CAN'T WAIT YOU

Main Cast : Yoon Dujun (Beast)
Lee Sungmin (yeoja)
Cho Kyuhyun
And others .
Genre : Romance , Hurt , Drama
Rate : M

Warning : GS , Crack Pair , EYD ,Guest Star , OOC.
Desclaimer : all casts belong to God , except DuMin couple , They are belong to me , hohoho #INMYDREAM

Summary : Kenapa kamu harus kembali lagi ? Apa kau tak tahu seberapa besar usahaku untuk melupakanmu ? Setidaknya biarlah kali ini aku bahagia karena bahagiaku adalah bersamanya.

CHAPTER 8

Nuansa klasik nan romantiS menyambut kedatangan Sungmin dan Dujun di mansion milik keluarga Cho. Sungmin tak pernah berpikir bahwa ia akan benar – benar memasuki kediaman milik mantan kekasihnya, walaupun dengan status yang berbeda saat ini. Tak jadi masalah, toh ia belum pernah bertemu dengan orang tua Kyuhyun.

Sungmin menatap kagum pada keadaan sekitarnya, tadi dia telah terpesona oleh alunan musik klasik yang didengar, kini ia kembali terpesona melihat bagaimana mansion mewah itu didekorasi dengan apik seolah ia tengah berada di negeri dongeng. Banyak pohon – pohon mungil yang dipangkas hingga meyerupai karakter – karakter yang ada di negeri dongeng. Lampu yang dipakai untuk menerangi mansion itu juga berbentuk cupid yang siap menembakkan panah asmaranya. Benar – benar indah.

"wah, Oppa.. tempat ini benar – benar menakjubkan", kagumnya.

"yah, Oppa tak akan heran melihat bagaimana mamnsion ini karena beginilah karakter nyonya Cho itu, kekanakan.", ujarnya setengah mencibir. Sungmin hanya mempoutkan bibirnya kesal mendengar penuturan Dujun. Hei, tempat ini indah, sangat – sangat indah. Nyonya Cho pasti seseorang yang sangat cantik dan juga romantiis, begitupun Tuan Cho.

"Oppa, apa Han oppa tidak hadir di acara ini ?"

"tidak, besok ia harus ke Beijing mengurus cabang perusahaannya disana. Karena akan pergi dalam waktu yang lumayan, Heechul noona menyanderanya malam ini"

"menyandera ? apa Heechul eonni sejahat itu?"

"hahaha, tentu saja meenyandera dengan maksud yang berbeda sayang"

Sungmin mengernyitkan dahinya bingung. Ingin bertanya lebih lanjut namun urung saat mendengar seseorang menyapa Dujun. Tubuhnya mendadak kaku, Ia kenal suara itu.

"Dujun hyung",panggil sosok itu.

Dujun membalikkan badannya, menyapa kembali sosok yang sebelumnya menyapa dirinya.

"oy Kyu, lama tidak bertemu ne.. kau semakin sombong", ujar Dujun sembari memeluk Kyuhyun sekilas.

"hahaha, aku sangat sibuk belakangan ini hyung"

"memangnya apa yang kau lakukan ? ah, apa kau sibuk mengurus pernikahan mu ?"

"ani hyung… hehehehe…."

Tawa Kyuhyun menghilang begitu menyadari ada sosok lain di sebelah Dujun. Aneh ketika sosok itu bahkan tak membalikkan tubuhnya.

"kau datang sendiri hyung ?",Tanyanya sekedar berbasa – basi.

Dujun menyadari kesalahannya yang tak memperkenalkan Sungmin.

"ani .. aku datang bersama seseorang".

"nugu ? gadis sewaan mu kah ?"

"yak ! apa maksudmu ?"

"tentu saja itu maksudku, kau kan tidak pernah menghadiri perjamuan atau pesta manapun dengan seseorang. Jadi aku curiga kau membayar seorang gadis agar tak malu lagi"

"waaahhh, otakmu benar – benar pintar Cho", kagumnya. "lantas, kenapa kau sendirian ? apa akhirnya kekasihmu menyadari betapa menyebalkannya dirimu dan meninggalkanmu ?"

"wohoho, tak mungkin dia meninggalkanku hyung. Pesona seorang Cho Kyuhyun sungguh hebat dalam menarik wanita", Kyuhyun berujar sombong. Dujun berdecak pelan mendengarmya.

Dujun menegok ke samping berniat untuk mengenalkan Sungmin pada pemuda angkuh di depannya, namun ia kaget melihat Sungmin yang tampak meremas tangannya gugup, "sayang, apa kau baik – baik saja ?",Dujun bertanya cemas.

"n – ne oppa, aku baik baik saja", ucap Sungmin tanpa membalikkan badannya.

Sementara Kyuhyun, ia berusaha mengingat dimana ia pernah mendengar suara itu. Rasanya suara itu tak asing lagi di telinganya. Ia mendengarkan dengan seksama percakapan dua orang di depannya.

"apa kau yakin ? kalau kau merasa kurang nyaman, kita bisa pulang sekarang"

"andwae oppa, aku benar baik – baik saja"

"kalau begitu baiklah, tapi katakan pada oppa bila nanti kau merasa kurang nyaman, ok ?"

"ne.."

"oh iya, oppa ingin mengenalkan mu pada salah satu rekan bisnis oppa. dia sudah oppa anggap sebagai adik oppa sendiri".

"n – ne..". Sungmin menunduk sembari membalikkan badannya kaku. Kyuhyun yang berdiri di depannya menatap gadis itu penasaran. Ia ingin melihat wajahnya.

"nah chagi, kenalkan ini temanku, rekan bisnisku, dan adikku Cho Kyuhyun. Dan Kyu, kenalkan ini tunanganku, Sungmin, Lee Sungmin", Dujun saling memperkenalkan kedua orang itu dengan senyum tanpa menyadari bagaimana Kyuhyun yang membelalakan matanya kaget mengetahui bahwa gadis di depannya adalah Sungmin, dan Sungmin yang semakin gugup. Dengan mengumpulkan keberaniannya, Sungmin mendongakkan wajahnya hingga tanpa sengaja matanya bersibobrok dengan mata Kyuhyun. Seutas senyum diberikannya mengawali perkenalkan mereka.

"annyeong haseyo, Kyuhyun-ssi.. Lee Sungmin ibnida", ucapnya.

Sementara Kyuhyun yang berada di depannya hanya memandang gadis itu dengan raut wajah yang sulit diartikan, namun jangan lihat bagaimana tatapan matanya. Tatapan matanya menyiratkan kerinduan yang sangat besar, kerinduan serta kekecewaan. Kecewa ? tentu saja. Ingat bagaimana Dujun memperkenalkan gadis itu sebagai tunangannya ?

SUNGMIN

Kyuhyun kembali mabuk. Ia kembali mendatangi club yang pernah didatanginya kemarin. Bagus sekali. Dalam waktu dua hari, kekuatan hatinya benar – benar diuji. Kemarin ketika ia baru mengetahui bahwa Sungmin telah bertunangan, ia meyakinkan dirinya bahwa ia bisa mendapatkan Sungmin kembali walaupun ia sempat merasa kecewa diawal. Ia mencoba berpikir rasional, mungkin Sungmin sangat kecewa padanya hingga memutuskan untuk memiliki kekasih lain, namun tak menutup kemungkinan dan bahkan ia sangat yakin kalau gadis itu masih mencintainya, dan ia akan menggunakan kesempatan itu untuk merebut Sungmin kembali. Namun kejadian yang dialaminya tadi seolah menampar keras titik kesadarannya. Titik itu seolah menuntun kembali dirinya menuju kenyataan. Kenyataan yang menunjukkan betapa Sungmin sangat mencintai Dujun.

Melihat bagaimana cara gadis itu memandang Dujun penuh cinta dan bagaimana Dujun memandang gadis itu dengan memuja. Ia iri, sangat! Dulu tatapan cinta milik Sungmin adalah untuknya ,Sungmin hanya memandangnya. Tapi sekarang, tidak !

Melihat bagaimana Dujun memeluk gadis itu ketika mereka berdansa. Dulu dia yang possessive tak pernah mengijinkan Sungmin memeluk lelaki lain karena tubuh gadis itu hanya boleh dipeluk olehnya. Kehangatan tubuh seorang Lee Sungmin hanya miliknya. Tapi sekarang, ia harus berbagi.

Lihatlah bagaimana wajah itu merona malu karena bibirnya dikecup oleh Dujun. Dulu hanya ia yang boleh dan bisa mengecup bibir pinkish itu, hanya dia yang mampu membuat wajah manis itu merona malu. Tapi sekarang, ada orang lain yang bisa melakukannya, dan itu adalah teman, hyungnya.

Itu adalah Dujun dan ia tak mungkin bila harus merebut Sungmin dari pria itu. ia sudah menganggap Dujun sebagai hyungnya. Hyung yang pernah menolongnya dulu. Ia akan menjadi seorang pengkhianat bila melakukan itu. ia tak mau Dujun membencinya. Dujun pria baik, ia tahu itu, dan melihat bagaimana pria itu memperlakukan Sungmin seolah Sungmin adalah benda yang berharga – ya Sungmin memang berharga – dan melihat betapa bahagianya Dujun mampu membuatnya menyimpulkan sesuatu. Sungmin adalah kebahagiaan Dujun, begitu pikirnya.

Haruskah ia menyerah ? haruskah ia melupakan Sungmin ? haruskah ia merelakan Sungmin bersama Dujun ? haruskah ia menyerahkan hatinya pada Minah, calon istrinya ? namun yang terpenting ialah, bisakah ia melakukan itu semua ? sanggupkah ? mampukah ? setelah penantiannya selama ini, haruskah ia menyerah begitu saja ?

KYUHYUN

Sungmin tengah disibukan oleh pekerjaannya di dapur ketika ia mendengar bel apartement berbunyi. Ia berpikir, mungkin itu adalah Dujun karena beberapa saat lalu Dujun menelepon. Mengabarkan bahwa ia akan pulang untuk makan siang di apartement mereka. Dengan pikiran yang seperti itu, ia membiarkan bel itu berbunyi. Mungkin oppa ingin mengerjaiku. Namun bel itu terus berbunyi, bahkan semakin intens dan terkesan tidak sabaran. Dahi Sungmin mengernyit heran, tidak biasanya ia kedatangan tamu. Ah, mungkin Heechul datang berkunjung mengingat ia selalu datang berkunjung ketika kesepian ditinggal Hankyung. Tersenyum, ia beranjak membukakan pintu.

Cklek …

Pintu terbuka menampilkan sesosok pria bersetelan rapi yang menutupi wajahnya dengan sebuket hiasan bunga yang indah. Senyum Sungmin terkembang sempurna.

"oppa …", panggilnya manja.

Namja itu memberikan bunga dengan tetap mempertahankan posisinya. Sungmin menerima bunga itu, menutup mata sembari menghirup dalam wangi bunga – bunga kesukaannya. Menikmati sensasi kesegaran yang ada. Puas menghirup wanginya, ia mendongak hendak memeluk serta mencium Dujun , namun betapa terkejutnya ia melihat sosok dihadapannya. Itu bukan Dujun. Sosok yang memberikan bunga padanya, sosok yang tengah tersenyum lembut menatapnya bukanlah Dujun.

"annyeong Mingie…."

T.B.C

a/n :annyeong reader – deul. Maaf ya updatenya lama banget. Mohon maaf juga kalau ff ini semakin membosankan. Maaf karena saya tidak bisa mendeskripsikan suasana ataupun sikonnya dengan baik, terkesan biasa saja kan ?

untuk yang bertanya apakah ending cerita ini Kyumin atau bukan. Sejujurnya saya belum yakin akan dibagaimanakan ending ff ini. Diawal memang direncanakan agar ber-ending Dujun-Sungmin, tapiii yaaaa ditengah jalan ini saya malah bingung. Kita sama – sama menunggu bagaimana nantinya saja ya ..

at least, mohon reviewnya ya ..

GOMAWO ^^

#deepbow ….