Yo! Uchida akan meng-update fic lagi dan untuk fic iam father akan berhenti update beberapa dekade karena akan diambil alih oleh teman saya.
.HAPPY READ.
Op ost 'Niwaka nimo ame makezu' (Nico touches the wall)
Warning: Senjutsu rikudo power, sharingan,rinnengan,juubi power,gedoudama,etc.
¤UCHIDA TOKUGAWA¤
-Present-
.Betsu no jigen kara no chikara.
.(別の次元からの力).
Uchiha Obito yang telah sadar mengikuti jalan ninja milik Naruto, akhirnya membantu aliansi shinobi serta Naruto mengurungkan niatnya untuk menarik seluruh bijuu ditubuh Obito dan membiarkanya tetap menjadi Jinchuriki Juubi.
.Naruto Belong's Masashi Kishimoto.
.
.
.
.
.
-Chapter 3 (Enemy).
Keesokan harinya sehabis beberburu iblis liar kemarin malam, kelompok Rias dan juga Obito memutuskan untuk bersantai sehari full dihari ini yang diberi sorakan semangat dari Issei, mungkin karena ia bisa pergi untuk melihat pameran manga ero yang terbaru diakhibara atau mungkin ada hal yang lain (hanya tuhan dan issei yang tahu).
Obito yang merasa agak bosanpun akhirnya bangkit dari acara duduknya dan mulai melangkah menuju pintu keluar.
"Aku pergi dulu Rias" Pamit Obito yang mulai melangkah menuju pintu keluar namun langkahnya terhenti saat mendengar kalimat balasan dari Rias untuknya.
"Kau mau pergi kemana Obito-san?" Tanya Rias sambil memandang Obito yang malah tersenyum saat mendengar kalimatnya barusan.
"Hanya mencari angin saja kok" Balas Obito sambil tersenyum.
"Ara ara, akan aku temani Obito-kun" Ucap Akeno yang memasuki percakapan Obito dan Rias secara tiba tiba dan melangkah kearah Obito.
"Ah! Tentu Akeno-san" Balas Obito kemudian tersenyum ringan, "Kami pergi dulu Rias" Sambung Obito yang kemudian keluar dari ruangan tersebut diikuti Akeno.
Sedangkan Rias hanya merengut kesal karena seharusnya ia tadi yang akan menemani Obito untuk berjalan jalan namun sudah didahului oleh Akeno.
"Akeno no baka" Ucap Rias pelan dan mulai melakukan aktifitasnya kembali.
Sedangakan dengan Obito yang baru saja keluar dari ruangan klub pun hanya berjalan entah kemana dan Akeno yang dengan setia mengikutinya dari belakang.
Mereka berdua dilanda keheningan untuk beberapa saat sampai suara Akeno yang membuyarkannya dan juga tingkah Akeno yang membuat Obito sedikit tersentak yaitu dengan mengapit tangan Obito diantara keduan belahan dadanya.
"Nee~Kita mau kemana Obito-kun?" tanya Akeno sambil mengapit tangan Obito.
"Mungkin ketaman hiburan" Jawab Obito singkat sambil tetap berjalan tidak menghiraukan Akeno yang mengapit pada lengannya itu.
"Emmmm...boleh juga, kalau begitu ayo" Ucap Akeno semangat.
Tidak sampai 30 menit akhirnya Obito dan Akeno sampai disebuah taman hiburan yang menurut pemikiran dan ingatan Obito yang didapatnya dari memory Issei bahwa taman hiburan ini bagus untuk menghilangkan kebosanan dan juga meskipun Obito sempat mendapat beberapa kata yang mengatakan Oppai adalah segalanya dari memory Issei.
"nah ayo kita coba" Ucap Obito sambil memandang pintu masuk taman hiburan tersebut kemudian mulai melangkah memasukinya dan tak lupa ada Akeno yang mengikutinya.
-Time skip-
Setelah hampir seharian ditaman bermain dan bersenang senang dengan berbagai wahana disana, Ralat hanya Akeno saja yang senang, sedangkan Obito sedang dilanda mual mual karena hampir seharian ini mereka hanya menaiki wahana yang menguji adrenalin sebab kemauan Akeno yang tidak bisa ia tolak jadi dengan terpaksa Obito menaiki itu hampir seharian ini.
"Ugh! Perutku serasa dikocok" Rintih Obito yang sedang keluar dari taman hiburan dengan dipapah oleh Akeno dan mulai berjalan menuju bangku yang ada didekat pintu masuk taman hiburan tersebut.
"Hari ini luar biasa Obito-kun" Ucap Akeno sambil mendudukan Obito dibangku tersebut.
Obito hanya memandang Akeno malas saat mendengar perkataannya barusan, "Luar biasa sekali karena kita sudah menaiki Jet-coster, boat-jet, dan hal hal lainnya yang berbau jet dan kecepatan seharian penuh tanpa istirahat bahkan aku belum sarapan tadi pagi" Ucap Obito sambil memandang Akeno yang tersenyum kikuk.
"Gomen Obito-kun, aku sesenang ini karena baru pertama kali ini aku bisa mendatangi tempat yang sudah kuimpikan sejak dulu ini" Jawab Akeno sambil menatap langit senja yang mulai berwarna hitam.
Obito hanya terdiam mendengar penjelasan Akeno barusan, niatannya untuk membalas perkataan Akeno barusan hilang entah kemana.
Tep!
"Kapan kapan kita bermain kesini lagi ya" Ucap Obito tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Akeno dengan lembut.
Sedangkan Akeno yang diperlakukan seperti itu wajahnya sudah dipenuhi rona merah dan dengan wajah yang dipenuhi rona itu Akeno mengangguk penuh semangat.
"Hum! Obito-kun!" Balas Akeno semangat.
Obito yang melihat itu hanya tersenyum tulus, kemudian mulai bangkit dari duduknya dan menoleh kearah Akeno.
"Ayo pulang, ini sudah hampir malam" Ajak Obito yang direspon oleh Akeno dengan langsung mengapit pada lengan Obito dengan erat.
Dalam perjalanan pulang Obito hanya diam dan tidak berbicara apapun ,begitu pula dengan Akeno yang diam, namun keheningan tersebut buyar saat Obito menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Akeno yang juga menatapnya karena berhenti tiba tiba.
"Ada apa Obito-kun?" tanya Akeno bingung.
Obito hanya menatap Akeno sebentar kemudian menoleh kearah belakang, lebih tepatnya kearah bangunan tua yang berada dipinggiran Kuoh.
"Kau pulanglah duluan Akeno, nanti aku akan menyusul" Perintah Obito kepada Akeno.
"Memangnya ada Obito?" Tanya Akeno yang semakin bingung atas perkataan Obito barusan.
Obito hanya menatap Akeno sebentar kemudian kembali menatap kearah bangunan tua yang berada dibelakangnya itu.
"Sepertinya kita diikuti oleh beberapa orang, dan Oleh karena itu aku menyuruhmu pulang dan aku akan mengurus mereka" Jawab Obito yang membuat Akeno terkejut karena ia tidak merasakan bahwa mereka telah diikuti oleh seseorang.
"A-apa! Bagaimana bisa?" Ucap Akeno yang masih terkejut.
"Mungkin karena merek-!"
Wusssh!
Trankk!
Perkataan Obito terputus saat dengan tiba tiba sebuah tongkat dengan kecepatan tinggi melesat dengan cara memanjang kearah mereka berdua dan dapat ditahan oleh Obito dengan menggunakan Gedoudamanya, bahkan Gedoudama milik Obito mengalami sedikit retakan karena menahan serangan barusan.
"Senjutsu" Ucap Obito pelan saat merasakan Energi tongkat tersebut yang mengandung senjutsu sehingga menyebabkan keretakan pada Gedoudama miliknya barusan, setelah itu Obito menoleh kearah Akeno dan mengaktifkan jurusnya.
"disini terlalu berbahaya, tunggulah aku sampai kembali diruang klub"
[Kamui]
Ucap Obito pelan dan dengan perlahan tubuh Akeno seperti tersedot kedalam lubang angin dan perlahan menghilang, bahkan Akeno tidak sempat berbicara apapun karena masih shock dengan yang terjadi barusan.
Tap!
Tap!
Obito mengalihkan pandangannya kearah bangunan tua tersebut saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya dan dapat dia lihat 4 sosok yang masih belum terlihat karena terkena bayangan bangunan itu berjalan mendekat kearahnya
"Khe khe kau adalah orang pertama yang bisa menahan serangan tongkat itu tadi" Ucap Salah satu sosok yang mulai berjalan keluar dari dalam bangunan tua tersebut.
"Dia memang kuat, bahkan True longinus dapat ditahan dengan mudah olehnya" Balas sosok yang berada disebelah sosok yang menyerang Obito tadi, Sedangkan sosok yang menyerang Obito tadi hanya menyeringai.
"Jadi karena itu kau sangat ingin merekrutnya" Ucap sosok yang paling tinggi diantara keempat sosok tersebut.
"Ya, dan karena dia menolaknya jadi aku akhirnya memutuskan untuk mengumpulkan kalian semua untuk memaksanya memasuki organisasi kita atau paling tidak mengambil kekuatanya dengan paksa" Balas sosok yang mungkin adalah ketua dari organisasi yang dimaksud oleh sosok yang paling tinggi tadi.
Sedangkan Obito hanya diam dan memandang datar keempat sosok tersebut, namun mata kanan Obito sudah menjadi sharingan dan mata kirinya sudah menjadi Rinnengan.
"Cao cao" Ucap Obito saat merasakan aura yang sama seperti saat ia bertemu denganya diatas gedung beberapa hari yang lalu.
"Maa...maa...dia sudah mengetahui kalau itu dirimu" Ucap sosok yang tadi menyerang Obito yang mulai terkena sinar bulan purnama dan terlihatlah sosok manusia kera yang membawa tongkat dipunggungnya.
"Sudah kubilang bahwa dia bukan manusia biasa" Balas sosok yang bernama Cao cao tersebut sambil menyeringai kearah Obito.
"mau apa kalian?" tanya Obito saat sudah melihat keempat sosok tersebut.
Cao cao yang mendengar perkataan tersebut hanya tersenyum kearah Obito kemudian menunjuk satu persatu sosok yang sudah terlihat itu.
"perkenalkan ini adalah Sun Wokong , Arthur pendragon dan Rezevim livan Lucifer, dan tujuan kami adalah kekuatan yang berada didalam dirimu itu" Jawab Cao cao yang kemudian dengan tiba tiba langsung melesat kearah Obito
Traannnk!
"benarkan...dia ini bukan manusia biasa" Ucap Cao cao kepada kelompoknya sambil memukulkan tombaknya kearah Obito namun dapat ditangkis dengan Gedoudama milik Obito.
"Bagai mana dengan ini" Ucap sosok manusia kera itu yang melompat tinggi dan terjun dengan kecepatan tinggi kearah Obito.
wussh!
Trankkk!
Pyaar!
"Apa!"
Suara pukulan tongkat milik Sun wokong yang menghantam Gedoudama milik Obito hingga hancur dan itu dengan sukses membuat Obito kaget.
'senjutsunya lebih besar, bahkan ini levelnya diatasnya Naruto' Batin Obito sambil memandang Sun wokong yang menyeringai kearahnya.
"jadi kelemahanmu adalah senjutsu ya, menarik" Ucap Sun wokong yang berdiri tegak disamping Cao cao.
Obito hanya mendecih karena analisis musuhnya kali ini memang benar kenyataanya dan mungkin dia harus lebih waspada terhadap manusia kera dihadapannya ini.
Sedangkan dua sosok yang bersama Cao cao tadi hanya menonton dari pinggir dan tidak ada niatan untuk menyerang Obito sama seperti yang dilakukan Cao cao dan Sun wokong.
"Apakah kita harus membantunya Rezevim?" Tanya Arthur yang masih setia menonton pertarungan 2 vs 1 dihadapanya itu.
"Tidak perlu, itu hanya menguras tenaga kita, dan juga mereka berdua sudah cukup, namun..." balas Rezevim yang diakhir kalimatnya ia seperti sedang memandang Obito dengan teliti.
Sedangkan Arthur yang mendengar kalimat akhir Rezevim yang terputuspun menolehkan kepalanya untuk memandang sosok disebelahnya itu.
"Aku seperti merasakan suatu kegelapan yang melebihi 666 didalam tubuh pemuda itu" Ucap Rezevim pelan.
"Benarkah? Bisa merepotkan jika begitu" balas Arthur pelan kemudian memandang pertarungan didepannya itu kembali.
Sedangkan dengan Obito sekarang hanya bisa menghindar kesana kemari agar tidak terkena pukulan senjutsu dari sun wokong dan tusukan tombak True longinus milik Cao cao.
Trank!
Trank!
Wussh!
"!"
Braakkkh!
Sun wokong hanya dapat melebarkan matanya saat melihat serangnya menembus tubuh Obito bagaikan hantu dan harus rela terkena tinju Obito yang sudah dilapisi cakhra juubi dan terlempar serta menembus beberapa bangunan dan akhirnya menambrak dinding kekkai yang dibuat oleh Rezevim dan Arthur agar tidak memancing perhatian manusia.
"jangan lupakan aku!"
Wussh!
Trank!
Trank!
Trank!
Obito yang baru selesai membuat Sun wokong terlempar harus membuat perisai dari gedoudamanya agar tidak terkena serangan Cao cao yang dengan tiba tiba sudah berada dibelakangnya dan bersiap untuk memukulkan Tombaknya kearah Obito.
"Ugh, jadi kau bisa senjutsu juga ya" Ucap Sun wokong yang mulai bengkit dari reruntuhan puing bangunan yang hancur setelah terkena tubuhnya yang terlempar tadi, "Ini lumayan sakit tahu" tambah Sun wokong yang mulai berjalan mendekat kearah Obito.
Wuuus!
Tap!
"dia benar benar hebatkan" Ucap Cao cao yang melompat dan mendarat disebelah Sun wokong yang menatap Obito tajam.
"Mungkin kita harus melawanya dengan serius kali ini" Ucap Sun wokong yang suaranya mulai terdengar berat dan dapat Obito rasakan bahwa energi senjutsunya mulai meningkat dengan intensitas gila.
"Cih, ini merepotkan" Desis Obito pelan saat melihat peningkatan energi pada Sun wokong.
"Grrrr! Pakai kekuatanku Bodoh!" Teriak Juubi yang berada didalam tubuh Obito dengan keras.
"Aku akan menggunakanya jika dalam keadaan terdesak saja" Balas Obito pelan sedangkan Juubi hanya diam dan tidak membalas perkataan Obito.
"Jadi kali ini bermain mainya sudah selesai dan bersiaplah" Ucap Sun wokong yang menatap Obito tajam sedangkan Cao cao hanya menatap malas kepada rekannya yang sudah serius ini.
"Ya benar apa yang dikatakan dia" Ujar Cao cao kepada Obito sambil menunjuk Sun wokong dengan tombaknya.
Bats!
Wussh!
"Bersiaplah!"
Suara Sun wokong dan Cao cao yang melesat dengan kecepatan tinggi kearah Obito yang sudah mengeluarkan tiga buah Gedoudama dipunggungnya dan memasang posisi waspada.
-At klub-
Diruang klub penelitian ilmu gaib tiba tiba tercipta lubang pusaran angin yang membuatnya ditatap oleh seluruh penghuni klub tersebut.
"Obito-san?" Ucap Rias pelan saat melihat pusaran angin tersebut.
Bruuk!
Suara Akeno yang dikeluarkan oleh pusaran tersebut dan terjatuh dengan posisi pantat terlebih dahulu dan itu membuatnya ditatap terkejut oleh seluruh penghuni klub itu.
"Akeno! Mana Obito-san?" Tanya Rias yang bingung karena Akeno pulang seorang diri dan yang lebih anehnya dia pulang dengan menggunakan salah satu teknik milik Obito.
Akeno yang sudah sadar dari acara jatuhnya segera menoleh kearah Rias dan mengatakan hal yang ia dan Obito alami sebelum ia sampai disini.
"Rias! Tolong bantu aku untuk menyelamatkan Obito-kun" Ucap Akeno yang membuatnya ditatap bingung oleh seluruh iblis yang berada diruangan itu.
"Memangnya Obito-san kenapa Akeno?"Tanya Rias yang masih bingung dengan situasi sekarang.
Akeno yang merasa bahwa penjelasannya tadi kurangpun akhirnya menjelaskan kepada Rias dan yang lainya tentang kejadian saat dirinya dan Obito yang akan pulang diserang dengan tiba tiba oleh sosok yang tidak dikenal, dan itu membuat Rias geram karena ada yang berani memasuki wilayah Gremory tanpa izin serta berani menyerang keluarganya meskipun Obito bukan budak iblisnya namun Obito sudah Rias anggap sebagai keluarganya, dan dengan tegas dirinya memerintahkan seluruh budaknya untuk mendatangi tempat lokasi Obito bertarung dan membantunya, sedangkan dirinya akan mendatangi ruang osis karena ingin meminta bantuan untuk membuat kekkai jika terjadi pertarungan yang besar nantinya.
Rias yang tinggal seorang diri diklub karena para budaknya sudah pergi untuk membantu Obito pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan klub tersebut dan berjalan menuju ruangan Osis untuk menemui sahabatnya.
Tok!
Tok!
Tok!
Suara pintu yang diketuk oleh Rias dan setelah mendengar suara respon yang mengijinkanya untuk masuk akhirnya Riaspun masuk dan ia dapat melihat perempuan berambut bob yang sedang duduk disofa sambil membaca sebuah buku.
"Ada apa Rias? Tumben kau berkunjung kesini" Ucap perempuan itu yang mengalihakan pandanganya dari buku menuju Rias.
"Begini Sona, aku membutuhkan bantuanmu" Ucap Rias serius.
Sedangkan Sona yang mendengar kalimat Rias barusan sedikit menaikan alisnya dan bertanya pada Rias.
"Bantuan apa Rias?" tanya Sona yang sedikit bingung karena sahabatnya jarang meminta bantuan kepadanya.
Dan akhirnya Rias menceritakan kepada Sona tentang semua kejadian yang diceritakan Akeno dan ditatap kaget oleh Sona, setelah itu dengan segera Sona menyuruh seluruh budaknya untuk bersiap siap.
"Ada apa ini Kaicho?" Tanya seorang pemuda bersurai pirang yang bingung karena dengan tiba tiba Kaichonya ini menyuruh mereka semua untuk bersiap.
"Kita akan membantu Obito-san bertempur Saji" Jawab Sona tegas dan menatap seluruh budaknya, "Jika kalian sudah siap ,mari kita pergi" Tambah Sona sambil membuat lingkaran sihir yang diikuti oleh semuanya termasuk Rias.
-Back Obito fight-
Akeno dan yang lainnya yang sudah sampai ditempat pertarungan Obitopun hanya dapat menemukan beberapa kawah kecil dan bangunan yang hancur serta pakaian Obito yang sobek.
"Apa yang barusan terjadi disini?" Tanya Kiba entah pada siapa saat melihat tempat yang mereka datangi sudah tidak berbentuk lagi.
"Jadi dimana mereka?" Ucap Issei yang sedari tadi celingak celinguk mencari keberadaan Obito namun tidak dapat menemukanya dimanapun.
"Tadi Obito-kun disini" Ucap Akeno pelan sambil memegang kaos Obito yang robek itu dengan erat.
Issei yang akan bertanya kepada Akeno tidak jadi saat melihat lambanf sihir milik Bouchonya dan milik klan Sitri yang muncul dihadapan mereka dan mengeluarkan Rias juga Sona beserta budaknya.
Rias yang baru datang ditempat itu hanya bisa terkaget karena melihat kerusakan yang terjadi ditempat itu sangat parah, tidak jauh berbeda dengan Ekspresi kaget yang dikeluarkan oleh Sona saat melihat area sekitarnya.
"Apa yang terjadi disini? Dan mana Obito-san?" Ucap dan tanya Rias pada para budaknya, sedangkan yang ditanyai menggeleng pertanda tidak tahu.
"Saat kami datang kesini, kami sudah tidak menemukan Obito dan hanya menemukan kerusakan pada tempat ini dan kaos milik Obito yang sudah sobek itu" Jelas Kiba.
Rias yang mendengar penjelasan Kiba barusan hanya terdiam kemudian melangkah menuju Akeno yang menunduk sambil menggenggam baju milik Obito itu.
"Aku tau kau khawatir Akeno...namun kau taukan bahwa Obito-san itu kuat, jadi percayalah bahwa ia akan baik baik saja" Ucap Rias sambil memegang bahu Akeno.
Sedangkan Akeno yang mendengar perkataan Rias barusan hanya terdiam kemudian mengangguk pelan.
Sona yang sudah keluar dari acara kagetnyapun segera menyuruh para budaknya untuk memperbaiki tempat yang sudah hancur ini dengan menggunakan sihir.
"Jadi dia menghilang" Tanya Sona yang sudah berada disamping Rias.
Rias yang mendengar perkataan Sona dari arah sampingnya kemudian menoleh sebentar dan kembali menatap lurus kedepan.
"Entahlah aku tidak terlalu mengetahuinya, namun aku percaya bahwa ia akan baik baik saja" Jawab Rias pelan.
-Lost dimension-
Blaaar!
Suara ledakan saat Obito yang menahan serangan milik Sun wokong dan gelombang cahaya milik Cao cao.
"Cih! Aku tidak bisa menggunakan kamui lagi ditempat ini" Gumam pelan Obito sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, memang dia sudah tidak menggunakan teknik Kamuinya lagi saat Cao cao memindahkan mereka semua kesuatu dimensi buatanya, bahkan Gedoudama miliknya bisa hancur saat menahan serangan milik Sun wokong.
"Seginikah kekuatanmu hah?" Tanya Sun wokong remeh yang berada beberapa meter dihadapan Obito, "Kalau begitu..." Tambah Sun wokong yang memutuskan kalimatnya karena dikedua tangannya sedang membuat bola energi yang semakin lama semakin besar ukurannya, "Matilah" sambung Sun wokong yang kemudian menembakan energi sihir bercampur senjutsu itu kearah Obito.
Obito hanya memandang datar energi sihir yang akan mengenainya sebentar lagi itu.
Blaaar!
Suara ledakan yang terdengar saat serangan Sun wokong dengan telak mengenai Obito yang tidak begerak sedikitpun dari tempatnya.
"Musnahlah" Ucap Sun wokong pelan saat yakin bahwa Obito telah musnah karena terkena serangan pamungkasnya barusan, berbeda dengan Cao cao yang menatap bingung tempat Obito karena ia merasakan Aura Obito dimana mana.
Tap!
Wusssh!
¤Play ost 'Liar mask' (Rika mayama)¤
"Kuucapkan selamat kepada kalian karena bisa membuatku memakai kekuatan ini" Suara Obito yang terdengar dari dalam kepulan debu dan tubuhnya masih belum terlihat dengan jelas.
Sedangkan Sun wokong hanya shock karena sekalinya Obito belum musnah dan melebarkan matanya saat tiba tiba tubuhnya tertarik kearah Obito yang masih belum terlihat karena terhalang debu.
Grep!
Braak!
"Arrgh!"
Suara Sun wokong yang lehernya dicekik oleh Obito dan dibanting ketanah dengan posisi kepala yang mendarat terlebih dahulu.
"Ayo tunjukan kekuatanmu" Ucap Obito pelan.
Sedangkan Sun wokong yang mendengar perkataan Obito barusan kemudian dengan perlahan mendongak ingin menatap Obito dan membelalakan matanya saat melihat rupa Obito yang sekarang dapat ia lihat bahwa wujud Obito yang sekarang lebih menyeramkan den beberapa sisik yang ada disebagian tubuhnya (Wujud Obito saat menjadi Jinchuriki Juubi).
"S-sebenarnya kau ini mahluk apa?" tanya Sun wokong yang sedikit gemetar saat bertatapan langsung dengan iris pola riak air dikedua mata milik Obito.
Obito yang mendengar pertanyaan Sun wokong barusan hanya menatapnya datar, " Aku adalah Uchiha Obito" Jawab Obito sambil menatap karah Sun wokong.
"Matilah!" Teriak Cao cao yang melesat dengan tiba tiba kearah Obito.
Sedangkan Obito hanya menatap datar Cao cao, kemudian dengan pelan ia merentangkan tanganya kearah Cao cao yang melesat.
[Shinra tensei]
Blaaar!
"Arrghh!"
Suara Obito yang mengaktifkan tekniknya dan membuat Cao cao serta Sun wokong yang Obito terpental beberapa puluh meter.
"Ugh! Jadi itu wujud aslimu ya" Ucap Cao cao yang mulai bangkit meskipun sempat memuntahkan darah beberapa kali, sedangkan Sun wokong sudah pingsan saat terkena teknik milik Obito barusan, "menarik, kalau begitu aku akan mengalahkanmu dengan serius kali ini" Tambah Cao cao yang sudah berdiri tegak.
[Belance Breaker]
[Polar Night Longinus Chakravartin]
Sriiingg!
Obito sedikit menyipit saat Cao cao mengaktifkan teknik Belance Breakernya dan dapat Obito rasakan bahwa Orang dihadapanya ini sekarang lebih berbahaya dari sebelum sebelumnya dan setelah beberapa saat cahaya terang tersebut menghilang dan terlihatlah Cao cao yang sedang menggunakan armor putih dan dibawahnya terdapat 7 buah bola yang melayang layang.
"Nah kalau beginikan kita seimbang" Ucap Cao cao pelan kemudian memandang Obito.
Obito yang merasakan bahwa kekuatan Cao cao kali ini sangat besarpun kemudian tubunya mulai melayang keangkasa dan berhenti melayang saat posisinya sudah sejajar dengan Cao cao.
"baiklah jika itu maumu akan aku kabulkan" Ucap Obito datar dan dengan perlahan Gedoudama Obito mulai berkumpul ditangan kananya dan membentuk seperti lambang DNA.
"Ini adalah pedang pembuat dunia didimensiku" Ucap Obito pelan sedangkan Cao cao hanya menyeringai saat melihat Obito yang mulai serius.
[Sword of nunuboko]
Ucap Obito pelan dan sekarang terciptalah sebuah pedang yang menyerupai lambang DNA ditangan kananya sedangkan ditangan kirinya sedang memegang perisai yang terbuat dari Gedoudama miliknya.
"Jika begitu ayo kita berpesta!" Teriak Cao cao yang melesat kearah Obito sambil menembakan energi plasma dari salah satu bolanya.
Obito hanya diam tidak menjawab perkataan Cao cao namun juga ikut melesat maju dan menebaskan Sword of nunuboko kearah Cao cao.
Blaaar!
¤FBC¤
Yo! Akhirnya update juga, dan jika ada yang bertanya tentang Rinnengan Milik Obito ada berapa? Maka jawabanya adalah ada dua karena Obito telah mendapat Rinnengan dari juubi selaku Obito adalah jinchuriki Juubi.
Dan untuk pair masih diperdebatkan dipikiran Author.
Obito x Akeno
Obito x Rias
Obito x akame
Obito x saran dari reader?
Ed' Ost: Blue bird (ikimono gakari)
.I'm Uchiha Obito belong's Uchida Tokugawa.
Keep calm and read fic Uchida Tokugawa
-SAYONARA-
