~ makan yang banyak, ne~?"
"Ne, Umma!" Jung Kook memekik riang dan menggigit roti selai stroberinya antusias. Ia langsung dihadiahi kecupan kilat di kedua pipi dan puncak kepala oleh sang umma.
Jin yang tidak diperdulikan langsung cemberut. Orang bodoh yang melihat pun, pasti bisa langsung tahu kalau kasih sayang umma-nya yang cantik ini berat sebelah.
"Hime, kau tidak boleh seperti itu pada Seokie. Kau tidak lihat dia langsung merajuk begitu?"
Ah, disinilah sang appa. Bukannya membela, appa-nya, Kim Yong Guk, malah meledek Jin. Benar-benar suami istri yang kompak, eoh?!
Sang umma, Kim Him Chan, malah terkikik geli sembari duduk pada kursi di sebelah sang suami. "Kau tahu, Gukie? Kurasa anakmu ini terlalu dimanjakan. Dia bahkan tidak tahu cara bersikap yang benar saat di meja makan."
Kata-kata Him Chan hampir mengundang protes dari Jin jika saja tidak terdengar ketukan di pintu depan.
"Biar Jungie yang buka!" Jung Kook langsung mengangkat salah satu tangan dan secepat kilat berlari ke arah ruang tamu. Semua yang ada di ruang makan tentu saja dibuat heran mendapati betapa antusiasnya Jung Kook hari ini. Memangnya... ada apa?
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mendapatkan jawaban, karena beberapa menit kemudian Jung kook muncul sambil bergelayutan riang pada lengan J-Hope. Bukanlah pemandangan aneh lagi kalau bunny hibrid manis itu terlihat bermanja-manja pada J-Hope. Yong Guk dan Him Chan hanya tersenyum melihatnya, berbeda sekali dengan si sulung yang terlihat tidak suka akan pemandangan romantis namun digambarkan menyebalkan olehnya tersebut.
"Hai, Hopie~ Kau semakin tampan saja, ne!? Ayo, duduk! Chanie Umma ambilkan sarapan untukmu."
Huh! Bahkan umma-nya sendiri begitu ramah pada J-Hope melebihi dirinya sendiri. Jin jadi ragu; apa benar dia darah daging dari keluarga Kim?!
"Kenapa kau pagi-pagi sekali datang ke rumahku?!"
Nada bicara Jin yang terkesan menyebalkan membuat J-Hope menatap datar ke arahnya. Oh, untunglah, 'Chanie Umma' menempatkannya duduk berseberangan dengan namja tampan-menyebalkan yang harus ia akui sebagai sahabatnya tersebut. Kalau saja mereka tadi duduk bersebelahan, jari kaki beserta pahanya pasti sudah cedera karena diinjak dan dicubit secara sembunyi-sembunyi oleh Jin.
"Kau yang menyuruhku untuk tidak terlambat, Babbo. 'Jung Ho Seok, awas kalau sampai kau terlambat, ya! Aku tidak ingin membuat Taehyungie-Ku yang cantik sampai menunggu lama!' Ingat?" J-Hope sengaja menirukan cara, nada, dan ekspresi Jin saat mengatakan semua itu padanya. Huh, bagaimana Jin bisa melupakan perkataannya sendiri!? Dasar babbo!-.-
Jin hanya menanggapi ledekan sang sahabat dengan bibir merengut, menggumamkan hal tidak jelas seperti 'Sial' dan 'Jangan meniruku!'.
"Taehyungie? Siapa?" Yong Guk yang sedari tadi hanya mendengarkan mulai bertanya.
"Oh, itu, Guk Appa, Seokie saat ini mendekati seseorang. Namanya Kim Tae Hyung. Dia lion hybrid, satu kelas dengan Jungie," jawab J-Hope lempeng. Jika Jung Kook ember bocor, mungkin J-Hope adalah baskom berlubang.
"Omo! Jinjja?!" Him Chan terlihat antusias sekali mendengar berita ini. Hampir saja piring yang berisi roti untuk J-Hope jatuh jika Yong Guk tidak cepat mengulurkan tangan dan ikut memegangi piring di tangan sang anae.
"Ne, itu benar, Chanie Umma! Sayangnya Tae Hyung-ssi sulit sekali didekati. Dia jago bela diri. Seokie bahkan pernah dibantingnya!" Untuk kata-kata yang satu ini, Jin men-death glare J-Hope. Jelas sekali dia ingin menyumpal mulut sang sahabat.
"BWAHAHAHAHAHAHA!"
Betapa menyedihkan, kedua orang tuanya malah meledak dalam tawa. Membuat Jin ingin melemparkan diri ke jurang terdekat saja.
"Hahahaha, bagus... bagus... Bocah-sombong-tidak-bertanggung-jawab ini memang butuh berusaha! Semoga berhasil, ne, Uri-Saranghaneun-Seokie~" Nada lembut beserta senyuman manis yang diberikan sang umma memang tidak sebanding dengan makna dari kata-kata yang keluar dari bibir merahnya. Sadis dan evil sekali, eoh?
"Eung... Seokie Hyung... menyukai Taehyungie?! Huwaaaa~ apa kalian akan menikah?!"
Bunny hybrid manis tersebut bertepuk tangan riang. Huft... Kim Jung Kook yang lucu memang tidak pernah berhenti membuat orang ternganga. Dia polos, lambat, namun... tidak ada yang keberatan dengan hal itu sebenarnya.
#######^0^########
Dag,
Dig,
Dug~
Degup jantung Jin tidak pernah melambat. Meskipun tidak nyaman tapi... HE'S SO FUCKIN' HAPPY!
Lain Jin, lain pula V. Lion hybrid imut tersebut tampak sangat kesal saat ini. Telinga segitiganya tampak tertekuk sementara kedua tangannya terlipat di dada. Entah bagaimana, ia dan si namja mesum—Jin—bisa terperangkap dalam bianglala hanya berdua. Sekali lagi, HANYA BERDUA!
Terima kasih atas inisiatif Jung Kook yang dengan wajah polos dan riangnya mendorong tubuh V begitu saja memasuki bianglala yang sebelumnya sudah berada Jin di dalamnya. Sialnya lagi, yang naik bianglala hanya mereka, sementara Jung Kook sendiri ditarik oleh J-Hope untuk bermain roller coaster.
"Kenapa kau diam saja, Tae Hyung-ssi? Kita masih punya..." Jin melirik jam di pergelangan tangannya, "lebih kurang lima belas menit waktu yang tersisa. Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?"
Hening.
V tidak mengeluarkan satu patah kata pun. Dia benar-benar tidak ingin berbicara dengan namja yang duduk berseberangan dengannya saat ini. Beginilah V kalau sudah kesal; selain membanting, cara lain yang dilakukannya adalah 'silent treatment'.
Jin menghela nafas berat. Seberapapun inginnya dia berada pada posisi terperangkap berdua dengan lion hybrid manis itu saat ini, Jin bukanlah orang yang tidak berhati, yang akan dengan santai menari diatas ketidak-nyamanan seseorang. Terlebih, ini V. Lion hybrid super imut yang ingin sekali ia jadikan mate, soulmate, belahan jiwa, atau apapun itu orang menyebutnya.
"Dengar, aku tahu kau tidak menyukaiku. Sangat." Kata-kata Jin di bagian akhir terdengar memelas. V yang tadinya tidak mau melihat ke arahnya pun, sekarang menatapnya. Mata cokelat gelap itu terlihat menyelidik. "Aku memang orang asing yang datang padamu dan dengan gilanya mengajakmu menjadi mate. Tapi kau tahu? Aku serius melakukannya. Aku tidak akan pernah bermain-main mengenai hal itu. Demi Tuhan, umma dan adikku adalah kaum hybrid juga. Aku dibesarkan dalam lingkungan yang menganggap tinggi siapa dan apa itu kalian. Kau ingat saat dimana aku menyelamatkanmu dari namja brengsek itu?" Jin menatap dalam mata cokelat si lion hybrid, berusaha menghubungkan emosi, koneksi yang sekiranya tergambar diantara mereka.
"Manusia brengsek itu... aku mendengar semua kata-kata kasar dan tidak manusiawi yang keluar dari mulut kotornya. Selain menyelamatkanmu... sekelumit hal lain juga membuat darahku mendidih. Aku tidak bisa membiarkan mulut kotornya menghina kalian. Si brengsek itu secara tidak langsung juga telah merendahkan keluargaku. Aku tidak bisa membiarkan hal itu. aku ingin memberinya pelajaran berharga, paling tidak menghancurkan rahangnya hingga mulut busuknya tidak bisa mengunyah apapun selain menelan bubur. Tapi... tubuh kecilmu nyaris roboh di depanku..." Puncak hidung namja tampan itu berkerut membayangkan hari di mana V pingsan. Ia memandangi kedua telapak tangannya yang terbuka, dapat membayangkan tubuh mungil V yang saat itu dalam rengkuhannya, begitu kecil dan ringan saat diangkat.
V tidak berkata apa-apa. Suara nafas Jin yang berat menyelimuti kesunyian yang mendadak menguasai keadaan sekitar. Mmm... anehkah kalau si lion hybrid saat ini merasa ingin mengulurkan kedua tangan untuk memeluk bahu tegap yang tampak merosot itu?
"Aku seperti orang gila saat membawamu ke ruang rawat sekolah. Kupikir kau mungkin terkena shock atau semacamnya karena namja itu. Tapi... saat dokter mengatakan kalau kau pingsan karena akan memasuki masa 'heat', saat itu pula aku blank. Aku senang tanpa alasan yang jelas, namun juga cemas. Aku merasa ini terlalu cepat. Aku bahkan belum memiliki kesempatan untuk membuat pendekatan lebih jauh lagi denganmu. Aku tidak ingin memaksamu tapi kumohon, berikan aku sedikit saja kesempatan. Tidak bisakah kita mencoba? Dan... aku berjanji, bila kau merasa kita tidak..." Suara Jin mendadak serak, ia menelan berat saliva saat melanjutkan, "bila kau merasa kita tidak cocok... kau boleh mengatakannya langsung dan aku akan... a-aku akan me-menerimanya dan men-menjauh darimu!"
Hening.
Jin nyaris merasa hatinya benar-benar hancur karena tidak kunjung mendapat respon dari si imut lion hybrid. Namun... yang terjadi kemudian... sungguh jauh dari apa yang ia duga.
Kim Tae Hyung...
Si makhluk manis sekaligus imut lion hybrid itu...
Memeluknya...
V MEMELUKNYA!?
"Baiklah, ayo kita mencoba, Seokie-ssi."
TBC
NB : Cintailah J.V! HIDUP J.V! FIGHTING! \(^0^)/
