¤Happy Read¤

Op' Ost: Go! (Flow)

Warning: Immortal human, Occ, abal", geje, Garing,Agama sesat ,dll.

¤Uchida tokugawa¤

-Present-

~JASHIN~

Summary:

Hidan yang immortal serta telah hampir ribuan tahun terkubur karena ulah Shikamaru saat dulu melawanya akhirnya kembali bangkit saat lubang tanah yang menguburnya tiba tiba saja bercahaya dan membuat tubuhnya kembali utuh yang ia percayai bahwa itu adalah berkah dari dewa Jashin, namun saat ia mengetahui bahwa dunia ini sudah berbeda dengan dunia shinobi dulu membuatnya penasaran dan akhirnya memutuskan untuk berkelana dan juga menyebarkan agama Jashinya!

Bagaimanakah kisah Hidan didunianya yang baru itu?

Chapter II

(Friends? Or enemy?)

.

.

.

.

.

.

.

.

"Tolong selamatkan Asia-chan" Ucap pemuda bersurai coklat tersebut sedangkan Hidan hanya memandang kearah gadis yang diikat tersebut kemudian kembali memandang Pemuda tersebut.

"Aku tidak janji" Balas Hidan kemudian mulai melangkah maju mendekati wanita gagak tersebut.

"Siap merasakan sakit ha?" Tanya Hidan sambil menyeringai.

"Kau yang akan merasakan sakit manusia lemah!" Balas wanita gagak tersebut sambil melemparkan sebuah cahaya menurut Hidan atau yang menurut Akeno adalah Tombak cahaya kearah Hidan.

Wussh!

Duar!

Duar!

"Matilah!" ucap Wanita gagak tersebut saat melihat Bahwa Hidan tidak menghindar saat dia serang tadi, namun Wanita itu terdiam dan shock saat mendengar suara Hidan dari arah atasnya, dan wanita gagak itu harus kembali shock saat melihat Hidan yang berdiri diatap gereja layaknya Reptile cicak, bahkan seluruh mahluk disana juga memandang Hidan shock.

"huuh...untung aku menghindar, kalau tidak, tubuhku ini bisa terpisah pisah, sedangkan Kakuzu yang bertugas menyatukan tubuhku saja sudah tidak ada" Ucap Hidan dari atas langit langit Gereja.

"Dia bukan manusia sembarangan" Ucap Wanita bersurai merah yang sedari tadi menonton pertarungan didepanya itu.

"Matilah!" Teriak Hidan yang melesat kearah Wanita gagak tersebut sambil menebaskan sabit bermata tiganya.

Wussh!

Trankk!

"Jangan harap kau bisa membunuhku manusia lemah" Ejek si wanita gagak yang sedang menangkis sabetan sabit Hidan dengan tombak cahayanya tersebut.

Hidan yang mendengar perkataan dari wanita gagak tersebut hanya diam dan semakin kuat mendorong sabitnya hingga membuat tombak cahaya milik wanita gagak tersebut retak yang tidak berapa lama kemudian hancur berkeping keping.

Krak!

Krak!

"Hm..lumayan untuk manusia sepertimu"

Crassh!

Si wanita gagak tersebut langsung menghindar kebelakang saat tombak yang ia gunakan untuk menahan serangan Hidan hancur dan harus rela saat lengan kirinya terkena sedikit goresan sabit Hidan yang membuatnya sedikit meringis perih.

"Hahaha! Kau tidak akan bisa membunuhku manusia rendahan! Dengan bantuan Secred Gear yang kudapatkan ini ,semua jenis luka dapat dengan mudah disembuhkanya!" Tawa wanita tersebut sambil menunjukan luka bekas sabetan sabit Hidan yang dengan perlahan mulai tertutup seperti sedia kala.

Sedangkan Hidan yang mendengar serta melihat yang ditunjukan wanita gagak tersebut hanya menyeringai dan semakin lebar seringainya saat melihat ada setetes darah diujung sabitnya dan dengan perlahan Hidan mendekatkan Sabitnya kearah mulutnya kemudian dengan perlahan menjilat tetes darah tersebut dan setelah itu kembali menatap wanita gagak dengan seringai mengejek.

"Jadi kau dapat mempunyai kemampuan Regenerasi ya, namun apakah kau bisa meregenerasikan luka ini hm?" Ucap Hidan pelan yang dengan perlahan tubuhnya mulai berwarna hitam pekat dengan aksen garis putih dibagian tubuhnya menyerupai tengkorak dan kemudian melangkah menuju kearah pintu gereja serta menjauhi wanita gagak tersebut.

Wanita gagak tersebut bingung melihat tingkah Hidan dan juga sedikit menaikan alis saat merasakan energi asing yang mulai memasuki tubuh Hidan saat memasuki mode terlarangnya.

"Kau mau kabur ha!" Teriak wanita gagak tersebut sambil memandang Hidan remeh.

Hidan hanya diam tidak menjawab perkataan wanita tersebut,Setelah beberapa saat Hidan menghentikan langkahnya ketika dia melihat sebuah lambang yang ia gambar saat melawan pendeta gila beberapa saat yang lalu itu, dan dengan pelan kemudian Hidan melangkah memasuki kedalam pola lambang tersebut.

"Bersiaplah untuk menikmati hadiah dari Jashin-sama!" Teriak Hidan dengan seringai Psycho dan mengeluarkan sebuah batangan besi hitam entah dari mana.

Sedangkan wanita gagak tersebut hanya memandang remeh Hidan kemudian tertawa keras.

"Hahaha! Jangan bermimpi manusia hina, kau saja tidak dapat melukaiku!" Ejek wanita tersebut sedangkan Hidan semakin memperlebar seringainya, dan kemudian mengangkat batangan besi tersebut dan mengarahkanya ke jantungnya.

Sedangkan Koneko yang berada dipinggir dan sedang menonton acara pertarungan yang sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya ini hanya memandang datar kemudian menggumakan sesuatu.

"Dia Abadi" Gumam Koneko pelan namun dapat didengar oleh Wanita bersurai merah yang berada disampingnya.

"Apa maksudmu Koneko?" tanya wanita tersebut penasaran.

"Lihat dan perhatikanlah Rias-Boucho" Jawab Koneko dengan pelan, sedangkan wanita yang bernama Rias itu kembali memandang kearah pertarungan Hidan.

Hidan yang sudah mengarahkan batangan besi tersebut kearah jantungnya kemudian menatap wanita gagak tersebut untuk terakhir kalinya dengan seringai mengejek.

"Matilah dengan tenang dan semoga amalmu diterima oleh Jashin-sama"

Crash!

Arrgggh!

¤Uchida¤

"Asia! *hiks*, Aku gagal *hiks*" Suara tangis Issei yang gagal menyelamatkan nyawa Asia serta sambil memeluknya erat.

"Apakah benda ini yang dimiliki gadis itu?" Tanya Hidan yang melangkah mendekati Issei sambil melemparkan sebuah cincin dari genggamanya tanganya.

Issei yang melihat Benda yang dilemparkan oleh Hidan tersebut kemudian menangkapnya dan menggenggamnya erat sambil kembali terisak, sedangkan Hidan yang melihat adegan didepanya itu hanya terdiam ,namun perhatianya kembali teralihkan saat mendengar suara panggilan dari arah belakangnya dan saat ia menoleh ia melihat perempuan bersurai merah yang sedang mendekat kearahnya dan Issei.

"Pemuda-san kau tidak apa apa?" Tanya Rias yang khawatir kepada Hidan apalagi saat melihat cara ia membunuh wanita gagak itu dengan cara menusuk dadanya sendiri, meskipun menurut Hidan itu biasa baginya, namun bagi orang tertentu apalagi orang baru pertama kali melihat ritual teraebut ,itu hal yang mengerikan.

"Ah, aku baik bai-!"

"Boucho tolong selamatkan Asia!"

Perkataan Hidan terpotong saat dengan tiba tiba Issei yang sedang mendekap tubuh tak bernyawa Asia itu berteriak kepada Rias untuk menghidupkan Asia kembali menggunakan evil piece.

Rias yang mendengar permintaan pionnya itu terdiam sebentar memikirkannya dan beberapa menit kemudian ia tersenyum kearah Issei.

"Baiklah, bawa Asia kemari" Perintah Rias kepada Issei yang sedang terisak bahagia.

"Arigatou boucho" Ucap Issei pelan sambil membawa Asia mendekat kearah Rias.

Sedangkan Hidan yang merasa bahwa dirinya sudah mengetahui siapa pemilik energi yang ia rasakan dari luar gereja saat ia melintas beberapa saat yang lalu itu kemudian berbalik dan melangkah pergi.

" Ara ara~ kau mau kemana tuan sadis~ fufufu~"

Langkah Hidan kembali terhenti saat ia merasakan sebuah pelukan dilengan kanannya dan saat ia menoleh ia melihat seorang gadis bersurai dark blue yang diikat pony tile sedang tersenyum kearahnya sambil memeluk lengan kananya.

"Astaga, aku akan diadzab oleh jashin-sama jika sampai memikirkan hal mesum ini" batin nista Hidan yang sedikit berpikiran mesum saat merasakan kedua aset gadis yang sedang memeluk lenganya itu menempel dilenganya, kemudian dengan iman miliknya yang menurut Hidan sudah diberi berkah oleh Jashin-sama, ia kembali menoleh kearah gadis tersebut dan langsung nosebleed saat melihat gadis tersebut menjilat bibirnya erotis.

"T-to-tolong bisa kau lepaskan pelukanmu?" Ucap Hidan yang terbata bata karena ia memang belum pernah merasakan hal yang seperti ini, bahkan di dunia shinobi dulu saja ia tidak pernah mendapatkan hal begini karena kegiatanya dulu hanya membunuh bunuh bunuh dan bunuh ,hanya itu saja dan tidak ada hal lain, sedangkan wanita yang memeluknya tadi hanya tertawa menggoda.

"Ufufufu baiklah tuan sadis, ku harap kau mau datang ke ruang klub kami tuan sadis~" Balas Wanita tersebut dengan nada sensual yang membuat Hidan kembali berkeringat dingin.

¤Skip time¤

Sekarang Hidan sedang duduk bersandar disofa didalam ruang klub yang dikatakan oleh wanita yang bernafsu tinggi menurut pandangan Hidan, sedangkan dihadapanya sang wanita yang dikatakan bernafsu tinggi oleh Hidan tadi hanya tersenyum sambil mengeluarkan kata kata khasnya dan disebelah wanita tersebut ada Rias yang juga sedang menatap Hidan.

"Jadi bisa kau jelaskan bahwa kau ini mahluk apa hidan-san?" Tanya Rias sambil menatap Hidan.

Hidan yang mendengar pertanyaan Rias hanya tersenyum kecil, "Aku Hidan sang manusia penganut Jashin-sama terakhir didunia ini" Jawab Hidan bangga sambil membusungkan dadanya.

Perkataan Hidan barusan tersebut sukses membuat sweatdrope hampir seluruh penghuni ruangan itu sedangkan Rias hanya mengehela nafas kecil saat mengetahui orang dihadapanya ini masuk kategori bodoh seperti Issei namun memiliki kekuatan aneh.

"Maksudku kau ini mahluk apa sampai mempunyai kekuatan aneh seperti itu dan yang lebih mengejutkan lagi kau tidak bisa mati" Ucap Rias yang kembali menjelaskan maksud pertanyaanya kepada Hidan.

"Bukankah sudahku jelaskan bahwa aku ini adalah manusia yang mendapatkan berkah dari Jashin-sama" Balas Hidan yang membuat Rias kembali menghela nafas untuk kesekian kalinya.

"Haah~ baiklah kalau begitu, jadi apa hal yang ingin kau tanyakan?" Desah Rias yang merasa bingung dengan jawaban Hidan tadi dan akhirnya memutuskan untuk menjawab beberapa pertanyaan Hidan tentang dunia yang sekarang.

Hidan yang mendengar perkataan Rias barusan segera menatapnya serius sedangkan Rias yang melihat tatapan Hidan yang serius pun ikut serius juga.

"Bisa kau jelaskan kejadian apa saja yang terjadi selama ini?" Tanya Hidan.

Rias terdiam sebentar saat mendengar pertanyaan Hidan barusan kemudian memandang Hidan.

"Baiklah jika kau ingin mengetahuinya namun ini akan menjadi cerita yang panjang" jelas Rias sedangkan Hidan hanya mengangguk pasti dan kemudian Rias menjelaskan seluruh peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi didunia dan underworld, dimulai dari great war hingga sampai perang perebutan tahta dengan para iblis golongan lama.

Setelah hampir dua jam mendengar penjelasan panjang lebar dari Rias akhirnya Hidan hanya bisa terdiam karena ia memikirkan suatu hal yang janggal dari kisah yang diceritakan oleh Rias barusan.

"Kenapa aku tidak mendengar kisah shinobi dan desa lainya ya, apakah aku ini memang benar didunia shinobi? Masih banyak hal yang belum kuketahui selama aku terkubur waktu itu" Batin Hidan yang bingung karena dari kisah Rias yang ia dengar hanya menceritakan tentang ke empat ras yang berperang ditambah oleh ras naga yang juga ikut berperang, namun hal yang masih mengganjal dalam pikiran Hidan adalah kemanakah para penduduk Shinobi? Apakah mereka dimusnahkan? Jangan menganggap remeh Shinobi, bahkan Seorang shinobi dapat memanggil dewa shininggami meskipun harus mengorbankan nyawa sang pengguna, jadi apakah yang terjadi selama ia terkubur?.

"Jadi apakah kau sudah mengerti?" Tanya Rias yang merasa bahwa penjelasanya sudah cukup untuk membuat Hidan mengerti.

Hidan hanya mengangguk pelan kemudian Tersenyum serta terkekeh pelan yang membuatnya ditatap bingung oleh Rias serta para penghuni klub penelitian ilmu gaib.

"Kau kenapa Hidan-san?" Tanya Rias dengan nada bingung.

Hidan yang ditatap bingung oleh Rias serta yang lainya pun hanya memperlebar seringainya, kemudian dengan pelan ia mulai berdiri dari duduknya dan menatap seluruh penghuni ruang klub.

"Aku hanya senang akhirnya si Nara itu musnah dan juga aku akhirnya bisa mengharumkan nama Jashin-sama dengan menyebarkannya kepada para penduduk termasuk kalian" Ucap Hidan bersemangat dengan air mata yang mengalir deras dari kedua matanya serta background yang seketika berubah menjadi pantai dengan ombak yang berdebur besar, sedangkan Semua penghuni klub tersebut hanya bisa sweatdrope massal bahkan Koneko sampai menjatuhkan rahangnya dan kiba yang memasang facepalm.

"Apakah ia penganut ajaran sesat yang taat" Batin Rias saat melihat serta mendengar ambisi dari seorang penggila jashin itu.

"Ara ara~ Ufufu~" Hanya itu respon yang dikeluarkan Akeno saat melihat Hidan barusan dan jangan lupakan sebuah biji keringat yang menggantung dibelakang kepala Akeno, sedangkan Issei yang sudah sadar dari acara sweatdropenya kemudian menatap Hidan.

"Apakah Jashin itu sebuah Agama atau organisasi,?" Tanya Issei kepada Hidan yang menoleh kearahnya ketika mendengar pertanyaan darinya.

"Jashin adalah sebuah Agama yang telah dianugrahi" Jawab Hidan dengan mata yang berapi api.

"Ah baiklah" Hanya itu respon Issei saat mendengar jawaban dari Hidan barusan.

Rias yang ingat tujuan utamanya kemudian menatap Hidan sambil tersenyum, "Apakah Kau mau masuk kedalam keluargaku?" Tanya Rias.

Sedangkan Hidan yang mendengar perkataan Rias barusan hanya terdiam sambil menatap kearah luar dari jendela, mungkin sipenganut jashin terakhir ini sedang memikirkan keuntungan dan kerugiannya jika ia memasuki keluarga Rias, sebab dari yang ia dengar dari cerita Rias tadi bahwa jika ia memasuki keluarga Rias maka ia akan direinkarnasi menjadi iblis, memang mungkin hidupnya abadi akan tetapi tanpa itupun ia sudah hidup abadi, dan setelah beberapa saat terdiam akhirnya Hidan menoleh menatap Rias.

"Aku menolaknya untuk saat ini, namun lihat saja untuk beberapa waktu kedepan" Ucap Hidan pelan sedangkan Rias yang mendengar perkataan tersebut hanya tersenyum.

"Ah tentu Hidan-san dan juga kau bisa tinggal diruang klub ini, jika kau mau" balas Rias yang juga menawarkan tempat untuk Hidan tinggal.

"Terimakasih semoga kau mendapat berkah dari jashin-sama" Ucap Hidan sambil bergaya ala ustad dan untuk terakhir kalinya seluruh penghuni klub tersebut harus dibuat sweatdrope oleh tingkah Hidan.

¤Uchida¤

Pagi itu diruang klub penelitian ilmu gaib sudah berkumpul semua anggotanya termasuk Asia yang baru kemarin malam menjadi anggota klub, dan klub tersebut menjadi ramai saat Hidan yang tidak terima atas keputusan Rias dengan memasukannya kedalam academy.

"Apa apaan ini! Mengapa aku harus masuk academy hah?, asal kau tahu umurku ini sudah 100 tahun" Tolak Hidan sambil menatap Rias yang malah tersenyum.

"Dan usiaku hampir 1000tahun, Dan tetap sekolah" Balas Rias seringai kemenangan.

"Mesk- Apa!" Kalimat Hidan terputus saat mendengar usia Rias barusan, kemudian Ia bergumam pelan , "Baiklah Oba-chan" gumam Hidan pelan.

Twich!

Muncul perempatan didahi Rias saat mendengar perkataan terakhir Hidan yang mengatainya 'Oba-chan' kemudian dengan mata yang bersinar merah Rias menatap Hidan yang mulai berkeringat dingin, sedangkan Akeno hanya bisa mengatakan 'Ara ara/ Ufufufu' ketika melihat kejadian dihadapanya ini.

"Kau memanggilku apa tadi Hm?" Tanya Rias sambil tersenyum manis namun menurut Hidan itu adalah senyum yang lebih mengerikan dari senyum Orochimaru.

"T-tidak Oi" Balas Hidan sambil terbata.

"Enyahlah!"

"Gyaaaaa"

"Ara ara"

-At class-

"Jadi ini adalah ruang kelasmu Hidan-san" Ucap seorang Guru yang mengantar Hidan menuju kelasnya sehabis dari ruang kepala sekolah karena mendafar disekolah ini.

"Arigatou" Ucap Hidan pelan kemudian menghadap kearah pintu dan menghela nafas sebentar, "Demi Jashin-sama" Sambung Hidan pelan kemudian mengetuk pintu kelas tersebut.

Tok!

Tok!

Tok!

"Silahkan"

Setelah mendengar jawaban dari dalam kemudian Hidan langsung menggeser pintu tersebut dan memasukinya, saat memasukinya semua pandangan tertuju kepada Hidan sedangkan Guru yang mengajar dikelas tersebut hanya tersenyum saat murid baru yang dikatakan akan masuk kelas ini ternyata sudah tiba.

"Anak anak dia ini adalah murid pindahan baru dari palestina, dan kau silahkan perkenalkan diri" Ucap Guru tersebut yang menyuruh Hidan untuk memperkenalkan diri juga.

Hidan sedikit bingung saat mendengar perkataan guru tersebut yang mengatakanya berasal dari palestina, namun ia hanya diam dan lebih memilih mengagguk karena tidak ingin mendapatkan hal merepotkan dihari pertamanya sekolah.

"Perkenalkan Namaku Hidan , hobbyku adalah berdoa kepada Jashin-sama, ketidak sukaanku adalah hal yang menghina Jashin-sama dan juga jika menurut temanku dulu jika 'Seni adalah ledakan' maka menurutku 'Agama adalah Jashin' " Ucap Hidan memperkenalkan diri sedangkan seluruh penghuni kelas tersebut langsung sunyi seketika.

"Baiklah Hidan-san kau bisa duduk dibangku paling belakang" Ucap sang Guru yang terlebih dahulu sadar dari acara sweatdrope massal karena mendengar perkenalan Hidan barusan.

Sedangkan Disebelah bangku yang Hidan duduki terdapat seorang perempuan bersurai biru sepunggung yang sedari tadi menatap wajah Hidan dan saat Hidan membalas tatapanya ,perempuan tersebut langsung menunduk dengan wajah merona entah karena apa, Hidan hanya menaikan alis saat melihat tingkah aneh perempuan itu dan akhirnya Hidan memutuskan untuk berkenalan dengan perempuan tersebut.

"Yo~ perkenalkan namaku Hidan" Ucap Hidan menperkenalkan diri.

Perempuan tersebut tersentak dan kemudian gugup saat mendengar kalimat Hidan yang ingin berkenalan dengannya kemudian dengan nada gugup dan wajah yang merona perempuan tersebut membalas perkataan Hidan tanpa menatapnya.

"P-Perkenalkan namaku Esdeath, senang berkenalan denganmu Hidan-kun" Balas perempuan yang bernama Esdeath tersebut dengan nada yang pelan diakhir kalimatnya.

Hidan sedikit menaikan alisnya saat mendengar kalimat akhir perempuan yang bernama Esdeath tersebut, namun akhirnya lebih memilih tersenyum.

-Skip time-

Siang harinya tepat diatap sekolah tersebut terdapat sesosok manusia yang kita kenal dengan nama Hidan itu sedang berbaring sambil memandang langit cerah, namun acara bersantainya itu buyar saat mendengar suara langkah dari arah belakangnya, Hidan hanya diam saat mengetahui bahwa yang mendatanginya itu adalah teman sebangkunya.

"Ano Hidan-kun" Ucap Esdeath gugup saat melihat Hidan yang sedang bersantai itu.

"Nande?" Balas Hidan sambil melirik kearah Esdeath yang berdiri dibelakangnya dan dikedua tanganya sedang memegang Kotak bentou yang berukuran lumayan besar.

"Apakah kau sudah makan Hidan-kun? Jika belum maka aku menawarkan untukmu ini" Tawar Esdeath sambil menjulurkan Kotak Bentou kearah Hidan.

"Ah kebetulan sekali aku memang belum makan, Arigatou semoga kau mendapat anugerah Jashin-sama" Balas Hidan yang Berterimakasih sambil tersenyum kearahnya dan jangan ditanyakan lagi bagaimana keadaan Esdeath saat melihat senyuman Hidan, ia merona dan menunduk, memang Ini terdengar gila namun entah mengapa Ia bisa jatuh cinta pandangan pertama saat melihat Hidan.

Setelah mengucapkan kata terimakasih dan berdoa kemudian Hidan membuka kotak bentou tersebut dan mulai melahapnya sedangkan Esdeath hanya terdiam gugup disebelahnya.

"B-bagaimana rasanya?" Tanya Esdeath gugup.

Sedangkan Hidan yang mendengar pertanyaan Esdeath tersebut hanya tersenyum kecil.

"Makananmu sungguh enak dan aku baru pertama kali memakan makanan seenak ini, pria yang akan menjadi suamimu pasti sangat beruntung" Ucap Hidan dengan mata yang berkobar dan background ruang angkasa.

Esdeath yang mendengar perkataan Hidan barusan semakin merona dan kemudian tersenyum manis dan melangkah menuju Hidan berniat untuk duduk disebelahnya namun naas karena saat ingin mendekat kearah Hidan, kaki Esdeath terkilir dan membuatnya kehilangan keseimbangan dan karena tempat Hidan duduk adalah dibagian pinggir jadi akhirnya terjatuh dari gedung sekolah berlantai 5 itu

Kyaaaa!

"Esdeath!"

Tap!

Tap!

Wussh!

Hidan yang melihat Esdeath terjatuh dan terjun bebas dari gedung sekolah tersebut kotak bentounya kesembarang arah dan ikut melompat terjun ingin menyelamatkan teman sebangkunya tersebut.

Sedangkan dikelas XII A dilantai empat tempat Rias dan Akeno berada sedang kosong tidak ada pelajaran, Rias yang sedang diam entah memikirkan apa sambil memandang keluar jendela itu seketika shock+Sweatdrope saat dengan gerakan slow motion ia melihat Hidan yang terjun bebas dengan gaya seperti berenang seperti ingin menggapai sesuatu.

"Akeno ayo kita kebawah, aku merasakan akan terjadi sesuatu" Ajak Rias yang langsung diikuti Akeno.

Sedangkan Esdeath yang merasakan bahwa ia akan mati sebentar lagi hanya memejamkan matanya erat dan bersiap merasakan sakit yang luar biasa habis ini ,namun ia tidak merasakan hal tersebut dan malah merasakan hangat seperti dipeluk seseorang dan ketika ia memberanikan membuka matanya ia kembali merona dan menangis saat melihat bahwa ia telah dipeluk oleh Hidan dengan posisi Hidan dibawah dan Esdeath diatas.

"Dasar ceroboh" Ucap Hidan pelan sambil memeluk Esdeath.

Wusssh!

Braaak!

Ugh!

Suara saat tubuh Hidan membentur beton dengan keras dan ditambah tubuh Esdeath yang menindihnya dari atas.

"Hiks Hiks*

Esdeath hanya menangis sambil memeluk dada Hidan erat karena menyangka bahwa Hidan telah mati karena melindunginya.

"Oi jangan memeluku terlalu erat, itu membuatku sakit dan susah bernafas tahu" Ucap Hidan sambil merintih saat merasakan beberapa tulang punggungnya patah dan membutuhkan waktu agak lama untuk beregenerasi kembali, sedangkan Esdeath yang mendengar suara Hidan pun mendongak kemudian kembali menangis keras sambil memeluk Hidan.

"K-ku kira kau sudah mati Hidan-kun, tapu syukurlah" Ucap Esdeath lirih sambil masih sesenggukan.

"Tenang saj-"

Perkataan Hidan terputus saat merasakan hawa tidak mengenakan dari arah belakangnya dan benar saja saat menoleh ia melihat Rias yang menatapnya dengan tampang yakuza yang bersiap menghabisi mangsanya.

"B-bisa ku jelaskan" ucap Hidan terbata.

¤FBC¤

Yo! Bagaimana? Jelek? Gomen ^^

Terimakasih sudah mau membaca ficku ya~

End ost: Goya no Machiawase (Hello sleepwalker)

.Jashin Belong's Uchida tokugawa.

.Thanks Read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-