Main Cast : Park Jimin & Min Yoongi

Suport Cast : Member BTS & Other

Genre : Drama, Romantic, Hurt/Comfort

Happy Reading ^^

.

.

.

.

Pagi itu yoongi bergegas ke rumah sakit, hari ini hari pertama yoongi berkerja di rumah sakit, jimin juga bersiap-siap karna ada kelas pagi.

"jimin jika kau pulang, beri tahu aku , aku akan menjemput mu"

"tidak usah hyung, pulang nanti aku akan bertemu V dulu"

"ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan"

"kau juga hyung"

.

.

.

.

Saat itu yoongi sedang istirahat, dia membeli sekaleng minuman dingin lalu duduk di kursi dekat taman rumah sakit, tiba-tiba seseorang mendekatinya dan menyapa yoongi, yoongi mengenali orang itu dia namjoon.

"apa yang kau lakukan disini?" tanya yoongi

"apa berat bekerja di rumah sakit" namjoon melihat yoongi sangat tidak semangat , energi nya seperti di kuras habis

"tentu saja, lihat orang-orang itu mereka tidak normal dan bayangkan aku mengurusi mereka setiap hari "jawab yoongi

"harusnya kau membuka praktek pribadi seperti ku..." ledek namjoon

"Aku akan melakukannya jika ini bukan ke inginan ayah ku, mungkin dari awal aku akan masuk fakultas psikologi dan menggambil profesi psikolog atau bahkan bukan hal yang berhubungan dengan ke jiwaan" jawab yoongi malas

"jadi... apa yang kau lakukan disini"

"ah aku... hanya ada urusan dengan hoseok"

"hoooh..."

"bersemangat lah kawan"namjoon tertawa dan menepuk bahu yoongi

"aku harus pergi" yoongi hanya mengangkuk dan melambaikan tangan

"haaah~ ...hari yang panjang"

.

.

.

.

.

.

Yoongi sampai di apartemen dan tidak menemukan jimin di manapun

"ah mungkin dia belum pulang" yoongi melempar badannya ke kursi

"aku lelah" gumamnya

Tak lama yoongi terlelap, saat dia bangun apartemennya masih gelap, hari sudah malam tapi jimin belum juga pulang, yoongi mengecek ponsel nya tapi tidak ada satu pesan pun, dia pun mencoba menghubungi jimin

"jimin di mana kau, kenapa belum pulang" tanya yoongi

"aku di jalan hyung bentar lagi sampai" tiba-tiba pintu apartemen terbuka dan jimin masuk ke dalam

"kenapa kau baru pulang"

"maaf hyung tadi kelasnya lama"jimin mebuka sepatunya

"dan ada apa dengan tangan mu"tanya yoongi, jimin melihat tangannya sendiri

"ah ini... aku.. aku terjatuh saat pulang tadi" jawab jimin terbata-bata

"kenapa kau sangat tidak hati-hati"jawab yoongi sambil bergegas membawa kotak p3k

"sini aku obati" yoongi dengan hati-hati mengobati luka nya jimin, tapi jimin terus merengek kesakitan

"akh!"

"tahan lah , kau seperti anak kecil, sangat ceroboh"yoongi terus mengoceh dia sangat kesal melihat luka di tubuh jimin, dia sungguh tidak suka jika melihat pacarnya itu terluka, jimin terus meminta maaf karena merasa bersalah telah membohongi yoongi akan hal ini.

"selesai"

"terimakasih hyung" jawab jimin

"hyung apa kau lapar akan kubuatkan makanan"jimin berusaha membujuk yoongi yang sedari tadi memasang wajah kesal dan mereka pun memakan makanannya sambil menonton acara tv.

"jimin..."

"iya?" jimin menengok cepat ke arah yoongi

"kemarin aku melihat ada obat tidur di tas mu, apa ada masalah?" tanya yoongi khawatir

"ani... aku hanya sedikit susah untuk tidur"

"jangan terlalu sering meminumnya, itu tidak baik"

"iya hyung"

.

.

.

.

"Jimin aku lelah, duduk lah disini" yoongi menepuk-nepuk sofa, jimin duduk dan yoongi menyandarkan kepalanya di kaki jimin

"tetaplah seperti ini" yoongi memejamkan matanya

"jimin..."

"iya hyung" jimin yang sedari tadi asik menonton mengalihkan pandangannya kepada yoongi, tiba-tiba tangan yoongi memegang leher jimin dan menurunkan muka jimin sampai muka mereka sangat dekat, hembusan nafas keduanya pun sangat terasa. Detak jantung jimin sangat tidak teratur, mukanya memerah

"a-ada ap-a h-yung" jawabnya tergagap

"saranghae" muka jimin memerah seperti tomat

Chuuu~

Yoongi mencium lembut bibir milik jimin, mata jimin membulat kaget, tapi lama lama jimin menutup matanya, yoongi terus melumati bibi jimin yang tebal itu dengan rajin, jimin terus berusaha melepaskan ciumannya, jimin bukan tidak suka saat seperti ini hanya saja persediaan oksigen di paru-parunya semakin menipis, dia merasa sulit untuk bernapas tapi yoongi tidak peduli dia tidak ingin melepaskan ciumannya tiba-tiba jimin memukul perut yoongi, sampai akhirnya yoongi melepasnya dan terbatuk-batuk lalu tertawa

"apa yang... lucu... hyung..." jimin mengambil oksigen dengan susah payah, napasnya tengengah-engah

"wajah mu jim, wajah mu sangat merah" yoongi tersenyum

"emmh"

tiba-tiba yoongi mencium jimin kembali, yoongi yang sedari tadi berada di kaki jimin merubah posisi mereka dan yoongi berada di atas tubuh mungil jimin, ciuman yoongi berubah jadi liar, lidah yoongi memaksa masuk kedalam mulut jimin, yoongi yang kesal jimin tak kunjung memberi akses, dengan jahilnya dia menutup hidung jimin sampai akhirnya jimin terpaksa membuka mulutnya karna kehabisan nafas , yoongi sempat tersenyum saat bibir keduanya masih menempel, jimin yang memberi akses masuk akhirnya lidah yoongi bermain di dalam jimin, dada jimin terus naik turun dengan cepat, dia sangat membutuhkan oksigen, sedangkan tangan yoongi sibuk memegangi tangan jimin yang terus mencubitinya.

Yoongi terus memaikan lidahnya dengan lidah jimin, akhirnya yoongi melepas ciumannya dan beralih membuat tanda indah di leher jimin, jimin yang terengah-engah terus menghidup oksigen sebanyak yang bisa dia hirup.

"nnnghh" yoongi tiba-tiba menggigit leher jimin, yoongi mengangkat wajahnya dan tersenyum kepada jimin

"hyun-" tanpa memberinya kesempatan berbicara yoongi dengan liarnya kembali melumati bibir jimin itu, dan bermain dengan lidah jimin, yoongi mendapatkan lidah milik jimin lalu dia hisap dengan kuat, jimin menggeliat lidah nya seperti akan di cabut keluar yoongi terlalu bersemangat menghisap lidah jimin. jimin pun kembali membutuhkan oksigen akirnya dia mengangkat kakinya dan memukul milik yoongi, yoongi langsung melepaskannya dan memegangi miliknya sakit.

"Jimin! apa yang kau lakukan" yoongi kaget karena tiba-tiba jimin menendang

"aku butuh bernapas hyung" jawab jimin kesal , yoongi tertawa sangat puas sebari menahan sakit gara-gara tendangan tadi kemudia yoongi turun dari sofa

"ini sudah malam aku akan mandi dan tidur, kau juga jimin"

"hyung saja dulu, aku menyusul" jawab jimin masih kesal, yoongi hanya melihatnya gemas

Yoongi yang sudah mandi , kembali ke ruang tengah

"jimin cepat lah mandi, tubuh mu bau keringat" yoongi menggoda jimin yang masih kesal, jimin pun bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai mandi jimin pergi ke kamar dan melihat hyungnya telah terlelap, jimin terduduk di kasur dan akan meminum obatnya tiba-tiba tangan yoongi memegangi tangan jimin

"untuk malam ini jangan minum itu"

"tapi hyung"

"aku yakin malam ini kau bisa tidur tanpa itu"

"baiklah"

"jangan kwatir, aku disini tidur lah" jawab yoongi sebari membelai rambut jimin dengan lembut, tidak butuh lama jimin pun tertidur dengan pulas karna merasanyaman akan belaian dari yoongi tak butuh lama yoongi pun ikut tertidur.

"nnngh"

"nghh"

Yoongi terbangun mendengar jimin terus mengigau, yoongi bingung jimin terus mengigau dan tubuhnya basah karna keringat, yoongi terus berusaha membangunkan jimin dia mulai khawatir.

"Jimin!"

"Jimin! bangun!" jimin terus saja mengigau, dia tidak mau bangun

"V..."

"V...!"

"Jimin sadar lah jimin!" jimin pun membuka matanya dan melihat yoongi , napasnya terengah-engah

"jimin ada apa!" tanya yoongi khawatir

"V... Hyung"jimin menatap yoongi penuh ke ketakutan

"itu hanya mimpi buruk sayang tenang lah" jimin masih meberusaha untuk mengambil napas

"V- hyung... V kecelakaan.." yoongi terus memandangi jimin yang terlihat sangat gelisah lalu kemudian yoongi memeluk jimin sebari mengelus-elus punggungnya

"maafkan aku jimin... maafkan aku"yoongi tidak pernah berpikir jika jimin akan bermimpi buruk seperti ini hanya karna tidak meminum obat tidur, yoongi merasa ada yang salah dengan jimin, sesuatu yang membuat jimin sulit untuk tidur, sesuatu yang membuat jimin bermimpi buruk hanya karena tidak meminum obat tidur.

"tenang lah itu hanya mimpi dan ambil napas pelan-pelan , kemudian keluarkan" yoongi terus mengelus punggung jimin guna menenangkannya, akhirnya jimin sedikit tenang napasnya kembali normal

"hyung aku takut" jimin memeluk yoongi

"aku di sini jimin"

.

.

.

.

.

TBC

Akkh ...Apa banget ini ff kkkk Neko baca ampe berkali-kali ko jd begini hahaha*sesat Lol

Neko bikinnya pas lagi gak puasa, jd sah ya xD

^^ yang udah read ngefav follow dan nyempetin ngasih review Arigatou Hontoni Arigatou /bungkukin badan/

sampai ketemu di chap 4 kkkkkk