Chapter 3
SANG ALPHA
Main Cast:
Kim JunMyeon
Zhang Yixing
Other Cast:
All members EXO
Etc
SuLay Mood
Yaoi
Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...
Mobil JunMyeon menyentuh garis finish yang ditentukan. Sorak dan tepuk tangan menyambutnya keluar dari mobil. Sahabat-sahabatnya terlihat bahagia melihat Alpha nya berhasil memenangkan pertandingan balap itu.
" Jadi mana si bocah Canada itu? Apa Hyung menyenggol mobilnya hingga jatuh kejurang eh?." Tanya Chanyeol
" Haha adiknya yang kulihat terpelanting. Mungkin dia mati atau tidak, siapa yang peduli?." Ucap JunMyeon acuh
" Apa?! Laki-laki kecil menggemaskan tadi?. Biar aku melihat mereka." Ucap Jongin berlari ke mobilnya dan tancap pergi sambil dipandangi heran rekan-rekannya.
" Kenapa bocah mesum itu?." Tanya Chen
" Entahlah daritadi dia sudah aneh." Ucap Chanyeol
" Bukannya dia dari dulu memang aneh?." Sehun tidak bertanya tapi menegaskan.
Hyung-Hyungnya kembali tertawa mendengar pernyataan Sehun. Mereka memutuskan untuk pergi dari area tersebut karena tahu Kris tidak akan datang malam itu untuk menyerahkan taruhannya.
Kris menatap tajam dua manusia yang berada di depannya. Satu adalah sahabat dari musuhnya yang tadi dengan cepat datang dan memaksa mereka masuk mobilnya menuju ke rumah sakit membawa Kyungsoo dan satu lagi adalah orang yang menyebabkan adiknya harus berada di ICU yang terus menggenggam bajunya dengan gemetar. Wajahnya yang lembut dan bentuk bibir juga hidungnya yang sempurna tak luput mencuri perhatian Kris. Pria yang sahabat musuhnya itu berdiri dengan gelisah membuat Kris menoleh penasaran.
" Kau, kenapa kemari? Apa si Kim itu yang menyuruhmu mengikutiku supaya aku tidak kabur?." Tanya Kris tajam
" Kau ini ya. Sudah kubantu masih saja berburuk sangka dengan sahabatku. Aku membantu kalian karena keinginanku sendiri. Bukan karena suruhan dari siapapun." Ucap jongin
" Hmm. Dan kau, tadi kau bilang kau korban penculikan siapa yang menculikmu?." Tanya Kris pada Yixing
" A-Aku tidak tahu. Mereka hanya mengatakan ayahku sudah menjualku pada mereka." Jawab Yixing jujur
" Kalau begitu berarti kau budak seseorang. Setelah kupastikan adikku tidak apa-apa sebaiknya kau pergi sejauh yang kau bisa. Aku tidak mau berurusan denganmu." Ucap Kris dingin
" B-Baiklah." Jawab Yixing
Akhirnya beberapa perawat keluar dengan wajah cemas.
" Maaf kalian keluarganya pasien ini?."
" Ya aku kakak laki-lakinya." Jawab Kris
" Dan aku bakal rekannya." Jawab Jongin
" Tidak ada yang bertanya padamu dan jaga ucapan konyol mu itu." Potong Kris pada Jongin
" Baiklah. Kami memerlukan darah lagi. Kalau kau sedarah dengannya bisa ikut denganku." Ucap perawat
" Kurasa kami memiliki golongan darah yang berbeda. Dia A dan aku O. Kami berbeda ibu." Ucap Kris
" Perawat bawa aku saja. Darahku A." Ucap Yixing
Yixing mengikuti perawat masuk ke dalam ICU meninggalkan Kris dan Jongin. Kris menatap punggung Yixing yang semakin lama semakin jauh. Ia tidak menyangka Yixing akan mendonorkan darahnya pada orang yang tidak ia kenal dan orang yang kakak laki-lakinya dari tadi sumpah serapah akan memotong tubuhnya jika adiknya itu kenapa-kenapa. Dunia gangster orangtua nya dan kurangnya kasih sayang membuatnya lupa bahwa masih ada manusia yang baik seperti Yixing di dunia ini.
.
.
.
JunMyeon melanjutkan pestanya di salah satu klub malam milik kakeknya. Ia mengambil satu tingkat untuk pesta pribadinya dan rekan-rekannya. Kemenangannya dan kejatuhan Kris Wu merupakan caranya melepas masalah perjodohan dirinya. Wanita-wanita malam kehilangan Jongin nya yang tidak ikut serta dalam pesta itu. Sehun yang sudah bercumbu di sudut ruangan dengan Luhan kekasihnya seorang pria yang cantik melebihi wanita-wanita disini. Chen dan Chanyeol sibuk menghitung berapa gelas yang bisa dihabiskan JunMyeon malam itu sambil menyemangatinya.
" Mana si Jongin. Sehun panggil dia kemari!." Teriak JunMyeon
Sehun yang masih asik bermesraan dengan terpaksa melepaskan bibirnya dari bibir Luhan dan mengambil handphone nya.
" halo Hyung. JunMyeon Hyung menyuruhku menghubungimu untuk segera datang kemari." Ucap Sehun
Jongin satu tahun kelahiran dengan Sehun tetapi karena dia tua beberapa bulan dari Sehun, Jongin selalu memaksa dipanggil Hyung juga oleh Sehun.
" Ya baiklah akan kusampaikan." Ucap sehun lagi mengakhiri sambungan telepon itu.
Dengan penuh pertimbangan, Sehun tidak tahu harus menyampaikan atau tidak ke JunMyeon perkataan Jongin ini.
" Hyung. Jongin tadi mengatakan bahwa ia tidak bisa bergabung disini. Ia masih dirumah sakit menunggui adiknya Kris Wu itu." Ucap Sehun
" Apa?! Kenapa dia begitu peduli pada bocah-bocah Wu itu?." Marah JunMyeon
" Dia Cuma mengatakan ia akan mengawasi mereka agar mereka menepati janji mereka Hyung." Karang Sehun.
" Oh baiklah kalau begitu. Sayang sekali dia tidak ikut berpesta disini." Amarah JunMyeon mereda
Sehun tahu ia lebih baik berbohong daripada harus jujur mengatakan alasan sebenarnya Jongin tidak ikut serta disini. Jongin telah jatuh hati oleh Kyungsoo Wu. Jika JunMyeon tahu pasti ia mengatakan bahwa itu bentuk pengkhianatan untuknya.
...
Laki-laki tinggi tegap itu berjalan menyelusuri lorong gelap dengan gelisah. Ia telah melakukan suatu kecerobohan. Ia tahu ia pasti mengecewakan Tuan nya. Menyesal dia terlalu meremehkan anak muda yang dipikirnya tidak akan mudah untuk kabur itu. Lagi –lagi ia akan membawa berita buruk untuk Tuan nya.
" Maaf Tuan. Aku mempunyai berita tidak bagus dan itu karena kesalahanku sendiri." Ucap Seung Hyun dalam bungkukannya.
" Ada apa lagi Seung Hyun?." Ucap Kim Siwon
" Anak yang rencana nya akan dinikahkan dengan Tuan muda Kim berhasil kabur." Ucap Seung Hyun
" Hmm. Seung Hyun, jika kau ingin memelihara kucing, letakkan dia dalam kamarmu tapi jika kau ingin memelihara harimau kandangi dia dalam kandang baja." Ucap Kim Siwon
Seung Hyun diam tidak mengerti maksut dari Kim Siwon ia masih membungkuk menantikan perkataan selanjutnya.
" Cari dia lagi dan jangan kurung dia. Segera bawa kerumah. Biar kita jadikan dia kucing jangan harimau agar dia tidak akan menerkam kita nanti." Ucap Kim Siwon
" Baik Tuan." Jawab Seung Hyun dan segera pergi.
Yixing tertidur di kursi tunggu bersama Kris dan Jongin. Mereka masih menantikan kabar dari Kyungsoo.
" Permisi." Bangun perawat
" Ah ya. Bagaimana kondisi adik saya?." Tanya Kris cemas
" Anda tidak perlu cemas lagi. Kondisi adik anda sudah membaik sekarang ia sedang istirahat. Sebentar lagi akan kami pindahkan dia ke ruangan perawatan." Ucap perawat.
" Syukurlah. Aku turut bahagia." Ucap Yixing tulus
" Ya aku juga. Ayo kita temui dia." Ucap Jongin langsung masuk dalam ruangan menjumpai Kyungsoo
" Apa-apaan anak itu. Aku harus masuk dan memastikan dia tidak melakukan apa-apa kepada adikku. Kau, terimakasih karena telah memberikan darahmu pada adikku. Sekarang kau boleh pergi." Ucap Kris
" Baiklah. Kuharap dia akan lekas sembuh. Ucapkan permohonan maafku padanya." Ucap Yixing dan pergi meninggalkan Kris.
Yixing kembali keluar rumah sakit ia tahu bahwa ia makin jauh dari lokasi rumahnya. Tapi cara apapun ia harus pulang. Tak disadari Yixing dua mobil van hitam datang menghampirinya dan berhenti tepat didepannya. Yixing melihatnya, terlambat untuk mencoba lari. Keluarlah pria berjas hitam kemarin yang membawanya kebangunan kemarin.
" Maaf Zhang Yixing, kenalkan aku Seung Hyun, maukah kau naik dan pergi kesuatu tempat? Kau akan menemukan jawaban segala pertanyaan mu. Aku yakin kau memiliki banyak pertanyaan sekarang." Ucap Seung Hyun sopan.
Yixing menatap heran Seung Hyun yang tiba-tiba menjadi sopan terhadapnya. Yixing tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perkataan Seung Hyun. Ia penasaran kenapa kemarin Seung Hyun berkata ayahnya telah menjualnya dan kenapa ayahnya harus meminta maaf padanya. Apakah benar dia adalah budak dari seseorang seperti yang dikatakan anak laki-laki di rumah sakit tadi. Pikir Yixing sambil masuk ke mobil van itu.
.
.
.
.
Yixing menatap rumah mewah yang baru saja dimasukinya. Seumur hidupnya ia tidak pernah menyangka bisa masuk kedalam rumah yang mewah seperti ini. Seung Hyun pria yang tadi membawanya masih setia disampingnya. Menyuruhnya untuk mengikuti langkah kakinya menuju suatu ruangan kerja. Disana Yixing melihat sesosok pria dewasa belum cukup tua sedang menatapnya dengan tajam. Yixing tidak mengenali pemilik wajah itu. Dialah Kim Siwon lelaki yang harus menyerah pada takdirnya.
" Kau yang bernama Zhang Yixing? Silahkan masuk dan duduklah. Seung Hyun terimakasih telah mengantarkannya." Ucap lelaki Kim Siwon
Yixing masuk dan duduk seperti yang diperintahkan Kim Siwon. Sambil terus menatapnya.
" Ah. Sinar wajah dan matamu sangat lembut sekali seperti wanita." Ucap Kim Siwon
" Maaf. Apa maksut perkataanmu? Aku tidak mengenalimu. Apa kau yang menculik ayahku dan sekarang aku?." Tanya Yixing
" Oh soal itu maaf itu hanya salah paham. Jadi begini akan kujelaskan semuanya." Dan Kim Siwon pun menceritakan kenapa ayahnya menjualnya dan apa posisi Yixing sekarang.
" Apa?! Aku akan menikahi anakmu? Kenapa aku harus melakukan hal itu?." Tanya Yixing tegas
" Karena ayahmu telah berhutang cukup banyak kepada keluarga kami. Kau tahu siapa keluarga kami? KIM dan alangkah baiknya kalau kau setuju saja daripada harus mengorbankan ayahmu." Jawab Kim Siwon
Yixing terkejut, ia memang selama ini hanya belajar saja tapi ia tidak cukup bodoh tidak mengetahui nama Gangster terkenal di kotanya bahkan di negaranya itu. Gangster Kim. Bagaimana ayahnya sampai mempunyai hutang dengan keluarga Kim. Tentu karena kebiasaan ayahnya berjudi. Pikir Yixing.
" Tapi kenapa sampai harus menikahi anakmu? Apa anakmu hamil diluar nikah? Sehingga tidak ada yang mau bertanggungjawab? ." Tanya Yixing lagi
" Haha. Tidak, anak ku tidak mungkin hamil. Karena dia seorang laki-laki." Ucap Kim Siwon
Dunia Yixing seakan bergetar mendengar perkataan Kim Siwon. Hidupnya yang sudah hancur ditambah hancur lagi menerima kenyataan bahwa dia harus menikahi seorang laki-laki. Kenyataan yang tidak bisa ia toleransikan karena keadaan ayahnya dalam ancaman bahaya.
" Kau harus menikahi anakku karena kau akan menjadi milik keluarga Kim. Setelah pernikahan ini hidupmu akan penuh dengan pengawasan dan berada dibawah telunjukku. Kau harus mengikuti perkataanku. Karena kau adalah budakku sekaligus menantuku seumur hidupmu." Ucap Kim Siwon tanpa perasaan.
Yixing kau kuat. Yixing kau harus bisa. Ini demi ayah. Yixing menangis di taman depan rumah besar itu. Menerima takdir yang tidak berpihak padanya. Jikalau dunia ini memang berputar kini berhenti sudah pikir Yixing. Ia sudah bisa menebak bagaimana kedepannya nasibnya yang penuh penderitaan dibawah bayang-bayang keluarga Kim ini.
Seorang wanita berwajah cantik keibuan menatap Yixing dari jauh. Suaminya baru memberitahukan bahwa dia lah calon menantunya. Memang benar orang yang bisa membuatnya tertawa paling bahagia adalah orang yang akan membuatmu menangis paling kencang. Soo Young tidak mengerti maksut dan pikiran suaminya yang akan menikahi anaknya pada laki-laki cantik didepannya itu. Yang ada di dalam benaknya adalah kehidupan anaknya yang telah hancur jauh sebelum dia dewasa kini menjadi lebur karena ulah keegoisan suami dan ayahnya sendiri.
...
Biarlah kupendam kesedihan ini bersama senja
Hanya senja yang mampu menyatukan panasnya pagi dan dinginnya malam
...
Soo Young hanya kuat menatap sendok perak di piringnya. Tidak kuasa melihat amarah anaknya yang disayanginya itu. Mengulang kembali ketika JunMyeon masih bisa ia timang manja, tidak pernah berteriak pada orang dan selalu mengucapkan terimakasih dan maaf. Ia telah kehilangan anaknya. Anak yang dibesarkannya dengan caranya.
Anaknya kini bukan anak yang dibesarkan dengan caranya. Anak di depannya kini adalah anak yang dititipkan di rahimnya kemudian diambil ahli oleh ayah dan suaminya. Di didik agar menjadi keras dan tahan akan ancaman. Sungguh Soo Young tidak mengerti, ancaman apa yang akan menghampiri anak lelaki jika dia hidup dengan baik tanpa bisa membuat masalah. JunMyeon yang sekarang, adalah JunMyeon yang dipaksa dewasa sebelum waktunya.
" JunMyeon! Ayah tidak mau mendengar alasanmu lagi. Kau akan menikah dengannya. Aku dan kakekmu akan mengurus semuanya." Ucap Kim Siwon tegas
" Memang ayah tidak akan pernah mau mendengar perkataanku kan?! Kau mau aku menikah dan dengan seorang laki-laki? Neraka apa lagi yang kau berikan untukku?!." Ucap JunMyeon emosi
" JunMyeon! Turuti perkataan ayahmu!." Kakek Kim yang baru datang langsung masuk dalam obrolan panas itu.
" Kakek?."
"Semua ini karena kau juga dan untuk kau nantinya. Besok aku akan mengurus pernikahanmu ini." Ucap Kakek Kim sambil pergi lagi.
Yixing yang berada diantara pertengkaran itu hanya bisa diam. Ia menyadari ia ditatap tajam penuh dendam oleh si calon pasangannya itu. Ia tidak berani membalas tatapan tajam itu. Ia merasa keluarga ini mewarisi tatapan tajam yang dapat membuat orang gelisah. Lelaki yang kemungkinan tidak jauh berbeda umurnya dengannya tetapi bagai sudah dewasa melebihi umurnya. Kemungkinan calon nya itu masih bersekolah sama seperti dirinya, tatapan ancaman dari JunMyeon menambah ketakutan Yixing. Akhirnya calon nya pun pergi kearah yang sama Kakek Kim tadi pergi. Tangan Yixing masih bergetar ia merasakan bukan hanya dia saja yang ketakutan. Wanita yang mungkin ibu dari calonnya itu pun menunduk dengan tangan yang gemetar. Yixing melihat setetes air mata keluar dan jatuh di piring wanita itu.
JunMyeon memanggil semua sahabat-sahabatnya untuk berjumpa. Ia mengemudikan mobilnya dengan laju. Ia merasa amarah yang sangat kuat. Mobil sport hitam itu pun tiba di sebuah rumah besar yang banyak penjaganya. Disana sudah menunggu empat sahabatnya dengan masing-masing mobil mewahnya.
" Aku mau berjumpa dengan Kris Wu." Ucap JunMyeon pada penjaga
" Urusan?." Tanya penjaga
" Bilang Kim JunMyeon mencarinya. Dan cepat katakan padanya atau kau yang menjadi urusanku sekarang." Ucap JunMyeon
Penjaga itu menilai JunMyeon. Dengan nama keluarga yang disebutkan, penjaga itu sudah tahu siapa anak muda di depannya itu. Penjaga itupun terus masuk untuk memberi kabar bahwa seorang Kim sedang mencari seorang Wu.
" Mau apa dia mengajak kita kemari?." Tanya Jongin
" Entahlah. Tapi melihat dari keadaannya kurasa dia tidak dalam keadaan baik-baik saja." Jawab Chanyeol
" Hyung. Untuk apa kita kemari?." Tanya Sehun
" Kalian diam dan nikmati saja." Jawab JunMyeon
Kata menikmati menurut JunMyeon dengan kondisi emosinya seperti ini merupakan suatu yang cukup buruk menurut sahabat-sahabatnya. Mereka terlihat gelisah dengan apa yang akan dilakukan Alpha nya itu.
Pintu pagar tinggi itu pun terbuka menandakan bahwa mereka boleh masuk. Segera mereka kembali masuk ke dalam mobil dan menuju rumah keluarga Wu.
" Ada apa kau mencariku?." Tanya Kris Wu yang sudah menunggu dihalaman depan
"Menurut ingatanku ini. Kau masih memiliki hutang denganku. Apa kau lupa?." Tanya JunMyeon
" Ya aku tahu. Aku akan mengantar mobil ku dan mobil Kyungsoo ketempatmu dan akan kusaksikan kau membakarnya disana." Ucap Kris Wu
" Kau tidak perlu repot-repot. Karena aku sudah kemari jadi kupikir aku akan membakarnya disini tepat dihalaman rumahmu." Ucap JunMyeon
" Hyung, apa kau sudah gila?." Ucap Chen
" Tepati janjimu atau kau akan menjadi pecundang untuk kedua kalinya." Ucap JunMyeon tidak menggubris Chen
Kris menahan emosinya, ia tahu JunMyeon datang bukan sekedar menagih janjinya saja, ia datang juga ingin menjatuhkan harga dirinya di depan kawasannya sendiri.
" Nam Yoh, bawa mobilku dan mobil Kyungsoo ke depan." Ucap Kris masih menatap tajam JunMyeon yang tertawa menghina nya.
Mereka pun pindah ke depan lagi melihat kondisi mobil Kris yang masih bagus juga mobil Kyungsoo sisa tabrakannya kemarin. JunMyeon dibantu Sehun mengambil minyak tanah dan oli yang sudah disiapkannya untuk membakar kedua mobil itu. JunMyeon menyalakan api tepat di wajah Kris.
" Kuingatkan kau. Pecundang mendapatkan kekalahan, pemenang mendapatkan harga diri." Ucap JunMyeon dan melemparkan apinya ke arah kedua mobil itu. Meninggalkan Kris Wu yang masih menatap mobilnya yang terbakar dengan tatapan dendam dan ancaman.
.
.
.
Kelima mobil mewah itu masuk kedalam hotel. Keempat penemudi yang tidak tahu kenapa Hyung mereka bersikap seperti itu hanya bisa diam dan menanti jawaban pertanyaan mereka. Mengikuti sang Alpha yang terus masuk kedalam hotel dan langsung mendapatkan kunci ruangan yang diinginkannya.
" Hyung, maksudmu apa tadi? Kau tahu kan kelompok Wu itu sudah berdamai dengan kelompok keluarga mu?." Tanya Chen begitu mereka masuk ruangan yang luas dan menghadap ke pemandangan kota yang indah.
" Bukan aku yang salah. Dia yang menantangku berduel kan?. Aku hanya menagih janjinya saja." Ucap JunMyeon
" Hyung. Kupikir memang kau agak keterlaluan. Bahkan adiknya masih dirumah sakit." Ucap Jongin pelan takut menyinggung Alpha nya itu.
" Jongin! Sejak kapan kau peduli dengan keluarga nya? aku tidak peduli. Aku hanya menagih janjiku!." Tegas JunMyeon
" Baiklah Hyung tenanglah. Apakah ini ada hubungannya dengan masalahmu dengan ayah dan kakekmu Hyung?." Tanya Chanyeol
" Kalian tahu. Besok aku akan menikah." Ucap JunMyeon
" Apa?! Kenapa begitu terburu-buru?! Bagaimana sekolahmu?!." Tanya Chanyeol dan Jongin histeris
" Dan kalian tahu yang lebih parahnya lagi. Aku akan menikahi seorang laki-laki." Ucap JunMyeon sambil menenggelamkan wajahnya dalam tangannya
" Benarkah?! Sungguh ini diluar dugaan. Aku tidak pernah mengerti cara berpikir seorang Kim." Ucap Chen
" Yah. Bahkan aku pun yang seorang Kim tidak dapat mengerti juga." Ucap JunMyeon
" Menikahi seorang laki-laki juga bukan terburuk jika kau mencintainya." Ucap sehun yang dibalas tatapan oleh JunMyeon, Chanyeol dan Chen.
" Kalau kau mencintainya." Tegas Jongin lagi
Ketiga laki-laki tadi tidak jadi marah dengan Sehun. Mereka ingat Sehun memiliki pacar seorang laki-laki.
" Tapi aku tidak mencintainya, bahkan aku tidak mengenal siapa dia." Ucap JunMyeon dengan mata penuh emosi.
TBC
...
*JANGAN LUPA REVIEW YAH^^*
Ampuuun dah di Instagram Sehun post kode mulu sejak Luhan datang
wkwk kesenangan kali yak ampe lupa diri wkwkwk
misteri Tattoo Diamond itu apaa coba apaaa
jelaskaaan HunHan kami kobaaaam wkwkwk ^^
Buat yang udah reviews:
Qwertyxing doain yah moga jaya lancar ( kaya nama toko cat aja wkwkwk ^^)
Yxingbunny terimakasih kaka ^^
Neriyura baca terus yaah ^^
Regina Pearl Luce Iya jangan dong liat iching pingsan aja ga tega wkwkw ^^ tapi ga tahu nh nantinya. Wkwk kayak ami unco aja mainannya panci ^^
Sam nantikan chapter selanjutnya yah ^^
Dydy wkwk aku nya yang ga tega. Mungkin menderita yang enak-enak aja kali yah ahahah ^^
Saklawase terimakasih kaka ^^
Otps-daugther hehe iya doain yah kalau ga ada halangan bisa cepat update chapter nya ^^
Nichi huaa kobam lagi deh gueee hahaha
MinieZhang wkwkwk baru jumpa langsung disuruh naena-ena aja hihihi ^^
Anson wkwkwk sumpah aku baru kepikiran kesana wkwkkw ^^ moga aku kuat yah melihat iching tersiksa hiks ichiiiiiing T.T
Para guests hehe terimakasih yah udah baca ^^ moga pada betah sampai chapter akhir nanti ^^
