How to be a good wife?
cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
.
Rating : T
Chapter : 4
Warning : GenderSwitch (GS), typo(s), etc
Desclaimer : mereka semua milik tuhan, keluarga, dan diri mereka sendiri
…
Cho's House
Sungmin menatap langit-langit kamarnya dan Kyuhyun dengan malas, dia benar-benar tidak tau harus melakukan apa hari ini. Dia sangat bosan. Semua pekerjaan rumah sudah dikerjakan dengan rapi dan sangat sempurna jadi apa lagi yang bisa dilakukannya untuk menghilangkan rasa bosan. Ujung-ujungnya dia hanya akan menonton drama picisan yang akan menambah kadar kebosanannya
Sungmin memeluk gulingnya erat dan mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping.
"hh~ aku harus apa sekarang?" lirihnya
Sebenarnya Sungmin sempat kepikiran mau pergi main ke moobit café, tapi kalau dipikir-pikir hampir setiap hari dia selalu main kesana, dia jadi tidak enak kalau harus mengganggu pekerjaan dongsaeng-dongsaeng kesayangannya itu. Yaaah~ walaupun mereka bertiga senang-senang saja Sungmin datang.
Sungmin harus memikirkan cara lain untuk mengusir kebosanannya.
Selang beberapa saat, wajah Sungmin berbinar cerah
"oh iya, aku kan punya suami, kenapa tidak menemuinya saja"
.
.
.
.
89,1 coolfm
Sungmin memasuki stasiun kesayangan dengan senyum mengembang di wajahnya. Dia sudah sangat lama tidak datang kesini, kalau tidak salah terakhir dia datang itu waktu dia mengantar undangan pernikahannya dengan Kyuhyun untuk mantan rekan kerjanya. Itu berarti sudah setahun lebih.
'hmm.. aku jadi penasaran, apa ada perubahan atau tidak' batinnya excited
Sungmin langsung bergerak masuk ke ruang hrd, dia ingin sekali mengejutkan teman-teman lamanya
"annyeong~" sapanya pada semua orang yang bekerja disana
Mendengar suara manis yang sudah lama tidak pernah mereka dengar, reflex semua orang langsung menoleh ke sumber suara
"SUNGMIN!" teriak mereka semua heboh
Mereka semua langsung berlari mengerubungi Sungmin, walaupun Sungmin terkenal keras dan hampir semua orang yang bekerja di stasiun radio itu selalu kena omel Sungmin. Tetap saja wanita itu jadi idola semua orang, karena dibalik sifat keras Sungmin, mereka semua tau Sungmin itu baik hati, ah~ Sungmin adalah sosok yang mudah dirindukan
"Sungmin eonni, kau kemana saja? Kenapa baru mampir kesini?"
"iya eonni, apa eonni sudah melupakan kami?"
"noona baik-baik saja kan?"
"ayo cerita eonni bagaimana kehidupanmu sekarang"
Itu adalah segelintir pertanyaan yang bisa Sungmin dapat dari berbagai suara yang mengerubunginya.
"oke! STOP! Bicara satu-satu, kalian membuatku pusing!" teriak Sungmin membahana. Teriakan itu cukup membuat semua orang di ruangan itu terdiam
"huuft~ begini lebih baik" serunya setelah suasana tenang. "maafkan aku ya, karena baru bisa berkunjung sekarang. Tapi, hanya karena aku tidak berkunjung bukan berarti aku melupakan kalian kan. Dan untuk keadaanku, aku baik-baik saja, bisa dibilang aku bahagia sekarang" lanjutnya menjawab pertanyaan yang ada
"waah~ jinjja! Apa Kyuhyun isanim jadi suami yang baik?" tanya sunny
"hahaha, dia selalu berusaha yang terbaik untuk itu" jawab Sungmin
"Sungmin-ah"
Sungmin menoleh ke belakang, dia tersenyum saat melihat Haneul berjalan menghampirinya
"eonni"
"Sungmin-ah~ bagaimana kabarmu?" tanya Haneul sembari memberi pelukan selamat datang pada Sungmin
"aku baik-baik saja, bagaimana keadaan radio sekarang?"
"biasa saja, tidak ada perubahan yang berarti"
Sungmin hanya mengangguk mengerti, para pegawai coolfm mulai bubar karena sekarang memang sudah hampir waktunya jam makan siang jadi mereka mau pergi keluar cari makan. Sungmin sempat ditawar untuk ikut mereka makan siang, tapi ditolak mengingat tujuan awal dia kesini.
"apa kau berniat kembali lagi menjadi DJ?" tanya haneul
Sungmin terkekeh kecil mendengarnya. "aku rasa tidak, bukannya aku sudah bilang aku tidak akan menjadi DJ lagi" jawabnya
"mungkin saja kau berubah pikiran" ucap haneul mengendikkan bahunya
"bagaimana siaran sukira sekarang?" tanya Sungmin
"respon para pendengar sangat bagus, saranmu menjadikan Seohyun sebagai DJ sukira memang bagus, para pendengar sangat menyukainya. Tapi tak jarang ada juga yang menanyakanmu"
"syukurlah kalau Seohyun bisa diterima dengan baik" ujar Sungmin tersenyum kecil. "ah! Sebaiknya aku ke ruangan Kyuhyun, bisa gawat kalau dia pergi makan siang duluan" lanjutnya
"haha baiklah, aku juga sebaiknya menyusul yang lain" seru haneul
.
.
"Victoria, apa Kyuhyun ada di ruangannya?" tanya Sungmin begitu sampai di depan ruangan Kyuhyun
"Sungmin-ssi, Kyuhyun isanim masih ada di ruangannya bersama Seohyun-ssi membicarakan tentang sukira, aku rasa mereka sudah selesai sekarang" jawab Victoria sopan
"begitukah? Kalau begitu aku langsung ke ruangannya saja"
Sungmin segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Kyuhyun dan mulai membuka pintu bercat putih itu.
Senyum lebar Sungmin langsung lenyap begitu melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
Suaminya sedang memeluk pegawainya!
.
.
Beberapa saat sebelumnya~
"aku dengar pendengar sukira mulai semakin bertambah dari hari ke hari. Kau sangat hebat" puji Kyuhyun tulus
"tidak begitu, ini berkat semuanya yang mengatur sukira, makanya bisa disukai. Lagipula masih banyak yang harus kupelajari"
"tidak perlu berusaha terlalu keras, kerjakanlah semampumu" seru Kyuhyun bijak
Seohyun tersenyum tipis sebagai balasannya
"oh iya, aku memanggilmu kesini, karena ada barang dari leeteuk noona yang ingin diberikan pada ayahmu" seru Kyuhyun menjelaskan maksud dan tujuannya
"barang?" ulang Seohyun
"iya" jawab Kyuhyun mengambil surat dari tasnya dan berdiri mendekati Seohyun. "dia titip ini untuk ayahmu, katanya ayahmu harus datang kalau dia masih menganggapnya teman" lanjutnya memberikan surat itu pada teman kuliahnya dulu itu
"baiklah, akan kusampaikan" seru Seohyun tersenyum manis. "apa masih ada lagi?"
"tidak, maaf ya mengganggu waktu makan siangmu" sesal Kyuhyun
"tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi isanim" pamit Seohyun membungkuk sopan. Hey~ walaupun mereka itu teman bagaimanapun juga disini dia itu atasan Seohyun jadi yeoja cantik itu harus professional, walaupun Kyuhyun tidak pernah mempermasalahkannya
Mungkin kesialan sedang menimpa Seohyun saat ini, waktu yeoja itu ingin berjalan, tiba-tiba saja dia hilang keseimbangannya dan hampir terjatuh ke lantai.
Kyuhyun yang melihat Seohyun akan terjatuh, reflex memeluk Seohyun supaya dia tidak terjatuh. Jadilah posisi mereka seperti di film-film atau drama-drama korea. Dengan Kyuhyun yang memeluk pinggang Seohyun dan Seohyun yang memegang pundak Kyuhyun.
Dan sialnya lagi, Sungmin datang dan melihat adegan yang bisa dibilang romantic itu.
Mereka –Kyuhyun dan Seohyun- menatap Sungmin yang berdiri di ambang pintu dengan kaget. Langsung saja mereka melepaskan diri dan saling menjauh.
"Sungmin noona, aku bisa jelaskan ini semua. Ini tidak seperti yang kau pikirkan" jelas Kyuhyun panik kalau Sungmin akan salah paham dan membencinya. Dia tidak mau sampai bertengkar dengan istri tercintanya itu
"itu benar Sungmin-ah, Kyuhyun tadi hanya membantuku yang tadi mau jatuh" jelas Seohyun lagi, dia tidak mau menjadi penyebab pertengkaran suami istri, apalagi dituduh sebagai orang ketiga
Sungmin hanya menatap aneh kedua orang di hadapannya.
"memangnya kalian pikir aku akan memikirkan apa" seru Sungmin santai lalu berjalan mendekati Kyuhyun yang menatapnya tidak percaya, "aku kesini mau mengajak Kyuhyun makan siang, apa kalian masih ada yang ingin dibicarakan? Jika ada, aku akan menunggu diluar" tanyanya
"hah? Ah ani, tidak ada lagi yang dibicarakan, kalau begitu saya permisi dulu" pamit Seohyun yang sadar dari keterkejutannya, dia cukup bersyukur Sungmin tidak salah paham padanya.
Sungmin terus menatap kepergian Seohyun sampai ia menghilang dari balik pintu, kemudian dia beralih pada Kyuhyun yang masih setia menatapnya aneh.
"kau kenapa?" tanya Sungmin heran, apa Kyuhyunnya itu jadi makin idiot sekarang
"kau benar tidak marah kan?" Kyuhyun balik tanya
"kenapa aku harus marah?" tanya Sungmin lagi yang sekarang sudah duduk di kursi kebesaran Kyuhyun
"melihat adegan pelukanku dan Seohyun, biasanya di drama-drama pasangan yang melihat itu pasti akan marah-marah, lalu mereka mulai bertengkar dan putus hubungan" seru Kyuhyun mengeluarkan isi pikirannya
Sungmin hanya menatap malas pada suaminya
"kau ingin aku seperti itu?"
"ANDWAEE! Tentu saja aku tidak mau"
"kalau begitu jangan berpikiran sejauh itu, kau pikir ini drama di film-film, ini dunia nyata cho Kyuhyun. Lagipula aku yakin kau tidak akan mungkin berani selingkuh, bukannya tadi kau juga bilang kau hanya membantunya supaya tidak jatuh"
"itu benar, aku kan sangat mencintaimu. Aku tidak akan melakukannya, susah payah aku mendapatkanmu masa iya aku buang begitu saja"
"aku tau, aku juga sangat mencintaimu"
Mereka berdua saling memberikan senyuman manis, momen yang sangat pas untuk saling berciuman. Mereka sudah hampir menempelkan bibir sampai bunyi di perut Kyuhyun merusak suasana romantic mereka.
"hehehe.. aku lapar, ayo kita makan" ujar Kyuhyun tersenyum tanpa dosa
.
.
.
.
Kyuhyun memandang heran pada yeoja di hadapannya yang sedang sibuk melihat-lihat menu di tangannya
"kenapa kau tiba-tiba ingin makan makanan jepang?" tanya Kyuhyun
"entahlah, begitu melihat tokonya sepertinya makanannya enak" jawab Sungmin menatap polos Kyuhyun
Kyuhyun jadi makin heran, Sungmin itu tipe orang yang sangat mencintai makanan kelahirannya –korea- kenapa dia jadi suka makanan jepang. Ya sudahlah, Kyuhyun tidak mau terlalu memikirkannya yang penting Sungmin senang,
"aku mau sashimi dua porsi besar dan minumnya coklat panas, kau mau pesan apa Kyu?" tanya Sungmin setelah selesai melihat-lihat menu
"apa! dua porsi besar? Kau yakin?" tanya Kyuhyun lagi, tidak percaya akan apa yang didengarnya.
"iya aku yakin, cepat pesan aku sangat lapar" seru Sungmin tidak sabaran
Kyuhyun hanya menggeleng tidak percaya, sebelum Sungmin ngamuk akhirnya dia memesan mie ramen dengan teh panas sebagai minumannya.
Makanan yang mereka pesan pun akhirnya tiba, meja mereka penuh dengan makanan punya Sungmin tentunya, Kyuhyun hanya menatap semua makanan yang ada di atas meja itu dengan tatapan ngeri, apa Sungmin sanggup memakan ini semua?
.
.
Kyuhyun kembali menatap tidak percaya pada Sungmin, hari ini Sungmin benar-benar di luar dugaannya. Makanan yang dia kira tidak akan mungkin dihabiskan Sungmin itu ternyata bersih sebersih-bersihnya oleh Sungmin sendiri tanpa bantuan dari Kyuhyun.
Bukannya yang perutnya konser tadi itu Kyuhyun, kenapa yang banyak makan jadi Sungmin. Aneh
"kau tidak apa-apa? Apa kita perlu duduk-duduk dulu sampai makananmu turun" tanya Kyuhyun cemas,
"aku tidak apa-apa, aku masih bisa berjalan kok" seru Sungmin yang malah berjalan santai mendahului Kyuhyun yang cengo
Apa hipotesis kalau habis makan pasti tidak akan kuat bergerak itu salah ya? Kyuhyun bertanya-tanya
"Kyuhyun-ah, apa hari ini kau sangat sibuk?" tanya Sungmin begitu mereka masuk mobil
"hm? Tidak juga, apa kau mau jalan-jalan? Aku bisa kok mengerjakannya besok" seru Kyuhyun yang mengerti maksud Sungmin
Sungmin langsung mengangguk cepat, "aku mau ke lotte word"
"lotte word?"
"iya, kita kan sudah lama tidak kesana"
"baiklah, kita pergi kesana"
Setelah memberi usapan sayang pada pipi Sungmin yang tersenyum cerah mendengar persetujuan Kyuhyun. Laki-laki berkacamata tebal itu langsung melesat ke tempat tujuan mereka berikutnya, lotte word.
.
.
.
.
Kyuhyun mulai merasa mengalami dejavu, kejadian waktu mereka kuliah sepertinya terulang kembali.
Sesampainya di lotte word, Sungmin langsung menaiki semua wahana yang ada bahkan tanpa jeda. Tidak hanya itu, jika wahana itu sangat Sungmin sukai maka mereka akan menaikinya lebih dari sekali dan kalian tau apa wahana itu? Jett coaster.
Uukkhh.. kalau boleh jujur, Kyuhyun sebenarnya tidak mau menaiki semua wahana ekstrim yang ada di lotte word tapi mengingat betapa senangnya Sungmin pada wahana seperti itu, Kyuhyun rela menemaninya toh dia itu kan laki-laki jadi pasti bisa dan harus bisa. Begitulah konsep pemikiran Kyuhyun sekarang
Tapi pemikiran hanya pemikiran, kenyataannya sangatlah sulit dilakukan.
Setelah menaiki wahana yang kalau di Indonesia dinamakan histeria, Kyuhyun mulai lemas, dia merasa berjalan selangkah saja akan membuatnya oleng(?), dan Kyuhyun yakin sepulang dari sini suaranya akan seperti angin.
Kyuhyun terus berjalan tanpa tahu kalau Sungmin mulai tertinggal di belakang.
"Sungmin noona, aku rasa aku sudah tidak sanggup lagi, bagaimana kala—"
Ucapan Kyuhyun terhenti saat sadar kalau lawan bicaranya tidak ada di sampingnya. Dia mulai menoleh kesana kemari, dan membulatkan matanya saat menengok ke belakang
"OMO! SUNGMIN-AH!"
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
a/n :
hai! hai! Setelah lama tidak muncul akhirnya ff ini kembali ke permukaan, sebenernya author udah mau publish chapter ini, tapi entah kenapa author akhir-akhir ini sibuk, jadinya begini deh *biasa mahasiswa* #plak
apa kalian cukup puas dengan chapter ini? Semoga gaya penulisan author ga hilang setelah sekian lama.
Makasih buat semua para readers yang uda mau baca dan review FF yang bisa dibilang ga ada apa-apanya ini.
Akhir kata,
Review pleasee~ :)
