¤Happy Read¤
Op' Ost: VIVID (May'in) ost Blood lad
Warning: Immortal human, Occ, abal", geje, Garing,Agama sesat ,dll.
¤Uchida tokugawa¤
-Present-
~JASHIN~
Summary:
Hidan yang immortal serta telah hampir ribuan tahun terkubur karena ulah Shikamaru saat dulu melawanya akhirnya kembali bangkit saat lubang tanah yang menguburnya tiba tiba saja bercahaya dan membuat tubuhnya kembali utuh yang ia percayai bahwa itu adalah berkah dari dewa Jashin, namun saat ia mengetahui bahwa dunia ini sudah berbeda dengan dunia shinobi dulu membuatnya penasaran dan akhirnya memutuskan untuk berkelana dan juga menyebarkan agama Jashinya!
Bagaimanakah kisah Hidan didunianya yang baru itu?
Chapter III
(My Girlfriend)
.
.
.
.
.
.
.
.
Siang harinya tepat diatap sekolah tersebut terdapat sesosok manusia yang kita kenal dengan nama Hidan itu sedang berbaring sambil memandang langit cerah, namun acara bersantainya itu buyar saat mendengar suara langkah dari arah belakangnya, Hidan hanya diam saat mengetahui bahwa yang mendatanginya itu adalah teman sebangkunya.
"Ano Hidan-kun" Ucap Esdeath gugup saat melihat Hidan yang sedang bersantai itu.
"Nande?" Balas Hidan sambil melirik kearah Esdeath yang berdiri dibelakangnya dan dikedua tanganya sedang memegang Kotak bentou yang berukuran lumayan besar.
"Apakah kau sudah makan Hidan-kun? Jika belum maka aku menawarkan untukmu ini" Tawar Esdeath sambil menjulurkan Kotak Bentou kearah Hidan.
"Ah kebetulan sekali aku memang belum makan, Arigatou semoga kau mendapat anugerah Jashin-sama" Balas Hidan yang Berterimakasih sambil tersenyum kearahnya dan jangan ditanyakan lagi bagaimana keadaan Esdeath saat melihat senyuman Hidan, ia merona dan menunduk, memang Ini terdengar gila namun entah mengapa Ia bisa jatuh cinta pandangan pertama saat melihat Hidan,padahal jika ia digoda bahkan disentuh pria asing, ia tak segan sampai membunuhnya :v
Setelah mengucapkan kata terimakasih dan berdoa kemudian Hidan membuka kotak bentou tersebut dan mulai melahapnya sedangkan Esdeath hanya terdiam gugup disebelahnya.
"B-bagaimana rasanya?" Tanya Esdeath gugup.
Sedangkan Hidan yang mendengar pertanyaan Esdeath tersebut hanya tersenyum kecil.
"Makananmu sungguh enak dan aku baru pertama kali memakan makanan seenak ini, pria yang akan menjadi suamimu pasti sangat beruntung" Ucap Hidan dengan mata yang berkobar dan background ruang angkasa.
Esdeath yang mendengar perkataan Hidan barusan semakin merona dan kemudian tersenyum manis dan melangkah menuju Hidan berniat untuk duduk disebelahnya namun naas karena saat ingin mendekat kearah Hidan, kaki Esdeath terkilir dan membuatnya kehilangan keseimbangan dan karena tempat Hidan duduk adalah dibagian pinggir jadi akhirnya terjatuh dari gedung sekolah berlantai 5 itu
Kyaaaa!
"Esdeath!"
Tap!
Tap!
Wussh!
Hidan yang melihat Esdeath terjatuh dan terjun bebas dari gedung sekolah tersebut segera melempar kotak bentounya kesembarang arah dan ikut melompat terjun ingin menyelamatkan teman sebangkunya tersebut.
Sedangkan dikelas XII A dilantai empat tempat Rias dan Akeno berada sedang kosong tidak ada pelajaran, Rias yang sedang diam entah memikirkan apa sambil memandang keluar jendela itu seketika shock+Sweatdrope saat dengan gerakan slow motion ia melihat Hidan yang terjun bebas dengan gaya seperti berenang seperti ingin menggapai sesuatu.
"Akeno ayo kita kebawah, aku merasakan akan terjadi sesuatu" Ajak Rias yang langsung diikuti Akeno.
Sedangkan Esdeath yang merasakan bahwa ia akan mati sebentar lagi hanya memejamkan matanya erat dan bersiap merasakan sakit yang luar biasa habis ini ,namun ia tidak merasakan hal tersebut dan malah merasakan hangat seperti dipeluk seseorang dan ketika ia memberanikan membuka matanya ia kembali merona dan menangis saat melihat bahwa ia telah dipeluk oleh Hidan dengan posisi Hidan dibawah dan Esdeath diatas.
"Dasar ceroboh" Ucap Hidan pelan sambil memeluk Esdeath.
Wusssh!
Braaak!
Ugh!
Suara saat tubuh Hidan membentur beton dengan keras dan ditambah tubuh Esdeath yang menindihnya dari atas.
"Hiks Hiks*
Esdeath hanya menangis sambil memeluk dada Hidan erat karena menyangka bahwa Hidan telah mati karena melindunginya. (dan seketika langit langsung mendung dan turunlah hujan dengan lebat bahkan sangat lebat yang membuat tubuh hidan terbang keangkasa tertiup angin dan kemudian tersambar petir)
*Hidan : Njiiirrrr sadis amat nasib gw*
*Author: :v :v :v *
*Back to story*
"Oi jangan memeluku terlalu erat, itu membuatku sakit dan susah bernafas tahu" Ucap Hidan sambil merintih saat merasakan beberapa tulang punggungnya patah dan membutuhkan waktu agak lama untuk beregenerasi kembali, sedangkan Esdeath yang mendengar suara Hidan pun mendongak kemudian kembali menangis keras sambil memeluk Hidan.
"K-ku kira kau sudah mati Hidan-kun, tapi syukurlah" Ucap Esdeath lirih sambil masih sesenggukan.
"Tenang saj-"
Perkataan Hidan terputus saat merasakan hawa tidak mengenakan dari arah belakangnya dan benar saja saat menoleh ia melihat Rias yang menatapnya dengan tampang yakuza yang bersiap menghabisi mangsanya.
"B-bisa ku jelaskan" ucap Hidan terbata.
"Jelaskan tentang apa hm?" Balas Rias pelan sedangkan Hidan semakin berkeringat dingin karena merasa terpojok, "Sepulang sekolah datanglah keruang klub bersama Esdeath, dia pasti butuh banyak penjelasan tentang kenapa kau tidak mati sehabis terjatuh dari lantai 5" Sambung Rias pelan kemudian melangkah kembali kedalam kelas.
"Tentu" Balas Hidan yang masih terlentang karena diatas tubuhnya masih ada Esdeath yang sesenggukan sambil memeluknya.
"Bisa kau lepaskan pelukanmu Esdeath, kita dilihat banyak orang lho" Ucap Hidan pelan sambil menepuk pundak Esdeath yang membuat si empu mendongak menatap Hidan sebentar kemudian menatap sekelilingnya dan memang benar kata Hidan bahwa mereka sedang dilihat oleh banyak Orang dan kemudian Esdeath menundukan wajahnya menyembunyikan wajahnya yang sudah berwarna merah padam karena malu.
"Haah lumayan pegal pegal juga" Ucap Hidan pelan yang sudah berdiri sambil menepuk nepuk bagian belakang celananya ingin membersihkan debu sehabis ia terjatuh tadi, seusai itu kemudian Hidan menoleh kearah Esdeath yang masih menunduk dibelakangnya.
"Ayo kembali kekelas Esdeath" Ajak Hidan, sedangkan Esdeath hanya mengagguk kecil kemudian memegang bagian belakang baju Hidan dan mengikutinya dari belakang.
Tidak sampai dua menit Hidan berjalan akhirnya Hidan sampai didepan sebuah kelas yang ia ketahui bahwa itu kelas yang ia tempati sama seperti Esdeath.
"Telat sekalinya ya, ah biarlah" Ucap Hidan pelan ketika melihat bahwa kelas yang akan ia masuki itu sudah memulai kegiatan belajar mengajarnya, dan kemudian dengan agak keras Hidan mengetuk pintu kelas tersebut.
Tok!
Tok!
Tok!
Sreek!
"Maaf kami terlambat Sensei"
Suara Hidan yang membuka pintu seusai mengetuknya dan kemudian membungkuk hormat diikuti Esdeath untuk meminta maaf karena terlambat dan juga mereka berdua langsung jadi perhatian seisi kelas, karena banyak yang mengaggap mereka berdua adalah sepasang kekasih.
Sedangkan sang Sensei hanya mengehela nafas sejenak kemudian mengangguk mengizinkan Hidan dan Esdeath untuk masuk yang dibalas anggukan oleh Hidan.
"Nah kalau begitu kalian buka buku paket sejarah kalian halaman 234 dan kerjakan soal A sampai selesai" Perintah sang Sensei kepada semua murid nya yang kemudian dilaksanakan oleh semu murid kelas itu.
-Skip time-
Sore harinya saat pulang Sekolah dan juga tak lupa Hidan serta Esdeath datang ke klub Rias untuk mendapat penjelasan kejadian tadi siang setelah itu kemudian Hidan memutuskan untuk keluar mencari angin karena bosan dan sebelum pergi ia juga sudah berbicara kepada Rias kalau ia akan pergi keluar untuk mencari angin atau istilah gaulnya adalah jalan jalan.
"Dunia ini sungguh aneh, bahkan aku tidak dapat merasakan keberadaan chakra dalam radius beberapa kilometer dari kota ini, sebenarnya apa yang terjadi selama aku terkubur? Yang terakhir aku ingat adalah ketika aku diedo tensei oleh kabuto waktu penyerangan didesa suci itu" Ucap Hidan entah pada siapa yang sekarang ini sedang berjalan pelan diarea taman yang sudah sepi pengunjung karena hari sudah mulai gelap menandakan malam akan tiba, namun perhatian Hidan teralihkan ketika mendengar sebuah teriakan dari arah sampingnya dan ketika ia menoleh kearah sumber suara ia melihat seorang wanita yang sedang ingin diperkosa oleh seorang pria yang sekarang sedang berusaha melepas kancing kemeja wanita tersebut, sedangkan Hidan yang melihat hal tersebut kemudian dengan langkah pelan menghampiri pria bejat tersebut.
"Hoi~ Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Hidan yang berada hanya selangkah dari pria yang sekarang masih memunggunginya itu dan masih melakukan Aksin bejatnya sedangkan sang wanita yang melihat Hidan berusaha meminta tolong dengan berteriak dan membuat sipria bejat itu tersadar bahwa dibelakangnya terdapat seseorang kemudian pria tersebut menoleh dan menemukan Hidan yang tersenyum manis kearahnya namun didahinya sudah banyak perempatan menonjol yang membuktikan bahwa senyumnya kali ini bukanlah senyum malaikat melainkan senyum shininggami.
"S-Siapa k-!"
Buagh!
"ugh!"
Perkataan Pria tersebut terputus ketika dengan keras Hidan langsung menghadiahi pipi pria tersebut dengan bogemnya yang membuatnya terlempar beberapa meter dan akhirnya menabrak sebuah pohon.
"T-temee! (Brengsek) " ucap Pria yang tadi terkena bogem mentah Hidan berusaha untuk bangkit dan mengeluarkan sebuah pisau kemudian berlari kearah Hidan sambil menghunuskan pisau yang berada ditanganya itu tepat kearah jantung Hidan.
Jleb!
Suara pisau yang menancap tepat dijantung Hidan sedangkan pria yang menusuknya hanya menyeringai namun seringainya luntur seketika saat melihat Hidan yang bukanya merasa kesakitan karena tubuhnya tertusuk pisau malah menatapnya malas seakan pisau yang menusuknya itu tidak memberi rasa sakit sama sekali pada tubuhnya.
"Kau membuatku bosan" Ucap Hidan malas sambil menatap pria yang menusuknya itu datar sedangkan pria yang menusuknya tadi semakin kaget dan kembali menusukan pisaunya berulang kali.
Jleb!
Jleb!
Jleb!
"Hoaam~"
Hidan yang melihat si pria tadi menusukan pisaunya berkali kali hanya menguap lebar sambil menatap malas pria dihadapanya ini.
"S-siapa kau ini? S-setan!" Tanya pria tersebut ketakutan karena Hidan tidak mati ketika jantungnya ditusuk dan akhirnya pria tersebut lari terbirit birit meninggalkan Hidan dan juga perempuan yang akan diperkosanya beberapa saat yang lalu.
"Njir...Hidan sang penganut Jashin-sama tertaat ini dibilang setan, dasar aneh" Ucap Hidan Narsis dan kemudian Hidan menoleh kearah Wanita yang masih duduk terdiam dibelakangnya dan hanya melihat dalam diam mulai sedari tadi.
"Nah kau sekarang sudah aman, cepatlah pulang" Ucap Hidan pelan sambil menatap wanita itu dengan tersenyum.
"A-arigatou" Balas perempuan itu pelan kemudian melangkah pergi dari hadapan Hidan.
Hidan yang melihatnya sudah pergi kemudian berbalik dan kembali melanjutkan jalannya namun terhenti ketika ia melihat noda darah yang merembes diarea dadanya dan juga jika ia kembali berjalan kemudian banyak dilihat orang ia bisa disangka korban pembunuhan, akhirnya Hidan melangkah kembali kekuoh academy.
Sesampainya dikuoh tepatnya didepan ruangan penelitian ilmu gaib, Hidan yang berniat masuk dan akan memegang gagang pintu terhenti ketika mendengar teriakan kemarahan seorang perempuan yang ia yakini adalah suara Rias yang sepertinya sedang marah.
-At club-
Rias dan seluruh budaknya tidak menyangka bahwa malam ini mereka akan kedatangan sang phenex muda atau yang lebih mudah dikenal dengan nama Raiser calon suami Rias, dan sudah ditolak Rias mentah mentah namun para tetua dari clan nya tetap memaksanya untuk menerima lamaran phenex muda itu yang akhirnya Rias tidak bisa berkutik dan menerima lamaran tersebut.
"Selamat malam Rias sayang" Ucap Raiser yang baru muncul diruangan klub tersebut sambil menyeringai kearah Rias yang memandangnya jijik.
"Mau apa kau datang kesini Raiser?" Tanya Rias dengan nada tidak suka, sedangkan Raiser yang mendengar pertanyaan Rias barusan hanya tertawa pelan dan kemudian tersenyum kearah Rias.
"Apakah salah jika seorang calon suamimu melihat keadan calon istrinya?" Balas Raiser pelan kemudian mulai melangkah mendekati Rias yang sedang duduk disofa dan duduk disebelahnya.
"Cih! Aku menolak pertunangan itu Raiser! Jangan harap dan juga aku sudah mempunyai seorang pacar" Ucap Rias marah dan diakhir kalimatnya ia menyeringai ketika mengatakan "kekasih" dan juga ditatap bingung oleh Akeno dan juga Koneko karena setahu mereka Rias belum mempunyai kekasih.
"Siapa kekasih Boucho?" Batin Akeno dan Koneko bersamaan.
Raiser yang mendengar bahwa Rias sudah mempunyai kekasih awalnya kaget namun beberapa saat kemudian kembali tersenyum namun senyumnya kali ini terkesan mengejek.
"Aku tidak peduli jika kau sudah memiliki kekasih Rias, yang terpenting kau sudah menjadi tunanganku dan jika kekasihmu itu ingin merebutmu dariku aku tinggal memusnahkannya saja, dan juga aku ini Abadi serta tak terkalahkan Rias" Ejek Raiser sambil menatap Rias yang marah.
"Kau belum bertemu dan melawan Hidan-senpai hm" Ucap Koneko pelan bahkan seperti bisikan yang membuat dirinya ditatap oleh seluruh penghuni ruangan tersebut,Sedangkan Raiser yang mendengar perkataan Koneko barusan tertawa keras.
"Hahahha! Siapa lagi Hidan itu ha? Apakah mahluk lemah yang kalian banggakan atau salah satu budak lemahmu Rias?" Tanya Raiser sambil memandang Rias yang memandangnya tajam.
"Kau salah besar jika ber-!"
"Cukup Raiser! Jika kau hanya ingin mengejek pa-!"
Cklek!
"ada apa ini ribut-ribut?"
Perkataan Koneko terpotong oleh suara Rias yang sudah memasuki fase emosi dan akhirnya seluruh penghuni klub tersebut diam ketika pintu ruangan klub terbuka dan menampakan sosok Hidan yang baru kembali dari jalan jalannya dan memandang mereka semua dengan tatapan bingung,sedangkan Rias yang melihat Hidan kembali kemudian dengan senyuman manisnya ia menghampiri Hidan dan memeluknya.
"Ia adalah pacarku Raiser" Ucap Rias yang sedang memeluk Hidan sambil tersenyum mengejek kearah Raiser yang menatap Hidan tajam, sedangkan Akeno dan Koneko hanya bisa sweatdrope melihat tingkah kingnya ini.
Hidan yang akan bertanya apa yang terjadi sebenarnya harus kembali bungkam saat mendapat tatapan memohon dan tajam dari Rias yang sekarang sedang memeluknya ini, dan akhirnya Hidan hanya diam dan berniat akan meminta penjelasan dari Rias ketika masalah ini sudah selesai.
"Jadi manusia rendahan ini adalah pacarmu hah?, dasar mahluk rendahan" tanya Raiser sambil memandang Hidan remeh sedangkan Hidan hanya diam tidak membalas perkataan Raiser namun ia juga membalas tatapan Raiser tersebut.
"memangnya kenapa jika aku pacarnya hah? Yakitori?" Ucap Hidan pelan yang diakhir kalimatnya terdapat kalimat ejekan yang membuat hampir seluruh penghuni klub itu tertawa sedangkan Raiser hanya bisa memandang tajam Hidan karena berani mengejeknya.
"berani sekali kau mengejekku rendahan? Kau ingin dimusnahkan ya?" Ancam Raiser yang sekarang ditangan kanannya telah tercipta api sedangkan Hidan hanya menguap kecil saat mendengar ancaman Raiser barusan.
"Majulah" tantang Hidan sambil menyeringai.
Raiser yang sudah naik pitam kemudian melesat diikuti oleh beberapa budaknya maju kearah Hidan dengan tinjunya yang sudah terlapisi api itu dan berniat memukul Hidan tepat diwajahnya, namun beberapa senti meter sebelum tinju itu mengenai wajah Hidan tiba tiba saja dari arah bawah Raiser tercipta balok es yang membuatnya membeku dan terkurung dalam balok es tersebut tepat dihadapan Hidan.
"Tak akan kubiarkan kau melukai Hidan-kun seujung kuku pun brengsek!" Ucap seseorang dari arah cendela yang menurut Hidan adalah suara perempuan dan ketika Hidan dan seluruh penghuni klub tersebut menoleh keasal suara mereka bisa melihat wanita bersurai biru muda keungu unguan yang sedang memegang pedang serta tersenyum sadis kearah Raiser yang membeku.
"E-esdeath" Ucap Hidan tergagap karena tidak menyangka bahwa teman sebangkunya ini juga mempunyai kekuatan aneh.
"Raiser-sama" jerit para budak Raiser yang khawatir akan keselamatan tuanya yang sekarang sedang membeku dihadapan Hidan itu.
"Apa yang kau lakukan pada Oni-sama?" tanya seorang perempuan dengan gaya rambut menyerupai bor tersebut dengan nada tajam kearah Esdeath, sedangkan Esdeath yang medengar perkataan gadis tersebut hanya memandangnya datar.
"Aku hanya memberi sedikit pelajaran kepada iblis tidak tahu sopan santun ini" jawab Esdeath pelan dan membuat gadis yang bertanya tadi terdiam karena memang benar bahwa kakaknya ini bertinglah tidak sopan sejak awal kedatanganya diruangan ini.
Ruangan tersebut kembali hening ketika muncul sebuah hologram sihir dilantai ruangan tersebut yang kemudian memunculkan seorang wanita bersurai putih yang menggunakan seragam maid.
"Maaf karena hamba terlambat Rias-sama" Ucap Maid tersebut kemudian memandang seluruh ruangan tersebut dan sempat terkaget ketika melihat bongkahan es yang membekukan seluruh tubuh Raiser tersebut.
"Tidak apa Grayfia" Balas Rias pelan, sedangkan Grayfia yang masih menatap bongkahan es yang mengurung Raiser itu kemudian kembali memandang Rias.
"Apakah itu ulah dari clan Sitri? Rias-sama?" tanya Grayfia sambil menunjuk bongkahan Es yang mengurung Raiser sedangkan Rias hanya menggeleng sebagai jawaban untuk pertanyaan Grayfia barusan.
"Bukan itu-!"
"Itu ulahku memang ada masalah dengan itu?"
Perkataan Rias terpotong oleh perkataan Esdeath yang langsung menjawab pertanyaan Grayfia tadi tanpa harus dijelaskan oleh Rias, sedangkan Grayfia yang mendengar perkataan dari wanita yang masih belum dikenalnya itu kemudian menatapnya datar.
"Apakah kau tau bahwa melukai seorang bangsawan itu akan mendapat hukuman yang berat?" Ucap Grayfia datar kepada Esdeath yang juga memandangnya tak kalah datar.
"Jadi seorang bangsawan itu bebas melakukan apa saja terhadap rakyat kecil ya? Dan juga apakah bila seorang bangsawan yang menghina seseorang itu rendahan dapat dibiarkan begitu saja?" Balas Esdeath pelan namun auranya mulai merembes kemana mana bahkan sebagian lantai yang dipijaknya mulai membeku.
Sedangkan Grayfia sedikit kaget dengan tekanan kekuatan Esdeath yang tergolong besar dan kuat padahal ia hanya seorang manusia dan agar tidak terpojok akhirnya Grayfia juga menaikan intensitas auranya agar menyamai Esdeath, dan beberapa menit kemudian akhirnya Grayfia menghela nafas pelan dan memohon maaf atas kesalah Raiser kepada seluruh penghuni ruangan tersebut serta tak lupa mengeluarkan Raiser dari bongkahan es tersebut dengan meminta maaf kepada Esdeath.
"Kalau begitu aku mohon permisi dulu" Ucap Grayfia yang pamit undur diri dan kemudian mulai menghilang kedalam sihir teleportasinya yang diikuti oleh budak Raiser,sedangkan Raiser masih pingsan dan saat berteleport pun ia dibawa oleh adiknya.
Setelah ruangan klub itu kembali seperti semula,Hidan pun akhirnya angkat suara dan bertanya sebenarnya apa yang terjadi karena sejak dari awal ia memang belum mengerti satu hal pun masalah yang terjadi.
"Jadi bisa kau jelaskan sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap pelan Hidan yang melangkah menuju sofa ruangan tersebut kemudian duduk yang diikuti oleh Esdeath yang juga duduk disebelah Hidan, Sedangkan Rias yang mendengar pertanyaan Hidan hanya menghela nafas perlahan kemudian menjelaskannya dari awal.
-Beberapa menit kemudian-
"Hmm jadi seperti itu" Hidan yang sudah mendengar penjelasan rinci dari Rias hanya manggut manggut kemudian pandanganya beralih kearah Esdeath yang duduk disebelahnya dan sekarang sedang menyenderkan kepalanya dibahu Hidan.
"Dan juga untukmu Esdeath, aku baru mengetahui kalau kau mempunyai kekuatan spesial itu" Ucap Hidan pelan sambil menatap Esdeath yang sekarang juga sedang menatapnya.
Sedangkan Esdeath yang mendengar pertanyaan Hidan barusan kemudian duduk dengan normal dan menatap seluruh penghuni ruangan tersebut dengan pelan.
"Aku hanya manusia yang diberkahi kekuatan oleh NYA dan jika kalian bertanya apakah ini sejenia Secred Gear, jawabanya adalah bukan" Jelas Esdeath yang membuatnya ditatap bingung oleh sebagian orang diklub tersebut.
"Kalau bukan Secred gear lalu apa Esdeath-san?" Tanya Akeno yang sedari tadi memang penasaran dengan kekuatan Esdeath sedangkan Rias hanya diam karena pertanyaannya sudah diwakili oleh Akeno barusan.
"Aku juga tidak terlalu mengetahuinya namun yang pasti adalah saat umurku 11 tahun aku tiba tiba saja sudah dapat kekuatan ini dan mulai melatihnya dan sejak saat itu aku mulai mengetahui rahasia dunia ini seperti adanya mahluk seperti iblis,malaikat,youkai dan yang lain" Jelas Esdeath panjang lebar sedangkan yang lain hanya mengagguk tanda mengerti penjelasan Esdeath barusan,Sedangkan Hidan yang mendengar penjelasan barusan hanya terdiam.
"Dunia ini semakin membuatku bingung, hah lebih baik aku tidur dan memikirkannya keesokan harinya" Batin Hidan santai yang kemudian bangkit dari acara duduknya dan berjalan kearah salah satu kamar diruang klub tersebut.
"Kalian lanjutkan saja acara kalian, aku mau beristirahat" Ucap Hidan pelan sebelum memasuki kamarnya, sedangkan yang lain hanya mengangguk tanda mengerti.
Esdeath yang melihat kamar Hidan hanya terdiam namun tidak lama kemudian tiba tiba saja ia menyeringai karena mendapatkan sebuah ide entah itu apa dan dengan senyum manisnya Esdeath menatap kearah Rias.
"Anoo apakah aku boleh menginap disini Rias-san? Diluar sudah terlalu larut" Tanya Esdeath sambil menatap Rias dengan puppy eyes dan dibalas Rias dengan anggukan yang dengan segera kemudian Esdeath bangkit dari duduknya dan melangkah kearah kearah kamar Hidan setelah itu memasukinya, Rias yang ingin mencegahnya langsung menghilangkan niatnya ketika pintu kamar Hidan berubah menjadi bongkahan es dan akhirnya Rias hanya menghela nafas pelan.
Sedangkan Hidan yang berada didalam kamar sekarang sedang tiduran dikasurnya sambil memejamkan mata, namun Hidan merasa aneh saat ia berguling kesamping dan wajahnya menabrak sesuatu benda kenyal yang ia belum ketahui itu dan ketika ia membuka kedua matanya ia dapat melihat Esdeath yang sedang tidur disampingnya dengan tersenyum manis dan yang lebih parahnya ia hanya menggunakan pakaian dalam.
"A-apa yang kau lakukan disini?"
"Ayo bersenang senang! Hidan-kun"
Gyaaaaa!
¤FBC¤
Yo! Bagaimana? Jelek? Gomen ^^
Terimakasih sudah mau membaca ficku ya~
End ost: Goya no Machiawase (Hello sleepwalker)
.Jashin Belong's Uchida tokugawa.
.Thanks Read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
