~I only Love You~

.

.

.

****HAPPY READING***

.

.

SORRY FOR TYPOS

.

.

REVIEW, FAVORITES AND FOLLOW PLEASE

.

.

.

.

Chap 10

Yeoja bertubuh mungil itu berjalan perlahan di trotoar yang mengarah ke halte bus yang selalu ia datangi setiap pagi, sesekali pandangannya menoleh ke arah belakang dia mengharapkan kehadiran seseorang, yaitu namja yang baru saja semalam telah membuat perasaannya sedikit membaik.

"apa dia sudah berangkat?" monolog yeoja mungil itu dengan wajahnya yang terlihat kecewa, padahal dia sudah rela bangun pagi-pagi hari ini.

"apa aku yang berangkat terlalu pagi?" lanjutnya lagi, kaki mungilnya menendang batu-batu kecil dibawahnya dan terus melangkah.

"ughh dingin sekali" keluhnya kini merapatkan blazzer seragamnya dan mulai melangkah cepat.

Langkahnya berubah perlahan ketika mendengar suara berat yang berteriak memanggilnya dari arah belakang. Tanpa sadar Kyungsoo mengulas senyum dan dia kembali berjalan mencoba seolah tidak menghiraukan namja dibelakangnya.

Kim Jongin, namja tan itu berlari sekuat tenaganya mencoba menyusul Kyungsoo yang berada beberapa meter di depannya.

Jongin meraih pergelangan tangan Kyungsoo, dia menahannya agar berhenti sejenak. Kyungsoo berusaha menampilkan ekspressi sedatar mungkin saat melihat Jongin yang menatapnya dengan pandangan kesal, namja tan itu masih mencoba mentralkan nafasnya.

Setelah nafasnya tidak terengah-engah seperti tadi Jongin membuka suaranya, dan memegang kedua lengan atas Kyungsoo.

"aku ke rumah mu tadi, dan eomma mu bilang kau sudah berangkat, tidak biasanya kau berangkat sepagi ini"

"memangnya kenapa jika aku berangkat pagi apa tidak boleh?" ucap Kyungsoo sedatar mungkin dan mencoba menggeliat ketika Jongin sedikit meremas lengannya.

"bukannya tidak boleh hanya saja sedikit... aneh"

Ucap namja tan itu terdengar lirih di akhir kalimat, Kyungsoo mengakhiri tatapannya dengan Jongin,

"untuk apa kerumah?'' tanya nya dingin, yeoja mungil itu kini sudah mulai melangkah mendahului Jongin.

"tentu saja ingin berangkat bersama mu" jawab Jongin kemudian melangkah perlahan di belakang Kyungsoo,

"bagaimana jika aku tidak mau berangkat dengan mu" Jongin sedikit kaget mendengar penuturan yeoja mungil didepannya ini.

"sebagai kekasih Kim Jongin seharusnya kau harus mau" Jawab Jongin santai kemudian tersenyum lebar.

Kyungsoo menghentikan langkahnya dan berbalik memandang Jongin dengan pandangan 'sengitnya'.

"yakkk"

Hampir saja Jongin terjengkang ketika mendengar pekikan Kyungsoo, yang tiba-tiba.

"aku bukan kekasih mu aku sudah memutuskan mu kau harus ingat itu" lanjut Kyungsoo sengit, sedangkan Jongin memandangnya dengan ekspresi panik sekaligus tidak menyangka.

"Y..yak Kyungsoo...lalu..lalu apa maksudnya tadi malam eoh, bukankah kita sudah baikan dan tidak bertengkar lagi, dan aku pikir kita sudah balikan. ada apa dengan mu?" sulut Jongin terputus-putus tak mau kalah.

"aku tidak bilang kalau aku ingin balikan dengan mu, lupakan kejadian semalam" Kyungsoo kembali berbalik, berjalan dengan langkah besar namun gugup. Saat ini, wajah nya kembali memerah karena mengingat kembali ciuman yang selalu di berikan Jongin, dan dia tidak mengelak bahwa dia sendiri menyukai itu, dan jantung nya semakin berdegup kencang ketika Jongin masih mengakuinya sebagai kekasihnya.

"mana bisa begitu, Yakkk Kyungsoo-ya tunggu aku" Jongin berteriak kemudian berlari mengejar Kyungsoo yang sudah berlari lumayan jauh.

Grep

Tubuh mungil Kyungsoo terhuyung kedepan karena pelukan Jongin yang datang menghantam dengan keras dari arah belakang nya.

"Ishhh lepas" Kyungsoo menggeliat, namun namja tan di belakangnya semakin memeluknya erat.

"lepas ku bilang JONGIN, jika kau tidak lepas...aku akan berteriak"

"untuk apa berteriak, baiklah berteriak lah lagi pula disini sepi" gumamnya dengan dagu bertopang di bahu sempit Kyungsoo.

Kyungsoo berusaha meronta di pelukan Jongin, namun 'mantan kekasihnya' ini tidak mau melepaskannya "Yakk Jongin, lepaskan"

"tidak mau, sebelum kau bilang bahwa kau masih menjadi kekasih Kim Jongin"

"Andwae" ujar Kyungsoo datar dengan mencoba melemaskan tubuhnya namun tubuhnya masih 'bersiap siaga' .

"Lalu kenapa kau menikmati ciuman kita semalam?"

Mata Kyungsoo melebar tubuhnya menegang, mati sudah jika Jongin menanyakan hal itu.

Dengan sisa tenaga nya, Kyungsoo berhasil terlepas dari pelukan Jongin karena sepertinya pemuda tan itu lengah. Namun baru saja Kyungsoo akan berlari, dengan sigap Jongin menarik pergelangan tangannya sehingga mau tidak mau dia kembali berhadapan dengan Jongin, hampir saja tubuhnya menabrak tubuh tegap itu.

"kenapa?'' tanya Jongin dengan tersenyum geli,

Dia mendekatkan wajah nya ke wajah Kyungsoo, otomatis Kyungsoo memundurkan wajahnya.

"aku tahu kau tidak akan bisa berkutik jika aku bicara tepat di depan wajah manis mu ini"

Jongin semakin semangat untuk menggoda Kyungsoo ketika melihat pipi Kyungsoo yang semakin bersemu merah.

"Chagiya~, ada apa dengan mu?" Jongin mulai menggoda kembali.

"Y..yakk Jongin, lepas" Kyungsoo mencoba melepaskan cengkraman kedua tangan Jongin di pergelangan tangannya.

"wae~?" tanya Jongin dengan menarik tangan Kyungsoo, merapatkan di dada bidangnya, wajah keduanya hanya terpaut empat centi saat ini.

"kau jangan berani berbuat macam-macam" gertak Kyungsoo, Jongin hanya tersenyum mendengarnya. Kyungsoo yang tidak tahan dengan wajah Jongin yang semakin tampan jika tersenyum, dia mengalihkan tatapannya ke arah lain. Kyungsoo malu.

Tangan kekar Jongin mengarahkan dagu Kyungsoo agar kembali menatapnya, sementara tangan satunya kini sudah beralih memegang pinggang Kyungsoo, tidak lagi mencengkram pergelangan tangan mungil 'mantan kekasihnya'. Di tatapnya wajah polos itu dengan lembut dia tersenyum kemudian mulai mengikis jarak antara dia dan wajah gadis di depannya, yeoja mungil itu terpejam namun dengan cepat dia kembali membuka matanya seolah tersadar, seharusnya dia tidak boleh mengikuti keinginan hatinya.

Grep

Jongin tersentak kaget, namun selanjutnya namja tan itu terkekeh.

"iyya, aku kekasih Kim Jongin" Gumam Kyungsoo, "jangan lakukan itu kumohon" Kyungsoo melanjutkan dengan pelukannya yang semakin erat, Kyungsoo dapat merasakan tangan Jongin mulai membalas pelukannya.

"hufthhh kau membuatku gila Soo~" desah Jongin, Kyungsoo tersenyum mendengarnya.

"Kau memang gila" cibir Kyungsoo kemudian melepaskan pelukaannya dengan paksa,

"Jaga jarak dengan ku, jika kau masih ingin berhubungan dengan ku" ucapnya terdengar begitu tegas,

"eoh?''

"em...dan lagi, kau harus menyetujui beberapa persyaratan dari ku Oppa~, bagaimana?'' ucapnya kali ini terdengar begitu manis seperti yeoja centil yang selalu menggoda Jongin.

Disaat yang bersamaan Jongin ingin kesal sekaligus ingin tersenyum mendengarnya,

"baiklah, selagi syarat mu itu tidak memberatkan ku manis" Jongin berusaha membalas sikap tak biasa Kyungsoo,

"ishhh menggelikan...oke, yang pertama bersikap seperti biasa saja jika kita berada di sekolah," Kyungsoo kembali pada sikap aslinya, cuek dan ketus. Jongin berpikir sejenak kemudian dia menggeleng perlahan,

"untuk itu sepertinya tidak terlalu berat''

"oke yang kedua, sepertinya akan lebih baik jika kita tidak pulang bersama atau mungkin berangkat bersama juga sepertinya tidak bisa"

"Yakk Kyungsoo, bagaimana itu bisa-'' protesan Jongin di potong oleh Kyungsoo,

"aku tahu-aku tahu usahakan kau berangkat lebih awal dari ku" ucapnya dengan santai,

"Ta..tapi itu tidak bi—'' ucapan Jongin kembali terpotong oleh Kyungsoo,

"dan yang ini lebih penting" Kyungsoo menggantungkan perkataannya,

Entah kenapa perasaan Jongin merasa tidak nyaman untuk yang satu ini, dua syarat yang di ajukan Kyungsoo tadi saja sudah membuatnya tak rela melakukannya.

"janganberanimenciumbibirkusembarangan" ucap Kyungsoo cepat, namun Jongin masih bisa mendengarnya sekaligus merasa sangat keberatan. Jongin sudah kecanduan dengan bibir manis Kyungsoo itu.

"wae?" tanya Kyungsoo kelewat tidak mengerti akan perasan Jongin,

"itu saja dulu, persyaratan lain akan menyusul jika aku merasa tidak nyaman" ujar Kyungsoo kemudian kembali melangkah dengan senyum manis tercetak jelas di bibir heatshapes nya.

"aku keberatan dengan syarat yang ketiga" ucap Jongin dengan tangan kanan sudah menggenggam tangan kiri Kyungsoo sekarang, keduanya berjalan beriringan.

Kyungsoo menatap Jongin tajam, baru saja Kyungsoo membukakan mulutnya namun dia kembali mengatupkan bibirnya saat Jongin tiba-tiba menggoncang tangannya, Jongin kembali bicara dengan nada yang terdengar merengek seperti anak kecil kepada ibunya.

"baiklah, jangan ajukan syarat yang lain, dan biarkan untuk di hari pertama ini aku melanggar syarat yang kedua, aku mohon" ucap Jongin, Kyungsoo hanya bisa menatap Jongin dengan wajah kegeliannya saat ini.

Terkadang Jongin bisa terlihat imut dimata Kyungsoo.

Kyungsoo tidak menjawabnya dia hanya tersenyum malu ke arah Jongin dan jemarinya pun mulai membalas genggaman tangan besar Jongin, dia melangkah dengan senyum nya yang tak kunjung pudar begitu pun dengan Jongin,

"setidaknya inilah yang selalu dilakukan pasangan normal" gumam Jongin, wajahnya terlihat sangat bahagia pagi ini.

"hei tangan mu dingin sekali"

Kyungsoo tersenyum saat merasakan tangannya yang digenggam erat oleh tangan besar Jongin, terasa hangat.

"Aku senang kau memanggil ku Oppa tadi, coba panggil sekali lagi"

"Oppa"

"sekali lagi"

"Andwae~"

"Yaa Kyungsoo setidaknya kau harus bersikap sopan padaku mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan itu tidak ada penolakan"

"mau memprotes? Kau mau aku melanggar pesyaratan yang ketiga eoh?"

Kyungsoo segera mengatupkan bibirnya dan menolehkan wajahnya ke arah lain,

Setelah itu hanya ada canda tawa yang terdengar dari keduanya selama perjalanan menuju sekolah, pagi hari yang sejuk membuat keduanya merasa nyaman dengan kondisi seperti ini.

.

.

.

.


12154kaisoo


.

.

.

.

"Eomma, aku ingin bicara dengan eomma sebentar"

"ada apa?"

"apakah perjodahan ku dengan Kyungsoo bisa di batalkan?''

"M..mwo?'' apa maksudmu sebelumnya kau sudah menyetujui ini Junmyoen dan bukankah kau menyukai Kyungsoo? Kenapa kau tiba-tiba ingin membatalkannya?''

"aku berubah pikirian, aku tidak menyukainya" dusta Junmyeon, Taemin hanya bisa berdiam diri dengan wajah bingungnya saat ini.

"ada apa denganmu, saat pertemuan makan malam itu kenapa kau langsung menerimanya begitu saja, dan sekarang tiba-tiba kau memutuskannya Eomma tidak bisa, keluarga kita dan keluarga Kyungsoo sudah sepakat bahwa bulan depan kau akan menikah dengannya"

"mwo?''

"sudahlah... Eomma benar-benar pusing"

''tapi eomma... EOMMMA..."

"arghhhhhhhhhh"

Suho memijat pelipisnya berusaha menghilangkan rasa pusing di kepalanya, andai saja calon istrinya itu bukan kekasih adiknya sendiri Suho pasti dengan senang hati menikahi nya, kenyataan pahit yang baru ia ketahui sendiri dari mulut adiknya secara langsung membuatnya kecewa. Andai saja dia yang lebih awal bertemu dengan Kyungsoo dibandingkan Jongin pasti dia tidak akan mengorbankan perasaanya seperti saat ini.

.

.

.

.

.

.

.

Bel istirahat Xoxo highschool telah berbunyi beberapa menit tadi, dan saat ini Kyungsoo dan Luhan sedang mengobrol di kantin sembari menikmati makan siang mereka, Luhan terlihat antusias membicarakan tentang apapun pada Kyungsoo, di mulai dari membahas ulangan harian yang baru dikerjakan beberapa jam yang lalu, menceritakan tentang eomma appanya yang berangkat keluar negeri dan saat ini Luhan sedang membicarakan seseorang yang sedang di sukainya siapa lagi jika bukan Kim Jongin—kekasih Kyungsoo, Kyungsoo hanya diam dan sesekali tersenyum atau ber 'oh' ria untuk merespond sahabat cantiknya ini.

"Kyungsoo menurutmu Kai menyukai warna apa?''

Salah satu pertanyaan dari mulut Luhan kembali terdengar,

"mana aku tahu, bukankah kau tahu segala tentang dia?"

Ujar Kyungsoo menanggapi dengan sikap cueknya, Kyungsoo tidak ingin jika antara dia dan Luhan membicarakan tentang namja tan itu.

"ishhh kau ini, aku tidak seperti kebanyakan yeoja-yeoja yang menyukai Kai Oppa di sekolah ini"

"kau tahu tidak...?'' lanjut Luhan menatap Kyungsoo dengan wajah seriusnya,

"apa?" tanya Kyungsoo sedikit terbawa emosi, " ya pertanyaan ku tadi kau tahu tidak?" Luhan pun sedikit menaikan nada bicaranya karena mulai kesal pada sikap acuh sahabatnya ini,

"Pink mungkin" jawab Kyungsoo ringan kemudian kembali meminum buble tea nya.

"YAKK Kau ini mana mungkin namja se cool dia suka dengan warna pink"

Yeoja bermata rusa itu dengan ringan melayangkan telapak tangannya di paha sang sahabat,

''A..APPO..." keluh Kyungsoo dia mengelus pahanya yang mungkin kini sudah memerah,

"kau ini sama sekali tidak bisa membantu" Luhan menatap Kyungsoo dengan kesal,

Suasana menjadi hening beberapa saat, Kyungsoo membuka suara dengan mengalihkan topik pembicaraan, dia menatap Luhan yang terlihat menekuk saat ini. Ayolah Kyungsoo benar-benar tidak suka melihat wajah Luhan yang seperti itu.

"Jadi kau akan mulai menginap di rumah ku besok malam ?" raut wajah Luhan perlahan berubah, yeoja bermata rusa itu menatap Kyungsoo dengan ekspresi yang sulit di deskripsikan, dia tersenyum dan memandang dengan mata kosong, sepertinya yeoja cantik itu kembali membayangkan sesuatu.

"iya... dan oh aku sungguh tidak sabar" Kyungsoo hanya bisa memandangnya datar saat melihat wajah bahagia Luhan,

"ah..sering-sering saja eomma dan appa ku keluar negeri, kalau begitu kan aku bisa lebih lama menginap di rumah mu"

Seolah mengerti kemana arah pembicaraan Luhan, Kyungsoo hanya bersikap biasa saat ini.

"tsk kau ini.." dengus nya malas, sementara Luhan tersenyum bodoh, Kyungsoo merasa tenang saat melihat Luhan yang kembali menjadi ceria seperti biasanya, "Lu, aku ke toilet dulu ne" Kyungsoo berdiri dari kursinya,

"akan ku antar" tawar Luhan, kepalanya mendongak menatap wajah Kyungsoo yang sudah berdiri, "makanan mu belum habis, jadi kau tidak usah mengantar ku" ucap Kyungsoo, Luhan mengangguk setelah itu dia kembali menikmati makanan nya setelah Kyungsoo melangkah pergi.

.

.

.

.

.

Bruk

"sshh~'' Kyungsoo mendesis saat rahangnya di cengkram kuat oleh tangan Sulli, kepalanya menengadah ke atas saat sulli mendesaknya di pintu kabin Toilet wanita saat ini,

"wae? Sakit eoh?'' Sulli kembali mengeratkan jari-jarinya di rahang Kyungsoo, yeoja bermata bulat itu hanya bisa terdiam dengan wajah yang kesakitan.

"aku sudah memperingatkan mu Kyungsoo, jauhi Kai" ucap Sulli tenang namun dari nada bicaranya terdengar amat menusuk, tapi Kyungsoo sama sekali tidak takut dengan peringatan Sulli.

"kau pikir hubunganmu dengan Kai bisa di sembunyikan? Aku tahu semua itu Lebih baik kau tinggalkan Kai sebelum persahabatan mu dengan Luhan hancur"

Lagi-lagi, Sulli mengancamnya dengan hal yang sama. Memang itulah kelemahan Kyungsoo saat ini, dan Kyungsoo hanya bisa diam tidak membalas perlakuan kasar dari teman sekolah nya ini.

Byur~

Kedua tangan Kyungsoo mengepal disisi tubuhnya, emosi untuk melawan tiga yeoja cantik di depannya benar-benar membuatnya tidak tahan, ini sudah keterlaluan pikir Kyungsoo, namun dengan pikiran jerinihnya Kyungsoo masih bersikap tenang di hadapan Sulli kali ini.

"aku sudah memperingatkan mu Kyungsoo, jika aku melihat Kau berdekatan dengan Kai lagi aku tidak akan tinggal diam" kedua matanya menyusuri wajah Kyungsoo yang terliahat basah kuyup, sesaat Sulli kembali mengingat Jongin yang mencium bibir Kyungsoo ketika matanya melihat bibir Kyungsoo yang sedikit terbuka.

"yeoja munafik" cibir Sulli, setelah itu ketiga yeoja yang telah menyiram Kyungsoo pergi keluar dari Toilet dengan senyum puasnya.

Kyungsoo menguatkan dirinya, dia tidak boleh lemah dia tidak akan menunjukan air matanya di depan yeoja yang amat terobsesi dengan kekasihnya ini.

Kyungsoo menghela nafasnya, baru kali ini ia di perlakukan seperti ini oleh seseorang, dan Kyungsoo tidak bisa menerimanya.

Kyungsoo menatap wajahnya di cermin, dia menyentuh rahangnya yang memerah akibat cengkraman tangan Sulli tadi, dan Kyungsoo hanya bisa menguatkan dirinya dengan kata-kata penyemangat untuk dirinya sendiri.

.

.

.

.

Kyungsoo berjalan di sepanjang koridor dengan langkah kakinya yang terlihat santai, matanya tidak menghiraukan siswa-siswi yang memandanganya dengan tatapan bingung sekaligus terkejut saat melihat keadaan tubuhnya yang basah kuyup.

Kyungsoo menyesal seharusnya dia tidak pergi ke toilet saat jam istirahat begini, dia sudah menduga bahwa Sulli akan kembali mengganggunya.

"Omo Kyungsoo apa yang terjadi dengan mu?'' Luhan setengah memekik ketika melihat Kyungsoo yang sudah berdiri di hadapannya dengan wajah yang terlihat kacau.

Tanpa menjawab pertanyaan Luhan, Kyungsoo segera menarik tangan Luhan dan membawanya pergi dari kantin,

"aku pinjam seragam mu Lu~" ucapnya datar, Luhan hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah Kyungsoo,

"ah, b..baiklah ayo~"

Untuk beberapa menit suasana kantin menjadi berisik karena Kyungsoo, semua orang yang berada di kantin berbisik-bisik membicarakan tentang Kyungsoo, pasalnya mereka belum pernah melihat kejadian ini sebelumnya, heol ayolah siapa yang benar-benar berani melawan Kyungsoo di sekolah ini?


"kenapa rok seragam mu ini pendek sekali eoh?''

"tidak ada yang lain lagi Kyung, itu satu-satunya asal kau tahu semua milik ku ya memang seperti itu"

"kau membuatku ingin tidak keluar saat ini Lu~ aku benar-benar benci situasi seperti ini"

''sudahlah berhenti mengeluh, ayo sebentar lagi akan masuk"

Kyungsoo dan Luhan berjalan di koridor sekolah XOXO highschool, kali ini pandangan Siswa-siswi semakin terkejut melihat tampilan Kyungsoo yang benar-benar berbeda, tubuh mungil yang selalu di tutup seragam yang membungkus tubuhnya dengan rapih dan sedikit tertutup kali ini terlihat begitu berkebalikan. Benar-benar berbeda.

Bagaimana semua siswa tidak menatap Kyungsoo dengan heran, Kyungsoo amat berbeda dengan rambut yang di gerai dan setengah basah, lekuk tubuhnya terlihat menonjol karena dia hanya memakai kemeja putih yang membungkus tubuh bagian atasnya dia tidak mengenakan blazzer karena Luhan tidak membawanya, dan saat ini rok milik Luhan yang sedang di pakai Kyungsoo terlihat minim di tubuhnya, Kyungsoo juga merasa risih saat mendapat tatapan namja-namja sekolahnya ini. Sementara itu Luhan hanya bisa tersenyum ramah kepada setiap siswa-siswi yang tersenyum kepadanya.

.

.

.

.

Tet tet tet (anggap bunyi bel)

Mungkin itulah suara yang sangat dinantikan untuk Kyungsoo dan siswa-siswi Xoxo High school saat ini. Memasukan peralatan tulisnya dengan cepat kedalam tas kemudian Kyungsoo berdiri dari kursinya.

"Lu aku duluan ne, aku buru-buru"

"hei ada apa?"

"tidak apa-apa aku hanya ingin pulang"

"ya sudah, Kyung nanti malam aku tidak datang"

"Baiklah... Annyeong"

tanpa mencerna perkataan sahabatnya Kyungsoo langsung berlalri keluar kelas, ia hanya ingin pergi dari sekolah dengan cepat.

.

.

.

.

.

Baru saja Luhan membuka pintu mobil milik ayahnya namun saat merasakan sebuah tepukan dibahunya ia segera berbalik. Mata rusanya mengerjap lucu saat melihat sesosok pemuda tampan dengan wajah datarnya.

"apa kau sahabat Kyungsoo?" tanyanya tanpa mengucapkan permisi terlebih dulu, belum lagi wajah datarnya membuat Luhan berpikiran yang tidak-tidak

"kau siapa?'' tanya Luhan balik dan tak kalah datarnya.

"aku temannya, bisakah kau memberitahu dimana sahabat mu itu?''

Luhan memandang pria itu dari bawah hingga atas 'Oh Sehun' tulisan hangul yang terdapat di name tag pria itu tertangkap mata Luhan. dan Luhan juga baru menyadari bahwa pria itu berasal dari sekolah lain.

"hei kenapa diam?'' tegurnya membuat Luhan kembali ke alam kesadarannya.

.

.

.

.

Kyungsoo berjalan dengan langkah terburu-buru berusaha menjauhi namja tan yang sedang berjalan di belakangnya dengan langkah cepat pula, Kyungsoo menghela nafasnya saat tangannya kini berhasil di tahan oleh Jongin—kekasihnya.

"kenapa terburu-buru?''

"aku kedinginan, aku ingin cepat sampai rumah" ucap Kyungsoo setelah itu dia kembali berjalan dengan tangan mendekap tubuhnya berusah menghangatkan, cuaca di Seoul sore ini memang benar-benar dingin sepertinya musim dingin akan datang.

"pakai ini" Jongin menggulurkan Jas seragamnya kemudian melepaskan tas yang di pakai Kyungsoo dia pun dengan telaten memakaikan Jas di tubuh mungil kekasihnya,

"gumawo~" ucap Kyungsoo lembut dia mencoba meraih tasnya yang sudah berada di tangan Jongin saat ini,

"kemarikan~'' Kyungsoo mencoba mengambil tas miliknya namun Jongin menghindar,

"biar aku yang membawanya" ucap Jongin dan Kyungsoo tidak bisa membantah lagi, Jongin lebih keras kepala darinya dan berdebat dengan Jongin akan berujung sia-sia.

"kenapa dengan seragam mu?"

"wae?"

"tidak kah kau lihat, gadis ku saat ini terlihat sexy?"

Kyungsoo mengentikan langkahnya dan memandang Jongin dengan tatapan sengitnya, bukannya merasa takut akan tatapan Kyungsoo Jongin menatap lekat wajah gadisnya itu.

"ini kenapa?" kini Jongin bertanya dengan serius saat melihat rahang Kyungsoo yang memerah.

Kyungsoo mencoba melepaskan tangan kekar Jongin didagunya, namun alih-alih Jongin semakin mendekatkan wajahnya saat ini.

"Apa yang akan kau lakukan?" kini Kyungsoo mulai gugup dan tidak bisa berkutik jika Jongin sudah bersikap seperti ini, "siapa yang melakukannya?" Jongin pun melepaskan tangannya dan menatap Kyungsoo dengan mata tajamnya.

"ini

"malam ini tidak usah belajar" Kyungsoo membuka suara setelah hening beberapa menit.

"wae?"

"Luhan tidak datang!" jawabnya kini Kyungsoo mulai salah tingkah saat di tatap inntens oleh Jongin,

"tapi kan kita bisa belajar berdua"

Untuk sejenak Kyungsoo terdiam ketika mendengar kata 'berdua' dari mulut Jongin,

"tidak, tidak bisa" jawab Kyungsoo mencoba menghindari pertemuannya dengan Jongin nanti malam,

"wae? A ...aku mengerti, kau pasti gugup jika berduaan di kamarmu nanti malam bukan?" mata Kyungsoo melebar, memang benar yang dikatakan Jongin, Kyungsoo tidak mau jika itu terjadi, dia membalas pertanyaan Jongin dengan suara terdengar gugup,

"T..tidak. Memangnya kenapa aku harus gugup?"

"yaa Kyungsoo, apa kau lupa jika kita ini sepasang kekasih?"

"memang nya kenapa eoh? terserah kau saja Kim Jongin, kau datang atau tidak nanti malam yang pasti aku tidak mau belajar"

"aku akan datang, dan jika kau tidak mau belajar... Apa kau mau melakukan hal yang biasanya di lakukan oleh sepasang kekasih? " Jongin menaik turunkan alisnya mencoba kembali menggoda Kyungsoo, dan sepertinya dia berhasil membuat semburat merah muncul di kedua pipi gadisnya.

"kau menyebalkan" sungut Kyungsoo kemudian dia berjalan lebih dulu di depan Jongin,

"jaga jarak denganku aku tidak mau dekat dengan mu, menjauhlah~"

"jangan marah, eyy tunggu dulu.. Soo"

"ish lepas"

"hei kenapa aku baru lihat, Ada apa dengan wajah mu ini eumm?'' tangan Jongin meraih dagu Kyungsoo dan memeriksa wajah kekasihnya.

"apa?"

"rahang mu kenapa begini?'' tanyanya datar namun syarat kecemasan dan rasa ingin tahu.

"...ini tidak apa-apa, sudahlah..."

"Kyungsoo, Jongin"

Kyungsoo Jongin yang merasa di panggil namanya menoleh ke arah pemuda dibelakngnya yang tak lain adalah Sehun.

"Kyungsoo, aku menunggu di depan gerbang tadi, ternyata kau sudah pulang. aku juga bertemu dengan sahabat mu Luhan,'' namja berkulit putih itu tersenyum sementara itu Kyungsoo merasa tidak nyaman dengan tatapan Jongin.

"Kyung, apa aku boleh belajar di rumah mu nanti malam?''

"Mwo?'' tidak hanya Kyungsoo yang terkejut mendengar nya namja yang masih menggenggam tangan Kyungsoo pun terlihat terkejut.

.

.

.

Tbc

Maaf yang sebesar-besarnya atas keterlamabatan ff ini, dan popo juga minta maaf untuk alur ff ini yang sangat lambat.