The Other Half

Pair:

Kim Jongin x Do Kyungsoo

Rate: T-M

Length: Undetermined

Summary:

Malaikat yang sayapnya dipatahkan oleh iblis akan dibuang ke bumi dan berubah menjadi manusia. Malaikat itu harus menemukan sayapnya kembali agar bisa kembali menjadi malaikat. Tapi itu hanya kasus yang terjadi pada malaikat yang kedua sayapnya dipatahkan. Dan Kyungsoo memiliki nasib yang berbeda, karena seorang iblis hanya mematahkan sebelah sayapnya. / KaiSoo, BL, AU.

Warning:

BL, AU, Fiction.

.

.

.

.

.

.

.

Part 1: The First Step As A Half Human

Kyungsoo mencengkram bahu kirinya yang masih berdenyut nyeri, dia terbangun dengan gerakan terseok dan bergegas keluar dari rumah mungilnya. Dia mengabaikan pekikan terkejut dari para malaikat yang tidak sengaja bertemu dengannya. Tujuannya hanya satu, dia harus menemui malaikat dengan jabatan tinggi di sekitar lingkungannya.

Karena dia harus menemukan caranya untuk bertahan dalam situasinya yang sulit.

Kyungsoo tiba di rumah mungil lainnya dan tanpa mengindahkan sopan santun, dia langsung membuka pintu rumah itu dan melangkah masuk.

Dan dia melihatnya, malaikat berambut coklat gelap yang tengah memainkan embun pagi di atas telapak tangannya.

"Joonmyeon!" ujar Kyungsoo keras.

Joonmyeon mendesis, "Sssh, Kys, gunakan nama malaikatku saat memanggilku. Nama 'Joonmyeon' adalah nama manusiaku."

Kyungsoo terdiam, "Maaf." Kyungsoo menghampiri Joonmyeon, "Aku kehilangan sebelah sayapku."

Joonmyeon membulatkan matanya dan dia baru sadar kalau sayap kiri Kyungsoo menghilang. "Astaga! Siapa yang melakukannya?"

Kyungsoo menggeleng, "Aku tidak tahu. Aku tidak mengingatnya dan aku tidak merasakan apapun saat dia merengut sayapku."

Joonmyeon menarik lembut lengan Kyungsoo, "Biar kuperiksa punggungmu."

Kyungsoo menurut dan duduk di sebuah kursi sementara Joonmyeon menyibak sedikit pakaiannya untuk melihat kondisi punggung Kyungsoo. Joonmyeon melihat luka besar yang disebabkan oleh patahnya sayap Kyungsoo dan sebuah gambar yang tercetak jelas di sebelah luka akibat patahnya sayap Kyungsoo.

Joonmyeon mengelus gambar itu dan terdiam, "Kyungsoo.." ujarnya, melupakan peraturannya untuk tidak memanggil malaikat dengan nama manusianya.

Kyungsoo menoleh ke arah Joonmyeon, "Ya?"

"Kau mengenal Bea?" ujar Joonmyeon.

Kyungsoo mengerjap, "Bea? Maksudmu malaikat penebar benih kesuburan yang dibuang ke bumi dua tahun lalu?"

Joonmyeon mengangguk, "Apa kau tahu kenapa Bea dibuang ke bumi?"

"Karena sayapnya dipatahkan, kan? Dia berubah menjadi manusia setelahnya."

Joonmyeon menggeleng, "Bea bernasib sama sepertimu, hanya satu sayapnya yang dipatahkan oleh iblis. Kami berniat menolongnya, tapi kami tidak bisa. Karena saat itu di tubuh Bea sudah terdapat segel."

"Segel?"

Joonmyeon memutar tubuh Kyungsoo agar punggungnya menghadap cermin besar di dinding, "Segel iblis yang mengklaimnya." Joonmyeon menunjuk segel di punggung Kyungsoo, "Kau.. bernasib sama dengan Bea, Kyungsoo. Seorang iblis mengklaimmu sebagai miliknya."

Kyungsoo terkesiap saat melihat sebuah segel kecil yang besarnya kira-kira sebesar tiga jari tangan di punggungnya, tepat di sebelah luka akibat sayapnya yang patah. Dia benar-benar tidak mengerti, siapa iblis yang mengklaimnya? Dan kenapa Kyungsoo? Dia tidak pernah bertemu dengan iblis sebelumnya.

Joonmyeon memutar tubuh Kyungsoo kembali menghadapnya, "Aku ingin sekali membantumu. Tapi aku tidak bisa." Joonmyeon menghela napas pelan, "Aku akan membantu mengobati lukamu dan mengantarmu ke 'Gerbang Terakhir'. Kau harus turun ke bumi dari sana."

Tanpa sadar airmata Kyungsoo menggenang di pelupuk matanya, 'Gerbang Terakhir' merupakan gerbang yang tidak pernah dilewati oleh malaikat yang akan turun ke bumi. Gerbang itu merupakan gerbang terbuang dan hanya dilewati oleh malaikat yang melakukan dosa berat hingga Tuhan murka kepadanya.

"Tapi aku.."

"Memiliki segel iblis di wilayah ini adalah dosa besar. Kau tidak bisa melewati 'Gerbang Bumi' seperti yang dilewati oleh malaikat lainnya saat mereka dibuang ke bumi karena sayapnya patah."

Kyungsoo terisak, "Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku masih separuh malaikat, berada di dunia manusia hanya akan membunuhku."

Joonmyeon mengusap kepala Kyungsoo dengan lembut, "Temukan Bea, namanya Baekhyun di dunia manusia. Temukan Bea dan tanyakan bagaimana dia bisa bertahan hidup."

"Lalu bagaimana jika aku tidak bisa menemukannya?"

Joonmyeon menggigit bibirnya, "Maka pilihan berikutnya adalah mati perlahan di dunia manusia. Atau.."

"Atau apa?" desak Kyungsoo.

"Atau temukan iblis yang memberi segel klaim di tubuhmu itu."

Kyungsoo tersentak, "Ke-kenapa?"

"Karena hanya dia yang bisa membuatmu menjadi manusia, dengan adanya segel itu kau adalah miliknya, Kyungsoo. Hanya dia yang bisa mengubahmu menjadi manusia atau iblis."

Kyungsoo meraba bahu kirinya, "Bagaimana caranya agar aku bisa menemukannya?"

"Segel itu pengikat kalian. Kau akan tahu dari segel itu jika kau berada di dekatnya." Joonmyeon tersenyum lembut pada Kyungsoo, "Maafkan aku karena tidak bisa menolongmu, Kyungsoo."

Joonmyeon mengantarnya hingga ke gerbang, dia mengobati luka Kyungsoo dan memintanya untuk segera mencari Bea saat dia sudah tiba di bumi.

"Waktumu hanya 49 hari sebelum mati karena darah malaikat di tubuhmu." Joonmyeon mengingatkan Kyungsoo kemudian melangkah maju untuk memeluknya. "Temukan dia, temukan Bea atau temukan iblis itu sebelum 49 hari berlalu."

Kyungsoo mengangguk mengerti, sayap kanannya yang masih berfungsi terlihat bergoyang lembut.

Joonmyeon mengelus sayap kanan Kyungsoo, "Dan sembunyikan sayapmu di dalam punggungmu. Hiduplah dengan normal dan ingat kalau namamu sekarang adalah Do Kyungsoo."

Kyungsoo tersenyum dan mengangguk lagi, "Terima kasih atas sarannya."

Joonmyeon tersenyum sedih, "Jaga dirimu."

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo mendarat di sebuah trotoar keras yang berada di jalan yang tidak dikenalinya. Langkah Kyungsoo agak limbung karena dia tidak terbiasa berjalan dengan kedua kakinya. Dia meringis saat luka di punggungnya yang belum sembuh tergesek bahan pakaiannya.

Mata bulat Kyungsoo berputar untuk mencari tempat aman di bagian bumi yang tidak dia kenali itu. Jalan tempatnya berada benar-benar sepi dan gelap tapi di kejauhan Kyungsoo bisa melihat cahaya terang dan suara derum mesin kendaraan yang sering digunakan manusia.

Kyungsoo berusaha menyeimbangkan langkahnya dan berjalan senormal mungkin di dunia manusia. Dia bergerak dengan begitu pelan menuju keramaian hingga akhirnya dia tiba di sudut yang ramai dan penuh dengan manusia. Dia berjalan dengan hati-hati dan berusaha tidak menabrak manusia yang berada di sekitarnya.

Kyungsoo berjalan mengikuti beberapa manusia hingga dia sampai di sebuah tempat bernama 'halte bus'. Kyungsoo meringis lagi dan memegangi bahunya yang terasa nyeri, dia menahan diri untuk tidak mengaduh saat seorang manusia mendorongnya karena kendaraan panjang dengan banyak jendela di sisinya sudah tiba di tempat bernama 'halte bus' itu.

Kaki Kyungsoo yang limbung tidak kuasa menahan berat tubuhnya sehingga dia jatuh terduduk. Kyungsoo merasakan kepalanya pusing karena gravitasi menariknya dengan begitu cepat saat dia jatuh terduduk. Karena dia masih separuh malaikat, dia benar-benar tidak terbiasa dengan perubahan kecil di tubuhnya seperti dia yang harus berjalan, ataupun ketika gravitasi akhirnya bisa menarik dirinya dengan bebas.

"Astaga! Kau baik-baik saja?"

Suara pekikan seseorang membuat Kyungsoo mengangkat kepalanya, dia melihat sosok seorang pemuda dengan tubuh mungil sedang berlari-lari ke arahnya. Sosok itu merangkul bahu Kyungsoo dan memapahnya untuk berdiri.

Kyungsoo meringis pelan dan mengangkat pandangannya untuk menatap wajah manusia yang menolongnya dan dia tertegun. Malaikat memiliki mata yang berbeda dengan manusia dan sosok di hadapannya ini memiliki mata dengan bias magenta. Tidak peduli apabila dia sudah berubah menjadi malaikat jatuh, mata malaikat tidak akan berubah.

"Kau.. malaikat?" ujar Kyungsoo.

Sosok itu mengerjap kaget, "Kau.. mengenalku?"

Kyungsoo tertegun, dia berusaha sekuat mungkin mengingat siapa kiranya malaikat yang memiliki suara seperti gentang lonceng di pagi hari seperti suara sosok di hadapannya.

"Nama manusiaku Baekhyun." Sosok itu berujar lembut saat menyadari ekspresi lost di wajah Kyungsoo.

"Bea? Kau Bea?!" pekik Kyungsoo.

Baekhyun mengerjap kaget, "Ya, itu nama malaikatku." Baekhyun menatap Kyungsoo dengan sangsi kemudian pandangan matanya tidak sengaja tertuju ke arah kaki mereka dan dia memekik lagi saat melihat darah yang menggenang di bawah tubuh Kyungsoo.

"Tuhanku! Kau berdarah!"

Kyungsoo menurunkan pandangannya dan mengangkat tangan kirinya, tempat darah itu mengalir dan jatuh ke tanah keras di bawahnya.

"A-aku.." dan setelahnya dia diserang rasa pusing luar biasa hingga dia terjatuh di pelukan Baekhyun.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo membuka matanya dan hal pertama yang dia lihat adalah sinar yang sangat kuat dari bola bercahaya di atasnya. Kyungsoo menutupi matanya dan mengerang pelan.

"Oh, kau sudah sadar?"

Suara ringan itu membuat Kyungsoo tersadar sepenuhnya dan dia melihat Baekhyun sedang membereskan sesuatu yang terlihat seperti perban penuh darah.

Baekhyun tersenyum kikuk, "Aku mengganti perbanmu dan aku melihat lukamu." Baekhyun menatap mata Kyungsoo, "Sayapmu.. dipatahkan?"

"Ya, dan hanya sayap kiriku yang dipatahkan." Kyungsoo menunduk sedih, "Aku benar-benar tidak mengerti kenapa ini terjadi padaku."

Baekhyun berjalan menghampiri Kyungsoo, "Kau akan baik-baik saja. Kau hanya perlu menemukan iblis yang sudah memberikan segel itu dan kau akan berubah menjadi manusia, seperti aku."

Kyungsoo mendongak menatap Baekhyun, "Kenapa? Kenapa iblis itu melakukan ini padaku? Apa salahku padanya?"

Baekhyun menggigit bibirnya, "Aku tidak bisa menduga alasannya. Dulu aku juga tidak mengerti." Baekhyun membuka kausnya dan menunjukkan punggungnya pada Kyungsoo.

Kyungsoo melihat bekas luka seperti segel yang ukurannya sama dengan yang ada di punggungnya, hanya saja segel Baekhyun terlihat seperti burung phoenix.

"Seorang iblis yang tidak aku kenal memberikan segel ini dan mematahkan sayap kiriku. Aku dibuang ke bumi dan berusaha mencarinya sebelum 49 hariku berakhir. Dan di hari ke dua puluh delapan, aku berhasil menemukan iblis itu."

Kyungsoo menatap Baekhyun dengan matanya yang membulat, "Lalu?"

"Lalu aku memintanya mengembalikan sayapku, tapi ternyata sayap itu sudah dimakannya untuk membuatku terikat dengannya. Segel itu muncul karena dia menyatakan kepemilikan pada diriku dengan memakan sayapku." Baekhyun melirik Kyungsoo, "Maaf, aku benci mengatakan ini, tapi mereka melakukan itu untuk mengklaim mate mereka."

Kyungsoo memiringkan kepalanya tidak mengerti, "Mate?"

Baekhyun mengangguk, "Ya, mate. Pasangan hidup." Baekhyun memainkan jemari lentiknya yang berada di atas pangkuan, "Iblis hanya bisa memiliki satu mate seumur hidupnya dan jika ada sosok yang menarik perhatiannya, entah iblis atau manusia atau bahkan malaikat, mereka akan berusaha untuk mendapatkannya hingga sosok itu menjadi miliknya."

Mata Baekhyun yang memiliki bias magenta itu menatap mata Kyungsoo yang memiliki bias turquoise, "Kau sudah menarik perhatian seorang iblis dan dia akan mengklaimmu, secepatnya."

Kyungsoo tersentak, "Apa yang harus aku lakukan?" pekiknya.

Baekhyun menggeleng pelan, "Tidak ada. Segel iblis di tubuhmu akan menyiksamu sepanjang waktu kalau kau tidak bertemu dengan si pembuat segel secepatnya. Segel itu akan terus berdarah dan membuatmu merasakan perih dan nyeri setiap harinya. Dan kau harus menemukan dia sebelum titik balik matahari terjadi."

"Titik balik matahari?"

"Ya, itu adalah suatu masa dimana para iblis akan melakukan klaim selamanya pada mate mereka. Kalau kau tidak berhasil menemukan iblis yang memberimu klaim, maka kau akan mati terbakar dari dalam karena segel itu."

Kyungsoo terdiam, wajahnya pucat memikirkan nasibnya yang begitu buruk.

"Kapan masa itu akan terjadi?" tanya Kyungsoo.

Baekhyun melirik kalender yang berada di meja nakas, "Tiga minggu dari sekarang."

Bagus, bunuh saja Kyungsoo sekarang.

.

.

.

.

.

.

Keesokkan harinya, Baekhyun membantu Kyungsoo untuk mengganti perban di punggungnya karena lukanya berdarah lagi. Baekhyun yang kasihan melihat Kyungsoo memutuskan untuk mengizinkan Kyungsoo tinggal bersamanya. Selain itu dia juga mengatakan kalau dia akan membantu Kyungsoo menemukan iblisnya.

Baekhyun begitu baik padanya dan Kyungsoo sedih memikirkan kalau malaikat sebaik Baekhyun dibuang karena ada iblis yang jatuh cinta padanya. Dan sialnya, hal yang sama juga terjadi pada Kyungsoo.

Kyungsoo mencoba membiasakan diri dengan kehidupannya di dalam dunia manusia. Baekhyun mengajarinya banyak hal kecil seperti mandi, makan, dan juga caranya berjalan dengan tegap dan tidak limbung.

Baekhyun sangat gembira karena Kyungsoo belajar dengan cepat mengingat kemarin adalah hari pertamanya menginjakkan kaki di bumi dan menyandang status sebagai separuh malaikat dan separuh manusia. Baekhyun juga berulang kali mengingatkan Kyungsoo untuk tidak mengeluarkan sayapnya sekalipun dia ingin, karena sayapnya akan mencolok dan tentunya membuatnya dipandang aneh di mata manusia.

Karena saat ini separuh darah manusia mengalir dalam tubuhnya, Kyungsoo tidak lagi tidak terlihat di mata manusia. Manusia bisa melihatnya seperti ketika mereka melihat manusia lainnya, dan karena itulah Baekhyun selalu mengingatkannya untuk menyembunyikan sosok malaikatnya dengan baik.

.

.

.

Sore itu Baekhyun mengajaknya berbelanja karena dia akan mengajari Kyungsoo hal kecil lainnya yaitu memasak. Baekhyun mengajaknya ke sebuah supermarket dan mengajari Kyungsoo caranya berbelanja. Kyungsoo menurut saja dan mendengarkan saat Baekhyun berceloteh panjang lebar mengenai cara-cara jitu untuk berbelanja.

Selain itu Baekhyun juga mengatakan kalau besok dia akan membantu Kyungsoo mencari pekerjaan karena dia membutuhkan uang untuk hidup di dunia manusia. Kyungsoo sedang memperhatikan Baekhyun menjelaskan caranya memilih buah mangga ketika tiba-tiba saja dia merasakan sentakan rasa panas yang menyengat di punggung sebelah kirinya.

Kyungsoo mengerang sakit dan mencengkram punggungnya, dia menyadari kalau rasa panas itu berasal dari segel yang berada di punggungnya. Baekhyun berjongkok dan dengan panik menanyakan keadaan Kyungsoo namun Kyungsoo tidak bisa mengatakan apapun selain rintihan sakit yang keluar dari mulutnya.

Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dan jika malaikat merasa sakit, mereka akan membungkus tubuh mereka dalam sayap mereka untuk perlindungan.

Dan itulah yang dilakukan Kyungsoo.

Dia mengeluarkan sayap kanannya yang masih normal dan memeluk tubuhnya sendiri dengan itu. Baekhyun memekik kaget saat sayap Kyungsoo yang bersinar lembut dan mengeluarkan serbuk cahaya tiap kali dia bergerak itu terpampang nyata di depan matanya.

Kyungsoo meringkuk dan membungkus tubuhnya serapat mungkin dengan sayapnya, tapi karena sayapnya hanya tersisa separuh, dia bisa melihat ada banyak manusia yang memperhatikannya dan menjerit kaget. Tapi Kyungsoo memutuskan untuk mengabaikannya.

Dan di tengah usahanya meredakan sakit, Kyungsoo merasakan sebuah pandangan menusuk yang dilayangkan padanya. Dan saat dia mendongak, dia melihat seorang pria dengan pakaian serba hitam tengah menatapnya dengan mata yang berwarna merah menyala.

Kyungsoo mencoba memfokuskan pandangannya untuk mengingat detail mengenai sosok itu namun rasa sakit sudah menghantamnya kepada kegelapan terlebih dahulu.

To Be Continued

.

.

.

.

Terima kasih untuk responnya!

Berikan respon kalian lagi yaa~

Hehehe

.

.

.

Thanks