You and Me
Chapter 5
Cast : All Member EXO and Other Cast.
Warning : Yaoi (boyXboy), typos bertebaran,
Alur kecepetan, Cerita gaje.
Rate : T
Genre : School Life, Family, and Romance.
Desclaimer : Semua cast hanya milik tuhan,
ff ini hanya milik saya.
Summary : Tidak ada perbedaan di antara kita.
.
.
Note : '{…}' - Percakapan yang menggunakan dalam kurung seperti itu, itu tandanya orang itu menggunakan bahasa isyarat.
.
.
.
.
.
.
Preview Chapter:
{Aku juga tak tau, Kai-ah!} Jawab Baekhyun ikut bingung.
"Kita ikutin saja, Baek! kajja!" Ucap Kyungsoo penasaran sambil menarik tangan Baekhyun pelan lalu berjalan pergi mengikuti Suho.
"Kajja, Hun! kita ikutin mereka!" Ujar Kai pada Sehun sambil berjalan pergi mengikuti Kyungsoo dan Baekhyun.
"Okelah, kajja!" Kata Sehun santai sambil berjalan di sampingnya Kai yang sedang mengikuti Kyungsoo dan Baekhyun.
.
.
.
.
.
.
Happy Read ^_^
.
.
.
.
.
.
-Author P.O.V-
.
.
(Di UKS)
.
.
"Kau tak apa-apa kan, Lu?" Tanya Kris setelah sampai di UKS.
"Aku tak apa-apa kok, Kris-ge! cuma sedikit pusing saja tadi!" Jawab Luhan sedikit menjelaskan.
"Kau yakin ge? bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja?" Ucap Tao khawatir.
"Tidak usah, Tao-ya! aku sungguh baik-baik saja kok!" Ujar Luhan sambil tersenyum meyakinkan.
.
.
"Lho kalian ber-4 kenapa ada di sini?" Tanya Suho bingung setelah sadar akan kehadiran Kyungsoo, Baekhyun, Kai, dan Sehun.
"Kami mengikutimu Suho-ya, soalnya kami penasaran kau terlihat terburu-buru sekali tadi!" Jawab Kyungsoo menjelaskan pada Suho.
"Oh iya soalnya aku panik mendengar Luhan berada di UKS!" Kata Suho jujur.
"Oh Luhan anak baru itu!" Ucap Kai santai.
"Kau dekat dengannya juga, Kai-ah? kalian kan satu kelas?" Tanya Suho kepo.
"Haha tidak, Suho-ya! aku hanya sekedar kenal saja belum terlalu dekat!" Jawab Kai dengan cengiran khasnya.
{Dia kenapa, Suho-hyung?} Tanya Baekhyun penasaran.
"Katanya dia hanya sedikit pusing saja!" Jawab Suho menjelaskan.
"Oh begitu" Ujar Sehun seadanya.
.
.
"Lah kok jadi ramai begini sih?" Tanya Chen saat baru menyadari ke-4 orang tersebut.
"Hehe maaf, kami hanya ingin menjenguk Luhan kok!" Jawab Kai dengan sedikit cengirannya.
"Maaf jadi merepotkan kalian untuk kesini, terimakasih sudah menjengukku!" Kata Luhan dengan senyumannya.
"Sama-sama! ku harap kita bisa berteman!" Ucap Kyungsoo ikut tersenyum.
"Tentu saja kalian boleh menjadi teman kami!" Ujar Lay senang karena mendapat teman baru lagi.
{Terimakasih!} Kata Baekhyun sopan.
"Sama-sama!" Ucap Xiumin sambil tersenyum.
"Oh ya, Lu! sepertinya kau harus makan, biar tak sakit!" Ujar Kris pada Luhan.
"Oke aku akan makan, tapi bisakah kita mengajak mereka semua juga ge?" Tanya Luhan meminta pendapat.
"Tentu saja, mereka akan ikut makan bersama siang ini!" Jawab Kris setuju.
"Wah asik! kita akan makan bareng lagi!" Kata Tao senang.
.
.
.
.
.
.
(Di sebuah caffe)
.
.
"Kau harus makan banyak! biar tak sakit, Lu!" Ucap Xiumin perhatian pada Luhan.
"Terimakasih, Xiu! sudah memperhatikanku!" Ujar Luhan berterimakasih.
"Huh, baby Xiu-ku kenapa kau hanya perhatian pada Luhan? aku kan juga mau di perhatikan!" Kata Chen pura-pura cemberut.
"Haha wajahmu jelek, jika seperti itu!" Ejek Chanyeol pada Chen.
"Aish, diam kau tuan Park!" Ucap Chen kesal.
"Boleh aku bertanya?" Ujar Kyungsoo pada semuanya.
"Ya tentu saja, kau ingin bertanya apa?' Kata Suho mewakili semuanya.
"Kalian kan anak baru ya, memangnya kalian ber-4 pindahan dari mana?" Tanya Kyungsoo penasaran.
"Kami pindahan dari China!" Jawab Kris santai.
"Wah, kalian dari China? pantas saja logat bicara kalian seperti ada china-chinanya gitu!" Ucap Kai jujur.
"Haha benarkah? ternyata kami belum bisa menghilangkan logat bicara kami ya!" Ujar Tao sedikit tertawa.
"Jadi mereka dari china? berarti ada kemungkinan dia adalah orang yang ku cari!" Kata Sehun dalam hati.
{Dari china? apa iya dia adalah orang yang sama dengan orang itu!} Batin Baekhyun sambil menatap ke arah Luhan dengan tatapan sedihnya.
"Lain kali kami akan mencoba menghilangkan logat bicara kami, agar tak mudah di ketahui haha!" Ucap Lay sambil tertawa.
.
.
.
.
.
.
(Malam hari di rumah keluarga Oh)
.
.
"Kalung ini, ya aku yakin sekali kalau kalung ini adalah kalung yang ku berikan padanya waktu itu!" Gumam Sehun pelan sambil melihat kalung yang ada di tangannya.
"Wah, bukankah itu kalungmu yang pernah kau berikan pada anak kecil waktu itu? kenapa kalungnya ada di kamu, nak?" Tanya sang eomma penasaran sambil duduk di sebelah anaknya.
"Iya ini memang kalungku yang waktu itu ku berikan padanya!" Jawab Sehun sedikit mejelaskan.
"Lalu kenapa kalung itu ada di kamu sekarang?" Tanya sang eomma kepo.
"Aku menemukan kalung ini di sekolah saat aku tak sengaja menabrak seseorang!" Jawab Sehun jujur.
"Baguslah kalau kamu sudah bertemu dengannya kembali!" Ujar sang eomma senang.
"Tapi eomma, aku bingung harus melakukan apa" Kata Sehun bingung.
"Tanyakan pada hatimu, siapa yang paling kau cinta! eomma yakin hatimu tau siapa yang terbaik untuk dirimu nak!" Ucap sang eomma meyakinkan anaknya.
"Terimakasih eomma sudah mau mendengarkanku!" Ujar Sehun sambil tersenyum.
"Sama-sama, anak-ku!" Kata sang eomma sambil ikut tersenyum.
.
.
.
.
.
.
(Di rumah sewaan milik Kris)
.
.
"Lu-ge, liat deh sih Lay kayaknya senyum-senyum terus!" Bisik Tao pada Luhan sambil memperhatikan gerak-gerik Lay.
"Mungkin dia baru jadian sama Suho!" Ucap Luhan asal.
"Kenapa kau berpikir seperti itu ge?" Tanya Tao bingung.
"Ya aku sih cuma asal jawab saja tadi, tapi mungkin sajakan mereka sudah jadian!" Jawab Luhan sedikit menjelaskan.
"Kalian sedang membicarakan apaan sih?" Tanya Kris tiba-tiba.
"Astaga! Kris-ge kau mengagetkan ku tau!" Ujar Tao kesal.
"Haha maaf baby panda-ku! habisnya kau dan Luhan terlihat serius sekali membicarakan suatu hal!" Kata Kris meminta maaf.
"Kami hanya membicarakan Lay yang senyum-senyum terus kok ge!" Ucap Luhan memberitahu Kris.
"Oh jadi soal itu!" Ujar Kris seadanya.
"Memangnya kau tau sesuatu ge?" Tanya Tao penasaran.
"Suho sudah menyatakan cintanya pada Lay!" Jawab Kris santai.
"Apa?! jadi kemungkinan itu sudah terjadi!" Kata Luhan sedikit kaget.
"Ya begitulah!" Ucap Kris seadanya.
"Lu-ge, Kris-ge kita harus minta traktiran nih ke Lay!" Ujar Tao semangat.
.
.
.
.
.
.
(Di sebuah taman)
.
.
{Kau ingin membicarakan soal apa?} Tanya Baekhyun bingung.
"Maaf Baekie, aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan denganmu!" Kata Sehun sedikit merasa bersalah karena akan menyakiti hati orang lain.
{Tapi kenapa? ku pikir hubungan kita baik-baik saja!} Ucap Baekhyun sambil menahan air matanya agar tak keluar.
"Aku sudah tak memiliki perasaan apapun padamu! ku pikir kita hanya bisa berteman saja, maafkan aku!" Ujar Sehun sedikit menjelaskan.
{Baiklah, kalau itu yang terbaik untuk kita!} Kata Baekhyun sambil menundukan kepalanya karena tak kuat menahan air matanya lagi.
"Kalau begitu, aku pamit pulang! permisi!" Ucap Sehun sambil berjalan pergi menuju pulang ke rumahnya.
{Kenapa? kenapa semuanya jadi begini!} Batin Baekhyun sambil menangis.
.
.
"Aish, eomma ini selalu saja menyuruhku membelikan makanan kesukaannya! padahalkan ada appa yang selalu bersedia setiap saat untuk membelikannya!" Gerutu Chanyeol pelan sambil berjalan menuju pulang ke rumahnya namun saat melewati sebuah taman dia seperti mendengar suara tangisan seseorang lalu dia pun berjalan memasuki taman tersebut untuk mencari tau asal suara tersebut.
"Lho itu seperti Baekhyun! bagaimana ini? apa aku samperin saja ya? aish, tapi bagaimana jika dia tak suka di temui sedang menangis? ah sudahlah aku samperin saja!" Gumam Chanyeol pelan sambil berjalan mendekati Baekhyun yang sedang duduk lalu setelah sampai Chanyeol pun duduk di samping Baekhyun.
"Kau kenapa? apa ada masalah?" Tanya Chanyeol hati-hati namun tanpa di duga Baekhyun malah memeluk Chanyeol sambil tetap menangis.
"Omona, dia memelukku!" Batin Chanyeol senang.
.
Beberapa menit kemudian tangisan Baekhyun pun berhenti, Lalu Baekhyun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
.
{Terimakasih} Ujar Baekhyun berterimakasih pada Chanyeol.
"Sama-sama, kenapa kau menangis?" Tanya Chanyeol penasaran.
{Hubunganku dengan Sehun sudah berakhir} Jawab Baekhyun jujur.
"Oh begitu" Kata Chanyeol seadanya dan di balas dengan keterdiaman Baekhyun.
"Aku tau ini salah, tapi aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu!" Ucap Chanyeol sambil menatap ke arah Baekhyun.
{Apa?} Tanya Baekhyun penasaran.
"Aku.. sebenarnya sudah lama sekali memperhatikanmu dari sebelum kau menjadi kekasih Sehun, bahkan sampai sekarang pun aku selalu memperhatikanmu! aku mencintaimu!" Ujar Chanyeol menyampaikan perasaannya selama ini pada Baekhyun.
{Kau mencintaiku?} Tanya Baekhyun tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Ya aku mencintaimu, tapi aku yakin kau tak suka padaku apalagi menjadi kekasihku!" Jawab Chanyeol jujur.
{Bagaimana kalau aku mau menjadi kekasihmu?} Kata Baekhyun sambil tersenyum ke arah Chanyeol.
"Apa?! itu tidak mungkin!" Ucap Chanyeol tak percaya.
{Aku mencintaimu! aku mau menjadi kekasihmu!} Ujar Baekhyun sambil masih tersenyum.
"Jadi kau mau menjadi kekasihku? dan kau mencintaiku?" Tanya Chanyeol meminta keyakinan sekali lagi dari Baekhyun.
{Iya aku mau! aku mencintaimu, Yeolie!} Jawab Baekhyun yakin dengan apa yang dia ucapkan.
.
.
.
.
.
.
(Pagi hari di koridor sekolah)
.
.
"Hei kalian!" Sapa Sehun pada ke-4 orang yang berpapasan dengannya di koridor.
"Hei juga!" Sapa balik Lay mewakili teman-temannya.
"Oh ya bolehkah aku berbicara dengan Luhan? sebentar saja, tak akan lama kok!" Kata Sehun meminta izin pada teman-temannya Luhan.
"Memangnya kau ingin bicara apa dengan adikku? bicarakan di sini saja!" Ucap Kris yang khawatir dengan Luhan.
"Haha Kris-ge kau tak boleh gitu dong! ya sudah kau boleh kok berbicara dengan Lu-ge, ku titip ya Lu-ge kau harus jaga dengan baik! kajja kita ke kelas Kris-ge, Lay-ah!" Ujar Tao mencoba merayu Kris agar membolehkan Sehun bebicara dengan Luhan sambil menarik tangan Kris pelan lalu berjalan pergi menuju kelas 3B di ikuti Lay yang berjalan di belakang Tao dan Kris.
"Maaf ya Kris-ge memang sangat mengkhawatirkanku!" Kata Luhan meminta maaf pada Sehun.
"Tak apa-apa kok!" Ucap Sehun seadanya.
"Kau mau membicarakan soal apa?" Tanya Luhan penasaran.
"Aku akan mengatakan padamu sesuatu tapi bukan di sini!" Jawab Sehun sambil mendorong pelan kursi roda Luhan menuju taman belakang sekolah.
.
.
.
.
.
.
(Di ruang musik)
.
.
"Apa?! jadi kau sudah jadian dengan Baekhyun? Wah, ini sulit di percaya!" Ujar Chen tak percaya setelah mendengarkan cerita Chanyeol.
"Ya terserah padamu mau percaya padaku atau tidak!" Kata Chanyeol santai.
"Tapi kenapa Sehun memutuskan hubungannya dengan Baekhyun tiba-tiba begini ya?" Tanya Xiumin penasaran.
"Ntahlah kata Baekie, sih Sehun sudah tak memiliki perasaan apapun lagi pada Baekie!" Jawab Chanyeol jujur.
"Pokoknya selamat deh untukmu, Yeol! semoga kau dan Baekhyun bisa langgeng hubungannya!" Ucap Chen mendoakan Chanyeol.
"Amin! makasih,Chen!" Ujar Chanyeol berterimakasih pada Chen.
"Sama-sama sahabat-ku!" Kata Chen seadanya.
.
.
.
.
.
.
(Di kelas 3B)
.
.
"Luhan kemana? kenapa hanya ber-3 saja?" Tanya Kai penasaran saat hanya melihat Kris, Lay, dan Tao.
"Lu-ge sedang berbicara dengan Sehun!" Jawab Lay jujur.
"Bicara? dengan Sehun? apa yang mereka bicarakan?" Tanya Kai kepo.
"Aku tak tau, tapi yang pasti aku sangat yakin mereka akan membicarakan hal yang serius!" Ucap Tao sedikit tersenyum.
"Pokoknya kalau adik-ku di sakitin, aku yang akan memukulnya!" Ujar Kris sedikit kesal.
.
.
.
.
.
.
(Di taman belakang sekolah)
.
.
"Jadi apa yang ingin kau katakan?" Tanya Luhan penasaran.
"Ini" Ucap Sehun sambil menunjukan sebuah kalung pada Luhan.
"Lho itukan kalungku!" Ujar Luhan kaget saat melihat kalungnya yang sempat hilang ternyata ada di Sehun.
"Ini, ambilah!" Kata Sehun sambil memberikan kalung itu pada Luhan.
"Terimakasih sudah mengembalikan kalungku!" Ucap Luhan sambil menerima kalung itu dari Sehun lalu memakai kalung tersebut di lehernya.
"Apakah kau masih ingat siapa yang memberikan kalung itu padamu?" Tanya Sehun sambil menatap ke arah Luhan.
"Kenapa dia bertanya seperti itu? apa dia adalah anak kecil waktu itu!" Batin Luhan sambil menatap ke arah Sehun.
"Hei Lu, kenapa kau tak menjawabku?" Ujar Sehun menyadarkan lamunan Luhan.
"Ah iya, aku masih mengingatnya!" Kata Luhan jujur.
"Jika ku katakan anak kecil itu adalah aku, apa kau percaya?" Tanya Sehun pada Luhan
"Jadi benar kau adalah anak kecil waktu itu?" Tanya balik Luhan pada Sehun.
"Iya Lu, aku anak kecil itu! sebenarnya sejak saat itu aku selalu memikirkanmu, bahkan aku sangat ingin bertemu denganmu lagi! ternyata tuhan menjawab semua doa-doa ku dengan mempertemukan mu dengan ku kembali di sini!" Jawab Sehun sedikit menjelaskan.
"Sejak saat itu aku juga berharap bisa bertemu dengan mu lagi, ternyata kita benar-benar bisa bertemu lagi di sini!" Ucap Luhan sambil menatap ke arah Sehun.
"Dan kau tau, Lu? aku sebenarnya sudah menyukaimu sejak saat itu dan seiring berjalannya waktu perasaan ku tumbuh menjadi cinta! Aku sangat mencintaimu, Lu! dan ku harap kau mau menjadi kekasihku!" Ujar Sehun mengukapkan perasaannya selama ini pada Luhan.
"Kalau aku boleh jujur, aku juga jatuh cinta pada pesonamu waktu itu! sampai sekarang pun rasa cintaku itu tak pernah berubah! aku masih sangat mencintaimu, Hun-ah! dan ya aku mau menjadi kekasihmu!" Kata Luhan jujur sambil tersenyum ke arah Sehun.
"Terimakasih, Lu!" Ucap Sehun sambil memeluk Luhan.
"Sama-sama, Hun-ah!" Ujar Luhan sambil membalas pelukan Sehun.
.
.
.
.
.
.
(Di kelas 3A)
.
.
"What?! jadi kakak beradik ini sudah mendapatkan kekasih dalam waktu yang sama ya!" Kata Kyungsoo sedikit menyindir Baekhyun dan Suho setelah mendengar cerita dari Suho dan Baekhyun.
"Ya memangnya kenapa? kau iri, Soo?" Tanya Suho ikut menyindir Kyungsoo.
"Haha sorry ya, Suho-ya! aku sih setia sama sih Kai saja!" Jawab Kyungsoo dengan sedikit tertawa.
{Itu baru sahabat-ku!} Ucap Baekhyun sedikit tersenyum.
"Haha iya, Baek!" Ujar Kyungsoo dengan sedikit tertawa.
.
.
.
.
.
.
(Siang hari di koridor sekolah)
.
.
"Hei, Baek!" Sapa Luhan saat berpapasan dengan Baekhyun di koridor sekolah dan di balas dengan senyuman dari Baekhyun.
"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Kata Luhan sambil menatap ke arah Baekhyun.
{Tentu, apa?} Ucap Baekhyun sedikit penasaran.
"Apakah kau pernah tinggal di china sebelumnya?" Tanya Luhan meminta kepastian pada Baekhyun.
{Iya, aku pernah tinggal di china!} Jawab Baekhyun jujur.
"Sebenarnya kau memiliki banyak ke samaan dengan seseorang yang sangat penting bagiku!" Ujar Luhan sambil masih menatap ke arah Baekhyun.
{Maksudmu dengan Xiao Baek, ya kan?} Kata Baekhyun sambil ikut menatap ke arah Luhan.
"Astaga! jadi kau benar-benar Xiao Baek yang ku kenal?" Tanya Luhan sambil sedikit mengeluarkan air matanya.
{Iya Xiao Lu, aku Xiao Baek!} Jawab Baekhyun sambil ikut mengeluarkan air matanya lalu memeluk Luhan.
"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi! maafkan aku, aku sungguh bodoh telah membuatmu pergi dulu! aku benar-benar bodoh, Xiao Baek!" Ucap Luhan menangis sambil membalas pelukan Baekhyun.
{Kau tak bodoh, Xiao Lu! kau adalah saudaraku yang terbaik!} Ujar Baekhyun setelah melepas pelukannya pada Luhan.
"Terimakasih, karena kau tetap menganggapku saudaramu!" Kata Luhan sambil tersenyum ke arah Baekhyun.
{Iya, sama-sama!} Ucap Baekhyun sambil ikut tersenyum ke arah Luhan.
.
.
.
.
.
.
Berakhirlah semua dengan bahagia, kisah dua orang saudara yang sempat terpisahkan namun di pertemukan kembali. Bahkan bukan hanya itu saja kisah cinta mereka pun juga berakhir bahagia dengan mendapatkan orang yang benar-benar mencintai mereka tanpa peduli apapun kekurangan mereka. Dan sedikit bumbu persahabatan yang sangat menyenangkan, mereka di kelilingi orang-orang yang menyayangi mereka dengan tulus.
.
.
.
.
.
.
-E.N.D-
.
.
.
.
.
.
Thanks untuk semua yang telah membaca, menfollow, menfauvorit, serta mereview FF ku ini. :)
.
.
Mohon maaf, jika FF ini tidak sesuai ke inginan chingudeul. :)
.
.
Sekalian mau promosi FF ku yang berjudul 'Can be Love?' tolong mampir di baca dan di review FF ku yang itu ya chingudeul hehe :) Thanks.
