~FlorezztAquaLib~ Present ...

CAN'T WAIT YOU

Main Cast : Yoon Dujun (Beast)

Lee Sungmin (yeoja)

Cho Kyuhyun

And others .

Genre : Romance , Hurt , Drama

Rate : M

Warning : GS , Crack Pair , EYD ,Guest Star , OOC.

Desclaimer : all casts belong to God , except DooMin couple , They are belong to me , hohoho #INMYDREAM

Summary : Kenapa kamu harus kembali lagi ? Apa kau tak tahu seberapa besar usahaku untuk melupakanmu ? Setidaknya biarlah kali ini aku bahagia karena bahagiaku adalah bersamanya.

Chapter 2

Dengan tergesa Kyuhyun menghampiri Minah , menarik lengannya kuat , "apa yang kau lakukan hah !?", bentaknya. Seketika itu pula senyuman yang sebelumnya tercetak jelas di bibir Minah harus terhapus karena kerasnya suara itu , bahkan tubuhnya pun terasa kaku , dia tak pernah dibentak , bahkan oleh orang tuanya sendiri , apalagi ia tak pernah bermimpi akan mendapatkan bentakan dari orang yang dicintainya. Ia hanya tertunduk kaku dengan mata yang berkaca – kaca , mengigit bibir bawahnya sekuat tenaga menahan agar tak ada satu suara pun yang terdengar oleh pria itu. Kyuhyun yang menyadari apa yang baru saja dilakukannya sontak terkejut. Tidak , dia tidak bermaksud untuk membentak gadis dihadapannya , hanya saja ..

"mian kyuniie .. hiks .. mianhae ..", akhirnya isakan itu keluar , Minah tak bisa menahannya , terlalu tangan kirinya yang gemetar , ia menyeka air matanya , karena tangan kanannya masih berada digengagaman Kyuhyun. "hiks .. hiks", isakannya terus keluar bersamaan dengan air mata yang tak berhenti. Ia mencoba melepaskan gengaman tangan Kyuhyun ditangan kanannya , namun gengaman tangan itu terlalu kuat. Atau mungkin ia yang terlalu lemah.

Grep ..

Dalam sekali hentakan , Kyuhyun berhasil membawa tubuh rapuh itu dalam dekapannya. "mian Minah .. mianhae .. uljima jebal", ucapnya."aku sama sekali tak bermaksud untuk membentakmu , aku hanya khawatir. Kau berlari menyebrangi jalan tanpa tahu bahwa lampu telah hijau , kau membuat ku khawatir" , lanjutnya. Minah terdiam mendengar kata – kata itu . Apakah Kyuhyunnya mengkhawatirkannya ? Apakah orang yang memeluknya kini benar benar Kyuhyunnya ? Ia mendongakan kepala dan agak melonggarkan pelukan Kyuhyun guna melihat prianya , 'kyuniie .." , panggilnya . Kyuhyun agak menurunkan pandangannya agar dapat melihat Minah kemudian membalas panggilan gadis itu dengan deheman singkat.

"apa kyuniie benar – benar mengkhawatirkan ku ?", tanyanya.

"tentu saja aku mengkhawatirkanmu" , jawab Kyuhyun tegas.

"benarkah ? hiks .. hiks .." , mendengar jawaban Kyuhyun , Minah kembali membawa tubuh mereka dalam sebuah pelukan hangat. Kyuhyun yang terkejut mendengar tangis itu lagi hanya diam seraya berpikir , apakah jawaban yang diberikannya salah .

"aku .. hiks .. aku sangat bahagia karena kyuniie mengkhawatirkanku , rasanya sangat .. hiks .. membahagiakan"

Kyuhyun tersenyum mendengar perkataan gadis itu , merasa lega karena gadis itu merasa bahagia bukan sebaliknya. Kyuhyun makin merapatkan pelukan mereka , meredam tangis sang gadis di dada bidangnya. "sudah , jangan menangis lagi. Aku tak mau abeonim memarahiku ketika melihat anaknya yang manja pulang dengan mata membengkak", candanya. Dukh , pukulan ringan di dadanya diberikan oleh sang gadis sembari melukis senyum malunya , "kyuniie nappeun .. saranghae".

"hmhm ..". Lagi , hanya deheman itu yang terdengar , tapi biarlah kali ini ia mencoba untuk tak peduli karena kenyataan bahwa Kyuhyun mengkhawatirkannya lebih membahagiakan dari apapun.

Setelah berpelukan beberapa menit , mereka saling melepaskan diri , saling menatap dan tersenyum dengan manis. "ayo masuk , aku tahu kau menginginkan boneka itu" , tunjuk Kyuhyun pada sebuah boneka bunny besar yang terpajang di etalase toko , tempat yang membuat Minah nekat berlari menyebrangi jalan raya. "hehehe , kyuniie tahu ..", ucapnya sembari memperlihatkan senyum malunya. "tentu saja aku tahu , ayo" , ajaknya lagi seraya menuntun Minah masuk ke dalam toko tersebut.

OTHER SIDE

"chagi , apa kau menyukainya ?", tanya seorang namja pada gadis yang berjalan di sampingnya.

"hem , tentu saja aku menyukainya" , jawab sang gadis.

"kau lebih menyukai dia atau aku ?" , tanya sang namja lagi.

"tentu saja aku lebih menyukainya , dia tak pernah membuatku marah apalagi menangis" , jawab sang gadis dengan pasti.

"tapi dia tak bisa menciummu chagi , mencium saja tak bisa apalagi menghamili"

Sang gadis sontak menghentikan langkahnya , memandang sengit pada sang namja yang hanya menunjukkan cengiran tak bersalahnya. "kau ! kenapa hanya ada itu sih di otakmu ? apa tak bisa kau berpikir normal sekali saja ? sebaiknya kau segera ke rumah sakit dan membuang seba,,,mmpphthtt..", ocehannya seketika terhenti oleh ciuman dari si ciuman singkat yang mampu membuat gadis itu bungkam dan diam tak berkutik – setelah ciuman itu terlepas , hanya berdiri dalam diam yang mereka lakukan , saling memandang , mencoba mencari ketulusan cinta masing – masing , mencoba meneguhkan bahwa keputusan mereka untuk saling memilih bukanlah suatu kesalahan melainkan suatu kebahagiaan yang benar – benar nyata.

"chagiya , kau tahu apa yang paling membuatku bahagia ?", bosan dengan kesunyian yang ada , sang namja akhirnya melontarkan sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang pada awalnya harus membuat sang gadis mengerutkan keningnya guna memikiran jawabannya , namun kini , ia tak perlu melakukan itu karena ia sudah sangat tahu jawabannya.

"aku tahu . akulah yang membuatmu bahagia , iya kan ?".

"hem , kau benar , benar – benar salah".

Sang yeoja sontak menengadahkan kepalanya menatap sang namja , kini ia harus melakukan apa yang dilakukannya dulu , mengerutkan keningnya.
"eh , kenapa salah ? bukannya memang itu jawabannya , kau kan selalu bertanya dan menjawab dengan jawaban yang sama selama ini", tanyanya heran.

"aku tahu , tapi kali ini aku ingin memberi jawaban yang berbeda , apa kau ingin mengetahuinya ?.

"tentu saja".

"yang paling membuatku bahagia adalah cinta yang kau berikan untukku. Aku tak tahu apa jadinya diriku bila tak bertemu denganmu. Mungkin saat itu aku sudah mati dan tak akan pernah merasakan cinta yang sesungguhnya. Kau yang memberiku semangat hidup , kau yang menumbuhkan keinginan dalam diriku untuk mencintaimu dan memilikimu. Kau adalah satu – satunya hartaku yang berharga. Ku mohon , jangan pernah mencoba ataupun berniat meninggalkanku", ujarnya lirih sembari mengeratkan pelukannya pada sang yeoja.

"oppa salah , justru oppa lah yang memberiku semangat hidup , oppa membuatku berani untuk mencintai dan dicintai , oppa adalah harta karun ku , segala – galanya untukku. Kita berdua sama – sama pernah terpuruk dan kita berdua pula yang saling menyembuhkan. Aku berarti untuk oppa , oppa pun berarti untukku , kita berdua saling membutuhkan , dan pastinya saling mencintai ".

"apa kau bahagia , chagi ?"

"tentu saja aku bahagia , percayalah kalau aku sangat mencintai oppa sekalipun aku selalu menggunakan banmal denganmu. Hubungan kita , bagiku adalah hubungan yang paling membahagiakan karena kita saling melengkapi dan menghibur. Kau dengan kemesumanmu dan aku dengan keinnocent'nanku , hehe ..", kekehan ringan keluar dari mulut sang gadis mengingat jawabannya.

"kau itu bukan innocent tetapi bodoh , bodoh yang sangat menggemaskan', ucap sang namja sembari melonggarkan pelukan meraka dan mencubit kecil hidung sang gadis.

"ish ... oppa appooo".

"haaaaa" , helaan nafas terdengar dari bibir sang namja. Kembali ia membawa gadisnya dalam dekapannya , "Min~ah ..", panggilnya."iya oppa ", jawab sang gadis. "saranghae ,, neomu neomu saranghae ..", ungkapnya. "nado saranghae Juniie oppa".

Setelah ungkapan cinta itu , tak ada lagi yang bersuara , hanya ada pelukan erat pada tubuh masing – masingnya , saling memeluk menyalurkan kehangatan bagi pasangannya. Saling mendengar irama detak jantung yang terdengar bersahutan ditelinga mereka , debaran jantung yang melebihi batas normal , yang menunjukkan adanya cinta di dalam sana , cinta yang telah tertanam sempurna , cinta yang diyakini tak ada yang mampu mengalahkan kekuatannya.

T.B.C