I Only Love You
Kyungsoo terus berjalan mondar mandir didalam kamarnya, ia mendengus kesal dengan derup jantungnya yang terus berdegup kencang.
"ku harap mereka tidak datang" gumamnya kemudian kembali menggigit kukunya, cemas.
Kyungsoo merutuki Jongin yang seenaknya menyetujui permintaan Sehun untuk belajar bersama saat mereka bertemu sore tadi, mau di taruh dimana muka Kyungsoo jika kedua namja yang saling bersahabat itu berhadapan lagi dengannya. walaupun Kyungsoo tidak memiliki perasaan terhadap Sehun tapi tetap saja ia masih belum mengerti kenapa Sehun membalas ciumannya waktu itu.
"Arghh.." Kyungsoo berteriak frustasi, sudah jam tengah delapan, itu artinya sebentar lagi Sehun dan Jongin akan datang. Kyungsoo semakin gelisah, ia menghentikan kaki mungilnya yang terus bergerak resah saat pintunya kini terdengar diketuk.
'Ku harap bukan mereka' batinnya memohon.
Merapikan sedikit penampilannya yang terlihat kacau ia mulai mendekat ke arah pintu dan membukanya perlahan, matanya semakin melebar saat melihat dua pemuda bertubuh jangkung kini sudah berdiri dan melemparkan senyum termanisnya untuk dirinya.
Kyungsoo menatap Jongin dan Sehun bergantian, dia tidak tahu harus berbuat apa saat ini, dengan canggung dia membalas senyuman Sehun dan tanpa Kyungsoo ketahui Jongin yang berada di sebelah Sehun hanya bisa menatap malas keduanya.
"Aku masuk" tanpa meminta izin terlebih dahulu pemuda tan itu melenggang masuk dan sedikit menyenggol bahu Kyungsoo sehingga membuatnya sedikit oleng.
"Gwenchana?" wajah Kyungsoo yang terlihat kesal berubah saat mendengar nada cemas Sehun, sambil mengelus bahunya ia mempersilahkan Sehun untuk masuk.
Hanya keheningan yang melebihi satu jam lamanya, ketiganya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Percuma saja beberapa lembar halaman yang Kyungsoo baca sama sekali tidak ada yang bisa masuk kedalam otaknya, Kyungsoo tidak bisa berkonsentrasi. Sementara itu Jongin terlihat serius mengerjakan soal matematika yang jumlahnya melebihi dua puluh soal, sedangkan Sehun namja berkulit putih dan tampan itu sepertinya tengah melukis sesuatu.
"Kyungsoo-ya" suara berat Sehun membuat Kyungsoo dan Jongin menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arahnya.
"n..nde" sahut Kyungsoo ragu, sejenak Kyungsoo menatap Jongin dan Kyungsoo merasa tercekat saat melihat wajah datar Jongin.
"apa kalian berdua selalu belajar bersama di dalam kamar setiap malam?"
Kyungsoo menatap Jongin beberapa detik, dan baru saja ia membuka mulutnya ia segera mengatupkan bibirnya kembali karena Jongin terlebih dulu menjawab pertanyaannya.
"Kau kesini mau belajar atau mau mengorek privasi orang lain eoh?"
Kyungsoo membulatkan matanya saat mendengar penuturan Jongin. Ia tidak habis pikir dengan jawaban Jongin, apa sulitnya menjawab pertanyaan Sehun yang satu itu dan apa maksudnya dengan 'mengorek privasi orang lain?'. Kyungsoo meletakan bukunya di pangkuannya kemudian berdehem sedikit mencairkan suasana yang sedikit menegang.
"tidak setiap malam aku dan Jongin belajar bersama, dan kau tahu Luhan bukan? Dia juga ikut belajar dengan kami disini" tutur Kyungsoo, Sehun terlihat mengangguk-angguk sambil tersenyum.
"apa malam ini aku mengganggu kalian?" tanya Sehun menatap Kyungsoo dan Jongin bergantian.
"Yaaak… Oh Sehun" Jongin tidak sanggup lagi menahan emosinya, Sehun yang mendapati tatapan tajam dari Jongin pun hanya bisa tersenyum tanpa dosa, sementara itu Kyungsoo memandang bingung keduanya. Yeoja mungil itu tidak tahu harus berbuat apa.
Emosi Jongin semakin membuncah saat melihat Sehun sengaja menyentuh bibirnya sendiri kemudian mengangkat salah satu sudut bibirnya. Tingkah Sehun kali ini seolah mengingatkan bagaimana bibir Sehun dan Kyungsoo bertautan saat itu.
"ekhem.." Sehun berdeham ia mengalihkan tatapannya dari Jongin kemudian menatap Kyungsoo yang terlihat menundukan kepalanya.
"Kyungsoo menciumku waktu itu hanya karena mu Jongin"
Dengan cepat Kyungsoo mengangkat wajahnya dan menatap Sehun dengan terkejut, Kyungsoo tidak menyangka jika Sehun akan membahas hal itu.
"dia melakukannya terpaksa, dia hanya ingin membuat kau membencinya, dan aku juga benar-benar terkejut mendengar Kyungsoo akan dijodohkan dengan Hyung mu sendiri"
Tanpa Sehun menjelaskannya terlebih dulu pun Jongin tahu kenapa Kyungsoo melakukan itu, dan Jongin kecewa karena Kyungsoo tidak memberitahunya lebih dulu.
"kau memberitahunya lebih dulu?" tanya Jongin kepada Kyungsoo yang terlihat gemetar.
"mungkin dia tidak tahu harus meluapkannya kepada siapa, Jong"
Jongin beralih menatap Sehun kemudian menatap Kyungsoo yang terus menundukan kepalanya.
"sudahlah jangan karena aku hubungan kalian menjadi berantakan, sebenarnya aku kemari bukan mau belajar, aku hanya ingin bertemu kalian"
Jongin dan Kyungsoo masih terdiam mendengar penuturan Sehun yang kelewat santai.
"sebaiknya aku pulang" ujar Sehun kemudian merapikan perlatannya,
"kenapa cepat sekali?" tanya Kyungsoo, Sehun hanya tersenyum menanggapi sikap Kyungsoo.
"masih ada malam-malam berikutnya bukan?" tanya Sehun, Jongin yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas.
"biar aku mengantar mu" ujar Kyungsoo.
Kyungsoo pun segera berdiri saat Sehun kini sudah memasukan alat tulis kedalam tasnya, sedari tadi Kyungsoo merasa penasaran dengan sketsa yang Sehun buat di atas kertas biasa.
"kau tidak mau pulang?" tanya Sehun kemudian berdiri.
"Jongin-ah" panggil Kyungsoo, Sehun tersenyum tipis saat mendengar nada bicara Kyungsoo yang terdengar lembut.
"ada hal yang harus aku selesaikan" jawab Jongin datar, Kyungsoo hanya mengangguk sementara Sehun terenyum miring melihatnya.
"Aku mengerti" ucap Sehun lagi, Kyungsoo hanya mengernyit kemudian segera melangkah mengikuti Sehun yang sudah berjalan selangkah didepannya.
.
.
.
"baiklah Kyungsoo selamat malam" ucap Sehun masih menampilkan senyum termanisnya, senyuman yang membuat semua wanita meleleh jika melihatnya.
"hati-hati dijalan" Kyungsoo membalas senyuman Sehun tak kalah manis,
"seharusnya kau yang hati-hati" bisik Sehun tepat di telinga Kyungsoo.
Sehun terkekeh saat mendapati raut wajah kebingungan Kyungsoo, tanpa sadar ia mengusak kepala gadis mungil yang berada dihadapannya saat ini. Kyungsoo mendengus, sambil merapikan rambut lurusnya. Ia melambaikan tangannya singkat saat Sehun melambai ke arahnya, menutup kaca Helmnya kemudian Sehun melajukan motor sport berwarna merahnya.
.
.
Kyungsoo kembali ke kamarnya .
"apa kau mengantarkannya sampai rumahnya, lama sekali" ucap Jongin tanpa menatap Kyungsoo. Kyungsoo tidak menggubris ucapan kekasihnya, dengan wajah masamnya ia masuk kedalam kamar mandi.
Kyungsoo kembali menemani Jongin, ia kembali membaca bukunya, namun objek yang berada di hadapannya saat ini membuatnya lebih tertarik dibandingkan bukunya, Kyungsoo mengamati wajah kekasihnya yang terlihat serius saat ini, tanpa sadar ia mengulas senyum dan senyumannya langsung menghilang saat Jongin memergokinya.
"wae?" tanya Jongin, sebagai respon Kyungsoo hanya menggeleng halus.
Jongin kembali mengerjakan tugasnya tanpa menghiraukan Kyungsoo, sedangkan Kyungsoo mulai merasa bosan diacuhkan Jongin seperti ini.
"Jongin.." panggilnya, Jongin hanya bergumam singkat Kyungsoo yang mengerti bahwa Jongin tengah marah padanya, Kyungsoo kembali diam dan sebisa menyibukan diri, tapi itu percuma Kyungsoo masih belum tenang jika Jongin mengacuhkannya seperti ini.
"Jongin-ah sudah jam sepuluh" itulah ucapan yang keluar dari mulut Kyungsoo, seperkian detik ia menyesali ucapannya sendiri, Jongin mengangkat wajahnya menatap Kyungsoo datar.
Tanpa berbicara lagi Jongin segera membereskan bukunya dan segera berdiri, 'hal yang harus di selesaikannya' ia batalkan.
"Jongin-ah.." panggil Kyungsoo menghentikan Jongin yang baru saja berjalan dua langkah. Kyungsoo berjalan mendekatinya kemudian mengucapkan maaf. Jongin masih berdiri dan memunggungi Kyungsoo setelah mendengar kata maaf dari mulut sang kekasih, Jongin melanjutkan langkahnya, namun ia berhenti lagi karena Kyungsoo menarik ujung kausnya.
"Jongin..." panggil Kyungsoo lagi, yeoja mungil itu kini berhadapan dengan tubuh tinggi Jongin, Kyungsoo merasa takut saat Jongin enggan menatap wajahnya.
"sudah malam" ucap Jongin kemudian membuka pintu dan berjalan keluar rumah, Kyungsoo mengikutinya dari belakang, ia cukup kesulitan mengibangi langkah lebar didepannya.
Tangannya kembali menarik sedikit kaus Jongin saat menyadari keberadaan mereka sudah sampai teras rumah.
"Jongin mian.." ucap Kyungsoo bergetar. Kyungsoo merasa ingin menangis saat ini juga namun dengan sekuat tenaga dia menahannya.
Jongin menghela nafasnya pelan, ia berbalik dan memandang Kyungsoo.
Kedua tangannya mulai memegang kedua bahu Kyungsoo. Sedikit kesulitan memang karena ia memegang buku, namun untung saja bukunya lumayan tipis.
"aku mengerti" ucap Jongin lembut, Kyungsoo mendongak menatap Jongin, ia merasa tenang saat melihat senyuman lembut kekasihnya.
"ya sudah aku pulang, tidur yang nyenyak.."
Kyungsoo mengangguk kemudian tersenyum, Jongin mengelus pipinya lembut kemudian mulai pergi.
"Jongin..." Kyungsoo memanggil Jongin lagi, pemuda tan itu membalikan badannya ia tersenyum saat Kyungsoo berjalan mendekatinya.
"ada apa?" tanyanya lembut,
Chu
Kyungsoo mencium pipi Jongin sekilas, baru saja Kyungsoo berbalik untuk berlari namun Jongin dengan cepat menarik pergelangan tangannya sehingga ia kini berhadapan kembali.
Kyungsoo tidak bisa menghindar saat Jongin dengan cepat membungkam bibirnya. Kedua lutut Kyungsoo melemas seiring lumatan lembut Jongin dibibirnya.
Ryewook benar-benar tidak percaya apa yang ia lihat didepan rumahnya saat ini , menghirup nafas dalam-dalam Ryewook mencoba menenangkan diri.
'Sejak kapan?' Batinnya gelisah 'kenapa kau tidak memberitahu eomma, Kyungsoo?'
Di liputi berbagai macam perasaan, Ryewook benar-benar resah. Ryewook segera pergi menemui suaminya di ruang kerja malam ini.
Jongin mengakhiri tautannya, ia tersenyum saat melihat kedua pipi gadisnya bersemu merah.
"aku pulang dulu…"
Pamit Jongin ia mengecup kening Kyungsoo dengan lama.
Sesampainya di depan pintu ruang kerja suaminya, Ryewook menggantungkan kepalan tangannya di udara, batal mengenai permukaan pintu. Ryewook benar-benar bingung, jika dia tidak memberitahu hal ini, pasti pada akhirnya Kyungsoo akan tersakiti pula. Tapi bagaimana dengan yang lainnya? Ryewook yakin Kyungsoo dan Jongin saling mencintai. pantas saja akhir-akhir ini gelagat Kyungsoo terlihat aneh.
Apakah ia harus berpura-pura tidak tahu dan mencoba memisahkan Jongin dan Kyungsoo secara perlahan? Ryewook bebekap mulutnya, tidak mungkin ia melakukan hal itu, walau bagaimanapun kebahagiaan Kyungsoo adalah prioritas utama Ryewook. Untuk yang pertama kalinya Ryewook melihat mata Kyungsoo berbinar-binar menatap seseorang.
.
.
.
Kyungsoo menggerakan badannya kesana-kemari ia tidak bisa tidur malam ini, ciuman Jongin beberapa menit tadi memberikan efek luar biasa untuknya. Wajahnya masih terlihat merona pasca ciuman dengan Jongin di depan teras rumahnya tadi.
Tok tok tok
Kyungsoo menolehkan kepalanya dengan cepat saat pintu kamarnya terdengar diketuk.
"masuk" ucap Kyungsoo, gadis mungil itu menarik selimut hingga batas dada.
"belum tidur?" eommanya datang menghampiri, dan duduk di sisi ranjang yang kosong.
Kyungsoo berbaring menyamping untuk menghadap ibunya, gadis mungil itu tersenyum sambil memeluk pinggang ibunya.
"tidurlah" ujar ibunya sambil mengelus rambut panjang Kyungsoo dengan lembut.
"Kyungie tidak bisa tidur eomma" cicit Kyungsoo sambil terpejam berusaha untuk tertidur, namun bayangan-bayangan kekasih tampannya selalu muncul di otaknya. Wajah Ryewook berubah sendu saat melihat putrinya tersenyum sambil terpejam. Ryewook tahu bahwa putri semata wayangnya ini tengah bahagia.
"bagaimana belajar dengan Kai?"
"eoh?"
"iya, bagaimana belajar dengan Kai?" tanya ibunya kembali, beberapa detik Kyungsoo tidak bisa bernafas mendengarnya, dengan gusar ia menjawab. "biasa saja" gumamnya pelan, Ryewook hanya tersenyum tipis mendengarnya.
"sudah malam, tidurlah. Jangan sampai kesiangan besok"
"eum.."
"jalja…"
"jalja…"
.
.
.
Jongin bergabung untuk sarapan dengan keluarganya pagi ini, namja tan itu mengambil posisi duduk di samping kakaknya yang tenggah menikmati selembar roti selai cokelat.
"selamat pagi sayang" eommanya menyapa sambil menyuguhkan minuman Jongin.
"pagi Eomma"
"Jongin" kini appanya membuka suara.
"nde"
"salah satu teman Appa mengundang mu di pesta ulang tahun perusahaannya nanti malam"
"nanti malam?" tanya Jongin terkejut.
"ya nanti malam"
"ada apa Jongin, apa kau tidak mau datang?" kini eommanya mulai mencampuri perbincangan diantara mereka.
"bukan begitu…"
"kau ada urusan?" kini appanya yang bertanya,
"tidak ada"
"baiklah aku ikut, apa Suho Hyung ikut juga?"
"tanyakan saja pada Hyung mu itu"
"Hyung…"
"eum aku ikut" jawab Suho malas, Jongin hanya terdiam dan tidak mengambil pusing sikap tak biasa kakaknya pagi ini.
.
.
.
.
.
Kyungsoo menuruni anak tangga rumahnya dengan riang, senyum manis berbentuk hati terus menggembang di wajahnya. Yeoja mungil bermata bulat itu kini sudah terlihat rapih dan cantik siap untuk pergi ke sekolah.
"selamat pagi eomma appa" sapa Kyungsoo sambil mencium pipi kedua orang tuanya bergantian.
Kyungsoo mengambil posisi duduk disamping eommanya yang kini memandangnya dengan tatapan sulit dideskripsikan.
"kelihatannya kau senang sekali pagi ini sayang" appanya bersuara setelah menyesap kopinya.
Kyungsoo menatap ayahnya dengan mata disipitkan "apa appa tidak senang jika putrinya saat ini sedang senang?" Kyungsoo mengunyah rotinya dengan malas. "bukan begitu, tentu saja appa senang, apapun akan appa lakukan untuk membuat mu senang sayang"
"Benarkah?"
"mulai meragukan appa mu hmm?"
Kyungsoo menggeleng kuat kemudian tersenyum, "Gumawo Appa..." ucapnya begitu manis kemudian kembali menikmati sarapannya dengan tenang. Tanpa ia sadari eommanya yang berada di sampingnya merasa gelisah saat ini.
.
.
.
.
Melihat kebeberapa orang yang datang memasuki gerbang Xoxo highschool, Jongin terus mencari sosok mungil dari kejauhan. Dan tak lama kemudian kedua sudut bibirnya terangkat saat melihat sosok mungil kekasihnya kini datang, ia pun mengernyitkan dahinya ketika melihat cara berjalan Kyungsoo yang terlihat malas dan tanpa semangat.
Kyungsoo mendengus sebal dan terus berjalan memasuki area gedung sekolahnya, moodnya pagi ini benar-benar jelek, ini semua berkat Jongin yang entah berangkat sekolah lebih dulu atau tidak. Dan sepertinya Kyungsoo sendiri melupakan kesepakatan yang ia buat kemarin sore.
Kyungsoo merogoh ponselnya yang berada di saku blazzernya, dengan gerakan kesal ia membukanya, satu notifikasi pesan dari kekasihnya. Tanpa menghiraukan isi pesannya ia kembali berjalan memasuki gedung sekolahnya. Sementara itu Jongin yang memperhatikannya dari kejauhan hanya terkekeh geli. Kyungsoo sendiri baru tersadar bahwa mereka baru bertukar nomer ponsel tadi malam. Dan itu membuat moodnya semakin buruk.
Kyungsoo kembali menghentikan langkahnya saat merasakan ponselnya bergetar.
"ada apa?" tanya Kyungsoo sewot setelah menerima panggilan kekasihnya, Jongin masih tersenyum di ujung sana ia terus memperhatikan bagaimana tingkah laku Kyungsoo.
"kau terlihat tidak bersemangat sekali pagi ini"
Kyungsoo menoleh kesana kemari untuk mencari keberadaan kekasihnya.
"bukan urusanmu" balasnya datar sambil berjalan kembali.
"ada apa hmm, apa kau sedang datang bulan?"
"YAKK..."
"hei ini masih pagi, apa hanya dimalam hari kau bisa bersikap manis padaku"
"kau pikir aku ini apa?"
"oke oke, aku tidak mau berdebat dengan mu. Tapi bisakah kau melihat pertandingan ku nanti sore?''
"…aku tidak bisa janji"
"ayolah…"
"….baiklah" putus Kyungsoo, ia tersenyum mendengar Jongin mendesah lega diujung sana.
"ya sudah ku tutup, belajar yang benar baby Soo saranghe…"
Kyungsoo memasukan kembali ponselnya kedalam saku Blazzernya, perasaannya sedikit membaik setelah kekasihnya menghubunginya beberapa detik tadi. Dan yeoja bermata bulat itu tidak sabar menantikan kekasihnya bertanding Basket sore nanti.
.
.
.
Luhan menampilkan senyum termanisnya ketika melihat Kyungsoo datang dan menempatkan dirinya duduk disebelahnya.
"kau bertemu dengannya?" tanya Luhan, membuat Kyungsoo yang baru saja duduk mengernyit bingung.
"nugu?" tanya Kyungsoo polos, Luhan menurunkan bahunya lesu tapi beberapa detik kemudian ia menatap Kyungsoo dengan kedua matanya yang terlihat berbinar.
"aku tidak menyangka kau bisa berteman dengannya Kyungsoo-ya…." Lengking Luhan sambil menggoncang bahu Kyungsoo.
"bagaimana bisa kau berteman dengannya eoh?"
"apa yang kau maksud Sehun?"
"ya Oh Sehun, memangnya siapa lagi?"
"asal kau tahu aku baru mengenalnya sekitar tiga hari yang lalu"
"mwo?"
Keterkejutan Luhan membuat Kyungsoo terkekeh melihatnya, belum sempat menjelasakan kejadian sebenarnya Pak Lee selaku guru sejarah mereka kini sudah masuk.
.
.
.
Tet tet tet tet…
Kyungsoo dan Luhan keluar dari kelas mereka, keduanya kini berjalan menghampiri Loker mereka masing-masing. Sesampainya didepan Loker Kyungsoo mulai membukanya dengan perlahan, ia takut jika lokernya berada dalam keadaan mengenaskan seperti hari-hari sebelumnya. Kyungsoo hanya tersenyum tipis saat melihat lokernya dalam kondisi baik-baik saja.
"sudah?" Kyungsoo terperanjat kaget saat Luhan kini sudah berdiri dibelakangnya.
"kau membuatku kaget" desis Kyungsoo sambil menutup lokernya. "sepertinya orang yang mengerjai mu sudah mulai bosan Kyung" ucap Luhan sambil menatap Loker Kyungsoo, Kyungsoo tersenyum mendengarnya. Semoga saja iya, batin Kyungsoo.
"ayo…aku lapar…" ucap Kyungsoo sambil menyeret Luhan untuk mengikutinya.
.
.
.
Suasana kantin XOXO High School terlihat ramai siang ini, untung saja Luhan dan Kyungsoo datang lebih awal sehingga mereka tidak perlu mengantri untuk membeli makanan dan berebut kursi duduk.
"eum mungkin dia akan datang lagi nanti malam" ujar Kyungsoo menjawab pertanyaan kesekian kalinya dari Luhan. Luhan menganggukan kepalanya dan dia menoleh dengan cepat saat mencium aroma khas dari seorang pemuda. Kyungsoo mengikuti arah pandangan Luhan, ia membelalakan matanya saat melihat Jongin kini sudah berdiri didekat meja yang mereka tempati.
"boleh aku duduk disini?" tanya Jongin dengan senyum manis tercetak jelas di wajah tampannya, dengan cepat Luhan menganggukan kepalanya ia menarik salah satu kursi disebelahnya untuk Jongin.
Kyungsoo menghindari kontak mata dengan kekasihnya, sesekali memainkan sedotan minumannya.
"ku dengar Oppa akan bertanding nanti sore?" tanya Luhan menatap Jongin dengan mata berbinar serta senyum manisnya. "eum, aku akan senang jika kau datang" ujar Jongin.
"tentu saja aku akan datang" ucap Luhan semangat, Kyungsoo memaksakan senyum saat melihat Luhan tersenyum ke arahnya.
"maaf untuk nanti malam sepertinya aku tidak bisa mengajari kalian"
Kyungsoo tertegun mendengarnya, ia menatap Jongin dengan kedua matanya yang melayangkan pertanyaan 'kenapa'.
"waeyo?" Luhan bertanya lebih dulu, Jongin tersenyum sebelum menjawab "aku diundang ke pesta teman Appa ku" Luhan menunduk lesu dengan wajah menekuknya.
"hei kenapa mendadak tidak bersemangat seperti ini eoh?" Jongin mengusak rambut Luhan dengan gemas, Kyungsoo yang melihatnya hanya terdiam dan mencoba bersikap sesantai mungkin.
Dalam hati Kyungsoo merutuki waktu istirahat makan siangnya yang kali ini terasa begitu lama. Kyungsoo merogoh ponselnya yang bergetar didalam saku blazzer. Jongin memandang Kyungsoo dengan wajah penasarannya ketika melihat raut wajah tak biasa kekasihnya.
"ada apa?" tanya Jongin, Kyungsoo hanya menggeleng sambil memasukan kembali ponselnya. "aku ke kelas duluan" pamit Kyungsoo, dengan cepat ia melesat pergi.
Jongin dan Luhan memandang kepergian Kyungsoo dengan heran, terlebih lagi dengan Jongin pemuda tan itu baru saja akan menyusul Kyungsoo namun Luhan mencegahnya dengan memegang pergelangan tangannya.
.
.
.
"eomma, aku tidak mau pergi…." Ucap Kyungsoo dengan nada kesalnya sambil memegang ponselnya erat-erat. Yeoja mungil itu kini sedang berada di toilet dan berbicara dengan ibunya via telpon.
"tidak enak menolaknya Kyungsoo, lagi pula tidak ada salahnya kau pergi dengan calon tunangan mu"
"aku tidak mau Eomma…"
"tidak ada penolakan, setelah pulang sekolah Suho akan menjemputmu"
Tut tut tut…
Kening Luhan berkerut ketika melihat Kyungsoo yang melamun saat pelajaran Min Seosangnim yang baru saja berlangsung lima belas menit.
"tersisa satu jam setengah untuk mengerjakan tugas, dan sampai sini pertemuan kita. Jangan keluar kelas sebelum bel pulang berbunyi, mengerti?"
"nde Seosangnim" ucap seluruh siswa serempak terkecuali Kyungsoo.
Kyungsoo terperanjat saat mendengar suara gemuruh yang berasal dari teman sekelasnya, ia menatap bingung kepergian guru sejarahnya yang seingatnya baru saja masuk beberapa menit tadi.
"hei kau kenapa eoh?" Kyungsoo menoleh cepat ke arah Luhan yang berada disebelahnya.
"hei Kyungsoo ceritakan padaku, ada apa?" tanya Luhan lagi, yeoja bermata rusa itu mengerang pelan akan sikap sahabatnya yang satu ini.
"baiklah aku tidak akan memaksa mu untuk memberitahu ku" ucap Luhan yeoja bermata rusa itu kembali berkutat dengan tugas yang diberikan Min Saem.
"Suho Oppa akan menjemputku sepulang sekolah, dan nanti malam aku harus menemaninya untuk datang kepesta ulang tahun perusahaan teman Appanya" ucap Kyungsoo, Luhan mengalihkan perhatiannya dari buku ke Kyungsoo.
"lalu kau akan ikut?" tanya Luhan dengan mata melebar "aku tidak bisa menolak" jawab Kyungsoo lesu.
.
.
.
.
Kyungsoo berjalan perlahan ke arah gerbang sekolahnya, langkahnya terhenti saat melihat sosok Suho tengah memainkan ponselnya sambil bersender di pintu mobil. Kyungsoo melihat keadaan disekelilingnya banyak siswa perempuan yang mencuri-curi pandang ke arah calon tunangan ini.
"Oppa" panggil Kyungsoo, Suho yang sedang memainkan ponselnya menegakan punggungnya dengan cepat, ia menampilkan senyum termanisnya untuk Kyungsoo.
"sudah lama menunggu?" tanya Kyungsoo, Suho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "sedikit" jawabnya sambil tersenyum, tak lama kemudian ia segera membukakan pintu mobil untuk Kyungsoo.
"mian" gumam Kyungsoo pelan saat ia sudah duduk disebelah kursi kemudi yang ditempati Suho.
"maaf untuk apa?" tanya Suho "membuat Oppa menunggu" ucap Kyungsoo lagi, tangan Suho terulur untuk mengusak rambut Kyungsoo "itu tidak masalah" ujar Suho sambil tersenyum ia segera melajukan mobilnya.
Luhan kini sedang duduk di bangku taman sekolahnya seorang diri, pertandingan basket Jongin akan dimulai sekitar satu jam lagi dan yeoja bermata rusa itu tidak tahu harus berbuat apa tanpa Kyungsoo. Jika Jongin tidak bertanding hari ini seharusnya Luhan sudah pulang bersama Kyungsoo.
"hei" suara berat yang Luhan amat kenal terdengar, itu suara Jongin.
"Kai Oppa" ucap Luhan sambil tersenyum menatap Jongin "kau sedang apa disini? Dimana Kyungsoo?" tanya Jongin sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan kekasihnya.
"Kyungsoo sudah pulang, dia di jemput Suho Oppa"
"Suho hyung?" tanya Jongin setengah memekik, ia terdiam beberapa detik berpikir kenapa Hyungnya itu sampai menjemput Kyungsoo.
"apa mereka mau pergi ke suatu tempat?" tanya Jongin kembali, "aku tidak tahu mereka akan pergi kemana tapi Kyungsoo memberitahuku bahwa dia akan pergi ke pesta yang Oppa maksud nanti malam, dia akan pergi dengan Suho Oppa" Luhan terdiam melihat raut wajah menerawang Jongin.
"Oppa…" Jongin tersadar dari ketertegunannya.
"Oppa bisakah kita pulang bersama nanti?" tanya Luhan, Jongin mengernyitkan dahinya. Seolah mengerti dengan kebingungan pemuda didepannya Luhan kembali melanjutkan ucapannya "eomma dan appa pergi ke Cina, aku memutuskan untuk menginap di rumah Kyungsoo selama satu minggu kedepan" jelas Luhan dengan wajah cerianya, Jongin hanya mengangguk tidak lama kemudian dia pamit undur diri karena sebentar lagi akan ada pengarahan dari manager Basketnya.
Kyungsoo turun dari mobil yang dia tumpangi bersama Suho, dia mengusap lengannya mencoba mengahangatkan tubuhnya yang menggigil karena hawa dingin musim gugur. Kedua bola matanya menjelajah melihat gedung berlantai dua dengan desain yang terlihat cantik dari luar.
"kajja" ajak Suho pemuda tampan itu menggandeng lengan Kyungsoo, mengajaknya untuk masuk.
Kyungsoo mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru ruangan yang tengah ia tempati, banyak baju disana sini. Ia hanya terdiam dan menurut ketika Suho mengajaknya untuk naik ke lantai dua. Seorang wanita cantik berperawakan tinggi datang menghampirinya.
"kau sudah datang…" ucapnya lembut sambil tersenyum kearah Suho, "kau pasti Kyungsoo" tebaknya sambil menatap Kyungsoo dengan ceria. Kyungsoo beralih menatap Suho mencoba meminta penjelasan dan pemuda tampan itu segera memperkenalkannya.
"dia anak dari teman eomma, namanya Lee Hyora" ucap Suho, Lee Hyora dan Kyungsoo pun saling berjabat tangan memeperkenalkan diri.
.
.
.
.
.
"Hei kau baik-baik saja?" Jongin mengangkat telapak tangannya memberikan isyarat bahwa dirinya baik-baik saja. Chanyeol membatin melihat sikap Jongin sore ini kenapa teman satu timnya itu tidak terlihat fokus dengan permainannya. Biasanya Jongin hanya satu atau dua kali gagal memasukan bola kedalam ring tapi untuk kali ini dia melakukannya lebih dari lima kali.
Tidak terlalu banyak orang yang datang untuk menonton kali ini. Selain bukan ajang resmi, pertandingan inipun hanya dperuntukan untuk latihan dan ajang persahabatan, tapi walau bagaimanapun tim basket dari xoxo highschool tidak mau kalah dengan Sean Highschool yang notabene adalah saingan mereka dalam urusan mata pelajaran.
Priiiittttttt…..
Bunyi peliut panjang menjadi tanda berakhirnya pertandingan, tim dari Sean Highschool lah yang memenankah pertandingan kali ini. Jongin dan beberapa teman-teman satu timnya berjalan keluar lapangan. Jongin bergumam minta maaf kepada beberapa teman-temannya atas permainannya yang terlihat buruk tadi.
"Oppa…" Jongin memutar tubuhnya saat mendengar suara khas perempuan memanggilnya. ia memaksakan untuk tersenyum ketika Luhan datang menghampirinya dengan raut wajah cantiknya yang terlihat ceria.
"untuk Oppa" Luhan mengulurkan lengannya untuk memberikan satu botol minuman kepada Jongin.
"terimakasih" ucap Jongin, pemuda itu kemudian meminumnya. Luhan masih mempertahankan senyum diwajah cantiknya kedua pipinya merona hanya karena melihat sosok pemuda didepannya terlihat begitu tampan dan….
"sekali lagi terimakasih" gumam Jongin,
"dan maaf untuk pertandingannya aku tidak bisa mengalahkan mereka" ucap Jongin tersenyum kecut. "gwenchana…" ucap Luhan menenangkan.
"sudah sore, sebaiknya kita pulang" ujar Jongin, ia meraih tangan Luhan dan menggandenganya untuk masuk keruangan clubnya.
.
.
.
Sepanjang perjalanan dari halte menuju rumah Kyungsoo, Luhan terus tersenyum dan meremas kedua lengannya sesekali ia melirik pemuda tinggi yang berjalan beriringan disebelahnya. Betapa bahagianya dia hari ini, sesampai dirumah Kyungsoo Luhan akan memberitahu tentang kemajuannya dengan Jongin.
Luhan menekan pintu bel rumah Kyungsoo beberapa kali, tidak sampai beberapa menit lamanya ia menunggu akhirnya pintu pagar rumah sahabatnya terbuka. Luhan segera menuju kamar Kyungsoo ketika Ryewook menyuruhnya.
Kyungsoo terlonjak kaget ketika melihat Luhan masuk kedalam kamarnya, yang benar saja dia baru mandi dan sahabatnya itu tidak mengetuk pintu terlebih dulu. Untung saja dia belum melepaskan handuknya.
"hah lelah sekali…" desah Luhan sambil menghempaskan tubuhnya diatas ranjang Kyungsoo. Kyungsoo berjalan menghampiri lemari dan gadis mungil itu kembali setelah memakai bajunya.
"mandi dulu sana…" titah Kyungsoo sambil mengulurkan handuk baru untuk Luhan, sebelum Luhan menerimanya ia menarik Kyungsoo untuk duduk diranjang. Kyungsoo terdiam ketika melihat raut wajah bahagia Luhan.
"Apa?" tanya Kyungsoo, Luhan masih mempertahankan senyumnya "aku senang sekali hari ini" lengkingnya membuat Kyungsoo benar-benar bingung dengan sikap sahabat cantiknya ini.
"aku mandi dulu…" ujar Luhan, Kyungsoo terdiam sambil memandang kepergian Luhan.
'apa Jongin memenangkan pertandingannya?' batin Kyungsoo bertanya, ia beranjak dari ranjang kemudian mendekati jendelanya. Dengan ragu dia menyibak gordennya, ia cukup terkejut ketika melihat kekasihnya kini sedang berdiri di balkon dengan pandangan lurus menatap tepat ke matanya, kenapa terasa sakit saat melihat tatapan berbeda kekasihnya. Kyungsoo melihat Jongin tersenyum kearahnya, dan belum sempat Kyungsoo membalasnya kekasihnya itu sudah kembali masuk.
.
.
.
Taemin tersenyum melihat penampilan putra pertamanya, sambil merapikan simpul dasi putranya ia menyuruhnya untuk menemui Jongin yang saat ini masih berada didalam kamar.
Suho berdiri tepat di bingkai pintu kamar adiknya, ia mendesah pelan ketika melihat adiknya belum bersiap-siap untuk pergi ke pesta malam ini. Satu stel pakaian yang sudah lengkap masih menggantung di tree coat.
"kau tidak mau ikut?" tanya Suho, Jongin terlihat acuh tak acuh pemuda tan itu terlihat asik dengan ponselnya.
"cepat pakai baju mu, appa sudah menunggu dibawah" titah Suho, Jongin kini menatapnya dengan tatapan tidak suka.
"hyung membawa Kyungsoo kemana?" Jongin menghentikan langkah Suho yang baru saja mencapai pintu. Hendak keluar.
"hanya kebutik" jawabnya tanpa menoleh ke arah Jongin. "aku tidak tahu sampai sejauh mana usaha Hyung untuk membatalkan perjodohan ini, tapi sepertinya Hyung memang menginginkan perjodohan ini." ujar Jongin.
"apa benar?" tanya Jongin lagi, pemuda tan itu berdecih singkat melihat kakaknya yang hanya berdiam diri.
"bagaimana jika itu benar? Kau tidak bisa melakukan apapun, kau pikir hubungan mu dengan Kyungsoo akan disetujui oleh eomma appa? Dan aku harap kau tidak terkejut dengan ini… pernikahan ku dengan Kyungsoo akan dilaksanakan bulan depan"
Suho meninggalkan Jongin yang kini terpaku ditempat. Suho sudah memikirkannya kedapan nanti, dia tahu hubungan dengan adiknya ini tidak akan berjalan seperti dulu lagi.
.
.
.
TBC
AN
halo semuanya, maaf atas ketidakpastian author menyebalkan ini, aku bener-bener sibuk sama tugas sekolah. dan sebelumnya untuk readers yang nunggu lanjutan ABM tunggu aja yah ( mingu-minggu ini aku dikejar tugas dan banyak hal yang harus diselesaikan) senin depan aku ngadepin uas mohon doanya yah...
Happy b'day buat Chanyeol, wish you all the best buat oppa . oh iya aku mau tanya, siapa yang disini ngesihp Chansoo?
aku punya fanfic oneshoot dan pairingnya Chansoo, apa kalian mau baca?
last...
thank you, maaf kalau chapnya gak memuaskan.
bye~
