"Yo!"
"Hei, kembalikan topiku, Gakuto! Sejak tadi kamu tidak bisa diam."
"Aku sedang semangat sekali hari ini!"
"Memang ada apa?"
"Kamu masih bertanya? Tentu saja karena sekarang kita akan bertemu para junior yang masuk club!"
"Bukankah itu berarti saingan kita bertambah banyak?"
"Ck ck," Gakuto menggeleng. "Justru orang yang akan memujiku akan bertambah banyak."
"Dasar kamu ini."
Dengan penuh semangat, Gakuto kembali melompat-lompat sembari lagi-lagi mengambil topi Shisihdou. Si pemilik topi tentu saja tidak menyerah untuk mendapatkan kembali barangnya. Tapi, dia terlalu ceroboh hingga tanpa sadar menabrak seseorang.
"Ah, maaf," ucap Shishidou sembari membalikkan badan. Dia terdiam sesaat sebelum akhirnya mengulurkan tangan. "Kamu tidak apa-apa, Chou?"
Si korban penabrakan Shishidou tadi segera berdiri dengan wajah sedikit keheranan. "Kenapa senpai bisa tahu namaku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Ah, ti-tidak…"
"Eng? Siapa itu, Shishidou? Kenalanmu?"
"Bu-bukan…" Shishidou terlihat sedikit salah tingkah. "Kamu anak baru bukan?"
"Iya!" jawab si anak baru dengan penuh semangat. Rambut peraknya bersinar tersiram oleh cahaya mentari. "Saya murid baru yang akan bergabung dengan club tenis. Nama saya Choutarou. Ootori Choutarou. Salam kenal!"
.
Sementara itu, Atobe terdiam di balik jendela. Memandang ke arah lapangan tenis yang dipenuhi oleh beberapa anggota club juga para murid baru yang hendak mendaftar. Namun sebenarnya, sedari tadi matanya hanya terfokus kepada satu titik di mana si anak bertopi dan si anak berambut perak berada. Meski tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi senyuman Atobe menggambarkan seakan dia mengetahui semuanya.
"Bukankah ini akhir yang bagus, Kabaji? Setelah ini, jangan sampai lupa mengambil kembali note hijauku!"
"Usu!"
"Dan sekarang kamu sudah tidak perlu mencemaskan Choutarou lagi."
"Usu!"
Hai, Berry di sini~ Akhirnya mulai nulis FF lagi di tengah kesibukan menulis yang lain. Karena sudah lumayan lama gak nulis, rasanya agak kaku, jadi maafkan ya kalau cerita ini agak kurang memuaskan. Tapi... karena silver pair ini pair kesukaanku, jadi aku tulis dengan segenap jiwa dan raga. Semoga masih bisa dinikmati meski terasa agak absurd gimana gitu...wkwkwk :')))
Sedikit curhat tentang silver pair. Aku suka liat persahabatan kedua orang itu. Entah kenapa rasanya lucu, meski si anak yang tua agak tsundere, tapi dalam hatinya dia memperhatikan yang muda. Dan sebaliknya, yang muda selalu terlihat bahwa di matanya itu hanya ada si anak tua. Rasanya gak ada orang lain yang Chou kagumi selain Shishidou. Padahal dia sendiri kemampuannya sudah melampaui Shishidou san kesayangannya itu~
Ah, pokoknya kisah persahabatan mereka itu indah. Aku sendiri gak bisa bayangin bagaimana setelah mereka pisah nanti. Karena bagaimanapun Shishidou yang berstatus senior harus lulus lebih dulu. Apa Chou akan memaksakan masuk ke SMA tempat Shishidou san berada? wkwkwk Tapi aku lebih gak bisa bayangin jika suatu saat di antara mereka ada yang lebih dulu dapat pacar. Aaaaaak, sudah ah, aku cukupkan segini aja sebelum tambah baper.
Makasih ya buat yang sudah baca. Ditunggu reviewnya, dan sampai jumpa di fic selanjutnya~
