~I Only Love You~

Salam 12154kaisoo, selamat membaca... maaf kalau pendek.

WARNING: GENDERSWITCH,DONT LIKE DONT READ, NO BASH. Kaisoo dan yang lainya hanya milik tuhan dan authir hanya pinjam nama.

.

.

.

.

****HAPPY READING***

.

.

SORRY FOR TYPOS

.

.

REVIEW, FAVORITES AND FOLLOW PLEASE

.

.

.

.

CHAP SEBELUMNYA

Chu~~

"Kai Kyungsoo~" ucap Sulli

Chap 6 mulai!

Tautan itu terlepas begitu saja karena Kyungsoo yang merasa kaget karena kesadarannya telah kembali akibat ucapan Sulli.

"kalian~" ucap Sulli dengan wajah terlihat aneh saat ini.

"Ahh Sulli maafkan kami, karena kau melihatnya!" ucap Jongin santai membuat Kyungsoo semakin salah tingkah saat ini.

"apa aku tak salah lihat?''

"eoh?'' ucap Jongin.

"apa-apaan kalian ini, aku tidak percaya Jongin selera mu begitu buruk!" ucap Sulli sambil menatap tajam ke arah Kyungsoo yang masih menundukan wajahnya saat ini.

''kau berkata apa?" tanya Jongin terdengar dingin kali ini.

"buruk kau bilang?'' tanya Jongin lagi kali ini dengan wajah terlihat meremehkan Sulli.

"ya, aku tak habis pikir kau bisa menyukai yeoja brutal seperti dia"

Mendengar perkataan seperti itu Kyungsoo merasa kesal dan saat ini dia hanya bisa meningalkan Jongin dan Sulli yang masih menatap tajam satu sama lain.

"heol, Kyungsoo-ah ternyata kau menikam sahabat mu sendiri, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Luhan tahu semua ini" ucapan Sulli menghentikan langkah Kyungsoo.

Jongin yang melihat Kyungsoo berhenti hanya bisa memandangnya bingung saat ini.

"Sulli-ssi memangnya kenapa jika Luhan tahu dengan semua ini, silahkan saja kau memberitahu hal ini. Kau tidak akan bisa menghentikan kami berdua"

"JONGIN!" Pekikan Kyungsoo terdengar menggema di koridor sekolah yang sudah sepi saat ini.

"oho santai saja Kyungsoo, apa kalian sudah berpacaran selama ini? Kalian berpacaran diam-diam? sungguh kau pintar sekali Kyungsoo. Berpura-pura menjadi yeoja yang tidak menyukai Kai tapi ternyata kau sama saja dengan gadis-gadis centil lainnya'' ucapan Sulli benar-benar membuat Kyungsoo memanas saat ini.

"apa yang kau katakan?" tanya Jongin dengan mata menatap tajam dan menusuk pada saat Sulli saat ini.

Sementara itu Kyungsoo dia hanya bisa terdiam dia tak tahu harsu berbuat apa saat ini, tanpa dirasa matanya kini mulai berkaca-kaca.

"kau pikir kau jauh lebih baik darinya?" bisik Jongin terdengar menusuk di telinga Sulli, Sulli hanya bisa terpaku di tempatnya saat ini sementara Jongin dia melangkah mendekati Kyungsoo dan menggenggam lembut telapak tangan Kyungsoo dan pergi menjauh dari Sulli yang mematung di tempat.

.

.

.

.

"kau menangis?" tanya Jongin sambil mengangkat dagu Kyungsoo.

Keduanya saat ini sudah berada di depan pintu kelas Kyungsoo.

"hiks..." isakan Kyungsoo terdengar begitu saja, baru kali ini dia menangis di hadapan namja.

Mendengar isakan Kyungsoo Jongin segera memeluk Kyungsoo.

"uljima~" ucapnya menenangkan Kyungsoo.

"maafkan aku" ucap Jongin lagi.

''lepas Jongin~" Kyungsoo berusaha memberontak di pelukan Jongin, namun Jongin semakin mengeratkan pelukannya.

"lepaskan aku Jongin" ucap Kyungsoo, dan pelukan itupun terlepas.

"Kyungsoo dengar kan aku!" ucap Jongin dengan wajah seriusnya sambil memegang pipi putih Kyungsoo yang basah kali ini.

"tatap mata ku!" titah Jongin sambil mengusap air mata Kyungsoo lembut.

Kyungsoo mendongakan wajahnya menatap Jongin yang sedang menatapnya dengan pandangan tulus saat ini.

"aku mencintai mu Kyungsoo" ucap Jongin membuat Kyungsoo menegang dengan degupan jantungnya yang berdebar keras. Kyungsoo hanya bisa diam mendegar perkataan Jongin.

"Soo, kau mendengarkan ku?" tanya Jongin lagi sambil mengangkat dagu Kyungsoo lagi.

"aku ingin pulang" ucap Kyungsoo kemudian berjalan menghampiri meja untuk mengambil tas di dalam kelasnya, dia tidak menjawab pertanyaan dari Jongin dan berjalan begitu saja melewati Jongin yang masih setia berdiri di depan pintu.

''KYUNGSOO, aku akan menunggu jawaban mu" teriak Jongin pada Kyungsoo yang kini sudah terlihat menjauh.

Kyungsoo bisa mendengar teriakan Jongin, dia hanya bisa menyentuh dada bagian kirinya yang masih berdegup keras saat ini. Perasaan ini, perasaan asing yang baru di rasakannya, perasaan yang membuatnya bingung akan dirinya sendiri.

.

.

.

.

.

Luhan dan Kyungsoo saat ini sudah berada di dalam kamar milik Kyungsoo, sesuai dengan jadwal mereka, mereka akan belajar bersama lagi malam ini, ya walaupun Kyungsoo sungguh tak siap untuk bertemu dengan Jongin saat ini.

"Kyungsoo-ah!" panggil Luhan pada Kyungsoo yang kini terlihat melamun.

"KYUNGSOO" Pekik Luhan membuat Kyungsoo terlonjak kaget.

"eoh? Yakk kau mengagetkan ku!" desis Kyungsoo tak terima.

"ada apa dengan mu?'' tanya Luhan sambil melepaskan headset di telinganya, tatapan Luhan terlihat menyelidik tajam ke arah Kyungsoo saat ini.

"apa? Tidak apa-apa!'' jawab Kyungsoo kemudian tersenyum.

"kau aneh sekali~, yakk Kyungsoo kenapa Kai lama sekali" tanya Luhan pada Kyungsoo dengan wajahnya yang terlihat memandang pintu kamar Kyungsoo yang masih menutup.

"mungkin sebentar lagi dia akan datang. Lu aku ke dapur dulu ne~" ucap Kyungsoo pada Luhan, Kyungsoo butuh minum saat ini.

"eum, jangan lama-lama!" ucap Luhan sambil memasang kembali headset nya.

"nde~" ucap Kyungsoo kemudian berjalan mendekati pintu.

.

.

Baru saja Kyungsoo menutup pintu kamarnya dia terlonjak kaget tanpa suara saat melihat Jongin yang kini sudah ada dihadapanya, posisi mereka saat ini hanya berjarak beberapa centy.

"kau mau kemana?" bisik Jongin di depan wajah Kyungsoo.

"a..aku, mau ke dapur!" jawab Kyungsoo terbata.

"apa ada Luhan di dalam?'' tanya Jongin kembali dengan telapak tangan kanannya menempel di daun pintu kali ini sementara tangan satunya masih memegang satu buah buku.

"n..nde~" jawab Kyungsoo lagi dengan Nafas nya yang memburu dia tidak bisa berkutik jika Jongin sudah bersikap seperti ini padanya dia menempelkan punggungnya di daun pintu menghindari tubuh Jongin yang semakin mendekat.

"aku tahu kau pasti tidak ingin bertemu dengan ku malam ini" ucap Jongin kemudian mendekatkan bibirnya di telinga Kyungsoo.

"apa kau selalu menggerai rambut mu setiap malam?'' bisik Jongin di telinga Kyungsoo.

"kau terlihat cantik malam ini" bisik Jongin lagi membuat pipi Kyungsoo merona.

Bukan hanya sekali Kyungsoo mendengar pujian seperti ini, dulu dia perna

Kyungsoo memejamkan matanya saat tangan Jongin kini beralih mengangkat dagunya agar melihat wajah tan Jongin.

Nafas keduanya memburu, Jongin dapat melihat rona merah di pipi Kyungsoo yang masih belum hilang karena ulahnya tadi, sesaat dia tersenyum namun pandanganya kali ini mengarah ke bibir ranum Kyungsoo. Bibir penuh Kyungsoo yang selalu membuat Jongin melakukan hal yang sangat berani menjamahnya, Jongin merasa bahwa bibir Kyungsoo sudah menjadi candu baginya.

'jangan tutup mata mu Soo' batin Kyungsoo kemudian dengan perlahan dia membukakan matanya, dia menekan kan kepalanya ke pintu saat melihat wajah Jongin yang kini sudah tepat berada dua centi di depan nya, Kyungsoo dapat melihat wajah Jongin dengan begitu jelas, kepala Jongin terlihat di miringkan memposisikan wjahnya agar pas dan mata terpejam Jongin, membuat Kyungsoo dengan perlahan menutup matanya kembali.

Bodoh memang bodoh Kyungsoo saat ini dia selalu takluk jika di hadapan Jongin, seluruh tubuhnya tidak bisa dia kendalikan karena Jongin lah penyebabnya. Padahal selama ini Kyungsoo tidak pernah membiarkan seseorang laki-laki menyentuhnya walaupun seujung kuku pun, tapi untuk satu ini dia begitu pasrah akan perlakuan Jongin.

Chu~

Jongin menempelkan bibirnya di bibir plum Kyungsoo, dia melumatnya dengan cepat namun lembut membuat Kyungsoo mabuk di buatnya. Ciuman ini ciuman yang selalu membuatnya mabuk kepayang dan seperti orang bodoh menikmatinya begitu saja, dia menyukai bibir tebal Jongin yang memberikan sensasi tersendiri untuknya. Jongin tersenyum saat Kyungsoo membalas lumatannya dan mengalungkan tanganya di leher kokoh Jongin, tangan kanan Jongin beralih menarik tengkuk Kyungsoo membuat ciuman itu semakin dalam lagi, lama keduanya memagut bibir, Jongin mengigit bibir Kyungsoo perlahan, dengan refleks Kyungsoo membuka bibirnya memberikan kesempatan pada Jongin, tanpa sia-sia Jongin memasukan lidahnya perlahan namun baru saja ciumanya itu akan berubah lebih panas lagi sesuatu yang tidak di inginkannya terjadi.

Bruk

Buku di tangan Jongin terjatuh begitu saja, membuat Kyungsoo kaget dan melepaskan tautan keduanya.

Kyungsoo terengah-engah dengan wajah memerahnya saat ini, jantung yang terpacu begitu keras karena sesi ciuman tadi dan di tambah lagi dengan suara buku milik Jongin yang terjatuh ke lantai, membuatnya begitu kaget, oh tidak di dalam ada Luhan untung saja Luhan tidak memergoki nya saat ini. Kyungsoo bernafas lega saat dia mengingat Luhan yang kini sedang mendengarkan lagu dengan headset di telinganya.

"kau takut menyakiti Luhan?" tanya Jongin membuat Kyungsoo mendongakan wajahnya.

"apa kau merasakan hal yang berbeda jika di dekat ku Soo?" tanya nya lagi.

Kyungsoo kembali menundukan wajahnya, ya dia merasakan hal yang berbeda jika di dekat Jongin, perasaan yang selalu membuatnya merasakan sensasi yang begitu menyenangkan dan nyaman namun perasaan itu selalu membuatnya merasa bersalah pada Luhan, dia tidak ingin menghianati Luhan.

"Soo, aku bertanya. Jangan bohongi perasaan mu sendiri" ucap Jongin lagi sambil menangkup pipi Kyungsoo lembut.

"aku mencintai mu" ucap Jongin kemudian mencium kening Kyungsoo lembut.

Hati Kyungsoo merasa hangat akan perlakuan Jongin, dia dapat merasakan ketulusan dari kata-kata Jongin yang di ucapkan namja tan itu.

"aku masuk dulu~" ucap Jongin sambil mengelus pipi putih Kyungsoo kemudian masuk kedalam kamar Kyungsoo setelah mengambil buku nya yang terjatuh di lantai.

Kyungsoo masih tertegun dengan ucapan Jongin tadi, dua kali namja tan itu mengucapkan kata cintanya dan Kyungsoo hanya bisa membungkam mulutnya, entah kenapa dia ingin mengatakan hal yang sama pada Jongin namun lidahnya terasa kelu untuk mengatakan hal itu. Setiap Jongin mengatakan hal itu entah kenapa bayangan-bayangan Luhan selalu terlintas di pikirannya.

.

.

.

.

.

Kyungsoo memasuki kamarnya setelah pergi kedapur beberapa menit yang lalu, dia menghampiri Luhan dan Jongin yang kini terlihat sedang berbincang-bincang, Kyungsoo duduk di sebelah Luhan dan posisi Jongin saat ini berhadapan dengan Luhan. Sedari tadi Kyungsoo berusaha mengalihkan wajahnya dari pandangan Jongin, dia berpura-pura membaca buku dan sesekali berbicara dengan Luhan. Jongin yang melihatnya pun hanya bisa memandangnya dengan ekspresi datarnya, 'aku tahu kau mecintai ku Soo, tapi aku juga tahu kau tidak ingin merusak persahabatan mu' batin Jongin.

"oppa" ucap Luhan membuat Jongin menolehkan wajahnya.

"eoh, waeyo?'' tanya Jongin.

"aku tidak bisa mengerjakan yang ini, bisa tolong membantu ku?'' pinta Luhan dengan wajah menatap Jongin manis.

Kyungsoo yang mendengarnya pun hanya bisa diam dan kembali fokus pada bukunya, Jongin melirik Kyungsoo sesaat.

"ahh, baiklah~" ucap Jongin kemudian menerangkan pada Luhan.

"mengerti?" tanya Jongin dengan senyum manisnya pada Luhan.

'aigooo manisnya dia' batin Luhan.

"Luhan-ah?'' panggil Jongin pada Luhan yang terlihat bengong kali ini.

"Luhan, mengerti tidak?" tanya Jongin membuat Luhan tersadar dan Kyungsoo yang mendengarnya pun kini beralih melihat Luhan dan Jongin bergantian.

"tidak aku tidak mengerti!" ucap Luhan dengan begitu santainya sementar Kyungsoo masih dengan ekspressi datarnya namun di hatinya Kyungsoo merasa sebal saat ini. Hey Sebal? Apa dia cemburu saat ini? Entahlah hanya Kyungsoo lah yang tahu.

Dengan sabar Jongin mengajarkan kembali Luhan kali ini dia harus extra sabar saat melihat tingkah Luhan yang benar-benar membuatnya jengkel, sudah berkali-kali Jongin mengajarkan hal yang sama namun Luhan sepertinya sengaja dengan semua ini.

" Luhan-ah sudah berapa kali aku mengajarkan mu? Tapi kau tidak mengerti!" ucap Jongin terdengar frustasi.

"mianhe oppa, bagaimana kita istirahat saja dulu" Luhan mengambil satu toples berisi camilan yang sudah di siapkan eomma Kyungsoo tadi.

"mau?" tanya Luhan mencoba menyuapi Jongin, dengan rasa kikuk Jongin menerima suapan Luhan dia dapat melihat Kyungsoo yang menoleh sebentar padanya saat ini. Terbersit rasa untuk membuat Kyungsoo cemburu dia melakukan hal yang sama pada Luhan.

"terimakasih, sekarang kau makan aaaa..." ucap Jongin sambil menyuapi Luhan, ingin rasanya Luhan berteriak saat ini, mimpi apa dia kemarin malam sampai dia bisa di suapi oleh sunbae yang sangat dia sukai.

"eummm, enak gumawo~" ucap Luhan kemudian tersenyum manis, Jongin pun membalasnya dengan tak kalah manis.

Memang Kyungsoo tidak melihat sesi suap menyuap antara Jongin dan Luhan tapi dia mengetahui itu, dan dia kembali menggerutu di dalam hati saat melhat Jongin yang tersenyum dengan begitu manisnya pada Luhan.

"ah Kyungsoo, sedari tadi kau terlihat fokus pada buku mu itu" ucap Luhan sambil menunjuk buku di hadapan Kyungsoo dengan pensilnya.

"memangnya kenapa?" tanya Kyungsoo datar.

"tidak, tidak apa-apa justru itu adalah hal langka!" ucap Luhan dengan santainya membuat Jongin terkekeh saat ini.

"kau menyebalkan" ucap Kyungsoo pada Luhan.

"aku menyebalkan? Heol itu tidak mungkin~" ucap Luhan sambil menyelipkan rambut nya kebelakang telinga, Kyungsoo yang melihatnya pun hanya bisa memutarkan bola matanya malas. Mengingat-ngingat tentang rambut, Kyungsoo teringat dengan ucapan Jongin saat di depan pintu tadi, Kyungsoo berdiri dan berjalan menuju meja rias dengan alat-alat kosmetik yang tidak terlihat sama sekali, dia mengambil ikat rambut dan kembali menghampiri Jongin dan Luhan, Kyungsoo terpaku saat Jongin kini memandangnya intens, dengan cepat-cepat tangan mungilnya mengikat rambut panjangnya sambil berjalan dan kemudian duduk di sebelah Luhan yang kini terlihat sudah serius dengan soal yang dikerjakannya tadi.

"yak Kyungsoo kau mengikatnya lagi? Kau membuat rambut mu tersiksa kau tahu?" tanya Luhan setelah menoleh ke arah Kyungsoo dengan nada terdengar tak suka di telinga Kyungsoo.

"waeyo? aku risih Lu dan mungkin aku akan memotongnya minggu depan!" ucap Kyungsoo membuat Jongin melebarkan matanya saat ini namun Kyungsoo dan Luhan tidak melihatnya kali ini.

"tidak-tidak" ucap Luhan panik.

"waeyo?" tanya Kyungsoo polos.

"kau, kelakuan mu sudah seperti namja dan kau ingin memotong rambut mu?" dengus Luhan dengan wajah terlihat menyebalkan untuk Kyungsoo.

"yakk, yang penting aku ini tetap yeoja!" jawab Kyungsoo sambil memukul paha Luhan

"APPO~, oppa~" ringis Luhan kemudian merengek pada Jongin, Jongin hanya bisa tersenyum saja saat ini membuat Luhan dan Kyungsoo bingung di buatnya.

"kenapa oppa tersenyum?" tanya Luhan

"kalian Lucu~" jawab Jongin berbuah senyuman manis dari Luhan sementara Kyungsoo dia hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"kami Lucu? Ah untuk lucu mungkin Kyungsoo yang jauh lebih lucu~, iyakan~?" ucap Luhan sambil mencubit gemas pipi gembil Kyungsoo lama.

"aww, apa yang kau lakukan!" ucap Kyungsoo memegangi pipinya yang terasa perih.

"ahh sudahlah hentikan, kembali belajar" titah Jongin menghentikan Kyungsoo dan Luhan.

Luhan pun kembali mengerjakan soalnya, dan Kyungsoo pun kembali membaca bukunya.

"oppa kenapa tidak memberikan soal juga pada Kyungsoo?" ucap Luhan tiba-tiba memecah keheningan.

"ah, itu..baiklah aku akan membuat soal yang serupa" ucapan Jongin membuat Kyungsoo mendelik tajam saat ini.

"ini..." ucap Jongin sambil menyodorkan secarik kertas pada Kyungsoo.

"aku yakin kau tidak bisa mengerjakannya Kyungie!" remeh Luhan membuat Jongin tersenyum di buatnya.

Mata Kyungsoo membulat, kaget saat melihat tulisan di atas kertas itu, Kyungsoo kaget bukan karena soal itu melainkan tulisan tangan Jongin yang mengatakan bahwa.

'aku tidak ingin memberikan mu pertanyaan, selain pertanyaan apa kau juga mencintaiku dan aku akan tunggu jawaban mu untuk soal itu, kau bisa egois kali ini Soo semoga Luhan mengerti akan perasaan kita, saranghe Kyungsoo bibirmu sangat manis:*'

Kyungsoo segera meremas secarik kertas itu tiba-tiba saat Luhan beralih menatapnya kali ini, Kyungsoo benar-benar panik dia tidak ingin jika Luhan tahu ini.

"kenapa? Haha kau tidak bisa mengerjakannya?'' tanya Luhan disertai tawa ringannya.

"i..iya..a..aku tidak bisa" ucap Kyungsoo gugup dan menggigit bibir bawahnya.

"coba aku lihat!" pinta Luhan mencoba menarik remasan kertas di genggaman Kyungsoo.

"andwae" panik Kyungsoo

"ekhem~" Jongin berdehem membuat Kyungsoo mendesah lega dalam hati.

"soal yang aku berikan pada Kyungsoo sama dengan mu Luhan, memang kau benar dia itu sangat payah dia tidak mungkin bisa mengerjakan nya" ucap Jongin menatap Luhan dan beralih manatap Kyungsoo yang terlihat mendelikan matanya saat ini

.

..

"ah Kyungsoo, aku ingin ke kamar mandi sebentar" pamit Luhan kemudian meninggalkan Kyungsoo dan Jongin.

Kyungsoo dan Jongin terdiam dengan perasaan canggung, jantung Kyungsoo kembali berdebar saat di tatap intens oleh Jongin 'aishhh paboya kenapa kau meninggalkan ku Luhan' rutuk Kyungsoo dalam hati.

"Soo~" panggil Jongin, namun tidak mendapat jawaban dari Kyungsoo.

Kyungsoo menulikan pendengarannya dari Jongin dia meraih camilan yang ada di dekatnya kemudian memakannya tanpa menghiraukan panggilan Jongin.

Jongin, dia mengulurkan tanganya ke wajah Kyungsoo.

"apa makanmu selalu begini?" ucap Jongin sambil mengusap sudut bibir Kyungsoo yang terdapat remah-remah.

Kyungsoo terpaku akan sentuhan Jongin, dia dapat merasakan bibir bagian bawahnya di usap lembut oleh ibu jari Jongin, membuatnya kembali teringat akan ciuman yang sedikit panas tadi, Jongin terkekeh saat melihat wajah Kyungsoo yang merah padam, di kecupnya bibir Kyungsoo kilat dan membuat Kyungsoo terlonjak kaget dengan mata membulat lebar dan mengerjap-ngerjap beberapa kali, tidak Jongin menciumnya tiga kali dalam satu hari ini.

Untung saja Luhan sedang di kamar mandi saat ini.

Cklek pintu kamar mandi Kyungsoo terbuka, memperlihatkan Luhan yang kini sudah melangkah mendekat.

"ahh jam berapa ini Kyungie?" tanya Luhan tanpa melihat ke wajah Kyungsoo.

"Kyungie, aku bertanya! Kyung kau kenapa, pipi mu merah sekali!" ucap Luhan sambil menangkup pipi merah Kyungsoo.

"anni, gwenchana" ucap Kyungsoo kemudian menggigit bibir bawahnya.

"kau aneh sekali malam ini" ucap Luhan sambil menepuk jidat Kyungsoo pelan.

.

.

"sudah malam, Kyungie aku akan pulang'' ucap Luhan kemudian berdiri, di ikuti Jongin yang kini berdiri pula.

"ah iya, aku akan mengantar mu" Kyungsoo berdiri dan berjalan bersama Luhan keluar kamar sementara Jongin mengikuti keduanya dari belakang.

"samapi jumpa di sekolah besok Kyungie" ucap Luhan kemudian masuk kedalm mobil yang kini sudah ada sopir pribadinya.

Tinggalah Kyungsoo dan Jongin berdua di depan pintu rumah saat ini.

"aku pulang~" ucap Jongin kemudian melangkah meninggalkan Kyungsoo, baru saja dia berjalan dua langkah dia kembali membalikan badanya ke arah Kyungsoo.

''masuklah diluar dingin!'' ucap Jongin perhatian pada Kyungsoo, ya malam ini terasa begitu dingin.

"jangan lupa lihatlah pintu kamar mu setelah kau masuk kamar" ucap Jongin tersenyum kemudian berjalan ke arah rumahnya dia membuka pagar perlahan dan masuk setelah memastikan Kyungsoo masuk kedalam rumah terlebih dulu.

.

.

.

Kyungsoo masuk kedalam kamarnya dengan terburu-buru dia tidak sabar ingin melihat seseuatu di pintu kamarnya, dia ingin melihat apa yang di maksud dengan Jongin. tangan Kyungsoo terulur untuk mengambil kertas note berukuran kecil dengan warna kuning mencolok, note itu bertuliskan kata-kata manis utuk Kyungsoo.

'tidurlah yang nyenyak semoga mimpi indah, tidak usah memikirkan jawaban tentang perasaan ku karena kau sudah tahu sendiri jawabanya ^^.

Kyungsoo menatap lama note berukuran kecil itu, dia memegang dada bagian kirinya yang berdebar keras saat ini, 'apa aku boleh egois?' batin Kyungsoo. 'mianhe Lu, sepertinya aku mencintai Jongin' batin Kyungsoo kemudian menudukan kepalanya.

''aku harus bagaimana?" tanya Kyungsoo yang entah akan di jawab oleh siapa. Jam kini menunjukan pukul tengah dua belas malam namun Kyungsoo masih belum tertidur saat ini, mata bulatnya masih setia menatap kertas yang terlihat kusut, sesekali dia tersenyum melihat kata-kata yang tertulis di kertas itu, dan dia pun menyentuh bibirnya yang sudah pernah di jamah? Oleh Jongin, Kyungsoo dapat merasakan kembali perutnya yang bergejolak seperti terdapat banyak kupu-kupu yang menari di perutnya.

''bahkan kau menulis emoticon nya, dasar hitam'' ucap Kyungsoo.

Sudah berkali-kali Kyungsoo mencoba tertidur dia membalikan posisinya kesana kemari, selimut yang tadi di pakainya pun kini sudah terjatuh tergeletak di lantai. Perasaan ini sangat amat mengganggunya, satu sisi dia tidak ingin membuat Luhan sakit hati dan disisi lain apakah dia akan merelakan hatinya lah yang akan tersakiti nanti?

''HAH KAU MEMBUATKU GILA'' teriak Kyungsoo frustasi di malam hari terdengar sampai di kamar Jongin yang masih terlihat terang kali ini. Sepertinya namja tan itu belum tidur juga saat ini.

Untung saja orangtua Kyungsoo sudah tertidur lelap saat ini, ruangan Kyungsoo yang berada di lantai atas membuat suaranya sedikit meredam sehingga tak mengganggu orangtuanya.

Jongin menyibak goredn jendela kamarnya, dia mengarahkan matanya memandang kamar Kyungsoo yang masih terlihat terang saat ini, senyum simpul muncul di wajahnya saat melihat siluet bayangan Kyungsoo yang bergerak tak menentu.

'dasar bodoh' batin Jongin kemudian tersenyum.

"ahh Kyungsoo aku pun gila di buatmu" ucap Jongin kemudian menutup kembali gorden kamarnya.

Cklek

"kau belum tidur Jongin?"

"nde, Hyung sendiri"

"aku belum mengantuk, Jongin-ah seharusnya kau tidur sudah jam berapa ini!"

"aku tidak bisa tidur hyung, dan Hyung apakah hyung tidak merasakan jet lag?"

"tidak...waeyo Jongin, kau tengah memikirkan yeoja?" tebaknya tepat sasaran

"dari mana Hyung tahu?"

"kentara di wajah suram mu"

"yakk Hyung~" rengeknya.

"hehe mian, aku hanya bercanda. Jadi benar kau sedang memikirkan yeoja?"

"eumm.." gumam Jongin sambil mengangguk dan duduk di ranjang mendekati Hyungnya.

"kau mau menceritakannya?"

"anni aku takut hyung akan menyukainya nanti" ucap Jongin membuat Hyungnya terkekeh.

"kau ini, aku tidak mungkin menyukai dan merebut sesuatu yang kau miliki, lagi pula eomma sudah mencarikan jodoh untuk Hyung mu ini"

"eoh? Jodoh?"

"mana bisa begitu Hyung, jadi kau mau saja menerimanya begitu?"

"bagaimana lagi, Hyung tidak bisa menolak permohonan eomma, dan besok malam Hyung akan bertemu dengan yeoja pilihan eomma"

"seharusnya Hyung membawa yeoja kesini, memangnya di amerika tidak ada yang menyukai mu? mana mungkin kau bisa kalah oleh adik mu ini?"

"ya..ya..ya aku tahu kau banyak di sukai oleh yeoja, tapi untuk kali ini kenapa kau terlihat seperti ini eoh, sepertinya dia yeoja yang sangat sulit untuk di taklukan"

"ucapan Hyung kenapa bisa sama dengan Sehun?"

"eh? Sehun? Ahh anak albino itu aku baru mengingatnya bagaimana kabar dia sudah berapa lama aku tak bertemu denganya, aku kangen dia"

"aishh, jadi Hyung lebih merindukan Sehun dari pada adik mu sendiri begitu?"

"mungkin" jawabnya sambil menggedikan bahu.

"yakk.. sudahlah keluar dari kamarku!" usir Jongin dengan nada terdengar seperti anak kecil.

"baiklah~" ucapnya tanpa merasa tersakiti dia berjalan mendekati pintu.

"hyung tunggu dulu, apa wanita yang membalas ciuman bisa dikatakan dia juga mencintaiku?"

''aishh paboya, kecil-kecil kau sudah berani mencium anak orang? Hyung mu saja belum pernah"

"aishhh sudahlah percuma aku menayakan pada orang tak berpengalaman seperti hyung" ucap Jongin kemudian menutup pintu kamarnya.

"Jongin-ah mungkin dia mencintaimu juga, dan mungkin saja ada perasaan yang membuatnya tidak bisa menerima dirimu" ucap Hyungnya terdengar diluar kamar.

'kau benar hyung' batin Jongin, kemudian dia kembali mendekati jendela dan melihat ke arah kamar Kyungsoo yang sudah terlihat gelap saat ini ''kau sudah tidur? Jaljayo~'' ucap Jongin.

.

.

.

.

.

.

"Kyungsoo-ah" panggil Jongin di belakang Kyungsoo yang sedang berjalan dengan langkah cepat menyusuri trotoar.

"Kyungsoo" panggil Jongin lagi kali ini dia berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Kyungsoo.

"Kyung, kenapa terburu-buru ini masih pagi, kau mau menghindariku?"

Kyungsoo hanya diam tak ingin membalas ucapan Jongin.

"waeyo? Kau marah pada ku?" tanya Jongin dengan wajah terlihat kecewa saat ini.

"apa kau sama sekali tidak merasakan ini Soo jika di dekat ku?" ucap Jongin kini mengarahkan telapak tangan Kyungsoo menempel didada kirinya.

"aku bingung Jongin" Lirih Kyungsoo namun bisa di dengar oleh Jongin.

"tidak, aku ingin tahu dulu Soo apa kau mencintaiku?" tanya Jongin lagi. Bukannya menjawab Kyungsoo malah memberikan gumapalan kertas pada Jongin.

Jongin membukanya perlahan, bibir Jongin melengkung ke atas memperlihatkan senyum yang amat manis. 'nde, nado Saranghe' tulisan itu tercetak jelas di bawah tulisan yang dia tulis semalam.

"jadi~?'' tanya Jongin sambil mengangkat dagu Kyungsoo agar menatapnya saat ini.

"nde, a..aku mencintai mu tapi...Lu—hmpptthh" ucapan Kyungsoo terpotong karena Jongin membungkam bibirnya cepat.

"jangan bicarakan Luhan terlebih dulu" ucap Jongin di depan wajah Kyungsoo kemudian memeluk Kyungsoo erat, untung saja jalanan kali ini terlihat sepi.

.

.

.

.

~TBC~

MIND TO REVIEW, nama hyung Jongin bakal ketahuan di next chapter.

PAY-PAY