The Other Half
Pair:
Kim Jongin x Do Kyungsoo
Rate: T-M
Length: Undetermined
Summary:
Malaikat yang sayapnya dipatahkan oleh iblis akan dibuang ke bumi dan berubah menjadi manusia. Malaikat itu harus menemukan sayapnya kembali agar bisa kembali menjadi malaikat. Tapi itu hanya kasus yang terjadi pada malaikat yang kedua sayapnya dipatahkan. Dan Kyungsoo memiliki nasib yang berbeda, karena seorang iblis hanya mematahkan sebelah sayapnya. / KaiSoo, BL, AU.
Warning:
BL, AU, Fiction.
.
.
.
.
.
.
.
Part 2: The Devil
Kyungsoo mengusap bahu sebelah kirinya tempat yang masih terasa agak nyeri. Tadi segelnya benar-benar berdenyut menyakitkan hingga Kyungsoo berharap Tuhan mencabut nyawanya detik itu juga. Baekhyun berhasil membawa Kyungsoo berdiri dan membawanya pergi dari sana sebelum kehebohan lebih lanjut terjadi.
Baekhyun memeriksa segelnya ketika mereka tiba di rumah dan segel itu menebal dengan darah yang terus keluar dari sana. Kyungsoo terus mengeluh sakit selama Baekhyun membersihkan segelnya dan mengganti perbannya dengan yang baru.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja segelku menjadi sangat sakit?" tanya Kyungsoo.
Baekhyun merapikan peralatan P3K di rumahnya ke dalam kotak, "Entahlah, tapi kurasa itu karena iblis yang memberimu segel berada di dekatmu."
"Apa kau juga merasakan ini sebelumnya?" tanya Kyungsoo lagi sambil menatap Baekhyun.
Baekhyun menatap mata bulat Kyungsoo dan menggeleng, "Tidak. Segelku memang terasa sakit dan nyeri selama aku belum bertemu dengan iblis pemberi segel. Tapi setelah aku bertemu dengannya, segelku tidak terasa sakit lagi."
Kyungsoo memutar posisi duduknya menjadi menghadap Baekhyun, "Iblismu itu seperti apa?"
Baekhyun mengerjap, "Maksudmu?"
"Kau bilang kau sudah bertemu iblismu, kan? Bagaimana rupanya?"
Baekhyun tertawa, "Dia tampan, semua iblis pria pasti tampan dan semua iblis wanita pasti mempesona. Mereka ditakdirkan untuk menggoda manusia, ingat?"
"Dan kau menerimanya?"
Baekhyun mengangguk, "Aku tidak punya pilihan, itu syarat yang dia berikan agar dia mau mematahkan sayapku yang satu lagi dan merubahku menjadi manusia." Baekhyun menghela napas pelan, "Aku tidak mau mati, Kyungsoo. Dan jika satu-satunya cara untuk membuatku bertahan hidup adalah dengan menjadi pasangannya, maka aku akan melakukannya. Tuhan juga tidak akan mau menerimaku lagi dengan adanya segel iblis di tubuhku."
Kyungsoo mengangguk sedih, "Kau benar."
"Tapi aku tidak mengerti, jika memang iblismu berada di sekitarmu, kenapa dia tidak menghampirimu? Maksudku, kau adalah sosok yang menarik perhatiannya, bukankah seharusnya dia segera menghampirimu?"
Kyungsoo mengerjap, "Memangnya harus begitu ya?"
Baekhyun berdecak, dia lupa kalau dulunya Kyungsoo adalah malaikat. Dia jelas sudah lupa semua emosi manusia. "Iya, jika kau menarik perhatiannya, bisa dibilang dia jatuh cinta padamu. Hanya itu yang bisa membuat iblis mengambil langkah besar dengan mematahkan sayapmu dan memberimu segel. Dan seharusnya jika memang dia mencintaimu, dia harus segera menghampirimu."
Kyungsoo mengangguk-angguk polos, "Apa iblismu juga begitu?"
"Apa? Tidak. Dia agak penakut, dia takut bertemu denganku karena katanya dia merasa bersalah karena sudah mematahkan sayapku."
"Kelihatannya dia baik." Kyungsoo berujar polos.
"Iblis hanya akan menjadi agak baik pada pasangannya, Kyungsoo. Tapi, ada satu hal yang ingin kutanyakan, kau malaikat yang bertugas mengawal jiwa bayi yang belum dilahirkan, kan?"
Kyungsoo mengangguk.
"Jadi bagaimana kau bisa bertemu dengan iblis yang memberimu tanda? Apa kau pernah menetap hingga malam hari di bumi?"
Kyungsoo menggeleng pelan, "Aku hanya pernah berada di bumi sampai senja karena lupa waktu. Tapi itu adalah awal senja, aku ragu sudah ada iblis yang keluar pada jam seperti itu."
Baekhyun mengetuk-etuk dagunya dengan jari telunjuknya yang lentik. "Jadi kapan dan dimana kau bertemu iblismu ya?"
Kyungsoo mengangkat bahunya kemudian dia meringis. "Aduh.."
"Ada apa?" tanya Baekhyun terkejut.
Kyungsoo memegang bahu kanannnya, "S-sayapku.."
Kyungsoo mengeluarkan sayapnya dan ketika dia melakukan itu, sehelai bulu sayapnya lepas dan mendarat dengan perlahan di sofa tempatnya duduk bersama Baekhyun. Mata Baekhyun dan Kyungsoo membulat seketika, bulu sayap malaikat tidak pernah lepas kecuali jika sang malaikat yang mencabutnya. Dan sekarang sehelai bulu sayap Kyungsoo lepas begitu saja setelah dia merasakan sakit di sayapnya.
"S-sayapku.." ujar Kyungsoo kaget.
Baekhyun menatap Kyungsoo, "Kita harus menemui iblisku."
.
.
.
.
.
.
.
Keesokkan harinya Baekhyun mengatakan kalau dia mengundang iblisnya untuk datang ke rumah mungil Baekhyun. Kyungsoo masih duduk diam di tempat tidurnya seraya menatap bulu sayapnya yang lepas kemarin. Dia tidak mengerti apa yang menyebabkan bulu itu lepas, Baekhyun tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Bulu sayapnya tidak pernah lepas di masa dua puluh delapan hari dia tinggal di dunia manusia dan akhirnya sayapnya lepas seutuhnya setelah dipatahkan oleh iblisnya.
Kyungsoo mengelus bulu sayapnya yang lepas, "Kenapa? Kenapa dia bisa lepas?"
Karena kejadian kemarin, Kyungsoo menjadi ketakutan untuk menyembunyikan sayapnya. Dia takut itu terjadi karena dia menyembunyikan sayapnya kemarin, jadi akhirnya hari ini dia membiarkan sayapnya muncul.
"Kyungsoo,"
Kyungsoo mendongak dan dia melihat Baekhyun berdiri di ambang pintu.
"Dia sudah datang, ayo keluar."
Kyungsoo mengangguk, dia berdiri dan meraih bulu sayapnya bersamanya kemudian berjalan mengikuti Baekhyun ke ruang depan rumah mungil Baekhyun. Di sana sudah duduk sosok seorang pria dengan rambut berwarna merah terang.
Sosok itu berdiri saat melihat Kyungsoo, "Hai, aku Chanyeol."
Kyungsoo mengangguk dan lidahnya bergerak mencoba melafalkan nama iblis itu, "Chan-yeol?"
Chanyeol mengangguk dengan senyum lebar di wajahnya kemudian dia kembali duduk di sofa. "Kau benar-benar masih separuh malaikat, kau terlihat bercahaya."
Kyungsoo tersenyum kecil dan duduk di sofa yang berseberangan dengan Chanyeol. "Terima kasih."
Baekhyun duduk di sebelah Kyungsoo, "Aku memanggilmu karena aku ingin kau melihat segel Kyungsoo. Apa yang dia alami cukup berbeda denganku dan aku mulai bingung kenapa itu bisa terjadi." Baekhyun mengeluarkan ponselnya, "Kemarin aku sudah memotret segel Kyungsoo, apa kau bisa mengenalinya?"
Chanyeol mengambil ponsel yang disodorkan Baekhyun padanya, dia menatap gambar di ponsel dan kemudian matanya membulat. Chanyeol menatap Kyungsoo dengan tidak percaya, "Segel ini yang berada di tubuhmu?"
Kyungsoo mengangguk, "Kenapa?"
Chanyeol memijat pelipisnya, "Aku kenal segel ini."
Baekhyun memekik gembira, "Sungguh? Berarti kita bisa langsung mencari iblis yang memberi segel ini, kan?"
Chanyeol menatap Baekhyun dan Kyungsoo bergantian, "Masalahnya, segel ini milik putra Lucifer. Ini segel milik Kai."
"Hah?" ujar Kyungsoo.
"Apa?!" pekik Baekhyun.
Kyungsoo agak terlonjak mendengar pekikan Baekhyun, "Aku tidak mengerti. Ada apa memangnya? Bukankah itu berarti dia juga iblis?"
Chanyeol meletakkan ponsel Baekhyun di meja, "Jadi begini, Kyungsoo. Sama seperti malaikat, iblis juga memiliki tingkatan derajat tergantung kekuasaannya. Aku adalah iblis yang menggoda manusia untuk melakukan kenakalan, tingkatanku hampir sama dengan malaikat yang bertugas menjaga kemakmuran dan kesuburan bumi."
Chanyeol menunjuk ponsel Baekhyun, "Segel yang berada di tubuhmu merupakan segel yang dimiliki oleh putra Lucifer. Dan dia termasuk ke dalam iblis dengan derajat yang tinggi, tugasnya adalah mengambil jiwa manusia yang sudah rusak karena sudah tergoda oleh iblis-iblis seperti diriku. Kau pernah mendengar manusia menjual jiwanya kepada iblis? Dia menjualnya kepada Kai."
Kyungsoo bergidik, dia tidak menyangka iblis yang memberikannya segel ternyata adalah iblis yang begitu mengerikan.
"Mengingat posisinya yang tinggi, segel yang dia berikan juga sudah pasti lebih kuat. Jika segel iblis biasa akan membuatmu merasakan sakit setiap harinya, maka segel itu, selain dia akan memberikan rasa sakit, dia juga akan membuatmu patuh seutuhnya pada iblismu."
"Tapi kemarin aku merasakan rasa sakit yang sangat. Apa itu berarti sesuatu?"
Chanyeol menggigit bibirnya, "Segel itu bersifat mengikatmu dan akan membuatmu patuh seutuhnya pada si pemberi segel. Dan jika kau merasakan sakit, itu adalah karena iblis yang memberimu segel menolak perasaan terikat yang dikeluarkan segelmu."
"Apa.. maksudnya?"
Chanyeol menatap Kyungsoo ragu-ragu, "Kai menolakmu. Dia menolak segel yang berada di tubuhmu. Aku yakin kemarin Kai berada di sekitarmu dan segel itu pastinya memanggilnya, dan jika Kai menolakmu, segel itu akan terluka semakin parah. Aku yakin kemarin kau mengalami pendarahan hebat, ya kan?"
Kyungsoo mengangguk pelan.
Baekhyun berdecak, "Kalau memang dia menolak Kyungsoo, kenapa dia memberikan segel itu padanya? Itu hanya akan menyiksa Kyungsoo secara perlahan, bahkan bulu sayapnya rontok."
Chanyeol membulatkan matanya, "Bulu sayapmu lepas?"
Kyungsoo mengangguk, "Ya, kemarin. Apa kau tahu kenapa?"
"Itu karena segel itu. Segel itu akan membakarmu dari dalam dan tahap yang pertama akan terjadi adalah lepasnya bulu-bulu sayapmu. Lama-kelamaan sayapmu akan terlepas seutuhnya dan segel itu akan membakar bagian dalam tubuhmu hingga akhirnya kau musnah menjadi debu."
"Tapi Kyungsoo baru tiba di sini kemarin, kenapa reaksinya secepat itu?"
Chanyeol menatap Baekhyun, "Karena titik balik matahari. Titik balik matahari tahun ini akan terjadi lebih cepat karena ada pergeseran bumi. Masa itu akan terjadi dua minggu lagi dan jika Kai masih menolak Kyungsoo, maka Kyungsoo akan mati pada hari itu."
Kyungsoo tergagap, "Apa kau tidak bisa mematahkan sayapku untuk mengubahku menjadi manusia?"
Chanyeol menggeleng, "Yang bisa melakukannya hanya Kai karena dia lah pemberi segel di tubuhmu."
"Dimana aku bisa menemukan Kai?" ujar Kyungsoo langsung. Dia tidak peduli Kai menolaknya, dia juga tidak berniat menjadi pasangan dari iblis itu, yang dia butuhkan hanya Kai mematahkan sayapnya dan mengubahnya menjadi manusia.
"Kau ingin menemuinya?" tanya Chanyeol.
"Aku harus memintanya merubahku menjadi manusia, aku tidak peduli jika dia menolakku, aku pun tidak tertarik menjadi pasangannya. Aku hanya butuh dia untuk mengubahku menjadi manusia."
Chanyeol tersenyum sedih seraya menatap Kyungsoo, "Tidak bisa, Kyungsoo. Kau memang akan berubah menjadi manusia jika Kai mematahkan sayapmu yang satu lagi, tapi kau juga akan mati apabila Kai menolakmu. Segel itu akan terus melekat di tubuhmu walaupun kau berubah menjadi manusia, dan nantinya saat titik balik matahari terjadi, segel itu akan membunuhmu kalau kau tidak diklaim oleh Kai."
Kyungsoo tersentak kaget, matanya mulai berkabut dan airmata lolos dari matanya. "Jadi maksudmu, tidak peduli apa yang aku lakukan.. aku akan mati?"
Chanyeol mengangguk pelan, "Ya, jika Kai tetap menolakmu."
Baekhyun memukul meja dengan keras, "Sialan! Aku ingin mencekiknya! Apa salah Kyungsoo hingga dia melakukan ini padanya?!"
"Baek, tenanglah.." ujar Chanyeol lembut.
"Aku tidak bisa tenang! Apa salah Kyungsoo? Kenapa dia setega itu dan melakukan ini padanya? Kyungsoo sudah dibuang ke bumi dan sekarang yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu kematian menjemputnya dengan cara mengerikan?! Kau pikir terbakar dari dalam itu enak?!"
Kyungsoo mengepalkan tangannya yang gemetar dengan airmata yang terus jatuh dari matanya.
Baekhyun benar, apa salahnya? Apa salahnya pada iblis itu hingga dia melakukan ini padanya?
.
.
.
.
.
.
.
Hari kembali berlalu dan bulu sayap Kyungsoo kembali terlepas saat hari senja, sama seperti kemarin. Tapi kali ini yang lepas tiga bulu sekaligus. Chanyeol bilang itu karena hari menuju titik balik matahari semakin dekat sehingga sayapnya juga akan rontok dengan sendirinya secara perlahan.
Kyungsoo masih merasakan rasa sakit yang menyengat setiap harinya, dan jika sayapnya akan rontok, Kyungsoo juga akan merasakan sakit. Baekhyun sangat sedih, dia terus menghibur Kyungsoo dan mengatakan kalau Kyungsoo akan baik-baik saja.
Tapi sungguh, rasanya Kyungsoo benar-benar ingin mati saja. Dia sudah meminta Chanyeol untuk membunuhnya tapi permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Baekhyun. Dia meminta Kyungsoo untuk tetap sabar sementara Chanyeol mengatakan kalau dia akan mencoba bicara pada Kai mengenai segel di tubuh Kyungsoo.
Kyungsoo duduk bersandar ke kaca jendela yang berada di kamarnya. Kyungsoo ingin pulang, sangat ingin. Tapi tempat tinggalnya tidak akan menerima Kyungsoo lagi, Kyungsoo terjebak di dunia manusia untuk mati dan entah kenapa ini benar-benar menghancurkannya.
Hembusan angin dingin membuyarkan lamunan Kyungsoo dan dia nyaris menjerit saat melihat sosok seseorang dengan sayap besar berwarna hitam kelam tengah melayang di depan jendela kamar Kyungsoo.
Kyungsoo terkesiap saat melihat mata berwarna merah menyala milik pria itu. Dia adalah orang yang dilihatnya kemarin saat Kyungsoo kesakitan di supermarket.
"Siapa kau?" ujar Kyungsoo.
"Aku Kai."
Ucapan yang diucapkan dengan begitu santai itu menyentak Kyungsoo, pria di hadapannya adalah orang yang sudah membuatnya terjebak dalam situasi seperti ini.
"Kenapa kau melakukan ini padaku?!" ujar Kyungsoo. "Apa salahku padamu?!"
Kai melipat tangannya di depan dada seraya terus melayang di depan jendela kamar Kyungsoo, "Salahmu? Tidak ada."
Mata Kyungsoo membulat seketika, apa maksudnya ini?
"Jadi kau melakukan ini hanya untuk bermain-main semata?" tanya Kyungsoo tidak percaya.
Kai menyeringai, "Kalau itu yang kau duga, kau boleh menganggapnya begitu."
"Kau benar-benar iblis.." desis Kyungsoo.
Kai tertawa keras, "Tentu saja, aku putra Lucifer. Aku jelas-jelas iblis."
Kyungsoo berusaha keras menahan airmatanya tapi segelnya kembali terasa sakit, bibirnya bergetar dan tangannya terkepal dengan kuat. Rasa sakit dari segelnya benar-benar membuat Kyungsoo menderita, dia mencoba mempertahankan posisinya tapi rasa sakitnya menang dan Kyungsoo jatuh terduduk seraya mencengkram bahu kirinya dan mengerang kesakitan.
Kai memperhatikan Kyungsoo dalam diam, dia tidak bergerak sedikitpun melihat Kyungsoo yang kesakitan di depan matanya.
"Bunuh.. aku.." ujar Kyungsoo susah payah.
Kai mendekatkan tubuhnya ke jendela kamar Kyungsoo, "Apa?"
"Bunuh aku, kumohon. Aku tidak bisa menahan ini.." ujar Kyungsoo seraya mendongak menatap Jongin dengan wajah penuh airmata karena dia tidak sanggup menahan sakit dari segelnya.
Kai menyeringai, "Tidak, aku tidak akan membunuhmu."
"K-kenapa?"
"Karena aku menginginkannya." Kai berujar ringan kemudian dia melayang menjauh dari jendela, "Selamat menikmati rasa sakit itu, Kyungsoo.."
Kyungsoo menatap sosok Kai yang perlahan-lahan semakin menjauh hingga akhirnya menghilang. Kyungsoo terengah-engah berusaha menahan sakit yang mendera punggungnya rasanya seperti ada seseorang yang mencabut kulit punggung tempat segel itu berada secara paksa. Rasanya begitu sakit hingga Kyungsoo rasa dia akan mati namun dia tidak bisa mati.
"Sakit.." rintih Kyungsoo untuk kesekian kalinya.
Sungguh, dia benar-benar berharap Tuhan mencabut nyawanya saat itu juga.
To Be Continued
.
.
.
Helloo~
Wah aku suka melihat kalian antusias dan suka dengan cerita ini. hahaha XD
Btw, ada yang bilang supaya ini tidak Hurt, tapi aku sudah berencana membuat ini agak Hurt (atau malah ini sangat Hurt? Atau jangan-jangan ini masuk kategori Angst? ._.v )
Habisnya.. bagaimana ya. Kayanya kalau langsung happy ending itu ceritanya kurang menggigit /dihajar/
Oke ehem!
Intinya sih semoga kalian sukaaa~
.
.
.
Review?
.
.
.
Thanks! ^^
Line! blacklunalite
