The Other Half

Pair:

Kim Jongin x Do Kyungsoo

Rate: T – T+

Length: Parts

Summary:

Malaikat yang sayapnya dipatahkan oleh iblis akan dibuang ke bumi dan berubah menjadi manusia. Malaikat itu harus menemukan sayapnya kembali agar bisa kembali menjadi malaikat. Tapi itu hanya kasus yang terjadi pada malaikat yang kedua sayapnya dipatahkan. Dan Kyungsoo memiliki nasib yang berbeda, karena seorang iblis hanya mematahkan sebelah sayapnya. / KaiSoo, BL, AU.

Warning:

BL, AU, Fiction.

.

.

.

.

.

.

.

Part 5: The Newborn Devil

Baekhyun sedang berjalan kembali ke rumahnya dan ketika dia membuka pintu rumahnya, dia menyadari betapa sepi dan heningnya rumahnya. Dia tahu Kyungsoo tidak bisa bicara ataupun mendengar, tapi biasanya Baekhyun masih akan mendengar suara dari TV yang dinyalakan Kyungsoo. Kyungsoo memang suka menonton TV walaupun dia tidak bisa mendengar lagi.

Lagipula rumahnya gelap sekali, dan ini tidak biasanya.

"Kyungsoo? Kau sudah kembali?"

Baekhyun ingat Kyungsoo bilang dia ingin pergi membeli es krim. Tapi itu siang tadi, bagaimana mungkin Kyungsoo belum kembali sementara hari sudah beranjak malam?

Baekhyun berlari kecil menuju kamar Kyungsoo dan kamarnya gelap seperti biasanya. Ketika Baekhyun menyalakan lampu, ada satu hal yang langsung menarik atensinya, stoples kaca berisi bulu sayap Kyungsoo.

Ketika Baekhyun menghampirinya, Baekhyun menyadari sesuatu yang membuatnya membulatkan mata dan memperhatikan isi stoples itu lekat-lekat.

Isi stoples itu berubah, isinya bukan lagi bulu sayap Kyungsoo yang berpendar lembut. Isinya berubah menjadi sekumpulan bulu berwarna hitam kelam.

"Apa yang terjadi pada Kyungsoo?" Baekhyun mulai ketakutan. Titik balik matahari akan terjadi empat hari lagi, apa itu mempengaruhi sayap Kyungsoo?

Tapi dia ingat sekali tadi pagi bulu sayap Kyungsoo masih berwarna putih dan mengeluarkan pendar lembutnya seperti biasa. Tidak seharusnya bulu sayap itu berubah secepat ini.

Baekhyun bergegas meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Kyungsoo. Dia memang memberikan ponsel pada Kyungsoo untuk memudahkan komunikasi mereka tapi saat ini ponsel Kyungsoo tidak aktif. Baekhyun mencoba berpikir positif dan mengirimkan pesan pada Kyungsoo.

Tiga puluh menit menunggu dan Baekhyun tidak juga mendapatkan balasan apapun. Dia menggigiti kukunya seraya terus berjalan mondar-mandir di dalam kamar Kyungsoo.

Kyungsoo baik-baik saja, kan?

.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo mengerutkan dahinya tapi dia belum bisa membuka matanya. Dia mengeluarkan erangan lemah dan bergerak kecil. Saat bergerak itulah dia menyadari dirinya seperti berbaring di atas sesuatu yang lembut dan halus seperti bulu.

"Kau membuatku bertindak gegabah, Kyungsoo."

Kyungsoo bisa mendengar suara seseorang yang berbisik sangat dekat dengan telinganya. Bisikan dengan suara rendah itu terdengar seperti suara Kai. Kyungsoo ingin berbicara, namun tubuhnya terasa begitu lemas dan tidak bertenaga.

"Prosesnya belum selesai sempurna, kau harus menunggu hari titik balik matahari."

Suara Kai terdengar lagi dan Kyungsoo merasaka usapan lembut di pipinya.

"Sudah kukatakan berulang kali aku tidak akan membiarkanmu mati. Tapi itu tidak berarti kau boleh menabrakkan dirimu ke truk yang melaju, Kyungsoo."

Kyungsoo yang tidak mampu bergerak ataupun mengeluarkan suara jelas tidak bisa melakukan apapun. Tapi ada satu hal yang membuat Kyungsoot tertegun, bukankah dia sudah tidak bisa mendengar? Tapi kenapa dia bisa mendengar suara Kai dengan sangat jelas di telinganya? Tidak mungkin Kai berkomunikasi dengan telepati atau sejenisnya karena Kyungsoo merasakan hembusan napasnya dengan begitu jelas di telinganya.

Dan tadi Kai bilang dia menabrakkan dirinya pada truk?

Ingatan Kyungsoo seolah mendapat hentakan keras, dia ingat. Dia ingat dia berada di tengah jalan untuk menolong seekor kucing. Jadi seharusnya dia sudah mati, kan? Kenapa sekarang dia malah berada di suatu tempat dengan Kai dalam kondisi tetap bernyawa?

Kyungsoo merasakan usapan lagi di sekitar wajahnya dan dia merasakan sesuatu yang menjadi alas tubuhnya itu bergerak kecil.

Tunggu,

Sebenarnya apa yang menjadi alas tubuhnya?

Kai mengeluh pelan, "Sayapku bisa patah kalau begini terus." Kai menggerutu dalam suara kecil tapi Kyungsoo bisa mendengarnya dan Kyungsoo menduga jarak mereka pasti sangatlah dekat.

Kyungsoo merasakan helaan napas lelah yang pastinya dari Kai berhembus di sekitar pelipisnya. Kemudian dia merasakan sebuah lengan yang bergerak memeluk pinggangnya dan mengelus pinggulnya dengan gerakan memutar yang terasa lembut dan sensual.

"Kalau saja aku menandaimu lebih dulu, aku pasti tidak perlu melakukan hal semacam ini. Kalau hari titik balik matahari sudah selesai, akan kupastikan kau membayar semua ini, Kyungsoo."

Kyungsoo tidak mengerti. Tapi saat mendengar soal 'membayar', ada suatu perasaan takut yang merasuk dalam diri Kyungsoo.

Apalagi yang akan dilakukan Kai terhadapnya?

Kai bergerak kecil dan Kyungsoo merasakan kehangatan yang semakin menyelubungi dirinya. Mungkin Kai memeluknya atau semacamnya.

Kemudian Kyungsoo merasakan pergerakan lembut dari alas tubuhnya dan Kai yang kembali mengeluh pelan.

"Sial, sayapku."

.

.

.

.

.

.

.

Besok adalah hari titik balik matahari dan Kyungsoo masih belum juga kembali. Baekhyun sudah kehabisan akal untuk mencari Kyungsoo. Dia tidak mungkin melapor pada polisi karena dia dan Kyungsoo tidak memiliki riwayat lengkap dalam kehidupan manusia. Mereka tidak lahir di dunia manusia, bagaimana mungkin mereka memiliki catatan lengkap seperti berkas hukum?

Dan pastinya jika Baekhyun melapor pada polisi, hal itulah yang akan ditanyakan terlebih dahulu.

Baekhyun sedang duduk termenung di teras rumahnya ketika dia melihat sosok dengan rambut merah dan sayap hitam mendarat tak jauh darinya.

"Chanyeol?" ujar Baekhyun kemudian dia berdiri dan bergegas menghampiri Chanyeol.

Tidak biasanya Chanyeol mau datang dengan penampilan 'iblis'nya. Biasanya Chanyeol akan menyembunyikan sayapnya dan datang ke rumah Baekhyun dengan cara normal seperti berjalan kaki.

Chanyeol menghembuskan napas pelan dan tersenyum saat melihat Baekhyun. Dia menarik Baekhyun yang mendekatinya ke dalam pelukan dan menyelubungi tubuh Baekhyun dengan sayapnya.

"Besok adalah harinya. Kau akan tinggal bersamaku." Chanyeol berujar dengan kepala yang terbenam di lekukan leher Baekhyun.

Baekhyun mengelus punggung lebar Chanyeol. Tidak biasanya Chanyeol agak emosional seperti ini mengingat Chanyeol adalah iblis kenakalan yang biasanya selalu hadir dengan senyum lebar yang terlihat agak aneh.

"Aku akan tinggal bersamamu? Apakah aku akan berubah menjadi dirimu?" tanya Baekhyun pelan. Dia sudah berubah menjadi manusia dan dia juga tidak ingin mengingkari takdirnya sebagai mate yang dipilih Chanyeol.

Dia tidak akan bisa kembali menjadi malaikat dan jika di bumi ada Chanyeol yang menerimanya dengan senang hati, maka Baekhyun rela memberikan dirinya untuk Chanyeol.

Chanyeol menggeleng, "Kau tidak akan berubah menjadi diriku. Kau akan tetap menjadi manusia, hanya saja karena separuh dari diriku ada padamu, selama aku masih hidup, maka kau juga hidup. Tidak peduli berapa lama tahun berlalu, kau akan tetap seperti ini bersamaku."

"Maksudmu aku abadi?"

"Tepat sekali."

Baekhyun tersenyum, dia merasakan Chanyeol menghembuskan napas di sekitar lehernya dan Baekhyun kembali menyadari kalau mereka berada di ruang terbuka dengan sayap Chanyeol yang masih terlihat jelas. "Yeol, sayapmu."

"Tidak apa-apa."

"Bagaimana jika ada orang lain yang melihatnya?"

"Aku akan membawamu ke duniaku."

Baekhyun terdiam, "Sekarang?"

"Ya,"

"Tapi aku masih belum bisa menemukan Kyungsoo."

Chanyeol terdiam kemudian dia menghela napas lagi, "Kyungsoo ada di duniaku."

Baekhyun mengerjap kaget, dia mencoba melepaskan diri dari Chanyeol. Chanyeol meregangkan pelukannya, tapi dia tidak melepaskannya, kedua lengannya masih berada di pinggul Baekhyun.

"Kyungsoo ada di sana? Bagaimana bisa?" tanya Baekhyun kaget.

"Ya, sekitar tiga hari lalu Kai membawa Kyungsoo ke sana. Dia hampir mati, Kyungsoo beruntung segel Kai masih menyelematkan nyawanya dan membuatnya tetap hidup. Kai membawanya ke kamarnya dan.." Chanyeol mengangkat bahunya pelan, "Dia memulai ritual untuk menjadikan Kyungsoo sebagai matenya sebelum titik balik matahari untuk menyelamatkan Kyungsoo."

Baekhyun membulatkan matanya, "Iblis itu melakukan itu untuk Kyungsoo?"

Chanyeol mengangguk, "Aku langsung tahu kalau sebenarnya yang diinginkan Kai adalah Kyungsoo. Tapi Kyungsoo adalah malaikat dan seharusnya Kai merubahnya dulu menjadi manusia sebelum melakukan klaim." Chanyeol meringis, "Tapi kelihatannya Kai punya pikiran lain soal Kyungsoo."

Kali ini Baekhyun mengerutkan dahinya, "Pikiran lain?"

Chanyeol terkekeh gugup, "Ini hanya asumsiku saja. Tapi menurutku Kai ingin menjadikan Kyungsoo sebagai iblis juga. Dan untuk itu dia harus membuat Kyungsoo berubah perlahan menjadi manusia dan dia menolaknya agar Kyungsoo melakukan dosa dengan membencinya. Semakin banyak dosa yang dilakukan Kyungsoo, akan semakin mudah bagi Kai untuk mengubahnya menjadi iblis. Dan terakhir, Kai hanya perlu mengklaimnya dan semuanya selesai."

"Apa itu sebabnya bulu sayap Kyungsoo yang ada di stoplesnya berubah menjadi hitam?"

Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, "Bulu sayapnya berubah?"

"Ya, aku panik sekali karenanya."

"Kurasa Kai memang serius soal Kyungsoo. Hanya saja karena dia sudah mengklaim orang lain sebelum Kyungsoo, dia jadi tidak bisa melakukannya secara terang-terangan. Dia benar-benar berhasil membuat semua orang berpikir dia membuang Kyungsoo dan memilih Krystal."

"Lalu bagaimana dengan iblis wanita itu?"

"Entahlah, mungkin dia akan musnah atau mungkin juga dia akan baik-baik saja. Aku tidak pernah mendengar soal iblis yang mati karena dikhianati pemberi segelnya, sih."

.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo tidak tahu berapa lama dia tertidur. Namun akhirnya dia mampu membuka matanya dan ketika dia membukanya, Kyungsoo langsung mengeluarkan hembusan napas dengan suara keras. Rasanya seperti baru saja bangkit dari kematian.

Bola mata Kyungsoo bergulir dan dia melihat Kai sedang berbaring di sebelahnya dengan damai dan dalam keadaan mata tertutup. Rambut iblis itu jatuh menutupi sebagian dahinya dan Kyungsoo menyadari bahwa jarak wajah mereka begitu dekat bahkan ketika Kyungsoo menoleh seperti ini, hidungnya dan hidung Kai nyaris bersentuhan.

Kyungsoo mengerjap dalam gerakan pelan. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi melihat Kai berada di sebelahnya dengan kondisi tubuh yang tidak lagi kesakitan membuat Kyungsoo mau tidak mau bersyukur. Setidaknya dia tidak lagi harus menangis karena kesakitan.

Kyungsoo bergerak pelan dan dia baru menyadari kalau dia berbaring dengan sayap Kai sebagai alas tubuhnya dan sayap lainnya menyelimuti tubuh mereka berdua. Jemari Kyungsoo terulur dan menyentuh sayap yang menyelimuti tubuhnya, bulu sayap hitam itu terasa begitu halus di jemari Kyungsoo.

"Kau sudah bangun?"

Suara Kai menyentakkan Kyungsoo, dengan cepat dia menarik jarinya dan menatap Kai yang bergerak perlahan untuk meregangkan lehernya.

"Sayapku hampir patah karenamu." Kai mengerang pelan dan secara perlahan dia menarik salah satu sayapnya yang menjadi alas berbaring Kyungsoo.

"Kenapa kau membiarkanku tidur di atas sayapmu?" Kyungsoo bersuara dan setelahnya dia menutup mulutnya dengan sebelah tangan.

Dia bisa berbicara!

Kai tersenyum melihat raut wajah kaget Kyungsoo, "Iya, kau bisa bersuara dan bisa mendengar lagi."

"Tapi.. bagaimana bisa?"

Kai menggerakkan tubuhnya kemudian dia merubah posisinya menjadi menindih Kyungsoo. "Titik balik matahari sudah dimulai. Aku harus mengklaimmu."

Kyungsoo menahan dada Kai, "Tidakkah seharusnya kau menjelaskan sesuatu padaku?"

"Nanti, aku harus melakukan ini dulu."

Kai menurunkan kepalanya dan mendekatkan mulutnya pada leher Kyungsoo. Kemudian Kyungsoo merasakan Kai menggigitnya dan menghisap darahnya tanpa aba-aba. Rasanya begitu sakit dan panas hingga tanpa sadar Kyungsoo mencakar bahu Kai.

"Karena aku sudah menolongmu beberapa hari lalu, kau sudah berubah menjadi manusia. Dan satu-satunya dosa yang bisa kuberikan padamu adalah ini."

Kyungsoo tidak mengerti maksud dari ucapan Kai, tapi ketika Kai menggeser wajahnya menuju wajahnya dan menciumnya, Kyungsoo lupa segalanya.

Kai mengeluarkan suara geraman rendah saat dia menciumnya dan Kyungsoo bisa merasakan sayap dari iblis itu menggesek lengannya yang sekarang sedang melingkar di bahu Kai. Kyungsoo tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya, tapi dia merasa begitu panas dan satu-satunya yang dia inginkan adalah Kai semakin dekat padanya.

Malaikat tidak memiliki hawa nafsu tapi ketika Kyungsoo mengeluarkan desahan pertamanya, Kyungsoo sadar kalau dirinya sudah berubah menjadi manusia dan dia memiliki nafsu.

Kyungsoo tidak ingat banyak selain Kai yang menyentuhnya di berbagai tempat hingga di sudut paling pribadi dari tubuh Kyungsoo. Dan ketika dia merasakan Kai masuk dalam dirinya, Kyungsoo merasa bahwa dia sudah terselimuti oleh Kai.

Dia hanya mengingat iblis itu dan ketika Kai bergerak untuk melecehkan bagian dalam tubuhnya, Kyungsoo tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti alur permainan iblis itu hingga dia selesai dengan tubuh Kyungsoo.

Kyungsoo terengah-engah sementara Kai masih berada di atasnya dan perlahan iblis itu menyeringai.

"Sekarang kau bisa berubah menjadi sama sepertiku." Kai berujar kemudian dia mencium Kyungsoo lagi.

Kyungsoo tidak mengerti apa maksudnya tapi kemudian dia merasakan Kai menjauhkan bibirnya. Kyungsoo membuka matanya dan dia melihat Kai menggigit bibirnya sendiri kemudian dia memasukkan bibirnya yang terluka dan berdarah ke sela bibir Kyungsoo.

Darah Kai menetes dan masuk ke dalam mulutnya. Kyungsoo merasakan rasa pahit dan panas kemudian matanya terbuka lebar ketika dia merasakan sesuatu yang panas masuk ke dalam tubuhnya dan seolah mencengkram jantungnya.

"AAARRGGHHH!" Kyungsoo berteriak, rasanya jauh lebih sakit dari saat segel Kai menyiksanya.

Kai memeluk Kyungsoo dan menyelubungi tubuh Kyungsoo dengan sayapnya. "Tenanglah, sakitnya hanya sebentar."

Kyungsoo merasakan tubuhnya terlonjak-lonjak karena sesuatu seolah mengubah dirinya. Kemudian dia merasakan rasa sakit di punggungnya seolah sesuatu hendak keluar dari balik punggungnya. Kyungsoo mengeluarkan geraman dan dia mengulurkan tangan kemudian mencengkram bahu Kai begitu erat hingga kukunya menancap di bahu iblis itu.

Kai memperhatikan Kyungsoo yang menggeliat kesakitan di bawahnya dengan tatapan datar. Dia sama sekali tidak mempedulikan bahunya yang berdarah. Kyungsoo mengeluarkan jeritan panjang dan melengkungkan tubuhnya, rasanya seolah sesuatu itu merangsek keluar dari tubuhnya melalui punggungnya.

Krak

Kai mendengar suara tulang yang berderak dari punggung Kyungsoo dan dia menyeringai, "Kau milikku, sekarang dan selamanya."

The End

.

.

.

.

.

.

Yap, sudah selesai.

Iya ceritanya memang cuma sampai di situ kok. Hahahaha

Jangan lupa reviewnya yak. Hehehe

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Epilogue

Kyungsoo tidak mengerti dan mungkin selamanya dia tidak akan mengerti mengenai takdirnya setelah seorang iblis bernama Kai mematahkan sebelah sayapnya.

Ketika Kyungsoo sadar untuk kedua kalinya, dia terbangun dengan sepasang sayap baru di punggungnya dan sayapnya berwarna hitam kelam. Kyungsoo sangat terkejut melihat sayap barunya sementara Kai tersenyum dengan begitu puas di hadapannya.

Dia menyambut Kyungsoo sebagai pasangannya dan Kyungsoo menyadari kalau dia sudah bukan lagi malaikat ataupun manusia. Dia adalah iblis, iblis pasangan dari Kai. Kyungsoo yang shock memutuskan untuk berdiam di kamarnya selama sebulan penuh. Mencoba membiasakan diri dengan status barunya sebagai iblis dan juga tempat tinggalnya yang baru.

Kai selalu datang mengunjunginya setiap hari walaupun Kyungsoo selalu mengacuhkannya. Kai sendiri juga tidak berbuat banyak, dia hanya diam memperhatikan Kyungsoo yang melamun. Kadang pria itu akan memeluknya, mengelus sayapnya, dan memberikan sentuhan ringan yang membuat Kyungsoo merasa rileks.

Setelah sebulan, Kyungsoo keluar dari kamarnya dan dia menghampiri Kai untuk meminta penjelasan mengenai alasannya melakukan ini pada Kyungsoo. Reaksi Kai ketika Kyungsoo kembali membuka suaranya adalah memberinya pelukan. Kai selalu suka memeluknya dan menyelubungi tubuh Kyungsoo dengan sayap besar miliknya.

Kyungsoo sudah terbiasa dengan sayap itu karena sayap itu jugalah yang menyelimutinya setiap malam. Dia hanya diam ketika Kai mengajaknya kembali ke kamar mereka. Kai memeluk Kyungsoo dan kembali menutupi tubuh mereka dengan sayapnya dan mulai bercerita.

Dari awal dia bertemu Kyungsoo hingga akhirnya dia mengklaim Kyungsoo.

Kai mengatakan kalau dia tertarik pada Kyungsoo dan dia menyimpan bulu sayap Kyungsoo yang jatuh di hari itu adalah agar dia bisa merasakan kalau dia dekat dengan Kyungsoo. Kai mengatakan dia memberikan segel pada Kyungsoo tanpa pikir panjang karena dia begitu menginginkan Kyungsoo. Kemudian dia teringat soal orang lain yang dia berikan segel dan Kai memutuskan untuk mengubah Kyungsoo menjadi iblis agar dia bisa setara dan dianggap cocok untuk bersanding dengannya.

Kai sengaja membiarkan Kyungsoo menderita agar Kyungsoo berubah secara perlahan menjadi manusia dan juga agar Kyungsoo membencinya. Karena perasaan benci merupakan dosa dan semakin banyak dosa yang Kyungsoo perbuat, semakin mudah bagi Kai untuk mengubahnya menjadi iblis.

Kemudian ketika Kyungsoo nyaris mati, Kai melakukan suatu tindakan gegabah dengan membawa Kyungsoo yang masih separuh malaikat ke dunianya dan menolongnya. Sayap Kyungsoo hancur seketika karena Kai menyelamatkan nyawanya dan darah malaikatnya pun menghilang. Kyungsoo berubah menjadi manusia tapi berada di Dunia Bawah dalam kondisi manusia sangat berbahaya, banyak sekali iblis yang akan tertarik pada jiwa manusia Kyungsoo sehingga Kai harus melindunginya dengan berada di sebelahnya terus-menerus dan menutupi tubuh Kyungsoo dengan sayapnya agar iblis lain tidak bisa menyentuh Kyungsoo.

Ketika Kyungsoo sadar, Kai tahu dia harus mengklaimnya saat itu juga atau Kyungsoo tidak bisa lagi menjadi matenya. Tapi walaupun sudah diklaim, Kai butuh sesuatu untuk mengubah Kyungsoo menjadi iblis. Karena itu dia memberikan dosa berupa bercinta dengan iblis agar tubuh Kyungsoo berlumur dosa dan membuatnya mudah untuk mengubahnya menjadi iblis.

Tapi karena Kai terlalu terburu-buru, Kyungsoo justru shock dan berakhir dengan berdiam di kamarnya selama sebulan penuh.

Kyungsoo memang membutuhkan waktu beberapa hari lainnya untuk mencerna semua kejadian yang dia alami. Dan akhirnya mau tidak mau Kyungsoo harus menerima statusnya yang sekarang karena apalagi yang bisa dia lakukan selain menerima takdirnya?

"Kyungsoo?"

Lamunan Kyungsoo soal masa lalunya terputus saat mendengar suara Kai. Dia menoleh dan melihat Kai dengan pakaian serba hitam dan kemeja yang separuh kancingnya terbuka tengah bersandar di pintu kamar mereka.

"Matahari sudah tenggelam, mau jalan-jalan ke dunia manusia?"

Kyungsoo menatap Kai dalam diam. Iblis itu sangat tampan, rambut gelapnya jatuh menutupi dahi, rahangnya tegas, kulitnya kecoklatan dan juga tubuh atletisnya yang sekarang selalu memeluk Kyungsoo tiap malam tidak pernah gagal membuat Kyungsoo terpesona.

"Sayang, kenapa diam? Kau tidak mau?" Kai berjalan mendekati Kyungsoo dan mengelus pipinya.

Kyungsoo mendongak menatap Kai, "Ada yang ingin aku tanyakan padamu."

"Apa?"

"Aku belum sempat menanyakan soal iblis wanita yang sudah kau klaim sebelum aku. Bagaimana kabarnya?"

Kai mendengus, "Untuk apa kau menanyakan dia?"

"Aku hanya ingin tahu, Kai." Kyungsoo berujar lembut dan dengan sengaja dia melangkah semakin dekat dengan Kai.

Kai menghela napas, "Dia baik, hanya melemah. Iblis tidak akan mati hanya karena gagal diklaim."

Kyungsoo mengangguk pelan, "Kita mau ke dunia manusia?"

Kai mengangguk.

"Aku ingin bertemu Baekhyun. Apa dia ada di sana?"

Kai menghela napas, "Oke, kita akan mencarinya."

Kyungsoo tersenyum lebar, matanya yang masih mata malaikat berpendar lembut. Kyungsoo juga bingung awalnya, tapi katanya mata malaikat memang tidak akan berubah meskipun sang malaikat jatuh sudah berubah menjadi manusia. Hanya saja Kyungsoo tidak menyangka matanya tidak berubah sekalipun dia sudah menjadi iblis.

Kai membalas senyum Kyungsoo dan menunduk untuk mencium malaikat jatuhnya. "Kau selalu membuatku jatuh padamu setiap harinya, Kyungsoo."

Dan Kyungsoo hanya membalas ucapan penuh nada memuja itu dengan senyum lebar di bibirnya. Setidaknya jika ini memang takdirnya, maka Kyungsoo akan belajar untuk menerimanya dan menjalaninya.

End of The Epilogue

.

.

.

Akhirnya bahagia, kan? Hehehe

Aku fast-update karena review kalian kemarin banyak dan memberiku semangat untuk membuat ini.

Love you all!

.

.

.

P.S:

EXO di Lotto itu illegal sekali. Sungguh.

I'm gonna sue them for being that sexy.

Sexy EXO should be illegal. My heart can't take it T^T

Aku belum pulih dari mixtapenya Agust D dan sekarang EXO muncul dengan penampilannya yang seribu persen illegal untuk fangirl.

Aku bisa mati..

.

.

Ah, sudahlah.

Jangan lupa reviewnya! *peluk*