Title:
I Won't Let You Go
Disclaimer:
Naruto milik Masashi Kishimoto
Fict ini milik Vee
Genre:
Romance and Family
Pair:
SasuNaru as main pair
Dan banyak sekali slight pair nantinya. Emmm mungkin sih, hehehe
Warning:
YAOI (Boys Love), OOC, Typo(s). Borring. Alur Lambat. No Edit
By : Versya (Vee)
Note: Vee kemarin dapet review dari tsuyu kalau ff Vee mengingatkannya dengan manga "Mint No Bokura". Itu benar jika ff ini terinspirasi dari manga tersebut. Vee makasih banget diingatkan. Vee baca komiknya kurang lebih 8 tahun lalu. Pas lagi bikin ff Vee yang Troublemaker Twin, Vee jadi keinget komik ini dan membuat dalam versi SasuNaru seinget Vee aja. Vee juga lupa judul sih ya makanya Vee ga cantumin judul Komik yang bikin Vee terinspirasi. Terimakasih ya sudah diingatkan :)
.
.
CHAPTER 4
.
.
Wajah cemberut dengan bibir mengerucut menjadi pembuka cerita kali ini. 'Gadis' berambut pirang panjang tergerai dengan bando mengikat kepalanya nampak mengerutkan alis dalam. Sapphire-nya masih terus mengamati sosok bersurai merah disampingnya.
"Aku masih sungguh penasaran, apa yang mereka lihat darimu ttebayo" ujar sang 'gadis' masih mempertahankan ekspresi menganalisa-nya.
Sedangkan sang lawan bicara nampak anteng memperhatikan buku yang sedang ia baca. Sesekali iris jadenya melirik sang pirang yang masih mempertahankan ekspresi penasaran dengan sapphire yang terus menelitinya.
"Aku akui kau memang lebih tampan dariku ttebayo, tapi apa kau tidak bisa tersenyum?" Naruto –sang 'gadis pirang- masih terus mengganggu teman sebangkunya yang nampak tak bergeming dengan segala ocehan Naruto.
Meski sekilas tadi Naruto yakin ia melihat kernyitan di dahi sang surai merah. Tapi tetap saja wajah stoic masih terus terpampang jelas di wajah Sabaku Gaara –teman sebangku Naruto-.
"Aku yakin jika kau tersenyum kau akan semakin tampan Gaara.. cobalah tersenyum.." Naruto masih melanjutkan celotehan tak bermutunya untuk mengusir kebosanan. Bersikap sok akrab dengan salah satu idola sekolah.
Merasa tak ditanggapi oleh lawan bicaranya, Naruto menghempaskan pipinya ke meja.
"Kau tidak asyik ttebayo.. kenapa para perempuan begitu menggilai mu.. kau.. sama sekali tak asyiik.. jika aku mereka, aku bisa mati bosaaaan~~" gerutu Naruto yang masih menyenderkan kepala di mejanya. Menghadap sang Sabaku yang masih memasang wajah stoic. Meski jade-nya mengawasi sang pirang yang sedang memejamkan matanya.
"Apa kau tidak tahu caranya tersenyum? Aku akan mengajarimu jika kau tak tahu.."
Gaara merasa lucu. Ia tak mengenal siapa sosok 'gadis' yang menjadi teman sebangkunya ini. Ia juga tak mengerti dengan segala gerutuan sang 'gadis' yang seolah membandingkan dirinya dengan sang 'gadis. Bukankah jelas jika mereka berbeda. Gender mereka saja berbeda. Yah setidaknya itu yang dipikirkan Gaara.
Ia akui saat jam pertama dimulai, sang 'gadis' dengan gaharnya mengusir semua fans yang berkerumun didekatnya dengan dalih ia ingin duduk ditempatnya. Gaara merasa terselamatkan karena itu. Entah bagaimana, para perempuan seolah takut pada Naruto. Dan anehnya lagi. Gaara yang selalu merasakan suatu kejanggalan bila berdekatan dengan seorang 'gadis' dikarenakan trauma masa lalu, nampak biasa saja dengan kehadiran pirang berisik yang selalu mengganggunya.
"Kenapa mataku berat sekali ttebayo~~ aku ngantuuk Gaara.."
Bagaimana tidak mengganggu, jika dari saat sang sensei menerangkan materi hingga sang sensei memberikan soal. Si pirang selalu mengomel tentang bagaimana bisa Gaara memiliki fans yang merebut tempat duduknya. Dan beraneka ragam keluhan lainnya.
"Tapi aku belum mengerjakan tugas dari Ibiki Sensei.. Gaara~~ maukah kau membuatkan tugas itu untukku?" pinta Naruto dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Namun dengan kelopak mata yang masih terpejam.
Entah mengakui atau tidak. Gaara merasa tertarik dengan 'gadis' disampingnya ini. Gaara seolah terhipnotis wajah manis dengan pipi yang berhiaskan goresan kumis kucing. Melihat sang sapphire yang menggeliat tak suka dengan cahaya matahari yang mengganggu retina dibalik kelopak mata yang tertutup, membuat Gaara secara refleks mengambil buku dan menghalangi asal cahaya tersebut.
Hal yang mustahil ia lakukan.
Gaara sungguh tak menyangka, jika ia akan merasa tak rela melihat tidur seorang 'gadis' yang terganggu.
"Aku mengandalkan mu ttebayo" gumam Naruto terakhir kali sebelum ia terjatuh terlalu dalam ke alam mimpi.
'mungkin.. kau bisa menghilangkan trauma ku dengan seorang gadis.. karena didekat mu.. seluruh tubuh ku tak merasa keberatan' pikir Gaara dalam hati dan tersenyum tipis.
Saat ini Naruto merasa sedang berada di surga ramen. Disekitarnya begitu banyak koki-koki pembuat ramen. Ia juga bisa melihat paman Teuchi dan Ayame-san –anak paman Teuchi- sedang menyediakan ramen dalam porsi besar.
Naruto menatap penuh minat pada mangkuk besar yang tersaji didepannya.
Belum lagi Naruto mendekat. Ia seolah tertarik ke sebuah dimensi dimana semuanya terasa gelap gulita.
"Dimana ini?" tanya Naruto pada udara kosong.
Naruto celingak-celinguk tak jelas.
Sekilas ia melihat dari kejahuan bayangan seorang anak laki-laki dengan postur tubuh mini yang sedang menyendiri.
Naruto berjalan mendekat ke arah anak laki-laki yang masih duduk membelakanginya. Anak tersebut nampak kesepian. Membuat Naruto merasa gundah ingin segera sampai ke tempat si anak dan menghiburnya.
"Oe! Anak kecil.. apa kau bisa mendengarku?" teriak Naruto, mencoba menunjukkan eksistensinya pada si anak yang masih setia membelakanginya.
Sang anak, nampak tersentak ketika suara Naruto mencapai gendang telinganya.
Naruto dapat melihat sang anak yang seolah melirik dirinya dari bahu sang anak.
Naruto tersenyum dan berjalan mendekat.
Nee-chan..
Sebuah suara familiar samar-samar memasuki gendang telinga Naruto.
Naruto menoleh ke kanan dan ke kiri mencari asal suara familiar.
Tak mendapat apa yang sedang di carinya. Sapphire Naruto kembali focus ke arah sang anak tadi.
Kosong.
Bangku tempat sang anak tidak ada. Hanya menyisakan sebuah kekosongan.
Naruto berlari menuju bangku asal.
"Kemana anak itu?" heran Naruto. "Ck, sial! Padahal aku ingin bertanya ini dimana ttebayo"
Nee-chan..
Suara samar-samar itu kembali memasuki indera pendengaran Naruto.
Nee-chaan~~~
Lagi..
Kali ini terasa semakin jelas.
Nee-chan! Bangun!
.
Naruko dengan gemas menggoyang-goyangkan tubuh kakaknya dengan keras.
"Nee-chan! Bangun!" teriak Naruko kesal.
Kedip
Kedip
"Ngghh~~, Ruko-chan~~ kenapa kau mengganggu tidurku ttebayo" gumam Naruto yang masih setengah tak sadar.
"Bisa-bisanya Nee-chan tidur di jam pelajaran! Disaat Ibiki sensei sedang memberikan tugas pula! Untung saja Gaara-sama berbaik hati mengerjakan tugas Nee-chan.. jika tidak, saat ini Nee-chan pasti sudah dihukum!" gerutuan keras Naruko menyapa gendang telinga Naruto yang belum siap menerima informasi.
Naruto hanya mengguman dan mengucek matanya.
"Ck! Nee-chan harus berterimakasih pada Gaara-sama setelah ini!"
"Kau ini bicara apa Ruko-chan.. Nii-chan sama sekali tak mengerti poin yang sedang kau bicarakan ttebayo" gumam Naruto yang sedang mencoba focus pada Naruko.
Dengan gemas Naruko menjepit sedikit daging pipi Naruto.
"Aaaa~~ ittai ittai!" membuat sang empu-nya pipi menjerit kesakitan.
"Apa yang kau lakukan ttebayo~~~" hardik Naruto tak suka saat pipinya bisa lolos dari cubitan sang adik kembar.
"Sudahlah lupakan! Ayo, ikut aku ke Perpustakaan" sebal Naruko yang langsung menarik Naruto hingga berdiri dari duduknya.
"Eh? Sudah istirahat?" tanya Naruto bodoh yang hanya dibalas dengusan kesal Naruko.
"Jika sudah istirahat kenapa harus ke perpustakaan Ruko-chan? Kenapa kita tidak ke kantin?" protes Naruto yang tidak mencoba melawan dari seretan tak bertenaga adik kembarnya.
Naruko menghentikan langkahnya.
"Nee-chan! Nee-chan harus terlebih dulu mengucapkan terima kasih pada Gaara-sama yang sudah mengerjakan tugas Nee-chan yang diberikan Ibiki sensei tadi" jelas Naruko dengan raut wajah sebal.
Naruto mengerutkan alisnya hingga menyatu.
"Gaara? Sabaku no Gaara?" tanya Naruto dengan nada seolah memastikan.
Naruko hanya mengangguk-angguk dengan semangat.
"Gaara mengerjakan tugas ku?"
Angguk
"Apa kau yakin?"
Angguk
Naruto terdiam sesaat. Mencoba memproses sesuatu. Tak lama, senyum lima jarinya merekah dari bibir plum-nya
"Sudah ku duga, Gaara adalah orang baik ttebayo~~" Ujar Naruto semangat.
Naruko pun mengangguk tak kalah semangatnya.
"Tentu saja!" setuju Naruko.
"Yosh! Aku akan mengucapkan terimakasih pada nya setelah makan ramen ttebayo~~" teriak Naruto semangat membahana di sepanjang koridor.
Naruko menutup mukanya melihat reaksi berlebihan Naruto.
KYAAA~~ SASUKE-SAMA~~~
KAKKOI~~~
SASUKE-SAMA GANBATTE~~
Teriakan-teriakan kekaguman membahana memasuki gendang telinga Naruto. Naruto menatap ke arah teriakan para siswi yang sedang berada dipinggir lapangan outdoor.
"Ck! Kenapa mereka berisik sekali ttebayo~~" gerutu Naruto seraya menutupi telinganya. Surai pirang panjangnya berkibar-kibar mengikuti arah angin.
"Ne~~ ne~~ Nee-chan~~" panggil Naruko semangat dan menarik-narik tangan Naruto yang sedang menutupi telinganya.
"Nanda Ruko-chan.. cepat pergi dari sini ttebayo.. aku sungguh tidak tahan dengan teriakan mereka.. teriakan ini bahkan lebih mengerikan disbanding teriakan fans Gaara.." gerutu Naruto dengan wajah tak senang.
"Nee-chan~~ coba lihat yang disana.." perintah Naruko tanpa mempedulikan gerutuan Naruto.
Naruto hanya menuruti sang adik dan melihat ke arah lapangan yang berisi orang-orang yang sedang beradu skill bermain basket.
"Apa? Kau ingin bermain basket Ruko-chan? Bukankah kau lebih suka tennis?"
"Bukan itu Nee-chan.. coba perhatikan lebih teliti.."
Naruto melihat ke arah lapangan lagi. Mencoba mencari tahu apa yang ingin ditunjukkan sang adik.
Kruyuuk~~
Naruto mendesah dan memegangi perut laparnya.
"Sudahlah Ruko-chan aku menyerah.. terserah apa yang ingin kau tunjukkan ttebayo~~ bukankah kau bilang akan mengantarku ke kantin.. kenapa kita berhenti disini?" gerutu Naruto lagi, masih mengelus-elus perut ratanya.
"Kau lihat pemuda dengan rambut raven disana Nee-chan?" menghiraukan gerutuan sang kakak, Naruko dengan antusias mengarahkan telunjuk kanan nya pada seorang pemuda yang sedang mendribble bola menuju ke arah ring.
Naruto melihat dengan malas dan hanya bergumam malas.
"Dia adalah Sasuke-sama Nee-chan~~ orang yang aku sukai.." ucap Naruko pada akhirnya.
Naruto segera menoleh ke arah sang adik yang sedang menampakkan wajah penuh kekaguman. Pipinya bersemu merah dengan mata yang berbinar. Naruto kemudian mengarahkan sapphirenya ke arah lapangan. Menyorot seorang pemuda dengan rambut raven bergaya emo yang sedang berjalan ke arah pinggir lapangan.
Pemuda itu memiliki perawakan yang tinggi dan gagah. Wajah yang diakui Naruto tampan dan tanpa emosi. Memiliki rahang yang tegas. Pemuda itu juga memiliki iris mata hitam sekelam malam.
Onyx bertemu sapphire.
Naruto tersentak saat onyx kelam pemuda di seberang sana menatap tajam dirinya.
Naruto segera memutus contact dan melenggang pergi meninggalkan Naruko yang terus memanggil nama Naruto dengan perasaan heran.
.
Waktu dengan cepat berlalu. Kini senja telah membayang. Tawa anak-anak yang tadi berlalu lalang di koridor pun mulai tak terdengar. Namun seorang 'gadis' dengan surai pirang panjang masih tetap berdiri di tempatnya. Dengan sebelah tangan mengapit bola orange. Sang gadis pun menunjukkan sebuah seringai.
DUK
DUK
DUK
Dengan cepat sang 'gadis' mendriblle bola basket ke arah ring. Dan shoot.
Dengan mulus bola orange tersebut lolos dari ring.
Naruto –sang gadis pirang- tersenyum lebar melihat itu.
"Disaat seperti ini aku merindukan Shikamaru…" keluh Naruto dan mendongakkan kepala memandang langit senja.
Tak dihiraukannya bola basket yang menggelinding semakin menjauhinya. Hingga sang bola berhenti karena ditahan sepatu.
Naruto segera mengalihkan sapphire nya mencari bola basket yang ia bawa dari ruang olahraga. Setelah merayu Shira -senpai Naruto- yang saat itu sedang bertugas membereskan peralatan olahraga, Naruto akhirnya mendapatkan pinjaman bola yang sedang dicarinya kini.
Stare
Naruto terdiam ditempatnya saat mendapatkan arah dimana bola basketnya.
"Bertemu lagi.. Chibi Kitsune" sebuah seringai dapat dilihat oleh Naruto.
"Chibi Kitsune?" Naruto mengulang lagi apa yang diutarakan pemuda didepannya.
Dapat Naruto lihat si pemuda dengan surai raven menantang gravitasi menunduk. Tangan pucatnya meraih bola yang ditahan oleh kakinya. Mendapat apa yang ia mau sang pemuda menegakkan badannya.
"Hari ini pun kau masih menggunakan gambar yang sama huh?"
Naruto semakin dibuat bingung dengan apa yang diutarakan pemuda didepannya kini.
"Apa kau sebegitu terobsesinya dengan rubah?"
'rubah?'
Naruto mengkerutkan keningnya. Berfikir.
GLEK
Naruto menguarkan aura hitam tak kasat mata yang hanya dibalas senyuman meremehkan Sasuke –sang pemuda raven-.
"OMAE! Dasar Teme mesum! Kenapa kau mengintip celana dalam ku! Memangnya kenapa jika aku menyukai rubah? Itu adalah pemberian Haha, ttebayo! Kau tak berhak menghina kitsune ku!"
Naruto terbawa emosi dan dengan cepat berlari ke arah Sasuke yang masih anteng dengan seringai menyebalkan bagi Naruto. Dengan cepat diraihnya kerah Sasuke.
"Apa kau seorang maniak huh! Bagaimana bisa kau tahu tentang kitsune ku?" introgasi Naruto dengan membuat wajah seseram mungkin.
"Siapa yang demi mendapat ciuman ku terjun dari lantai dua huh? Bukan salahku jika aku bisa melihat rubah mu" jawab Sasuke kalem. Masih memandang remeh Naruto yang langsung menampakkan wajah bingung.
Naruto masih mencerna ucapan Sasuke.
Blush
Pipi Naruto memerah hingga ke telinga. Dengan cepat dia melepaskan cengkraman pada kerah Sasuke dan membuat jarak.
"A-aku tidak sengaja ttebayo~~ saat itu aku sedang terburu-buru menuju kelas ku.. KAU SAJA YANG TULI! Aku sedah meneriaki mu tapi kau tetap tidak mau menyingkir.. j-jadi itu bukan salah ku" jelas Naruto dengan gaya tsundere. Sesekali ia akan menunjuk-nunjuk Sasuke dan kemudian memalingkan wajah nya.
Sasuke dibuat gemas dengan hal itu.
"hn."
"Dan lagi! Yang waktu itu bukan ciuman ttebayo! Itu.. itu hanya kecelakaan saja!" lanjut Naruto dengan menggebu-gebu.
"hn."
"Lalu! Bagaimana kau bisa tahu hari ini aku juga mengenakan kitsune? Kau mengintip ku kan?" tuduh Naruto yang dengan kurang ajarnya menunjuk tepat di hidung Sasuke.
Sasuke hanya tersenyum miring.
"Berolahraga dengan menggunakan rok.. terlebih melakukan slam dunk.. apa kau tidak berfikir jika rok mu bisa tersingkap huh? Chi-bi Kitsune?"
Sudah cukup.
Naruto tak kuat menahan rasa malu yang luar biasa.
Wajahnya total memerah. Dengan langkah seribu ia meninggalkan Sasuke yang masih menyunggingkan seringai menyebalkan.
"Dasar Teme kurang ajar mesum!" maki Naruto pelan.
Teme?
Naruto tak merasa asing dengan panggilan itu.
Naruto memperlambat laju kakinya.
Naruto ingat.
Seringai menyebalkan itu.
Rambut anehnya itu.
Naruto menoleh ke arah belakang.
Memandang Sasuke yang sedang berjalan memunggunginya.
"Dia! Dia si brengsek yang ada di halte waktu itu! Kusso! Bagaimana bisa aku baru menyadarinya! Dan terlebih! Bagaimana bisa Naruko menyukai orang brengsek seperti itu.. tak bisa dibiarkan!" Gerutu Naruto dan kembali melanjutkan langkahnya.
Naruto mengambil langkah lebar menuju asrama.
Di tengah perjalanan Naruto tak sengaja melihat sesosok gadis dengan surai pirang panjang yang diikat twin tail. Dengan segera Naruto mendekati sang gadis.
"Ruko-chan!" panggil Naruto.
"Nii-chan" heran Naruko dan berhenti ditampatnya.
"Nii-chan belum kembali ke asrama? Nii-chan darimana saja?" tanya Naruko lembut saat sang Nii-chan telah berada di dekatnya.
"Ruko-chan! Mulai sekarang! Nii-chan melarang mu untuk berdekatan dan menyukai orang yang bernama Sasuke!" ucap Naruto tegas.
Membuat Naruko memandang Naruto kaget.
.
.
.
TBC
.
.
.
Halo mina-san!
Bertemu lagi dengan Vee ^^
Maaf jika ceritanya makin gaje dan pendek pula… padahal updetnya lama hhehe
Maaf juga Vee belum bisa balas balas review..
Tubuh Vee masih belum bisa beradaptasi dengan pekerjaan Vee, Jadi Vee cepet capek dan sakit.. konsentrasi Vee juga cepet menurun..
Jadi Vee jujur aja ga PD dengan chap kemarin dan chap ini *nyegir
Gomenne~~
Tapi Vee membaca semua review dari mina-tachi dan juga melakukan perbaikan penulisan sesuai saran dari kalian.. hehe
Terutama dari SaoryAth.. makasih yah untuk informasinya hehe.. mohon koreksinya chap ini ne?
Dan pertanyaan dari mina-tachi yang rata-rata sama mengenai SasuNaru dan siapa 'Dia'.. juga dugaan dugaan yang ada
Biarkan Chapter-chapter FF Vee yang menjawab Ne? hehe
Vee suka komen dari Versetta-san yang nanya ini FF SasuNaru, Naru nya itu Naruko atau Naruto?
Hahaaha
Apa ya kira-kira? Hahaha
Jaa~~
Special Thanks to:
All Guest | Harpaairiry | SNlop | kyuubi no kitsune 4485 | arsy | mifta cinya | Indah605 | choikim1310 | Ryuusuke583 | Iva Uzumaki | zadita uchiha | veira sadewa | intan. pandini85 | ririn | hanazawa kay | kirei- neko | miszshanty05 | himekaruLI | Aiko Michishige | Kagaari | atvin | Arum Junnie | Call Me Mink | Hyull | uzumakinamikazehaki | GIRLSHEWOMEN | meyy-chaan | gici love sasunaru | Mimo Rain | AprilianyArdeta | uzuchiha | Lili parvicitrrus | SaoryAth | Ichijo sena | Harpaairiry | Arin | versetta | November With Love | tsuyu | RisaSano | Afh596 | Shima | Christal Otsu | dekdes
Maaf Vee ga bisa bales review kalian..
Vee harap Vee bisa balas review kalian seperti waktu pertama kali Vee buat ini.. yah suatu hari..
Terimakasih untuk semua yang review, fav, follow and silent reader
Vee sayang kalian semua
Kritik dan saran selalu Vee tunggu
~Salam Vee^^
