Chapter 4

SANG ALPHA

Main Cast:

Kim JunMyeon

Zhang Yixing

Other Cast:

All members EXO

Etc

SuLay Mood

Yaoi

Dont Plagiat

Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...

" Apa menurut kalian Hyung mau kita hadir dipernikahannya?."

" Entahlah. Kita adalah kawanannya. Kalau bukan kita yang hadir disana, siapa lagi?."

" Chen Hyung, menurutmu bagaimana?."

" Betul kata Chanyeol, kita harus datang ke pernikahannya." Jawab Chen

Pria dengan keringat ditubuhnya masih bersemangat memberikan pukulan dan elakan pada lawannya di depan. Hanya mengenakan celana pendek tanpa baju yang menutupi badannya terlihat di punggung aatsnya terdapat tattoo kecil bergambar tiga kepala serigala yang sedang mengaum. Pria itu masih menghujami lawannya dengan pukulan tidak peduli lawannya sudah terkapar dibawah dan memberi sinyal menyerah.

" Hyung hentikan!, kau bisa membunuh Minho Hyung." Teriak seorang laki-laki yang sudah melepaskan bajunya juga untuk ikut serta dalam ring.

Terlihat dipunggung atasnya juga terdapat tattoo yang sama percis dengan lelaki yang dipanggilnya Hyung.

" Aah! Maafkan aku Minho. Aku terlalu terbawa emosiku."

" It's okay JunMyeon, Terimakasih Sehunnie. Aku berhutang nyawa denganmu." Ucap Minho sambil keluar meninggalkan pria yang terduduk itu.

" Bagaimana kau tahu aku disini?." Tanya JunMyeon

" Kau Alpha ku aku tahu percis bagaimana Alpha ku." Jawab Sehun

" Hmm."

" Hyung, acaramu tinggal dua jam lagi. Kau hanya perlu menikahi dia dan menandatangani surat pernikahan. Selanjutnya kau kembali bebas menjadi dirimu lagi." Ucap Sehun

" Aku tak yakin dengan kembali menjadi diriku lagi Sehun. Kakek bahkan menyuruh dia bersekolah disekolah kita juga." Ucap JunMyeon

Sehun tahu sesungguhnya kekecewaan terbesar JunMyeon adalah bukan dia akan dinikahkan dengan seorang laki-laki yang dia tak kenali. Tapi dia kecewa karena kakeknya, orang yang sejak kecil dia puja mendadak membela orang asing daripadanya.

" Kami masih ada untukmu Hyung. Kami akan selalu ada dibelakangmu. Tidak peduli apakah statusmu sudah berubah atau tidak kau masih Hyung kami yang dulu. Kau adalah Alpha kami." Ucap Sehun meyakinkan JunMyeon.

Sehun memang paling muda diantara mereka. Tapi Sehun lah yang paling dekat dan dapat berbicara dari hati ke hati dengan JunMyeon sang pemberani yang keras kepala itu. Karena Sehun jugalah JunMyeon kini berada didalam ruangan memakai jas nya dan menghadapi perjodohannya. Laki-laki dengan wajah lembut yang membuat JunMyeon makin muak melihatnya. Laki-laki itu harus keras, kasar dan berani menatap mata lawan. Begitu kata Kakeknya yang diingat JunMyeon. Sedangkan Yixing lelaki yang didepannya kini sama sekali tidak berani menatap mata JunMyeon, terlihat lembut dan rapuh. Semua hal yang dibenci JunMyeon seakan ada di diri Yixing.

Seluruh kawanan JunMyeon hadir. Sehun menatap wajah Yixing. Entah mengapa sedikit mengingatkannya pada kekasihnya Luhan. Chen melihat Yixing seakan mencari jawaban siapa Yixing sebenarnya sehingga dia dijodohkan oleh Alpha nya. Chanyeol ingin ketawa melihat kelakuan Yixing yang tidak bisa menatap JunMyeon yang sedang terbakar amarah. Terlihat kaki Yixing saling menginjak kaki kanan dan kiri seakan menahan tangis ketakutan. Jongin yang selalu terbawa perasaan sedikit iba melihat nasib JunMyeon dan Yixing. Ia menduga bahwa hal selanjutnya yang terjadi adalah neraka masing-masing kedua orang yang akan menikah ini bermulai.

Bagian depan Kim Siwon dengan mata yang tidak bisa dijelaskan. Apakah dia senang keinginannya akan terpenuhi atau menyesal karena mengantarkan anaknya ke jurang kehancuran. Sebelahnya Soo Young hanya bisa lagi-lagi pasrah. Ia telah lama kehilangan anaknya. Kini anak didepannya telah benar-benar berubah menjadi serigala.

...

Bruk!

Terdengar lagi lemparan benda berat di lantai. Semalaman ini sudah banyak yang dilempar JunMyeon di lantai kamarnya. Walaupun setelah dia menikah dan menandatangani surat pernikahannya ia tidak bertemu lagi dengan Yixing. Hatinya masih dipenuhi oleh amarah. Ia menduga Yixing pasti sengaja diletakkan jauh dengannya karena ayah dan kakeknya akan tahu bila Yixing berada didekatnya pasti besok dia sudah menjadi mayat. Setelah puas ia melampiaskan amarahnya, JunMyeon pun tidur dengan sisa-sisa emosi.

Sudah seminggu sejak pernikahan konyol itu JunMyeon mulai bisa meredakan emosinya. Ia tidak berjumpa dengan Yixing dirumah maupun disekolah. Hal buruk yang semula ia pikirkan akan sering berjumpa dengan orang yang dia tidak sukai itu tampaknya tidak menjadi kenyataan. Siang ini JunMyeon bersiap-siap, rencananya dia akan pergi berenang di laut dengan kawanannya. Latihan fisik yang tidak biasa tetapi menurut mereka biasa dilakukan itu menjadi salah satu agenda rutin mereka. JunMyeon sudah akan masuk ke mobil jika saja dia tidak melihat Yixing dengan ayahnya keluar dari mobil sambil tertawa bahagia. Ya tertawa bahagia.

Seumur hidup JunMyeon dia tidak pernah mendengar ayahnya tertawa seperti itu. Bahkan ayahnya tampak merangkul Yixing. Seperti mereka telah kenal lama. Siapa Yixing sesungguhnya?. Pikir JunMYeon. Dengan segala tanda tanya dan mungkin sedikit rasa cemburunya JunMyeon melajukan mobilnya untuk menjumpai kawanannya.

JunMyeon memarkirkan mobilnya tepat disebelah mobil Maserati merah Chanyeol.

" Hyung, kau sudah datang." Seru Jongin

" Kenapa wajahmu seperti itu? Kita kesini mau happy-happy ehk." Ucap Chanyeol

" Kalian, apa menurut kalian tentang pria yang dinikahkan kepadaku itu?." Tanya JunMyeon

Pertanyaan singkat JunMyeon membuat keempat laki-laki itu terdiam. Hingga Chen memberanikan diri berbicara duluan.

" Sesungguhnya dari awal kami melihatnya diacara mu itu. Kami sudah bertanya apa istimewanya dia sehingga ayah dan kakekmu memaksa untuk menikahimu dengannya."

" Ya bahkan kulihat dia bukan anak pewaris ataupun kepala gangster manapun. Awalnya kukira kakekmu mau menambah kekuasaan melalui pernikahan kalian tetapi sepertinya aku salah." Ucap Sehun

" Hmm aku akan mencari tahu siapa dia sebenarnya dan kenapa ayah dan kakek ku sampai memaksa dia masuk kedalam keluarga kami." Ucap JunMyeon

" Oh shi* jangan bilang dia juga masuk ke dalam salah satu Kim?." Tanya Jongin bodoh

" Yak bodoh kau. Dia sudah masuk kedalam Kim semenjak Hyung menandatangani surat pernikahan. Kau itu tahunya kawin saja mulai sekarang pelajari soal pernikahan!." Ucap Chanyeol emosi

" Satu anak laki-laki Kim saja sudah buat geger kota apalagi ini menjadi dua?." Ucap Jongin lagi

" Dia berbeda denganku dan tak akan pernah sama!. " ucap JunMyeon sambil melepaskan bajunya dan terjun dari tebing menuju kedasar lautan untuk olahraga rutinnya.

Keempat laki-laki itu pun mengikuti Alpha nya membuka baju mereka memperlihatkan tattoo yang sama percis dan mulai terjun menyusul.

.

.

.

Yixing dengan senyum dibibirnya dan bersenandung konsentrasi menghadapi bahan-bahan sop yang akan dibuatnya. Hari ini ia diberi kesempatan untuk masak makanan yang ia mau. Ia sangat merindukan sop ayam yang biasa dia buat untuk ayahnya yang mabuk. Sudah seminggu ini ia bertukar nama menjadi Kim Yixing karena pernikahan yang dijalaninnya. Sesungguhnya ini tidak seburuk yang ia bayangkan awalnya. Ia hanya disuruh menghindari suaminya er atau pasangannya lebih tepatnya untuk tidak memulai pecahnya barang-barang dirumah itu, dan ia harus mengikuti pembelajaran khusus dengan Kim Siwon sang Tuan besar dirumah itu. Ia hanya disuruh merahasiakan apa yang ia pelajari dari Kim Siwon. Dan ternyata Kim Siwon tidak semenakutkan yang ia sangka, bahkan Seung Hyun tangan kanan Kim Siwon jauh menakutkan menurutnya. Ia belum pernah lagi menjumpai Tuan bos atau kakek Kim semenjak pernikahannya dan ia syukuri karena ia merasa Kakek Kim sangat menakutkan.

Yixing juga masih saling diam dengan Soo Young, Nyonya besar rumah itu dan bila bertemu hanya membungkukkan badan hingga Soo Young hanya menghela napas dan pergi.

" Apa yang kau lakukan?."

Pertanyaan tiba-tiba mengagetkan Yixing sehingga air dalam sopnya yang baru mendidih keluar dan mengenai tangannya.

" Kau kenapa? Apa tanganmu tidak kenapa-napa?." Tanya suara itu dengan panik

Ternyata Soo Young yang kini memegang tangan Yixing dengan khawatir. Yixing tampak ingin menangis menahan sakit akibat panas kuah sop. Soo Young menatap mata Yixing yang lembut dan kesakitan itu. Mata yang sudah lama tidak ia jumpai di anaknya. Soo Young rindu JunMyeon yang dulu. JunMyeon yang hilang. Soo Young pun memeluk Yixing seakan ia memeluk JunMyeon.

" Gwenchana. Ayo kita obati." Ucap Soo Young lembut membawa Yixing ke kamarnya

Soo Young mengobati tangan Yixing yang untungnya belum meninggalkan bekas. Hanya memerah saja. Yixing masih diam merasa tidak enak dan canggung. Ini pertama kalinya ia berinteraksi dengan Ibu dari pasangannya. Wanita yang menangis mendengar anaknya akan menikah dengannya. Dan ini pertama kalinya Yixing masuk dalam kamar utama rumah ini. Yixing menolehkan pandangannya agar tidak bertemu mata dengan Soo Young dengan menatap gambar keluarga yang sangat besar dikamar itu. Sosok keluarga yang sempurna. Ayah yang tampan dan tegap. Ibu yang cantik dan penuh kasih sayang juga anak laki-laki yang tampan dan gagah. Yixing tersenyum melihat foto keluarga itu. Soo Young yang sadar dengan senyuman Yixing mengikuti mata Yixing pergi.

" Indah bukan?." Tanya Soo Young tiba-tiba

" Eh iya Nyonya." Jawab Yixing

" Kenapa kau panggil aku nyonya?." Tanya Soo Young

" M-maaf. Nyonya besar." Ucap Yixing lagi

" Berhenti memanggilku itu. Aku sekarang adalah ibu mertua mu. Suka tidak suka, mau tidak mau. Kau harus panggil aku ibu." Ucap Soo Young

Yixing mulai memberanikan diri menatap Soo Young. Wanita inilah yang pertama menerima sosok Yixing dirumah ini. Yixing mengingat ibu nya yang telah meninggal. Ibu yang sabar dan penuh kasih sayang. Sama seperti Soo Young.

" Terimakasih...Ibu." ucap Yixing meneteskan air matanya

Soo Young mungkin telah kehilangan anak laki-lakinya, tapi ia sadar Tuhan tidak tidur. Tuhan masih berlaku adil padanya. Mungkin kedatangan Yixing kedalam keluarga ini adalah jalan ia mendapatkan peganti anaknya atapun sebagai pembawa pulang anaknya yang telah main terlalu jauh sehingga tidak tahu jalan untuk pulang. Ia masih berharap.

Nak.. kembalilah ibu masih menantimu disini.

JunMyeon menyalakan musik di mobilnya dengan sangat kencang. Mengalahkan mesin mobilnya yang menderu karena kelajuan yang ia tempuh. Hari ini mood masih baik. Pergi kesekolah pagi-pagi dan sempat memakan sarapannya bersama kedua orangtua nya. Setelah olahraga rutin yang ia jalani bisa mengurangi kadar keemosiannya.

Mobil sport hitam itu terparkir dengan sempurna. JunMyeon melihat belum ad tanda-tanda kedatangan kawanannya di sekolah itu. JunMyeon cukup mengetik di group chat mereka.

Aku sudah disekolah, cepat datang.

Sebelum lagu di mobilnya berakhir tampak keempat mobil mewah lainnya masuk ke dalam perkarangan sekolah dan memarkir diparkiran mereka.

" Hyung, kenapa pagi sekali. Lihat aku tidak sempat mandi." Ucap Jongin dengan wajah kusut

" Ini parfum. Aku sudah menduga kau tidak mandi lagi kesekolah." Chanyeol melempar parfum kearah Jongin

" Rise and Shine. Ayo masuk." Ucap JunMyeon sambil tersenyum meninggalkan kawanannya yang terheran.

" Mood nya cepat sekali berubah-ubah." Ucap Chen pelan

Sekolah yang notabene adalah milik keluarga Sehun tetapi berada dikawasan Kim membuat para murid disana sangat segan dengan kawanan Kim. Sekolah yang bukan untuk orang sembarangan bahkan tetap menjadikan kawanan ini sebagai raja-raja tak bermahkota disana. Mereka bebas mau melakukan apa saja. Mereka memang segan tetapi mereka juga membenci dalam diam kawanan Kim. Tidak ada seorang pun yang berani dengan kawanan Kim. Bahkan murid yang satu kelas dengan mereka harus jauh lebih menderita karena harus tetap terlihat dibawah kawanan Kim tapi para murid menikmatinya. Tidak ada pembicaraan paling seru di kota itu selain. Apa yang dilakukan kawanan Kim hari ini?.

Kawanan Kim masuk dalam kelas mereka. Walau berbeda umur mereka tetap menyatu dalam satu kelas. Tidak ada yang berani melarang Jongin dan Sehun untuk naik tingkat duluan menyusul hyung-hyung nya. Ataupun keputusan JunMyeon yang ingin turun setingkat lebih bawah agar bisa tetap bersama kawanannya.

" Baiklah murid. Hari ini Bapak perkenalkan rekan baru kalian. Silahkan masuk Kim Yixing."

Perkataan guru yang singkat itu mampu membuat kelima lelaki tampan itu menolehkan kepalanya cepat kearah pintu. Benar seperti yang mereka duga. Kim Yixing adalah orang yang dinikahkan JunMyeon. Chanyeol langsung mengarahkan tatapan horornya kepada JunMyeon yang menatap Yixing dengan tatapan bengis.

" Benarkah? Dia Kim? Apa dia keluarga dengan Kim JunMyeon?."

" Apa?! Another Kim?!". Bisik horor para murid

" Ahaha. Baiklah rekan-rekan kelas yang bukan rekan ku. Sebelum mulut kalian disumpal dengan yang lebih keras dari semen dinding ini. Lebih baik kalian semua diam dan jangan menyebar isu." Ucap Jongin

Yixing yang terkejut mendengar perkataan Jongin didepan gurunya langsung mengenalinya sebagai salah satu orang yang hadir dipernikahannya. Yixing berdoa dalam hati dia tidak menemukan sosok yang di hindarinya tetapi doa nya tidak terkabul. Dengan cepat matanya tertuju oleh mata bengis JunMyeon. Ia ingin sekali keluar dari ruangan itu. Tetapi sebelum ia bisa melangkahkan kakinya. Mata JunMyeon berubah menjadi kosong tanpa ekspresi. Yixing tidak mengetahui mengapa mata penuh emosi tadi dengan cepat berubah.

" Apa perlu aku memerintahkan sekolah untuk memindahkan nya?." tanya Sehun pada JunMyeon

" Tidak. Lebih bagus dia berada di dekat kita. Jadi kita mudah mengawasinya." Ucap JunMyeon

" Baiklah." Ucap Sehun singkat.

Selama pelajaran Yixing yang duduk di bagian depan kedua merasa punggungnya panas. Ia menduga itu akibat dari pandangan JunMyeon yang masih menatapnya. Yixing akhirnya melimpahkan kecemasannya dalam pelajaran. Satu hal yang dia sukai yaitu belajar. Karena dengan belajar ia mampu melupakan masalah hidupnya. Ia sangat senang menerima pelajaran baru dari Kim Siwon tentang berbisnis. Ia cepat menangkap. Dengan belajar bersama ia menjadi dekat dengan mertua nya itu dan ia dapat melupakan statusnya sebagai budak dirumah besar yang ia tempati.

" Baiklah satu soal ini. Siapa yang mau maju kedepan?."

" S-Saya." Tunjuk Yixing

Yixing maju kedepan dengan cepat. Murid-murid terkejut, mereka menduga anak baru ini belum tahu aturan kelas itu yang biasanya maju adalah Chen. Jika setelah 15 menit Chen tidak maju baru murid lain boleh mengambil kesempatan itu. Chen yang baru saja berkonsentrasi di coretannya langsung terhenti menatap Yixing yang sekarang di depan. Jongin, Sehun dan Chanyeol saling berpandangan. Mereka tidak tahu apakah akan melempar sesuatu ke arah Yixing karena dengan beraninya merebut kesempatan sahabatnya ataukah diam karena JunMyeon sang Alpha juga diam tidak menunjukkan ekspresinya.

" Wah benar. Cara yang kau pakai malah kelihatan lebih mudah. Terimakasih Kim." Ucap Guru

Chen terlihat mengagumi kemampuan berpikir Yixing. Chen adalah yang paling pintar diantara kawanan dan disekolah itu. Orang pintar dapat menilai orang pintar lainnya. Chen mengakui bahwa pasangan Alpha nya itu memiliki otak yang cerdas.

.

.

.

Yixing bingung memilih makanan disekolahnya. Hanya ada makanan Jepang dan makanan Eropa. Perutnya tidak biasa makan makanan seperti itu.

" Hei kau siapa? Kenapa wajahmu bingung?."

" Eh- A-Aku Zha...Eh maksutku aku Kim Yixing. Aku bingung mau memilih makanan yang mana."

" Kim? Kau saudara Kim JunMyeon? Perkenalkan aku Luhan, Xi Luhan."

" Bu-Bukan. Aku dan dia susah dijelaskan." Ucap Yixing

" Hmm Baiklah. Kalau kau bingung ayo ikut aku kita bisa memasan di luar sekolah." Luhan menarik tangan Yixing

Yixing dan Luhan kini berada di atas sekolah menyantap makanan Korea yang mereka pesan delivery.

" Terimakasih. Kau baik. Aku jadi ingat sahabatku dulu." Ucap Yixing

" Bukan apa-apa. Kau baru pindah? Pasti kau belum punya kawan. Aku akan jadi sahabat baru mu. Ok? Kau mau?." Ucpa Luhan ramah

" Benarkah? Aku mau. Terimakasih." Ucap Yixing memeluk Luhan yang tertawa melihat tingkah Yixing

Tanpa mereka sadari sekelompok laki-laki yang baru saja membuka pintu menuju atas itu agak terkejut melihat pemandangan kedua laki-laki cantik yang saling cekikikan bagai dua orang gadis yang bertukar gosip.

" Luhan."

" Sehunnie. Aku menunggu mu tadi, tapi karena lama aku mengajak Yixing kesini. Lihat aku punya sahabat baru." Ucap Luhan dengan senyum manisnya

" Luhan. Tinggalkan dia dan ikut aku." Ucap sehun dingin

" Se-Sehunnie? Ada apa?." Luhan terkejut melihat kekasihnya bersikap tambah dingin.

Yixing menoleh ke Luhan dan seakan berkata. Pergilah. Luhan pun mengangguk dan pergi mengikuti Sehun.

" Wah Wah Wah Jongin. Kira-kira kalau ada manusia yang jatuh dari atas sini bisa mati tidak yah?." JunMyeon bertanya dengan dingin sambil memandang bawah.

Yixing tahu pertanyaan itu mengarah padanya. Yixing pun melihat kebawah bangunan dan mendadak pusing membayangkan dia ditolak hingga jatuh oleh sekumpulan pria ini.

" Entahlah hyung. Mungkin kaki bisa patah atau kepala bisa pecah." Ucap jongin

Yixing tidak menunggu kelanjutan dari percakapan sekelompok itu dengan segera ia lari menuju pintu yang Luhan dan Sehun tadi tuju untuk kebawah dengan ketakutan. Chanyeol dan Jongin tertawa melihat ekspresi ketakutan Yixing, sementara JunMyeon menyadari bahwa Yixing melupakan dompetnya. Ia mengambil dompet itu dan terlihat foto Yixing bersama seorang lelaki imut dengan pose yang tampak kekanak-kanakan.

" Cari tahu siapa orang ini." Ucap JunMyeon menyerahkan foto kepada Chanyeol.

Yixing berharap nyawanya masih aman. Ia sudah berada di kelasnya kembali. Sungguh baru kali ini dalam hidupnya ia ingin cepat pulang dari sekolah. Ia berharap mertuanya menepati janjinya mengirimkan Seung Hyun untuk menjemputnya nanti untuk segera belajar kembali tentang bisnis perjudian.

Dalam sisa pelajaran Yixing bersyukur bahwa ia tidak menjumpai kelompok JunMyeon lagi. Mereka tampaknya sudah duluan pulang atau pergi entah kemana.

...

Hari berikutnya disekolah Yixing kembali dalam kesunyian. Luhan anak laki-laki cantik yang ramah tidak menunjukkan batang hidungnya lagi semenjak dibawa kebawah oleh Sehun. Lelaki putih pucat yang jarang tersenyum atau berbicara. Yixing berharap sahabat barunya itu masih dalam keadaan baik-baik saja. Yixing membayangkan Sehun menghisap habis darah Luhan karena menurut Yixing pucatnya Sehun seperti tokoh-tokoh vampir yang pernah ditontonnya. Terkadang Yixing melihat Sehun memastikan bahwa ia bernapas atau tidak dan biasanya kelakuannya itu ketahuan oleh Sehun yang membalas tatapannya dengan tatapan dingin.

Teet

Bell sekolah berbunyi. Kini semua masuk ke dalam kelas. JunMyeon menjadi yang terakhir masuk masih melempar-lempar bola baseball dengan jenuh tanpa memperdulikan sekitarnya. Yixing melihat kelakuan JunMyeon. Dalam hatinya ia mengagumi ketampanan JunMyeon yang walau berada di kawananya yang tampan-tampan, JunMyeon memancarkan aura yang berbeda dari yang lain. Yixing juga merasa bahwa kawanan JunMyeon sangat royal dan memujanya.

" baiklah anak-anak hati ini bapak ada dua anggota baru lagi di kelas kita. Tampaknya kelas kita jadi kelas favorit ya." Lelucon basi guru yang tidak digubris murid-muridnya. Semua tahu, semua murid menginginkan berada di kelas itu. Takut tapi bangga bila dapat berada disana.

" Perkenalkan ini Kris Wu dan Wu Kyungsoo." Ucap Guru

JunMyeon langsung menghentikan aktivitas melempar bola nya. ia menatap kedepan tidak percaya. Bagaimana bisa seorang tidak bahkan dua orang Wu bisa masuk mendaftar disekolah ini juga. Sehun yang seakan membalas jawaban dari pertanyaan yang tak terucapkan itu dengan gelengan dan mata yang seakan berkata. Aku bersumpah setia padamu. Ini bukan keputusanku. Aku tidak tahu apa-apa, percayalah.

Bruak!

Ruangan kepala sekolah itu dibuka paksa oleh JunMyeon. Kemarahannya sudah di tidak tertahan lagi. Ketika Kris dan Kyungsoo masuk ke dalam kelas itu dengan tatapan mengejek dirinya dan terlebih lagi lambaian tangan Yixing kepada Kris, pria yang dia tidak ketahui siapa tetapi sah menjadi pasangan hidupnya kini. Bagaimana Yixing bisa mengenali Kris dan terlihat akrab. Bahkan Kris mengambil tempat duduk disebelah Yixing dan meninggalkan Kyungsoo yang mau tidak mau duduk dengan Jongin yang langsung terbangun kaget meihat rekan tempat duduk barunya.

" Apa-apaan ini. Kenapa kau berani mempersilahkan dua anak Wu itu sekolah disini?!" tanya JunMyeon emosi

" S-Silahkn duduk dulu Tuan muda Kim." Ucap kepala sekolah ketakutan

" Aku butuh penjelasanmu atau kau kucampak dari jendela ruanganmu ini." Ancam JunMyeon

" T-Tuan besar yang memintaku memasukkannya kedalam sekolah ini. Ia mengatakan Wu meminta agar anaknya bersekolah disini."

" Apa kakek?! Ini tidak bisa dibiarkan." Ucap JunMyoen meninggalkan ruangan kepala sekolah menuju mobilnya dan menjumpai kakeknya.

TBC

...

*JANGAN LUPA REVIEW YA TAMBAHKAN MASUKAN, SUPPORT DLL*

Kalau ada Typo harap maklum yah soalnya hari ini bikinnya dalam waktu singkat mau persiapan berangkat ke Jakarta ( kayak ikut Indonesian Idol aja "Selamat anda ke Jakarta!" wkwk) hari senin.

JunMyeoooon mau lu apa siiiih tinggal naena ena susah amat udah ada bini juga hahaha ^^

Yxingbunny Terimakasih aku juga senang banget sama kamu cepat review nya hihi ^^

Regina Pearl Luce JunMyeon masih jinak jinak merpati wkwkw ^^

Gyuu makasih kaka ^

Chloe nah ud chapter nikah tinggal tungguin chapter naena ena nya yah hahaha ^^

Nichi Aduh lose control iching fighting!

Qwertyxing Ali topan anak jalanan wkwkkw ^^

MinieZhang wkwkwk tungguin yah ^^

Caramel Semangat yah baca sampai akhir ^^

Neriyura iya dong seme harus ada kasar-kasarnya biar greget wkwkwk

Dydy kalau ad masukan boleh juga ^^

Anson kebanyakan makan daging kali nh papih jumen jadi tensinya naik wkwkwk ^^

Para guests semangat buat kalian juga baca terus yah ^^