Manga and Anime Naruto belong to Masashi Kishimoto.

This drable mine.

Dedicated for #SasuNaruIndonesia, #PreventEdupad

.

I just own the story, and this drable just fiction for fun. I don't take any profit.

.

Memiliki kesenangan memang hal yang wajar, tetapi akan menjadi tak wajar jika kau sampai melupakan kesenanganmu yang lain. Terutama kesenangan yang bisa berbicara dan merajuk.

Di hadapannya kini berdiri pemuda pirang yang sedang bersedekap dada. Si pirang bahkan juga membuang muka. Sasuke membersihkan kerongkongannya, berharap mendapat perhatian.

"Naruto, berhentilah merajuk. Ini pilihan yang tidak seimbang." baritone Sasuke menembus gendang telinga Naruto, menyebabkan kedutan pada pelipisnya.

"Kau harus bisa tegas dengan pilihanmu. Pilih aku atau dia!" intonasi Naruto mulai meninggi, kesal dengan raut keraguan sang kekasih.

"Kalian sama pentingnya untukku." sahut Sasuke meyakinkan.

Naruto menoleh cepat memandang onyx Sasuke. "Jika kita sama pentingnya, kau tidak akan membuatku menunggu selama tiga jam di anniversary kita! Demi Tuhan, Sasuke! Sekarang hari spesial kita!" Naruto kehilangan kendalinya.

"Maafkan aku,"

"Cukup." sela Naruto. "Kau, silahkan berkencan dengan tomat-tomatmu. Aku menyerah." lanjut Naruto kemudian beranjak dari tempatnya.

"Naru, sekarang sedang musim panen. Aku tidak bermaksud menduakanmu, tapi sebuah keharusan memastikan tomatku dipetik dengan baik." jelas Sasuke seraya mengikuti langkah cepat kekasihnya.

"Terserah saja, Teme! Jangan hubungi aku sampai aku menghubungimu." tegas Naruto yang kemudian menghilang dari pandangan Sasuke.

Meninggalkan Sasuke yang termangu di pinggir jalan. "Apa salah tomatku. Kenapa Naru semarah itu." desah Sasuke bingung.

~OWARI~