Main Cast : Park Jimin & Min Yoongi

Suport Cast : Member BTS & Other

Genre : Drama, Romantic, Hurt/Comfort

Happy Reading ^^

.

.

.

.

Seperti biasa setelah Jungkook pulang dari sekolahnya, dia dan teman-temannya berkumpul.

Bukan teman sekolahnya, melainkan teman-teman yang terlihat seperti anak jalanan. Jungkook terkenal mudah akrab dengan siapapun dan dia sering terlihat berkumpul dengan anak-anak yang terkesan nakal ini.

Saat mereka asik mengobrol, tiba-tiba salah satu temannya membisikan sesuatu kepada Jungkook. dia melihat Jimin saat dirinya akan pulang, dia melihat jimin di bawah jembatan dekat sungai, namja itu memberitahu Jungkook ada yang aneh dengan Jimin. Jungkook yang juga merasa aneh dengan Jimin , meminta namja itu untuk mengikuti Jimin.

Jungkook penasaran dengan tingkah Jimin yang dia lihat beberapa hari lalu, itu sangat aneh. Tapi dia pikir untuk tidak memberitahu hyungnya sebelum ada bukti.

.

.

.

.

Jimin yang tidak ada kelas hari ini dia hanya bermalas-malasan di apartemen Yoongi, dan Yoongi baru saja pulang dari rumah sakit. Dia, melepas mantelnya dan duduk di samping Jimin yang sedang menonton tv

"Halo... " tiba-tiba Jimin berbicara dengan seseorang, dia beranjak dari sofa

Yoongi merasa aneh karna tidak mendengar panggilan masuk dari ponsel Jimin

"Ah... kau pergi ke klinik? bagus lah, apa kata dokter" tanya Jimin

"Kata dokter aku tidak apa-apa hyung, hanya sakit kepala biasa"

"Baguslah" jawab Jimin senang

"Sudah kubilang, aku tidak apa-apa hyung. Aku juga hanya di beri obat sakit kepala biasa"

"Mungkin aku sedang tidak fokus" batin Yoongi, sebari terus melihat Jimin. Jimin terus berbicara dengan seseorang di sebrang sana.

Jimin yang merasa terus di perhatikan oleh Yoongi mengangkat tangannya dan melakukan lipsync "what", Yoongi yang sadar akan pertanyaan itu, menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya ke sebuah acara tv. Jimin menutup panggilannya dan duduk kembali di samping Yoongi

"Ada apa hyung kenapa kau melihat ku seperti itu tadi"

"Tidak ada apa-apa" jawab Yoongi

"Ngomong - ngomong siapa tadi" sambung Yoongi

"V...dan dia memberitahu ku, jika dia pergi ke klinik hari ini"

"Klinik? Apa dia sakit"

"V sering mengeluh sakit kepala , aku terus menyuruhnya memeriksakan diri, tapi dia terus menolak. Tapi hari ini, dia bilang dia pergi ke klinik dan dokter bilng dia baik-baik saja"

"Tapi aku tahu dia berbohong, bahkan dia tidak masuk ke klinik itu" sambung Jimin

"Apa kau melihatnya" jawab Yoongi

"Ani... seharian ini kan aku di sini hyung"

"terus..? bagaimana kau tau" Yoongi merasa bingung

"ah itu ... emmm, aku juga tidak tau pasti mungkin feeling.. hee" Jawab Jimin ragu

Yoongi menatap Jimin heran, Yoongi merasa Jimin semakin hari semakin aneh. Setelah kejadian waktu itu banyak pertanyaan yang terus berkutat di otak Yoongi, tapi Yoongi berusaha untuk tidak terlalu mencurigai Jimin.

Yoongi tersenyum mengacak-acak rambut Jimin gemas.

Sebenarnya Yoongi juga penasaran terhadap V, sampai-sampai Jimin sangat peduli seperti itu, dan juga Jimin yang panik saat memimpikan V mengalami kecelakaan.

Itu, sedikit aneh menurut Yoongi, mengingat V orang yang baru jimin kenal selama setahun.

"Bahkan dia tak pernah sepeduli itu saat aku sakit"gumam Yoong, dia memutar bola matanya sebal.

"Sepertinya,, kau harus perkenalkan V kepada ku Jim..."

"Heeh,tentu Hyung... akan ku kenalkan V pada mu nanti..."Jimin tersenyum senang mendengar Yoongi ingin bertemu V

"kau pasti menyukainya Hyung,, dia cepat akrab dan asik" sambung Jimin

"Ah oke oke" Yoongi tersenyum melihat Jimin yang antusias

"Sepertinya kita harus tidur, besok aku tidak libur." Yoongi melihat jam yang menunjukan hampir tengah malam.

.

.

.

.

Hari ini seperti biasa Yoongi sudah tidak ada di apartemen, dia pergi pagi-pagi sekali dan saat siang Jimin pun pergi ke kampusnya.

.

.

Malam itu jimin tidak langsung pulang ke apartemen, jimin melihat seorang namja yang dia kenal saat dirinya baru saja pulang dari kampus. Akhirnya jimin menghampiri namja itu

"Hey" jimin menepuk punggung namja itu

"Ah!...hyung kau mengagetkan saja"

"kenapa hyung ada di sini" sambungnya

"aku baru saja pulang dan melihatmu jadi aku kesini"

"lagi pula apa yang sedang kau pikirkan V... kenapa wajah mu terlihat sangat suram"

"aku hanya sedikit frustasi hahaha" jawab namja itu sebari menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"kenapa"

"pagi ini temanku di pukuli lagi"

"aku sudah sering bicara padanya untuk melawan tapi sepertinya dia terlalu takut untuk melawan, jadi aku khawatir setiap dia tidak bersamaku"

"kenapa kau mau berteman dengannya, bukannya itu membuatmu lelah, menerima pukulan karna membelanya" jawab jimin

"aku hanya tidak tega melihatnya di pukuli, dan juga.. dia tidak pandai mencari teman. Jadi aku ingin menjadi temannya satu-satunya" jawabnya tersenyum kotak, saat itu mereka sedang berjalan-jalan di sekitar sungai tempat mereka biasa datangi

"Oh ya,, V, Yoongi hyung ingin menemui mu"Jimin terus berjalan sambil bercerita tentang Yoongi yang ingin menemuinya, tapi V tidak menjawab

"ada apa?"tanya jimin heran, V hanya terdiam melihat ke depan

Tapi tiba-tiba V berlari menghampiri seorang namja yang sedang di pukuli di bawah jembatan dekat sungai.

Jimin terdiam, dia bingung harus berbuat apa, melihat V dan seorang namja terus di pukuli oleh anak seusia mereka.

Sebenarnya, ini bukan pertama kali Jimin membantu V melawan anak-anak itu, tapi tetap saja Jimin merasa takut.

Tiba-tiba nama yoongi muncul di otaknya, dia takut yoongi marah jika dia ikut berkelahi. Dan kali ini dia tidak bisa memakai alasan itu lagi.

Tapi jimin tidak bisa terus berdiam diri melihat V di pukuli akhirnya Jimin pun memberanikan diri

"Ya!... lepaskan dia dasar berandalan" jimin mencoba melepaskan namja itu dari orang yang memukulnya, tapi jimin malah terlempar.

"mereka hanya anak sekolah jimin jangan takut" batinnya

Jimin terus melindungi V dan namja itu, Jimin pun terlibat perkelahian

"LARIII !" Teriak Jimin, Jimin V dan namja itu berlari. Mereka terus menjauh, anak sekolah itu pun sepertinya menyerah untuk mengejar mereka. Jimin yang kehabisan oksigen tiba-tiba tertawa, V dan namja itu pun ikut tertawa tampa mempedulikan luka-luka yang mereka dapat.

.

.

.

.

.

TBC

Jimin berjalan pulang dengan luka di muka dan tangannya

"mungkin hyung akan marah lagi" gumamnya

.

.

.

TBC

Maafkan ff yang miskin kata-kata ini.

Sebenernya neko sedikit hilang semangat dan gk pede dengan lanjutan ini Hah~

Neko banyak edit sana sini tapi ngerasa tetep gak memuaskan T.T neko rasa alur cerita ini semakin kehilangan arah wkwkwkw

Makasih buat yang udah ngasih saran ^^

Makasih yang udah Ngefav,follow,review, read & view(?)

Jangan lupa Review nya yah^^ sampai jumpa chap 5