Chapter 5
SANG ALPHA
Main Cast:
Kim JunMyeon
Zhang Yixing
Other Cast:
All members EXO
Etc
SuLay Mood
Yaoi
Dont Plagiat
Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...
" Diam kalian! Mana kakek aku mau jumpa dengannya!."
" Maaf Tuan Muda Kim, tapi bos besar sedang ada tamu di dalam."
Bruk.
" Menyingkirlah atau kau kuhabisi."
JunMyeon membuka paksa pintu, terlihat di dalam kakeknya yang menatap JunMyeon dengan tatapan dingin.
" Kenapa kau kemari?." Tanya Kakek Kim
" Kakek! Apa maksud kakek memasukkan dua anak Wu itu disekolahku? Bahkan kami satu kelas. Aku tidak sudi menghirup oksigen yang sama dengan mereka."
" Jaga bicaramu JunMyeon!. Kau tahu akibat kau datang ke rumahnya dan membakar mobil anak Wu itu aku harus merelakan sedikit tanah kekuasaanku pada mereka."
" Apa maksudmu kek?."
" Kami telah berdamai lama, dan kau datang memicu api amarah lagi. Setiap kekuasaan ada kesepakatan JunMyeon! Kapan kau bisa belajar bersikap dewasa!."
" Kakek..."
" Di dunia kita bukan hanya ada kekuasaan dan kekuataan. Aku telah menjadi ketua, aku memiliki tanggung jawab untuk menjaga bawahanku. Sama seperti dirimu menjaga sahabatmu. Belajarlah untuk menahan emosi JunMyeon. Atau kau akan kalah oleh emosimu." Ucap Kakek Kim
" Kakek apa-apaan ini? Sejak kapan kau mengajarkan aku untuk menahan emosi?." JunMyeon pergi meninggalkan kakeknya. Ia merasa tidak mengenal lagi kakeknya orang yang selalu dia contohi.
Kakeknya yang dulu tidak pernah menunjukkan belas kasihan pada siapapun kini mendadak memintanya untuk menahan emosi pada orang.
.
.
.
.
Yixing menyerahkan bekalnya kepada Kris yang dibalas dengan dengusan. Sejak Luhan tidak tampak lagi dan Yixing menyerah mencoba makan makanan disekolahnya ia memutuskan untuk membawa bekal sendiri. Masakan yang dimasak nya yang menurutnya jauh lebih enak daripada masakan disekolahnya. Sudah dua hari sejak kedatangan Wu bersaudara di sekolah ini. Mereka tampak lebih menikmati menjadi pusat pandang kawanan Kim daripada belajar.
" Kau hidup di jaman apa? Sekolah masih membawa bekal." Ucap Kris
" Ya sudah kalau kau tidak mau. Hai aku Yixing kau pasti adik lelaki sombong ini kan? Siapa namamu?." Tanya Yixing
" Kyungsoo. Jadi kau Yixing? Ku dengar dari Gege ku, Kau mendonorkan darah untukku ketika aku kecelakaan. Gomawo." Ucap Kyungsoo dingin
" Ya, aku juga minta maaf karena membuat kau kecelakaan." Ucap Yixing menyesali perbuatannya
" Bukan masalah besar." Balas Kyungsoo
" Kau kenapa, pertama berjumpa denganku kemarin kau melambai ke arahku?." Tanya Kris
" Kau juga kenapa langsung duduk di sebelahku?." Tanya Yixing balik
" Entahlah." Jawab Kris
" Aku hanya senang bisa mengenali seseorang disekolah ini. Aku memang tidak kenal kau siapa. Tapi paling tidak kita sudah pernah berjumpa. Dan kelihatannya kau bukan orang jahat." Ucap Yixing
" Jangan terlalu cepat menilai orang. Aku Kris. Kau baru juga disini? Siapa yang memasukkanmu kesini? Tuan mu?." Tanya Kris
Yixing seketika terdiam, dia baru ingat bahwa Kris tahu dia sudah dijual oleh ayahnya. Yixing memilih diam tidak menjawab pertanyaan Kris.
" Ge coba lihat." Ucap Kyungsoo memecahkan kesunyian
Mata Kris dan Yixing menuju pandangan dingin Kyungsoo. Tampak JunMyeon yang baru keluar dari gedung sekolah untuk menuju mobilnya dengan wajah gusar. Memang sejak Kris dan Kyungsoo bersekolah disana JunMyeon selalu menunjukkan muka gusar dan penuh emosi.
" Kau puas? Kita akan mengganggu hari-harinya mulai hari ini." Ucap Kris pelan yang dibalas tawa dingin Kyungsoo
Yixing tidak tahu, hubungan apa antara Kris, Kyungsoo dan JunMyeon. Tetapi melihat cara pandang Kris dan Kyungsoo. Yixing menduga bahwa hubungan itu tidak baik.
JunMyeon yang merasa sedang ditatap oleh mata elang mengarahkan pandangannya ke arah Kris dan Kyungsoo. JunMyeon terkejut melihat disebelah Kris terdapat Yixing yang juga melihatnya sambil memakan bekal yang dibawa. Entah mengapa pemandangan itu mengganggu JunMyeon. Diurungkannya niatnya untuk menuju mobilnya dan mendatangi Kris.
" Mau apa kau?." Sapa Kris dingin
" Mengambil kepunyaanku. Jangan dekati dia. Dia milikku." Ucap JunMyeon sambil menarik paksa Yixing.
Yixing yang terkejut dengan kelakuan JunMyeon menjatuhkan bekalnya. Dengan langkah kaki tersembab sembab ia mengikuti tarikan kasar tangan JunMyeon. Ia tidak menyangka bahwa JunMyeon akan menariknya dari Kris dan Kyungsoo. Bahkan menyebutnya miliknya!.
" Ge, kau dengar apa si Kim itu katakan pada Yixing?." Ucap Kyungsoo
" Ya. Kurasa aku tahu siapa Tuannya Yixing sekarang. Ah kenapa harus dia." Ucap Kris
" Kau kenapa Ge? Bukankah lebih baik? Kita bisa membalaskan dendam kita melalui Yixing." Ucap Kyungsoo dingin
Kris tidak menjawab ia hanya menatap kepergian Yixing. Kris tahu Yixing orang yang baik. Ia mengingat Yixing langsung mendonorkan darah untuk menyelamatkan adiknya. Bahkan tadi Yixing membagi bekal makanan nya pada Kris dan Kyungsoo. Dua orang yang disangkanya baik itu.
Kau salah duga. Aku bukan orang baik. Desah Kris dalam hatinya.
Didalam mobil Yixing tidak berani berbicara. Ia hanya mampu mencuri pandang JunMyeon yang terlihat kesal dan tak peduli padanya.
" Jangan lihat aku seperti itu!." Teriak JunMyeon
Yixing menundukkan pandangannya. Kini jantungnya berdebar keras. Ia tidak tahu apakah ia akan dibuang kejurang oleh JunMyeon atau dia akan dibawa jauh dan kemudian terdampar entah dimana. Yixing merasa harga dirinya yang sudah lama jatuh di keluarga Kim semakin jatuh. Tadi JunMyeon mengatakannya dia miliknya tetapi sekarang dia memperlakukan Yixing kembali seperti sampah. Yixing memberanikan diri untuk berbicara.
" Berhenti. Berhenti kataku!" teriak Yixing
JunMyeon yang sedikit kaget mendengar orang yang rapuh disampingnya itu berteriak memberhentikan mobilnya dengan tiba-tiba. Dengan sangat gusar JunMyeon menatap laki-laki yang berani membentaknya itu.
" Ini ambil uang ini. Pulang pakai taxi atau jalan kaki aku tidak peduli. Dan ku ingatkan kau jangan dekat-dekat dengan Wu bersaudara itu atau.."
" Atau apa? Aku bukan peliharaanmu. Aku tidak akan menuruti perkataanmu. Dan berhenti mengancamku." Ucap Yixing sambil keluar dari mobil dan meninggalkan JunMyeon.
Jantung Yixing tidak mau berhenti berdebar keras. Ia tidak menduga akan mendapat keberanian untuk berkata seperti itu pada JunMyeon. Lelaki yang ditakutinya. Sebelum ia merasakan kakinya lemas, Yixing menyetop taxi dan masuk kedalam. Meninggalkan JunMyeon yang masih terdiam didalam mobilnya.
Brengsek! Siapa kau berani membentakku. Ucap JunMyeon dalam hatinya.
.
.
.
.
Yixing masih berada dalam kamarnya. Menunggu waktunya makan malam. Ya dia harus menunggu keluarga inti itu selesai makan baru ia boleh keluar kamar. Hal itu dilakukan agar dia tidak berjumpa dengan JunMyeon.
" Maaf, Tuan meminta anda untuk turun ke meja makan." Ucap pelayan rumah
Di meja makan tampak sedikit keributan terlihat banyak nya perabotan rumah yang tampak tercampak ke lantai. Sepertinya pertempuran apapun itu sudah mencapai titik dimana salah satu harus mengalah.
" Yixing. Kemasi baju mu dan ikut JunMyeon pergi." Ucap Kim Siwon
Apa lagi ini. Pikir Yixing cemas. Pergi bersama JunMyeon yang tengah emosi dan bekas kejadian tadi siang benar-benar membuat Yixing ketakutan. Yixing masih diam di tempatnya. Ia tidak mengerti mengapa ia harus pergi dengan orang yang dihindarinya dirumah itu.
Soo Young melihat ketakutan Yixing. Segera memeluknya dan mengusap punggungnya. JunMyeon terkejut melihat pemandangan di depannya. Kemarin ayahnya yang tertawa gembira bersama pria rapuh ini. Sekarang Ibu nya, orang yang bahkan tidak berani menatap mata anaknya sendiri itu kini mengusap punggung pria asing dengan penuh kasih sayang. Kemurkaan JunMyeon makin menjadi.
" Tidak usah berkemas! Cepat ikut aku." JunMyeon menarik tangan Yixing agar terlepas dari pelukan ibunya.
Note Note Note
Dibawah ini adegan Rate M. Jadi yang ingin skip baca cari aja huruf block seperti ini nanti yah. Maaf kalau kurang greget ini FF Rate M aku pertama T.T
Yixing masih ditarik paksa oleh JunMyeon memasuki salah satu apartemen pribadi. Beberapa orang yang melihat kejadian itu mendadak bagaikan buta dan tuli. Mereka tahu bahwa mencampuri urusan Tuan Muda Kim sama saja berurusan dengan Gangster Kim yang ditakuti.
Bruk
Yixing terdorong di sebuah ranjang berukuran King. Tubuhnya terasa lelah tetapi tidak dengan si penyeret.
" Mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku disini!. Kau mau tahu apa itu menikah? Biar kutunjukkan apa yang orang telah menikah lakukan." Ucap JunMyeon membuka bajunya.
" A-apa yang kau lakukan. Tidak, jangan."
Plak. JunMyeon menampar pipi Yixing.
" Kau tidak punya alasan menolak!.
JunMyeon masih memegang tangan Yixing yang meronta hebat. Tapi kekuataan JunMyeon memang tidak sebanding dengan kekuataan nya. dirasakannya mulutnya yang koyak akibat gigitan brutal JunMyeon yang memaksa masuk lidahnya dalam mulut Yixing.
" Jun..Jun aaah jangaan..."
Dengan terenggap-enggap Yixing yang telah mengalah pada lidah JunMyeon yang kini masuk kedalam mulutnya mengabsen setiap giginya dan tangan JunMyeon kini mengoyak paksa bajunya.
" Ku-Kumohon Jangan.."
Sia-sia itulah jawaban untuk usaha Yixing. JunMyeon dengan kekuatannya sudah menghancurkan segala harga diri Yixing yang memang sudah hancur semenjak masuk dalam rumah keluarga Kim itu. Yixing kini hanya bisa menangis menyesali nasibnya. Bibir JunMyeon yang kini telah merambah ke lehernya dan dadanya membuat banyak tanda kepemilikan.
" Jangan menangis! Teriakkan namaku." bentak JunMyeon
Yixing yang semakin menangis mendengar bentakkan JunMyeon tidak mampu berbuat apa-apa.
Plak
" Kubilang teriakan namaku!."
" Kau-Kau binatang." Maki Yixing dalam tangisan
JunMyeon tertawa senang mendengar perkataan Yixing. Ya dia memang telah menjadi binatang jauh sebelum Yixing mengenalnya. Dan kini ia tunjukkan pada Yixing binatang seperti apa dia.
" Kau benar aku memang binatang. Dan kau tahu apa buruknya binatang? Kami tidak membuat tawar menawar dan mengenal rasa kasihan." Ucap JunMyeon
JunMyeon melepaskan celananya dan celana Yixing. Yixing yang tahu akan kelanjutan nya terus meronta tidak berdaya dibawah tubuh JunMyeon. Inilah pengalaman sex pertama JunMyeon. Dan ia lakukan dengan orang yang ia benci. JunMyeon meludah dan meletakkan ludahnya di kejantanannya, kemudian mendorongnya ke dalam lubang anus Yixing tanpa memberikan pemanasan apapun.
" Aaah... kuberi kau apa yang seharusnya binatang lakukan..."
JunMyeon meracau sambil menepuk pinggul Yixing. Yixing yang sangat kesakitan merasakan bahwa anusnya robek karena terjangan kejantanan JunMyeon. Memekik kuat. Tak disadarinya tangannya mencakar tangan JunMyeon yang masih memegangginya.
" Aaaah...sakiiit. " Desah Yixing tanpa sadar. Ia memang kesakitan tapi dia juga merasai kenikmatan yang dilakukan JunMyeon kepadanya. Berhujam-hujam kejantanan JunMyeon mencapai titik kenikmatan Yixing. Bahkan membuat Yixing berkali kali mengeluarkan spermanya yang mengenai perut six pack JunMyeon.
" Aaaah desah namaku cepat ucapkan kau milikku..." ucap JunMyeon sambil makin mempercepat hujamannya.
" Jun..JunMyeon aku milikmu aaah..." Yixing hanya mau secepatnya penderitaan dan pelecehan ini selesai.
Yixing merasa sperma JunMyeon keluar dalam lubangnya. Memenuhi bagian bawahnya. Yixing menyangka penderitaannya telah berakhir. Tetapi tidak. JunMyeon masih berkali-kali kembali memasuki lubang Yixing dengan semangat hingga tubuh Yixing lelah tak berdaya. Mungkin ini hampir pagi. Pikir Yixing. Mungkin aku tidak akan bisa melihat matahari pagi nanti. Mungkin aku akan mati. Pikir Yixing sambil terlelap di sisa-sisa akhir.
Okay zona khilaf selesai xoxo
Yixing berharap ia benar-benar mati malam itu. Tetapi kenyataannya umurnya masih panjang. Ia terbangun dengan kesakitan luar biasa di bagian bawah tubuhnya. Ia bahkan tidak bisa berdiri. Ditolehnya sebelahnya JunMyeon yang tertidur pulas membelakanginya. Yixing melihat tattoo tiga serigala mengaum di punggungnya dan ditangan JunMyeon terdapat bekas-bekas cakarannya malam tadi.
Dengan amat lelah Yixing mencoba bangkit. Mengambil celananya dan memakainya dengan gemetar. Bagian bawah tubuhnya sangat terasa sakit. Ia memandangi tubuhnya di kaca yang berantakan, penuh dengan bekas merah keunguan di leher dan dadanya. Bajunya yang telah disobek JunMyeon semalam. Bagaimana mungkin ia akan pergi melarikan diri dengan kondisi seperti ini. Yixing memutuskan untuk mandi menjatuhkan segala tangisan amarah dan kesedihannya dibawah shower yang menyala.
Saat ia keluar dari kamar mandi. Ia tidak menjumpai lagi JunMyeon. Hanya ada sepucuk kertas di kasur yang masih berantakan itu.
Dalam lemari ada baju sekolahku. Pakai dan pergilah kesekolah anggap semalam tidak pernah terjadi.
Yixing kembali dalam emosinya. Lelaki yang semalam telah menjatuhkan harga dirinya ke titik paling rendah kini memintanya untuk melupakan apa yang terjadi semalam. Yixing memang tidak memiliki pilihan apapun. Ia kini merasa jauh terhina.
...
JunMyeon menatap pintu kelasnya berharap akan sesuatu. Mengabaikan Kris dan Kyungsoo yang menatapnya dengan pandangan menyelidiki.
" Hyung, tanganmu kenapa? Seperti dicakar kucing liar saja." Ucap Jongin
Perkataan Jongin menimbulkan reaksi pada Chanyeol, Chen dan Sehun yang penasaran melihat objek yang dikatakan Jongin.
" Bukan urusan kalian." Ucap JunMyeon sambil memakai jaket lengan panjangnya agar menutupi bekas cakaran Yixing semalam.
Yixing akhirnya berhasil tiba dikelas dengan jalan yang terlatih-latih. Hal itu mendapatkan reaksi pada JunMyeon dan Kris. Kris segera menghampiri Yixing yang bagai hampir terjatuh.
" Kau tidak apa? Kenapa wajahmu pucat sekali?." Tanya Kris
" T-Tidak apa-apa. Lepaskan aku." Jawab Yixing sambil memandang JunMyeon dengan tatapan horor. Ia takut kelakuan Kris akan memicu hal semalam terjadi lagi.
Kris mengikuti tatapan ketakutan Yixing yang berakhir di sosok JunMyeon. Entah mengapa tatapan JunMyeon kepada Yixing berbeda tatapan yang biasa ia terima. Kris menduga bahwa JunMyeon tidak hanya sekedar benci dengan Yixing. Bahkan lebih parah lagi. Ia terlihat seperti harus membenci Yixing.
.
.
.
.
Kawanan JunMyeon tampak bersantai dibawah teduhnya pohon disudut sekolah itu. Jongin yang sudah terlihat tidak sering menggoda wanita-wanita lagi membaca buku dengan tenang.
" Hyung, aku tidak tahan." Ucap Chanyeol
" Kenapa? Siapa yang mengusikmu?." Tanya JunMyeon masih memejamkan matanya berbaring di atas dahan pohon itu
" Kau ingat laki-laki dalam foto yang minta kau carikan itu?. Aku sudah menemukannya." Ucap Chanyeol
" Lalu?." Ucap JunMyeon membuka matanya
" Dia sangat cerewet sekali seperti wanita tua. Aku baru bertanya satu dia lalu menghujamiku dengan ratusan pertanyaan. Bahkan dia menangis membuat bajuku basah karena kau menyebutkan nama Yixing."
Siapa dia? Dan apa hubungannya dengan Yixing?."
" Namanya Baekhyun dia teman dari kecilnya Yixing. Dan kau tebak informasi apa yang kudapatkan?."
" Apa?."
" Ayahnya berkata dia telah menjual Yixing demi menutupi hutang judinya. Dan kini ayahnya diusir dari rumahnya oleh para tetangganya. Kupikir kita kehilangan jejak ayahnya."
" Kurasa aku tahu dia berjudi dengan siapa." Ucap JunMyeon sambil turun dari atas dahan.
JunMyeon melangkahkan kakinya ke casino Kim.
" Tuan Muda Kim, kau sendirian?." Tanya Seung Hyun
" Mana ayah?."
" Dia diruangannya. Ayo silahkan masuk."
JunMyeon masuk ke dalam ruangan Kim Siwon yang sedang sibuk menulis sesuatu di laptopnya. Bahkan sekarang ayahnya sudah seperti pekerja kantoran. Pikir JunMyeon.
" JunMyeon, tumben kemari siang-siang."
" Ya. Aku ingin bertanya sesuatu."
" Soal apa?."
" Siapa Yixing itu?."
" Kenapa kau menanyainya? Bukankah keinginanmu sudah terpenuhi. Apartemen pribadi dan bahkan baju kalian berdua sudah diantarkan kesana tadi."
" Apa yang kau sembunyikan dariku?."
" Aku tidak menyembunyikan apapun JunMyeon. Hanya kau saja yang tidak memperhatikan orang disekitarmu."
" Berhenti membuat teka teki. Dan jawab pertanyaanku."
" Sudahlah JunMyeon, aku hanya ingin berdamai dengan kehidupan dan dengan anakku. Apa itu salah?."
" Banyak kesalahan yang telah kau buat bahkan kau tambah dengan status pernikahanku."
" Kau akan mengerti nanti. Pergilah kalau sudah selesai urusanmu. Dan jangan lupa sesekali untung pulang. Ibumu merindukanmu."
" Ibu rindu denganku atau dengan Yixing."
JunMyeon pergi meninggalkan Kim Siwon yang tak mampu menjawab pertanyaan terakhir JunMyeon. Kim Siwon sadar, anaknya terluka dan kesepian. Dulu ia mendapatkan banyak kasih sayang. Tapi semenjak ia mulai diajarkan bertahan dalam kondisi apapun semua lupa anak kecil itu masih memerlukan kasih sayang.
TBC
...
Author lagi sariawan jadi ga banyak ngomong disini haha
Sorry ya kalau rate M nya kurang greget nanti di chapter next..next ditambah dan semoga menjadi romantis.
