Title:
I Won't Let You Go
Disclaimer:
Naruto milik Masashi Kishimoto
Fict ini milik Vee
Genre:
Romance and Family
Pair:
SasuNaru as main pair
Dan banyak sekali slight pair nantinya. Emmm mungkin sih, hehehe
Warning:
YAOI (Boys Love), OOC, Typo(s). Borring. Alur Lambat. No Edit
By : Versya (Vee)
Note: Terinspirasi dari manga "Mint Na Bokura". Akan ada beberapa bagian yang sama dengan manga aslinya. Tentu saja hanya temanya yang sama bukan ceritanya :) hehe
Njadi
Selamat membaca ^^
.
.
CHAPTER 6
.
.
Senja mulai membayang. Seorang 'gadis' nampak terengah-engah. Surai pirang panjang-nya berkibar dimainkan oleh angin. Sapphire-nya menatap awas ke depan. Bibirnya menggeram kesal.
"Ada masalah, Chibi Kitsune?" suara baritone dengan intonasi mengejek menyapa indera pendengaran sang 'gadis' pirang.
"urusse yo, Teme! Lebih baik kau bersiap karena aku pasti mengalahkan mu, ttebayo" sahut sang 'gadis' dengan masih mengatur nafas-nya. Sedetik kemudian ia telah berlari menyongsong pemuda didepannya.
Sedangkan sang lawan bicara menyeringai senang. Tangan alabaster -nya dengan lihai memainkan bola orange dibawah kendalinya. Surai raven dengan gaya emo nampak bergoyang lembut dimainkan angin senja. Onyx-nya masih menatap tajam sang 'gadis'.
Dengan gesit si pemuda menghindari sang 'gadis' yang ingin merebut bola orange yang kini ada dalam kendalinya.
"Kau terlalu lambat, Chibi!" cibir sang raven dan dengan lihai melewati si pirang yang ada dihadapannya. Sedangkan Naruto yang merasa kecolongan kembali mencoba menggapai bola basket yang kini di drible cepat oleh Sasuke.
Sasuke nampak bergeming dengan usaha Naruto, dan ketika ia telah berada di area three point dengan pasti ia mengangkat kakinya sebagai tumpuan dan melakukan shoot. Naruto yang masih mengamati hal tersebut membulatkan matanya. Seolah sapphire-nya memiliki kekuatan untuk menghentikan bola.
DUG
DUG
DUG
Bola telah menggelinding ke arah si pirang setelah memasuki ring. Sedangkan Naruto menatap nanar Kyubi yang semakin mendekatinya.
"Ck, Chikusso!" Geram Naruto.
"Kenapa, Chibi? Bukankah kau bilang ingin mengalah dari ku?" cibiran sang raven kembali terdengar.
"Itu sebelum kau membuat pengertian kencan aneh mu itu, Teme!" geram Naruto, sapphirenya menatap sengit ke arah Sasuke. Nafasnya masih tak beraturan.
Melawan calon kandidat kapten team basket putra memang bukan perkara mudah. Ingatannya kembali ke satu jam yang lalu.
.
"Nah! Ayo mulai, Teme!" teriak Naruto kencang. Dengan semangat ia berlari mendahului Sasuke.
"Hn," balas Sasuke yang mengikuti jejak Naruto. Melangkah pelan ke tengah lapangan.
Naruto telah menunggu di tengah lapangan dengan senyum lebar. Otaknya tidak dapat berhenti memikirkan berapa ramen yang akan ia pesan. Ia akan memastikan dompet Sasuke menjadi kosong. Naruto terkikik pelan membayangkan hal itu.
Dan kikikan Naruto tak luput dari sepasang mata onyx yang terus mengawasinya. Si pemilik mata onyx tersebut mengangkat sebelah sudut bibirnya. Seringaian tercetak apik di bibir tipisnya.
"Yo, Chibi!" panggil Sasuke, menghentikan kikikan pemuda pirang di depannya.
"Nanda!?" jawab si pirang.
"Apa kau yakin akan mengalah dari ku?"
"Tentu saja, ttebayo! Aku akan memastikan dompet mu menjadi kosong akhir pekan nanti, ttebayo!" jawab Naruto lantang dan kembali cekikikan. Dalam otaknya kini membayangkan beribu rencana permintaan untuk menguras dompet Sasuke.
"Jangan menyesal, usuratonkachi!" ejek Sasuke dengan seringaian.
"Huh! Never, Teme." Balas Naruto dengan wajah yakin.
Saat ini, Sasuke telah berada di tengah lapangan. Tepat di depan Naruto yang tengah cekikikan kelewat excited.
Kyubi –bola Naruto- berada di tangan kanan Sasuke. Dengan onyx yang menatap antusias sapphire didepannya, Sasuke melempar Kyubi keatas. Dengan gerakan main-main Naruto melonjakkan diri guna mendapat bola. Namun jelas akhirnya Kyubi berada di tangan Sasuke.
Sasuke tersenyum miring dan melewati Naruto dengan mudah. Sedangkan Naruto masih main-main dalam menghadang Sasuke. Hingga akhirnya Sasuke memasukkan bola dengan mudah ke dalam ring.
Naruto tertawa senang saat melihat kemenangan Sasuke.
"Maa~ Maa~ Teme! Kau lihat itu? Mudahkan untuk mengalah dari mu!" ucap Naruto senang dan menunjuk-nunjuk ke arah ring. Sasuke hanya berjalan mendekat dengan seringaiannya.
"Kau tahu sesuatu, Chibi?" tanya Sasuke sing a song. Langkah-nya ia hentikan tepat didepan Naruto yang memandangnya dengan wajah penasaran.
"Pengertian kencan setiap individu itu berbeda," lanjut Sasuke dengan onyx yang memperhatikan wajah menggemaskan Naruto. "bagiku, kencan bukanlah mentraktir makanan. Tapi…" Sasuke menghentikan ucapannya guna melihat ekspresi Naruto.
"Tapi apa, Teme!"tanya Naruto penasaran.
Sasuke mendekatkan wajahnya ke arah Naruto. Sedangkan Naruto nampak mundur selangkah demi menghindari Sasuke. Namun Sasuke masih terus mendekatkan wajahnya, hingga bibirnya tepat berada di samping Naruto.
"Kencan bagi ku bukanlah mentraktir makan, tapi.. melakukan ciuman sepanjang hari.. hanya berdua. Kau dan aku." Suara baritone Sasuke mendadak terdengar dalam di telinga Naruto.
"I'll kiss you so deep all day, Chibi Kitsune." Ujar Sasuke yang mengakhiri ucapannya dengan mencium pipi Naruto. "Baiklah. Tetaplah mengalah sampai akhir, Chibi!" ejek Sasuke dengan seringaiannya.
Sedangkan Naruto masih nampak blank mencerna ucapan dan perlakuan Sasuke. Otaknya masih terus bekerja mencerna semua yang diucapkan Sasuke. Cukup lama sampai akhirnya ia bisa menyimpulkan.
Pengertian kencan menurut Sasuke adalah…
Berciuman
Sepanjang hari
Hanya berdua
"HIEEEE! APA-APAAN ITU, TEME! Kau pikir siapa yang mau kau cium hah!" bentak Naruto dan menunjuk-nunjuk ke arah Sasuke yang nampak anteng-anteng saja.
"Kau pikir.. siapa yang sekarang sedang bertaruh dengan ku, Chibi!" jawab Sasuke tanpa menyembunyikan senyumannya.
"OMAE! Teme HENTAI!" teriak Naruto yang dengan beringas berlari menyongsong Sasuke guna merebut bola.
"Kenapa kau menjadi serius, Chibi!" ejek Sasuke.
"Urusse! Aku akan mengalahkan mu, ttebayo!"
"Jangan memaksakan keberuntungan mu."
.
Permainan masih berlanjut. Naruto akui ia kehilangan control dari Kyubi. Karena dari awal Naruto tak memiliki keseriusan melawan Sasuke, ia jadi tidak bisa menganalisa gaya bermain Sasuke. Naruto hanya menyerang Sasuke membabi buta.
"Ck! kau harus menggunakan otak mu juga, Chibi! Kau tak akan menang melawan ku jika otak mu kosong!" tegur Sasuke mengomentari gaya bermain Naruto. Sasuke akui ini bukan pertama kalinya mereka battle berdua. Sebelumnya mereka pernah berlatih berdua, meski kemenangan ada ditangan sang Uchiha. Namun gaya bermain Naruto lebih baik dari ini.
"Urusai, Teme!Lebih baik kau mengalah saja dari ku, ttebayo!" sahut Naruto yang masih berusaha melewati hadangan Sasuke. Saat ini Naruto hanya berfokus bagaimana membawa Kyubi memasuki ring Sasuke.
"Apa yang terjadi ini? Siapa yang tadi dengan lantang mengatakan ingin mengalah dari ku, huh?" tanya Sasuke main-main dan dengan mudah merebut Kyubi dari tangan Naruto. Menyadari Naruto masih lengah, Sasuke dengan segera berlari ke arah ring dan memasukkan bola ke dalam ring.
Naruto membulatkan sapphirenya saat melihat hal tersebut. Giginya beradu kencang satu sama lain saking kesalnya.
"Chikusso!" geram Naruto.
"Akhir pekan besok, jam 8. Aku menunggu mu di depan gerbang." Putus Sasuke dan bersiap akan pergi dari lapangan.
Naruto memandang sengit ke arah Sasuke.
"Oe, Teme! Lebih baik kau batalkan saja kencan tersebut, ttebayo. Aku akan menuruti mu sebagai ganti dari kekalahan ku." Tawar Naruto mencoba menghindari kencan versi Sasuke.
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanya Sasuke dan berbalik memandang Naruto.
"Kau akan menyesal jika tetap berkencan dengan ku, Teme! Jika pengertian kencan menurut mu seperti itu, ku pastikan kau akan menyesal!" ucap Naruto sungguh-sungguh.
Onyx Sasuke manatap lekat sapphire di depannya. Sasuke cukup terpengaruh dengan ucapan Naruto. Ditambah dengan sapphire yang menunjukkan keseriusan.
"Hn, jika pun aku menyesal. Aku rasa itu adalah penyesalan yang indah."
Naruto semakin kesal dengan jawaban Sasuke yang diutarakan dengan wajah datarnya. Ia lebih menyukai Sasuke yang berwajah errr- mesum mungkin. Yah walau tak sampai seperti om-om mesum. Setidaknya dengan wajah seperti itu, Naruto bisa menyimpulkan jika Sasuke hanya main-main.
"Aku tidak berbohong, Teme! Kau akan menyesal jika tetap menjalankan aksi kencan mu itu, ttebayo." Lantang Naruto, masih mencoba meyakinkan Sasuke.
Sasuke terkekeh pelan mendengar ucapan Naruto yang nampak bersungguh-sungguh.
"Berikan aku alasan yang cukup kuat untuk menyesal mencium mu sepanjang hari, Chibi!"
GLEK
Naruto ingin sekali menghantamkan Kyubi yang ada di depan kakinya ke arah Sasuke. Ia tarik lagi ucapannya jika ia menyukai wajah mesum Sasuke. Nyatanya wajah mesum Sasuke nampak lebih menyebalkan dari wajah datarnya.
"Tidak bisa memberiku alasan, Chibi?" tanya Sasuke sekali lagi dengan seringaian di wajah tampannya.
'Tentu saja aku memiliki alasan kuat, ttebayo! Itu karena aku laki-laki! Kau juga laki-laki! Tidak mungkin sesama lelaki berciuman sepanjang hari, ttebayo! Kau akan menyesal jika tahu hal itu!' Naruto ingin sekali menjeritkan kata-kata tersebut. Namun ia hanya bungkam.
Tidak mungkin kan ia mengatakan jika ia laki-laki dan membuat kemungkinan dipisahkan oleh Naruko lebih cepat dari yang ia mau.
Tidak.
Tidak!
Naruto tidak mau hal tersebut terjadi.
Sasuke nampak mengerutkan alisnya mendapati Naruto yang terdiam dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Sepertinya, 'gadis' berbando tosca didepannya masih larut mencari alasan untuk menolak ajakan kencannya.
Hah!
Sasuke ingin tertawa terbahak rasanya. Melihat sikap polos 'gadis' di depannya yang benar-benar menggemaskan.
"Sudahlah! Tidak perlu mencari-cari alasan! Kita akan tetap berkencan akhir pekan nanti. Dan jika kau bukan loser datang tepat jam 8, Namikaze Naruto."
Naruto nampak membulatkan sapphire kebanggaannya saat mendengar perkataan dan panggilan Sasuke untuknya. Ini pertama kalinya Sasuke memanggil nama lengkapnya.
"Omae! Darimana kau tahu nama ku, Teme?" tanya Naruto heran yang mengundang tawa meremehkan dari Sasuke.
"Hanya untuk mengetahui nama mu itu tidak sulit, Baka Chibi! Persiapkan dirimu untuk akhir pekan! Jaa ne~~" ujar Sasuke dan mengakhiri pertemuan dengan Naruto. Karena langit juga telah menggelap.
Naruto nampak berkedip mendengar jawaban Sasuke.
"Aku tidak bodoh Uchiha-Teme sialan! Dan aku bukan Chibi! Aku juga bukan loser! Akh! Mati saja kau!" teiak Naruto frustasi yang hanya dibalas lambaian tangan Sasuke yang memunggunginya.
"Arrgghh!" Naruto emngerang frustasi dan mengambil Kyubi. Dengan membabi buta ia mendrible Kyubi dan memasukkan ke dalam ring. Melampiaskan kekesalannya.
'Aku masih terlalu lemah! Aku harus lebih kuat dan kuat lagi untuk mengalahkan si Teme! Ini sudah kesekian kalinya aku kalah! Kusso! Aku harus terus berlatih, ttebayo!' Naruto terus mendoktrin dirinya untuk semakin kuat melawan Sasuke.
Dan sesuai dengan niat awalnya yang ingin berlatih basket. Ia menghabiskan waktu untuk mengasah skill bermain basketnya. Mendrible bola, memasukkan ke dalam ring. Berlari mengelilingi lapangan dengan mendrible bola. Kembali berlatih memasukkan bola dari beberapa sudut.
Naruto terus melakukan hal tersebut. Mengabaikan malam yang semakin larut. Dan perutnya yang kosong belum terisi.
.
.
HANASANAI
.
.
Tepat pukul Sembilan malam, Naruto memasuki kamar asramanya. Kamarnya hanya temaram. Pencahayaan hanya terdapat pada meja belajar. Naruto memandang Naruko yang tertidur di meja belajarnya.
Dengan langkah pelan, Naruto mendekati saudari kembarnya. Melihat kelopak mata menutupi sapphire indah milik sang adik.
"Kau menunggu ku?" tanya Naruto pelan. Tidak mengharapkan sebuah jawaban. Karena ia tahu, gadis bersurai pirang tergerai dan sedang memakai piyama ini telah tertidur.
"Seharusnya kau tak usah menunggu ku, ttebayo." Lanjut Naruto bermonolog seorang diri. Ia menyingkirkan helaian rambut sang adik yang menutupi kening. Dengan lembut Naruto mencium kening sang adik.
Naruto tersenyum memandang wajah damai adiknya. Tanpa sengaja, Naruto melihat buku yang ditindih oleh tangan Naruko. Berbekal dengan rasa penasaran, Naruto menyingkirkan tangan Naruko dan melihat isi buku tersebut.
Naruto nampak membulatkan sapphirenya. Tubuhnya sedikit bergetar.
"Kenapa? Kenapa kau-"
"Nggh~~" belum sempat Naruto menyelesaikan kalimatnya, Naruko telah melenguh tak nyaman. Sapphirenya mengerjab-ngerjab menyesuaikan cahaya.
"Nii-chan." Panggil Naruko serak saat mendapati Naruto yang masih memegang pergelangan tangannya.
Naruto menolehkan wajahnya pada Naruko. Ia kemudian tersenyum lembut.
"Apa aku membangunkan mu?" tanya Naruto dan mengusap surai pirang Naruko.
Naruko menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak. Aku rasa aku memang harus terbangun. Aku masih mengerjakan tugas biologi tadi." Jawab Naruko, sapphirenya segera membulat saat melihat buku yang tadi dilihat Naruto.
Dengan gerakan cepat ia menutup buku tersebut dan menumpuknya dengan buku biologi. Naruto menyadari hal tersebut. Bagaimana sang adik nampak panik dan berusaha menyembunyikan buku tersebut.
"Akh, kau terlalu rajin Ruko-chan. Kau seperti Gaara saja. Itu kan masih tugas untuk minggu depan, ttebayo." Naruto memilih menanggapi sang adik daripada membahas masalah lama. Masalah yang sama. Yang menyebabkan ia terdampar dengan wig disini.
"Ck! Jika tugasnya mudah aku tidak akan serajin ini Nii-chan!" gerutu Naruko dan mengerucutkan bibirnya. Naruto dibuat gemas dengan hal tersebut. Dengan semangat, ia mengacak surai pirang sang adik.
"Nii-chan! Berhenti mengusak rambut ku. Aku bukan anak kecil lagi, ttebane!"
"Bagi ku kau tetaplah anak kecil, ttebayo."
"Ck! Kau hanya 10 menit lahir lebih dulu dari ku Nii-chan! Kita memiliki usia yang sama!"
"Terserah saja, ttebayo! Bagiku kau tetap adik kecil ku."
Naruko hanya berdecak pelan. Ia tidak akan bisa dengan mudah mengubah statement Naruto yang seperti itu. "Ngg~~ kau baru masuk?" tanya Naruko yang akhirnya menyadari Naruto masih mengenakan jaket.
"Hn, yah! Aku baru selesai berlatih." Jawab Naruto seraya beranjak dari tempatnya.
"Ruko tahu Nii-chan menyukai basket. Tapi Nii-chan juga tak perlu memaksakan diri berlatih seperti itu." Nasihat Naruko yang hanya dianggap angin lalu oleh Naruto.
Terbukti dari Naruto yang tak menjawab dan hanya melepas segala atribut olahraganya. Hingga hanya menyisakan kaos oblong dan celana panjangnya. Wig juga sudah terlepas dari kepalanya.
"Nii-chan! Apa kau mendengar ku?" tanya Naruko kesal, merasa diabaikan.
"Huh, aku masih terlalu lemah Ruko-chan. Nii-chan masih harus banyak berlatih, ttebayo!"
"Tapi Nii-chan. Tidak harus sampai selarut ini kan!" Naruko masih belum lelah menggerutu pada sang kakak. "Bagaimana jika Nii-chan sakit?" tanya Naruko lirih.
Naruto berbalik memandang Naruko. Dengan pelan ia mendekati Naruko. Telapak tangannya ia angkat dan ia letakkan pada puncak kepala Naruko.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan Nii-chan. Tapi Nii-chan akan baik-baik saja, ttebayo. Ini janji Nii-chan sebagai seorang lelaki." Naruto tersenyum lebar seusai mengatakan kalimat tersebut. Tak ayal hal tersebut juga membuat Naruko tersenyum.
"Apa Nii-chan sudah makan?" tanya Naruto lagi.
"Akh benar! Bukankah kita masih memiliki persediaan ramen, Ruko-chan? Buatkan aku ramen, ttebayo."
"Hm, tentu saja aku akan membuatkan Nii-chan ramen."
"Sangkyu, Ruko-chan. Kau memang yang terbaik, ttebayo."
"Tapi Nii-chan harus berjanji untuk selalu menjaga kesehatan Nii-chan!" ancam Naruko dengan wajah dibuat seseram mungkin. Namun terlihat menggemaskan dimata Naruto.
"Ne. Ne. Nii-chan janji." Balas Naruto yang mengambil handuk, hendak ke kamar mandi.
TAP
Naruto mengehentikan langkah kakinya.
"Ruko-chan." Panggil Naruto dengan suara dalam. Posisinya masih membelakangi Naruko.
Naruko yang hendak mengambil cup ramen menghentikan gerakannya dan memandang sang kakak.
"Ada apa, Nii-chan?" tanya Naruko heran.
Naruto hanya diam. Ia bimbang ingin menanyakan hal yang mengganggu pikirannya.
"Nii-chan?" panggil Naruko yang merasa tidak mendapat perhatian Naruto.
"Kenapa?" tanya Naruto ambigu.
Naruko hanya diam. Menunggu kalimat selanjutnya dari sang kakak.
"Kenapa kau masih menyimpan foto'nya' dan menuliskan nama'nya'." Naruto tak bisa menutupi rasa penasarannya lebih lama.
Naruko nampak menegang. Ia tak menyangka jika Naruto akan menanyakannya.
"Naruko." Panggil Naruto yang kini membalikkan badannya dan memandang Naruko yang berdiri tak jauh darinya.
Naruko hanya menundukkan wajahnya. Masih belum tahu harus menjawab apa.
"Bukankah kau menyukai Gaara dan Sasuke? Lalu kenapa kau masih mengingat'nya'?" tanya Naruto yang agak meninggikan suaranya.
"Aku.. aku memang menyukai Gaara-sama dan Sasuke-sama, Nii-chan. Tapi, bukankah Nii-chan melarangku menyukai Sasuke-sama? Dan aku rasa, Gaara-sama juga tidak mungkin melirik ku." Jawab Naruko seraya tersenyum kecil.
"Jangan membohongi ku lagi Ruko-chan! Ku mohon." Pinta Naruto dengan manampilkan wajah penuh keseriusan.
Naruko memandang sang kakak terkejut. Ia kembali menundukkan wajahnya. Dengan gusar Naruko menggigit bibir bawahnya.
"Aku, masih belum bisa melupakan 'dia', Nii-chan. Meskipun aku berusaha, aku masih belum bisa melupakan'nya'."
"Lalu bagaimana dengan Gaara? Bagaimana dengan Sasuke?" tuntut Naruto. Ia sungguh tak terima sang adik masih mengingat orang 'itu'.
"Nii-chan! Aku mengenal'nya' lebih lama dari Gaara-sama dan Sasuke-sama. Apa kau pikir aku bisa dengan mudah berpaling? Tidak semudah itu Nii-chan! Aku hanya menyukai mereka berdua sebagai idola ku. Tapi, aku tetap tidak bisa melupakan 'dia'."
"Kau bisa Naruko! Kau harus bisa! Kusso!" Naruto yang kesal dengan pembicaraan memuakkan ini memilih mengakhirinya dan memasuki kamar mandi yang tersedia di setiap kamar asrama.
BLAM
Naruto membanting keras pintu tak bersalah tersbut.
Sedangkan Naruko nampak berkaca melihat hal tersebut.
"Gomen ne, Nii-chan. Gomennasai."
.
.
Suara gemericik air terdengar jelas dalam ruangan. Nampak seorang pemuda dengan rambut pirang mengguyur tubuhnya dibawah shower.
'Kenapa?
Kenapa Ruko-chan tidak bisa melupakan 'dia', ttebayo?
Kusso!
Aku tidak tahu apa yang telah dikatakannya saat itu. Andai aku tak mengijinkan Ruko-chan menemui-nya sendiri. Hal ini pasti tidak akan terjadi.
Ku pikir, saat Ruko-chan mengatakan menyukai Gaara dan Sasuke. Ia sudah bisa menghapus 'si bodoh' itu, ttebayo.'
Naruto –si pemuda- memutar tuas untuk mematikan aliran air dari shower. Namun, pikirannya masih melayang pada sang saudara kembar yang masih menyimpan rasa pada orang yang telah menyakiti hatinya.
'Kenapa Ruko-chan tidak berpaling pada Gaara saja, ttebayo. Gaara adalah pemuda baik. Aku yakin dia adalah orang yang tepat untuk Ruko-chan.'
Naruto masih bermonolog dalam hati. Tangannya meraih shampoo dan menuangkannya ke tangan.
.
"Kau lihat pemuda dengan rambut raven disana Nee-chan?" menghiraukan gerutuan sang kakak, Naruko dengan antusias mengarahkan telunjuk kanan nya pada seorang pemuda yang sedang mendribble bola menuju ke arah ring.
Naruto melihat dengan malas dan hanya bergumam malas.
"Dia adalah Sasuke-sama Nee-chan~~ orang yang aku sukai.."
.
Sekelebat bayangan saat Naruko menunjukkan rasa tertariknya pada Sasuke, memasuki alam pikiran Naruto.
"Benar! Dibandingkan dengan Gaara, Ruko-chan lebih mengagumi Sasuke."
Naruto nampak menghela nafas dan mulai mengusak rambut pirangnya. Buih-buih dari shampoo nampak mulai bermunculan.
"Apa aku harus merelakan Ruko-chan dengan Sasuke?" pikir Naruto.
.
"Kencan bagi ku bukanlah mentraktir makan, tapi.. melakukan ciuman sepanjang hari.. hanya berdua. Kau dan aku."
.
Kata-kata Sasuke saat sedang bertanding basket kembali terngian di telinga Naruto. Membuat bulu kuduknya meremang seketika.
Dengan keras Naruto menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak! Sampai kapanpun aku tidak akan mengijinkan Ruko-chan dengan Sasuke. Tidak akan pernah!" ikrar Naruto yakin dengan tangan yang semakin beringas mengusak rambutnya.
Buih-buih shampoo semakin terlihat banyak saat Naruto mengusak random. Sebagian lagi turun sampai mengenai iris sapphire Naruto.
"Hiya! Perih!" spontan Naruto langsung meraih tuas untuk menyalakan shower.
"Eh!"
Namun, setelah beberapa detik menunggu shower tak kunjung mengucurkan air.
"Nande? Kenapa tidak bisa keluar, ttebayo!" jerit Naruto frustasi dengan jemari yang masih setia memutar kran untuk shower.
"Kusso! Ini sangat perih, tteba. Ku mohon hiduplah." Rapal Naruto yang semakin depresi. Wajahnya sudah memerah dengan mata yang terpejan.
"NARUKO-CHAAAAAAAN! KENAPA AIR NYA TIDAK MENYALA, TTEBAYO!" teriakan frustasi Naruto berhasil membuat seisi asrama menyalakan lampu dan mengumpat karenanya. Sedangkan Naruko nampak panik diluar pintu kamar mandi mendengar suara-suara teriakan frustasi Naruto yang tidak jelas.
.
.
HANASANAI
.
.
ToBeCont
.
.
.
Yey Mina! Chap 6 sudah updet!
Hihi.
Vee seneng untuk respon dari teman-teman semua yang sudah review ff Vee. Vee merasa dihargai. Apalagi dengan review panjang-penjang dari kalian semua. Vee sungguh senang.
Vee juga membaca semua Review dan ada beberapa yang menginspirasi Vee. Terimakasih untuk semua respon dan inspirasinya.
Bagaimana dengan Chap ini? Apakah mengecewakan? Dan maaf untuk adegan tanding basketnya. Bagian yang istilah2 basket itu Vee ngarang. Vee ga tau sih ya. Gabisa maen basket. Gomenne.
Vee berharap kritik dan saran dari mina-tachi.
Karena Vee menilai gagal atau tidaknya ff Vee itu adalah dari respon kalian semua. Hehe
Btw, Vee mau memberitahu sebelumnya. Kalau ff ini akan long chap. Yang artinya chapternya bisa belasan atau puluhan. Karena Vee ga bisa ngetik panjang-panjang sih ya per chapter. Maaf. Vee memang bisanya ngetik ff yah segini ini. Kalau mau panjang berarti updetnya 2 minggu atau 3 minggu sekali. Vee pastikan bisa panjang. Gimana? Apa baiknya Vee updet per 2/3 minggu?
Mohon jawabannya ya? Hehe.
Oke sekarang waktunya untuk membalas review.
Balasan Review:
RisaSano :: iya ya, gimana ya? *thinkhard. Hahaha. Belum terlihat untuk chap ini. Entah berapa chap lagi nanti baru ada. Hehehe. Ditunggu saja ne untuk tanggapan mereka jika mengetahui Naru cowo.
kyuubi no kitsune 4485 :: di chap ini Vee udah menegaskan ya, bagaimana perasaan baby Ruko ke Gaara maupun ke Sasu. Hehe. Jadi, santai saja. Ruko-chan belum punya rasa cemburu yang dalam artian suka. Nah. Jadi? Apakah Naru menang Kyuubi-chan? *smirk. Hahaha.
Okada Hikami :: Iya! ShikaNaru sering banget kencan waktu Naru di Konoha. Yah. Bisa disimpulkan seperti itu. Shika suka Naru. Haha. Saya juga suka kalau Naru jadi rebutan. Hahaa. Terimakasih. Vee bukan apa-apa tanpa reader dan reviewer. Jadi terimakasih sudah membaca dan mereview ya.^^
Uzumaki Prince Dobe-Nii :: Iya! Vee juga suka ShikaNaru sih ya. Suka gemes sendiri kalau liat Shika yang perhatian sama Naruto. Hahaha. Nah. Itu akan terjawab nanti. Atau chap ini sudah bisa menjawab pertanya uzumaki-san? Hehehe.
Haneunkyo19 :: Akh terimakasih. Vee juga tidak tahu apakah ff ini keren atau tidak. Tapi Vee senang Haneun-san sudah mereview ff Vee. Hehe. Yah. Baby Ruko memang harus ekstra sabar punya saingan Naruto yang sangat menawan. Tapi tenang. Akan ada saatnya Ruko-chan bahagia. Hehehe.
Sivanya anggarada :: Kalau soal itu. Biarkan chap-chap ff Vee yang menjawab ya. Hehe. Shika ga bisa nyusul Naru kan. Soalnya kan kuota buat putra udah habis. Lagian, Naru belum menghubungi Shika lho. Hahaha. Lihat saja perkembangan chapternya ya. Karena ide bisa berubah-ubah setiap waktu. Hehehe. Iya. Terimakasih semangatnya. Sebenarnya itu memang "ano" sih. Pengertian "ano" versi Vee itu seperti ini. "ano Gaki" berarti "bocah itu". Apa pengertian Vee ini salah? Cz Vee asal berasumsi aja. Hehe. Mohon jawabannya ya.
choikim1310 :: kalau shock attack Vee bisa janjikan itu. Hanya saja. Reaksi mereka berbeda. Hehe. Terimakasih untuk sarannya choikim-san. Vee akan pertimbangkan nanti. Ada beberapa kelebatan ide dari baca saran choikim-san. Seperti yang double date. Tapi.. akh lihat saja chap depan deh. Hahaha. Kan kencannya buat chap depan. Hehe. Vee selalu semangat kok.
Arum Junnie :: sudah Vee lanjut.^^
Rei diazee :: Haha. Vee lihat kalau nonton Naruto suka gemes sih. Naruto yang bodoh dan polos. Hahaha. Sudah lanjut ya. Vee selalu semangat karena ada Rei yang menyemangati. Hehe.
Kimm bii :: Iyah! Vee lanjut kok. Ini udah lanjut kan. Hehe. Hahaha. Iya. Coba Suke dah tahu Naru itu cowo. Eh? Emang kalau sudah tahu kenapa? Hahaha.
Eun810 :: sudah Vee lanjut. ^^
Indah605 :: Sudah lanjut. Taman hiburan? *imajinasi bermain. Bisa Vee pertimbangkan. Kyaaa~~ alert banget ini taman hiburan. Hahaha. Iya. Memang dari awal Vee ga mau buat Naru terlalu feminism kok. Hehe. Yah. Semangat!
Yukayu Zuki :: Aduh. Chap ini GaaNaru ga ada sama sekali T.T maaf ya. Iya, pernah. Cowo dong. Di Konoha kan Naru tetep Cowo. Cuman di Tokyo dan asrama aja Naru jadi Cewe. Ehehe. Adegan ShikaNaru nyelip-nyelip aja ya. Atau mungkin.. yah bisa pertimbangan buat chap2 depan. Hehe. Iyah. Vee juga suka kalau Naru jadi rebutan. Itu. Nanti akan terjawab sama chap-chap ff ini yah. Hehe. Updetnya bisanya seminggu sekali. ^^
Yuu-chan Namikaze :: Yah. Naruto dalam anime aja diperhatiin Hinata kaga nyadar sih ya. Yang dia tahu cuman SASUKE SASUKE SASUKE DAN SASUKE *capslockjebol. Hahaha. Iya yah. Poor Gaara. Ini terinspirasi di chap berapa ya. Yang Gaara megang lengan Naru buat minta Naru nyerah tentang Sasuke tp tangannya di tepis sama Naru. Padahal Gaara belum ngomong banyak. Haha. Yah. Naru kan ramen freak, ttebayo! Terimakasih sudah menunggu. Ini kelanjutannya. Ditunggu reviewnya juga ya. ^^
Fujitsu :: Hai -san.. Tidak apa-apa. Vee senang dapat review dari Tara-san. Hehehe. Boleh. Tapi updetnya 2/3 minggu sekali ya? Hehe. Akh benarkah? *blushing. Tapi Vee emang ga bisa lebih panjang dari ini kalau seminggu. Hehe. Gomen.
Akarui kurai shiko deli-chan :: ini sudah lanjut. Hehe. Tidak apa-apa. Karui-san sudah review Vee juga sudah senang kok. Hehehe. Semoga bisa mengobati rasa penasaran Karui-san. ^^
Dewi15 :: Iyah. Naru sungguh polos. Hahaha. Sudah lanjut Dewi-san.^^
Versetta :: Haha. Sudah dilanjut. Ampun! Vee ga sanggup kalu besoknya langsung updet lagi. Hahaha. Syukurlah kalau terasa. Bagaimana Chap ini? Ga ada GaaNarunya. Tapi ada main pair mommentnya kan. Hehe.
Blackjackrong :: haha. Bilangi kok. Naruto itu memang orang penuh kejutan. Bisa membuat semua orang menyukainya dalam waktu sekejab. Hahaha. Silahkan bayangkan. Lalu tuangkan dalam ff. ayo nulis ff Black-san. Hehe. Bisa. Tapi updetnya per 2/3 minggu. Boleh? Wah! Ide bagus itu. Bisa saya pertimbangkan. Rebutan perhatian Naruto. *nyatet. Hehehe.
Ichijo sena :: iya sama-sama. Vee juga terimakasih sudah review. Hehe. Iyakah? Syukurlah kalau chap kemarin bagus. Hehe. Bagaimana dengan chap ini? Iya. Vee rasa adegan Ruko cemburu akan ada. Tapi tidak di chapter ini. Mungkin chapter depan. Hehe. Aduh. Apa itu ga terlalu kejam? Ruko marah bisa lah ya. Tapi Ruko nyuruh Naru pergi? T.T Vee ga bisa bayangin betapa hancurnya Naru nanti. Kyaa~~ terimakasih sudah menanti ff Vee dengan sabar. Hehe. Oke. Vee semangat kok. Iya. Vee nulis saat Vee ingin menulis kok. Selagi respon masih bagus. Vee akan meluangkan waktu. Karena ada yang menghargai tulisan Vee. Vee juga harus menghargai penantian readers. Hehe.
Mimo Rain :: yes. FIGHTING! Haha. Sudah Vee lanjutkan ini. Psstt:: jangan panggil saya senpai -,-. Hehe. Terasa aneh saja. Just call me Vee.
Yumichan sasunaru polepel :: Yosh! Ini dia next chapnya ^^
Yuiko Narahashi :: Salam kenal juga dari Vee^^. Akh terimakasih. Tidak apa-apa ngebut. Asal paham saja. Hehe. Iya. Itulah yang akan menjadi konflik antara NaruRuko nanti. Hehe. *ups. Iya. Nanti entah chap brapa pasti ada adegan itu. Tunggu saja ya. Hehe. Yosh. Chap 6 sudah datang. Hehe. Terimakasih semangatnya.
Hanazawa kay :: Iya! Naru emang manisnya kelewatan! Haha. Vee juga suka gemes kalau lihat animenya. Jadi pengen meluk. #glare. Eh. Tapi ga jadi deh. Ada bodyguardnya sih. Haha. *senyum canggung. Iya. Terimakasih juga buat reviewnya. Vee suka. Hehe. Ini dia kelanjutannya. ^^
Mikayuki :: iya! Terimakasih untuk semangatnya. Vee jadi semangat nulis ini. Haha. Ini dia chapter 6. Ga lama kan ya? Hehe.
jewELF :: Sabar atuh. Semua kan butuh proses. Haha. Nanti ga ada gregetnya kalau langsung tahu. Hihihi. *smirk. Yup! Ide kamu sudah tercantum diatas. Terimakasih ya. Hehe. GaaNaru, Vee juga sudah ada bayangan kok. Tapi entah chap berapa nanti. Hehe. Vee ini juga penggemar ShikaNaru kok. Ehehe. Nah. Sekarang giliran si Teme yang modusin. Kerasa ga modusnya? Hehe. Selalu semangat kalau ada yang menyemangati kok. Haha.
Mifta cinya :: hm.. belum ada konflik yang berarti kok di chap ini. Hehehe. Iya. Ada ShikaNaru. Tapi cuman selipan aja. Vee suka sih. Hehe. Iya. Ini sudah lanjut. ^^
AprilianyArdeta :: Aduh. Sweet moment GaaNaru ya? Kalau chap ini Vee belum bisa kasih. Mungkin di chap-chap depan. Hehehe. Kalau bisa ya. Mengingat main pairnya SasuNaru. Hehe. *cengengesan.
Ahfh596 :: Haha. Sapa bilang Gaara yang lebih dulu suka? Hihi. Pantat ayam dulu lhoh yang tertarik. Mulai dari pertemuan di bus kan Sasuke udah tertarik. Trus. Pas Naru melayang itu. Itu kan Sasuke juga udah tertarik n suka. Cuman Sasuke belum nyadar aja kalau mereka itu sama. *lhoh kenapa Vee kasih tahu. Haha. Apa yang kebalik? Pesonanya Sasu-teme kan emang ga bisa dikalahkan. Hihi. Iya dong pasti jatuh. Naru-chan, ttebayo! Haha. Iya, ini lanjut kok.
Shima :: Yup! Shika memang Vee buat suka Naru kok. Haha. SasuNaruGaa bertiga? *think hard. Mungkin akan ada momen mereka bertiga. Tapi tidak dalam konten kencan. Kasihan Gaara, ttebayo. Haha. Iya yah. Ruko dapat apa? Malang nian nasibnya. *tears. Ini sudah lanjut ya. Cayo! Hehe. Yah gimana ya? Naru kan mikirnya kencan itu berarti ramen gratis. Seperti yang biasa dia kencan sama Shika. Haha. Yah. Sebelum ngomong udah ketolak. Gaara kurang mainstream sih. Hihi. Kencan bertiga? Ga janji kalau itu. Shika nan jauh disana maa~~ hehe.
BlackCrows1001 :: iyah! Kalau itu sudah pasti. Siapa yang ga bakal iri liat keberuntungan Naruto. Ada Sasuke. Ada Gaara. Kyaa~ mereka semua tampaan. *Vee mimisan. Haha.
SNCKS :: Akan ada adegan tersebut. Tapi tidak dalam waktu dekat. Masih terlalu dini. Hehe. Tapi bakalan ada. Jadi. Sarannya Vee tamping dulu ya. Hehe. Ini sudah lanjut kan. Hehe.^^
Meyy-chaan :: ga mesum ttoh? Haha. Akh iyakah? Vee malah baru nyadar. Hihihi. Iya yah. Gimana kalau mereka tahu Naru cowo? Gimana yah? Aduh gimana yah? *PLAK. Haha. Lihat saja nanti yah. Yah. Nanti juga akan terjawab. Kayanya Gaara bakal ttep straight deh. Kayanya sih. Entah kalau pesona Naruto ga ilang-ilang n bisa belokin Gaara. Hehe. Hiyaa! Vee juga ga bisa bayangin Shika jadi cewe. BIG NO! *tutup mata. Haha. Iya ini lanjut.
Lili parvicirrus :: akh iyakah? Vee senang kalau bisa buat Lili-san happy. Sebenarnya ini request-an dari salah satu reader Vee yang minta dibikinin ff yang ada humornya. Hehe. Vee seneng kalau bisa buat orang ketawa. Hehe. Yah salam kenal. Panggil saja Vee, jangan author ne. ini dia pertandingannya. Maaf pake istilah tidak jelas. Hehe.
Miszshanty05 :: Yup! Ini dia next chapnya. ^^
Arlert09 :: haha. Benarkah? Jujur aja Vee ga tahu lhoh kalau itu manis. Hehe. Eh jangan cepet-cepet. Ga baik. Haha. Vee ga bisa mendiskripsikan kalau Kyubi manusia. -.- Akh aku tahu. Gimana kalau kak Itachi sama Shisui saja? Atau sama Deidara-chan? Kan Deidara juga lucu. Hehe. Pasti akan ada. Tapi tidak di chap ini. Hehe. Gapapa ngebut. Asal jangan sampai jatuh ya. Sakit ntar. Haha.
Fatan namikaze :: iya memang jarang couple mereka. Aduh. Vee jadi galo. Apa dibikin GaaNaru aja ya? Hehe.
Gyumin4ever :: hehehe. Sengaja buat Naru kaya gt. Kan Naru emang gampang percaya dan susah mengerti. Haha. Jadi bisa dengan mudah dikibulin sama Shika yang lagi Modus. Haha. Iya ada dong. Kencan nya chap depan aja ya. Hihi.
Rinbi. Disanra :: Pastinya dong. Naruto gitu. Anaknya papi Minato n Mami Kushina. Memang penuh pesona. Haha. ^^
SNLove :: iya? Gimana ya? Haha. Adegan itu masih lama. Maaf ya. Ini alur lambat sih ya. Jadi Vee belum bisa jawab rasa penasarannya. Hehe. Udah lanjut ini. ^^
Yosh! Sudah Vee balas semua ya. Kalau ada yg terlewat Vee minta maaf. Terimaksih semuanya sudah review. Review kalian bikin mood Vee balik saat lagi ga mood nulis. Haha.
Terimakasih mina~~
Jaa.. jika berkenan. Mohon Review lagi. ^^
.
.
PARODI
Shikamaru : Hhhh~~ mendokusei na! Vee-chan. Bukankah banyak yang menyukai ku dengan Naruto? Kenapa pairnya tidak diganti saja?
Gaara : Lihat review! Mereka juga menyukai GaaNaru. Ff ini akan semakin booming jika aku dan Naruto yang menjadi pasangannya.
Sasuke : Apa kalian bodoh? Jelas-jelas ini ff SasuNaru! Naruto hanya milikku.
Vee : Ano sa~~
Shikamaru : Vee! Cepat ganti menjadi ShikaNaru! *pasang segel kagemane
Gaara : GaaNaru akan lebih baik, Vee-chan. *tersenyum
Vee : *mimisan
Sasuke : Siapa main pair ff mu Vee? *mengaktifkan mangyekyo sharinggan.
Vee : *mengkeret. Naruto-chan.. tolong aku, ttebayo. *menghadap melas ke arah Naruto.
Naruto : *berfikir. Akh! Aku tahu, ttebayo! Taju Kage Bunshin No Jutsu
Puuf
Puuf
Naruto : Dengan begini, semuanya terselesaikan. Ada ShikaNaru. *bunshin Naruto mendekati Shikamaru.
Shikamaru : *merangkul bunshin Naruto.
Naruto : Ada GaaNaru. *bunshin Naruto yang lain mendekati Gaara
Gaara : *tersenyum ke arah bunshin Naruto.
Naruto : Dan ada SasuNaru. *Naruto mendekati Sasuke.
Sasuke : *menyeringai senang.
Vee : *tersenyum lega.
Sasuke : Tidak masalah jika kalian mendapatkan bunshin Naruto. Karena Naruto yang asli hanya milikku. *smirk.
ShikaGaa : *muncul aura hitam.
Dan pertarungan perebutan Naruto pun terjadi.
Vee & Naruto : *sweatdrop
.
.
Akhir kata
~Salam Vee ^^
