~rubah~

Sumarry : kemalasan ku memandang orang lain membuatku tak mengetahui sebuah masalah yang sangat perih. kenyataan sebuah persahabatan yang koyak membuatku ingin mengembalikan ikatan itu...

chapter 3

pairing : Araragi koyomi X senjougahara Hitagi X oikura sodachi

Rate : T

genre : friendship, romance

disclaimer : Nisio Isin

anime : monogatari series

.

.

.

.

bayangan terang cukup menyilaukan ku. Seberkas cahaya kan menghangatkan kuu. Kenangan 8 tahun sebelumnya masih membekas
"koyomi.. bisa kau mengerjakan ini?" sosok mungil menyenandungkan suaranya sembari menunjuk kumpulan rumus rumus matematika di lembaran buku ku

8 tahun lalu, saat ku masih duduk di bangku sekolah SD kelas 4. Kegiatan ku selama liburan musim panas hanya mengikuti seorang gadis menuju reruntuhan rumah tua. Hari demi hari begitu menyenangkan. Menikmati waktu bersama nya dan saat dya menjadi guru sesaat

mataku sungguh silau. Ku pertajam mataku coba melihat lebih jelas sosok di depan. Percuma, hal itu malah lebih menyilaukan dari sebelumnya
ku coba gapai dia dan mulai mengucapkan sesuatu "heyy…" tiba tiba

" ARARAGI-KUN!" muncul suara cukup keras di telingaku
"ARARAGI-KUN.. SAMPAI KAPAN KAU MAU TIDUR!" lanjut suara itu. Kucoba gapai kesadaranku dan..

ah tidak aku ketiduran di kelas. Terlihat jelas wajah kagenui yuzuru sensei di depan mejaku dengan perempatan urat penuh rasa kesal kepadaku di pelipis nya
"etto.. gomen sensei.." hanya itu yang terucap di bibirku
"araragi-kun.. aku mengerti jika pelajaranku membosankan.. tapi bisakah kau tidak tidur di waktu aku mengajar?" lanjut kagenui-sensei berucap

tak ada lagi alas an yang kubuat agar sedikit meringankan kesalahan ku di depan kagenui sensei. Pasalnya sang kagenui-sensei seorang guru cukup lama di SMA noaetsu ini yang bertugas sebagai guru pengajar mametika. menurut kabar angin yang bertebaran. sensei termasuk dalam 7 keajaiban SMA noaetsu ini

tahun kemarin ada sekelompok murid berandalan pernah mengacau di kelasnya dan berakhhir babak belur, pikiran pertahanan diriku pun aktif memberitahuku agar tidak membuat masalah untuk waktu ini.

dengan diam dan seolah olah mendngarkan ceramah dari sensei akhirnya masalah ini selesai. Dia pun berjalan menjauh dari depan mejaku dan melangkah ke papan tulis untuk melanjutkan pelajaran yang di berikan nya

sempat ku berfikir. Sebelumnya itu hanya mimpi, bayangan bayangan mungil itu hanya mimpi atau pecahan ingatan ku. Aku pun kurang yakin hal itu.

dengan memandang ke luar jendela ku tetap memikirkan nya. Apakah kelanjutan setelah akhir liburan musim panas itu. Mungkin hanya akan menjadi 7 misteri versi hidupku sendiri.

perjalanan pulang

"araragi-kun.." panggil seseorang dari belakang ku
"oikura.. konichiwa' sapa ku ke oikura. Sungguh jarang sekali aku melihat oikura sang ketua kelas ada di jam jam pulang seperti ini. Biasanya dia selalu sibuk dengan komite komite sekolah.

"konichiwa.. araragi-kun.. kau pulang kearah sini?" Tanya oikura dengan mengibaskan rambut twin tail-nya . ku lihat kedua tangan nya penuh akan barang bawaan nya
dengan tangan kanan membawa tas sekolah nya dan tangan satunya lagi membawa beberapa kantung bahan makanan

"yup. Aku kearah sini.. setelah persimpangan dua blok dari sini itu rumahku" jawabku dengan senyum ramah
"dari belanja ya oikura?" tanyaku
"iya araragi-kun.. sepertinya ku ingin makan sesuatu malam ini" ujar oikura dengan menunjukan barang bawaan nya

"hmm begitu ya.. semangat oikura" coba ku beri dia semangat
"ah.. maaf araragi kun.. aku harus pulang cepat malam ini, sampai besok disekolah ya" uh.. padahal baru sebentar bertemu. Ternyata di main pergi aja. Melihat oikura berjalan menjauh dan mehlang di persimpangan di depan. "mungkin ku tanyakan lain kali.." batinku

"ada apa Murahragi san" muncul lagi suara imut seperti suara anak Sd dengan muka yang sangat gemesin tapi sikapnya yang menyebalkan.

"nah.. hachikuji… jangan buat nama ku menjadi produk bahan makanan pembuat roti, namaku araragi" yup dia adalah hachikuji, hachikuji mayoi seorang murid Sd pemberani yang gara gara dia berani melawan penjahat sekarang membuatnya terlalu dekat denganku. Dan cerita itu seharusnya tak ku ceritakan saat ini, tapi yang pasti….
dia sangat menjengkelkan

"maaf.. gak sengaja.." balas hachikuji dengan wajah menggemaskan yang sengaja dibuat buat.
"tidak.. kau terlihat sengaja.." ucapku lagi menahan rasa gemasku ke padanya, disisi lain aku merasa dia memang sengaja
"maaf, beneran gak sengaja loh… araragi sayang :* " tidak.. sekarang dia menjawab seperti dia pacarku saja dan lihat pose yang dia buat. Seakan akan ia meminta aku memakan nya dan menelan nya tanpa ku kunyah terlebih dahulu

"araragi san.. sepertinya belakangan hari terakhir kau cukup gelisah" kata katanya menyadarkan ku dari lamunan yang berbahaya tentang dirinya
meskipun dia masih sd, dia seperti sudah tau segalanya. Sudah berkali kali ku cerita apa yang kurasakan dan dia menanggapinya seperti dia mengerti. Mungkin ini yang dimaksud dewasa pada usia dini

bagaimanapun juga aku tak mungkin selalu menceritakan semua nya pada nya "nah hachikuji.. kau tidak merasa berat memakai tas sebesar itu?" tanyaku ke hachikuji, pasalnya setiap hari hachikuji selalu menggendong tas besar berwana merah mudah bermotif anak burung. Jika dilihat sekilas dari samping dia seperti seekor siput lengkap dengan rambut twintail menyerupai antenna tersebut.

"ah tas ini araragi san? Isi tas ini cukup beragam, tak hanya buku pelajaran bahkan baling baling bamboo dan pintu kemana saja ada di dalam nya loh.." jawab hachikuji dengan mempraktekkan penjelasannya seperti seorang ilmuan abad 21

"maksudmu hachikuji.. apa tas mu ini seperti kantong ajaib nya dora*mon" jawabku agak kesal dan membalas seperti seorang nobi*a di serial kartun dora*mon

"haha.. kau tak perlu memikirkan nya araragi san" ah tunggu.. kenapa dia tertawa dengan lelucon garing seperti ini.

"ah iya araragi san.. tadi itu pacarmu ya?" lanjut hachikuji
"siapa, ah tadi si oikura?" tanyaku coba memastikan pertanyaan nya
" bukan.. dia ketua kelas ku.." jawabku
" wah araragi san.. kau tetap masih sendiri ya.. apa tidak kesepian nih di malam minggu" uhh.. sial perkataan nya sungguh menyayat hati. Kebenaran yang di ucapkan itu sungguh tepat sasaran.

selama lebih 16tahun atau sampai ku duduk di bangku sma ini aku sama sekali tidak pernah memiliki seorang pacar
"apa araragi san menjadi gay dan penyuka sesame jenis" lanjut hachikuji
"oey oey.. tidak seperti itu juga hachikuji.. bagai manapun juga aku masih suka sama lawan jenis.. mana mungkin aku menyukai sesame jenis.." sangkal ku. Sudahlah aku tidak ingin percakapan ini di lanjutkan. Bisa bisa diriku beneran menjadi pecinta sesama jenis..

akhhhh.. kenapa aku memikirkan nya terlalu dalam. "uh.. hachikuji.. sudah sore.. harusnya kau pulang.. nanti tsunade san mencarimu" ucapku coba untuk mengganti topic pembicaraan
"ah iya.. aku lupa, ibu malam ini masak kare. Araragi san. Aku ijin pulang duluan, sampai besok ya" dengan membungkuk hormat sopan hachikujipun berlari pergi pulang ke rumahnya

tunggu, tadi aku bertemu dengan oikura. Kenapa aku tidak menayakan padanya.
sekali lagi hari ini, aku tidak ada kemajuan tentang hal oikura dan senjougahara. Ku coba esok saja ku tanyakan dia.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

to be continue