I Only Love You
Haloooooo readers, 12154kaisoo kembali membawa chap baru, langsung aja...
***HAPPY READING***
**ENJOY**
.
.
.
****SORRY FOR TYPOS****
.
.
...NO SILENT READERS...
.
.
.
Follow,favorite,and review please
.
.
.
CHAP SEBELUMNYA
"uljima..." Ucap Jongin kemudian memeluk Kyungsoo, Kyungsoo ingin memberontak dari pelukan Jongin namun seluruh tubuhnya tak berfungsi saat di perintahkan otaknya, mungkin karena hatinyalah agar dia diam saja, dia merasa bersalah pada Luhan dan sekaligus nyaman karena pelukan hangat Jongin yang terasa begitu menenangkan.
Chap 4 started
Tok-tok-tok
"Kyungie?" panggil Ryeowook di depan pintu kamar Kyungsoo
"kau tidak apa nak?" Ryeowook terlihat cemas saat ini, pasalnya sedari tadi Kyungsoo tidak mau keluar kamar setelah pulang sekolah tadi wajahnya terlihat begitu sedih ketika anaknya pulang dan saat dia menanyakan apa yang terjadi pada anaknya, Kyungsoo hanya diam dan pergi ke kamarnya dan membantik pintu kamarnya dengan kasar.
"Kyungie, gwenchana?" tanya Eommanya terdengar cemas
"pergilah Eomma aku tidak ingin di ganggu"
"kau belum makan Kyungie, setidak nya kau keluar dan makanlah dulu"
"tidak, aku tidak lapar eomma" ucap Kyungsoo kembali.
Kyungsoo hanya bisa merenung seorang diri dikamarnya kepalanya begitu pusing memikirkan masalah yang terjadi diantaranya dengan Luhan.
To Luhan,
Han-ie maafkan aku, aku tidak mau merusak persahabatan kita aku dan Jongin hanya saling kenal dalam batas sunbae dan hobae dan kita hanya tetangga, memang eomma ku memintanya untuk mengajarku tapi aku tidak tahu sama sekali tentang perjodohan itu, kau tahu sendiri aku tidak suka dengannya. kalau pun eomma ku akan menjodohkan ku aku pasti akan bersih keras menolaknya, aku tak mau didiamkan seperti ini oleh mu.
Luhan tersenyum manis saat membaca pesan dari Kyungsoo hatinya sedikit lega saat membaca penjelasan Kyungsoo ya walaupun terbersit dihatinya ada rasa ketakutan kalau Kyungsoo akan merebut Jongin, namja yang sangat di cintai.
"Kai, kau sudah datang...apa ahjumma bisa meminta bantuan mu Kai?" ucap Ryeowook dengan mata puppy eyesnya
"eh, apa ahjumma?"
"sedari tadi Kyungsoo tidak ingin keluar kamar dan dia belum makan sedari tadi"
"benarkah..?" ucap Jongin terlihat khawatir saat ini.
"Makanlah, kalau kau sakit nanti bagaimana eoh?" bujuk Jongin pada Kyungsoo yang masih enggan membuka mulutnya sedari tadi
"yakk Kyungsoo, aku kesini untuk mengajari mu, bukan untuk membujuk mu untuk makan seperti ini kau seperti anak kecil saja"
"yaakk, memang aku seperti anak kecil kalau kau tidak suka kenapa kau tidak pergi dari sini saja eoh?"
''baiklah aku pulang" ucap Jongin kemudian membawa kembali beberapa bukunya dan menghamiri pintu untuk keluar
"makanlah, aku tidak ingin kau sakit" ucap Jongin tulus sebelum keluar dari kamar Kyungsoo
Kyungsoo yang mendengarnya pun hanya bisa tertegun, di tatapnya makanan itu dan dia hanya bisa menepisnya 'aku dan Jongin akan di jodohkan? Apa itu benar?' batin Kyungsoo, sepiring makanan itu jatuh begitu saja menjadi pelampiasan Kyungsoo yang amat kesal kali ini.
"hiks..hiks..." tangis Kyungsoo pecah dan beberapa jam berlalu akhirnya dia terlelap dengan kepala menyender pada meja.
Jongin bingung akan sikap Kyungsoo hari ini, kenapa Kyungsoo selalu marah padanya apa salah Jongin sebenarnya. Saat ini Jongin tengah memperhatikan jendela kamar Kyungsoo, lampu dikamar Kyungsoo belum di matikan saat ini 'apa dia belum tidur' batin Jongin.
Kamar Kyungsoo dan Jongin hanya berjarak dua meter dari balkon yang terpisahkan tembok dan beberapa pohon dibawahnya, karena kamar mereka sama-sama berada di lantai dua Jongin dapat melihat dengan Jelas kamar Kyungsoo, apa lagi jika Kyungsoo membuka lebar-lebar jendela besarnya pastilah Jongin dapat melihat seluruh isi ruangan itu.
Merasakan hawa dingin yang mulai menusuk tulangnya Jongin memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan tidur dia akan melakukan pertandingan esok hari melawan sekolah tetangga.
"jangan ikiuti aku terus~" ucap Kyungsoo kesal pada Jongin yang berjalan di belakangya
"bagaimana aku tidak mengikuti mu kalau arah jalan kita sama eoh? Percaya diri sekali"
Kyungsoo dan Jongin saat ini sedang berjalan untuk menuju halte bus, Kyungsoo terlihat mengerucutkan bibirnya bebrapa centi dan menggerutu tak jelas
"Kyungsoo-ya tumben sekali kau berangkat pagi?'' ucap Jongin mencoba mengisi keheningan selama perjalanan
"berhentilah bicara dengan ku!" ucap Kyungsoo
"kau ada masalah, ceritakan lah siapa tahu aku bisa membantu mu" Jongin masih mencoba untuk berbicara dengan Kyungsoo
'membantu, pantatmu' umpat Kyungsoo dalam hati.
"apa kau sedang patah hati, mata mu sembab apa kau menangis semalaman" tebak Jongin membuat Kyungsoo mendelik tajam
"ah..apa benar?" Jongin tersenyum puas dan hal itu membuat Kyungsoo jengkel sampai...
BUGH
Satu bogem mentah dari tangan Kyungsoo mendarat di perut Jongin
"uhuk...aww...yakk, kenapa kau malah memukul ku eoh?" Jongin meringis menahan sakitnya dan tak lama kemudian dia berteriak pada Kyungsoo. Sementara Kyungsoo hanya tercengang akibat dibentak Jongin
"aku tidak mau melihat mu datang ke rumah ku lagi" ucap Kyungsoo terdengar pelan.
"baiklah kalau itu mau mu, aku tidak akan bicara lagi dengan mu dan aku tidak akan datang ke rumah mu lagi dasar yeoja menyebalkan" umpat Jongin dan meninggalkan Kyungsoo di belakangnya.
Entah kenapa hati Kyungsoo terasa sakit saat Jongin mengatakan kalau dia tidak akan bicara lagi dengannya, tapi kenapa dia merasa takut kalau Jongin akan meninggalkan nya, bukankah seharusnya dia senang saat ini.
Kyungsoo sudah sampai di sekolahnya bebrapa menit yang lalu, baru kali ini dia datang sepagi ini kesekolahnya dan tentunya sekolah ini masih sepi sekarang hanya ada dia seorang diri sekarang dialam kelas nya.
Kepalanya menoleh ke arah pintu saat dia mendengar derap langkah yang terdegar akan masuk, saat mengetahui siapa orang itu kepalanya kembali menunduk,
"pagi Kyungsoo" sapa orang itu
"pa...pagi Luhan, LUHAN?" kyungsoo membalas sapaan dengan gugup karena tidak percaya , setelah kesadarannya muncul akhirnya dia berteriak keras hingga menggema sampai terdengar di koridor yang masih sepi. Luhan ya orang itu adalah Luhan dia baru saja masuk dan ajaibnya lagi kini dia menyapa Kyungsoo, padahal hari sebelumnya dia meminta untuk tidak berbicara dan bertemu dengannya.
"yaakkkhh..leph.. ..sesak.." ucap Luhan terputus-putus karena Kyungsoo memeluknya erat.
"hehe aku minta maaf" ucap Kyungsoo setelah melepaskan pelukannya
"selalu saja minta maaf, aku ini sahabat mu aku pasti memaafkan mu, aku terlalu emosi kemarin hingga pikiran ku buntu tapi setelah membaca pesan dari mu aku bisa berpikir lebih terbuka lagi" ucap Luhan tersenyum kemudian memeluk Kyungsoo
"jadi kita baikan?"
"hmm...ya Kyungsoo mata mu sembab apa kau menangis gara-gara memikirkan ku semalam eoh?"
"kau tahu sendiri, bahkan kemarin aku tidak makan dari pagi karena tidak berselera"
"benrakah sampai seperti itu?" ucap Luhan tak percaya dan Kyungsoo hanya bisa menatapnya kesal bagaiman Luhan bisa bersikap seperti ini padanya.
"kau seperti yeoja yang di putuskan oleh namjachingu nya saja...maafkan aku" lirih Luhan kemudian memeluk Kyungsoo.
"em..aku senang kita tidak bertengkar lagi''
"nde~''
"KAI, KAI, KAI..."
"AYO KAI... KAI..KAI.. AKU MENCINTAI MU...''
Kyungsoo hanya bisa menutup kedua telinganya saat ini, sementara Luhan dia hanya bisa terus tersenyum dengan pandangan mata berbinarnya yang tak lepas dari Jongin yang sedang menggiring dan memasukan bola basket kedalam ring dan terus mencetak skor.
Kyungsoo hanya bisa pasrah saat Luhan menariknya untuk duduk di bangku penonton untuk melihat pertandingan basket yang diadakan di sekolah mereka, susasana lapangan basket itu kini terdengar berisik oleh pekikan-pekikan para yeoja centil yang terus meneriakan nama Kai, Kyungsoo hanya bisa memutarkan kedua bola matanya malas, kenapa yeoja-yeoja ini mau saja berteriak-teriak tak jelas memanggil nama yang sedari tadi tidak menoleh sedikit pun kepada mereka, apa tenggorokan mereka tidak akan sakit pikir Kyungsoo. Saat Jongin mencetak kembali skornya para yeoja atau lebih tepatnya fans kai memekik girang dan mengangkat tinggi-tinggi spanduk yang sudah mereka siapkan, benar-benar norak pikir Kyungsoo.
"setelah ini aku harus pergi ke Dokter THT" gerutu Kyungsoo terdengar oleh Luhan
"haha, kau berlebihan Kyung" Luhan tertawa mendengar perkataan Kyungsoo
"setidaknya jika kau mengajak ku jangan di depan mereka seperti ini" dengus Kyungsoo kembali mengeluh pada Luhan.
"Maaf habisnya tidak ada bangku kosong lagi"
Kyungsoo benar-benar kesal saat ini, sementara Luhan yeoja cantik itu dengan mudahnya meminta maaf pada Kyungsoo, bagaimana Kyungsoo tidak kesal saat ini posisinya yang sekarang duduk dekat dengan fans-fans 'gila' kai membuatnya begitu terganggu dan tak betah berlama-lama.
"apa kau bisa menyuruh mereka untuk diam?" ucap Kyungsoo dengan matanya menatap Luhan kesal
"apa kau ingin melihat ku babak belur oleh mereka?'' tanya Luhan kembali.
"aisshhh...jinja..." hela Kyungsoo
"bersabarlah..." ucap Luhan menenangkan
"aku sudah bersabar selama ini" ucap Kyungsoo dengan wajah datarnya sementara Luhan hanya bisa terkekeh saat melihat ekpresi 'tersiksa' Kyungsoo.
Pekikan kembali terdengar saat mata kai melihat ke arah Kyungsoo, yeoja-yeoja di belakang Kyungsoo saat ini terdengar begitu histeris dan 'gila', Jongin dapat melihat ekspresi Kyungsoo yang berkebalikan dengan lainnya dan pemandangan itulah yang membuatnya menarikan kedua sudut bibirnya melengkung ke atas begitu manis hingga membuat suara pekikan kembali terdengar.
"aigooo Kyungie sepertinya dia membalas senyum ku " Ucap Luhan percaya diri sekali, ya memang sedari tadi Luhan tersenyum untuk Jongin, andai saja dia tahu kalau Jongin tersenyum karena Kyungsoo mungkin Luhan sudah menangis saat ini. Luhan terlihat bahagia, Kyungsoo yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum manis.
'syukurlah dia sudah bisa tersenyum lagi' batin Jongin
Kyungsoo dan Luhan sudah berada di kantin setelah beberapa menit pertandingan basket itu berlalu, Kyungsoo sedang menikmati ramennya dengan begitu lahap saat ini,
"Kyungsoo, apa kau benar-benar lapar?"
"hmm" gumam Kyungsoo tanpa melihat pada Luhan yang sedang menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kyungsoo kau bilang Kai mengajari mu, apa boleh nanti malam aku ikut kerumah mu dan belajar bersama kalian?"
Uhuk
Kyungsoo tersedak akibat mendengar ucapan Luhan
"ya pelan-pelan Kyungsoo, makan mu seperti orang kesetanan saja" ucap Luhan kemudian menyuguhkan minuman.
"tidak, tidak...aku sudah memintanya untuk tidak datang lagi kerumah ku"
"jinja? Kenapa?"
"aishh... bukan kah seharusnya kau senang sekarang aku heran pada mu" ucap Kyungsoo santai dan kembali memakan ramennya yang belum habis
"jadikanlah kesempatan itu untuk membuatku dekat dengan nya Kyungsoo, bagaimana kalau aku minta tolong pada mu aku kan sahabat mu, jebal~" pinta Luhan dengan wajah memelasnya yang tidak di lihat oleh Kyungsoo
"jadi kau ingin aku menjadi makcombalng mu begitu?" ucap Kyungsoo tak percaya
"ne, jebal~" Luhan memohon dengan menunjukan puppy eyes andalannya kali ini
'bagaimana ini?' batin Kyungsoo. Beberapa saat ucapan Jongin tadi pagi terdengar kembali hingga membuatnya begitu bergidig
"bagaimana?" ucap Luhan membuyarkan pikiran Kyungsoo.
"aku tidak mau, kau tahu tadi pagi dia bicara dengan begitu marahnya pada ku?"
"memangnya dia bicara apa?"
"aisshh dengarkan baik baik... 'baiklah kalau itu mau mu, aku tidak akan bicara lagi dengan mu dan aku tidak akan datang ke rumah mu lagi dasar yeoja menyebalkan' " Ucap Kyungsoo mempraktekan ucapan Jongin dan nada laki-laki namja tan itu sementara Luhan dia hanya bisa terkekeh melihat kelakuan Kyungsoo.
"apa dia mengacungkan sumpit kedepan matamu seperti ini juga?" Luhan terkekeh dengan menunjukan sumpit yang masih terlihat mengarah pada wajahnya,
"ahh tidak aku hanya terbawa emosi" Kyungsoo kembali menurunkan sumpitnya
"ahh sudah lah aku tidak mau membahasnya..." Kyungsoo kembali memakan ramennya
"kau tetap harus memintanya untuk kembali mengajari mu titik, kalau tidak aku akan marah lagi pada mu"
"aishhh... baiklah-baiklah" Kyungsoo menyerah.
"Jongin ada yang mencari mu" ucap salah satu teman Jongin dengan perawakan lebih tinggi dari Jongin yang diketahui namanya yaitu Kriss
"siapa?"
"aku lupa namanya, kau lelah sekali sepertinya... biar aku menyuruhnya untuk masuk saja , oh iya aku dan anak-anak ke kantin duluan kau pergi menyusul ne?" Kriss akhirya meninggalkan Jongin yang masih beristirahat di ruang club basket.
"ah, kau masuklah Jongin didalam, kami akan kekantin dulu bye" ucap Kriss kemudian meninggalkan Kyungsoo yang masih berdiri di depan pintu ruang club basket yang lumayan besar itu, setelah membungkuk beberapa kali pada sunbae nya, Kyungsoo akhirnya masuk kedalam ruangan yang terlihat sedikit berantakan dengan bebrapa baju tergeletak di kursi dan pintu-pintu loker terbuka, benar-benar berantakan menurut Kyungsoo.
Perlahan Kyungsoo berjalan masuk kedalam ruangan itu, dia dapat melihat Jongin yang sedang duduk dengan kepala terlihat menunduk tak lupa handuk kecil berwarna putih menutupi kepalanya yang dia gunakan untuk mengelap keringatnya tadi, dengan kedua siku menmpel pada lututnya dan kedua tangannya yang mengepal menopang dagu benar-benar terlihat cool walau seperti ini.
"Jongin.." panggil Kyungsoo membuat Jongin yang sedang menunduk kini mendongak melihat Kyungsoo yang sedang beridiri di hadapannya.
"kau...kau bilang kau tidak ingin bicara dengan ku?"
"maaf...aku tidak bermaksud..."
"jadi untuk apa kau kesini?" ucap Jongin dingin
"ak..aku..." Kyungsoo tergugup untuk bicara dengan Jongin, sangat malu rasanya ketika dia meminta namja dihadapannya untuk kembali mengajarinya sementara dia sudah berbuat kasar padanya.
"apa...?" Jongin yang tak kunjung mendengar jawaban dari Kyungsoo akhirnya berdiri karena mulai kesal.
"ak..aku...mm..."
"apa...lama sekali..." Jongin melangkahkan kakinya mendekati Kyungsoo hingga yeoja di hadapannya mulai mundur perlahan.
"akk..aku..." Kyungsoo masih bingung untuk mengatakan nya, sungguh gengsi nya yang luar biasa membuatnya benar-benar enggan menarik ucapannya kembali.
Kyungsoo memundurkan langkahnya hingga kini dia benar-benar tak bisa menghindar dari Jongin punggungya sudah membentur loker di belakangnya, entah kenapa saat melihat wajah Jongin yang begitu dekat dengannya semakin membuat dia gugup dan membuat jantungnya berdebar tak normal.
"Jong...Jongin aku meminta mu.. untuk mengajari ku kembali.." bicara Kyungsoo terputus-putus karena gugup luar biasa.
"apa semudah itukah kau memnita ku...?" Jongin medecih dan menggebrak pintu loker di belakang Kyungsoo hingga terdengar nyaring, Kyungsoo terlonjak kaget karena suara yang di hasilkan oleh telapak tangan Jongin dan dia hanya bisa menutup kedua matanya saat ini.
"kau pikir kau siapa hmm beraninya meyuruhku untuk berbuat ini itu?" Kyungsoo kembali membuka matanya, dan saat itulah mata dia tepat mentap pada mata tajam Jongin.
"..." Kyungsoo tertegun, sekujur tubuhnya terasa tegang kali ini posisinya terlalu dekat dengan Jongin hingga membuat wajahnya terasa panas entah karena apa.
"kenapa diam? BICARALAH?" Pekik Jongin kembali sementara itu Kyungsoo hanya bisa diam dan menutup kedua matanya lagi, Jongin dapat melihat badan Kyungsoo yang bergetar saat ini sepertinya yeoja tomboy di hadapannya ini benar-benar takut padanya, mata Jongin kini menatap seluruh wajah Kyungsoo intens dengan posisi sedekat ini dia dapat melihat jelas wajah cantik Kyungsoo, tanpa dia sadari dia memegang pinggang Kyungsoo dan memiringkan kepalanya mendekati wajah Kyungsoo tanpa ragu dia...
Chup
Bibir mereka bersentuhan Kyungsoo yang merasakan benda kenyal yang menempel di bibirnya hanya bisa tertegun masih dengan matanya yang tertutup, tengkuk Kyungsoo terasa di tarik oleh tangan Jongin menekannya agar semakin dalam. Kyungsoo? Dia hanya diam tak bergerak sedikit pun. Kyungsoo merasa aneh kenapa dia tidak melawannya kenapa dia menikmati lumatan-lumatan Jongin di atas bibirnya dan sesekali di membalas lumatan-lumatan jongin dengan malu-malu, tidak ini ciuman pertamanya dan ciuman pertamanya ini dia lakukan dengan namja yang di sukai sahabatnya sendiri. Tubuh Kyungsoo terasa lemas andai saja Jongin tidak menahan pinggangnya pastilah Kyungsoo saat ini sudah ambruk kelantai.
Untung saja ruangan itu hanya ada mereka, jika ada orang lain mungkin akan tersebar issue antara Kyungsoo dan Jongin dan nasib Kyungsoo di sekolah itu pastilah tidak akan tenang.
Jongin melepaskan tautan bibirnya di bibir Kyungsoo dapat dia lihat bibir kyungsoo yang mengkilap sedikit basah karenanya, Jongin sempat tersenyum karena Kyungsoo tak melawan ciumannya tadi.
Mata Kyungsoo terbuka dengan langkah cepat dia berlari keluar dari ruangan itu meninggalkan Jongin yang masih tertegun dengan tatapan kosongnya 'kenapa aku melakukan nya' tanya Jongin dalam hati.
Brakkk
Dan suara pintu loker yang di pukul tangan Jongin kembali terdengar nyaring.
Kyungsoo berlari tanpa menghiraukan orang-orang di depannya saat ini, saat dia keluar dari ruang club basket pun dia telah menabrak namja berkulit putih dengan perwakan tinggi yang akan masuk kedalam ruangan itu, jika saja ciumannya dilakukan lebih lama lagi atau namja itu lebih cepat masuk ke ruangan itu pastilah namja albino itu sudah melihatnya, semtara itu namja yang di tabrakk Kyungsoo hanya bisa menggerutu dan menatap bingung pada yeoja yang tadi menabraknya.
''Jongin, kau sedang apa, tadi... wanita itu kau apakan dia?" ucap Sehun sambil mengarahkan telunjuknya ke belakang menunjuk pintu.
"tidak...kau tidak perlu tahu, ada apa? kenapa kau belum pulang?"
"hei, santai lah apa kau tidak rindu pada sahabat mu ini eoh?"
"tidak.." ucap Jongin terkekeh kemudian memeluk namja berkulit putih itu
"apa kau telah berbuat sesuatu pada yeoja manis itu eoh?"
"yakk kau ini" kesal Jongin
"dimana teman-teman mu yang lain?" tanya Jongin melihat namja albino itu hanya seorang diri, sebenarnya Jongin hanya mengalihkan pembicaraan.
"mereka sedang makan di kantin bersama teman-teman club mu, aku memutuskan untuk kesini menemui mu, selamat kau benar-benar hebat Jongin"
"kau juga Sehun" ucap Jongin tersenyum
"lalu kau tidak akan menceritakan semuanya padaku eoh?"
"apa, apa yang harus aku ceritakan?"
"tadi yeoja tadi dia pasti yeojachingu mu?" ucap namja berkulit putih itu sambil mengangkat alisnya mengoda
"bukan, lebih tepatnya sebentar lagi dia yeojachingu ku"
"ah benarkah kenapa kau belum mendapatkannya sepertinya dia yeoja yang sulit untuk di taklukan?''
"kau benar, dia yeoja yang berbeda"
"dia cantik tapi menurutku lebih cantik lagi yeoja yang duduk di sebelahnya saat dia menonton pertandingan kita tadi!"
"siapa?" dahi Jongin terlihat berkerut seolah berpikir.
"ah Luhan? Kau menyukainya?"
"jadi namanya Luhan..., ahh Jongin kenapa aku tidak sekolah disini saja ternyata yeoja di sini cantik-cantik" ucapnya lagi dengan mata berbinar
Puk
"aww, appo..."
"kau berniat sekolah atau tebar-tebar pesona dan mengencani seluruh gadis di sekolah eoh?"
"tidak-tidak" ucap namja yang bernama Sehun itu sambil mengelus kepalanya.
Sehun dia adalah sahabat sedari kecil Jongin, keduanya sangatlah dekat bahkan dapat mengerti akan situasi hati mereka masing-masing. Hampir satu bulan Jongin tidak bertemu dengan Sehun karena letak rumah mereka yang berjauhan dan sekolah mereka yang berbeda membuat keduanya tak lagi melakukan interaksi, tapi satu minggu terakhir ini Jongin sangat senang saat mengetahui bahwa tim basketnya akan melawan sekolah lain yang terdapat sehun di dalam tim basket sekolah tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
~TBC~
MIND TO REVIEW PLEASE, NO SIDERS HARGAI KARYA AUTHOR, JANGAN LUPA FOLLOW, FAVORITES,
PAY-PAY^^
