Wajah Shishidou sedikit memperlihatkan ekspresi ketidakpercayaan. Tapi, di satu sisi dia tidak bisa menyangkal bukti yang tampak jelas di depan matanya. "Ternyata peri itu benar-benar ada ya…"
"Tentu saja!" jawab sang peri sembari tersenyum manis. "Tapi kami tidak pernah membiarkan wujud kami dilihat manusia agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan."
"Tapi sekarang aku melihatmu. Apa tidak apa-apa? Bisa saja aku menjualmu untuk mendapatkan uang."
"Itu tidak mungkin."
"Hah? Kenapa kamu terlihat percaya diri seperti itu?"
"Karena…" sang peri tampak sedikit berpikir. "Pokoknya aku yakin."
Shishidou pun terdiam, tidak tahu harus berkata apa lagi. "Ya, sudah. Kamu istirahat saja hingga lukamu sembuh!"
"Te-terima kasih… Ah, iya! Sebelum lupa, aku ingin memberitahukan sesuatu."
"Hm?"
"Karena kamu sudah baik kepadaku, aku ingin memberikan sesuatu sebagai balasannya."
"Apa itu?"
"Aku akan mengabulkan tiga buah permohonanmu."
"Hah?" Shishidou mengerutkan alis. "Meski kini aku percaya bahwa peri itu ada, tapi aku masih tidak percaya bahwa kalian memiliki kemampuan seperti itu juga."
"Kalau begitu coba saja."
Termakan oleh rasa penasaran, akhirnya Shishidou duduk di atas kursi depan meja belajarnya dan mulai berpikir. "Ya sudah kalau begitu. Aku minta sebuah topi!"
"Topi? Yang seperti apa?"
"Topi biru."
"Ta-tapi… bukankah kamu sudah punya topi biru lebih dari tiga?" tanya si peri setelah melihat tumpukan topi biru yang sama di atas meja pojok ruangan.
"Sudah, kabulkan saja! Atau kamu sebenarnya hanya sedang berbohong?"
"Ba-baiklah…"
Si peri memejamkan mata beberapa saat, mengangkat kedua tangan ke atas dan bertepuk tangan sekali. Setelahnya, dengan ajaib sebuah topi biru yang dipinta Shishidou pun muncul di atas meja belajar. Seakan baru saja terjatuh dari atas langit.
Shishidou mengucek matanya beberapa kali karena merasa tidak percaya. Namun tidak butuh lama hingga dia akhirnya terlihat sangat bahagia berkat topi barunya itu.
"Sekarang kamu percaya?"
"Ya!" jawab Shishidouu dengan semangat. Dia berdiri sembari melompat girang seakan berhasil menemukan sebuah harta karun. "Ternyata kamu benar!"
"Tentu saja!"
"Kalau begitu aku ingin meminta yang lain!"
"Tunggu dulu!"
"Kenapa? Aku masih punya dua permintaan lagi, bukan?"
"Iya. Tapi bukankah lebih baik jika kamu simpan saja dulu hingga benar-benar menemukan hal yang lebih penting untuk diwujudkan?"
"Hem… Kau benar." Shishidou yang semula meloncat-loncat akhirnya kembali duduk dengan tenang. "Tapi… aku butuh jaminan agar kamu tidak kabur sebelum mengabulkan dua permohonanku yang tersisa."
"Tenang saja, karena aku akan terus bersamamu."
"Hem…" Shishidou terdiam cukup lama. "Hah?! Maksudnya, kamu akan menumpang di rumahku?"
"Tenang saja, aku bisa tidur di mana saja."
"Bukan begitu masalahnya…"
"Apa terlalu merepotkan?" Peri berambut perak itu menatap mata Shishidouu dengan lekat. Matanya mulai berkaca-kaca dan membuat lelaki di hadapannya tidak bisa menolak.
"Tidak sih…"
"Kalau begitu, terima kasih banyak!" Si peri kembali tersenyum lebar dengan polosnya.
"Oiya, ngomong-ngomong, aku harus memanggilmu apa?"
"Ah, maaf aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Choutarou. Salam kenal, Shishidou san."
