"Bersiaplah, aku akan menjemputmu."
Masih hangat dalam ingatan Naruto bagaimana ia tersenyum bahagia saat membaca pesan tersebut.
Naruto merasa begitu bersemangat membayangkan ajakan kekasihnya. Bayangan tempat-tempat romantis berkelebatan dalam benaknya.
Tak butuh waktu lama untuk Naruto mendengar bel rumahnya berbunyi.
Sedikit berlari, Naruto meraih gagang pintu dan dengan cengiran lebar ia menyambut seorang pemuda yang berdiri angkuh di depan pintunya.
Begitulah perasaan mendebarkan satu jam lalu yang ia rasakan.
Namun kini, sejauh sapphirenya memandang yang terlihat hanyalah ruang kerja dengan Sasuke yang duduk begitu menawan di balik meja kerjanya.
"Apa aku mengecewakanmu?" tanya Sasuke dengan onyx yang tetap berkutat pada berkas di mejanya.
"Tidak." balas Naruto singkat.
Setelahnya, ruangan kembali hening. Naruto menghela nafas lelah dan semakin menyandarkan tubuhnya pasa sofa yang kini ia duduki.
"Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu, Naruto." bisik sebuah suara tepat di telinga kanan Naruto hingga membuat sang empu menggelinjang geli.
Naruto merubah atensinya pada Sasuke yang membawa kue dan sebotol anggur.
"Maaf, membuatmu terjebak denganku. Dan, aku tidak menyesalinya." ucap Sasuke dengan senyum yang menggetarkan hati Naruto.
"Happy Anniversary, Naruto." lanjutnya kemudian.
'Bukankah, bahagia itu sederhana? Tidak perlu tempat mewah maupun hadiah sebagai simbolis. Hanya bersama Sasuke, semua terasa indah' inner Naruto dalam senyumnya.
