CAN'T WAIT YOU

Main Cast : Yoon Dujun (Beast)
Lee Sungmin (yeoja)
Cho Kyuhyun
And others .
Genre : Romance , Hurt , Drama
Rate : M

Warning : GS , Crack Pair , EYD ,Guest Star , OOC.
Desclaimer : all casts belong to God , except DuMin couple , They are belong to me , hohoho #INMYDREAM

Summary : Kenapa kamu harus kembali lagi ? Apa kau tak tahu seberapa besar usahaku untuk melupakanmu ? Setidaknya biarlah kali ini aku bahagia karena bahagiaku adalah bersamanya.

CHAPTER 7

Kyuhyun menegak gelas wine keenamnya dengan kasar. Pikirannya benar – benar kacau saat ini. Usai mendengar penuturan Eunhyuk bahwa Sungmin – gadisnya - datang ke pernikahan mereka bersama tunangannya membuat hatinya hancur seketika. Tadinya ia berharap bahwa apa yang mereka katakan hanyalah salah satu dari sekian banyak keusilan yang dilakukan pasangan hiperaktif itu. Tapi melihat bagaimana Eunhyuk menangis hebat sambil memeluknya, sembari menggumamkan kata maaf, kemudian melihat bagaimana tatapan mata hyungnya yang lagi – lagi menyiratkan maaf serta penyesalan, Kyuhyun tahu bahwa yang mereka katakana adalah kebenaran. Perlahan Kyuhyun melepas pelukan Eunhyuk dan segera pergi meninggalkan pasangan itu. Tak peduli bagaimana Eunhyuk meneriakkan namanya di belakang sana hingga membuat para undangan yang lain memandang aneh ke arahnya. Yang Kyuhyun inginkan saat ini hanyalah sendiri.

Dan disinilah ia berakhir, di salah satu club malam. Awalnya ia berpikir untuk pergi ke sungai Han namun tangan yang memegang kendali mobilnya malah menuntun ia ke tempat ini. Dulu ia tak pernah menginjakkan kakinya di tempat seperti ini karena Sungmin melarangnya dan gadis itu juga tidak menyukainya. Selama lima tahun mereka berpisah, ia tetap tidak pernah mau menginjakkan kakinya disini walaupun calon istrinya memaksa karena ia masih memegang janjinya pada Sungmin.

Namun sekarang, ia merasa semua sia – sia. Waktu yang ia gunakan untuk menunggu Sungmin terbuang percuma, Sungmin telah mengkhianatinya. Mengkhianati cinta sucinya. Kyuhyun merasa harapannya hilang tak berbekas. Nafasnya , mataharinya , kehidupannya hancur sudah.

DUJUNIIE

Sungmin termenung di balkon apartementnya, pikirannya tengah focus pada seseorang yang tak sengaja dilihatnya di pesta EunHae tadi. Kyuhyun, ia sangat yakin bahwa pria itu adalah Kyuhyun. Berpisah lima tahun tak akan membuat Ia lupa bagaimana wajah tampan mantan kekasihnya itu. Garis wajah itu masih sama, mata itu, hidung itu, bibir itu,semua masih sama. Hanya saja, penampilan Kyuhyun sekarang jauh berbeda. Ia terlihat lebih gagah dan berkharisma, ia terlihat semakin sulit umtuk digapai. Ia melihat Kyuhyun yang terus memfokuskan pandangannya pada pintu masuk gedung itu. Siapa yang ia tunggu, kekasihnya kah ? pasti iya. Atau mungkin istrinya. Sepertinya option kedua lebih tepat mengingat dulu Kyuhyun telah dijodohkan. Ia sangat merindukan pria itu, sangat ingin memeluknya dan mengatakan saranghae.

Tapi perlahan bayangan wajah Dujun memenuhi pikirannya. Dujun yang menjaganya, Dujun yang mencintainya, Dujun yang selalu memberikan kebahagiaan padanya,. Membayangkan wajah terluka pria itu membuat hatinya sakit. Tidak, ia tidak ingin melukai malaikat penolongnya, ia tak ingin malaikatnya menangis , terlebih ia tak ingin kehilangan kebahagiaannya.

Karena itu secepat kilat ia beranjak dari balkon, memberanikan diri mengetuk pintu kamar pria itu. Sesaat setelah pintu terbuka menampilkan wajah lelah Dujun, Sungmin langsung memeluk pria itu erat. Ia menangis. Dujun yang kaget akan pelukan Sungmin menjadi semakin kaget ketika merasakan bahunya basah. Gadis itu menangis.

"eh ? chagi ? ada apa ? kenapa kau menangis?"

Dujun mencoba melepas pelukan itu namun Sungmin memeluknya terlalu erat

"oppa .. hiks .. mianhaemianhae .. hiks … jeongmal mianhae"

Dujun semakin bingung. Sebenarnya ada apa dengan gadisnya. Mengapa ia menangis, terlebih meminta maaf. Memang apa salahnya ?

"chagiya, waeyo ? apa kau bermimpi buruk ?"

"ne..hiks .. aku bermimpi oppa … hiks .. oppa membenciku…hiks … aku sendirian .. hiks .. aku takut .. hiks .. aku takut oppa meninggalkanku .. hiks ..".bohongnya.

Untuk kedua kalinya Dujun mencoba melepas pelukan itu dan berhasil. ia mencoba melihat wajah Sungmin namun gadis itu hanya menunduk. Dujun mengangkat dagu Sungmin, mempertemukan kedua mata mereka. Ia memandang gadis itu dengan segenap cinta yang ia miliki.

"chagi, dengarkan oppa. Oppa sangat mencintaimu. Kau tahu itukan ? oppa tak mungkin sanggup membencimu. Kau adalah nafasoppa, kehidupan oppa. Bagaimana mungkin oppa membenci atau meninggalkan sesuatu yang sangat berharga bagi oppa. oppa minta maaf apabila selama ini oppa kurang memperhatikanmu hingga membuat kau berpikiran seperti itu, tapi percayalah bahwa oppa sangat mencintaimu dan oppa tak akan pernah meninggalkanmu."

Sungmin mengangguk dengan air mata yang mengalir deras mendengar perkataan Dujun. Ia merasa sangat bersalah atas pikirannya tadi. Harusnya ia tak pernah memikirkan pria lain selain sosok di depannya ini.

Melihat air mata Sungmin yang tak usai, Dujun kembali memeluk gadis itu dan mengelus punggung sempitnya. Mencoba menenangkan. Setelah beberapa saat, tangis Sungmin perlahan mengecil, berganti dengan isak lemah.

"apa kau sudah tenang ?" tanyanya sembari membelai sayang surai Sungmin.

"ne oppa"

"kalau begitu kembalilah ke kamar. Ini sudah larut dan kau pun pasti lelah"

"oppa ….."

"ne ?"

"a - apa aku boleh tidur bersamamu ?"

"heh ?!", kaget Dujun. Reflek ia melonggarkan pelukannya Ini adalah pertama kalinya Sungmin meminta hal tersebut. Dujunlah yang biasa memintanya, dan biasanya gadis itu akan marah bila Dujun memintanya.

"apa kau yakin ?", Dujun menaik turunkan alisnya, membuat mimik semenggoda mungkin. Kalau memang Sungmin menginginkannya, maka tak mungkin ia menyia – nyiakan kesempatan ini. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

"chagi, apa kau yakin ? kalau kau memang yakin …. "

"ANI OPPA ! tidak jadi . ,maaf jugauntuktangisankutadi.Jaljayooppa,akumencintaimu. Chup !"

Belum sempat Dujun melanjutkan kalimatnya, ia dikagetkan oleh teriakan Sungmin. Disusul dengan serentetan kalimat panjang yang tak dimengerti olehnya dan diakhiri dengan sebuah kecupan di bibirnya. Yang dia dengar hanyalah "aku mencintaimu".

Dengan tampang bodohnya, ia membawa jemarinya menyentuh bibir yang tadi dikecup oleh Sungmin,tersenyum lembut nan mesum, dan membalas ucapan cinta Sungmin sebelum kembali ke kamarnya dengan wajah gembira.

"oppa juga mencintaimu… haaaa,, tidur ku akan semakin nyenyak kalau begini"

SUNGMIN

Srek …. Srek …

"eeuunghhh…"

Lenguhan pelan terdengar ketika Kyuhyun merasakan panas matahari yang mengenai wajahnya. Bukannya bangun, pria itu malahan membalikkan badannya menjadi tengkurap, mencari posisi nyaman.

Minah yang melihat kekasihnya tak kunjung bangun, mengguncang tubuh itu perlahan.

"Kyuniie … ayo bangun. Cepat bangun pemalas"

"euunnghhh… Minah, apa yang kau lakukan disini ?" tanyanya sembari mencoba duduk bersandar pada kepala tempat tidurnya.

"semalam kamu mabuk. Pihak bar yang memberitahuku. Lalu aku menjemput dan mengantarmu pulang. Sekarang lekas mandi, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Aku tunggu di meja makan".

Baru beberapa langkah ia berjalan,pertanyaan Kyuhyun menghentikan langkahnya.

"kau .. apa kau tidak penasaran kenapa aku mabuk semalam ?"

"aku memang penasaran karena aku tahu kau bukanlah orang yang suka pergi ke tempat seperti itu, tapi aku pun tahu kau pergi kesana karena alasan yang mungkin hanya ingin kau ketahui sendiri. Karena itu, aku tidak akan bertanya hingga kau sendiri yang ingin mengatakannya padaku", usai berkata berkata seperti itu, Minah melanjutkan langkahnya meninggalkan Kyuhyun dengan yang memandangnya penuh sesal.

"mianhae…"

KYUHYUN

"morning chagi.."

"morning oppa ..". Dujun mendudukan dirinya di depan Sungmin yang sedang sibuk menyiapkan roti serta kopi untuknya.

"apa semalam tidurmu nyenyak setelah mencium oppa ?". tanyanya menggoda.

Sungmin menghentikan aktivitasnya sejenak, wajahnya seketika memanas.

"n-ne oppa…". sungmin menjawab dengan rona merah yang menghiasi pipinya. Dalam hati ia merutuki kebodohannya semalam. Dujun oppa pasti menertawakanku. Memalukan.

Dujun yang tak tahan melihat keimutan Sungmin lantas bangkit, memutari sisi meja kemudian memeluk gadis itu dari belakang. "kau sangat cantik chagi dan oppa semakin mencintaimu".ucap Dujun sembari menggesekan hidungnya dibahu Sungmin Pelukan serta kata cinta itu membuat Sungmin semakin gugup.

"oppa .."panggilnya.

Dujun hanya berdehem menanggapi panggilan Sungmin. Ia masih menikmati leher harum gadis itu.

"bisakah oppa kembali ke kursi oppa ?" pintanya.

"eh ? wae ?"

"geli. Dan lagi oppa harus bergegas sebelum terlambat"

Huft, baru saja ia menikmati sarapan spesialnya, ia kembali disadarkan oleh tanggung jawabnya. Tapi ia beruntung Hangeng tidak jadi men-skorsnya, kalau tidak , apa yang akan dia katakana pada Sungmin nantinya.

Dengan tidak rela, ia kembali ke kursinya, kemudian mereka menikmati sarapannya. Selagi menikmati sarapannya , Dujun teringat akan suatu hal penting.

"oh iya chagi, nanti malam bisa kau temani oppa ?"

"kemana oppa ?"

"oppa baru mengingat bahwa oppa mendapat undangan dari salah satu rekan bisnis oppa."

"apakah tak apa oppa mengajak ku?"

"kenapa bertanya seperti itu? tentu saja tak apa, oppa malah sangat bahagia. Lagipula nanti malam adalah pesta ulang tahun pernikahan, oppa akan sangat malu kalau pergi ke pesta seperti itu sendirian. Ck, dan lagipulanya lagi, oppa tak mau jadi bahan ejekan Cho Kyuhyun karena pergi ke pesta orang tuanya sendirian lagi"

Tubuh Sungmin menegang begitu mendengar nama Kyuhyun disebut. Wajahnya memucat. Tidak mungkin, mungkin hanya kebetulan ada seseorang dengan nama yang sama. Hey, warga korea terkadang memiliki beberapa orang dengan nama yang sama. Jadi kemungkinan seperti itu pasti ada.

Dujun yang tak menyadari wajah pucat serta tubuh tegang Sungmin kembali melanjutkan pertanyaannya.

"kau mau kan ?"

Sungmin tak mampu bersuara. Ia terlarut akan pikirannya tentang relasi bisnis Dujun yang bernama Cho Kyuhyun itu. Dujun yang tak mendengar tanggapan dari gadis di depannya memandang gadis itu dengan heran dan menyadari bahwa wajah Sungmin berubah pucat.

"chagi …", panggilnya.
"chagi ….", ulangnya.

"n- ne oppa ?". sungmin terkesiap.

"ada apa ? apa kau sakit ? kalau sakit,lebih baik kita ke dokter sekarang. Lihat wajahmu sangat pucat"

"ani oppa, aku baik – baik saja. aku hanya sedang memikirkan tawaran oppa".

"oh .. kalau kau merasa tak sehat, lebih baik tidak usah ikut. Oppa tak a pa …."

"aku ikut". Sebelum Dujun melanjutkan kata – katanya, Sungmin berhasil menyatakan kesediannya.

"ehm ?"

"aku akan menemani oppa"

Dujun memegang tangan gadis itu, tersenyum, dan mengucapkan terima kasih. Kemudian kembali melanjutkan sarapannya, sementara gadis di depannya hanya memandangnya intens.

Aku harus berani bertemu Kyuhyun dan meyakinkan hatiku bahwa aku hanya mencintai Dujun oppa. aku hanya akan mencintai oppa, aku pastikan bahwa hatiku takkan goyah hanya karena bertemu kembali dengan pria itu. Tekadnya. .

T.B.C