How to be a good wife?

cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Park jungsoo

Kim Ryeowook

Chapter : 3

Warning : GenderSwitch (GS), typo(s), etc

Desclaimer : mereka semua milik tuhan, keluarga, dan diri mereka sendiri

Cho's House

-Dinning room-

Ruang makan keluarga cho sekarang terbilang cukup ramai sekarang karena biasanya hanya dihuni oleh dua orang yaitu Ryeowook dan Leeteuk tapi sekarang bertambah dua yaitu Kyuhyun dan istrinya, Sungmin.

Ini bukan pertama kalinya Kyuhyun dan Sungmin makan malam di rumah atau mungkin mansion keluarga cho, karena Leeteuk selalu merasa kesepian karena adik laki-lakinya itu sudah tinggal terpisah darinya jadi untuk mengurangi kesedihan yeoja berumur hampir setengah abad itu kadang-kadang setiap makan malam atau hari libur mereka akan datang berkunjung.

Sungmin terlihat makan dengan tenang menikmati steak sapi di piringnya. Suasana sangat tenang sampai sebuah pertanyaan menghilangkan nafsu makannya

"Sungmin-ah, apa kau sudah ada tanda-tanda hamil?" tanya Leeteuk

Uhuk! Uhuk!

"min, kau tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun cemas dan dengan sigap memberi Sungmin air minum

"aku tidak apa-apa" ujar Sungmin setelah meminum air yang diberikan Kyuhyun, dia hanya terkejut dengan pertanyaan Leeteuk. "aku rasa masih belum ada tanda-tanda hamil padaku eonni" jawab Sungmin

"benarkah?" helaan kecewa terdengar dari mulut Leeteuk. "kalian sudah menikah hampir setahun dan Sungmin belum hamil sama sekali, kau sudah periksakan dirimu ke dokter? Mungkin ada yang salah padamu" lanjutnya sedikit menyindir

Sungmin berusaha menahan emosinya, perkataan Leeteuk itu agak menyinggung dirinya sebagai perempuan dan Kyuhyun menyadarinya

"noona, jangan bicara begitu" desis Kyuhyun memperingatkan

"eonni, mereka punya anak atau tidak itu bukan urusan kita. Lagipula tidak baik ikut campur urusan keluarga Kyuhyun" seru Ryeowook yang sepertinya merasa kakaknya itu agak keterlaluan

"memangnya kenapa? Aku kan kakaknya Kyuhyun wajar aku bertanya begitu, lagipula aku kan ingin punya keponakan, salah dirimu yang tidak memberiku keponakan, padahal sudah menikah dua kali" seru Leeteuk

"YA! Kenapa kau bicara begitu, aku memang tidak mau punya anak apalagi dengan suami seperti mereka, membuatku harus berpikir dulu sebelum punya anak! Dan lagi jika kau mau menggendong bayi, kenapa kau tidak menikah saja dan punya anak sendiri daripada menyusahkan kami" cerocos Ryeowook

"mwo! Ka-kau tau sendiri kan aku ingin mengfokuskan diriku untuk menjaga Kyuhyun yang masih kecil karena—"

"arra! Arra! Kau selalu bilang begitu membuatku bosan"

"kau!"

"aish sudah hentikan!" teriak Kyuhyun yang mulai jengah dengan pertengkaran kakaknya itu, semakin tua seseorang ternyata tidak menjamin orang itu semakin dewasa.

Ryeowook dan Leeteuk saling membuang muka dengan tangan disidekapkan ke dada, merajuk. Dan Kyuhyun hanya bisa menghela nafas

Sepertinya ada yang dilupakan disini, uri Sungmin sama sekali tidak bersuara bahkan dia terlihat melamun dan Kyuhyun yang selalu memperhatikan Sungmin jadi khawatir.

'pasti gara-gara perkataan Leeteuk noona' pikirnya sedih.

Dengan banyak pertimbangan akhirnya Kyuhyun memutuskan membawa Sungmin pulang daripada dia terus diserang Leeteuk dengan pertanyaan tak terduga

"noona, sebaiknya kami pulang dulu. Terima kasih atas makanannya" seru Kyuhyun menggandeng Sungmin untuk pergi

"eh! Kau mau pulang? Tapi kita belum selesai makan" protes Leeteuk

"aku sudah tidak berselera makan, sepertinya Sungmin juga begitu. Jadi kami pulang dulu ya" seru Kyuhyun meninggalkan Leeteuk yang cemberut

"ini semua salahmu" seru Ryeowook tanpa menatap kakaknya itu

"kenapa kau jadi menyalahkanku" seru Leeteuk tidak terima

Dan mereka kembali bertengkar sampai membuat kepala pelayan Shim pusing mendengarnya.

.

.

.

.

Kyumin's house

Sungmin memasuki rumah mereka yang berbanding terbalik dengan rumah keluarga cho itu tanpa suara dan ekspresi datar.

Kyuhyun berjalan di belakang Sungmin dengan ekspersi cemas, sepanjang perjalanan pulang Sungmin tidak bersuara, bahkan Kyuhyun sudah menghiburnya dengan berbagai cara tetap tidak ada gunanya.

'hh~ aku lebih suka dia marah-marah daripada begini' pikir Kyuhyun sedih

Kyuhyun berjalan memasuki kamar mereka saat Sungmin juga masuk kesana. Setelah masuk dia melihat Sungmin yang sudah menarik selimut dan bersiap tidur. Kyuhyun langsung bergerak mendekati Sungmin

"Sungmin noona. Jangan pikirkan perkataan Leeteuk noona ne. dia memang begitu" seru Kyuhyun pada Sungmin yang menutup mata tidak berminat membalas perkataannya

Tidak ada yang tau kalau Sungmin tidak benar-benar tidur, dia bahkan masih mendengar jelas perkataan Kyuhyun yang duduk di sebelahnya. Tapi dia tidak bisa tidak memikirkannya, karena dia seorang perempuan dan seorang istri

.

.

.

.

.

Esoknya

Moobit café

Kafe yang menjual es krim itu terbilang cukup sepi di hari selasa dan itu dimanfaatkan Heechul untuk berleha-leha sejenak, tidak mempedulikan Zhoumi dan Hankyung yang sibuk bersih-bersih

CKLEK!

Heechul yang sedang bersantai langsung berdiri saat indra pendengarannya itu mendengar pintu kafe terbuka tanda ada pelanggan masuk

"selamat dat—eoh? Sungmin eonni" seru Heechul, kening perempuan muda itu agak terlipat saat melihat Sungmin masuk dengan ekspresi yang sulit diartikan.

Hankyung dan Zhoumi langsung menghampiri Sungmin yang sudah duduk di tempat biasanya, mereka berdua mengambil tempat duduk di depan Sungmin sedangkan Heechul yang baru bergabung duduk di samping Sungmin.

"eonni, kau kenapa?" tanya Heechul

"apa Sungmin noona ada masalah?" tanya Zhoumi entah pada siapa

Sungmin menatap ketiga pegawai moobit café itu satu persatu. Sepertinya berdiskusi dengan mereka tidak buruk begitu pikirnya

"menurut kalian seorang istri itu harus memberi suaminya anak?" tanya Sungmin

Zhoumi, Hankyung dan Heechul saling berpandangan sejenak sebelum menjawab pertanyaan Sungmin

"mm.. sepertinya memang harus begitu" seru Zhoumi

"hmm.. iya, menurutku itu memang sudah menjadi tugas seorang istri, lagipula jika punya anak suatu keluarga akan sempurna kan?" seru Hankyung

"begitu ya.." gumam Sungmin

"eonni. Benar terjadi sesuatu ya?" tanya Heechul. "apa ada hubungannya dengan pertanyaanmu ini?"

"hh~ apa aku tidak punya anak yah" gumam Sungmin

"hah!?" heran Hankyung, Zhoumi dan Heechul

"eonni kenapa kau bicara begitu?" tanya Heechul

"aku sudah menikah dengan Kyuhyun hampir setahun dan aku sama sekali belum hamil. Mungkin benar apa yang dikatakan Leeteuk eonni, ada yang salah denganku" ujar Sungmin

"noona belum hamil? Jadi karena itu Sungmin noona terlihat galau?" tanya Zhoumi

"kalau eonni belum hamil itu bukan karena salah eonni, mungkin memang belum waktunya" seru Heechul

"iya.. itu benar, atau mungkin intensitas hubungan seks Sungmin noona dengan Kyuhyun hyung kurang" seru Hankyung

PLAK!

PLAK!
"appooo!"ringis Hankyung mengusap belakang kepalanya yang digeplak Sungmin dan Heechul dengan tidak manusiawi

"YA! DASAR MESUM" jerit Heechul malu

Sungmin sang korban jauh lebih malu daripada Heechul, bisa-bisanya Hankyung bicara sevulgar itu tentang kehidupan seksnya dengan Kyuhyun

"memangnya aku salah. Mungkin itu masalahnya. Jadi, Sungmin noona.. bagaimana?" tanya Hankyung

"apa maksudmu?" tanya Sungmin lagi pura-pura tidak tau

"aish.. apa perlu aku menjelaskannya lebih detail lagi.. nanti aku dipukul lagi" seru Hankyung

"cerita saja, mungkin kami bisa membantumu noona" seru Zhoumi yang satu pikiran dengan Hankyung

"YA! Kalian ini.." desis Heechul

Sungmin memikirkan baik-baik ucapan Hankyung, mungkin memang itu masalahnya, dia dan Kyuhyun memang tidak terlalu sering melakukan hubungan suami istri itu, karena mereka terlalu malu melakukannya apalagi lama-lama.

"noona.. kapan terakhir kali kalian melakukannya?" tanya Hankyung tidak sopan

"YAAA!" Teriak Heechul malu karena pertanyaan Hankyung walaupun bukan ditujukan padanya

"mm… waktu malam pertama pernikahan kami" cicit Sungmin merona merah, dia bahkan menutup matanya saking malunya

Hening sejenak..

"MMWOOOO!?" jerit mereka, bahkan Heechul terkejut mendengar jawaban Sungmin

"kenapa kalian berteriak begitu. Berlebihan sekali" gerutu Sungmin, rona merah masih menghiasi pipinya

"eonni kau benar-benar baru melakukannya sekali?" tanya Heechul tidak percaya

"omo! Kenapa Kyuhyun hyung bisa bertahan tidak melakukan 'itu' dengan Sungmin noona" gumam Zhoumi lebih tidak percaya

"harusnya suami istri melakukan 'itu' tidak hanya di malam pertama, sebenarnya mereka berdua kenapa sih" gumam Hankyung frustasi sendiri

"YAA! Aku tidak semesum kalian sampai harus sering melakukan 'itu' dengan Kyuhyun" seru Sungmin menahan malu

"noona,apa Kyuhyun hyung tidak pernah mengajak noona melakukan 'itu'?" tanya Hankyung

PLAK!

"YAA! Kyuhyun oppa bukan orang sepertimu" seru Heechul setelah menggeplak kepala Hankyung

"Heechul benar" seru Sungmin

"hah? Apa Kyuhyun hyung itu laki-laki" gumam Zhoumi

"adduuh… kalau Cuma sekali mana mungkin bisa berhasil punya anak" ringis Hankyung, tenaga Heechul memang tidak boleh diremehkan

"Sungmin noona, kalau Kyuhyun tidak memulainya bagaimana kalau Sungmin noona saja yang memulainya? Kyaaaa! Jangan pukul aku! Siapa tahu itu bisa membuatmu hamiil" seru Zhoumi sedikit berteriak saat Heechul dan Sungmin bersiap melayangkan tangannya pada kepalanya

Heechul segera menurunkan tangannya dan memikirkan baik-baik saran Zhoumi. "eonni, aku tahu ini agak memalukan tapi aku rasa yang dikatakan Zhoumi ada benarnya"

"kalian menyuruhku menggoda Kyuhyun!" jerit Sungmin emosi karena malu

"noona tidak perlu menggodanya langsung, tapi noona bisa menggodanya secara tidak langsung" seru Hankyung

Zhoumi, Heechul dan Sungmin menatap penuh tanya pada Hankyung. Hankyung sendiri yang ditatap begitu hanya menyeringai mesum

"aku punya rencana…"

.

.

.

.

Kyumin's house at night

Di dalam kamar mandi, Sungmin menutup matanya, merasa enggan melihat pakaian tidur yang sekarang ia kenakan. Salahkan Heechul yang memilih pakaian atau bisa kita sebut lingeri ini.

'hh~ kenapa aku berpakaian seperti ini sih' pikir Sungmin

Ini adalah rencana Hankyung yang entah kenapa bisa ia setujui. Hankyung menyuruh Sungmin untuk berpakaian seksi untuk menggoda Kyuhyun, tidak perlu ada kontak badan cukup berpakaian seksi saja

"jika Kyuhyun hyung itu laki-laki dia pasti akan menyerangmu Sungmin noona"

Begitulah kata Hankyung

Akhirnya dia dan Heechul pergi ke mall untuk beli baju seksi karena tidak mungkin mengajak laki-laki mesum untuk urusan ini. Dan setelah mengililingi beberapa toko pakaian dalam perempuan. Akhirnya terpilih lingerie hitam yang super seksi

Lingerie itu tidak dipakai saja sangat seksi apalagi dipakai, Sungmin bahkan tidak berani melihat tubuhnya yang sudah memakai lingerie hitam itu saking 'HOT'nya. Bagaimana dia tidak malu, lingerie itu sangat tipis, bahannya sangat lembut tidak mudah kusut itu yang disuka Sungmin, tapi yang paling membuat Sungmin malu adalah, lingerie ini sangat kurang bahan. Bahkan jika dipakai akan seperti telanjang. Pantatnya saja sampai kelihatan jika ia duduk. Pokoknya ini sangat sangat tipis, sangat sangat pendek dan sangat-sangat seksi! Apalagi Sungmin diharuskan tidak pakai apa-apa saat memakai lingerie ini! Oh My God!

Sungmin rasanya ingin membakar lingerie bodoh ini jika dia tidak ingat tujuan ia melakukan ini.

Dengan berat hati Sungmin tidak jadi membakar lingerie ini –belum-. Dan dengan segenap keberanian ia mulai melangkahkan kakinya keluar kamar mandi menemui Kyuhyun yang masih sibuk dengan memeriksa laporan pekerjaannya di meja kerjanya

CKLEK

"kenapa lama sekali Sungmin noona?" heran Kyuhyun tanpa menatap Sungmin di belakangnya yang terlihat gugup

"mm.. Kyuhyun. A-apa kau tidak mau tidur?" tanya Sungmin menghilangkan rasa gugup dan malunya.

"Hm? Aku akan tidur sebentar lagi setelah ini" ujar Kyuhyun tanpa menoleh

"kyu, tatap aku kalau bicara"

"ah.. maafkan aku, aku tidak berma—"

Kyuhyun menganga melihat penampilan istri di depannya begitu ia menoleh. Dengan cepat ia menutup matanya dan bergerak menuju tempat tidur untuk mencari selimut begitu ia mendapatkannya dengan perlahan tanpa melihat Sungmin ia meutup tubuh Sungmin dengan selimutnya.

Setelah yakin tubuh Sungmin sudah terselimuti(?) dengan sempurna, dia pun membuka mata dan mendapati Sungmin yang menatapnya heran

"ke-kenapa kau berpakaian seperti itu?" tanya Kyuhyun dengan wajah memerah,tadi dia sempat melihat lagi tubuh polos Sungmin yang terlihat jelas dibalik lingerie

"kau tidak suka?" tanya Sungmin

"a-aku.. aku suka.. aku sangat suka" seru Kyuhyun tersenyum aneh tapi dia segera menggelengkan kepalanya dan mengusir pikiran mesumnya. "noona kenapa kau berpakaian begini?"

Sungmin tidak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia hanya berjalan ke tempat tidur dan duduk di sisi ranjang dengan memegangi selimut di tubuhnya. Kyuhyun juga ikut duduk di sampingnya

"aku.. hh~" Sungmin bingung harus menjawab apa

"apa ada hubungannya dengan perkataan Leeteuk noona kemarin?" tanya Kyuhyun yang diangguki Sungmin. "bukannya sudah kubilang kau tidak perlu memikirkannya, walaupun kau tidak hamil aku akan tetap mencintaimu, mungkin memang belum waktunya"

"kau tau kyu. Memiliki anak merupakan impian setiap keluarga yang ada di dunia ini, dan memiliki anak juga impian seorang perempuan karena dengan punya anak dia sudah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai perempuan dan seorang isti. Dan aku seorang perempuan dan seorang istri cho Kyuhyun" seru Sungmin panjang lebar

Kyuhyun hanya diam, tak dipungkiri dia juga ingin punya anak tapi dia selalu mengerti keadaan Sungmin. Dia tidak akan memaksa

"memiliki anak atau tidak, itu akan jadi urusan tuhan min, kita hanya bisa berdoa" seru Kyuhyun

"tapi kyu, doa saja tidak cukup, harus diiringi dengan usaha juga. Kau pasti sering mendengar hal itu kan" sela Sungmin. "kita saja jarang hampir tidak pernah melakukan.. melakukan seks.. mana mungkin akan muncul seorang bayi di perutku. Kan tidak mungkin bayi jatuh dari langit"

"apa kau tidak tergoda padaku? Aku tidak cukup seksi?" tanya Sungmin lagi

"hah? Jangan salah paham dulu Sungmin noona. Kau sangat seksi! Aku selalu tergoda padamu kok, kalau boleh jujur aku selalu terangsang setiap melihatmu tertidur. Eh! Jangan marah noona. Aku sebenarnya ingin selalu melakukan 'itu' denganmu tapi aku tidak mau memaksamu dan hanya menganggapku orang mesum. Aku kan tidak begitu" seru Kyuhyun

Sungmin yang tadinya ingin memukul Kyuhyun jadi urung dia lakukan, dia jadi malu sendiri mendengar ucapan Kyuhyun yang terdengar tulus dan jujur itu.

Setelah diam sejenak dengan suasana kaku, Sungmin menatap dan tersenyum penuh arti pada Kyuhyun dan tanpa aba-aba dia mendorong Kyuhyun hingga terjatuh di atas kasur dengan dirinya menindih Kyuhyun, tidak dihiraukannya selimut yang hampir melorot kembali memperlihatkan lingerie super tipis yang ia kenakan

BRUGH!

"KYAAA!" jerit Kyuhyun saat Sungmin mendorongnya tanpa persiapan

"kalau begitu jangan menahannya. Let's make a baby" bisik Sungmin di telinga Kyuhyun yang membuat si empunya merinding.

.

.

.

NC Skip!

Karena ini adalah rating T bukan rating M ^^v

.

.

.

Esoknya..

Moobit café

Heechul menopang dagunya dengan wajah bosan. Sekali lagi, moobit café tampak sepi dari pengunjung siang ini. 'Lama-lama bisa bangkrut kalau terus seperti ini' pikirnya

Ekspresi bosan Heechul berganti cerah begitu melihat Sungmin datang. Dengan terburu-buru dia menghampiri Sungmin. Hankyung dan Zhoumi yang juga menyadari Sungmin datang juga langsung menghampirinya

"eonni bagaimana?" tanya Heechul

"pasti berhasil, kau tidak lihat kissmark di leher Sungmin noona?" seru Hankyung

PLAK!

"aww appoo" ringis Hankyung mengusap kepalanya

"bisa tidak, tidak bicara blak-blakan seperti itu Tan Hankyung-ssi" desis Sungmin kesal sekaligus malu. Tanpa sadar dia menutup kissmark di lehernya akibat perbuatan Kyuhyun

"jadi rencananya berhasil ya?" tanya Zhoumi

"tidak bisa dibilang berhasil tapi.. yaa~ begitulah" seru Sungmin ambigu

"Sungmin noona.. kau harus berterima kasih padaku. Setelah ini kau harus sering-sering melakukan seks dengan Kyuhyun hyung supaya cepat dapat baby" ujar Hankyung lagi tersenyum menggoda

PLAK!

PLAK!

"YA! DASAR MESUM!" teriak Sungmin dan Heechul

"aww appo" ringis Hankyung merasa kepalanya berdenyut-denyut

"pasti sakit" ringis Zhoumi melihat adegan kekerasan di hadapannya

.

.

.

.

.

.

.

a/n:

oke.. fic ini kembali setelah berbulan-bulan terbengkalai.. author belum cukup berani bilang apakah ini berlanjut atau berakhir sampai disini #galau *dirajamreaders*

maaf ya yang uda nunggu fic ini, sebenarnya ide udah ada, banyak malah. Tapi pas uda di depan computer, author bingung mau nulis apa. Author rasa pasti ga hanya author yang pernah ngalami itu. Benar?

Author harap chingudeul and para readers suka dengan chapter ini *deepbow*

Maaf juga kalo masih ada typo(s) karena belum sempet edit *deepbowagain*

.

.

At least.. review please.. :)