Chapter 04 : Heartless
.
.
.
"Mengenangmu menyalakan bara duka, tak pernah padam meski dihujani air mata." – sabdaliar
.
.
"Tae hyuー"
Jungkook berhenti dan mengatupkan mulutnya, dihadapannya ia melihat kekasihnya sedang bersama seorang gadis. Berdiri saling bertukar pandangan.
Mungkin hanya berbincang biasa, namun nampaknya gadis tersebut semakin lama semakin bergelayut manja dilengan Taehyung. Yang membuat Jungkook kesal adalah, Taehyung membiarkan gadis itu menggodanya. Jungkook melangkah mundur, semakin mundur saat gadis tersebut dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada Taehyung.
Tidak! Ini tidak boleh terjadi.
Ia berbalik lalu berlari sekencang mungkin. Air mata mengalir dikedua pipinya, dan sesak menguasai dadanya. Berharap apa yang dilihatnya adalah dusta.
.
"Seharusnya kau bilang saja jika kau sudah bosan bersamaku. Kau sudah muak denganku. Jangan bersikap manis jika kau bermain dibelakangku, hyung!"
Jungkook berteriak didepan Taehyung. Matanya sudah sembab karena menangis. Siapa yang rela dipermainkan?
Taehyung hanya menatap nanar Jungkook. Tidak, ini hanya salah paham. Ini bukan seperti yang Jungkook pikirkan.
"Jungkook, kau salah. Aku tidakー"
"Aku melihatnya! Kau berciuman dengan gadis itu!"
Ia memukul pelan dada Taehyung dengan kepalan tangan lalu berbalik membelakanginya. Ia terisak, membuat Taehyung dilanda rasa bersalah.
Grep
Taehyung memeluk Jungkook dari belakang, menyembunyikan wajahnya diceruk leher Jungkook. Membuat sang pemuda bergigi kelinci menutup mata kala nafas Taehyung menerpa lehernya.
"Kau salah paham, sayang. Gadis itu memang menyukaiku, tapi aku menolaknya."
Taehyung melepas pelukannya dan membalikkan badan Jungkook agar menghadap kearahnya, menatap matanya sehingga ia tahu jika Taehyung berkata yang sebenarnya.
Jungkook menatap kekasihnya dengan tatapan tak dapat diartikan. Benar, tak ada kebohongan tercetak dimata indah kekasihnya.
"Aku langsung mendorongnya saat ia akan menciumku. Kau tak melihatnya?"
Jungkook menggeleng dengan wajah polos, membuat pemuda bermarga Kim tersebut gemas. Ia mengusap sisa air mata yang ada dibawah mata kekasih mungilnya dan mengecup kelopak matanya.
"Aku tidak akan pernah berpaling darimu."
Jungkook kembali menutup matanya saat Taehyung beralih mencium keningnya. Lembut dan penuh cinta.
.
.
Brak!
"T-tae hyung!"
Jungkook berlarian mencari keberadaan sang kekasih yang entah dimanaーia baru saja bangun tidur dan langsung berlari, menimbulkan pening dikepala yang ia persetan dengan itu.
"Hyung?!"
Wajahnya kacau. Ia membuka pintu-pintu tapi tak menemukan Taehyung. Tangannya mulai gemetar dan matanya mulai meneteskan air mata.
Saat itu pemuda yang dicariーTaehyungー baru saja memasuki rumah lewat pintu depan, Jungkook langsung berlari dan memeluk Taehyung hingga membuatnya hampir terjungkal kebelakang.
"A-ada apa? Kenapa kau menangis?"
Pemuda kelinci tersebut menggeleng berulang-ulang sambil terisak. Taehyung menyatukan kedua alisnya bingung. Ia semakin panik saat tangisan Jungkook semakin pecah.
"Ssh, tenanglah. Aku ada disini."
Taehyung menepuk-nepuk punggung kekasihnya, menyalurkan kekuatan agar kekasihnya tersebut dapat mengendalikan diri. Hingga beberapa saat bertahan dalam posisi berdiri didepan pintu sambil saling merengkuh, akhirnya Taehyung memapah Jungkook untuk duduk disofa. Ia sudah mulai tenang meskipun masih sedikit sesegukan.
"Mimpi buruk?" Jungkook mengangguk. Masih belum sanggup untuk menceritakan apa yang terjadi dalam mimpinya.
"Apa yang kau mimpikan, hm?"
"A-aku bermimpi.. Melihat namamu diatas batu nisan.. Aku takut, aku tak mau kehilangan dirimu."
Ia akan menangis lagi kala rasa takut tak ingin kehilangan merambat didadanya, Taehyung kembali memeluknya dengan aura melindungi yang sangat nyaman.
"Itu hanya mimpi. Sudah, berhentilah menangis. Lagipula aku ada disini kan? Jadi aku masih hidup."
Jungkook menurut dan membalas pelukan Taehyung. Ia menocoba mempercayai bahwa Taehyung masih berada disampingnya, bersamanya, memberikan kehangatan yang tak ada habisnya untuknya.
Bagaimana jika Taehyung benar-benar menghilang, Jungkook akan sangat terpukul.
.
It's hard without you here beside me, hyung.
TBC
A/N : Tinggalkan jejak ya readernim! Terima kasih ^~^
