~I only Love You~
.
.
.
****HAPPY READING***
.
.
SORRY FOR TYPOS
.
.
REVIEW, FAVORITES AND FOLLOW PLEASE
.
.
.
.
CHAP SEBELUMNYA
"Ahh, jadi kita sudah sepakat. Kyungie kau harus banyak menghabiskan waktu mu dengan Junmyeon mulai sekarang" ucap tuan Do dengan senyum berwibawa.
Sementara itu Kyungsoo hanya bisa diam dengan kepala menunduknya dia tidak percaya dengan semua ini bagaimana bisa dia dijodohkan dengan Junmyoen yang hanya baru dikenalnya beberapa menit tadi. Jika saja Jongin tidak pergi, Jongin pasti akan ikut terkejut sama seperti dirinya.
.
.
CHAP 8 STARTED
"Hyung aku berangkat dulu"
"eum apa perlu ku antar?"
"tidak perlu Hyung, Oh iya tentang yeoja yang akan di jodohkan dengan Hyung dia terlihat cantik dan anggun aku setuju"
"benarkah?"
"eum.."
"Aku berangkat~"
"hati-hati"
.
.
Tujuh menit Jongin menunggu Kyungsoo keluar dari rumahnya, namun Yeojachingu barunya itu sedari tadi belum muncul di balik pintu, Jongin berencana berangkat bersama Kyungsoo pagi ini.
"apa dia sudah berangkat?'' tanya Jongin entah akan di jawab siapa.
"ck sudah siang, aku berangkat duluan saja"
"awas Kau Kyungsoo~" umpat Jongin kemudian melangkah menjauhi rumahnya.
.
.
.
.
******I ONLY LOVE YOU*****
.
.
.
Mata Kyungsoo di buat terbelalak saat dia memasuki kelas dengan kondisi meja dan kursi nya yang sudah penuh coretan abstrak disana-sini. Kyungsoo tahu sebenarnya siapa pelaku di balik semua ini. Sulli ya, siapa lagi jika bukan yeoja itu. Tanpa mengganti seperti hari sebelumnya Kyungsoo duduk dengan begitu santai di kursi miliknya dia tak menghiraukan tatapan teman sekelas yang sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Selama pelajaran berlangsung Kyungsoo terus memikirkan Jongin, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa di hadapan Jongin, mungkin menghindari Jongin saat ini adalah cara satu-satunya.
Kyungsoo harus menahan laparnya ketika jam makan siang tiba, dia hanya duduk di kelas seorang diri dia tidak mau jika dia sampai bertemu Jongin, Luhan yang melihat perubahan aneh Kyungsoo hari ini hanya bisa mendecakan lidahnya dan sesekali dia akan berdebat dengan Kyungsoo.
.
.
.
.
Sekitar lima belas menit bel pulang sekolah xoxo highschool sudah berbunyi tadi dan sekitar lima belas menit itu pula semua siswa-siswi di sekolah itu sudah pulang kerumahnya masing-masing terkecuali untuk yeoja bermata bulat yang tengah membersihkan loker miliknya.
"Soo~" panggil suara khas namja menyapa indera pendengaran Kyungsoo membuat dia tegang.
'Jongin? bagaimana ini...?' Kyungsoo menghentikan kegiatannya.
Tidak ingin bicara dengan Jongin Kyungsoo memutuskan untuk pergi dari hadapan namjachingunya ini.
"tunggu sebentar!" Jongin menahan tangan Kyungsoo agar tak pergi.
"apa?" tanya Kyungsoo bersikap seperti Kyungsoo yang selalu ketus di hadapan Jongin.
"tidak bisakah kau sedikit manis, lagi pula disini tidak ada Luhan" ucap Jongin mengusap tangan Kyungsoo lembut.
"memang tidak ada, lagi pula apa urusannya dengan Luhan. Sudahlah aku pergi dulu" ucap Kyungsoo dingin dan melepaskan tangannya dari Jongin.
"Soo, kau kenapa?" raut wajah Jongin terlihat menatap bingung pada Kyungsoo.
"apanya yang kenapa?" tanya Kyungsoo berusaha tak menaikan nada suaranya.
"apa kau terbentur sesuatu?"
"tidak!" jawab Kyungsoo menghindari tatapan Jongin.
"lalu~ apa kau sedang mengerjai ku?" Jongin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo.
"tidak ada waktu untuk bicara dengan mu Jongin" Kyungsoo mendorong bahu Jongin sehingga membuatnya sedikit menjauh
"hey, kau kenapa?" Jongin menahan pergelangan tangan Kyungsoo.
"lepas~" titah Kyungsoo mencoba menghempaskan tangan kekar Jongin.
"tidak, sebelum kau menjelaskannya dulu apa aku telah berbuat salah padamu?"
"tidak, tidak ada yang salah. Jauhi aku Jongin kita tidak ada hubungan lagi"
"Kyung apa maksudmu?"
"sudah jelas Jongin kita putus!" Kyungsoo menghempaskan tangan Jongin kasar.
Hanya dengan cara ini Kyungsoo bisa menyakiti Jongin, dia harus menjauhi Jongin demi semua orang di sekelilingnya.
Jongin mematung mendengar perkataan Kyungsoo, sementara Kyungsoo dengan langkah cepat dia meninggalkan Jongin seorang diri di koridor yang sudah sepi.
.
.
.
.
.
Kyungsoo-pov
Ku tendang asal kerikil batu yang berada di hadapan jalan ku saat ini, hari ini benar-benar membuat ku kesal, ya mungkin berpacaran dengan Jongin adalah keputusan yang salah sehingga membuatku seperti ini, aku harus menjauhinya tapi bagaimana bisa jika dia sendiri nanti akan menjadi calon adik ipar ku '' Kyaaaaaa Andwae, aku tidak mau menikah dengan Hyungnya~" teriak ku frustasi di trotoar jalan yang sudah sepi. Sebenarnya aku bingung dengan situasi seperti ini aku tidak tahu harus bagaimana, meninggalkannya di koridor seorang diri tadi benar-benar membuat dada ku sesak, sebenarnya aku tidak mau melakukan hal seperti itu padanya. Kaki ku menendang asal lagi kali ini bukan kerikil batu yang aku menjadi sasaran ku, aku tendang asal kaleng minuman bersoda yang tergeletak dijalan dengan begitu kencang, sebenarnya siapa yang membuang sampah sembarangan umpat ku, aishh bukan itu yang ku hiraukan lagi saat ini aku menendang kaleng itu sebagai pelampiasan kekesalan ku, oh Tidak aku melihat seseorang memekik tertahan di ujung sana, aku hanya bisa melihat siluet bayangannya saja saat ini, ku lihat dia mendekat ke arahku, tidak aku dalam posisi bahaya saat ini. Perlahan-lahan wajahnya terlihat namun sedikit tidak jelas karena langit mulai gelap saat ini. Mata ku mengerjap-ngerjap saat melihat dia yang sudah berdiri dengan wajah yang terlihat kesakitan tangannya pun masih mengelus kepalanya yang terasa sakit karena ulahku tadi, mungkin.
"Yakk~" teriaknya membuatku terlonjak kaget. Aku hanya bisa mematung mendengar pekikaan nya dia terlihat marah saat ini.
Ku tundukan kepalaku, baru kali ini aku bersikap seperti ini jika di bentak oleh seseorang. Sebelumnya aku akan memaki kembali orang yang telah memaki ku tapi untuk kali ini aku tidak bisa melakukannya entah karena apa.
"yaa Kau tidak mau minta maaf?" tanyanya dingin membuat mataku berkaca-kaca,
"m..mianhe~" ucapku kemudian mendongakan wajah ku menatap tepat ke matanya. Jantungku seperti akan melopat dari dada ku ketika meliat wajahnya ya aku baru ingat bukankah dia yang pernah aku tabrak saat aku keluar dari ruang basket sekolahku.
"k..kau~" ucapnya terbata dan menatapku dengan ekspresi kagetnya pula.
"mi..mianhe~" ucapku lagi, oh tidak ku mohon jangan keluarkan air di mataku saat ini.
''gwenchana?'' tanyanya terdengar cemas dan memegang bahu sempit ku kali ini.
Ku tundukan wajah ku kembali tidak dirasa pipi ku kini mulai basah karena air mataku.
"yaa aku yang kena tendangan kaleng sialan itu kenapa kau yang menangis" tanya nya lagi
"Hiks..aku..sudah minta maaf.." ucapku sambil mengusap air mataku kasar.
"aku memaafkan mu, tapi kenapa kau menangis?"
"bu..bukan urusan mu..hiks.." ucapku sambil terisak sungguh aku sangat malu saat ini.
"kau harus tanggung jawab, jika aku lupa ingatan bagaimana?'' tanya nya tak masuk akal mungkin dia mencoba menghiburku. Ku injak kaki nya membuat dia memekik dan meringis kesakitan lagi.
"KYYYA apa kau gila?" umpatnya berteriak membuat telingaku berdengung.
Ku tinggalkan namja albino itu yang masih terduduk sambil mengelus kakinya yang aku injak tadi, masa bodoh dengan umpatan-umpatannya aku tidak perduli lagi.
Dia teriak ke arah ku membuatku menghentikan langkah ku aku terkejut dengan teriakannya yang memanggil namaku kali ini. Dari mana dia tahu nama ku apa dia membaca namku di papan namaku?,
Ku balikan badanku kemudian berjalan mendekat ke arahnya, ku ulurkan tangannya mencoba membantu dia untuk berdiri, tapi bukannya berdiri dia malah menarik pergelangan tanganku sehingga membuatku duduk di sebelahnya.
Pergerakkan ku begitu cepat sehingga membuat ku duduk di sebelahnya dengan begitu tidak elit, ku tepis tangannya membuat dia tersenyum memandangku. Eh kenapa dia tersenyum apa dia memiliki gangguan jiwa? Aku mencoba berdiri lagi namun tanganku masih di tahan olehnya membuatku mau tidak mau duduk di sebelahnya, sebenarnya apa mau namja gila ini pikirku.
"apa?" tanya Ku sengit padanya.
"santai lah manis kenapa kau galak sekali"
Bugh
Ku pukul kepalanya membuat dia kembali meringis dan berteriak. Kali ini aku menutup kedua telinga ku, berhadapan dengan namja menyebalkan ini benar-benar membuat mood ku semakin rusak.
"akan ku laporkan ke polisi dengan tuduhan kau sudah menyiksa anak di bawah umur" umpatnya begitu sengit,
"dan aku tidak takut melaporkan mu juga atas tuduhan pelecehan pada gadis sma" ucapku tak kalah sengit membuat dia tersenyum simpul.
Mataku mendelik tajam tepat menatap ke matanya, dia tertawa sambil memegang perutnya kali ini. Apa dia gila? Pikirku lagi.
"Kyungsoo, kau Kyungsoo kan? siswi dari xoxo Highscool~?" tanyanya kini dengan wajah sudah terlihat berkebalikan.
Aku hanya bisa diam mendengar ucapannya, Tidak ingin berurusan lebih dengannya aku meninggalkan dia yang masih duduk.
"Yaaa Yeoja galak kau mau kemana?" teriaknya di belakang ku. Aku semakin melangkahkan kaki ku cepat tak ingin mendengar teriakan-teriakannya lagi, ''dasar namja aneh" dengusku terdengar pelan. Sungguh hari yang sangat menyebalkan untuku.
.
.
.
.
.
.
.
Author –pov
"hai manis~" terdengar suara berat khas namja membuat Do Kyungsoo mengentikan langkahnya kali ini, tubuh Kyungsoo di buat menegang saat melihat sekumpulan siswa yang entah dari sekolah mana tapi tunggu dulu seragam yang mereka kenakan sama dengan namja albino yang menjadi korban aksi tak sengaja Kyungsoo.
"minggirlah, kalian menghalangi jalan ku" ujar Kyungsoo terdenar dingin membuat kumpulan siswa yang berjumlah enam orang itu menatap satu sama lain. Terlihat orang yang berada di paling depan menggerakandagunya memberi kode pada laki-laki yang berpostur lumyan tinggi untuk mendekat ke arah Kyungsoo.
"kalian mau apa?" tanya Kyungsoo menahan agar suaranya tak terdengar bergetar dan mulai mundur.
"jangan melakukan hal bodoh sayang~ sebaiknya kau tidak perlu menghindar mari kita bersenang-senang, haha" ucap sala satu namja kemudian di susul tawa yang terdengar begitu mengejek.
"apa kalian gila?" umpat Kyungsoo pada keenam lelaki di hadapannya.
"Oh sepertinya kau yeoja yang sangat menarik, kau dari xoxo highshool? DO KYUNG SOO nama yang cantik seperti orangnya" ucap namja berpostur lumyan tinggi dengan matanya yang mengeja kata di name tag Kyungsoo.
Kyungsoo menepis tangan namja yang menurutnya menjijikan itu, berani-beraninya namja yang tidak di kenal Kyungsoo menyentuh kulitnya walaupun satu inchi Kyungsoo tidak akan membiarkannya.
"HUU~ Apa gadis di xoxo highschool sama seperti mu cantik?" godanya dengan sensual membuat Kyungsoo ingin melayangkan tinjuannya kali ini.
Duk
Kyungsoo mendendang tulang kering namja yang sudah berani-beraninya menyentuh dagunya kali ini.
"YAKK...KAU BERANI-BERANINYA?" Teriaka namja itu tidak terima kemudian mencengkram tangan Kyungsoo kasar.
"Lepas sakit~" tangan Kyungsoo memerah akibat cengkraman namja yang di tendangnya tadi.
"bawa dia!" titahnya pada kelima orang yang sedari tadi diam menyaksikan.
Duk
Dengan sekuat tenaganya Kyungsoo menginjak kaki namja yang tengah mencengkram tangannya, Kyungsoo mendorong dada namja dihadapanya membuat dia tersungkur menabrak teman-teman di belakangnya. Dengan kecepatan penuh Kyungsoo berlari kembali ke arah saat dia bertemu dengan namja berkulit putih, pikirannya yang buntu tidak dapat menggerakan kakinya dengan tepat sehingga dia berlari tanpa tujuan.
.
.
.
.
.
"Hah~ hah~hah~ " Nafas Kyungsoo terengah-engah dia membungkukan badannya dengan kedua tangan yang menempel pada kedua lututnya, berlari beberapa meter membuatnya begitu lelah.
"Kau~" Kyungsoo menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Ternyata Kyungsoo bertemu lagi dengan namja yang tadi Kyungsoo temui.
"YAKK KAU~" Kyungsoo membelalakan matanya saat melihat segerombolan siswa kurang ajar tadi yang kini terlihat sedang mengejarnya. Kyungsoo berlari kembali namun kali ini dia menarik tangan namja berkulit putih itu sehingga membuatnya lari terseok-seok.
"ada apa ini?'' tanyanya dengan wajah kebingungan yang tidak di lihat sama sekali oleh Kyungsoo.
"yakk berhenti" namja itu melepaskan tangan Kyungsoo yang menarkinya tadi.
"Hey...Sehun, apa kau mengenalnya?'' tanya namja yang tadi mencolek dagu Kyungsoo.
"iya dia namja chinguku" ucap Kyungsoo mendapat ekspresi Sehun yang terlonjak kaget membulatkan mulutnya.
"Sehun~shi ternyata selera mu sudah turun sekarang, dimana yeoja-yeoja yang selalu terlihat sexy di dekat mu eoh apa kau sudah bosan dengan mereka?" tanya namja itu menatap remeh pada Kyungsoo.
Sehun mendelik tajam pada Kyungsoo, seolah memberitahu yeoja bermata bulat itu untuk menjelaskan padanya.
Melihat raut wajah Kyungsoo yang ketakutan, dengan sikap yang terlihat datar Sehun memandang dengan tatapan membunuhnya tepat kepada enam orang di hadapannya.
"kalian, jangan berani mengganggu nya" ucap Sehun terdengar dingin jika melihat Sehun seperti ini dia terliah benar-benar seperti namja yang melindungi kekasih hatinya, tatapan tajam membuat ke enam orang itu mematung.
Dengan gerakan cepat Sehun menahan tangan namja yang akan melayangkan tinjuan ke arah wajahnya, terdengar Kyungsoo memekik karena kaget dan sekaligus takut, dia menajuhkan posisnya dari namja-namja yang saling baku hantam.
Kyungsoo hanya bisa mematung dengan tubuhnya yang bergemetar satu lawan enam orang apakah namja yang di 'aniaya' nya tadi akan menang? Kyungsoo hanya bisa berdoa.
Kyungsoo melangakah dan berjongkok melihat keadaan Sehun, sepertinya namja albino itu terkena pukulan dari sala satu orang yang berkelahi tadi, mereka sudah lari terbirit-birit tak lupa dengan wajah mereka yang babak belur, Kyungsoo tidak menyangka jika Sehun bisa mengalahkan ke enam orang itu dengan secara bersamaan. Kyungsoo tidak tahu saja jika Sehun adalah namja yang memiliki bakat bela diri dalam karate, Sabuk hitam bisa dibayangkan?.
Kyungsoo membantu Sehun untuk berdiri dia mengusap-usap kemeja Sehun yang terlihat kotor dan berantakan karena aski baku hantam tadi, gerakan Kyungsoo berhenti saat melihat seseorang yang tengah berjalan di belakang Sehun, seseorang itu masih beberapa meter di hadapannya. Sehun menatap wajah Kyungsoo dengan bingung, dia membalikan bdanya mencoba melihat apa yang Kyungsoo lihat.
"Jong-hmppth~" ucapan Sehun terpotong karena ciuman Kyungsoo.
Kyungsoo mengalungkan tanganya di leher kokoh Sehun, Sehun hanya bisa membulatkan matanya kaget akan aksi Kyungsoo yang tiba-tiba menciumnya tanpa 'persiapan'. Di kepala Sehun kini hanya ada dua pertanyaan yang berputar-putar, pertama kenapa Kyungsoo mengaku-ngaku kalau dia adalah namjachingunya dan yang kedua ini yang benar-benar membuatnya bingung kenapa Kyungsoo menciumnya tiba-tiba.
'manis' batin Sehun saat merasakan bibir Kyungsoo yang menempel di bibirnya ternyata Sehun menikmati ciuman Kyungsoo.
.
.
.
Hati Jongin hancur berkeping-keping saat melihat Kyungsoo yang mencium bibir sahabatnya sendiri, perasaan tulusnya di permainkan oleh yeoja yang benar-benar di cintainya ini, Jongin tidak habis pikir dengan Kyungsoo. Hubungan mereka baru saja berlangsung satu hari tapi kenapa Kyungsoo mengakhiri dengan kejadian seperti ini. Tanpa berkata-kata apa lagi Jongin melewati Sehun dan Kyungsoo dengan langkah yang terasa begitu berat dadanya terasa sesak melihat bibir Kyungsoo yang sudah menjadi candu baginya kini di pagut oleh Sehun, sahabatnya sendiri. Tidak masuk akal ternyata Sehun pun kini mulai menikmati bibir Kyungsoo.
Kyungsoo mendorong bahu Sehun, dia tidak bisa menahan tangisannya lagi saat ini dia benar-benar menyakiti perasaan Jongin.
'mianhe...Jongin' batin Kyungsoo. Bahu Kyungsoo bergetar karena tangsinya yang pecah dia terisak dia menyesal melakukan hal ini di hadapan Jongin.
"mianhe~hiks..."ucap Kyungsoo pada Sehun.
"aku membutuhkan penjelasan mu, tapi tidak untuk sekarang. Langit sudah gelap sebaiknya kau pulang" ucap Sehun kemudian menggenggam tangan Kyungsoo lembut. Mereka berjalan beriringan dengan langakah begitu perlahan.
.
.
Sedari tadi keduanya hanya duduk berdiam diri, tidak ada yang membuka suara di antara mereka.
"Sehun, Oh Sehun" Sehun membuka suaranya dengan memperkenalkan diri pada Kyungsoo.
"Ah Itu Bus nya" Ucap Sehun girang melihat mobil berukuran panjang itu kini sudah berhenti dihadapan mereka.
"aku hanya bisa mengantar mu sampai di sini, sampai jumpa besok Kyungsoo, ku tunggu kau di taman" ucap Sehun kemudian melambaikan tangannya pada Kyungsoo yang sudah naik ke dalam Bus.
Arah rumah Kyungsoo dan Sehun yang berbeda membuat keduanya tidak bisa pulang bersama.
.
.
.
.
Jongin-pov
Ku lempar tas ku ke atas ranjang dengan keras, mataku kembali memanas ketika mengingat kejadian sepulang ku tadi.
Cklek
Pintu kamarku di buka oleh Hyungku yang terlihat menyembulkan kepalanya kali ini.
"Gwenchana Jongin~" tanyanya terlihat dengan raut wajah cemas.
"keluarlah Hyung aku ingin sendiri'' titah ku tanpa melihat wajahnya.
"baiklah~" ucapnya kemudian kembali menutup pintu.
Ku sibak gorden kamar ku dengan kasar, mataku berkaca-kaca kali ini saat melihat kamar yeojachinguku anni lebih tepatnya mantan, kamar nya masih terlihat terang ya karena ini masih pukul 06.45 sore. Aku melihat siluetnya bayangannya, mataku terus memandangnya intens aku benar-benar merindukannya aku tidak ingin dia lepas dari ku, sungguh kali ini aku ingin tahu apa yang tengah dia lakukan dan apa yang dia pikirkan aku membutuhkan penjelasan dari dia, tapi untuk bertemu denganya malam ini aku benar-benar tidak yakin bisa menahan emosiku. Mungkin aku tidak akan belajar dengannya untuk malam ini, biarkan dia dengan Luhan. Bibirku mengulas senyum saat melihat siluet bayangannya yang bergerak melepaskan pakaian yang dia kenakan dia melakukannya dengan gerakan yang terlihat sensual di mataku saat ini aku menutup kembali gorden jendela ku bagaimana aku bisa berpikir seperti saat ini ketika dia sudah menghianati aku.
.
.
.
.
.
Author—Pov
Baru saja Kyungsoo memejamkan matanya sejenak namun dia kembali membukakan matanya saat melihat yeoja bermata rusa yang kini sudah masuk dengan senyum manisnya pula.
"Luhan, kau sudah datang"
"eum~" guman Luhan kemudian duduk di ujung ranjang King size Kyungsoo.
"Kai Oppa belum datang?" tanya Luhan membuat air muka Kyungsoo berubah.
"sepertinya begitu" ucap Kyungsoo kemudian berjalan ke rak buku untuk mengambil buku panduannya.
Luhan memandang Kyungsoo bingung, sebanarnya apa yang sedang terjadi pada Kyungsoo kenapa Kyungsoo terlihat begtiu rapuh malam ini.
"Kyungie... apa tidak ada yang ingin kau bicarakan padaku?" Kyungsoo membalikan badanyya memadang Luhan ''membicrakan apa?'' tanya Kyungsoo membuat Luhan berdecak lidah ''sedari tadi pagi aku melihat ada yang tidak beres dengan mu Kyung, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dari ku aku melihatnya jelas'' Kyungsoo berjalan mendekati Luhan.
"aku baik-baik saja Lu!" ucap Kyungsoo sinar mata Kyungsoo terlihat begitu ragu di mata Luhan.
"kau bohong, aku tidak tahu apa yang sedang ka sembunyiak Kyungsoo. Tapi yang pasti aku kecewa padamu sampai setakut itukah kau tidak mau memnagi masalahmu dengan sahabat mu sendiri" tanya Luhan kecewa.
"Lu, aku—" ucapan Kyungsoo di potong oleh Luhan begitu saja.
"aku mau pulang" ujar Luhan kemudian melenggang pergi keluar kamar Kyungsoo.
'kenapa semuanya menjadi seperti ini' batin Kyungsoo, dengan mata bulatnya yang menatap kosong. Air matanya kembali meluncur di pipi gembilnya dia berbaring menyamping diranjang dan kembali terisak, pangkal dari masalah ini sebenarnya siapa dan apa Kyungsoo bingung, dia membutuhkan pelukan Jongin yang selalu menenangkannya. Kyungsoo menyentuh bibirnya yang sempat di lumat oleh Sehun tadi, bibir yang biasanya hanya di sentuh oelh bibir Jongin kini sudah di jamah oleh namja lain, tapi bukankah Kyungsoo yang mekakukannya, dan tunggu dulu kenapa Sehun menikmati ciuman Kyungsoo tadi, ini benar-benar membuat kepala Kyungsoo seperti akan pecah.
''aku merindukan mu Jongin hiks..mianhe~" lirih Kyungsoo terisak. Bayangan Jongin yang melihatnya mencium sehun tadi masih tergambar jelas membuat dia kemabali menangis tersedu-sedu.
''aku bodoh...seharusnya aku tidak melakukan itu..mianhe Jongin hiks aku mencintaimu, ku mohon jangan membenci ku'' ucap Kyungsoo lagi. Dan tangisannya pun tidak henti-henti sampai jam digital di meja naksnya menunjukan pukul 11.48 pm. Masa bodoh jika mata bulatnya akan terlihat sembab besok lagi pula besok adalah hari libur.
.
.
.
.
.
Pagi hari
Terlihat namja berwajah malaikat berdiri di depan pintu Rumah keluarga Do dengan pakaian trainingnya sepertinya dia akan berolah raga pagi ini.
Cklek
"ah Junmyeon-ah masuklah, Kyungsoo dia masih tidur bibi akan membangunkan dia dulu"
"nde, terimaksih bibi~"
.
.
.
.
.
.
TBC
Maaf gak bisa bales riview nya nanti untuk chap depan author bakal balas, tapi tenang aja review nya udah author baca dan itu buat author semangat buat lanjut ini ff.
sampai ketemu di chap selanjutnya
pay-pay ^^
