FF BTS/YAOI/J.V/THE BEAUTIFUL HIB-CREATURES /Chapter 6
Title: The Beautiful Hib-Creatures
Author: Bang Young Ran
Rating: T
Genre: Yaoi/Fluff/Romance/Scien-fict/AU
Length: Chaptered
Main Cast:
Kim Tae Hyung aka V ^w^ 3
Kim Seok Jin~~ 3
Support Cast:
HopeKook (J-Hope & Jung Kook)
KrisBaek (Kris & Baek Hyun EXO)
DaeBaek (Dae Hyun BAP & Baek Hyun)*ni cuma masa lalu*
DaeJae (Dae Hyun & Young Jae)
BangHim (Yong Guk & Hime~~)
Couples nyusul~
Disclaimer: BTS is Big Hit/JYP Entertainment Boy Group and their parents, and it's Youngranie fic~ muaaaachhh...*kechupbasah*
Warning: TYPO! OOC! YAOI/BoysxBoys! NO PLAGIARISM! NO BASHING! NO SIDERS!
Author's Note: Annyeoooonnngggg~~^^ Mmmm... di review da yg masih bingung dengan' hybrid tu apa bentuknya, mari, Young Ran jelaskan. Key? Check it out :
Hybrid adalah penggabungan antara gen manusia dan hewan. Dulunya hybrid diciptakan di laboratorium. Namun sekarang, pembuahan dan penciptaan tiap-tiap makhluk hybrid bisa melalui proses alami. Yaitu, dengan melakukan pembuahan bersama manusia.
Bila manusia dan hybrid bersama, kemungkinan keturunan yang akan lahir, bisa saja manusia murni, dan bisa pula terlahir sebagai makhluk hybrid. Makhluk hybrid yang terlahir mengikuti gen animal yang dibawa sang umma, ataupun sang appa.
Bentuk dari makhluk hybrid sendiri menyerupai manusia, hanya bagian telinga saja yang dipengaruhi gen hewan (Sebenarnya di beberapa cerita hybrid, bagian ekor hewan juga termasuk, hanya saja Young Ran agak nggak sreg ngebayanginnya. Jadinya, cuma bagian telinga aja yg diubah).
Sifat dan perilaku hybrid saling mendominasi dengan sifat dan perilaku manusia. Beberapa insting tajam dan temperamen animal yang dibawa juga kental. Sifat-sifat tersebut saling melengkapi.
Seperti halnya hewan yang mengalami masa heat, masa panas, ataupun musim kawin lah namanya, kaum hybrid pun mengalaminya. Heat dimulai saat si hybrid sudah mulai beranjak dewasa. Bagi kaum hybrid antara umur 15-16 tahun. Masa heat ditandai dengan datangnya wet dream.
Mendekati masa heat, kaum hybrid harus mengikuti program MATE. Untuk yang belum memiliki pasangan, berkemungkinan besar bisa menemukannya di sana. dan untuk yang sudah memiliki calon pasangan, bisa mendaftarkan namanya dan sang pasangan untuk kemudian dilegalkan secara hukum dan dapat tinggal bersama. Ini sama halnya melegalkan status hubungan di pengadilan. Dalam artian menikah.
Kaum hybrid male maupun female, berkemungkinan besar akan hamil setelah masa 'heat'. Mereka tetap diizinkan sekolah namun dengan kelas khusus.
Nah, begitulah sekilas mengenai HYBRID Readers-nim~ Gimana? Masih bingung juga? Sekian, selamat membaca juseyo~~~ ARMY!
Summary: Di era modern sekarang ini, manusia tidak lagi terfokus dalam menciptakan kaleng besi berjalan—robot. Menciptakan makhluk hidup yang benar-benar hidup dalam bentuk lain, itulah yang menjadi fokus para ilmuan beberapa tahun belakangan. Awalnya menggabungkan spesies hewan dari jenis berbeda, dan sekaranglah terobosan baru tercipta dimana gen hewan digabungkan dengan... gen manusia.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ, JUST LEAVE IT, OK!?
.
.
~~( ^3)(.o )~~
.
.
TANPA BANYAK BACOT, LANGSUNG AJA CHECK IT OUT
HAPPY READIIIIIINNNNGGGGG... ^3^
.
.
.
The Beautiful Hib-Creatures
Chapter 6
"Jungie, kenapa kau begitu menyukai Tae Hyung-ssi?"
Mata doe Jung Kook mengerjap-ngerjap beberapa kali. Kemudian dengan riang diayunkannya kaki di bawah meja. "Taehyungie sangat manis, Hyung~ Jungie sukaaaaaaa sekali! Taehyungie juga sering sekali menciptakan resep masakan yang sangat unik!"
Mmm... untuk yang terakhir, J-Hope no comment. Dia tahu betul maksud dari 'unik' yang Jung Kook bicarakan. Bukannya unik, Jungie... tapi si lion hybrid itu tampaknya ingin meracunimu dengan masakannya! Lalu masalah manis... oh, ayolah, manis V hanya di wajah dan penampilan saja! Masalah sikap dan kekuatan, dia pastinya adalah lion king sebenarnya!
"Jadi kau setuju kalau Hyung-mu bersama dengannya? Tae Hyung-ssi, maksudku."
Jung Kook hanya memberi anggukan lucu, menggemaskan, dan penuh semangat kali ini. Bunny hybrid manis itu terlalu sibuk menikmati strawberry ice cream cake pesanannya. J-Hope hanya tertawa. Dia memutuskan untuk tidak lagi mengganggu dan juga menikmati cake miliknya.
Yah, J-Hope dan Jung Kook berbohong. Bukannya naik roller coaster, mereka malah menikmati cake dan teh di sebuah cafe dalam kawasan taman bermain. Tidak jauh dari wahana bianglala. Mereka bahkan dapat mengawasi wahana tersebut dari tempat mereka duduk sekarang.
######^0^######
Wajah imut sesosok lion hybrid tampak tertekuk sebal. Di sebelahnya, tampak seraut wajah tampan yang tersenyum begitu lebar, nyaris menampakkan semua gusinya. Salah satu tangan si tampan menggenggan erat jemari mungil si lion hybrid. Mereka layak disebut couple yang sangat serasi, jika saja wajah manis dan imut si lion hybrid tersenyum sedikit saja.
"Bisa kau lepaskan tanganku sekarang, Seokie-ssi? Kau tidak lihat orang-orang menatap ke arah kita?"
Si tampan, Jin, menyeringai. Huft... apa pipinya tidak pegal tersenyum terus?
"Shiroyo~ aku tidak akan melepaskan tanganmu. Aku juga tidak perduli kalau mereka melihat kita!"
Si manis lion hybrid, V, memutar bola mata jengah. Dia capek sendiri. Jin, atau namja itu maunya dipanggil 'seokie', tidak juga mau melepas tangannya sejak turun dari bianglala tadi. Jangan sampai V jadi menyesal karena berkata 'mencoba' untuk namja satu ini. Demi Tuhan, tangan V sudah sangat gatal ingin membanting Jin. Maklum, kebiasaan lama sulit sekali diubah. Entah V harus berterima kasih karena sang umma yang telah memaksanya mengikuti kelas taekwondo atau tidak.
Dan Jin seolah tidak tahu apa itu 'batasan'. Sekarang namja tampan itu malah memeluk erat leher V dari belakang. V bahkan dapat merasakan dingin dan lembutnya pipi Jin di telinga animal-nya.
"Kau tahu? Aku senaaaaaannngggggg sekali saat ini. Kumohon jangan hentikan aku. Biarkan aku memelukmu seperti ini, ne?" pinta Jin bergumam pelan. Membuat V hanya bisa menghela nafas pasrah dan menyerah, membiarkan namja tampan itu memeluknya seperti ini. Meskipun tidak suka disentuh, V akui, dia merasa nyaman... dipeluk Jin. Ah, memeluknya juga. Untunglah saat ini mereka telah tiba di bagian taman yang agak sepi. Hanya ada beberapa orang couple yang berlalu lalang dan piknik di bawah pohon. Itu pun, jaraknya cukup jauh.
Lama keduanya menikmati keheningan tersebut saat Jin kembali bersuara.
"Haruskah kita mendaftarkan nama dalam program MATE secepatnya? Aku sudah membaca dari buku; masa 'heat'mu akan datang kurang dari dua Minggu lagi. Kau akan kesulitan bila itu terjadi kalau kita masih belum resmi sebagai mate."
Kata-kata Jin seolah berseliweran di kepala V. Yah, dia sudah tahu itu. "Entahlah, Seokie-ssi. Aku bahkan belum menyampaikan hal ini pada umma," desahnya kecewa. Salah satu telinga animal-nya yang tidak bertempelan dengan pipi Jin turun lesu.
Jin sebenarnya tidak suka saat V menambahkan embel-embel 'ssi' di akhir namanya. Tapi... dia harus berusaha mengerti. Masih untung lion hybrid yang manis ini mau memanggilnya 'Seokie'. "Kau mau aku yang menyampaikannya? Bukankah dokter sekolah juga menyuruhku untuk menyampaikannya pada orang tuamu?"
Tawaran Jin disambut gelengan pelan si lion hybrid. Tangan mungil itu kemudian bergerak dan menggenggam lengan bawah milik Jin. Seolah menjadikannya pegangan. "Tidak usah. Aku akan menyampaikannya sendiri malam ini. Hal seperti ini tidak seharusnya diwakilkan begitu saja."
Kekehan pelan Jin terdengar, membuat tubuh mereka yang menempel bergetar. "Baiklah, baiklah, semua terserah padamu," putusnya dan...
Cup!
Baiklah, Jin tampaknya sudah merasa di atas awang, eoh? Seenaknya memeluk, dan sekarang mengecup?!
V menolehkan wajah, berniat ingin mengomeli namja tampan yang sudah seenaknya mengecup pipinya tersebut. Namun sayang, Jin begitu pandai memanfaatkan keadaan. Bibir V yang terbuka hendak mengomel malah diraupnya dalam ciuman. Bukan ciuman manis, bisa dibilang ini adalah ciuman panas dan bergairah karena melibatkan lidah.
V tentu saja memberontak, mendorong Jin agar menjauh darinya. Namun... saat lidah lincah namja tampan tersebut membelai langit-langit mulutnya, V bersumpah ia dapat menyaksikan segala warna menghilang, berganti dengan warna putih yang menyilaukan. Begitu menyilaukannya, lion hybrid manis ini bahkan tidak lagi mampu membuka kedua matanya. Ia memejamkannya. Dan tanpa disadarinya... bibirnya juga ikut membalas kuluman, belaian, serta lumatan yang diberikan Jin.
Menyadari V memberikan reaksi yang baik, Jin kemudian menyentuh rahang kanan si lion hybrid dan menariknya. Tangan yang lain juga ikut memegangi pinggul, memutar makhluk manis itu hingga posisi mereka jadi berhadapan.
French kiss.
Entahlah, sampai kapan kedua insan serasi ini akan berhenti melakukannya. Yang jelas... bukan untuk beberapa menit kedepan.
~~~~~\(^3^)(0.0)/~~~~~~
"Gyaaa~ Hopie Hyung... kenapa mata Jungie ditutup?! Jungie ingin lihat!" Jung Kook melancarkan protes sembari berusaha menurunkan kedua tangan J-Hope yang menutup matanya dari belakang.
J-Hope menggeleng, meskipun ia tahu kalau Jung Kook tidak akan bisa melihatnya karena matanya ditutup. "Tidak boleh! Kau belum boleh melihat hal-hal yang seperti itu, Jungie. Itu adegan orang dewasa, kau belum pantas melihatnya!" kata J-Hope bersikeras. Tidak dapat disembunyikannya wajahnya yang memerah padam dan terasa sangat panas. Bagimana tidak?! Mereka yang tadinya mengintip Jin dan Tae Hyung, harus dikejutkan, ah, atau mungkin disuguhkan pemandangan yang... sial! Mereka panas sekali! J-Hope terpaksa mengakuinya.
Memang, Jin dan Tae Hyung hanya berciuman, tapi... French kiss yang mereka lakukan... bahkan menimbulkan suara-suara erotis nyaring yang bahkan, dari tempat J-Hope dan Jung Kook bersembunyi di balik pohon saja, masih terdengar jelas! Omo... mau tidak mau J-Hope harus melindungi mata polos bunny hybrid kesayangannya ini!
"Siapa bilang itu adegan dewasa, Hopie Hyung~?! Umma dan appa juga sering melakukannya, dan mereka mengatakan kalau itu adalah tanda sayang dan cinta. Umma, appa dan Seokie Hyung juga sering mencium Jungie." Jung Kook menyampaikan pendapatnya. Buruk sekali. Karena sekarang J-Hope malah merasa cemburu. Huft... sendainya dia juga diberi kesempatan mencium Jung Kook semaunya.
"Hopie Hyung~ Jungie ingin lihat~ lepas!"
J-Hope memutar tubuh mungil tersebut untuk menghadap ke arahnya. Membelakangi pemandangan hot di taman sana. "Shiro! Mereka bukan berciuman biasa Jungie~" J-Hope merasa posisinya serba sulit saat ini. Jung Kook pastilah akan bertanya macam-macam mengenai 'bukan ciuman biasa' tersebut. Lalu? Bagaimana J-Hope akan menjawabnya?!
"Apa maksud Hyung dengan 'bukan berciuman biasa'?"
Nah. Benar, 'kan!?
"Eumm... Jungie lihat memang berbeda, sih... Kenapa Seokie Hyung memasukkan lidahnya? Lalu, kenapa Taehyungie mengeluarkan suara aneh begitu? Kenapa, Hopie Hyung?"
Blush~
'Matilah kau, J Hope...'
Wajah J-Hope layaknya kepiting rebus. Bagaimana mungkin seseorang bisa terlihat begitu polos dan menggemaskan saat mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan vulgar seperti ini?!
"I-itu ka-karena... ng... itu seperti... menyampaikan... rasa suka! Yah, menyampaikan rasa suka pada seseorang yang kita anggap istimewa! Yah, be-begitu, Jungie," jawab J-Hope tergagap. Kalau sampai Jung Kook bertanya apa-itu-orang-istimewa, J-Hope yakin dia akan kehabisan alasan konyol untuk menjawabnya.
"Kalau begitu... Jungie boleh mencium Hopie Hyung seperti itu juga?"
SSSSIIIIIIINNNNGGGGGGGGG...
Rahang namja tampan bernama lengkap Jung Ho Seok tampak seolah jatuh. Benarkah telinganya ini baru saja mendengar kalau Jung Kook yang manis dan super imut... ingin menciumnya?! French kiss?! Holy fuck...
Jung Kook menyukainya?! Menganggapnya istimewa?!
"Huft... Hyung tidak mau, ya?" Telinga kelinci berbulu putih Jung Kook tampak turun lesu, tidak jauh beda dengan ekspresi wajah manisnya. Kekecewaan dan rasa sedih tampak sangat jelas.
No. No. No. J-Hope bukannya tidak mau! Dia hanya... hanya... hanya apa? Takut pada Jin?
"Ya, sudah, Hopie Hyung. Kita pulang, ne?" Jung Kook sangat kecewa, merasa orang yang diistimewakannya tidak merasakan hal yang sama terhadapnya.
Mata J-Hope terbelalak. Sepenuhnya bergumul dengan kewarasan dan apa yang diinginkannya. "Tunggu, Jungie! Kau boleh men-mencium Hyung seperti itu. Hyu-Hyung ju-juga menyukaimu, Jungie~"
Bodoh. Pabbo. Sungguh cara yang tidak keren untuk menyampaikan rasa suka.
Jung Kook langsung tersenyum secerah mentari. Dengan kekanakan bunny hybrid manis itu melompat dan memeluk leher J-Hope. Namja yang dipeluk tentu saja kaget dan shock setelahnya saat bibir pink lembut milik Jung Kook berada di atas bibirnya. Yang membingungkan... kenapa J-Hope merasakan kalau sesuatu yang lembut dan basah juga bersentuhan dengan bibirnya?
Omo...
God damnit...
Itu,
Lidah Jung Kook!
Saking terkejutnya, J-Hope tanpa sengaja membuka mulut untuk menganga. Dan saat itu juga, lidah lembut Jung Kook memasuki mulutnya. Namja manis itu bahkan membelai langit-langit J-Hope tanpa ragu.
What the...
Dari mana Jung Kook belajar hal ini semua?
Bunny hybrid ini begitu ahli melakukan French kiss. J-Hope sampai mengeluarkan suara-suara aneh setelahnya. Larut akan ekstasi ciuman mereka.
Satu hal yang tidak J-Hope tahu, Jung Kook belajar itu semua setelah melihat kedua orang tuanya. Huft... sungguh, umma dan appa Jung Kook seringkali make out secara terang-terangan. Bahkan di hadapan Jung Kook sekalipun, mereka tidak segan. Tidak tahu tempat dan situasi. Mereka bahkan tidak sadar telah mencemari otak polos si bunny hybrid yang manis ini.
#######^0^#######
"Umma...? Umma?"
V melongokkan kepala di pintu dapur. Mencari sang umma. Namun nihil. Baek Hyun tidak ada di sana. Tidak di mana-mana.
"UMMA!?" panggil V lebih keras. Kali ini dia memutuskan untuk mencari ke kamar saja. "UMMA!?"
"Ne, Taehyungie Baby~ Umma di kamar mandi!"
Oh, kamar mandi. Jam tujuh malam seperti ini... kalau masih di kamar mandi, kemungkinan besar sang umma tengah berendam. Dan benar saja, V menemukan Baek Hyun tengah berendam di dalam jacuzzi. Tubuh kecil berada diantara hamparan busa. Uap-uap hangat tampak mengepul keluar di udara.
"Kau baru pulang, eoh? Bagaimana jalan-jalannya? Menyenangkan?"
V tersenyum kecil dan mendekat, duduk di marmer jacuzzi kemudian sedikit memainkan air busa di tangannya. Ah... hangat... umma-nya memang suka hangat. Ah, mungkin semua lion hybrid memang suka hangat. "Ne, Umma, menyenangkan."
"Syukurlah~"
Baek Hyun menatap menyelidik sang putera yang sibuk bermain busa tanpa melihat ke arahnya. Kalau sudah seperti ini, V pasti memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan. Baek Hyun tahu itu. Namun ia akan menunggu agar sang aegya sendiri yang mengatakannya. "Mau ikut berendam bersama umma? Sudah lama kita tidak mandi bersama."
Sesaat V menatap sang umma lama, namun kemudian lion hybrid manis tersebut tersenyum dan mengangguk. Dilepasnya seluruh pakaian dan aksesoris yang melekat untuk kemudian ikut berendam memasuki jacuzzi di sebelah sang umma.
"Huft... sudah lama umma tidak menggosok punggungmu. Kau semakin besar, eoh?" Baek Hyun berkata ketika tangannya memegang puff yang lembut dan menggosokkannya pada punggung sang putera. Yah, terakhir kali ia melakukan ini saat V berada di kelas tujuh. Hmm... sekitar satu setengah tahun yang lalu. Rasanya banyak sekali yang berubah. V semakin dewasa. Itu saja.
"Kkkkk~ tentu saja aku semakin besar, Umma~ Umma pikir aku akan selamanya jadi anak kecil?"
"Tsk, kau terlalu cepat besar, Taehyungie. Cute Kitten Umma semakin cantik saja, eoh!? Kau sudah memiliki pacar?"
Glup~
Pertanyaan ini.
V menelan saliva berat.
Pacar? Apa kata'mencoba' termasuk dalam kategori berpacaran? Ah, apa ciuman panas yang membuat kehabisan nafas juga bisa dikategorikan sebagai 'berpacaran'?
"Tsk! Sekarang aku yang mengusap punggung umma!" Dengan sangat terpaksa V mengalihkan pembicaraan. Dia belum siap untuk mengatakan tentang Jin. Belum.
Shower puff yang tadinya Baek Hyun genggam sekarang berpindah ke tangan V. Sang umma akhirnya hanya mengangkat bahu dan berbalik pasrah, membiarkan puteranya mengusap punggung miliknya.
Jika punggung V sangat lembut tanpa goresan ataupun noda barang secuil pun, lain halnya dengan punggung Baek Hyun. Siapa yang menyangka di balik kaus putih longgar yang selalu lion hybrid itu kenakan selama ini—yang tidak pernah gagal membuatnya terlihat bagai malaikat—tersimpan berbagai garis dan goresan bersinar putih pucat yang mungkin akan sangat jelas terlihat jika saja kulit Baek Hyun tidaklah putih. Goresan dan baretan luka itu bagai peta perjalanan hidup Baek Hyun sebagai 'pet' selama ini. Bisa dibilang, lion hybrid bertubuh mungil ini adalah contoh nyata dari kaum hybrid yang tertindas.
V sudah tahu apa yang tersimpan di balik kaus putih umma-nya. maka dari itu, dia tidak kaget. Namun, tidak pula, dan mungkin tidak akan pernah merasa 'terbiasa' bila melihat hal ini. Bagaimana tidak? Tidak dapat dibayangkannya apa-apa saja perlakuan buruk yang pernah diterima sang umma saat menjadi 'pet' dulu. Dan bagaimana luka-luka mengerikan itu dapat menghiasi tubuh mungil umma-nya yang rapuh? Mungkin sampai kapanpun V tidak akan pernah tahu. Baek Hyun selalu menolak menceritakan hal ini padanya. Yang V tahu pasti hanyalah, yah, umma-nya di masa lalu disiksa. Umma-nya tumbuh dewasa melalui berbagai siksaan yang menyakitkan. Neraka.
Saat puff di tangan V mencapai bagian pinggul kanan Baek Hyun, kembali matanya menangkap salah satu 'peta' menyakitkan. Ini hanya berupa sebuah garis. Namun sungguh, ini bukanlah garis biasa. Melihatnya sekarang pun, siapapun pasti dapat membayangkan bagaimana dalam dan mengerikannya bentuk dari luka pada bagian tersebut dulunya. Bisa dibilang bekas luka yang satu ini seolah mendominasi dari luka-luka lainnya.
V menyusuri garis besar itu dari pinggul kanan bagian belakang menuju abdomen sang umma. Berhenti tepat di bagian tulang pinggul atas bagian kiri, tempat di mana garis besar tersebut berujung. "Apakah ini masih sakit, Umma?" tanya-nya melamun. Membuat Baek Hyun ikut menoleh ke arah bawah.
Baek Hyun tahu apa yang V tanyakan. Dia tahu kalau puteranya semacam... 'melankolis' bila sudah melihat bekas lukanya yang satu ini. "Kkkk~ ini tidak sakit lagi, Chagi~ Ini sudah sangat lama! Terima kasih sudah bertanya."
Maksud Baek Hyun menghibur, namun sang aegya malah bergetar dipunggungnya. Sesaat kemudian terdengar suara isakan.
"Hiks~ p-pasti, hiks, itu sakit sekali, Umma, hiks... Ap-apa umma baik-baik, hiks.. saja? Hiks~"
Huft...
Baek Hyun menghela nafas. Ia kemudian berbalik dan menghadap sang aegya yang terisak dan tersedu hebat. "Chagi~ umma baik-baik saja, ne~? Umma tidak sakit dan merasa sangat bahagia. Kris Appa selalu membantu umma. Mungkin umma tidak harus menceritakannya padamu, tapi kau tahu? Appamu akan selalu mengecup bagian-bagian luka ini dengan penuh kasih sayang. Itu membuat umma lebih baik. Makanya, kalau Taehyungie ingin mencari mate nanti, carilah yang perhatian dan mencintai Taehyungie seperti Kris Appa mencintai umma, ne?"
Menjadi seorang ibu tidaklah mudah, namun... juga tidak sulit. Apalagi melihat sang aegya yang sampai mengeluarkan air mata saat merasakan kesulitan yang kita rasakan. Oh, Baek Hyun sangat bersyukur karena ia memiliki V; aegyanya yang sangat manis dan imut. Mengambil setengah bagian dari Baek Hyun, dan setengahnya lagi dari Dae Hyun. Suatu hari mungkin Baek Hyun harus berterima kasih banyak pada mantan suaminya yang kadang menyebalkan itu. Aegya mereka tumbuh dan menjadi sosok yang sangat mengagumkan.
V merasakan pipinya yang basah oleh air mata diusap oleh sang umma. Tangisannya terhenti memikirkan kata-kata Baek Hyun.
Mate yang perhatian dan mencintainya?
Seperti Kris Appa dan umma...
Deg~
Perlahan bayangan Jin yang menyelamatkankannya di lorong sekolah terlintas. Diiringi beberapa bayangan wajah penuh khawatir Jin saat membawanya ke ruang rawat sekolah, dan tatapan penuh keseriusannya saat mencurahkan isi hati.
Jin... memperhatikannya...
Jin ingin melindunginya...
Jin, ah, tidak, Seokie ingin menjadi 'mate'nya...
"Umma, Belum lama ini aku mengalami wet dream. Kurasa masa 'heat'ku akan datang."
Semuanya terjadi begitu cepat. V dengan lempengnya menjatuhkan bom begitu saja, meninggalkan sang umma yang sekarang matanya terbelalak dan mulut terbuka.
Shock.
"MWO?!"
TBC
