~I Only Love You~

Happy Reading

.

.

.

.

sorry for typos

.

.

.

~enjoy~

Kyungsoo menghempaskan tubuhnya ke ranjang king size miliknya terlihat peluh yang membanjiri wajahnya sekarang, dia baru saja pulang dari rumah Luhan sahabatnya, karena dia sudah berjanji pada Luhan akhirnya dia tak bisa berbuat apa-apalagi sungguh dia sangat bosan mendengar cerita tentang namja yang disukai sahabat nya itu, di setiap obrolan mereka bahkan tidak akan lepas dari yang nama nya Kim Jongin sungguh membuatnya jengah.

"Kyungsoo—ya" suara lembut memanggil Kyungsoo dari luar kamarnya

"nde eomma?" Kyungsoo membalas panggilan eomma nya dan berjalan lesu untuk membuka pintu.

"astaga, kau belum membersihkan badanmu?" suara menyapa indera pendengaran Kyungsoo

"belum, aku lelah eomma" terlihat Kyungsoo merengek pada eommanya

"cepatlah bersihkan badanmu, habis itu kau antarkan kue ini ke rumah sebelah"

"rumah sebelah, bukannya disana tidak ada orang?"

"rumah itu kini sudah di isi dan kita harus menyabutnya, eomma tidak mau kalau kita di anggap sebagai tetangga yang kurang baik, apa kata orang nanti"

''hufhttthhhh baiklah... Kyungsoo mandi dulu"

Chup

Kyungsoo mengecup kilat pipi eomma nya dan melesat masuk kamar mandi tanpa menutup pintu kamarnya terlebih dulu, sungguh yeoja paruh baya tak kalah mungil seperti anaknya- Ryewook hanya bisa membulatkan matanya saat melihat kelakuan anak bungsunya ini.

Ting-tong-ting-tong

"ishhh lama sekali!" gerutu Kyungsoo saat menekan bel pintu rumah tetengganya sudah berkali-kali Kyungsoo menekan bel namun belum ada yang membukakan pintu.

"Apa tidak ada orang? Sebaiknya aku pulang saja"

Cklek

Baru saja Kyungsoo melangkah bermaksud meninggalkan rumah itu namun langkahnya terhenti saat mendengar pintu itu terbuka.

"KAU?'' Pekik Kyungsoo saat melihat siapa orang di ambang pintu.

"kau siapa?'' tanya lelaki itu datar pura-pura tidak tahu padahal di hatinya kini dia sangat senang bisa bertatap muka dengan Yeoja yang selalu di pikirkannya beberapa hari ini.

"..."

"siapa Jongin, kenapa kau tidak mempersilahkan nya masuk?'' kini terdengar suara lembut dari seorang wanita di dalam, Jongin ya namja yang tadi membuka kan pintu ialah Jongin sunbae Kyungsoo, namja populer di sekolahnya namja yang selalu di elu-elu kan para wanita, satu fakta lagi ternyata dia adalah tetangga baru Kyungsoo.

"masuklah" titah Jongin kemudian berjalan lebih awal di depan Kyungsoo "gumawo.." Kyungsoo mengikuti arah langkah Jongin yang terlihat menuju sebuah ruang tengah yang tidak terlalu luas namun, rumah baru Jongin sangat terasa nyaman untuknya, rumahnya ini berlantai dua sama seperti Kyungsoo namun rumah ini jauh lebih besar dibandingkan rumah nya.

"Oh Kau pasti Kyungsoo, eomma mu sudah menceritakan tentang mu saat pagi tadi, kau cantik sekali~"

"terimakasih ahjumma, eomma menitipkan ini" Kyungsoo membungkuk kemudian menyerahkan sekotak kue yang tadi di bawanya

"oh apa ini?" eomma Jongin-Taemin menerima kotak yang diberikan Kyungsoo

''itu kue buatan eomma, eomma membuatkan kue ini untuk Ahjumma dan keluarga semoga kue nya enak"

"ah seharusnya eomma mu tak usah repot-repot seperti ini, Kyungie tidak usah memanggil ahjuma ne panggil eomma saja!" taemin berujar riang saat meminta Kyungsoo memanggilnya eomma, dia ingin sekali mendengar anak didepannya ini memanggilnya 'eomma' mungkin karena selama ini dia menginginkan seorang anak perempuan.

Jongin yang sedari tadi di cuekan kini terliahat membulatkan matanya saat mendengar permintaan sang eomma, namja tan ini kemudian beralih menatap Kyungsoo dengan mata yang terlihat tak kalah lebar.

"mm..apa tidak apa-apa?" Kyungsoo melirik ke arah Jongin namun Jongin kini memalingkan wajahnya ke arah lain.

"nde, eomma akan sangat senang. Duduk lah eomma akan membuatkan mu minuman terlebih dulu" baru saja dua langkah taemin beranjak dari hadapan Kyungsoo namun yeoja paruh baya ini memutar balikan badannya dan menatap ke arah Jongin, sepertinya dia melupakan satu hal, ya dia belum memperkenalkan anak bungsunya ini pada Kyungsoo.

"ah.. hampir saja eomma lupa, maafkan eomma Jonginie umma tak sadar jika ada kau. maklum Kyungsoo eomma kini sudah tak muda lagi..." taemin berkata santai tanpa memperdulikan anaknya yang kini terlihat memutarkan bola matanya malas. Sementar itu Kyungsoo hanya bisa merespond dengan senyum manisnya.

''Kim Jongin, tapi panggil saja aku kai" Jongin menjabat tangan mungil Kyungsoo

"Kyungsoo, Do Kyungsoo" ucap Kyungsoo singkat kemudian duduk di sofa sementara itu Jongin pergi meninggalkan Kyungsoo sorang diri, dasar tuan rumah kurang sopan. Hey sebenarnya Jongin masih tahu tatakrama memperlakukan tamu hanya saja ini beda di hadapannya kini ialah Yeoja yang telah membuat jantungnya berdebar tak karuan.

"aishh... mimpi apa aku semalam" gerutu Kyungsoo

.

.

.

"minumannya datang"

"terimakasih e..eomma" ucap Kyungsoo masih ragu memanggil Taemin dengan sebutan eomma.

"sama-sama, di mana Jongin..."

"aku lihat dia tadi menaiki tangga"

"ahh dasar anak itu" Taemin menghela nafas.

Pada akhirnya Kyungsoo dan Taemin terlarut dalam obrolan mereka tak disangka keduanya kini sungguh akrab. Jika dilihat-lihat mereka suadah sperti ibu dan anak saja, Taemin sangat senang setelah mengetahui bahwa tetangganya ternyata memilik anak perempuan yang satu sekolah dengan Jongin dia merencanakan untuk menjodohkannya dengan anaknya. Untuk Kyungsoo sepertinya yeoja bermata bulat ini tidak tahu akan rencana ini, ya begitu pula dengan yang akan di jodohkannya, bagaimana mereka tahu jika eomma mereka masing-masing baru memutuskannya saat pagi tadi, bahkan yeoja yang sudah bersuami itu belum mebicarakannya pada sang kepala rumah tangga.

At school

"Kyungsoo-ya, kenapa kau terlihat tak bersemangat sekali pagi ini, ayolah kau terlihat jelek sekali saat ini" Luhan menepuk bahu Kyungsoo yang sedang duduk sambil menopang dagu di meja kantin

"..." Kyungsoo masih diam, bahkan saat ini terlihat sekali bibirnya mengerucut lucu.

"hey, ada apa? Cerita lah... apa gunanya aku sebagai sahabat hmm?''

"anniyo, eopso" Kyungsoo menggeleng lesu

"ya sudah, kalau begitu mana senyum Kyungsoo yang manis~?" goda Luhan, kemudian Kyungsoo pun tersenyum paksa, dengan sengaja dia memeperlihatkan dertean gigi putihnya sampai terlihat jelas, "yak, itu bukan senyum... kau sudah seperti Chanyeol sunbae saja, idiot" Luhan mencibir Kyungsoo, Kyungsoo yang mendengarnya pun akhirnya hanya bisa memukul Luhan dengan botol saus yang ada di meja didekatnya.

"aww, yak appo" Luhan memegang lengan kanannya yang tadi dipukul Kyungsoo "habisnya kau bukannya menghibur, malah buat mood ku semakin rusak saja" dengus Kyungsoo ''hehe mian..."

"Kyungsoo—ya aku dengar rumah kosong di dekat rumah mu sudah ada yang menempati?''

"eoh'' Kyungsoo memebelalakan matanya 'aish, eottokhe?' batin Kyungsoo, bagaimana dia menceritakannya pada Luhan kalau tetangga barunya ini tak lain adalah Kim Jongin namja yang sangat di sukai sahabatnya sendiri.

"ah.. itu, iya dari mana kau tahu?" tanya Kyungsoo berusaha setenang ungkin, kemudian meyeruput bubble tea nya.

"appa ku bilang, dia memiliki teman seorang direktur yang bekerja sama dengannya dan dia juga bilang kemarin bahwa temannya itu tinggal di rumah baru dekat rumah mu"

''oh..."

"lalu bagaimana?"

"bagaimana apanya?"

"tetangga baru mu?"

"ah... kemarin aku mengantarkan kue untuknya, hanya untuk sekedar menyabut nya. Kelihatannya mereka ramah"

"benarkah?"

"nde, aishhh memangnya ada apa kau menanyakan hal itu?"

"anni, hanya ingin tahu saja"

"..."

Kyungsoo dan Luhan kembali dari Kantin setelah bel masuk berbunyi saat mereka berjalan bersama melewati Koridor kelas terdengar pekikan dan sapaan dari beberapa wanita yang masih berdiri di depan loker hanya sekedar untuk melihat Jongin yang berjalan dengan langkah tegapnya tak lupa ekspresi dingin nya membuat semua orang begitu kagum akan ketampanan yang dia miliki, semua wanita disana sepertinya terpesona akan karisma seorang Kim Jongin terkecuali satu yeoja bermata bulat, Kyungsoo menarik tangan Luhan saat merasakan Luhan yang berhenti di belakannya, Luhan terlihat sangat bodoh saat ini bagaimana tidak bodoh jika beberapa meter dihadapannya kini sudah ada namja yang dia sangat sukai-Kai.

"aww, pelan-pelan Kyungsoo-ya"

"habisnya kau lama sekali, aku tak mau terlambat dan di marahi choi seongsangnim nanti, ayoo~" Kyungsoo berusaha menyeret Luhan kembali.

Tanpa Kyungsoo sadari dia sudah berada dua langkah di hadapan Jongin kali ini, namun karena posisinya yang setengah membungkuk untuk menarik Luhan sepertinya dia tak melihat wajah Jongin yang kini sedang memeperhatikan Luhan dan Kyungsoo yang terlihat amat aneh di mata Jongin.

"kalian kenapa?" suara Jongin menyapa indera pendengaran Kyungsoo dan Luhan.

"e..eohh?" mata Kyungsoo membola saat melihat siapa orang dihadapannya kini.

"AISHHH pantas saja" gerutu Kyungsoo sambil menatap ke arah Luhan yang kini terlihat seperti gadis bodoh.

"Ayo~ kita bisa terlambat" Kyungsoo berusaha menarik tangan Luhan lagi

"shhh..." Luhan yang sedang mempertahankan posisinya kembali merasa sakit di bagian kakinya yang masih belum sembuh.

"kau tidak apa-apa" Jongin terlihat cemas kali ini.

"gwenchana... ya sudah sunbae kami pergi dulu anyeong" Luhan membungkuk pada Jongin.

Jongin pun hanya bisa melihat kepergian dua gadis itu dengan senyuman yang terlihat manis. Pekikan pun kembali terdengar di koridor.

.

.

.

"ayolah, kalian cepat bersihkan... tidak ada waktu untuk bersantai, ayo~ pantas saja kalian terlambat masuk ke kelas ku, kerja kalian saja hanya bersantai-santai seperti ini!"

"..." keduanya pun kembali membersihkan kaca jendela yang terlihat cukup besar.

"nde seosangnim" ucap keduanya serempak.

"saat aku kembali lagi kemari, aku ingin melihatnya sudah bersih arraso?"

"nde seosangnim" ucap keduanya serempak kembali.

" Luhan-ah, ini semuanya gara-gara kau!" ucap Kyungsoo sambil menatap Luhan dengan tatapan membunuhnya.

"mianhe~ Kyungsoo-ya, kau tahu sendiri kaki ku belum sembuh betul"

"nde-nde untuk itu aku memaafkan nya, aku juga minta maaf"

"kau tidak salah, aku lah yang salah"

"tidak akulah yang salah"

"anni aku lah yang sangat bersalah"

"aku lebih-lebih berslah"

"aku lebih lebih lebih bersalah di-" ucapan Kyungsoo terpotong

"YAKKK, KENAPA KALIAN MALAH BERDEBAT SEPERTI INI EOH?" pekik choi seongsangnim menggema sampai lapangan basket, ternyata guru itu baru beranjak beberapa meter dari posisi mereka.

"..." keduanya kembali terdiam, bentakan dari guru killernya sukses membungkam mulut Kyungsoo dan Luhan.

"apa hukuman kalian masih kurang eoh?"

"tidak-tidak, maafkan kami seosangnim" ucap Kyungsoo dengan telapak tangan yang di tempelkan seolah memohon.

"kalau begitu, selesaikan. Aku tidak mau tahu, semua ini harus bersih"

"NDE" ujar Kyungsoo dan Luhan serempak.

Kyungsoo dan Luhan mendapat hukuman dari guru killer mereka, ya karena mereka terlambat masuk kelas akhirnya mereka berakhir disini membersihkan jendela yang terlihat besar di banding tubuh mereka, alasan Luhan yang sedang sakit pun tidak di terima oleh guru mereka, sungguh guru yang sangat menyebalkan menurut Luhan. Kyungsoo sempat berdebat dengan gurunya saat di depan kelas tadi namun karena gurunya yang tetap kekeh tak mau menerima alasan apapun akhirnya mereka pasrah dengan hukuman yang di berikan guru killer itu.

Keduanya terdiam fokus pada pekerjaanya masing-masing, namun mata luhan terlihat berbinar saat ini tak sengaja matanya menangkap sesosok bayangan pada kaca jendela yang tengah di bersihkannya, bayangan itu adalah...

"Kai s..sunbae?" ucap Luhan masih dengan posisi menghadap jendela, kemudian membalikan badannya. Ingin sekali Luhan memekik keras saat ini, seperti mimpi di siang bolong dia bisa berhadapan dengan Jongin sekarang.

Kyungsoo sebenarnya mengetahui kalau saat ini ada Jongin di dekat mereka namun dia sepertinya tak berniat mengganggu moment sahabatnya kali ini. Matanya memutar malas saat melihat Luhan yang begitu senang di hadapan Jongin.

"hai Luhan, apa kalian sedang di hukum?"

"ahhh.. itu nde...hehe, kami terlambat masuk kelas choi saem" ucap Luhan sedikit malu menjelaskan.

"ah begitu? apa aku bisa bicara dengan sahabat mu sebentar?'' Luhan meolehkan kepalanya ke kiri kanan, tak ada orang lain selain Kyungsoo disini pikirnya, Luhan sempat terheran kenapa Jongin ingin berbicara dengan Kyungsoo.

"Kyungsoo?"

"nde?" ucap Jongin dengan senyuman tak lepas dari bibirnya.

Kyungsoo yang merasa di sebut namanya akhirnya dia menoleh ke kedua orang di sampingnya saat ini,

"aku~?'' ucap Kyungsoo dengan jari telunjuknya mengarah pada wajah nya.

"hmm" Jongin hanya bergumam.

"ada apa?" ucap Kyungsoo santai.

"aku tunggu kau di depan gerbang saat pulang sekolah nanti" ucap Jongin kemudian pergi meninggalkan Kyungsoo dan Luhan yang kini sedang terlihat cengo akibat perkataan Jongin tadi.

Setelah itu Kyungsoo dan luhan pun saling menatap tak percaya.

.

.

.

.

.

.

TBC

BYE-BYE ^^ mind to review