Title:

I Won't Let You Go

Disclaimer:

Naruto milik Masashi Kishimoto

Fict ini milik Vee

Genre:

Romance and Family

Pair:

SasuNaru as main pair

Dan banyak sekali slight pair nantinya. Emmm mungkin sih, hehehe

Warning:

YAOI (Boys Love), OOC, Typo(s). Borring. Alur Lambat.

By : Versya (Vee)

.

.

CHAPTER 2

.

.

Mentari telah menjalankan tugasnya menyinari dunia sejak dua jam yang lalu. Terlihat seorang pemuda berambut pirang sedang berkutat dengan sebuah buku kecil. Tangan tan-nya dengan cekatan menulis beberapa kalimat pada buku kecil tersebut. Bibirnya mengerucut dengan dahi mengerut. Nampak sedang berfikir keras.

"Arrgghh… aku lapaaar.." seru sang pemuda pirang dengan mata yang mengedar menatap sekeliling stasiun kereta api bawah tanah.

"Yosh, aku harus menghemat uang ku supaya bisa mencari Ruko-chan ttebayo.." lanjut sang pemuda yang bisa kita tahu yakni sang tokoh utama, Naruto. "tapi pertama-tama aku harus keluar dari stasiun ini dan menyapa Tokyo terlebih dahulu ttebayo.." gumam Naruto dan terkikik kecil.

Dengan langkah semangat membara, Naruto berlari menuju luar statiun. Tas punggungnya nampak bergoyang-goyang kecil mengikuti langkah kakinya.

"Tadaima~~ Tokyo.." seru Naruto senang dengan senyum cerianya.

Menghiraukan tatapan para pejalan kaki atau para pelancong yang menoleh kearahnya. Menatap aneh pada Naruto yang berseru tadi.

"jaa.. sekarang aku harus mencari ramen ttebayo.." gumam Naruto dengan sapphire yang mengedar ke seluruh penjuru.

"maa~~ kenapa tidak ada ramen ttebayo.. mungkin aku harus melangkah lebih jauh lagi"

.

.

"eto~~ ini sudah 30 menit berlalu ttebayo! Aku belum menemukan kedai ramen.. harusnya aku tak menghabiskan 20 cup persediaan ramen ku semalam ttebayo.." gerutu Naruto yang masih melangkah dengan gontai. Bagaikan tak memiliki semangat hidup.

Naruto menghentikan langkah kakinya di sebuah halte bus terdekat. Tangannya merogoh saku jaketnya dan mengambil buku kecil. Setelah membuka catatan kecilnya Naruto menekuri rute jalan dan No. bus yang ada pada papan informasi.

Setelah membongkar kamar Naruko dan menemukan jejak sang adik yang ternyata ada di Tokyo, berdasarkan kertas catatan kecil yang terselip di komik kesukaan Naruko. Naruto langsung membuka laptop-nya dan mengakses internet. Mencari alamat 'Uzu Gakuen' yang menjadi tempat naungan Naruko saat ini. Tak lupa Naruto juga mencari rute dari Konoha menuju ke tempat Naruko lalu mencatatnya pada buku kecil yang saat ini berada ditangan tan milik Naruto.

"saa~~ jadi aku harus naik bus No. 63 ttebayo.. baiklah aku akan mencari kedai ramen disana saja.. hhaah~~~ aku lapar.."

Tak lama kemudian bus yang akan dituju oleh Naruto tampak. Masih dengan langkah gontai Naruto menjejakkan kakinya ke dalam bus yang penuh sesak. Mengingat sekarang masih lah waktu berangkat sekolah dan kerja.

'kenapa tak ada tempat duduk ttebayo.. aku merasa seluruh tubuhku lemas.. ramen.. doko ni? Rameen' batin Naruto merana.

.

40 menit kemudian

.

Naruto mencoba membuka matanya yang terasa berat. Setelah sepuluh menit tadi berjuang melawan lemasnya akhirnya Naruto mendapatkan tempat duduk.

"apa aku tertidur?" gumam Naruto dengan suara serak. Naruto mengamati sekitarnya dan mendapati penumpang yang berbeda dengan yang tadi. Naruto segera menyadari bahwa ia telah tertidur cukup lama.

"dimana aku?" menyadari tujuan awalnya berada di bus adalah untuk menemui sang adik tercinta Naruto pun menengokkan kepalanya menatap luar bus. Tak lama kemudian bus berhenti di halte.

Naruto segera merogoh buku kecil yang merupakan buku catatannya. Naruto pun memandang buku kecil dan papan nama halte dengan bergantian.

"ano saa~~ Ba-san.. bisakah aku bertanya?" ijin Naruto pada penumpang yang ada di belakang kursinya.

"kenapa anak muda?" sahut wanita paruh baya seraya menyunggingkan senyum tulus nan ramah.

"jika aku ingin berhenti di halte X, apakah masih jauh lagi?" Tanya Naruto kemudian. Sedangkan seorang wanita paruh baya yang ditanyai hanya bisa mengerutkan keningnya.

"halte X sudah terlewat jauh anak muda, jika kau ingin ke halte X kau harus memutar lagi menggunakan bus no. 45 dan-" penjelasan dari wanita didepannya tak dihiraukan lagi oleh Naruto saat merasakan bus mulai bergetar tanda akan meninggalkan halte.

Satu yang Naruto sadari.

"AKU TERSESAT TTEBAYO! OSSAN! AKU AKAN TURUN DISINI" teriak Naruto heboh dan membuat sang sopir bus kembali menghentikan bus-nya.

Naruto segera berlari ke arah pintu keluar bus. "ano.. Ba-san.. Arigato gozaimasu" seru Naruto lagi dengan membungkukkan badannya pada Ba-san yang masih memandang Naruto dengan tatapan khawatir.

TAP

Naruto melihat ke arah sekitarnya. Merasa semua asing baginya, Naruto hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"padahal dari halte X, aku masih harus menuju stasiun kereta dan naik bus 2x lagi ttebayo~~ dan sekarang aku tersesat.. di antah berantah.. tanpa ramen.." gerutu Naruto seraya duduk di bangku halte dan menyandarkan kepalanya pada pinggiran halte. "ini pasti karena Kaa-san yang tak merestui kepergianku ttebayo~~, Kaa-san.. Naru janji ga akan nakal lagi kalau Kaa-san mau melepaskan Naru kali ini saja ttebayo.. jangan hukum Naru lagi.." oceh Naruto tanpa memperdulikan sekitarnya.

Seorang pemuda berkulit pucat dengan mata hitam kelam yang nampak terganggu dengan ocehan Naruto kini berdiri dari duduk nya. "bisakah kau diam usuratonkachi! Kau mengganggu tidur ku!" suara dingin dari sang pemuda menginterupsi Naruto.

Naruto mendongakkan wajahnya dan menatap pemuda dengan rambut raven yang mengenakan berbagai macam aksesoris kipas. Naruto mengedip-ngedipkan kelopak matanya.

"apa kau baru saja berbicara dengan ku?" Tanya Naruto dengan raut wajah bingung.

"ck, apa kau pikir disini ada orang lain? Baka!" sahut sang pemuda raven.

Twitch!

Naruto nampak sangat terganggu dengan apa yang diucapkan si raven. Dahinya nampak berkedut dengan bibir menggeram. "Oi Teme! Kau pikir kau siapa hah? Memanggilku begitu!"

Sang raven melirik Naruto sekilas hanya untuk mendapati Naruto yang menatap tajam dirinya. "seharusnya sebelum kau bertanya nama orang kau harus mengenalkan dirimu dulu usuratonkachi"

"Oi! Aku tidak menanyakan nama mu a ho! Aku tidak peduli siapa kau! Dan jangan berbincang dengan ku! Kau orang asing! Biarkan aku sendiri" racau Naruto mulai tak jelas.

"cih! Seperti aku peduli saja" balas sang raven masih dengan wajah datarnya yang stoic.

"TEEMEEE!"

Mendengar teriakan Naruto, membuat beberapa wanita yang tadinya cekikikan hendak menunggu bus di halte segera menjauh. Mengurungkan niat awal mereka.

Disaat Naruto masih terlarut dengan rasa kesalnya pada sang Raven. Sebuah bus berhenti. Sang raven segera menaiki bus tersebut dan meninggalkan Naruto yang masih kesal dan membuang muka. Melihat apapun asal tidak melihat ke arah si raven.

Naruto masih memasang pose seperti itu hingga roda bus mulai berputar pelan meninggalkan halte. "kenapa tidak dari tadi saja si teme itu pergi, cih mengganggu saja" gerutu Naruto yang kini memandang tajam bus yang mulai menjauh.

"eh? Chotto matte! Bukankah tadi oba-san bilang aku harus menaiki bus no. 45?" gumam Naruto yang dengan kecepatan kilat melihat ke arah papan informasi. Dan dengan cepat Naruto menolehkan kepala ke arah perginya bus.

Angka 45 tercetak jelas di body belakang bus.

Tanpa ragu Naruto langsung berlari mengejar bus yang telah berlalu pergi.

"Kusso! Oe! Tunggu aku.. Ossan! Tunggu aku.. Oe!" teriak Naruto disepanjang jalan.

.

Sedangkan di dalam bus, sang pemuda raven nampak menyamankan duduknya di kursi paling belakang. Dengan earphone yang terpasang di telinganya. Sang raven nampak memilih-milih lagu di ipadnya. Tanpa sengaja iris malamnya melihat ke arah jendela. Mendapati pemuda pirang yang sedang berlari dan berteriak-teriak kearahnya.

Sang raven mengerutkan keningnya. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan si pirang berisik itu berlari-lari mengejarnya. Akh atau mungkin tidak.

Menyadari apa yang terjadi membuat si raven menyeringai. Dengan sengaja ia melihat si pirang yang sedang berlari dengan kesusahan. Nampak nafasnya mulai terputus-putus. Si pirang juga membuat berbagai isyarat dengan tangannya. Bibirnya tanpa henti meneriakkan entah apa yang tak dapat didengar oleh si raven.

Sang raven nampak begitu menikmati pemandangan tersebut.

"Baka!" gumam sang raven pelan saat melihat Naruto telah menghentikan laju larinya dengan perlahan. Sepertinya kehabisan tenaga. Senyum tipis menghias wajah si raven untuk sedetik saat mengingat tingkah konyol si pirang berisik sebelum wajah tersebut kembali datar.

Drrrtt Drrtt Drrrtt

Baka Aniki Calling…

Si raven melihat smartphone nya tanpa minat. Namun tak ayal tetap melepas earphone yang dikenakannya dan mengangkat panggilan dari Aniki-nya.

"hn"

'Akh Sasuke.. kau dimana? Kenapa kau tidak ada di asrama? Pihak sekolah mengabari jika kau tidak ada sejak kemarin'

"apa itu penting?"

'jangan membuat masalah otouto.. disini kau tanggung jawab ku! Jangan manja dan membuat masalah.. kau tidak akan senang jika melakukan itu'

Pemuda dengan rambut raven mencuat ke belakang tersebut nampak mendecih pelan menyadari Aniki-nya sedang mengancamnya saat ini.

"aku sedang dalam perjalanan"

'baguslah,'

"hn"

Dan dengan jawaban absurd tersebut Sasuke –nama si raven- mengakhiri panggilannya. Iris onyx-nya kembali memandang ke arah jendela. Tidak ada si pirang.

Akh tentu saja, karena si pirang pasti sudah sangat lelah mengejar bus ini. Sasuke kembali tersenyum tipis dan memasang earphonennya kembali.

.

Sedangkan si pirang sumber senyum tipis Sasuke nampak duduk dibawah pohon yang tumbuh rindang dipinggir jalan. Mengatur nafasnya yang tidak teratur.

"Ano Teme no baka.. aku yakin dia melihat ku.. bagaimana bisa dia hanya melihatku! Awas saja jika bertemu! Aku pasti akan memotong habis rambut anehnya! AARRGGHHHH!" teriak Naruto tak jelas dipinggir jalan. Menghiraukan para pejalan kaki yang sedang berlalu lalang dan nampak terganggu dengan teriakannya.

"sekarang aku harus kemana?" gumam Naruto. "akh iya aku harus naik bus no. 45.

Naruto menolehkan wajahnya ke arah kanan. Hanya untuk mendapati bus yang tadi dikejarnya telah hilang. Lalu Naruto menolehkan wajahnya ke kiri dan mendapati jalanan yang dilalui para pejalan kaki.

Naruto mengedip-ngedipkan kelopak matanya. Hanya untuk mendapati halte yang tidak ada dalam jangkauan penglihatannya.

"SIAAALLL! A HO TEME SIALAAAN!" teriak Naruto lagi dengan rasa frustasi yang tinggi. Naruto kemudian menendang dan meninju pohon yang ada disampingnya.

"aa~~ itte itte.. aa~~"

Kruyuuk kruyukk

"aku lapar.." keluh Naruto lirih seraya memegangi perutnya. Iris sapphire nya menatap sekitar. Sekejap iris mata Naruto nampak berbinar terang.

"RAMEEEN" teriaknya semangat dan dengan kecepatan tinggi menuju kedai Ramen yang ada di seberang jalan.

.

.

"itakadimasu!" seru Naruto riang dan menyantap makanan kesukaannya dengan lahap. Sedangkan di meja nya telah menumpuk lima mangkuk ramen kosong, oh mungkin tidak hanya lima. Mungkin sepuluh. Akh atau lebih dari itu.

Para tamu nampak menatap Naruto takjub.

"akh~~ kenyangnya…" seru Naruto senang seraya menepuk-nepuk perutnya yang nampak membesar.

"Yosh, hari sudah semakin beranjak.. aku tidak bisa terus begini ttebayo.. aku harus segera menemui Ruko-chan, aku harus memastikan jika Ruko-chan baik-baik saja ttebayo.." gumam Naruto dan kemudian memanggil pemilik ramen.

"Ossan.. berapa total semuanya?"

"2050 yen anak muda" jawab si penjual dengan senyum ramah. *

Naruto segera merogoh tas punggungnya dan mengambil dompet katak kesayangannya.

"2050 yen.. HIEE? Ossan? Kenapa mahal sekali? Ossan pasti ingin menipuku ya?"

Twitch!

Dahi si penjual nampak berkedut.

"apa maksudmu anak muda? Apa kau tak melihat daftar harga dan hanya memesan sesuka mu? Kau menghabiskan 13 mangkok ramen anak muda" jelas si penjual ramen dengan senyum ramah yang dipaksakan.

"Kau sanggup membayarnyanya KAN?" Tanya sang penjual dengan penuh penekanan. Membuat Naruto merinding disekujur tubuhnya.

"t-tentu saja Ossan.. aku hanya terkejut ttebayo.. eehehehe" jawab Naruto dengan salah tingkah. Dengan gerakan cepat Naruto menguras habis isi dompetnya dan kabur dari kedai tersebut.

Kini Naruto terdampar di pinggir jalan –lagi-. Naruto menatap dompet kataknya yang hanya tersisa 50 yen saja.

"daijobu.. daijobu.. bukankah aku masih memiliki Gamabunta, Gamaken dan Gamahiro ttebayo" ucap Naruto menenangkan diri sendiri. Dengan senyum mengembang Naruto membuka tas punggungnya.

Dengan segera tangan tan-nya meraba semua penghuni tas punggung nya.

"dimana aku menaruhnya ya?"

Rogoh kembali.

"akh mungkin disini"

Rogoh kembali.

"disini juga tidak ada? Akh mungkin terselip"

Naruto mengeluarkan semua isi tas punggungnya lalu melihat ke dalam tas.

"dimana? Dimana? Dimana? Kenapa tidak ada? Kenapa? KENAPA TTEBAYO!" raung Naruto frustasi.

.

*Vee gunakan yen dengan nilai 1 yen = Rp. 110

.

Sedangkan di kediaman sederhana Namikaze, nampak wanita berambut panjang yang mengedarkan matanya untuk melihat kamar putranya yang dengan nekat pergi ke Tokyo seorang diri.

"eh?"

Tanpa sengaja pandangannya mendapati 3 patung katak yang terbuat dari plastic.

"etoo~~ bukankah ini Gamabunta, Gamaken dan Gamahiro milik Naruto?" gumam Kushina.

"bukankah Naru mengatakan telah membawa semua tabungannya ttebane? Lalu kenapa tabungannya masih disini?" gumam Kushina lagi.

"mungkin Naru masih memiliki tabungan lain ttebane" positif Kushina dan menyimpan 3 patung katak tersebut yang tadinya tergeletak serampangan ke dalam lemari Naruto.

.

.

TBC

Untuk sementara sampai sini dulu ya

Dan untuk nama tempat dan lain sebagainya, Gomen.. Vee bingung mau gimana memberi namanya.. soalnya Vee ga tahu soal Jepang dan Vee juga maunya tetep ada nama Konoha disana.. hihihi

Lalu kenapa harus ada Tokyo? Karena Vee ga tahu nama selain Konoha kecuali Suna dan Ame.. sedangkan Suna dan Ame menurut Vee ga cocok kalau dijadiin tempat menempuh ilmu yang lebih baik dari Konoha. Karena Suna gurun pasir dan Ame hujan terus.. maaf ya kalau tidak nyaman.

Itu sebenarnya Vee ga bikin kerangka yang chap ini, tapi karena ada review dari reader yang membuat Vee berpikir untuk membuat Naruto merasakan kenekatannya terlebih dahulu.

SasuNaru dah ketemu ya disini, walaupun cuman bentar. Chap depan mungkin akan lebih banyak.. tapi masih mungkin.. karena Vee juga melihat saran dari reader, siapa tahu ada reader yang bikin imajinasi Vee belok lagi. Hehe..

Maaf ya, kalau alurnya terlalu lambat, habis Vee suka sih

Jaa~~

Untuk review dengan akun sudah Vee balas ya?

Sekarang Vee balas yang ga pakai Account dulu:

Guest : Iya, ini hasil endingnya akan tetep SasuNaru.. terimakasih ya sudah mau review :)

Arsy : Yosh! Ini lanjut, terimakasih reviewnya :)

Iva Uzumaki : iya, benar kata iva-san.. chapter 1 memang hanay cuap-cuap.. bagaimana dengan chapter ini? Mohon kritik sarannya ya.. semoga tidak mengecewakan.. terimakasih sudah review iva-san

Ririn: terimakasih reviewnya ririn-san.. untuk cerita yang lebih panjang dari ini Vee rasa ga sanggup.. hehe.. atau bisa saja, tapi updatenya lama… hehe

.

Special Thanks to:

Guest | Harpaairiry | SNlop | kyuubi no kitsune 4485 | arsy | mifta cinya | Indah605 | choikim1310 | Ryuusuke583 | Iva Uzumaki | zadita uchiha | veira sadewa | intan. pandini85 | ririn | hanazawa kay | kirei- neko | miszshanty05 | himekaruLI | Aiko Michishige | Kagaari | atvin | Arum Junnie |

.

SPOILER

.

"ohayou Ruko~chan.."

.

"aku jadi bingung harus memanggil mu apa"

.

"tapi aku lebih menyukai Sasuke~sama nii~chan"

.

"bukan itu-ttebayo! Apa arti diriku untuk mu Gaara"

.

.

Jaa mina-san..

Sampai sini saja ya.. mohon sarannya yah, dan sepertinya chap depan akan lama :)

Akhir Kata

Salam Vee