The Other Half
Pair:
Kim Jongin x Do Kyungsoo
Rate: T-M
Length: Undetermined
Summary:
Malaikat yang sayapnya dipatahkan oleh iblis akan dibuang ke bumi dan berubah menjadi manusia. Malaikat itu harus menemukan sayapnya kembali agar bisa kembali menjadi malaikat. Tapi itu hanya kasus yang terjadi pada malaikat yang kedua sayapnya dipatahkan. Dan Kyungsoo memiliki nasib yang berbeda, karena seorang iblis hanya mematahkan sebelah sayapnya. / KaiSoo, BL, AU.
Warning:
BL, AU, Fiction.
.
.
.
.
.
.
.
Part 3: The Reason
Kyungsoo memang tidak mengerti alasan Kai melakukan hal sekejam ini pada sosok malaikat sepertinya. Apakah mungkin alasannya sama dengan alasan Hades membawa paksa Persephone ke Underworld? Karena sekedar merasa tertarik?
Tapi Hades bertanggung jawab dengan menikah dengan Persephone, sementara dirinya tersiksa menunggu hari kematiannya sendiri yang memang akan semakin dekat. Bulu sayapnya terus rontok selagi Kyungsoo menghitung hari menuju kematiannya.
Baekhyun bernisiatif mengumpulkan bulu sayap Kyungsoo yang rontok dan menyimpannya dalam sebuah stoples kaca. Kyungsoo meletakkannya di bingkai jendelanya karena Kyungsoo suka melihat bulu sayapnya yang berpendar dan mengeluarkan bias pelangi setiap kali dia terkena sinar matahari.
Kyungsoo selalu mencintai sayapnya, sayapnya adalah sesuatu yang begitu disayanginya setelah suaranya. Ya, sebagai malaikat Kyungsoo memiliki kelebihan di bidang suara, sama seperti Baekhyun yang memiliki suara selembut dan seringan denting lonceng. Kyungsoo juga memiliki suara yang merdu dan dia sering menyanyikan lagu untuk bayi yang dititipkan padanya sebelum nantinya Tuhan akan meniupkan mereka pada rahim seorang ibu yang sudah ditentukan.
Baekhyun menatap Kyungsoo yang sedang duduk seraya memeluk lututnya di depan jendela dengan sedih. Kyungsoo pernah mengatakan kalau Kai datang menemuinya dan mengatakan kalau dia akan membiarkannya mati. Baekhyun murka saat itu, dan itu adalah pertama kalinya Kyungsoo melihat Baekhyun sangat marah. Malaikat tidak pernah merasa marah atau benci, dan darah malaikat yang masih mengisi tubuh Kyungsoo membuatnya tidak merasa marah pada Kai sedikitpun.
Chanyeol mengatakan kalau solstice atau titik balik itu akan terjadi tidak lama lagi dan karena itu merupakan hari penting bagi para iblis, di dunia manusia akan terjadi sebuah gerhana matahari total. Kyungsoo memutuskan untuk berdiam di rumah Baekhyun ketika Chanyeol mengatakan dia akan mengajak Baekhyun untuk pergi ke rumahnya saat hari itu tiba.
Kyungsoo pikir itu bagus, karena Chanyeol bilang proses kematian Kyungsoo akan menjadi sangat mengerikan untuk dilihat orang lain dan Kyungsoo tidak ingin Baekhyun melihat kematiannya. Walaupun singkat, tapi Kyungsoo merasa hubungan pertemanannya dengan Baekhyun sangat berarti untuknya.
Selama menunggu hari terakhirnya tiba, Kyungsoo memutuskan untuk berdiam di rumah karena dia tidak ingin menyembunyikan sayapnya. Dia ingin menikmati hari-hari terakhirnya dengan memandang sayapnya yang semakin lama semakin rusak. Kulit punggung Kyungsoo juga membiru dengan urat-urat yang menonjol tepat di sekitar segel iblis yang dibuat Kai.
Rasanya Kyungsoo seperti melihat surga dan neraka di kulit punggungnya. Bagian kiri terlihat seperti neraka dengan segel iblis dan juga ruam kebiruan di sekitar segel dan juga urat kebiruan yang menonjol dengan jelas seolah kulit Kyungsoo sangatlah tipis. Sedangkan bagian kanannya terlihat seperti surga karena kulit Kyungsoo tetap seputih dan semulus biasanya dengan sayap malaikat yang masih berada di sana.
Rasanya Kyungsoo ingin tertawa, dia tidak mengerti kenapa Tuhan memberikannya takdir serumit ini. Dan kenapa Kai memilih dia untuk diberikan 'permainan' semacam ini diantara ratusan malaikat lainnya yang turun ke bumi?
.
.
.
.
.
.
.
Sore ini Kyungsoo sedang duduk di ambang jendela kamarnya seperti biasa ketika tiba-tiba saja dia melihat seorang gadis kecil terjatuh saat dijahili temannya dan gadis kecil itu menangis. Kyungsoo berdiri dan segera berlari keluar setelah menyembunyikan sayapnya dalam tubuhnya.
Dia menghampiri gadis kecil itu dan membantunya untuk berdiri, "Kau baik-baik saja?"
Kyungsoo mengelus rambut gadis kecil itu dan menepuk-nepuk pakaian gadis itu yang kotor. "Apa sakit?"
Gadis kecil itu menggeleng dan menatap mata Kyungsoo, "Tidak sakit lagi."
Kyungsoo tersenyum dan kemudian dia teringat kalau dia memiliki satu bulu sayap yang dia selalu bawa bersamanya. Itu adalah bulu sayapnya yang pertama rontok dan sejak itu selalu Kyungsoo bawa kemanapun dia pergi. Kyungsoo mengulurkan bulu sayap itu pada si gadis kecil, "Ini untukmu."
"Apa ini?"
"Itu bulu sayap malaikat. Tuhan akan memberkatimu jika kau membawa itu. Simpanlah, Tuhan akan melindungimu."
"Benarkah?"
Kyungsoo mengangguk. Bulu sayap malaikat memang memiliki kekuatan untuk memberikan kebahagiaan pada manusia dan mewujudkan keinginannya. Maka dari itu bulu sayapnya tidak boleh diberikan pada sembarang orang, seorang malaikat harus mencabut sendiri bulu sayapnya jika ingin diberikan pada manusia.
Gadis kecil itu tersenyum lebar dengan bulu sayap Kyungsoo di genggaman tangannya kemudian dia berlari meninggalkan Kyungsoo setelah mengucapkan terima kasih.
Kyungsoo masih berdiri di sana dengan senyum yang tidak luntur dari wajahnya. Kemudian dia merasakan sengatan rasa sakit dari segelnya dan ketika dia menoleh ke belakangnya, dia melihat Kai tengah berdiri di sana dan menatapnya.
"A-apa?" ujar Kyungsoo tersendat karena dia sibuk menahan sakit di segelnya. Seolah segel itu sedang merobek kulit punggungnya dengan paksa untuk pergi ke arah Kai.
Kai melipat tangannya di depan dada, "Kau benar-benar malaikat, huh? Bahkan disaat seperti ini kau masih saja berbuat baik pada manusia."
Kyungsoo yang tidak sanggup menahan sakit jatuh terduduk dengan tangan yang mencengkram bahu kirinya. Sengatan rasa sakit itu semakin menjadi-jadi dan jantung Kyungsoo berdebar begitu kuat hingga rasanya itu akan mematahkan tulang rusuknya.
Kai yang melihat Kyungsoo kesakitan tersenyum tipis, "Sakit?"
Tidak ada yang bisa Kyungsoo keluarkan selain erangan kesakitan yang terdengar memilukan. Kakinya gemetar dan sekuat tenaga dia menahan diri untuk tidak pingsan lagi. Setiap kali berada dekat dengan Kai, rasa sakit yang dia rasakan berlipat dan dia selalu kehilangan kesadaran disaat fokus menahan sakitnya.
"Kau tahu? Ada hal lain yang harus kau ketahui selain menunggu waktumu." Kai berjongkok di hadapan Kyungsoo, "Tubuhmu memang akan terbakar dari dalam, tapi itu akan terjadi secara perlahan. Mula-mula organ tubuhmu akan terbakar satu-persatu hingga akhirnya itu membakar jantungmu dan kau akan mati."
Kai mendongak menatap matahari senja di langit, "Masih ada dua belas hari hingga hari itu tiba. Kurasa kau akan kehilangan salah satu organmu sebentar lagi."
Kai mengucapkannya dengan nada begitu ringan seolah kehilangan satu organ sama dengan kehilangan satu rambut di kepala. Kyungsoo menatap Kai diantara sisa kesadarannya, "Kenapa kau melakukan ini? Kapan kau pernah melihatku hingga kau melakukan ini?"
Kai menatap mata bulat Kyungsoo, "Aku melihatmu yang tengah bergegas kembali ke duniamu di waktu senja. Waktu itu kau terlihat begitu terburu-buru dan mungkin karena itu salah satu sayapmu lepas dan melayang ke bumi." Kai merogoh sakunya dan menarik keluar sehelai bulu, "Ini bulu sayapmu yang terlepas waktu itu."
"Ke-kenapa kau.." Kyungsoo ingin sekali menanyakan alasan Kai menyimpan bulu sayapnya tapi lagi-lagi rasa sakit yang mendera tubuhnya kembali membuatnya kehilangan kesadaran.
.
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo siuman dua hari kemudian. Baekhyun begitu panik karena Kyungsoo tidak juga membuka matanya dan Baekhyun menangis bahagia ketika akhirnya Kyungsoo membuka matanya. Selama dua hari tidak sadarkan diri bulu sayap Kyungsoo sudah rontok hingga sepuluh helai.
Baekhyun mengumpulkan semua bulu-bulu sayap itu dan memberikan stoplesnya pada Kyungsoo. Kyungsoo menerimanya dengan senyum tipis di wajahnya, "Terima kasih."
"Tentu, sekarang makanlah sesuatu. Kau terlihat sangat kurus." Baekhyun menyodorkan sendok berisi bubur pada Kyungsoo. Malaikat tidak boleh memakan daging sehingga selama ini menu Kyungsoo selalu nasi dan sayuran serta buah-buahan.
"Baekhyun,"
"Ya?"
"Tolong sebar bulu sayapku di laut setelah hari itu."
Baekhyun menegang, "Apa maksudmu? Kau akan baik-baik saja, Kyungsoo."
Kyungsoo menggeleng, "Aku tidak akan baik-baik saja. Aku akan mati. Dan aku mau kau menebar bulu sayapku di laut. Aku suka laut, itu jalur favoritku untuk datang ke bumi."
Baekhyun menundukkan kepalanya, mengingat fakta soal Kyungsoo yang akan mati benar-benar membuat Baekhyun sedih. Kyungsoo begitu baik dan dia benar-benar tidak ingin Kyungsoo mati dengan sangat mengenaskan seperti apa yang sudah tertera.
Kyungsoo mengelus stoples kaca berisi bulu sayapnya, "Aku masih tidak tahu kenapa Kai melakukan ini padaku. Apa kau tahu kenapa?"
Tubuh Baekhyun menegang seketika, dia tahu alasan Kai menolak Kyungsoo. Tapi dia tidak ingin mengatakannya karena dia takut Kyungsoo akan semakin terpukul.
Kyungsoo mengedarkan pandangannya dan matanya tidak sengaja tertuju pada pisau buah di meja nakas. "Aku selalu meminta Kai membunuhku tapi dia tidak pernah mau. Apa yang akan terjadi kalau aku mencoba membunuh diriku sendiri ya?" ujar Kyungsoo kemudian dia menggores pergelangan tangan kirinya dengan pisau.
"Kyungsoo!" pekik Baekhyun.
Darah segar mengalir dari luka besar itu dan Kyungsoo hanya diam memperhatikan sementara Baekhyun berlari keluar untuk menelepon ambulans. Kyungsoo merasa kepalanya mulai pusing kemudian dia mendengar suara jendela yang terbuka dengan keras dan saat Kyungsoo menoleh, dia melihat Kai tengah berdiri di dalam kamarnya dengan kedua sayapnya yang terbuka lebar.
"KAU!" raungnya. Kai melesat cepat menghampiri Kyungsoo dan menyambar pergelangan tangan Kyungsoo yang berdarah, "Apa yang kau lakukan?!" raungnya lagi, terdengar begitu marah.
Kyungsoo mengerutkan dahinya dan mencoba fokus di tengah pusing yang mendera kepalanya, "Aku.. membunuh diriku.."
Kai mengeluarkan suara geraman rendah kemudian dia menunduk dan menghisap darah Kyungsoo yang masih mengalir. Kyungsoo meringis karena merasa pusing dan pandangan matanya mulai berkunang-kunang, kemudian dia melihat Kai melepaskan mulutnya dari pergelangan tangan Kyungsoo dan menggerakkan jarinya untuk menutup luka Kyungsoo dan ajaibnya luka itu menutup.
"Kenapa.." lirih Kyungsoo.
Kai tidak mengatakan apapun, dia berdiri dan berjalan mundur menjauhi Kyungsoo, "Jangan pernah mencoba membunuh dirimu. Bertahanlah sampai hari itu tiba."
Kai mencabut satu bulu sayapnya dan memberikannya pada Kyungsoo. "Kau memang akan menderita, tapi jika kau bertahan, kau akan tetap hidup."
Kyungsoo sama sekali tidak mengerti apa maksud ucapan Kai, dia merasakan usapan lembut bulu sayap berwarna hitam milik Kai di sekitar pergelangan tangannya kemudian dia merasakan Kai memaksakan bulu sayap itu agar tetap berada di dalam tangan Kyungsoo.
Dan lagi-lagi, Kyungsoo tidak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo tidak mengerti dan mungkin dia tidak akan pernah mengerti apa maksud ucapan Kai waktu itu. Hari menuju titik balik matahari semakin dekat dan Kyungsoo merasakan tubuhnya semakin dan semakin melemah. Baekhyun memang tidak pernah meninggalkannya, Baekhyun mencoba membuat hari Kyungsoo menjadi lebih ceria dengan mengajaknya berbicara dan bercerita apa saja tentang pekerjaannya dan hal-hal kecil lainnya yang membuat Kyungsoo tersenyum atau bahkan tertawa.
Masih ada waktu sembilan hari hingga gerhana matahari itu tiba dan Kyungsoo mulai merasakan kalau tubuhnya memang akan mati sebentar lagi. Bulu sayapnya semakin sering terlepas dan semakin memenuhi stoples kacanya. Baekhyun sempat menanyakan darimana Kyungsoo mendapatkan bulu sayap berwarna hitam kelam dan saat Kyungsoo menjawab bahwa itu dari Jongin, Baekhyun langsung meraung marah dan meminta Kyungsoo membuang bulu sayap itu. Tapi sayangnya Kyungsoo merasa bahwa dia tidak ingin membuangnya jadi Kyungsoo menyimpannya di bawah bantalnya.
Chanyeol datang mengunjungi rumah mereka sore itu. Dia datang dengan wajah lesu dan murung sehingga mau tidak mau membuat Kyungsoo bertanya-tanya apa kiranya yang terjadi pada iblis kenakalan itu.
"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Baekhyun santai.
"Aku tidak menyangka Kai akan melakukan ini." ujar Chanyeol.
"Kenapa?" tanya Kyungsoo, "Apa yang dilakukannya?"
Chanyeol mengerutkan dahinya dan menatap Baekhyun, "Kau belum mengatakannya?"
Kyungsoo mengerjap, "Apa?"
Baekhyun menggigit bibirnya, "Maafkan aku, Kyung. Aku hanya tidak ingin menambah beban pikiranmu."
"Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kyungsoo, mulai tidak sabar.
"Kai sudah berencana untuk menklaim orang lain di hari gerhana itu tiba. Dia sudah lebih dulu memberikan segelnya pada orang itu sebelum dia memberinya padamu."
"Apa seorang iblis bisa memberikan segel itu pada siapa saja?" ujar Kyungsoo bingung, soalnya dia tahu dia terikat dengan Kai, hanya saja dia terkejut mengetahui fakta kalau Kai tidak terikat dengannya. Pantas saja iblis itu begitu santai saat Kyungsoo merenggang nyawa.
Chanyeol melirik Kyungsoo, "Jika itu adalah iblis seperti Kai, jelas saja bisa. Aku sih tidak bisa, butuh banyak energi untuk mengikat satu orang."
"Jadi yang terikat dengan Kai bukan hanya aku? Apa dia juga merasakan rasa sakit yang sama denganku?"
Chanyeol menghela napas pelan, "Tidak, karena Kai menerimanya. Dia hidup dengan nyaman sampai nanti Kai menklaimnya."
Ada sesuatu yang terasa menusuk jantung Kyungsoo saat mendengar ucapan Chanyeol. Seharusnya Kai tidak mencegahnya bunuh diri saat itu. Dia sudah memiliki orang lain yang akan diklaim, jadi untuk apa menyelamatkan Kyungsoo jika nantinya dia akan mati? Untuk apa mengatakan Kyungsoo akan bertahan hidup jika dia berhasil melewati hari itu nanti?
Kyungsoo tidak akan bertahan hidup. Tidak akan mungkin.
"Siapa namanya?"
"Dia iblis pencetus hawa nafsu manusia, namanya Krystal." Chanyeol berujar dengan mata yang terus memperhatikan perubahan ekspresi Kyungsoo.
"Wanita?" pekik Baekhyun.
"Ya, dan cantiknya luar biasa. Mungkin karena dia memang iblis penggoda." Chanyeol menatap Baekhyun yang baru saja bertanya. Dan dia tersenyum geli melihat ekspresi marah Baekhyun yang lucu.
"Iblis itu! Akan kuhajar dia!" ujar Baekhyun geram.
Kyungsoo tersenyum melihat itu, pandangan matanya tidak sengaja tertuju pada jendela, matahari sudah terbenam seluruhnya dan saat Kyungsoo melihat sisi kanannya, dia melihat tiga bulu sayap di sana. Kyungsoo mengambilnya dan matanya mengedar mencari stoples kacanya, dan ternyata itu berada dekat dengan Baekhyun.
Kyungsoo membuka mulutnya dan memanggil Baekhyun tapi tidak ada suara yang keluar. Kyungsoo mencoba lagi tapi hasilnya tetap sama, dia mencoba berteriak tapi dia justru terbatuk-batuk karena tenggorokannya terasa sakit dan panas.
Baekhyun yang melihat itu mengerutkan dahinya, "Ada apa, Kyung?"
Kyungsoo mendongak dan menatap Baekhyun kemudian mencoba berbicara, tapi lagi-lagi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Kyungsoo semakin panik, dia menyambar air di meja dan meneguknya hingga habis, berdehem beberapa kali kemudian mencoba berbicara tapi hasilnya sama saja.
Dan seketika itu ucapan Kai soal organnya yang akan terbakar satu-persatu terngiang dalam kepala Kyungsoo.
Apakah organ pertamanya yang terbakar itu adalah.. pita suaranya?
To Be Continued
.
.
.
.
Kemarin banyak yang komen kalau kalian bete sama Kai. Sama kok, aku juga *lho?
Hahahaha XD
Kainya memang menyebalkan. Gigit saja. Hahahaha
.
.
Oke, sampai ketemu di part berikutnya!
See ya!
.
.
Review?
Thanks!
Line! blacklunalite
