Chapter 05 : Sadness
.
.
.

"Rindu itu sungai api, mengalir di nadi-nadi, menyala di sepi-sepi." – sabdaliar

Seokjin kembali mengunjungi sahabat yang sudah ia anggap adiknya sendiri. Ia masuk dan mendapati Jungkook tengah tertidur dengan selimut sedikit terbuka. Senyum lembut terpoles dibibir tebalnya.

Ia membenahi posisi selimut Jungkook hingga dibawah dagunya. Kemudian duduk dikursi samping ranjang.

"Jungkook-ah, aku tahu kau orang yang kuat. Kumohon bertahanlah dan melangkah maju." Seokjin mengelus rambut lelaki yang lebih muda, matanya terbuka perlahan dan mengubah posisi menjadi terduduk. Ia tak tidur, Seokjin beralih ke sampingnya.

Merasa getir tatkala melihat kantung mata yang tergambar jelas diwajah Jungkook. Bibirnya terluka (lagi), dan wajah pucat.

"Hyung.."

"Hm?"

"Kenapa tidur menjadi hal tersulit yang harus dilakukan sekarang?"

Jungkook menatap sayu kedua mata Seokjin. "Jungkook..."

"Aku ingin tidur dan bangun dari mimpi buruk ini. Tapi aku terlalu takut untuk menutup mata.."

Air mata menggenang, namun tak sampai jatuh. Seokjin menggenggam tangan pemuda kelinci. "Jungkook, kau harus tahu jika kau benar-benar mencintainya, maka hal yang harus kau lakukan adalah membuatnya bahagia. Kau pikir ia senang melihatmu terpuruk seperti ini?"

Jungkook terdiam. Ia tak bodoh untuk mengerti kalimat barusan yang dikatakan hyungnya. Namun ia hanya ingin menutup mata, semuanya terlalu cepat dan ia tak bias menanggungnya.

"Maafkan aku..."

Ia terisak pelan. Seokjin merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru tua. Meraih tangan Jungkook dan meletakkannya ditelapak tangan sang pemuda.

"Aku menemukan ini dikamar Taehyung. Jaga baik-baik, kupikir ia berniat memberimu ini hari itu." Jungkook meremat kotak tersebut dan terisak hebat. Hatinya bagai diremat, ditimpa oleh benda berkilo-kilo beratnya.

Jin menatap sendu pemuda 5 tahun dibawahnya tersebut. Mau tak mau ia juga meneteskan airmata, terpikir olehnya bagaimana jika ia berada diposisi Jungkook.

"K-kenapa? Kenapa harus Tae hyung? Kenapa bisa Tae hyung? Kenapa bisa ia yang mengalami semua ini!"

Ingin rasanya Jungkook mengungkapkan semua perasaan yang ia pendam selama ini. Semua sudah menumpuk dan ia tak sanggup untuk menahannya lagi. Jungkook berkali-kali terbunuh oleh rasa sesak didada yang mencabik-cabiknya, dan ia mulai lelah.

"Hyung, aku tak akan pernah melihat senyumannya lagi. Dekapannya, kehangatannya, semua sikap manisnya. Aku tak akan mendapatkan itu semua lagi.."

Jungkook, kau tak lelah terus meneteskan air mata itu? Kau tak lelah terus menerus menangisi kepergiannya?

"Aku tahu, Jungkook. Aku tahu."

"Kau tidak tahu hyung!" Jungkook membentak Jin tepat didepan wajahnya, membuat Jin sedikit berjengit.

"Kembalikan Taehyungku.."

Jungkook benar-benar dibutakan oleh rasa cinta.

TBC

Mind for leaving review or fav or follow? Thank you ^^