Chapter 03 : Fearless
.
.
.

"Bukan sedebar apa ternyata aku mencintaimu, namun sesenyap hampa ketika kau telah tiada." – sabdaliar

.

.

Yoongi melangkah memasuki kamar Jungkook, tak kaget kala mata memandang Jungkook yang tengah menyesap sebatang rokok dengan tatapan kosong. Pemuda berambut mint tersebut langsung merebut rokok yang dipegang Jungkook, mematikan apinya dan membuangnya keluar jendela.

Jungkook menyatukan kedua alis dan berdecih. Ia menatap sahabat-sahabatnya masih dengan tatapan kosong sialan itu.

"Hei, bocah. Berhenti merokok. Kau kira harga rokok murah?"

Yoongi hanya bercanda tentang harga rokok. Mana mungkin Jungkook yang datang dari keluarga terpandang menganggap rokok adalah sesuatu yang mahal. Hoseok berjalan dan duduk disamping Jungkook., tangan terulur menyentuh lengan atas sang pemuda bergigi mirip kelinci. Wajahnya berubah sendu, tak kuasa melihat kondisi pemuda berambut hitam yang sudah ia anggap adiknya sendiri yang dari hari ke hari semakin memburuk.

"Kau semakin kurus." Ia beralih memegang pipi Jungkook yang semakin tirus karena pengurangan berat badan, Jungkook langsung menepisnya dan memandangnya tidak suka.

"Dokter akan memeriksamu." Ujar Seokjin dan seorang dokter masuk kedalam kamar. Jungkook menatap sengit sang dokter, bersembunyi dibalik punggung Hoseok yang ada disebelahnya.

"Jungkook-ah, ia hanya akan memeriksamu." Bujuk Hoseok dan berusaha melepas genggaman Jungkook pada bahunya.

"Benar. Aku hanya akan memeriksa keadaanmu."

Dokter muda tersenyum lembut, namun tak menggoyahkan hati sang lelaki bersurai hitam.

"Aku tidak sakit." Jungkook meremas bahu Hoseok yang ia jadikan pelindung. "Pergi dari sini!" bentaknya parau, jika kau meneliti kembali ada kesedihan yang besar terpancar dikedua bola mata Jungkook.

Emosi Seokjin mencapai diubun-ubun, ia mendekat kearah Jungkook dan menarik lengannya kuat. Jungkook sudah siap menutup matanya jika saja Seokjin memukulnya, namun ia justru memberikan sebuah pelukan yang sangat hangat untuknya.

"Kumohon.. Kami tak mau kau terpuruk lebih dari ini." Seokjin hampir saja menangis. Jungkook melunak, meskipun isi kepalanya sedang kacau namun ia masih mempunyai perasaan pada hyung tersayangnya tersebut.

.

"Ia akan mulai memecahkan barang-barang dan berteriak jika aku membuang rokok-rokok itu." Jelas Nyonya Jeon, nampak guratan lelah diwajah cantiknya.

Yoongi, Seokjin dan Hoseok merubah ekspresi. Mereka saling berpandangan satu sama lain. Tak mengerti cara apa lagi yang harus mereka tempuh untuk mengembalikan Jungkook seperti semula. Jungkook yang ceria, manja, dan penuh akan cerita.

Mereka hampir menyerah untuk menyelamatkan Jungkook.

TBC

A/N : Tinggalkan jejak ya readernim! Terima kasih ^~^