~I Only Love You~
Genre : drama romance?
Main pair : kaisoo
Other cast: temuin sendiri
Warning : GS, typos bertebaran, alur gak jelas dan maaf kalau jelek.
.
.
.
******[HAPPY READING]******
.
.
.
.
.
******[ENJOY]*****
.
.
.
.
MIND TO REVIEW^^ FAVORITE AND FOLLOW
.
.
.
.
Chap sebelumnya
"aku tunggu kau di depan gerbang saat pulang sekolah nanti" ucap Jongin kemudian pergi meninggalkan Kyungsoo dan Luhan yang kini sedang terlihat cengo akibat perkataan Jongin tadi.
Setelah itu Kyungsoo dan luhan pun saling menatap tak percaya.
Chap 3 mulai...
Kyungsoo berjalan keluar kelas setelah beberapa menit bel tanda pulang sekolah berbunyi Luhan sudah pergi lebih awal meninggalkannya tanpa satu kata pun,setelah keduanya tadi di hukum oleh guru killer mereka tidak ada lagi percakapan dari mereka, Luhan mendiamkan Kyungsoo.
"ada apa ?" ucap Kyungsoo dengan nada sedikit tak suka pada Jongin yang sedang berdiri di depan gerbang dengan kedua tangan yang di masukan kedalam saku celananya,
"sopan lah sedikit"
"baiklah ada apa~?" ucap Kyungsoo lembut dan terlihat manis
"kita pergi ke toko buku sekarang!" ucap Jongin kemudian menarik tangan mungil Kyungsoo
"y..ya Jongin lepas—" ucap Kyungsoo terputus saat melihat Luhan yang sedang menatap dengan tatapan tak suka nya pada Kyungsoo, tanpa ada perkataan apapun yang keluar dari mulut Luhan, yeoja cantik ini langsung masuk kedalam Mobil yangs sudah datang menjemputnya, tidak ada salam perpisahan dari keduanya, Kyungsoo tahu pasti sahabatnya ini sedang cemburu padanya, tapi sungguh Kyungsoo juga tidak ingin membuat sahabatnya ini sakit hati karena dirinya dan Kyungsoo juga tidak tahu kenapa Jongin bisa bersikap seperti ini hari ini, padahal sebelumnya mereka hanya mengenal sebagai sunbae dan hobae keduanya tidak dekat sama sekali.
"ada apa?"
"ishh... pergi ke toko buku sendiri saja sana kenapa malah mengajak ku?"
"aku juga tidak ingin kalau bukan eomma mu yang menyuruhnya"
"apa maksudmu?"
"kau cerewet sekali, ayo..."
"yakk setidaknya jelaskan dulu"
"nanti saja Ku jelaskan" ucap Jongin sambil menyeret yeoja bermata bulat yang enggan melangkah sedikit pu dari posisinya.
"yakk sakit paboo"
"maaf..." ucap Jongin melepaskan genggaman di pergelangan tangan Kyungsoo.
Dan setelah itu tidak ada perbincangan selama perjalanan ke toko buku, walaupun keduanya berjalan beriringan namun jarak di antara keduanya tidak terlalu dekat, Kyungsoo yang terus berjalan dengan kepala menunduk sambil memikirkan tentang sahabatnya, sementara Jongin dengan pandangan lurusnya, Kyungsoo merasa bersalah dan tak enak hati sekarang, pasti besok Luhan akan marah padanya walau pun marah dia pasti akan siap menerimanya, tapi jika Luhan mendiamkannya dia tak mau dia lebih menerima jika Luhan memaki-makinya saja sekalian.
Kyungsoo dan Jongin sudah sampai di Toko Buku tak butuh waktu yang lama untuk sampai di toko buku itu, hanya perlu waktu beberapa menit saja dengan menempuh perjalanan kaki.
"untuk apa kesini?" dengus Kyungsoo pada Jongin
"tentu saja membeli buku memangnya apa lagi?"
"ish.. kenapa kau malah mengajak ku Jongin"
"panggil aku kai!'' Jongin mendelik tajam
"memangnya kenapa kalau aku memanggil mu 'Jongin' , lagi pula itu namamu" Kyungsoo tak kalah sengit menunjukan matanya yang lebar.
''ya sudahlah terserah kau saja"
"lalu...''
"lalu apa? Oh... iya aku diminta eomma mu untuk mengajari mu, dan mulai nanti malam aku akan menjadi 'guru' mu! Sebenarnya aku bisa saja menolak permintaan eomma mu tapi melihatnya yang tadi pagi hampir menangis sungguh membuatku iba" ucap Jongin dengan wajah terlihat di buat sendu. Kyungsoo terdiam sejenak mencerna perkataan tetangga barunya ini.
"aku tidak percaya eomma ku yang memintanya, aku tahu kalau otak ku... yakk tapi setidaknya otak ku ini lumayan lagi pula kenapa eomma tidak mencarikan guru privat saja kenapa eomma harus menyuruhmu, berapa kau dibayar eomma ku?'' Kyungsoo tak bisa menahan emosinya, sangatlah sensitive untuknya jika sudah menyangkut otak. Dia tak habis pikir kenapa eomma nya sampai berbuat seperti ini.
"jika kau tidak percaya, kau tanya sendiri saja pada eomma mu. Kau pikir aku juga mau mengajari mu membuang waktu ku saja, dan ingat satu hal aku tidak di bayar oleh eomma mu"
"benarkah, ya aku tahu kau orang kaya mana mungkin... tapi kenapa kau tidak menolaknya saja?
"bagaimana aku bisa menolak jika eomma mu meminta bantuan pada eomma ku juga''
"hufhtt... eotokhe?" Kyungsoo
"ya mau bagaimana lagi''
"Kyungsoo-ya, seburuk apa memangnya nilai sekolah mu itu?''
"kau tidak perlu tahu"
"baiklahh...'' Jongin menyerah tidak ada gunanya jika sudah berdebat dengan yeoja satu ini.
Kyungsoo berjalan dengan langkah besarnya memasuki rumah terlihat di raut wajahnya seperti tak sabar untuk menemui Eommanya,
"eomma?" teriak Kyungsoo menggema di ruang utama yang cukup luas, namun teriakannya ini tidak mendapat respond dari siapapun
"ah pasti di dapur" ujar Kyungsoo kemudian berjalan dan kembali meneriakan eomma nya.
"eomma...eomma!"
"yyak Kyungsoo, bisa tidak kau tidak usah berteriak-teriak kau pikir kau sedang di tengah hutan?"
"eomma, untuk apa eomma menyuruh si hitam itu untuk mengajariku?'' ucap Kyungsoo dengan nada sedikit meninggi karena tersulut emosi
"ah... jadi Kai sudah memberitahukannya?"
"yak kenapa eomma tidak meminta persetujuan ku terlebih dulu?" ucapan Kyungsoo kali ini terdengar merengek
"berhentilah bersikap seperti anak kecil Kyungsoo, kau pikir eomma akan membiarkan prestasi mu yang sekarang mulai menurun eoh? Tidak ada penolakan Kyungsoo sekarang kau bersihkan badan mu dan rapikanlah kamar mu Jongin akan datang malam ini"
"ish..." Kyungsoo pergi dari dapur dengan kaki yang terlihat menyentak lantai sebelum melangkah, Ryeowook hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya saat melihat kelakuan anak putrinya.
"arghhhhh..." Kyungsoo menghempaskan badan mungilnya pada Ranjang kingsize dengan sprei berwarna putih bersih. Dia sungguh lelah saat ini
"kau marah pada ku...?" bisiknya sambil menatap foto berbingkai lucu yang berada di meja nakas, foto yang memperlihatkan dua yeoja cantik yang saling tersenyum manis.
"maafkan aku Luhan-ah, kau pasti tidak suka.."
"ahh ya sudah lah aku akan menjelaskan nya besok saja, jika aku menghubunginya sekarang pasti dia tidak akan mau mengangkatnya" ucap Kyungsoo dan akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar mandi memebersihkan.
.
.
.
"ah Kai, Kau sudah datang Kyungsoo sudah menunggumu, mari ahjumma akan mengantar mu!'' Jongin hanya bisa tersenyum kemudian membungkuk memberi salam pada eomma Kyungsoo, dan Jongin pun mengikuti langkah wanita paruh baya yang menuntun nya yang entah akan kemana, jantung Jongin berdebar tak karuan, dia tidak habis pikir bahwa dia bisa bertetangga dengan Kyungsoo dan malam ini dia bisa berduaan dengan Kyungsoo belajar bersama sungguh dia tak habis pikir dengan semua ini.
Sementara itu di ruangan dengan dinding bercat pink pastel, terlihat banyak sekali figura menempel di dindingnya ruangan itu ialah kamar Luhan, yeoja cantik itu sekarang tengah menatap ponselnya sesekali mulutnya akan mengumpat tak jelas pada ponsel yang terlihat lucu itu,
"yakk, kau sahabat macam apa? Bahkan kau tak berniat menjelaskan semuanya padaku?''
"seberat itu kah sampai kau sama sekali tidak mencoba menghubungi ku, sungguh aku tak habis pikir"
"kau jahat Kyungsoo" lirihnya kemudian membalikan foto yang berada di meja nakasnya dengan kasar, untung saja Luhan hanya membaliknya jika dia tengah marah besar pasti lah bingkai dengan foto yang sama seperti yang di miliki Kyugsoo sudah tak berbentuk sekarang.
Tok tok tok
"Kyungsoo-ya" panggil Ryeowook di depan pintu kamar Kyungsoo, tidak ada jawaban dari dalam
''Kyungsoo-ya" panggil Ryewook dengan nada sedikit mneinggi sekarang
"DO Kyungsoo eomma tahu kau belum tidur jadi cepatlah buka pintunya"
Sementara itu Kyungsoo yang tengah duduk dengan tangan memeluk kedua lututnya hanya bisa menatap dengan sebal kamar pintunya yang terdengar berisik saat ini, dia tidak mau membukanya. Tak tahan mendengar teriakan eommanya yang tak mau mereda akhirnya Kyungsoo beringsut dan membuka pintu kamarnya degan kasar.
Cklek
Kyungsoo hanya bisa memalingkan wajahnya tak ingin melihat Jongin yang kini sedang berdiri dengan tatapan dinginnya, Jongin terlihat membawa beberapa buku saat ini ternyata benar ucapan eommanya ini bukan main-main.
"lama sekali kau membukanya" gerutu eommanya
"aku sedang tidur eomma, aku mengantuk apakah bisa belajarnya besok malam saja" dusta Kyungsoo, Jongin menajamkan pandangannya pada Kyungsoo tak suka.
"tidak, tidak bisa kau akan tetap belajar malam ini . Aneh sekali biasanya kau akan tidur larut malam dan akan terlambat bangun esok harinya" tegas Ryeowook kemudian membicarakan kebiasaan buruk Kyungsoo blak-blakan padahal diantara mereka kini sudah ada Jongin. Jongin hanya bisa diam dengan ekspresi datarnya seolah tak peduli akan perdebatan di antara anak dan ibunya ini.
"eomma~" Kyungsoo kembali merengek
"ah Jongin masuklah, eomma akan kembali membawa camilan dan minum untuk kalian" setelah itu Ryeowook meninggalkan Kyungsoo dan Jongin yang masih berdiri di depan pintu saat ini.
"masuklah..." ujar Kyungsoo tak bersemangat mempersilahkan Jongin untuk masuk.
Kyungsoo berjalan kemudian duduk di lantai yang sudah di lapisi karpet tak lupa kedua bantal berukur kecil yang terlihat bersebrangan untuk di duduki mereka. Kyungsoo hanya bisa menupang dagunya dengan tangan menempel pada meja berukuran sedang yang berada di antara kedua bantal tadi.
"ehem.. apa sekarang aku boleh duduk?" dehem Jongin mencairkan suasanadusta Kyungsoo, kemudian mulai medudukan bokongnya di bantal menghadap Kyungsoo yang terlihat sedang memejamkan matanya.
"hmm" gumam Kyungsoo masih dengan posisinya
"apa kau benar-benar mengantuk?''
"kau tahu sendiri fakta aku yang selau tidur larut dan bangun kesiangan esok harinya dan sekarang kau menanyakan apa aku mengantuk?"
"ah sebenarnya aku tahu ini hanya alasan mu saja untuk mengindar dari ini kan?"
'' sudah tahu kenapa masih bertanya"
"yah.. baiklah kalau begitu aku tinggal pamit saja pada eomma mu"
"yakk, tunggu baiklah-baiklah" Kyungsoo meyerah dia tidak bisa jika dia harus berdebat dengan eommanya lagi.
"kita akan belajar apa sekarang?"
"terserah kau saja"
Jongin memeperhatikan wajah serius Kyungsoo yang sedang mengerjakan beberapa soal yang tadi dia berikan dan sebelumya diapun telah mengajari Kyungsoo dengan begitu sabar sebelum memberikannya soal, sesekali Jongin akan memperhatiakan sekeliling kamar Kyungsoo dia dapat melihat satu figura besar deng foto Kyungsoo seorang diri yang terlihat cantik menurutnya, tak jauh dari letak figura itu dia dapat melihat wajah seseorang wanita yang sedang tersenyum manis di sebelah Kyungsoo, wanita itu terlihat begitu cantik apalagi dengan lesung pipinya yang terlihat jelas karena senyumnya. Karena penasaran akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada Kyungsoo
"Kyung"
"..." tidak ada jawaban dari Kyungsoo, bagaimana dia bisa mendengarkannya jika seluruh konsentrasinya sekarang terfokus pada lima belas soal fisika yang amat membuatnya pusing saat ini.
"Kyung"
"YAK ADA APA?'' pekik Kyungsoo karena merasa konsentarsinya terbuyarkan oleh Jongin, sementara itu Jongin hanya bisa terlonjak kkaget dan memundurkan sedikit posisi duduknya sekarang.
"aigooo kau galak sekali"
"salah kau sendiri yang mengganggu ku"
"maaf, aku tak bermaksud" Kyungsoo hanya diam dan mengerjakan kembali soalnya.
Beberapa menit teridam Jongin merasa jenuh saat ini, dia hanya bisa kembali memakan camilan yang hampir habis yang dibawakan eooma Kyungsoo tadi.
"yeoja berlesung pipi itu siapa?" ucap Jongin sambil menatap wajah Kyungsoo yang terlihat mengerutkan dahinya sepertinya yeoja dihadapannya ini sedang berpikir keras.
"dia sepupu ku memangnya kenapa kau menyukainya?"
"anniyo, hanya ingin tahu saja"
Hening
"lama sekali kau mengerjakannya?"
"kua pikir ini mudah apa?" dengus Kyungsoo kemudian menaruh kasar kertas soal yang dikerjakannya tadi di hadapan Jongin.
"kau hanya bisa mengerjakannya lima soal saja, ya.. berapa lama waktu yang kau lwatkan hanya untuk mengerjakan soal ini eoh?"
"seharusnya kau pakai rumus ini, mana bisa kau memakai rumus ini untuk soal yang ini?"
"baiklah sekarang kau yang mengerjakannya aku ingin tahu!"
"apa kau sedang menguji ku sekarang? Baiklah..."
Dan Kyungsoo pun hanya bisa tersenyum puas karena dia pikir dia bisa mengerjai Jongin saat ini. Baru tiga menit dia menatap wajah serius Jongin entah kenapa dia terpesona pada wajah Jongin sekarang terlihat menyenangkan untuknya, Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya mana mungkin dia dapat berpikiran seperti itu,
"Jongin-ah.."
"hmm..." gumamnya tanpa merasa terganggu dari soal yang tengah dia kerjakan.
"kau tahu Luhan sahabatku bukan?"
"nde, aku tahu"
"menurut mu dia bagaimana?''
"dia?... dia cantik,manis,pintar,baik,sopan dan...sexy"
Puk
"aww yak appo..." ringis Jongin kesakitan karena kepalanya mendapatkan pukulan dari tangan Kyungsoo
"sopanlah pada sunbae mu sendiri" dengus Jongin sambil melotot pada Kyungsoo
"kau sendiri tidak sopan pada hobae mu, ternyata otak mu mesum juga"
"aku tidak mesum, itu memang kenyataan dia memang sexy kau sendiri yang menanyakan pendapat ku tentang dia"
Kyungsoo terdiam, ya memang ucapan Jongin tadi benar semua, Luhan memang gadis yang sempurna tapi kenapa Jongin tidak terlihat menyukai Luhan sedikitpun? Pikir Kyungsoo
"apa kau tidak menyukainya?"
"eoh~?"
"apa kau sama sekali tidak menyukainya?"
"maksudmu?"
"ish..." Kyungsoo menggantungkan lengannya di udara ingin sekali dia memukul kembali kepala Jongin, namun kali ini masih bisa dia tahan.
"ya aku suka denganya yang selalu bersikap manis padaku tapi untuk perasaan ku aku tak bisa memberikanya pada sahabatmu itu, karena aku sudah menyukai yeoja lain" Jongin berujar tegas dan terdengar lirih dia akhir kalimat.
"benarkah siapa yeoja yang tidak beruntung itu?"
"yaa memang nya seburuk apa aku ini, ahh sudahlah kau tidak perlu tahu" ucap Jongin kemudian kembali mengerjakan soal, melihat Kyungsoo yang sedang tersenyum-senyum aneh kemudian dia kembali mentapnya tajam, dia tersadar jika dia sedang di kerjai oleh hobaenya sendiri saat ini, dasar hobae kurang ajar, dengan gerakan gesit akhirnya Jongin meletakan kembali kertas yang di peganya tadi dan menaruh pulpen dengan sedikit kasar, matanya menatap tajam pada Kyungsoo, Kyungsoo yang melihat tatapan tajamnya pun tak bisa berkutik saat ini, tenggorokan nya terasa kering kenapa wajah Jongin terlihat menyeramkan sekarang, menurutnya. Dengan perlahan Jongin menarik tangan kanan Kyungsoo dan mengarahkannya agar kembali memegang pulpen dan setelah itu di tundukannya kepala Kyungsoo dengan tangan Jongin hingga wajahnya menghadap kertas dengan lima belas soal tadi, Kyungsoo tidak melawanya.
"kerjakanlah aku akan memeriksanya besok pagi, sudah malam aku pulang dulu." ucap Jongin sementara itu Kyungsoo hanya bisa diam sambil menatap kosong soal di hadapannya.
Beberapa detik Kyungsoo tersadar kenapa jantungnya berdetak keras saat Jongin memegang tangannya tadi.
*****I OnLY love You*****
"Eomma, aku berangkat dulu~" teriak Kyungsoo nyaring menghampiri pintu keluar rumah dengan tergesa-gesa
"apa kau tidak sarapan dulu?" teriak eommanya kembali
"tidak,aku sudah kesiangan"
"yak Do Kyungsoo..." lengking eommanya kembali, pekikan khas dari wanita paruh baya itu tidak di dengar oleh Kyungsoo karena dia sudah meesat pergi bahkan tidak pamit terlebih dulu pada kedua orangtuanya yang tengah sarapan saat ini.
"lihat lah putri mu..." ucap Ryeowook pada suaminya
"dia putri mu Juga, aku bangga dengannya"
'eh bangga, bangga apanya?' batin Ryeowook merasa heran dengan ucapan suaminya yang terdengar tidak masuk akal pagi ini.
"pagi Luhan~" sapa Kyungsoo ketika dia sudah duduk tepat di sebelah Luhan. Tidak ada sapaan kembali darinya Kyungsoo tahu Luhan pasti sedang marah saat ini.
"Luhan apa kau marah padaku, aku minta maaf" ucap Kyungsoo tulus sambil menatap wajah Luhan yang kine enggan melihat wajahnya.
"Luhan~" panggilnya
"diamlah, aku tidak mau bicara dengan mu Kyungsoo" baru saja Kyungsoo akan membuka mulutnya namun dia kembali mengatupkan mulutnya saat melihat guru sejarahnya masuk.
Dua jam pelajaran telah usai dan selama itu pelajaran yang dianggap Kyungsoo membosankan di isi dengan keheningan, tidak ada obrolan kecil yang biasa dai lakukan dengan Luhan. Luhan mendiamkannya saat ini, walau bagaimana pun Kyungsoo akan tetap mencoba menjelaskannya pada Luhan.
"Luhan aku ingin bicara dengan mu"
"tidak ada yang perlu di bicarakan, sekarang menjauhlah dari ku mulai saat ini" ucap Luhan dingin.
Sementara itu Kyungsoo hanya bisa diam, kenapa Luhan tega bicara seperti ini padanya. Ini semua gara-gara Jongin pikir Kyungsoo.
"Luhan~" panggil Kyungsoo menggema di koridor sekolah yang cukup ramai karena saat ini sudah jam istirahat, orang-orang hanya bisa menatap aneh pada Kyungsoo saat ini.
"apa lihat-lihat" dengus Kyungsoo kemudian berjalan meninggalkan tataan-tatapan yang menurutnya sangat menyebalkan.
"Kyungsoo" panggil Jongin saat melihat Kyungsoo yang baru memasuki kantin sekolah, sontak saja semua orang yang berada di sana melihat ke arah Jongin dan Kyungsoo bergantian, sementara itu Kyungsoo hanya bisa mnegedarkan pandangannya keseluruh penjuru kantin dia mencari Luhan namun yeoja cantik itu tidak ada disini.
"Kyung~" panggil Jongin lagi kemudian menariknya untuk duduk di kursi kantin
"ish..lepas..ada apa?" ucap Kyungsoo dengan nada tak suka
"kau sudah mengerjakan nya mana hasilnya?''
"aigoo kau benar-benar, ini" ucap Kyungsoo kemudianmerogoh sakunya dan memberikan kertas yang sudah terlipat dan meninggalkan Jongin sendiri, tanpa Kyungsoo ketahui kini sudah ada pandangan yang begitu panas akibat dia yang berdekatan dengan Jongin tidak dia bukan Luhan tapi dia adalah Sulli yeoja cantik populer dengan kesadisan nya yang terkenal luar biasa.
"dimana dia?'' tanya Kyungsoo entah akan dijawab oleh siapa
"ah..." Kyungsoo memkik girang saat dia merasa kalau Luhan sekarang berada di suatu tempat.
"Luhan..." panggil Kyungsoo
"untuk apa kau kesini? Aku sudah bilang pada mu untuk menjauhi ku"
"Luhan mana bisa kau berkata seperti itu, kita sahabat aku tahu kau tidak suka kalau aku dekat dengan Jongin tapi setidaknya dengarkan penjelasanku dulu, aku dan Jong—"
"sudah cukup, kau munafik Kyung. Kemana kau ketika aku menunggumu semalaman hanya untuk menunggu penjelasan mu sesulit itukah kau menjelaskannya?"
"Luhan, aku dan Jongin tetangga baru"
"ya aku tahu itu, dan kalian di rencanakan akan di jodohkan?"
"apa?"
"kau tidak usah berpura-pura kaget Kyung, aku tahu semuanya dari appa ku"
"apa maksudmu Lu, sungguh aku tidak tahu semua ini"
"kau menghancurkan persahabatan kita Kyung, kau tahu selama ini aku menyukai Jongin tidak lebih tepatnya aku mencintainya tapi kenapa kau... hiks.." Luhan tak kuasa menahan tangisnya saat ini
"Lu tolong, maafkan aku aku tidak mau persahabatan kita mejadi seperti ini, Ku mohon Hiks..." Kyungsoo ikut terisak karena dia merasa bersalah pada Luhan dia tidak mau seperti ini,
Tanpa sepetah katapun Luhan akhirnya meninggalkan Kyungsoo yang masih bergumam meminta maaf dan terus menangis, sebenarnya dia juga tidak mau seperti ini namun rasa sakit dihatinya mengalahkan segala rasa simpatinya pada Kyungsoo, dengan menutup mulutnya Luhan berlari menjejaki anak tangga isakannya tak berhenti sampai dia masuk kedalam toilet wanita yang sudah sepi.
"Soo..." Suara berat khas pemuda menginterupsi Kyungsoo yang masih terisak
"kau kenapa?" tanya Jongin, ya dia Jongin, entah kenapa perasaanya tidak tenang tadi dia terus memikirkan Kyungsoo dan ketika dia baru saja akan menuju kelasnya entah kenapa kakinya malah menuntunya untuk berjalan menaiki tangga dan sampai di atap gedung sekolah dan menemukan Kyungsoo yang sedang menangis.
"pergilah, ini semua karena mu'' ucap Kyungsoo begitu dingin
"karena aku, kenapa?"
"kau, kau...hiks..." Kyungsoo kembali terisak, dia ingin memarahi Jongin saat ini, tapi dia juga tahu bahwa Jongin tidak bersalah, dirinya lah yang bersalah saat ini.
"uljima..." Ucap Jongin kemudian memeluk Kyungsoo, Kyungsoo ingin memberontak dari peluakn Jongin namun seluruh tubuhnya tak berfungsi saat di perintahkan otaknya, mungkin karena hatinyalah agar dia diam saja, dia merasa bersalah pada Luhan dan sekaligus nyaman karena pelukan hangat Jongin yang terasa begitu menenangkan.
.
.
.
.
.
.
~TO BE CONTINUE~
NOTE: Review yah please, biar author semangat buat lanjutnya... sedikit bocoran di chap selanjutnya bakalan muncul Sehun.
Pay-pay^^
Sampai ketemu di chap selanjutnya...
