Chapter 02 : Loveless
.
.
.

"Sedih dan bahagia jelas ada batasnya, namun diantara keduanya ada haru, atau kau." – sabdaliar

.

.

Jungkook menurut saja saat tangannya ditarik menuju ke sebuah tempat yang ia sendiri tak tahu. Pemuda itu ingin tempat yang lebih sepi dan rindang. Cocok untuk menghabiskan waktu berdua bersama kekasih tercintanya.

Setelah melewati beberapa pohon-pohon yang menjadi penghalang, mereka berdua sampai disebuah tempat yang memang sepi, terdapat beberapa bangku yang tentu saja ditujukan untuk pengunjung yang datang.

Tapi rupanya tempat tersebut terlalu tersembunyi hingga orang-orang tak sadar akan keberadaannya, padahal disana disuguhkan pemandangan yang memanjakan mata.

Sebuah sungai kecil dengan air jernih yang mengalir, menghasilkan suara merdu yang menangkan. Beberapa bunga tumbuh dengan subur, mewarnai tempat tersebut sehingga tampak lebih rindang.

"Aku menemukan tempat ini dulu dengan teman masa kecilku. Bagaimana? Bagus bukan?"

Pemuda tersebut melukis senyum lima jari andalannya. Jungkook menelanjangi tempat tersebut dengan mata berbinar, lalu mengangguk setuju dengan semangat.

"Hyung... Disini sangat indah, dan sejuk."

Jungkook menutup kedua matanya dan menghirup udara segar dalam-dalam. Membuat pemuda yang berada disebelahnya tersenyum. Pemuda tersebut menarik Jungkook kesalah satu bangku, kemudian tiba-tiba tubuhnya diangkat kepangkuan sang pemuda berambut coklat yang berhasil membuat Jungkook terkejut dengan wajah memerah lucu.

"A-apa yang kau lakukan?!"

Jungkook akan berdiri tapi pemuda tersebut menahannya dengan memeluk pinggangnya erat. Ia menundukkan guna menyembunyikan rona wajahnya dan berusaha menetralkan detak jantungnya yang meliar.

"Jungkookie.."

Yang dipanggil menatap mata sang kekasih, dengan malu-malu yang membuat pemuda tersebut gemas. "Tae hyung.. Aku malu.."

"Tidak ada yang melihat."

"Iya, tapi.."

Cup

Sebuah kecupan mendarat dibibir Jungkook. Ia melebarkan matanya terkejut, tangannya meninju pelan bahu sang kekasih. Masih sempat saja kekasihnya tersebut mencuri sebuah kecupan darinya.

"Hyung!"

Taehyung terkekeh. Ia mengelus pipi Jungkook pelan, memandangnya teduh dengan penuh kasih sayang. Seakan ia tak ingin berpisah, tak ingin kehilangan. Pandangan yang seakan mengisyaratkan bahwa Taehyung akan selalu menjaga Jungkook bagaimanapun keadaannya.

Taehyung kembali mendekatkan wajahnya perlahan, Jungkook menutup matanya kala nafas sang kekasih menerpa wajahnya, menempelkan bibirnya pada bibir manis Jungkook yang tak pernah bosan ia rasakan.

Jungkook mengeratkan pegangannya pada kedua bahu Taehyung saat bibir pemuda tersebut mulai bergerak pelan melumat bibirnya. Bahkan tangan Taehyung bergerak menggelitik punggung Jungkook.

Mau tak mau ia mendesah tertahan. Bibir Taehyung selalu menjadi candu untuk Jungkook. Rasanya lembut dan manis, dipadu mint yang selalu dapat menenangkannya.

"Nghh, hyung.."

Jungkook mendorong pelan dada Taehyung saat ia merasa membutuhkan oksigen lebih untuk bernafas. Taehyung melepas ciumannya dengan berat hati.

"Bodoh.." Jungkook memeluk leher Taehyung, yang dalam posisi memangkunya. Taehyung tertawa kecil, bukan pertama kalinya mereka melakukan ini namun kekasihnya tersebut selalu bersikap malu.

"Kookie, tunjukkan wajahmu."

Jungkook menggeleng. Taehyung memaksa tapi ia tetap tak mau melepas pelukannya pada leher Taehyung. Ia hanya menghela nafas maklum.

"Aku mencintaimu, Kim Taehyung."

Taehyung balas memeluk pinggang kekasih mungilnya. "Aku lebih mencintaimu, Jeon Jungkook."

TBC

Chapter selanjutnya bakal dipost besok, jika saya punya waktu luang. Rencananya sih bakal sehari update satu chapter hehe. Terima kasih! jangan lupa review ya~ ^^