Update...! Ketemu lagi sama saya! Udah ah, Author lagi males nulis, jadi langsung CEKIDOT~
Disclaimer: Crypton Future Media, Yamaha.
~~~
Chapter 3
Di saat bersamaan, Len lagi adu mulut sama Rinto.
"Lho harus tanggung jawab!"
"Emang gue ada salah apa sama lho?!"
"Secara, minuman gue ada di kamar lho ama Lenka, dan satu hal yg pasti, LHO PASTI MINUM ENTUH JUS KAN!"
"LHO NGGAK LIAT HAH! GUE MINUM JUS JERUK BUKAN JUS PISANG LHO!"
"KALAU EMANG GITU, KENAPA BOTOL JUS PISANG GUE ISINYA UDAH KABUR SEMUA?!"
"LENKA YANG MINUM TOLOL! Au ah, susah ngomong ama lho!"
Apa sudah berakhir?
Jawabannya-
"LHO TETEP HARUS TANGGUNG JAWAB!"
-belum. Len memang lagi semangat adu mulut hari ini(bukan adu mulut yang itu, ya...).
"HAH! KAN GUE UDAH BILANG BUKAN GUE YANG MINUM!"
"Yah sama aja..."
"Apanya yg sama?"
Nada bicara mereka mulai mengecil (abis suara ya?)
"Lenka itu kan adik lho...-"
Rinto ngangguk nggak niat.
"-sekaligus kembaran lho." Lanjut Len.
"Ya emang adik kembar gue, emang apa hubungannya?"
"Sebagai seorang 'kakak' yg baik, lho harus bantu dia untuk bertanggung jawab atas jus pisang gue..."
"Emang Rin pernah ngelakuin yg lho omongin tadi?"
"Kenapa lho malah ngomongin Rin?"
"Secara, lho berdua itu juga kembar, dan sebagai adik, apa lho pernah dilakuin gitu?"
Len mengingat beberapa kesalahannya, dan Rin diminta bertanggung jawab karena ia seorang kakak, dan apa jawaban Rin waktu itu.
'Emang gue pikirin, dia yg salah juga kok, bukan gua'. Itu jawaban Rin, tapi Rin tetap mau membantu walaupun sedikit.
"Nggak sih, hehe..."
"Cih, ya udah deh. Lho mau apa sebagai gantinya?"
"Beli'in lagi di supermarket"
"Oke"
Adu mulut selesai. Rinto sudah pergi. Yang lain belum bangun aka masih tidur(ya iyalah). TV nggak ada acara bagus. Makanan nggak ada(ada, tapi serba negi). Jadwal rekaman nggak ada. Minuman dah abis. Kerjaan nggak ada *kasian banget hidup lho*. Satu kata, 'bosan'. Len lalu pergi ke dapur lagi, ketemu Miku dibawah meja.
"Miku-nii, ngapain?"
"Nunggu makanan dateng"
"Bosen ya?"
"Iya"
"Lho pergi bangunin yg belum bangun aja..."
Len naik lagi kelantai dua. Misinya adalah bangunin semua orang yg belum bangun. Pertama, Len bangunin temen segrup nya dulu. Len jalan lurus kedepan, lalu belok kanan.
TOK... TOK... TOK...
"Siapa?"
"Len"
"Oo"
"Bangun woy! Dah siang nih"
"Makanan nya udah ada?"
"Ada kok dibawah(bohong)."
"Oke, benter lagi gue turun"
Len meninggalkan kamar yg ada di depannya. Lurus, belok kanan, belok kiri, dan berhenti di sebuah kamar yg serba ungu.
"Woy, bangun!"
"Woy, lho udah bangun belom?!"
"Belom, gue masih di alam mimpi"
"Bentar lagi juga gue bangun"
Len meninggalkan kamar didepannya lagi. Lalu berjalan keruang keluarga. Disana ada Rin yg baru pulang.
"Kak, masak'in makanan, laper..!" Kata Len. Rin hanya tersenyum dan berjalan ke dapur. Lalu ada Kaito baru turun bareng Luka, Gakupo dan Meiko yg kalau dilihat dari pakaian nya, seperti mau ke luar rumah.
"Len, mau ikut?" Tanya Luka.
"Ke mana?"
"Restoran, laper nih nggak ada makanan..."
"Nggak usah, makasih. Rin udah masakin makanan kok di dapur"
Semua mata mahluk disana langsung melotot ke arah Len.
"Gue gak jadi ikut" Kata Kaito langsung meleset ke dapur.
"Gue juga"
"Aku juga gak ikut ah"
"Ya udah deh, gue juga gak ikut"
Semua langsung ke dapur, minta Rin masakin makanan buat mereka.
TING... TONG...
KRIEET
"Tadaima!"
"Jawab kek..."
"Emang gue kakek lho! Mana jusnya?!"
"Nih"
"Dikit amat!"
Rinto cuek aja, langsung kedapur.
"Rin, masakin gue juga ya?"
"Oke"
Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan ini bakal menjadi makan malam besar. Semua anggota turun dan duduk di meja makan, menunggu makanan datang.
"MAKANAN MALAM SIAP!"
"YEY" Teriak semua.
Tapi mereka bakal protes satu satu.
"Kok nggak ada terongnya?"
"NEGI NYA MANA?!"
"Kok minumannya bukan sake?"
"Ikan tuna?"
Tau kan siapa aja yg protes... Kalau yg nggak protes itu berarti makanan nya masih normal. Dan bagaimana Rin menanggapi protes protes tersebut?
"!"
Len berdiri dari kursinya lalu mendekati Rin, menepuk punggung nya pelan sekedar menenangkannya.
"Kalau nggak mau makan atau makanannya nggak sesuai selera kalian, kan tinggal nggak usah dimakan aja! Susah banget sih!" Len angkat bicara. Yang protes pada kicep. Yang lain udah selesai makan.
Rin membawa makanannya dan berjalan kekamarnya. Len ikut dibelakang. Meninggalkan mahluk mahluk yg pada protes tadi. Tapi akhirnya mereka makan juga kok (nyadar kali ya?).
Yah, akhirnya mereka semua nyadar kalau ada orang yang mau repot repot masakin mereka makanan.
~ END ~
Maaf kalau akhirnya Gaje, hehe... Yuki buat Fanfic ini juga karena bosen. Karena itu, berikan tanggapan, kritik, dan saran kalian... Saya akan menerimanya sebagai pelajaran.
~ REVIEW ~
