~FlorezztAquaLib~ Present ...

CAN'T WAIT YOU

Main Cast : Yoon Dujun (Beast)

Lee Sungmin (yeoja)

Cho Kyuhyun

And others .

Genre : Romance , Hurt , Drama

Rate : M

Warning : GS , Crack Pair , EYD ,Guest Star , OOC.

Desclaimer : all casts belong to God , except DuMin couple , They are belong to me , hohoho #INMYDREAM

Summary : Kenapa kamu harus kembali lagi ? Apa kau tak tahu seberapa besar usahaku untuk melupakanmu ? Setidaknya biarlah kali ini aku bahagia karena bahagiaku adalah bersamanya.

Chapter 5

Kyuhyun memperhatikan penampilannya. Sebuah kemeja putih dan celana kain hitam telah melekat sempurna di tubuhnya. Lantas ia mengambil sebuah jas berwarna hitam senada yang tergantung di sebelahnya , memakainya. Tak ada yang dapat menyaingi Cho Kyuhyun , ketampanannya yang di atas rata – rata ditambah lagi kekayaannya yang berlimpah benar – benar menjadikannya lelaki idaman. Pria itu sekali lagi memperhatikan penampilannya , sempurna.

Kyuhyun memutuskan untuk pergi ke pesta pernikahan kedua sahabatnya. Seharian ini bibirnya tak henti mengukir senyuman mengingat sebentar lagi ia akan bertemu gadisnya. Gadis nya ? tentu saja. Ingat , mereka belum benar – benar berpisah kan. Membayangkan bagaimana paras gadisnya itu membuat dia bahagia , pasti dia semakin cantik , pujinya. Namun ada setitik kesedihan di dalamnya , memikirkan bagaimana perasaan gadis itu bila bertemu dengannya , sedih kah ? senang kah ? apakah gadis itu akan memeluknya ? ataukah gadis itu akan mendiaminya seolah mereka tak saling kenal ? atau bahkan menamparnya lantaran kecewa dan sakit hati yang dirasakannya ?. memikirkan kemungkinan yang seperti itu membuatnya sedikit sedih.

Baru saja Kyuhyun hendak keluar ketika didengar bel apartmentnya berbunyi. Kyuhyun membuka pintu dan di depannya berdiri sosok calon istrinya.

"eh , kyuniie. Kau mau kemana ?" Minah mengerutkan keningnya melihat Kyuhyun yang tampak rapi di depannya. "kau tidak berencana pergi ke Lotte World dengan pakaian formal seperti itu kan ?" , lanjutnya.

"Lotte World ?" , Kyuhyun bertanya bingung.

"iya Lotte World. Bukankah kita sudah berjanji untuk pergi ke Lotte World bersama – sama hari ini ? kau tidak lupa kan ?"

Mendadak Kyuhyun merasa bodoh. Kenapa ia bisa lupa hal semacam ini. Gadisnya itu , Mingie , benar – benar menyita semua pikirannya hingga ia bahkan melupakan janjinya dengan calon istrinya.

Kyuhyun memandang calon istrinya bersalah.

"ehm , begini Minah. Aku harus menghadiri sebuah acara penting , jadi bisakah kita menunda acara kita hari ini ?" ,tanyanya ia tak ingin membuat gadis di depannya kecewa , tapi mau bagaimana lagi.

"apakah acara itu sangat penting?" , Minah bertanya lirih. Ia sedikit kecewa dengan pembatalan kencan mereka.

"ya bisa dibilang begitu. Aku harus menghadiri pernikahan sahabat ku"

Helaan nafas pasrah terdengar."baiklah , tapi bisakah minggu depan kita melakukannya ? kencan ?" , Minah memandang Kyuhyun penuh harap.

Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya guna mengacak singkat rambut gadis itu.

"tentu saja. kalau begitu aku pergi nde.". pamit Kyuhyun.

Tanpa menunggu balasan Minah , Kyuhyun berjalan meninggalkan gadis itu setelah sebelumnya menutup pintu apartmentnya. Sementara Minah memandang sosok itu sendu. Padahal hanya pesta pernikahan , tapi dia sama sekali tak berniat untuk mengajakku , pikirnya sedih.

KYUMIN

"chagiya, cepat lah atau kita akan terlambat". Dujun berteriak dari arah ruang tamu. Saat ini ia tengah duduk di sofa ruang tersebut menunggu tunangannya itu berdandan. Ia memejamkan matanya yang lelah karena sudah hampir sejam menunggu.

Benar benar lama , pikirnya bosan.

"yak Lee Sungmin. Kau tak berniat membuat kita benar – benar terlambat kan ?

"aish , kau itu cerewet sekali sih'

"ck , memangnya apa saja sih yang ..". Perkataan Dujun terputus begitu ia membuka matanya dan menemukan pemandangan indah di depannya. Lee Sungmin , tunangannya , tampak sangat cantik dengan penampilannya saat ini. Tunangannya mengenakan Strapless gown dengan panel panel silver yang melekat pas ditubuh mungilnya , dan jangan lupakan bagaimana gaun itu mengekspos bahu putih mulusnya.

Sungmin memperhatikan Dujun dengan alis berkerut dan bibir mengerucut baju. Ia memperhatikan penampilannya , mengecek gaunnya serta menyentuh – nyentuh wajahnya. Sepertinya ada yang salah dengan penampilanku , pikirnya.

"apa yang kau lakukan ?". tanya Dujun melihat apa yang dilakukan Sungmin.

"ani. Aku berpikir mungkin ada yang salah dengan penampilanku. Oppa terus memperhatikan ku dengan mata yang tak berkedip sejak tadi. apa penampilan ku terlihat aneh ?" tanyanya polos.

Dujun terkekeh mendengarnya. " ya ~ , aku memandang mu tanpa kedip bukan karena kau terlihat aneh". Dujun merengkuh pinggang tunangannya kemudian berbisik "tapi karena kau terlihat sangat cantik hari ini"

Sungmin merona. Ia sangat malu.

Dujun mengeratkan pelukannya. "bagaimana kalau kita tak usah pergi ke pesta pernikahan sahabatmu itu ? aku tak rela kalau harus membiarkan Minnie – ku yang cantik ini terlihat orang lain. Pasti mereka akan terpesona dan berusaha merebutmu dariku"

Sungmin mencubit kecil pinggang Dujun. Sangat tidak mungkin dia tak datang mengingat itu adalah pesta pernikahan sahabatnya.

"oppa , kau sudah berjanji akan pergi. Ingat itu. Dan lagi , biar saja mereka terpesona pada kecantikan ku. aku tak mungkin berpaling darimu lagi. Bagiku , Oppa adalah yang nomor satu. Segalanya untukku" , sepertinya uri Sungmin tengah mencoba menjadi penggombal handal.

"seharusnya Oppa bangga memiliki tunangan seperti ku".

Dujun tersenyum mencium sekilas pipi putih itu.

"ne , dan Oppa semakin bangga karena tunangan cantik Oppa hanya mencintai Oppa".

"hehe , baiklah kajja. Kita berangkat sebelum benar – benar terlambat". Sungmin menarik ringan lengan Dujun. Mereka keluar apartment diiringi dengan senyum satu sama lain. Betapa membahagiakan.

KYUMIN

Kyuhyun memasuki gedung tempat diadakannya pesta pernikahan EunHae diiringi tatapan memuja dari para gadis undangan yang datang. Namun Kyuhyun tak peduli. Ia melangkahkan kakinya mendekati pasangan EunHae yang sibuk tersenyum di depan sana. Eunhyuk tersenyum melihat Kyuhyun menghampirinya. Begitupun Donghae.

"chukhae hyung , noona". Kyuhyun memeluk sekilas tubuh kedua pengantin itu.

'ne Kyu , gomawo" , ucap keduanya.

"apa kau datang sendiri ?". tanya Donghae

"tentu saja tidak. Aku datang bersama pasanganku". Jawab Kyu yang tentu saja berbohong.

"lho ? mana pasangan mu ? apa kau meninggalkannya?". Eunhyuk bertanya sembari mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari sosok seorang gadis yang mungkin dibawa , tak ada satu pun dari sekian tamunya yang memiliki kemungkinan menjadi pasangan Kyuhyun.

"yak ! lelaki macam apa kau ini ? meninggalkan gadismu sendirian". Donghae memukul sekilas bahu Kyuhyun , merasa Kyuhyun bukanlah seorang pria sejati karena meninggalkan pasangannya.

"memangnya yang mengatakan bahwa aku membawa seorang gadis siapa ? bukankah aku hanya berkata bahwa aku membawa pasanganku ?". kyuhyun memandang dua orang itu remeh. Mengejek kepintaran mereka yang masih di bawah rata – rata.

"lantas , siapa pasanganmu ?". pandangan Eunhyuk berubah menyelidik , dia mendekatkan wajahnya seraya menoel dagu Kyuhyun "apa kau kemari bersama seorang ahjumma ? apa sakit hatimu membuat mu trauma pada seorang gadis ?" bisiknya.

Donghae yang mendengar pertanyaan istrinya tak mampu untuk tak tertawa.

"hahahahha .. itu mungkin saja chagi. Wah Kyu , apa ahjumma itu memuaskanmu ?". kedua pasangan itu tertawa mengabaikan Kyuhyun yang wajahnya memerah karena kesal digoda.

"Ya hyung ! noona !. berhenti tertawa. aku masih menyukai seorang gadis asal kalian tahu ". Kyuhyun berteriak tertahan. Namun dua makhluk di depannya tak berhenti melainkan tertawa semakin keras.

"benarkah ?". Eunhyuk bertanya dengan alis yang naik turun.

"tentu saja !".Jika tidak ingat bahwa ini adalah pesta pernikahan kedua manusia itu , sudah dipastikan Kyuhyun akan merekatkan bibir mereka dengan lakban.

Kyuhyun memilih diam. Diam membiarkan mereka tertawa hingga sakit perut. Dia sedang menjadi sosok malaikat hari ini.

Sementara pasangan berbahagia itu tertawa , Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan mencari sosok itu. Donghae yang menyadari diamnya Kyuhyun menatap lelaki itu. Ia menyentuh lembut lengan Eunhyuk kemudian menunjuk Kyuhyun dengan dagunya tak lama setelah Eunhyuk menoleh dan menatapnya bingung.

Eunhyuk ikut memandang Kyuhyun , sahabat yang sudah dianggap sebagai adiknya itu menatap orang – orang yang datang ke pestanya satu persatu seolah mencari sseseorang. Dan Eunhyuk tahu pasti siapa orang itu.

"dia belum datang Kyu". Ucap Eunhyuk tiba – tiba. Kyuhyun menoleh sekilas kemudian kembali memfokuskan pandangannya pada para undangan.

"tapi noona sudah memastikan dia akan datang kan?"

"ne"

"baiklah. Itu cukup membuat ku senang. Aku pergi menikmati minuman ku dulu". Kyuhyun melangkah pelan meninggalkan pasangan EunHae yang menatapnya sedih.

KYUMIN

Pasangan DuMin memasuki ruangan mewah itu dengan lengan saling bertaut. Sungmin tersenyum melihat kedua sahabatnya di depan sana yang sepertinya tengah mengorbol dengan seorang tamu undangan lainnya. Ia melepaskan lengan Dujun kemudian dengan semangat mendekati pasangan itu. Karena terlalu semangat , ia tak sengaja menabrak seorang pria yang sedang membawa minuman , menyebabkan pakaian mereka berdua basah.

"joesonghamnida ..joesonghamnida...". Sungmin membungkukkan badannya berrkali – kali.

"ne , gwenchana agassi". Sosok itu sedikit melap kemejanya yang basah.

"sepertinya gaun mu juga basah , agassi". Tunjuknya pada gaun milik Sungmin.

"ah ne , aku akan membersihkannya". Sungmin sedikit mengangkat kepalanya dan memperhatikan gaunnya yang memang basah."sekali lagi maafkan aku Tuan" , Sungmin membungkukkan badannya lagi seraya meminta maaf.

"gwenchana agassi . baiklah , kalau begitu aku pergi dulu". Pamit pria itu.

Dujun menghampiri Sungmin. Sedikit menyentuh lengan gadis itu. "chagi , waeyo ?" tanyanya.

"ah oppa , aku tadi tak sengaja menabrak sesorang dan gaun ku basah. Aku ke toilet sebentar ne. oppa boleh lebih dulu menyapa Eunhyuk dan Donghae"

"apa perlu oppa menemani mu?" .tanyanya khawatir.

"tak usah , oppa. Aku hanya ke toilet sebentar"

"kalau begitu oppa menunggumu disini". Putusnya.

"baiklah". Kemudian Sungmin pergi. Tak lama setelah Sungmin pergi , Dujun merasakan seseorang menepuk bahunya keras. Ia membalikkan badannya kaget. Sementara sosok yang menepuk bahunya tadi hanya terkekeh.

"ya ~.. Dujun ~ ah.." panggil sosok itu.

Dujun memandang sosok itu dengan dahi berkerut. Ia tak merasa mengenal sosok di depannya.

"Yoon Dujun ~ ah" . panggil sosok itu lagi , kali ini dengan nama lengkapnya. Dujun semakin bingung. Lipatan di dahinya semakin bertambah. Sementara sosok di depannya masih terkekeh bahkan sekarang sepertinya hampir tertawa.

"nugu ?". Dujun bertanya.

"naega ?". tanya sosok itu sembari menunjuk dirinya sendiri.

"tentu saja. Kau pikir siapa lagi ?". balasnya ketus. Kesal juga dengan orang aneh di depannya.

"aku sahabatmu. Apa kau tak mengenaliku ? ". Jawab sosok itu singkat.

Alis Dujun menyatu kesal. Kalau aku kenal , untuk apa aku bertanya kau siapa !. batinnya mengomel.

"ya~. Panggil sosok itu. "kau benar – benar tak mengingatku ?". tanyanya dengan raut wajah yang terlihat sangat dibuat – buat sedih dan Dujun tak suka itu.

"tidak ! dan sepertinya kau bukan orang yang pantas untuk ku ingat !". balas Dujun ketus.

"aigooo , kau benar – benar tak mengingatku , padahal kita sahabat baik ketika Junior High School".

Dujun berusaha mengingat sahabat – sahabat baiknya ketika Junior High School. Yeseob , Dongwoon , Hyunseung , Yesung , Kangin ,mereka semua masih diingatnya. Dan setahunya , ia tak memiliki sahabat lain selain mereka. Lantas siapa makhluk sok akrab di didepannya ini? Pria yang mengaku sebagai sahabatnya tertawa makin keras melihat usaha Dujun untuk mengingatnya , terbukti dengan bertambah banyaknya lipatan di dahi mulus Dujun.

"kau tahu , dulu kita selalu menghabiskan wakttu sepulang sekolah bersama. Kita akan bermain di sungai hingga sore , hingga kadang nenek akan memarahi ku. nenek biasanya akan menarik telingaku ke rumah mu kemudian dia akan menarik telingamu juga". Pria itu membuka kenangan mereka sementara Dujun mendengar dalam diam sembari mencoba mengingatnya.

"bahkan dulu kita sering mencuri ikan di pasar". Dujun terbelalak kaget , apa iya ia mencuri ikan ?. Andwae !. batinnya menolak.

Seolah tahu apa yang dipikirkan Dujun , sosok itu menambahkan "kau harus percaya. tak hanya itu saja. Kita bahkan pernah dihukum menghitung beras di rumahku karena seorang paman melapor pada nenek bahwa ia kehilangan sekeranjang melon yang waktu itu kita curi. Hahaha , mengingat bagaimana kau menangis meminta pengampunan nenekku membuat ku tertawa".

"andwae ! andwae ! aku tak mungkin senakal itu !". Dujun berteriak menyangkal serta menggelengkan kepalanya cepat. Rasanya tak masuk akal kalau dirinya yang tampan ini memiliki kenangan buruk seperti itu.

"tentu saja kita seperti itu. tapi dari semua kenangan kita , yang paling ku ingat adalah ketika kita melihat dalaman Yoona ssaem. Kau ingat , waktu itu kita dihukum berlutut di depan kelas. Kau sengaja membawa kaca dan meletakkan kaca itu di bawah rok Yoona ssaem ketika dia berdiri tepat di depan kita. Dan bingo !"pria itu lantas menjentikkan jarinya ," kita berhasil melihatnya , warna pink. Bahkan kita melihatnya berulang kali karena Yoona ssaem yang memang hobi mengajar sembari mondar mandir depan kelas". Pria sahabatnya itu tertawa makin keras mengingat bahwa setelah hukuman itu , mereka menceritakan dengan heboh dan bahasa yang berlebihan mengenai celana dalam pink itu di depan kelas yang tentu saja langsung menyebar luas mengingat mulut teman sekelas mereka layaknya seekor bebek. Akibat inside yang katanya pencemaran nama baik itu , Yoona ssaem tak masuk selama seminggu karena malu dan mereka diskorsing selama sebulan. Menyenangkan bukan ?.

Dujun mengusap wajahnya kasar. Itu benar – benar buka dirinya. Tidak mungkin dirinya melakukan hal senista itu , apalagi terhadap gurunya sendiri. Rasa – rasanya saat ini ia harus mencari dimana gurunya itu berada dan berlutut memohon pengampunan. Dan dia harus mengajak makhluk yang tengah tertawa didepannya ini untuk bersama – sama melakukannya , berlutut mohon ampun.

Sosok itu menghentikan tawanya , memandang Dujun sendu. Kemudian secara tiba – tiba memeluk Dujun. Ia sangat merindukan sahabatnya ini , sahabat yang sudah dianggap saudara olehnya..Baginya Dujun adalah penolong dan malaikat penghiburnya.

"Leader Du , aku merindukanmu ~". Ucapnya.

Dujun membelalakan matanya kaget. Panggilan itu. Ia sangat mengingatnya. Dan hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu.

T.B.C

Author's Note :::

Kita talking – talking yuuk ...

Q : ada dua sungmin ya ?

A : Sungminnya cuma satu kok ..

Q : pair utamanya siapa ?

A : mian ya kalau mengecewakan tapi pair

utamanya Dujun sama Sungmin #sorry

Q : Kyu itu first love nya Ming ?

A : hohoho , tentu saja. Mereka sama – sama

first love-an kok.

Q : gimana Kyu nya ya kalo tau Ming dateng

sama Dujun ?

A : menurut author ya ... pasti begitulah

#hhehe . tapi untuk sementara biar dia gag tau

dulu deh kalo mereka datengnya bareng

Q : Kyu dijodohin sama orang lain trus Ming

pergi ? trus kalo Ming balikan ma Kyu , Dujunnya

gmana ?

A : iyah , karena kecewa itu makanya Ming pergi.

Auuthor juga masiih bingung niih , antara

membuat mereka balikan lagi dulu ato gag sama

sekali , jadi author belum tau gmana perasaan

Dujun nantinya. ^^

Q : Minah ini siapa ?

A : itu calon istrinya Kyuppa , hasil perjodohan.

Kalo si Minppa , dipanggilnya Minnie sama Junppa

Makasih ya buat readerdeul yang dah mau

mereview. Mkasih banget .

Author jadi tambah semangat buat lanjutin

fanficnya. Author masih belum tahu nie fanfic

ini bakalan end di chap berapa , semoga ajja gag

terlalu banyak..

Mohon maaf juga buat typo yang masih

bertebaran layaknya debu di jalanan (^.^)"

Lastly , jangan lupa review lagi ya dichap ini dan

nantikan chap selanjutnya .. #kissanghug *