~I only Love You~

Halo readers, 12154kaisoo muncul lagi... entah author ingin mengatakan apa di sini!

AmeChan95: makasih atas sarannya!

BABY L Soo : aduh gimana yah, untuk itu kayanya gk bakalan ada hunsoo soalnya author udah nyiapin satu org lagi untuk buat Jongin cemburu.

Jikooki: kurang ngefeel yah, maafin! Makasih atas suport nya

Kim YeHyun: makasih, sehun pindah sekolah? Kaya nya belum ada rencana deh, kkk

Chocohazelnut07: kalo Luhan nya ikut mungkin gak bakalan ada kissing scane nya!

cuTe: author lama updatenya karena, banyak tugas di kehidupan nyata! Dan mohon doa nya biar tugas-tugasnya cepat kelar yah!

NopwillineKaiSoo : hehe maafn author

Reshaelli11: ini udah di lanjut, makasih

Yixingcom: daebak, oke di chap ini ada scene nya lagi karena kamu yang minta!

MbemXiumin : oke makasih udah mau nunggu ff jelek ini, oke ini sudah siap!

Kyungiee: sip udah ada, makasih udah review

Guest: untuk bersatunya Kyungsoo mungkin akan sedikit rumit.

ViraHee: jutek yang kaya gimana lagi?

Kaixsoo: ya ini kaisoo hunhan, tapi Sehun ngedapetin Luhanya susah karena ada Jongin

Zarahime5: makasih udah review, chapter siap di baca!

Kaisoo32: kenapa di bilang kampret ciumannya haha, makasih pujiannya semoga author bisa memepertahankan dan semakin meningkat lagi.

Humira9394: gak tahu tuh Kyungsoo yang ngerasainya enak apa enggak yah, wkwkwk

Nah itu balesan utuk review chap sebelumnya makasih untuk reviewnya, author seneng!

Langsung aja

WARNING: GENDERSWITCH,DONT LIKE DONT READ, NO BASH. Kaisoo dan yang lainya hanya milik tuhan dan authir hanya pinjam nama.

.

.

.

.

****HAPPY READING***

.

.

SORRY FOR TYPOS

.

.

REVIEW, FAVORITES AND FOLLOW PLEASE

.

.

.

.

CHAP SEBELUMNYA

"jadi namanya Luhan..., ahh Jongin kenapa aku tidak sekolah disini saja ternyata yeoja di sini cantik-cantik" ucapnya lagi dengan mata berbinar

Puk

"aww, appo..."

"kau berniat sekolah atau tebar-tebar pesona dan mengencani seluruh gadis di sekolah eoh?"

"tidak-tidak" ucap namja yang bernama Sehun itu sambil mengelus kepalanya.

Chap 5 Disini

Luhan memeperhatikan Kyungsoo yang terlihat merenung setelah kembali ke kelas beberapa menit lalu, Kyungsoo terus mennggigit bibir bawahnya dan sesekali merapatkannya. Luhan yang penasaran akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Kyungsoo.

"Kyungso-ya?"

"eoh" Kyungsoo terlonjak kaget

"y..ya kau tidak apa-apa?"

"ah nde gwenchana!"

"Kyungsoo apa kau sudah bertemu dengan Kai dan kembali memintanya untuk kembali mengajari mu?"

"eh...i..itu..iya.. " ucap Kyungsoo terbata

"hey ada apa dengan mu, apa kau di marahi olehnya apa kau di pukul, tapi mana mungkin Kai melakukan hal sejauh itu?" panik Luhan sambil memeriksa seluruh tubuh Kyungsoo tapi masih saja berpikiran baik tentang Jongin.

"tidak-tidak aku baik-baik saja" Kyungsoo berusaha tersenyum

"ahh baiklah, akau jadi tak sabar untuk ke rumah mu nanti malam" ucap Luhan sambil tersenyum dan matanya menerawang membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam.

Sementara itu Kyungsoo, perasaan nya serba salah saat ini 'kenapa Jongin mencium ku' pertanyaan itulah yang terus berputar berulang-ulang di kepala Kyungsoo, dan kenapa pula dia menikmati ciuman Jongin, 'semoga dia tidak datang malam ini' batin Kyungsoo terus mengucapkan kalimat itu berulang-ulang. Bayangan – bayangan dia yang di cium Jongin terus terekam oleh otaknya selama pelajaran berlangsung pun pikirannya terus berkecamuk dengan kejadian tadi, bahkan tadi Kyungsoo sempat di tegur oleh gurunya karena ketahuan melamun dan Luhan yang sedang serius pun dia sama sekali tidak menyadari perubahan sikap Kyungsoo saat ini.

"Kyungsoo-ya jam berapa ini kenapa dia belum datang juga?"

"mungkin sebentar lagi dia datang"

"semoga saja, tapi apakah kau benar-benar memintanya untuk kembali mengajari mu bukan?"

"i...iya, kau tidak percaya pada sahabat mu ini eoh?" ucap Kyungsoo terdengar gugup di awal kalimat, namun kembali berusaha bersikap tenang dan menjadi Kyungsoo biasanya.

Tok tok tok

Kyungsoo dan Luhan yang mendengar pintu kamar Kyungsoo tengah diketuk oleh seseorang akhirnya menoleh secara bersamaan, mata Luhan terlihat begitu memancarkan kebahagiaan yang amat sangat, sementara Kyungsoo kedua matanya hanya bisa membulat sempurna dengan seluruh tubuhnya yang menegang tak dapat di kendalikan 'eomma eothoke?' batin Kyungsoo 'semoga saja bukan dia' mohon Kyungsoo dalam hati.

"biar aku yang membukanya" ucap Luhan semangat dan menghampiri pintu.

"malam Kyu—Luhan?" ucap Jongin tak jadi menyapa Kyungsoo karena dihadapannya ini bukan Kyungsoo melainkan Luhan

"ah Sunbae sudah datang, aku dan Kyungsoo sudah menunggu"

'patas saja kau menyuruh ku untuk kembali mengajari mu, ternyata kau melakukannya hanya untuk sahabat mu' batin Jongin

Jongin dan Luhan pun masuk menghampiri Kyungsoo yang sedang duduk gelisah dengan kepala yang terlihat menunduk, rambut yang biasanya di kuncir kuda malam ini terlihat begitu berbeda dia sengaja menggerainya hanya demi untuk menutupi wajahnya, dia tidak siap untuk bertemu dengan Jongin malam ini.

"malam Kyungsoo..."sapa Jongin kemudian duduk di depan Kyungsoo, dan Luhan pun sudah duduk di sebelah Kyungsoo. 'cantik sekali kau malam ini soo' batin Jongin.

'aishhh kenapa kau datang Jongin' batin Kyungsoo resah

"ah Luhan apa kau ingin belajar bersama juga?"

"nde, sunbae, aku sendiri bosan jika harus belajar sendiri di rumah" Luhan memberitahukan alasan nya dengan begitu manis.

"biar aku mengambil minum dan camilan dulu" ucap Kyungsoo tiba-tiba, dia berusaha menghindar dan menenangkan degupan jantungya kali ini.

"ah baiklah..." ucap Luhan tersenyum, dan Kyungsoo pun segera berlari ke luar kamar meninggalkan kedua manusia berbeda gender terdiam di dalam kamarnya,

Jongin bersikap seolah tak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Kyungsoo, tapi sungguh dia begitu gugup saat akan pergi kerumah Kyungsoo dia sengaja mengulur waktu untuk datang kerumah Kyungsoo hanya untuk menetralkan degupan jantungnya dia sudah berencana untuk meminta maaf pada Kyungsoo namun karena kehadiran Luhan saat ini rencana nya gagal begitu saja.

.

.

.

.

.

"kenapa dia bersikap seolah tak terjadi apa-apa" ucap Kyungsoo sambil mengaduk minuman yang tengah dia buat.

"siapa yang bersikap seolah tak terjadi apa-apa Kyungsoo-ya" suara eommanya megejutkan Kyungsoo.

"eomma, sejak kapan eomma berdiri disana?"

"baru saja eomma masuk, kau kenapa Kyungsoo akhir-akhir ini kau nampak murung sekali?"

"anniya, eomma hanya masalah sekolah saja"

"masalah sekolah apa kau membuat keributan lagi kali ini eoh?" ucapan eommanya terdengar meninggi kali ini

"tidak, bukan itu maksud Kyungsoo eomma selalu saja berpikiran buruk pada ku, ya sudah aku mau mengantarkan ini untuk Luhan dan Jongin"

"ah... baiklah belajar yang benar Kyungie" ucap eommanya manis dan Kyungsoo pun membawa minuman dan camilan itu kekamarnya.

.

.

Cklek

Tangan Kyungsooo bergemetar saat akan menaruh minuman yang dibawanya pada meja, Jongin yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum tipis 'segugup itukah dia padaku?' batin Jongin.

"Kyung..." ucap Luhan karena sedikit bingung akan sikap Kyungsoo

"eoh?'' ucap Kyungsoo sedikit kaget

"kau tidak apa-apa?''

"i..iya..aku..aku baik-baik saja" 'aishh baboya kenapa kau gugup sekali Kyungsoo?' rutuk Kyungsoo dalam hati.

"ahh baiklah kita mulai saja belajarnya" suara Jongin mencairkan suasana yang sedikit membingungkan tadi.

"kita belajar biologi saja ya Oppa?" ucap Luhan

'APA, OPPA?' Apa aku tak salah dengar?' batin Kyungsoo bertanya tak percaya.

Flashback beberapa menit yang lalu...

"ekhem.." Jongin berdehem untuk membuat suasana canggung yang terjadi diantara dia dan Luhan hilang

"Luhan?'' panggil Jongin

"n..ne Sunbae?" Luhan menjawab panggilan Jongin sedikit gugup

"tidak usah memanggilku seperti itu panggil saja aku Kai atau apa saja!" titah Jongin sambil tersenyum simpul

"baiklah aku akan memanggil Oppa, bagaimana?" ucap Luhan sambil tersenyum

"terserah kau saja!" ucap Jongin dengan senyum tak pernah lepas sementara itu Luhan yang mendengarnya tak bisa menghilangkan senyum yang terus menghiasi wajah cantiknya sedari tadi.

'oh tuhan... tampan nya dia' batin Luhan memuja. Beberapa menit berlalu Luhan dan Jongin pun terlarut dalam obrolan kecil sesekali Jongin terlihat tertawa akan pembicaraan Luhan, ingin sekali rasanya Luhan berteriak di depan Jongin karena rasa senangnya yang Luar biasa, Jongin yang baru saja akan mengalihkan obrolannya untuk menanyakan sesuatu tentang Kyungsoo namun dia tidak jadi melakukan nya karena Kyungsoo sudah datang kembali dari dapur, Jongin tersenyum saat melihat Kyungsoo yang melangkah kecil terlihat lucu dan manis pikir Jongin.

Flashback end...

.

.

.

.

Luhan dan Jongin terlihat begitu serius dengan belajar mereka, keduanya tak menyadari tingkah Kyungsoo yang sekarang terlihat menekukan wajahnya saat ini, 'hebat sekali kau Jongin, bersikap santai seolah tak terjadi apa-apa, baiklah memang seharusnya aku bersikap seperti mu juga saat ini' batin Kyungsoo.

"Oppa, nilai-nilai ku memang sempurna di setiap pelajaran tapi untuk biologi aku sangat lemah berkebalikan dengan Kyungsoo, kau tahu nilai-nilai rapot dia begitu mengkhawatirkan tapi untuk biologi aku cukup bangga dengan nya" ucap Luhan membuat Kyungsoo muak padanya saat ini.

"yakk Luhan, puaskah kau sekarang memberitahu kejelekan ku pada orang lain eoh?" dengus Kyungsoo membuka suaranya yang sedari tadi diam

"hehe miane Kyungsoo, tapi itu memang kenyataanya bukan?" ucap Luhan sambil tersenyum tanpa dosa

''aishhh.. aku tahu aku tahu, kau lebih pintar dari ku" ucap Kyungsoo kemudian mempoutkan bibirnya lucu, Jongin dan Luhan yang melihat nya pun hanya bisa tertawa terbahak-bahak saat ini.

"YAKK kalian menyebalkan, jika belajar kalian sudah sebaiknya kalian pulang saja"

"ya Kyungsoo, kau pikir kau sudah belajar? sedari tadi kau hanya memperhatikan kami" ucap Jongin dengan wajah datarnya pada Kyungsoo.

"cih..siapa yang memperhatikan kalian?" dengus Kyungsoo sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain

"ya sudah kalau begitu kau belajar juga, bukan malah berdiam diri seperti itu" ucap Jongin lagi

"yakkk kau mulai mencari ribut dengan ku eoh, memangnya siapa kau berani-beraninya menyuruhku berbuat – " ucapan Kyungsoo terputus saat menyadari kalimatnya yang terdengar sama seperti Jongin tadi siang membuatnya kembali mengingat ciuman itu, tanpa dia sadari rona merah muda kini muncul dengan lancangnya di kedua pipi putih Kyungsoo.

"apa?" Jongin berusaha bersikap biasa, namun dihatinya kini dia ingin tertawa melihat ekspresi salah tingkah Kyungsoo

"ya kenapa kalian malah berdebat seperti ini? Apa kalian selalu begini? Ahh Kyungsoo seharus nya kau bersikap sopan pada Kai" ucap Luhan membela Jongin

"aishhh...jinja... baiklah-baiklah, sekarang kau sudah memenangkan pembelaan sahabat ku Jongin-ssi kau puas" dengus Kyungsoo kemudian membuka buku biologinya kasar dan berusaha menutupi wajahnya dengan buku paket biologi setebal dua centi.

Brak

Jongin dan Luhan hanya bisa tercengang menatap kepergian Kyungsoo yang tiba-tiba, yeoja bermata bulat itu menaruh kasar buku yang tadi di bacanya hingga terdengar demaman cukup keras pada meja membuat Jongin dan Luhan tersentak kaget, Kyungsoo pergi ke toilet dengan wajah kesalnya sementara itu Jongin dan Luhan hanya bisa menatap satu sama lain dengan pertanyaan yang sama di benak mereka 'ada apa dengan Kyungsoo' begitulah batin keduanya. Tak lama kemudian Luhan kembali membaca bukunya sementara itu Jongin, kini matanya beralih pada buku yang tadi di baca Kyungsoo, buku itu masih dengan posisi terbuka memperlihatkan tulisan besar tentang sistem pencernaan pada manusia, mungkin Kyungsoo pergi ke toilet karena dia kesal melihat gambar mulut yang terbuka, gambar itu juga memperlihatkan 'bibir', oh pastilah Kyungsoo kembali mengingat ciuman dengan Jongin, Kyungsoo benar-benar sensitive, namja tan itu hanya bisa tersenyum saat mengingat kejadian tadi siang dia dapat merasakan sensasi geli di perutnya kembali sama seperti saat mencium bibir Kyungsoo tadi siang.

.

.

.

Bebrapa Jam yang lalu Luhan dan Jongin sudah pulang, dan Kyungsoo pun sedikit lega kali ini dia bisa menetralkan degupan jantung yang membuat dirinya bingung akan perasaanya sendiri, namun kenapa sat ini dia masih memikirkan Jongin, 'aku pulang dulu selamat malam semoga kau mimpi indah' kata – kata terakhir yang Jongin ucapkan saat namja tan itu akan pulang masih terngiang di telinga Kyungsoo, Kyungsoo dapat melihat raut wajah tak suka Luhan saat menatapnya tadi, mengerti akan situasi Kyungsoo hanya menjawab perkataan manis Jongin dengan omongan pedas.

.

.

.

.

.

Pagi menjelang, Kyungsoo bangun lebih awal dari biasanya. Mood Kyungsoo pagi ini terlihat amat buruk, bisa dilihat dari wajahnya yang sedari tadi di tekuk, bukannya mimpi indah yang di dapatkannya seperti yang dikatakan Jongin semalam, namun yang di mimpikannya ialah mimpi tentang ciuman nya dengan Jongin, benar-benar membuat Kyungsoo bad mood di pagi hari. Bahkan saat sarapan dengan orangtua nya pun Kyungsoo terlihat diam tak seperti biasanya, moodnya semakin rusak saat orangtuanya mengatakan bahwa besok malam keluarganya akan makan bersama dengan keluarga Jongin 'apakah ini ada sangkut pautnya dengan perjodohan itu' batin Kyungsoo , dan saat sampai di sekolahpun mood nya bertambah rusak karena...

BRAK

Kyungsoo membanting kasar pintu lokernya hingga menggema di koridor sekolah yang cukup ramai kali ini, perbuatan Kyungsoo membuat orang-orang disekelilingnya hanya bisa menatapnya dengan ekspresi ketakutan, ya siapa yang tidak takut pada Kyungsoo? Semua siswa di xoxo high school ini begitu takut akan sikap Kyungsoo, bulan-bulan ini saja mereka tak menyaksikan amarah Do Kyungsoo tapi untuk kali ini sepertinya mereka akan menyaksikannya lagi.

"YAAKK SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN INI PADAKU EOH?" Pekik Kyungsoo nyaring berhasil membuat semua orang terdiam mematung tak berani menjawab.

"haha ada apa dengan mu Kyungsoo?" ucapan keluar dengan santainya dari orang yang baru muncul dihadapan Kyungsoo dengan senyuman meremehkannya.

"Sulli...Apa kau yang melakukannya?" ternyata orang itu adalah Sulli.

"nde, waeyo apa kau mau marah padaku?" ucap Sulii begitu santai hingga membuat Kyungsoo mendelik tajam

"KAU?" Kyungsoo mulai geram, dia mengepalkan kedua tangan nya hingga membuat buku-buku jarinya memucat.

"hoho, sepertinya Do Kyungsoo akan marah, Huuu takut..." ucap Sulli dengan mengekspresikan wajah ketakutan yang di buat-buat. Kali ini Kyungsoo masih bisa menahan emosinya bagi dia ini baru permulaan jika Sulli melakukan untuk kedua kalinya dia tidak akan tinggal diam, Sulli dan tatapan semua orang kali ini di buat bingung dan sedikit kaget akan sikap Kyungsoo yang tak melawan seperti biasanya, justru pandangan yang mereka lihat kali ini adalah senyuman manis atau lebih terlihat senyuman menakutkan dan nada dingin Kyungsoo yang keluar begitu lancarnya dari mulut mungil itu.

"oh Sulli-ah, aku tak tahu alasan mu berbuat seperti ini padaku, memang sudah lama aku belum membersihkan loker ku ini, ahhh terimakasih kau telah membuatnya begini mau tak mau aku harus membersihkannya,...dengarkan baik-baik perbuatan kau kali ini masih bisa ku maafkan tapi jika kau melakukan hal yang sama lagi padaku, aku tak akan tinggal diam" ucap Kyungsoo dingin, Sulli terpaku dengan ucapan Kyungsoo tak lama kemudian dia tersentak kaget karena Kyungsoo menendang pintu Loker bagian bawah hingga membuat suara terdengar nyaring, meninggalkan Sulli dan kedua teman yang berdiri disampingnya mematung tak bergerak sedikit pun begitupun dengan orang-orang yang menyaksikan mereka tadi.

Dua jam Kyungsoo mengikuti pelajaran yang di terangkan oleh guru killernya, dan selama dua jam itu pula wajahnya terlihat masam, Luhan yang melihat nya pun tak berani bertanya, Luhan tahu jika Luhan berani saja membuka mulutnya dia akan membuat tekanan darah Kyungsoo naik lagi.

.

.

.

Sementara itu di lain tempat dengan waktu yang berbeda terlihat seorang laki-laki tengah berbincang denngan seseorang di balik telfon, sedari tadi wajahnya tak berhenti tersenyum menanggapi seseorang tersebut.

"ya eomma, aku sudah tiba di bandara lima menit lagi aku take off"

"..."

''eomma kenapa membahas hal itu, aku bisa menentukan pilihan ku sendiri"

"..."

"eomma yakin, bagaimana jika aku tidak suka?"

"..."

"ahh ya sudah, aku jadi tidak sabar untuk melihatnya"

"...''

"baiklah eomma, aku akan mengabari eomma jika aku sudah sampai Incheon"

"..."

"ah tidak usah di jemput eomma"

"..."

"nde, aku bisa naik taksi "

"..."

"nde, sampai jumpa"

Pip..

.

.

.

.

"kenapa dia melakukan itu padaku, apa sebenarnya salah ku" pertanyaan yang sama terus berputar-putar di pikiran Kyungsoo saat dia akan melangkah ke perpustakaan untuk menemui Luhan, pelajaran pertama Kyungsoo baru saja usai, dan kali ini dia harus pergi keperpustakaan untuk menyelesaikan tugas dengan kelompoknya, hal yang Kyungsoo benci kenapa ketua kelompoknya harus memilih tempat itu untuk mengerjakan tugas mereka kenapa tidak memilih taman sekolah saja, bagaiamana Kyungsoo tidak bisa membantahnya jika ketua kelompoknya tak lain dan tak bukan yaitu sahabatnya sendiri –Luhan.

''Ya Kyungsoo, kau lama sekali..."

"aku ke toilet dulu tadi"

"bagaimana dengan Loker mu?"

"ahh...sepertinya aku akan pulang terlamabat kali ini, aku harus membersihkannya terlebih dulu"

"tenanglah, aku akan membantu mu sepulang sekolah nanti"

"tidak usah, bukankah kau ada less vokal?"

"aku bisa bolos"

"tidak-tidak, kau pikir aku mau di marahi lagi oleh appa mu yang sangat galak itu eoh?" Dengus Kyungsoo

"kau ini, kau juga sama galaknya dengan dia, aku akan tetap membantu mu..." desak Luhan kembali.

"tidak... aku bisa membersihkannya sendiri, kau pergi less vokal saja ne? dan nanti malam aku tunggu kau dirumah.."

"ahh baiklah Do Kyungsoo yang keras kepala..." Luhan mengusak kepala Kyungsoo

"ishhh..." Kyungsoo menata rambutnya kembali yang sebenarnya masih terikat rapi

"apa tidak apa-apa kau membersihkannya sendiri, yakin kau tidak membutuhkan bantuan ku?"

"emm..." gumam Kyungsoo

"ah yaa sudah" Luhan mendesah kecewa.

"hah yaa Luhan kau melupakan mereka?" dengus Kyungsoo sambil melihat kedua teman lainnya yang sedari tadi melihat perbincangan Luhan dan Kyungsoo

"ah Myungsoo, Minseok maafkan kami" ucap Luhan

"tidak apa-apa?" ucap Myungsoo dan Minseok bersamaan.

Dan akhirnya mereka pun mengerjakan tugas mereka dengan serius tanpa mereka ketahui di balik rak buku kini sudah ada seseorang yang memperhatikan mereka, orang itu adalah Sulli.

.

.

.

.

.

Drap drap drap

Derap langkah terdengar di koridor sekolah yang sudah sepi kali ini, langkah kakinya semakin perlahan saat mulai mendekati yeoja mungil yang terlihat sedang membersihkan Loker, yeoja mungil itu tidak menyadari dengan kedatangan si pemilik langkah karena posisinya yang menghadap Loker otomatis dia tidak melihat siapa orang yang sedang berjalan di koridor saat ini, atau mungkin karena saking seriusnya dia sampai tak menyadari, atau mungkin saja dia tak menghiraukan akan suara itu. Sampai akhirnya...

"KYAAA..." Kyungsoo berteriak sambil memejamkan matanya, saat merasakan bahunya yang di tepuk oleh seseorang.

"Kyungsoo, ini aku Jongin'' mata Kyungsoo terbuka perlahan

"KAU.." Teriak Kyungsoo tak terima

"Maaf, aku mengagetkan mu" ucap Jongin dengan senyum manisnya.

Kyungsoo yang mendengarnya hanya bisa diam dengan wajah datarnya, setelah itu dia kembali membersihkan Loker tanpa memperdulikan kehadiran Jongin di belakang nya.

"Kyungsoo~" panggil Jongin di belakang Kyungsoo

"..." tidak ada jawaban

"Kyungsoo" panggil Jongin tepat di telinga Kyungsoo

"APA?" Pekik Kyungsoo tanpa membalikan badannya.

"ada Sulli sedang melihat Kita sekarang" bisik Jongin membuat badan Kyungsoo menegang.

Kyungsoo baru menyadari bahwa perbuatan Sulli tadi pagi mungkin karena Jongin, ya Sulli sangat mengincar Jongin sedari dulu dan apakah Sulli cemburu padanya.

Kyungsoo membalikan badanya perlahan dan menutup pintu loker nya.

Chu~~~

Tubuh Kyungsoo terdorong, punggungnya menempel di dinding loker karena Jongin menciumnya tanpa kedua kalinya bibir Kyungsoo di cium kembali oleh bibir Jongin, Kyungsoo hanya bisa tertegun karena Jongin yang menciumnya tiba-tiba, rasa tegang yang menyelimuti hati Kyungsoo tadi hilang begitu saja di gantikan dengan perasaan aneh, jantungnya berdebar keras saat merasakan bibirnya di cium oleh Jongin, lama bibir itu bertautan. Kyungsoo hanya bisa diam dengan mata tertutup dan merasakan lumatan-lumatan bibir Jongin di atas dan bawah bibirnya, sementara itu dia tidak bisa melihat keberadaan Sulli karena terhalang oleh tubuh Jongin dan dia tidak menghiraukannya, tubuh Kyungsoo dikukung oleh Jongin saat ini. Bukannya berhenti Jongin semakin menekan tengkuk Kyungsoo dan memagut bibir Kyungsoo lebih dalam lagi, Kyungsoo menikmati ciuman itu, badannya tak bisa menolak akibat Jongin, dan Kyungsoo dapat merasakan perutnya yang bergejolak kegelian, tangan yang tadinya memegang kain lap yang tadi di pakainya untuk membersihkan loker jatuh kelantai begitu saja, kaki Kyungsoo terasa lemas dan tanpa dia sadari di meremas ujung kemeja seragam Jongin.

"Kai Kyungsoo~" ucap Sulli

.

.

.

.

.

~TBC~

NO SIDERS

PAY-PAY ^^