~I only Love You~

.

.

****HAPPY READING***

.

.

SORRY FOR TYPOS

.

.

REVIEW, FAVORITES AND FOLLOW PLEASE

.

.

.

.

CHAP SEBELUMNYA

"jadi~?'' tanya Jongin sambil mengangkat dagu Kyungsoo agar menatapnya saat ini.

"nde, a..aku mencintai mu tapi...Lu—hmpptthh" ucapan Kyungsoo terpotong karena Jongin membungkam bibirnya cepat.

"jangan bicarakan Luhan terlebih dulu" ucap Jongin di depan wajah Kyungsoo kemudian memeluk Kyungsoo erat, untung saja jalanan kali ini terlihat sepi.

CHAP 7

.

"Jongin-ah menjauhlah, aku tidak mau jika semua orang tahu kalau kita sudahh...!"

"sudah apa?" tanya Jongin sambil tersenyum melihat Kyungsoo yang mulai menundukan kepalanya.

"yaa aku tidak mau semua orang tahu kalau kita mempunyai hubungan, apa lagi luhan aku tidak ingin dia tahu ini semua" ucap Kyungsoo menatap sebal pada Jongin.

"arraso~, pulang sekolah aku tunggu di gerbang belakang ne?" ucap Jongin sambil mengusak rambut Kyungso.

"eum.." jawab Kyungsoo sambil merapikan rambutnya.

"seharusnya kau tidak usah mengikat rambut mu, kau membuat namja di sekolah ini kelaparan"

"eoh? Kelaparan?" ucap Kyungsoo polos.

"lihatlah leher mu!" titah Jongin membuat Kyungsoo berusah mengecek lehernya kali ini.

"waeyo?" tanya Kyungsoo dengan wajah bingung.

"ahh sudahlah semoga tidak ada yang berani macam-macam dengan yeojachingu ku" ucap Jongin menyentuh pipi Kyungsoo kemudian berjalan meninggalkan Kyungsoo sendiri.

"dah.." Jongin melambaikan tangannya ke arah Kyungsoo, Kyungsoo hanya bisa tersenyum melihat tingkah Jongin.

'apa aku bermimpi, bagaimana bisa aku berpacaran dengan Jongin?' batin Kyungsoo, kemudian mengelengkan kepalanya dan melenggang memasuki gedung sekolahanya perlahan.

.

.

.

.

.

Sementara itu di rumah besar milik keluarga Kim terlihat seorang namja tengah duduk tenang di sofa mendengarkan ibunya yang sedari tadi terus bicara,

"eomma~" rengeknya terdengar sudah tak tahan kali ini.

"aku tidak mau!" tolaknya pada wanita itu yang ternyata adalah Taemin.

"tidak Jonmyeon kali ini kau tidak bisa menolak!" final Taemin membuat namja dengan nama jonmyeon aka Suho medesah kecewa. Suho adalah anak pertama dan merupakan kakak dari Jongin, ya dia adalah orang yang di ajak bicara dengan Jongin semalam.

.

.

.

.

Kyungsoo tertegun di hadapan bangkunya saat ini, kursinya tidak ada dan belum lagi meja milik dia kini terlihat banyak coretan-coretan dengan tulisan yang tidak pantas untuk di ucapkan, pikiran Kyungsoo kini langsung mengarah pada Sulli sebagai tersangka di balik ini semua, ya memangnya siapa lagi jika bukan dia.

"pagi Kyung—" sapaan dari sahabat Kyungsoo—Luhan yang baru datang terputus begitu saja karena melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.

"Kyungsoo meja mu? Siapa yang melakukannya?'' tanya Luhan bertubi-tubi

"molla~" Ucap Kyungsoo dengan tatapan kosongnya.

"sudahlah kita ganti saja Kyungie, kajja kita ke gudang sekarang"

"baiklah"

Kyungsoo dan Luhan pun mengangkat meja keluar kelas untuk menggantinya, baru saja Kyungsoo dan Luhan keluar kelas, keduanya melihat Jongin yang sedang berjalan ke arah mereka. Kyungsoo melihat senyuman di wajah Luhan saat ini.

"Kyungsoo, Luhan kalian mau kemana?" tanya Jongin sambil melihat Kyungsoo dan Luhan bergantian.

"astaga siapa yang melakukannya?" tanya Jongin pada Kyungsoo setelah melihat coretan-coretan di atas meja yang bertuliskan hujatan yang dilayangkan pada Kyungsoo.

"molla Oppa" jawab Luhan.

"benar-benar keterlaluan" ucap Jongin tak terima.

"nde, oppa. Ahh sudahlah... apa Oppa mau membantu kami?"

"tentu" Jongin menggantikan Luhan untuk mengangkat meja yang berukuran sedang itu, jadilah dia dan Kyungsoo sekarang yang mengangkat meja, Kyungsoo hanya bisa menyembunyikan wajahnya dengan menunduk saat ini.

"kajja" ucap Luhan berada di depan mereka mengawal untuk pergi kegudang, Luhan tidak melihat Jongin yang sedang menantap Kyungsoo dalam.

'apa ini ulah Sulli' pikir Jongin.

"LUHAN.." panggil minseok di koridor kemudian menghampiri Luhan.

"ada apa?" ucapnya dengan alis bertautan.

"aku ada perlu dengan mu sebentar" ucapnya sambil melihat sejenak ke arah Kyungsoo dan Jongin bergantian membuat Luhan menatap Minseok kebingungan.

"ada apa?" "sudahlah ayo ikuti aku" minseok menarik tangan Luhan meninggalan dua orang yang sedang mematung beberapa detik tadi.

.

.

.

Sedari tadi Kyungsoo tak mengeluarkan suaranya yang ada dipikiranya saat ini adalah apakah keputusanya untuk berhubungan dengan Jongin adalah kesalahan, dia merasa bahwa dia sudah menikam Luhan sahabatnya sendiri, benar apa kata Sulli kemarin, jika Luhan sampai mengetahui hal ini apakah persahabatannya akan teteap utuh, dan apakah dia harus mengakhiri hubungan ini. Tapi bagaimana bisa bahkan mereka baru saja melewatinya beberapa menit tadi.

"Soo, gwenchana?" tanya Jongin memulai pembicaraan pada Kyungsoo. Keduanya sudah berada di dalam gudang saat ini.

"Soo, kau kenapa?'' tanya Jongin Khawatir melihat raut wajah Kyungsoo. Dia berjalan mendekati Kyungsoo dan memeluknya lembut.

"Jongin, bahkan hubungan kita baru berlangsung beberapa menit, tapi aku rasa semua ini salah?" tanya Kyungsoo dengan mata berkaca-kaca.

"apa aku sudah memutuskan sesuatu yang salah untuku?'' tanya Kyungsoo lagi membuat Jongin kaget dibuatnya.

"tidak Soo, kau tidak perlu takut kita jalani ini apapun resikonya, dan biarkan Luhan tahu ini"

"t..tapi Jongin aku takut" ucap Kyungsoo

"kau tidak perlu takut, sahabatmu pasti akan mengerti dia tidak boleh egois Soo"

"lalu bagaimana dengan ku, apa aku tidak egois?" tanya Kyungsoo dengan airmata sudah meluncur di pipinya saat ini. Jongin tak bisa menjawab pertanyaan Kyungsoo, namun dia bisa membuat Kyungsoo kuat.

"aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku, jadi apakah ada larangan untuk mencegah kita berhubungan, bahkan itu sahabat mu sendiri?"

Kyungsoo terpaku akan perkataan Jongin, memang benar keduanya saling mencinta, tapi Luhan juga mencintai Jongin tapi untuk Jongin, dia hanya mencintainya. sudah terlanjur di dalam hati terdalam Kyungsoo dia ingin memiliki Jongin, dia mencintai namja tan yang selalu muncul di pikiranya setiap malam, namja yang selalu membuatnya nyaman, dan bahkan dia bisa menjadi sosok yang berbeda jika di dekat Jongin dia berani menunjukan ekspresi berbeda di hadapan namja tan ini.

"aku menghianatinya Jongin hiks.." isakan Kyungsoo tak bisa dihentikan olehnya saat ini.

Jongin menangkup wajah Kyungsoo, dia menghapus air mata Kyungsoo lembut kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo.

"aku tidak akan membiarkan mu berubah pikiran, aku mencintai mu dan aku tidak ingin jika kau meminta ku untuk pergi darimu"

Chu~

Jongin mencium bibir Kyungsoo lembut, Kyungsoo masih menangis dalam ciumannya wajah Luhan yang terlihat bahagia di dekat Jongin sangat membuatnya merasa bersalah. Lama bibir itu bertautan dan Jongin mulai merubah intensitas ciumannya, dia melumat bibir atas dan bawah Kyungsoo bergantian, membuat Kyungsoo lemas seperti biasanya.

Kyungsoo memukul-mukul dada Jongin saat merasakan dadanya sesak karena ciuman panas itu, Jongin benar-benar membuat Kyungsoo tak habis pikir, kekasihnya ini selalu saja memiliki kesempatan untuk menciumnya dimana saja.

"jangan menangis lagi" Kyungsoo mengangguk dan membalas senyuman manis Jongin.

.

.

.

.

"tidak mungkin Kyungsoo dan Jongin sunbae berhubungan aku tahu mereka, mungkin kau hanya salah paham, wajar saja mereka satu bus karena mereka bertetangga dan pasti mereka bertemu disana. Ah iya kau pasti belum tahu hal itu kan?''

"benarkah? Tapi aku merasakan hal berbeda"

"mungkin perasaan mu salah" ucap Luhan menepuk bahu Minseok

"ya sudah aku ke gudang dulu ne, pay-pay" Luhan meninggalkan minseok yang masih berdiri di ambang pintu kelas dengan tatapan kosongnya.

.

.

.

.

.

.

"aigooo Kyungie, sebenarnya siapa yang melakukan ini?" dengus Luhan sebal.

"sudahlah jangan menggerutu terus, ini belum seberapa jika orang itu terus melakukannya aku tidak akan tinggal diam" jawab Kyungsoo di belakang Luhan dan Jongin yang tengah mengangkat meja nya, sementara Kyungsoo dia membawa kursi seorang diri di belakang.

'kau lebih serasi dengannya Jongin' batin Kyungsoo, matanya terus memandang punggung Luhan dan Jongin bergantian.

.

.

"gumawo Sunbae" ucap Luhan tersenyum manis pada Jongin sementara Kyungsoo sudah duduk di kursi yang dia bawa tadi.

"eum.. aku ke kelas dulu ne, semoga hari mu menyenangkan Kyungsoo~" ucap Jongin tersenyum manis kemudian meninggalkan Luhan dan Kyungsoo didalam kelas.

'kenapa hanya Kyungsoo, bagaimana dengan ku?' batin Luhan merasa ada yang janggal.

"Luhan~" panggil Kyungsoo membuat Luhan tersadar dari ketertegunan nya.

"eoh?"

"kau kenapa?" tanya Kyungsoo bingung.

"ah tidak apa-apa" jawab Luhan biasa kemudian duduk di sebelah Kyungsoo.

.

.

.

.

JONGIN POV

Ku pasang headset di telinga ku, aku menyandarkan punggungku di tembok gerbang belakang sekolah, terhitung lima belas menit berlalu namun yeojachingu imut ku belum muncul sedari tadi membuat ku resah kali ini, memang sulit rasanya untuk bertemu dengan sembunyi-sembunyi seperti ini, menghindar dari semua orang membuat hungungan kami terbatas. Hanya beberapa jam tidak bertemu sungguh membat ku gila hari ini.

Aku membukakan mataku saat aku terkejut dengan lepasnya Headset di telinga kananku dengan begitu cepat, ingin aku memarahi orang yang telah melakukannya namun aku tak bisa melakukannya karena pelakunya tak lain adalah gadis yang sedari tadi aku tunggu.

"menunggu lama?" tanyanya merasa bersalah, namun dia mencoba menunjukan senyum manisnya untuk membuatku sedikit terhibur.

Ku kecup kilat bibirnya membuat dia tertegun dan mengerjapkan matanya beberapa kali, sungguh membuatku gemas dan ingin mencium bibirnya lagi.

Bugh

Satu pukulan cukup keras menghantam perutku membuatku sedikit kesakitan, oh tidak yeojachingu ku menonjok perutku saat ini. Aku melihat wajah manisnya yang semakin terlihat lucu dengan bibirnya yang mengerucut.

"yaak kau tidak tahu ini masih lingkungan Sekolah, jika ada yang melihatnya bagaimana?'' omel nya padaku, aku hanya bisa tersenyum melihatnya yang seperti ini, benar-benar membuatku gemas dibuatnya.

"mari melakukannya di tempat lain" bisiku di telinganya, berhasil memunculkan semburat merah di kedua pipi gembilnya.

Duk

"awww, appoyo~ kenapa menginjak ku?" pekik ku padanya tak terima.

''dasar pervert~" dengusnya kemudian meninanggalkan ku dengan langkahnya yang cepat.

"Yaaa Chagi-ya tunggu aku" teriaku membuat dia berbalik menghadapku dengan tatapan tajamnya, seolah memberitahu ku untuk menghentikan tingkah ku kali ini.

Jongn pov end

.

.

.

.

Kaki mungil Kyungsoo melangkah dengan begitu cepat menapaki trotoar jalan yang sepi, diaberusaha meninggalkan Jongin di belakangnya, namun langkahnya tidak akan bisa jauh dari Jongin, namja tan itu terus mencoba mensejajarkan kakinya untuk melangkah bersamaan di pinggir Kyungsoo.

"hah..hah..hah.." Jongin terengah-engah sambil menggenggam tangan Kyungsoo erat.

"lepas~" titah Kyungsoo dengan deathglare nya.

"tidak akan" ucap Jongin semakin mengeratkan genggaman nya di tangan kanan kiri Kyungsoo.

"jika ada yang melihat kita bagaimana Jongin?" tanya Kyungsoo dengan pandangan nya yang mengedar ke sekeliling tempat.

"tidak ada siapa-siapa disini selain kita Kyung~" ucap Jongin sambil merapatkan tubuhnya di tubuh Kyungsoo.

"Jongin, ini tempat umum" ucap Kyungsoo berusaha melepaskan rangkulan tangan Jongin yang berada di pinggangnya.

"jika kau terus menggerutu, kau akan pulang malam Kyungsoo, kajja ini sudah sore"

Kyungsoo hanya bisa pasrah akan perlakuan Jongin saat ini, namun dihatinya dia merasa sangat bahagia bisa berada di dekat Jongin, beberapa jam tidak bertemu ternyata membuatnya rindu.

"kau tersenyum?" tanya Jongin dengan senyum manisnya menatap wajah Kyungsoo.

"yaaa jauhkan wajah mu Jongin, jangan berani berbuat macam-macam" ancam Kyungsoo berusaha menjauhkan posisinya dari wajah Jongin.

"tersenyum lah seperti tadi, tapi jangan berani-berani menunjukannya pada namja lain" ucapnya kembali mengenggam Kyungsoo dan berjalan beriringan.

"waeyo? Kenapa tidak? Lalu ayah ku bagaimana?"

"untuk ayah mu aku mengijinkan nya"

"yakk kau berbicara seolah-olah Kau yang menguasai seluruh tubuhku"

"memang begitu" ucap Jongin santai membuat Kyungsoo tersenyum geli.

"memangnya kau siapa?" tanya Kyungsoo sengit.

"jadi kau tidak mengakui ku?" tanya Jongin menghentikan langkahnya dan kembali medekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo.

"tidak" jawab Kyungsoo menahan tawanya dan berusaha memundurkan wajahnya.

Jongin mencium bibir Kyungsoo lama sebagai aksi tidak setujunya, dia melumat lembut bibir Kyungsoo namun gerakan bibirnya selalu cepat menikmati bibir atas dan bawah Kyungsoo bergantian dan Kyungsoo pun menikmatinya dia mengalkungkan kedua tangan nya di leher Jongin dan Jongin pun menekan tengkuknya dalam, masa bodoh jika mereka tengah di lihat oleh orang.

Jongin melepaskan tautannya dia melihat wajah Kyungsoo yang terlihat merah padam, pandangan yang selalu sama jika dia telah mencium bibir Kyungsoo. Jongin kembali berjalan sambil menggenggam tangan Kyungsoo lembut.

keduanya hanya bisa diam dalam perjalanan mereka dengan senyum dari keduanya yang tak pernah luntur dari wajah keduanya sampai mereka tiba di halte bus dan menunggu bus untuk mereka pulang.

.

.

.

.

.

Kyungsoo menyentuh rambutnya dengan begitu lembut. wajah cantiknya sedari tadi terus tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin, dia begitu tak percaya dengan seseorang yang terlihat senyum juga padanya.

"berhentilah memandangi pantulan mu Kyungie?"

"eoh, Unnie apakah yang ada di cermin itu benar-benar aku?''

"eum..memangnya siapa lagi, lihatlah Kyungsoo kau begitu cantik"

"tapi aku gugup Unnie"

"kau tidak usah gugup ada aku yang menemani mu"

"eumm, Unnie aku malu jika aku harus berhadapan dengan Jongin nanti"

"kau tidak perlu malu Kyungie, dia pasti akan menyukai penampilan mu saat ini"

"tapi~" ucap Kyungsoo

"tidak ada tapi-tapi, cepatlah eomma dan appa pasti sudah menunggu"

"arra~" ucap Kyungsoo kemudian berdiri dan melangkah keluar dari kamar bersama seseorang yang di panggilnya Unnie tadi, ternyara yeoja yang di panggil Unnie itu adalah sepupu Kyungsoo, dia adalah Yixing yeoja dengan dimple di pipi bagian kanan membuatnya terlihat begitu manis dan anggun.

.

.

.

.

.

.

Jantung Kyungsoo terus berdegup kencang saat dia sudah duduk di kursi meja makan keluarga Kim dan posisinya kali ini tepat berhadapan dengan namjachingunya, dia terus menundukan wajahnya menghindari tatapan intens Jongin. Sesekali Kyungsoo akan menjawab pertanyaan dari Ayah Jongin saat acara makan malam itu berlangsung dan Kyungsoo pun semakin salah tingkah saat Jongin sesekali tersenyum padanya dengan tatapan yang terlihat memuja pula.

"ahh dimana Junmyeon kenapa dia belum datang" ucap Taemin gelisah.

Di meja makan keluarga Kim itu kini hanya terlihat enam orang disana, sementara Junmyeon orang yang seharusnya hadir dalam pertemuan ini, sedari tadi belum menunjukan batang hidungnya.

Pandangan Taemin dan ke lima orang yang tengah mengobrol secara serempak menoleh kearah orang yang baru datang.

"Junmyeon, kau dari mana saja kenapa baru pulang?" ucap Taemin kemudian menggerakan tangannya memberi kode pada Junmyeon agar mendekat kearahnya dan ikut bergabung.

Junmyeon duduk di hadapan Yixing membuat Yixing sedikit gugup kali ini.

'cantik sekali dia' batin Jongin saat memandang ke arah Kyungsoo, Kyungsoo yang melihat tatapan Junmyeon hanya bisa memberi senyuman manis padanya saat ini.

Kyungsoo melupakan bahwa Kyungsoo tidak boleh memberikan senyum manisnya pada namja lain selain Ayahnya dab Jongin.

Jongin tidak menyadari bahwa pandangan Junmyeon begitu terlihat berbeda saat melihat Kyungsoo, bagaimana dia bisa menyadarinya jika sedari tadi ponsel yang berada di sakunya terus bergetar dan membuatnya sedikit terganggu.

"angkatlah ponselmu Kai" ucap ayahnya kemudian Jongin pergi untuk menerima panggilan setelah meinta izin terlebih dulu.

.

.

.

"Ahh, jadi kita sudah sepakat. Kyungie kau harus banyak menghabiskan waktu mu dengan Junmyeon mulai sekarang" ucap tuan Do dengan senyum berwibawa.

Sementara itu Kyungsoo hanya bisa diam dengan kepala menunduknya dia tidak percaya dengan semua ini bagaimana bisa dia dijodohkan dengan Junmyoen yang hanya baru dikenalnya beberapa menit tadi. Jika saja Jongin tidak pergi, Jongin pasti akan ikut terkejut sama seperti dirinya.

.

.

.

.

.

TBC