~rubah~

Sumarry : kemalasan ku memandang orang lain membuatku tak mengetahui sebuah masalah yang sangat perih. kenyataan sebuah persahabatan yang koyak membuatku ingin mengembalikan ikatan itu...

chapter 2

pairing : Araragi koyomi X senjougahara Hitagi X oikura sodachi

Rate : T

genre : friendship, romance

disclaimer : Nisio Isin

anime : monogatari series

kamar kediaman Araragi

"kita hanya teman"

bayangan senyuman nya membekas di benak ku. Kejadian di sekolah tadi membuatku benar benar tak habis pikir.
sudahlah aku lelah lebih baik ku baringkan diriku di tempat tidurku.
dengan kamar sederhana penuh dengan barang barang warna kuning kesukaan ku membuatku nyaman. Sesuatu yang aman di rumah ini.

"onii-chan.. turunlah.. waktunya makan malam" teriakan adik ku paling kecil membuatku benar benar pusing. Araragi tsukihi, gadis smp ketika di rumah selalu menggunakan kimono khas Kyoto

"onii-chan.. turunlah.. ibu dan ayah menunggu…" teriakan satunya lagi yang paling mengganggu ku, adik tertua ku. Araragi Karen. Sangat berbeda jauh dari adik nya. Kebanyakan dalam diri Karen seperti laki laki, mungkin ini disebut tomboy di kalangan remaja.

di saat ini aku tak kan menjelaskan lebih rinci tentang adik adik ku. Karena ku menyerah dengan suara teriakan adik adik ku. Aku pun turun dan berkumpul di meja makan. Dan saat ini juga tak ada yang perlu di ceritakan
karena saat ini. Kehidupan biasa seperti keluarga pada normalnya.

keesokan harinya

"ittekimasu.." ucapku sembari keluar rumah menuju sekolah

"itterasai.. onii-chan" bersamaan Tsukihi dan Karen di depan rumah mengantarkan ku berangkat sekolah. Teriakan adik adik ku seperti ini membuatku sedikit bersemangat walau pun hanya sedikit. Mungkin ini yang disebut dengan Siscon.

berjalan santai ku menyusuri jalan yang sama dari hari ke hari. Dan juga kemungkinan menjadi jalan yang sama akan ku lalui selama 3 tahun ini. Jarak dari rumah ke SMA Naoetsu lumayan jauh, tapi ini ak membuatku untuk bangun pagi agar diriku tidak terlambat.

Persimpangan jalan ku melihat seseorang dengan seragam sama dengan ku. Murid sama di SMA Naoetsu, kebetulan ku mengenalnya, tapi haruskah aku menyapanya.

"oey.. senjougahara.. ohayou gozaimasu" ku berlari agak cepat untuk mendekatinya. Gadis itu pun berhenti dan menoleh ke aku.

"ah.. ternyata seekor kera tak berbulu memanggilku di pagi hari ini" ucapnya dengan wajah datar dan tatapan yang dingin

"uagghh.." terkejut apa yang dikatakan nya membuatku jatuh ke trotoar dengan tidak keren sama sekali.
"etto.. senjougahara, maaf jika mengganggu" ucapku sembari berusaha berdiri
"ah.. tidak apa apa, aku sudah terbiasa di ganggu para kera tak berbulu setiap harinya..tapi hari ini cukup berbeda" ucap nya lagi. Sifatnya dengan blak blak an membuatku agak terganggu juga. Tapi mau gak mau itulah sifatnya

"sebelumnya senjougahara… kita usaikan dulu nama panggilan kera tak berbulu menjadi nama Araragi.. namaku araragi koyomi. Kita sudah sekelas kan, jadi tidak salah nya jika memanggil nama masing masing" ucapku menjelaskan ke senjougahara dengan terburu buru

"untuk apa aku memanggil namamu.. kau ingin selangkah lebih dekat dari ku? Sepertinya kau menyerah saja.. itu hanya ada di mimpimu"

sial, lama kelamaan ini membuat kesabaranku habis haruskah aku mengikatnya dan memasukan dia ke dalam gudang dan melakukan pelecehan kepadanya. Bodoh.. mana mungkin aku melakukan itu..

"sudahlah.. kera tak berbulu sebaiknya kita bergegas ke sekolah sebelum bel masuk berbunyi" lanjutnya dan dia mulai melangkah di depanku menuju sekolah

selama perjalanan ke sekolah suasanya menjadi sangat sepi dan suram. Sesekali ku melirik wajahnya namun dia tetap saja memasang wajah yang sama.
"senjougahara.. ada apa kau dengan oikura sodachi?" tanyaku coba memecah keheningan
"ah.. si oikura ketua kelas itu? Dia dan aku satu sekolah waktu smp dulu" cepatnya. Sangat cepatnya dia menjawabnya. Seakan akan senjougahara mengucapkan nya tanpa berfikir dahulu.

"araragi.. mengapa kau menanyakan itu" timpalnya lagi. Tidak pasti dia akan bertanya seperti itu, aku harus mengatakan apa.
"kemarin, aku melihat senjougahara berbicara dengan oikura" jawabku
"ohh~" balasnya singkat

ehh.. hanya itu. Dia berkata dengan hemat sekali, jawaban singkat yang membuat beberapa orang merasakan kesal. Aku pun juga sama..

tak terasa percakapan singkat itu sudah mengantarkan aku dan senjougahara di dekat sekolah.
kami bersama sama memasuki kelas dan masing menuju meja nya masing masing

"araragi-kun.. ohayou" terdengar suara dari belakangku seakan menyapaku, terlihat oikura tersenyum lembut ke arahku dari arah pintu masuk kelas 1-A

"ohayou.. oikura.." balasku sembari melambaikan tangan kearah oikura. Oikura berjalan melewatiku dan menuju tempat duduk nya dan terlihat dia menyiapkan buku untuk pelajaran sebentar lagi.

seperti nya aku juga harus mempersiapkan diri. Pelajaran matematika sebentar lagi. Salah satu pelajaran. Eh.. maksudku satu satunya pelajaran yang ku suka.
tapi aku masih penasaran ada hubungan apa antara senjougahara dan oikura, lain kali saja aku mencari tahunya.

aku merasa sebuah masalah yang unik diantara mereka. Dan juga lumayan juga dari pada ku hanya bermalas malasan saja

to be continue