~I only Love You~
Halooo, author kembali update fanfic I Only Love You, jangan pada bosen yah!
.
.
.
Balasan Review chap 8
Yyaswda: iya dan author juga gak tahu kenapa cerinya jadi kaya begini, untuk suho yang menjadi pihak ketiga di hubungan kaisoo soalnya author pengen bikin masalah yang belibet
NopwillineKaiSoo: siap-siap sedih juga buat chap ini hehe, *gak dijamin nguras emosi juga sih
Guest: oke di usahain kaisoo gak bakal merana deh
Cute: iya sehunnya dasar mata keranjang, gak bisa liat cewek yang lebih cantik dikit. Tapi perasaan sehun untuk chap ini bakalan terungkap. Jongin baru tahu di chap ini kalo ternyata kakaknya itu di jodohkan ama Kyungsoo.
Yixingcom: huhu jangan kzl ama Kyungie dong, maafkan author karena udah bikin ceritanya kaya gini, kzl sama author aja yah kkk. Bikin karma untuk Kyungsoo kayaknya gak bisa terlalu kasihan.
Sofia Magdalena: haha mempermainkan banyak namja yah? Padahal kan Kyungsoo hanya cinta sama Jongin, Cuma dia nya terlalu sayang sama sahabatnya.
DyOnly One: kali-kali Kyungsoo yang ngebuat Jongin sakit hati, kan di chap-chap lain Kyungsoo selalu di gituin sama Jongin jadi bales dendam hehe *becanda.
BABY L Soo: iya nih nyampe mikir dua kali pas mau lanjutan cerita ini, jadinya author bikin Hunsoo di ff ini untuk Susoo kayaknya hanya sedikit, tapi ini ff tetap kaisoo.
humaira9394: hehe maafkan author, iya semoga Jongin tabah. Kkkk
jdcchan: iya Suhonya naksir sama Kyungsoo.
thelostisland35: siapa yang mencampakan Jongin? oh iya permintaan mu author turuti.
Insooie baby: rumit kah? Huhu jangan kesel sama semuanya dong! Author usahain biar bisa update cepat.
MbemXiumin: oke ini udah di lanjut.
Nah itu balasan untuk review chap kemarin, makasih udah nyempetin buat review ff Author, author seneng bgt. Jangan bosen-bosen yah!
.
.
.
****HAPPY READING***
.
.
SORRY FOR TYPOS
.
.
REVIEW, FAVORITES AND FOLLOW PLEASE
.
.
.
.
CHAP SEBELUMNYA
Cklek
"ah Junmyeon-ah masuklah, Kyungsoo dia masih tidur biar bibi bangunkan dia dulu"
"nde, terimaksih bibi~"
Chap 9.
"Kyungie..." panggil Ryeowook di depan pintu kamar Kyungsoo, mengetuknya perlahan.
"Kyungie, bangun! Apa kau akan terus tidur eoh, dasar yeoja pemalas"
"NDE NDE.." Teriak Kyungsoo mengagetkan Ryeowook.
"cepatlah mandi, Junmyeon menunggumu di bawah"
'Mwo?' Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat.
.
.
.
.
"selamat pagi Kyungsoo, maaf mengganggu tidur mu" ucap Suho dengan senyum angelicnya.
"tidak apa" jawab Kyungsoo. Mata bulat Kyungsoo memandang tubuh Suho dari ujung kaki sampai kepala.
"mau lari pagi bersama?" ajak Suho antusias.
"eoh? A..aku sudah ada janji Oppa, aku akan pergi pagi ini"
"benarkah?'' raut wajah Suho berubah sendu.
"nde, mainhe~" ucap Kyungsoo merasa bersalah pada Junmyeon.
"tidak apa-apa mungkin kita bisa pergi lain waktu, aku pergi... semoga akhir pekan mu menyenangkan" ucap Junmyeon dengan senyum canggungnya kemudian berjalan ka arah pintu dengan Kyungsoo yang mengantar di belakangnya.
"bye~" tangan Suho melambai ke arah Kyungsoo yang masih berdiri di ambang pintu.
Kyungsoo hanya tersenyum manis, mata Kyungsoo tak sengaja memandang ke arah namja yang berdiri di depan pintu pagar sedang menatapnya dengan wajah dinginnya.
'Jongin' ucap Kyungsoo dalam hati, kemudian dia masuk kedalam rumahnya setelah Jongin mengalihkan pandangannya, namja tan itu pergi keluar rumah dengan pakaiannya yang terlihat rapih sepertinya dia akan pergi ke suatu tempat pikir Kyungsoo.
Kyungsoo berjalan menaiki anak tangga dengan perlahan, rasa sesak di hatinya kemali muncul saat melihat wajah Jongin. Kyungsoo sungguh merindukan Jongin yang selalu menatap dan tersenyum lembut padanya.
''lupakan dia Kyungsoo, kau pasti bisa" ucap Kyungsoo, namun di dalam hatinya sungguh merasa sakit mendengar ucapannya sendiri.
Jam di dinding kamar Kyungsoo sudah menunjukan pukul 08.00 pas Kyungsoo harus segera menemui Sehun, dia mengganti bajunya dengan celana jeans dan kaus santai yang biasa dia pakai jika keluar rumah, gaya yang selelau terlihat tomboy.
.
.
.
.
.
.
.
Mata Suho tidak sengaja menangkap pemandangan di taman beberapa meter di depannya,
"Kyungsoo..." Suho menghentikan langkahnya saat melihat Kyungsoo yang sedang duduk bersama seorang pemuda di sebelahnya. Wajah Kyungsoo terlihat murung dan sesekali tersenyum membuat Suho penasaran di buatnya, 'apa yang dia bicarakan dengan namja itu disana' batin Suho, dengan dahinya yang mengerut.
"Sehun? Apa dia Sehun...?'' tanya Suho heboh sendiri namun masih bisa menahan suaranya agr terdengar pelan.
"apa mereka berhubungan?'' tanyanya lagi dia terus memperhatikan dua manusia berbeda gender itu dari jarak beberapa meter di balik daun-daun yang menghalanginya.
.
.
.
Sehun mengusap pipi gembil Kyungsoo lembut, Kyungsoo tersenyum manis ke arah Sehun.
Beberapa menit yang lalu Kyungsoo menjelaskan semuanya pada Sehun, entah keberanian dari mana sehingga dia dapat menceritakan pada orang yang baru dikenalnya kemarin.
"Mianhe, sudah melibatkan mu kedalam masalahku. Aku tidak bermaksud...aku sangat menyesal" ucap Kyungsoo mengahapus airmata dengan punggung tangannya
"aku mengerti perasaan mu, kau melakukan ini semua agar Jongin membenci dan menjauhi bukan?"
Kyungsoo hanya diam dengan kepalanya yang tertunduk.
"aku rasa kau tidak bisa menghentikan perasaan mu Kyung, kau akan menyiksa dirimu sendiri" ucap Sehun, Kyungsoo tahu itu dan dia akan menerima semua resikonya.
"hiks...aku tahu..tapi aku melakukan ini semua demi orang-orang di sekeliling ku"
"jadi kau akan menerima Junmyeon sebagai suami mu begitu?''
"aku tidak tahu...tidak ada pilihan" lirih Kyungsoo kemudian berdiri dari bangku taman.
"terimakasih Sehun, maafkan atas sikap ku. Anyeong " ucap Kyungsoo kemudian membungkuk dan meninggalkan Sehun seorang diri di taman yang terlihat sepi.
Sehun hanya bisa tersenyum tipis saat melihat kepergian Kyungsoo, entah kenapa jantung nya berdegup kencang saat ini.
.
.
.
.
Langkah kaki mungil Kyungsoo dengan perlahan melangkah ke halte bus terdekat, dia ingin pergi menemui Luhan, dia ingin meluapkan kesedihannya pada sahabatnya itu.
Bus yang di tunggunya datang, Kyungsoo memasuki bus dan mengedarkan pandangannya mencari bangku kosong untuknya duduk.
Satu bangku kosong Kyungsoo dapat dia berjalan dan mendudukan bokongnya di bangku yang terdapat pemuda di sebalahnya.
Deg
'Jongin?' Kyungsoo membulatkan matanya saat melihat Jongin yang duduk di sebelahnya.
Tubuh Kyungsoo menegang dan tidak tahu harus bagaimana, dengan jantungnya yang berdegup kencang Kyungsoo mencoba mengalihakan kepalanya supaya Jongin tidak menyadari keberadaannya.
Untunglah namja tan itu tertidur saat ini, Kyungsoo berusaha menetralkan degup jantungnya.
Pluk
Kyungsoo terlonjak kaget saat merasakan sebelah bahunya yang memberat karena kepala Jongin yang mendarat di bahunya.
Kyungsoo menatap Jongin, dia hanya diam dan mencoba menetralkan degup jantungnya yang semakin berdebar.
'kenapa kau tidur di sembarang tempat' batin Kyungsoo. Dia membenarkan letak kepala Jongin dan Jongin kembali mengerakan kepalanya mencoba mencari-cari posisi yang nyaman.
nafas teratur Jongin membuat Kyungsoo terbuai, dia sangat merindukan pelukan, tatapan dan ciuman lembut Jongin. Tapi tunggu, dia sudah membuat namja di sebalahnya ini sakit hati akan perbuatannya sendiri.
''mianhe Jongin..." lirih Kyungsoo dengan mata berkaca-kaca.
"Soo~ jangan tinggalkan aku..." igau Jongin membuat Kyungsoo tidak bisa menahan airmatanya.
"hiks.." isakan Kyungsoo terdengar, dia membekap mulutnya tidak ingin di ketahui oleh Jongin.
Dengan perlahan Kyungsoo merubah posisi kepala Jongin sehingga namja tan itu tidak lagi menyender di bahu sempitnya.
"carilah yeoja yang jauh lebih baik dari ku Jongin'' ucap Kyungsoo kemudian berdiri dan keluar Bus saat busnya sudah berhenti di halte tujuannya.
.
.
.
.
.
Sepanjang trotoar yang Kyungsoo tapaki, dia terus menangis tidak bisa menghentikan isakannya di siang hari.
Dengan langkah cepat Kyungsoo menuju ke rumah Luhan yang berjarak beberapa meter lagi.
Kyungsoo menekan bel di samping gerbang rumah megah Luhan, sementara Luhan memperhatikan wajah Kyungsoo dengan dahi berkerut lewat intercom di dalam rumah.
"Kyungsoo...'' ucap Luhan kemudian berjalan ke luar rumah dan berlari ke arah gerbang, hari ini maid-maid di rumahnya tidak ada karena hari ini akhir pekan, keluarganya memberian kebebasan untuk para pembantunya itu.
.
.
.
.
"Kyungsoo... masuklah" ucap Luhan dengan wajah datarnya.
Kyungsoo duduk di sofa sementara Luhan melenggang pergi, sepertinya yeoja bermata rusa itu pergi kedapur untuk memberikan Kyungsoo minum.
"kau menangis?" tanya Luhan setelah meletakan gelas berisikan jus apel segar kesukaan Kyungsoo.
"mianhe..Lu, aku telah membuat mu kesal semalam"
"tidak perlu membahasnya, kau punya privasi Kyung dan aku harus menghormati itu"
"aku akan menjelaskannya pada mu, aku sungguh tidak tahan dengan semua ini," ucap Kyungsoo memandang Luhan serius.
"katakan lah..." ujar Luhan dan membalas pandangan serius Kyungsoo dengan wajah penasarannya.
"aku benar-benar di jodohkan" lirihnya.
"MWO? Jadi perjodohan itu benar dan apa kau menerimanya?" tanya Luhan menahan emosinya. Wajah Luhan berubah sendu saat mengetahui sahabatnya ini akan dijodohkan dengan namja yang menurutnya adalah Jongin.
"nde.." jawab Kyungsoo menatap Luhan dan memegang tangan Luhan yang terkepal.
Tubuh Luhan melemas saat mendengar jawaban Kyungsoo, dia hanya bisa diam dengan tatapan kosongnya.
"aku tidak mau menikah dengan Hyungnya Jongin Lu, ku mohon tolong aku"
Deg
'apa Hyung nya Jongin?' 'jadi Kyungsoo di jodohkan dengan Hyungnya Jongin?' batin Luhan mencerna perkataan Kyungsoo kemudian mengerjapkan matanya berulang-ulang.
"a..apa kau di jodohkan dengan Hyung nya Jongin, nuguya...? kau tidak pernah memberitahu tentangnya pada ku"
"aku baru mengenalnya dua hari yang lalu, kami bertemu saat pertemuan makan malam di rumah Jongin dan malam itulah aku hanya bisa pasrah dengan ayahku yang seenaknya menjodohkan ku" jelas Kyungsoo kemudian mendunduk, dia kembali mengingat tatapan intens Jongin yang memandangnya dengan begitu lembut malam itu.
"apa dia terlihat menyukai mu?" tanya Luhan antusias dan bersemangat.
"aku tidak tahu, tapi saat pagi tadi dia datang ke rumah ku dan mengajak ku untuk lari pagi" ucap Kyungsoo lagi.
"benarkah, sepertinya ini kasus yang rumit Kyung. Aku tidak yakin bisa membantu mu..." Luhan memegang bahu sempit Kyungsoo.
"ku mohon bantu aku Lu~" ekspressi Luhan berubah sendu saat melihat mata Kyungsoo yang berkaca-kaca.
"aku akan membantu mu dengan cara apa pun, aku sahabat mu aku tidak akan membiarkan mu terpuruk dengan situasi ini" ucap Luhan kemudian memeluk Kyungsoo erat.
"tapi Lu...a..aku.." tenggorokan Kyungsoo tercekat sulit untuk mengatakan satu hal yang lebih penting pada Luhan.
#luhantidakpeka
"sudahlah aku tahu pasti appa mu itu keras kepala, tenanglah aku akan membuat perjodohan itu batal" Luhan bicara semangat sambil mengelus punggung sempit Kyungsoo.
'bukan itu Lu, tapi bagaimana dengan Jongin?' batin Kyungsoo dan dia hanya bisa menangis sekencang-kencangnya di pelukan Luhan sehingga Luhan hanya bisa pasrah dengan bahunya yang mulai terasa basah akibat air mata Kyungsoo.
"yakk Kyungsoo-ah hentikanlah tangisan mu itu.." pinta Luhan kemudian melepaskan pelukannya.
biarkan lah seperti ini, sepertinya Kyungsoo tidak harus menjelaskan hubungannya dengan Jongin pikir Kyungsoo, lagi pula Kyungsoo sudah tidak memiliki hubungan dengan namja tan itu. Tapi untuk menghilangkan perasaanya terhadap Jongin itu sangat terasa sulit.
"sudahlah...Uljima~" titah Luhan masih mengusap-usap punggung Kyungsoo.
.
.
.
.
***I ONLY LOVE YOU***
.
.
.
.
.
Langit jingga di kota Seoul di gantikan dengan langitnya yang mulai menghitam, malam menjelang. Beberapa menit yang lalu Kyungsoo sudah pulang dari rumah sahabatnya—Luhan. Dia pun pulang tidak sendirian, Luhan menemaninya pulang dan menjadikan alasannya untuk bertemu dengan Jongin saat mereka kembali belajar malam ini.
"Lu, malam ini tidak usah belajar ne" pinta Kyungsoo memelas pada Luhan.
Keduanya sedang duduk di atas ranjang dengan rambut Kyungsoo yang setengah basah.
"waeyo, besok kita masuk sekolah Kyung dan besok itu pula kita akan ulangan harian matematika ingat M-A-T-E-M-A-T-I-K-A pelajaran yang sangat-sangat kau benci bukan?" tanya Luhan penuh penekanan. Untung saja dia memiliki alasan yang kuat agar Kyungsoo mau belajar malam ini.
"aku akan menyuruhnya untuk datang kesini" Luhan membuka flipcover ponselnya
"Untuk apa?" nada Kyungsoo meninggi.
"yakk ada apa dengan mu? Tentu saja memintanya untuk mengajari kita"
"kau sudah pintar, Aku tahu kau hanya menjadikan alasan ini untuk bertemu dengannya bukan? Lagi pula kenapa tidak kau saja yang mengajari ku" tanya Kyungsoo malas.
"untuk materi beosk aku tidak mengerti Kyung, memangnya kenapa? lagi pula yang datang hanya Jongin bukan kakaknya kau tidak usah panik begitu..kau bisa meminta bantuannya agar hyungnya itu menolak perjodohan ini" ucap Luhan benar-benar tidak mengerti akan perubahan sikap Kyungsoo.
Kyungsoo hanya bisa menundukan kepalanya lesu dan dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika dia bertemu dengan Jongin, Luhan benar-benar tidak peka batin Kyungsoo.
Jari-jari lentik Luhan bergerak lancar menyusun kata dalam pesan untuk Jongin,
Oppa, maaf mengganggu mu apa kau bisa datang malam ini. Aku dan Kyungsoo menunggu mu untuk belajar.
Isi pesan Luhan membuat Jongin serba salah, dia tidak ingin bertemu Kyungsoo sementara waktu. Hatinya masih terasa sakit saat melihat Kyungsoo yang mencium Sehun sore kemarin.
Tapi dalam dirinya dia sungguh merindukan Kyungsoo, dia ingin melihat yeoja bermata bulat itu malam ini.
Tanpa membalas pesan Luhan Jongin bergegas mengambil beberapa buku di meja belajarnya dan berjalan keluar kamar dengan langkah besar, dia ingin bertemu Kyungsoo malam ini.
.
.
.
.
.
Tok-tok-tok-tok
Ketukan di daun pintu kamar Kyungsoo terdengar samar-samar.
Senyum merekah tercetak jelas di wajah cantik Luhan dia kembali menatap Kyungsoo sejenak.
''biar aku yang membukanya'' ucap Luhan semangat.
Sementara Kyungsoo hanya bisa tersenyum canggung dengan tubuhnya yang menegang, jantungnya kembali bekerja tak normal.
"OPPA..." Sapa Luhan dengan senyum manisnya, Jongin membalas senyum Luhan tak kalah manis, dia memandang Kyungsoo yang sedang memandang ke arahnya dengan mata sembabnya.
Sakit, itulah yang dirasakan Kyungsoo saat melihat Jongin yang hanya memandangnya dengan ekspresi datar. Tidak ada lagi senyuman lembut yang di berikan namja tan itu lagi untuk Kyungsoo.
Jongin dan Luhan berjalan menghampiri Kyungsoo yang sudah duduk di karpet dengan meja kecil dihadapannya, meja yang selalu di pakai mereka saat belajar bersama.
.
.
.
.
.
.
.
.
Luhan belajar dengan serius di temani Jongin yang mengajarinya dengan sabar, hei sebenarnya siapa yang di suruh untuk di ajari Jongin disini, bukankah seharusnya Kyungsoo?
Kyungsoo yeoja bermata bulat itu sesekali menolehkan pandanganya ke wajah tampan Jongin, dia tidak bisa melepaskan perhatiannya pada namja yang telah membuatnya seperti ini. Mata mereka bertemu untuk beberapa detik keduanya bertatapan, dan Jongin mengalihkan tatapannya, menghindari kontak mata dengan Kyungsoo. Keduanya hanya terdiam membungkam mulut satu sama lain hanya ada ucapan-ucapan Luhan yang terdengar mendominasi kamar Kyungsoo.
.
.
.
Jantung Kyungsoo dan Jongin seperti akan melompat keluar ketika mendengar nada dering ponsle Luhan yang terdengar nyaring.
"aku angkat telpon dulu ne, Oppa ajari Kyungsoo saja dulu" ucap Luhan kemudian keluar dari kamar Kyungsoo untuk menerima panggilan dari seseorang di sebrang sana.
Keduanya masih berdiam diri dan entah harus berbuat apa. kedua tangan Kyungsoo menggengam erat ujung buku yang sedang di bacanya, saat Jongin merubah posisnya menjadi berhadapan dengan Kyungsoo.
"Kyung, apa tidak ada sesuatu yang akan kau jelaskan padaku?'' tanya Jongin menatap Kyungsoo yang sedari tadi menundukan matanya.
"Kyung, tatap aku.." titah Jongin Kyungsoo menatap Jongin dengan ragu.
"aku membutuhkan penjelasan mu, kenapa kau seperti ini padaku" ucap Jongin masih bisa mengontrol emosinya ketika melihat Kyungsoo yang masih enggan membuka suaranya saat dia masuk kedalam kamar Kyungsoo tadi.
"Soo~'' Panggil Jongin lembut, 'kumohon jangan panggil aku seperti itu Jongin' batin Kyungsoo dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"m..mianhe.." ucap Kyungsoo, air matanya menetes membasahi pipi gembilnya.
"aku pergi dulu..." Kyungsoo mengusap kasar airmatanya dan menaruh buku di atas meja yang mengahalangi nya dengan Jongin.
"tunggu..." ucap Jongin menahan pergelangan tangan Kyungsoo, hingga gadis bermata bulat itu tidak berhasil beranjak.
"katakan kenapa kau seperti ini? Apa kau mempermainkan ku?''
"hiks..." isakan kecil Kyungsoo terdengar, dia tidak berani menatap Jongin.
"katakan Soo, apa kau mempermainkan perasaanku?" tanya Jongin , Kyungsoo menggelengkan kepalanya.
Jongin mendongakan dagu Kyungsoo agar yeoja yang di cintainya itu membalas tatapannya.
''Uljima~" ucap Jongin lembut, kemudian mencondongkan tubuhnya masih dalam posisi duduk dengan meja yang menghalangi tubuh nya, bibir nya bertemu mencium bibir heartshapes Kyungsoo lembut.
Air mata Kyungsoo kembali meluncur, tubuh dan hatinya tidak bisa menolak perlakuan Jongin. ciuman dari keduanya berubah menjadi intens, Jongin melumat bibir atas dan bawah Kyungsoo bergantian begitu pun dengan Kyungsoo, melampiaskan rasa rindu yang di tahan selama dua hari ini. Jongin mengingat kejadian Kyungsoo yang mencium Sehun dengan tiba-tiba sore lalu, dengan tangan kekarnya Jongin menggeser meja berukuran kecil di depannya dengan cepat dia mendekatkan tubuhnya ke tubuh mungil Kyungsoo. Jongin menangkup dan menghapus air mata di pipi Kyungsoo masih dengan bibirnya yang mencium bibir Kyungsoo dengan begitu intens syarat akan nafsu. Kyungsoo medekap tubuh erat Jongin dia sangat merindukan hangatnya tubuh Jongin dan aroma khas nya, dia merindukan semuanya.
Seolah melupakan tempat dan situasi di sekitar mereka, keduanya masih memagut bibir dengan begitu rakus serta menuntut. 'kenapa kau mencium Sehun' batin Jongin tidak terima dia menekan tengkuk Kyungsoo lebih dalam dan menggigit kecil bibir bawah Kyungsoo, dia tidak terima bibir Kyungsoo berhasil di jamah oleh namja lain.
"Jong—hmphthh.." Kyungsoo yang merasa kaget kembali mengatupkan bibirnya, kesadaranya masih terjaga dan dia masih bisa menahan keinginan Jongin walaupun dia juga menginginkannya.
Nafas keduanya memburu, dada mereka naik-turun dengan jantung yang berdegup begitu kencang, Jongin membelai pipi halus Kyungsoo terlihat airmata yang mulai mengering disana , ibu jarinya menyentuh bibir Kyungsoo mengusap bibir plum itu yang mengkilap basah karena ulahnya.
Cklek
Luhan masuk membuat Kyungsoo terlonjak kaget, untung saja jemari kekar Jongin sudah beralih menempel di pipi gembil Kyungsoo.
"Kyungsoo..., Oppa apa yang kau lakukan padanya? Kau membuat nya menangis lagi tidak cukup kah dengan Hyung Oppa yang berhasil membuatnya menangis seharian ini eoh?'' Luhan menghampiri Kyungsoo dan Jongin kemudian duduk di sebelah Kyungsoo merangkul bahunya dari samping, tangan Luhan mengusap bahu Kyungsoo memberi kekuatan agar sahabat dengan mata burung hantunya ini kembali tenang.
Raut wajah Jongin berubah menjadi bingung saat mendengar ucapan Luhan yang membawa-bawa Hyungnya dalam situasi ini.
"aku tidak akan membiarkan Oppa... menjadi adik iparnya" ucap Luhan lagi, indera pendengaran Jongin masih berfungsi dengan jelas, otak pintarnya kemudian menyimpulkan bahwa Kyungsoo di jodohkan dengan Hyungnya sendiri, seolah tidak percaya dia kembali menatap Kyungsoo mencari jawaban, yeoja itu kembali menangis dengan kepala tertunduknya.
'Bukankah Yixing Noona yang akan di jodohkan dengan Hyung ku?' batin Jongin, pantas saja Kyungsoo bersikap seperti ini padanya.
"apa maksud mu Lu?'' tanya Jongin meminta penjelasan.
"yakk Oppa apa Oppa tidak ikut makan malam bersama dua hari yang lalu? Kyungsoo tidak ingin di jodohkan dengan Suho Oppa dia tidak mencintainya" perkataan Luhan membuat Kyungsoo mendongakan wajahnya, Kyungsoo kembali mendunduk saat Jongin beralih menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"apa Oppa bisa membantu kami untuk menggagalkan perjodohan ini?" pinta Luhan menatap Jongin tulus kemudian merangkul bahu Kyungsoo kembali.
Hening melewati tiga puluh detik
"n..nde!" jawab Jongin, Luhan dan Kyungsoo tertegun kemudian Luhan berhambur memeluk tubuh tegap Jongin. Jongin tersentak kaget akan sikap Luhan, dia tidak membalas pelukan Luhan, sebelah tangannya terulur menghapus air mata Kyungsoo lembut.
Sakit, seperti inikah rasa di dalam diri Kyungsoo, apakah seperti ini ketika Jongin saat melihat nya yang mencium bibir Sehun, bahkan untuk hal ini bukanlah Jongin yang melakukannya lebih dulu melainkan Luhan lah yang memulainya, itu baru saja sebuah pelukan yang di lihat Kyungsoo namun Kyungsoo merasa sangat tidak rela.
"Uljima~ Kyungie..." ucap Jongin pada Kyungsoo, dia tersenyum manis dan Kyungsoo pun membalas senyuman namja tan itu tak kalah manis.
'aku tidak akan membiarkan namja lain merebutmu dariku bahkan jika itu adalah Hyung ku sendiri' batin Jongin, dengan tangan mengusap pipi Kyungsoo lembut.
Tangan sebelah Jongin mengusap punggung Luhan membuat yeoja itu semakin kesenangan, Kyungsoo hanya memandang Jongin datar, kepala Kyungsoo kembali menuduk saat tangan Jongin yang beralih mengusap bibir bawah Kyungsoo, semburat merah muncul di pipi Kyungsoo saat mengingat ciuman panasnya dengan Jongin tadi.
Jongin hanya bisa tersnyum geli ketika melihat wajah merona Kyungsoo 'selalu cantik' batin Jongin.
Mata Luhan terpaku pada meja kecil di hadapannya, kenapa dia baru menyadari bahwa meja itu bergeser tadi, rekaman kejadian tangan Jongin yang menempel di pipi Kyungsoo tadi membuatnya kembali berpikir, namun perasaan curiganya kembali dia tepis. Dia semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Jongin (#modus *maafkan author karena membuat sifat Luhan yang seperti ini).
Jongin melepaskan pelukannya kemudian memegang kedua bahu Luhan dengan tangannya,
''aku akan membantu kalian" ucap Jongin yakin kemudian tersenyum ke arah Luhan kemudian ke arah Kyungsoo menatap gadis itu penuh kelembutan.
.
.
.
.
.
.
`~TBC~
Untuk Sehun dan Luhan ketemu nya di chap setelah ini.
Sampai ketemu di chap selanjutnya. Makasaih udah nyempetin baca and review.
review please^^, usahakan untuk masukan atau kritikan untuk cerita ini
pay-pay.
