Chapter 6

SANG ALPHA

Main Cast:

Kim JunMyeon

Zhang Yixing

Other Cast:

All members EXO

Etc

SuLay Mood

Yaoi

Dont Plagiat

BERTERIMAKASIHLAH PADA WIFI DAN FASILITAS DI AIRPORT/GEDUNG ACARA SOETTA JIKA CHAPTER INI DAPAT DIUPDATE PADA HARI SENIN

Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...

Dengan tidak semangat dan ketakutan Yixing pulang ke apartemen tempatnya tinggal bersama JunMyeon. Jantungnya berdebar kencang ia takut menjumpai JunMyeon berdua saja. Ia takut ia akan membuka pintu dan masuk dalam nerakanya. Yixing melihat dua mobil sport mewah. Ia tahu bahwa keduanya milik JunMyeon. Yang hitam adalah kesayangannya dan yang kuning entah kenapa tidak pernah dikendarainya tetapi dibawanya kesini. JunMyeon pasti sudah ada di dalam. Pikir Yixing.

Yixing masuk kedalam lift. Tak diduga ia berjumpa dengan Chen disana. Yixing langsung menundukkan pandangannya tidak berani menatap lama salah satu kawanan JunMyeon itu.

" Kau tinggal disini juga?." Tanya Chen

" Eh I-Iya." Jawab Yixing masih menatap lantai lift

" Aku Chen. Kau Yixing kan?." Chen menjulurkan tangannya

Yixing menatap juluran tangan Chen ia pun memberanikan diri menatap Chen.

" Ya aku Yixing." Ucap Yixing menyambut tangan Chen

" Kau tinggal bersama JunMyeon disini?." Tanya Chen lagi

" I-Iya."

" Kalau ada apa-apa kau bisa main ketempatku. Satu lantai dibawah milik JunMyeon nomor K505. Ini lantaiku aku keluar dulu. Bye Yixing. " Ucap Chen

Yixing melihat kepergian Chen. Ia tidak salah lihat salah satu kawanan JunMyeon itu tersenyum padanya.

Yixing membuka pintu apartemen nya. Melihat sekitar yang terasa sepi. Diatas meja Yixing melihat lagi-lagi sebuah kertas dengan tulisan. Kamarmu di sebelah kiri. Jangan ganggu aku, jangan berbicara denganku dan jangan berani menatapku. Sungguh kekanak-kanakan pikir Yixing. Pria yang selama ini terkenal keras dan berani kini memilih hanya berbicara dengannya melalui sebuah kertas. Bahkan ia meminta Yixing untuk tidak berbicara dan menemuinya. Yixing tidak mengerti dengan JunMyeon. Kalau memang ia ingin menghindari Yixing mengapa ia harus repot-repot mengajaknya untuk tinggal disini berdua. Apakah maksudnya untuk melecehkannya seperti semalam, untuk menunjukkan betapa berkuasanya dia kepada Yixing. Yixing melempar kertas yang ditulis JunMyeon dan menuju kamar yang dikatakan JunMyeon dalam suratnya itu.

Yixing bangun dari tidurnya, merasa ini sudah malam dan ia belum makan sesuatu. Dengan perut yang lapar ia keluar dari kamarnya. Mencari sesuatu yang bisa dimakan dalam kulkas dan menemukan beberapa junk food.

" Orang kaya ini selalu memakan sampah yang tak bergizi." Ucap Yixing

Ia pun mengganti baju nya dan pergi keluar apartemen nya untuk membeli sesuatu yang bisa dimasak.

Yixing mengisi Kulkas dengan banyak bahan-bahan makanan. Dengan begini ia besok tidak perlu khawatir akan membawa bekal apa kesekolah. Yixing mulai memasak sambil mengemas apartemen itu. Seharian ini ia berhasil tidak berjumpa dengan JunMyeon. Mungkin JunMyeon lagi diluar bersama kawananya membuat keributan ataupun menghabiskan uang.

Bau wangi masakan tercium jelas di dalam apartemen mewah itu. Makanan Yixing memang terbaik. Yixing benar-benar seperti wanita. Tangannya yang cantik itu mampu menciptakan sesuatu dengan sempurna. Yixing makan dengan semangat. Ia tidak menyadari sepasang mata mengawasinya daritadi. JunMyeon yang tidak biasa makan diluar memang belum makan apapun daritadi. Kebiasaan makan malam bersama keluarga terbawa hingga ia sekarang memilih pisah tinggal bersama keluarganya.

" Apa yang kau masak?." Tanya JunMyeon dingin

Yixing terdiam kaget tidak berani menoleh kebelakang untuk melihat si penanya ataupun menjawab pertanyaannya.

" Jawab dan lihat aku bila aku bertanya!." Teriak JunMyeon

" K-Kau bilang jangan menatapmu dan jangan berbicara denganmu." Ucap Yixing ketakutan

" Anak ini selalu membuatku emosi. Lupakan isi kertas tadi dan sekarang masakkan aku makanan." Ucap JunMyeon.

Yixing segera bangkit membuka kulkasnya. Mengambil bahan makanan sambil sedikit tersenyum. Ia tidak menduga bahwa keputusan JunMyeon berubah hanya karena perutnya lapar. Sedikit demi sedikit Yixing mulai memberanikan diri untuk menatap JunMyeon yang sedang membaca majalah otomotif.

JunMyeon memakan dengan lahap masakan Yixing. Selama Yixing tadi memasak ia mengawasinya dengan ketat. Alasannya ia curiga Yixing akan menaruh racun pada makanannya. Yixing mendengus kesal.

Masih mending aku masakkan ini malah mencurigaiku. Ucap Yixing dalam hatinya

Selesai JunMyeon makan. Yixing mencuci piring dan JunMyeon kembali membuka majalah otomotifnya. Sesekali menatap punggung Yixing. JunMyeon sesungguhnya sedikit salah tingkah mengingat apa yang telah ia lakukan semalam. Ia tidak pernah menduga dapat melakukan hal itu bersama Yixing. Orang yang sama sekali tidak muncul dalam pikirannya. Tapi melihat kedekatan Yixing dan Kris di sekolah membuat api dalam hatinya berkobar. Yixing memang tidak mendekati Kris tapi entah kenapa tampaknya Kris sangat tertarik pada Yixing. JunMyeon menduga Kris membuat hal itu agar JunMyeon marah. Tetapi satu hal yang tidak bisa dibohongi. Cara Kris menatap Yixing. Penuh dengan perhatian dan ketulusan. Sesuatu yang tidak mungkin ada dimata JunMyeon kepada Yixing.

Teet teet

Handphone JunMyeon berbunyi.

" Ya Jongin, ada apa?."

" Hyung tolong aku.."

" Kau dimana? Aku kesana."

JunMyeon mengambil kunci mobil hitam nya dan segera keluar apartemen nya. meninggalkan Yixing yang bingung melihatnya.

.

.

.

Jongin mendekap perutnya menahan laju keluar darahnya akibat tusukan pisau. Ia kini berada disudut bersembunyi dari sekelompok penyerang yang menghajarnya. Menunggu datang Alpha nya yang baru saja dia hubungi.

Criiiit Bruum

Suara mobil berhenti di tengah-tengah. Keluarlah sosok yang ditunggu Jongin.

" Hyung.."

" Siapa yang berani menghajar kawananku?!."

" Haha kau datang juga. Tidak sulit bukan membuat kau datang. Cukup umpankan salah satu kawananmu dan kau secara ajaib datang kemari dalam hitungan detik."

" Wang HanBin, brengsek."

" Ya Kim JunMyeon si binatang. Ucapkan selamat tinggal pada dunia."

Binatang terlahir sebagai dirinya sendiri mampu menerima apa itu hidup, karena itu binatang lebih menerima kehidupan daripada manusia. JunMyeon membawa Jongin ke apartemen Chen yang dekat dengannya. Ia meminta Chen merawat Jongin dan membawakan dokter pribadi. Chen yang terkejut melihat dua kondisi sahabatnya itu hanya mampu bertanya-tanya dan melihat kepergian JunMyeon yang tertatih-tatih dengan darah yang menetes selama perjalannya menuju apartemennya. Chen mengakui kehebatan Alpha nya itu. Tidak pernah tumbang di depan kawanannya. Ia selalu bisa merawat dirinya sendiri.

Bruk

JunMyeon terjatuh di dalam apartemen nya. membangunkan Yixing yang baru mencoba tidur kembali.

" Kau kenapa!." teriak Yixing panik

JunMyeon menatap Yixing yang mengangkat kepalanya ke pangkuannya. Perlahan ia menutup matanya.

...

Bergembiralah mereka yang bisa bermimpi indah. Bermimpi masa kecil yang indah terulang lagi, mimpi mendengar suara tawa ceria ibumu ketika kau mengerakkan badan mengikuti alunan suara. Bermimpilah sebelum kau menemukan kenyataan bahwa kau bukan manusia itu lagi.

Dor!

JunMyeon terbangun mimpi indahnya ketika masih kecil. Terusik dengan masukknya mimpi ketika ia menatap mata serigala dan menembaknya. Ia ingat ketika itu ia sangat ketakutan melihat mata serigala itu. Kakeknya disampingnya hanya mengatakan. Kalahkan rasa takutmu. Pusatkan ke senjatamu. Tembakkan tepat di tengah matanya. Dan itu ia lakukan dengan sempurna. Sesungguhnya bukan kebahagian yang ia dapatkan dengan hasil buruan pertamanya. Ia merasa lebih emosi dan ketakutan.

Tapi semua ia pendam karena pelukan bangga dari sang kakek. Tepukan senang dari ayahnya dan yang lebih mengerikan lagi adalah tatapan ketakutan dari ibu nya melihat anak laki-lakinya pulang membawa hasil buruan pertamanya. JunMyeon sesungguhnya ingin berlari memeluk ibunya. Menangis menumpahkan segala emosinya. Tapi ibunya melihatnya dengan ketakutan. Menganggap JunMyeon adalah serigala dan anaknya yang lucu menggemaskan tertinggal di hutan sana. Sejak itu JunMyeon dilatih menjadi serigala. JunMyeon menganggap setelah ajaran dari kakek dan ayahnya ini siap ia akan segera kembali dipeluk ibunya. Tetapi tidak. Pelajaran ini tidak pernah siap. Kini kakeknya lah yang dianggapnya paling mengerti siapa dia. Dialah JuMyeon sang serigala.

JunMyeon merasa sakit seluruh badannya. Dilihatnya luka akibat tusukan lawannya semalam sudah terbalut oleh perban dan obat. Semalam ia melawan dengan tangan kosong. Tetapi ia berhasil memenangkan perlawanan itu. Wang HanBin lari lagi dengan gerombolannya. JunMyeon merahi handphone nya.

" Chen. Bagaimana Jongin?. Baiklah, kau tidak usah cemaskan aku."

JunMyeon menutup pembicaraannya melihat kedatangain Yixing dengan nampan di tangannya.

" Kau tidak usah sok perhatian denganku."

" Aku bukan perhatian. Aku hanya memastikan kau kembali pulih agar aku bisa meminta tolong kau mengantarkanku kerumah mu." Ucap Yixing

Alasan yang diberikan Yixing sesungguhnya hanyalah alasan kosong. Yixing bisa berpergian sendiri kesana. Tapi ia tidak bisa mengatakan bahwa ia sesungguhnya khawatir dengan JunMyeon. Orang yang terus menyakitinya itu. Yixing menyuapkan sop pada JunMyeon dalam diam.

" Aku tidak mau berterimakasih padamu." Ucap JunMyeon

" Tidak perlu."

" Kau, kau jangan lagi menyentuh tubuhku. Jangan obati aku."

" Kau bahkan mencium tubuhku dan aku tidak ada komplen padamu."

" Kau.. Sejak kapan kau berani padaku?!." Muka JunMyeon memerah. Akhirnya Yixing berbicara tentang malam itu.

" Sejak kau membawaku kemari. Ya sudah kalau kau sudah siap makan. Aku mau keluar ke supermarket. Ada yang mau dititip?." Tanya Yixing acuh

" Ya aku titip kondom."

Yixing mendengar jawaban JunMyeon langsung lari keluar kamar dengan segera. JunMyeon yang melihat Yixing lari ketakutan tertawa pelan. Ia tahu Yixing sesungguhnya hanya mencoba sok berani padanya. Percis seperti anak kucing yang mencoba mengeong pada serigala.

JunMyeon tidak sadar ia tertawa. Ya ia tertawa. Percis seperti ayahnya yang dibuat tertawa oleh Yixing.

Yixing masuk ke apartemen dengan membawa banyak bawaan, agak kesulitan membuka pintu sehingga belanjaannya menutupi wajahnya. Untung ia ingat letak dimana kulkas dan meja dapur berada.

" 37 langkah adalah menuju meja dapur dan 41 langkah menuju kulkas. Semangat!." Ucap Yixing kuat menyemangati dirinya sambil benyanyikan nada lagu sembarangan bagai penyanyi opera.

Yixing meletakkan belanjaannya di meja makan. Ia baru menyadari pandangan aneh yang tertuju padanya yang berasal dari pandangan kawanan JunMyeon yang sekarang melihatnya dari sofa.

" Kau dengar tadi dia menghitung jarak dengan langkah kakinya!." Ucap Chanyeol takjub

" Kau juga dengar tadi dia menyanyikan nada lagu dengan sangat mengerikan?." Sambut Jongin masih melongo

Sehun yang tanpa ekspresi juga menatapnya aneh dan Chen yang tersenyum padanya entah karena perkataan Jongin ataupun entah apa. Dan JunMyeon yang menelungkupkan wajahnya dalam kedua tangannya seakan malu dengan perbuatan Yixing di depan kawanannya.

Chanyeol berjalan menghampiri Yixing yang masih memerah akibat malu. Dan mengambil apel yang dibeli Yixing tadi.

" Jadi kau tinggal disini juga sekarang?. " tanya Chanyeol

" Chanyeol, jangan ganggu dia dan kembali duduk disini." Ucap JunMyeon

Chanyeol menuruti kat JunMyeon dan kembali ke tempat duduknya. Mereka kembali berbicara dengan perlahan. Yixing mengemasi barang belanjaannya sambil melirik penasaran. Ia melihat tubuh Jongin yang tidak mengenakan pakaian terlihat tattoo yang sama di punggung atasnya seperti milik JunMyeon badannya dibalut perban juga. Tampak sepertinya semalam Jongin dan JunMyeon terlibat perkelahian yang sama.

" Kalau sudah selesai pekerjaanmu. Segera masuk ke dalam kamar." ucap JunMyeon melihat Yixing yang penasaran dengan kawanannya

" Wah Hyung, kau benar-benar seperti seorang suami yang memerintahkan istrinya masuk ke kamar." ucap Chanyeol bersemangat

" Ada apa kalian ini aku jadi penasaran." Ucap Jongin

" Aku lebih penasaran lagi apa bekas cakaran kemarin ada hubungannya dengan kepindahan kalian disini." Sehun akhirnya berbicara

" Hyung?." Tanya Jongin dengan wajah mesum nya

" Kalian... Kalian jangan berani berpikir yang tidak-tidak. Aku tidak ada hubungannya dengan cakaran di tangan dan punggungnya itu." Ucap Yixing panik

" Apa? Punggungmu juga? Wah Hyung tampaknya kau benar-benar buas." Ucap Jongin tambah mesum

" Jongin, kalau kau berbicara lagi kupatahkan lehermu itu. Kau! Kubilang masuk kekamarmu sekarang!." Teriak JunMyeon

Teet Teet

Suara bell apartemen membuyarkan amarah JunMyeon. Segera ia membuka pintu dan menemukan Seung Hyun tangan kanan ayahnya.

" Ada perlu apa kemari?." Tanya JunMyeon dingin

" Maaf Tuan Muda Kim, aku kemari diminta Tuan Kim menjemput Tuan Yixing." Ucap Seung Hyun

" Seung Hyun, Ayo kita pergi." Ucap Yixing menarik tangan Seung Hyun untuk menjauh dari JunMyeon yang menatap mereka dengan penasaran.

" Kau menyelamatkan aku dari rasa malu. Gomawo." Ucap Yixing

" Bukan apa-apa tapi bisakah kau tidak menggandeng tanganku lagi? Aku hanya merasa sedikit aneh." Ucap Seung Hyun

" Oh maaf hehe."

...

" Yixing, kau sudah mulai betah di apartemen JunMyeon?."

" Kalau kujawab tidak apa Tuan mau memindahkan ku kembali kerumah?." Tanya Yixing memelas

" Haha kau tahu jawabannya. JunMyeon memang keras tapi dulu dia anak yang baik dan ceria. Kau harus banyak bersabar dengannya." Ucap Kim Siwon

" Hufh. Baiklah hari ini kita akan belajar lagi kan? Ayo kita mulai."

" Haha kau sangat bersemangat sekali. Baik ayo kita mulai."

JunMyeon yang ditinggalkan Yixing diapartemen nya mulai tidak memperdulikan kawanan nya yang sibuk dengan handphone dan game. Ia penasaran kemana Yixing dibawa dan untuk apa ayahnya ingin berjumpa dengannya.

" Hyung, apa kau merasa Wu bersaudara itu sengaja mendekati Yixing?." Tanya Chen

" Entahlah. Yixing sepertinya telah mengenal mereka duluan." Ucap JunMyeon

" Aku hanya takut mereka memanfaatkan Yixing untuk mengganggumu." Ucap Chen

" Aku tidak mungkin terganggu oleh mereka. Tenang lah." Ucap JunMyeon menenangkan kawanannya.

...

" Banguuuuun.. Ayo kesekolah." Yixing menarik selimut JunMyeon

" Kenapa kau susah sekali dibangunkan sih. Jun aaa.."

Yixing jatuh di pelukan JunMyeon yang menariknya.

" Kau kenapa mulutmu berisik sekali seperti kucing liar." Ucap JunMyeon masih memejamkan matanya

" A-Aku. Ya sudah aku pergi sendiri saja kesekolah." Yixing mencoba bangkit dari pelukan JunMyeon tapi tangan JunMyeon mendekap erat tubuhnya.

" Tunggu aku. Kita pergi sama-sama." Ucap JunMyeon bangkit berdiri meninggalkan Yixing yang kini terbaring di kasur JunMyeon. Kasur yang sama dengan malam penuh cakaran.

Yixing dan JunMyeon memasuki perkarangan sekolah dengan mobil hitamnya. Disana sudah menunggu keempat sahabat JunMyeon yang masing-masing masih berada dalam mobil mereka.

" Lihat dua Kim dalam satu mobil. Wah apa kawanan Kim bertambah?. Lelaki itu tampan dan juga cantik dalam waktu yang bersamaan."

Murid-murid pada berkerumun melihat kawanan Kim dan Yixing sebagai tambahan. Yixing agak risih melihat banyak nya mata memandang. Tidak seperti kawanan Kim yang telah terbiasa dengan situasi ini.

Yixing menatap Luhan. Akhirnya ia menjumpai Luhan yang sekian lama hilang.

" Luhan. Kau kemana saja?. Aku mengira darahmu telah dihisap habis oleh Sehun." Ucap Yixing

Sehun yang mendengar perkataan Yixing memutar bola matanya.

" Kalaupun aku menghisap habis Luhan itu bukan darahnya." Ucap Sehun dingin

" Yak Sehunnie. Kau sudah tertular Jongin." Teriak Luhan malu

" Kenapa harus aku?." Tanya Jongin tidak penting

" Yixing kau merindukanku?. Aku beberapa hari ini pulang ke China untuk mengunjungi nenekku."

" Luhan. Aku mengira kau tidak mau berteman denganku lagi." Ucap Yixing sedih

" Kau terlalu banyak mengira yang bukan-bukan. Ayo hentikan drama anak gadis kalian dan masuk ke dalam." Ucap JunMyeon

" YAK! Kami bukan anak gadis. Kami manly!" teriak Luhan

" Ya..Ya manly ku sayang. Ayo kita masuk." Ajak Sehun hangat

Yixing menatap Luhan dan Sehun dengan sedikit iri. JunMyeon melirik Yixing dan tahu ia iri dengan pasangan romantis didepannya itu. JunMyeon menarik tangan Yixing dengan tidak romantis tetapi paling tidak JunMyeon menggandeng tangannya. Tangan seorang Yixing. Orang yang dibenci nya.

TBC

...

* Jangan Lupa Review Kaka^^ *

Hai pembaca!

Banyak membicarakan di review aku fast update. Jadi sebenarnya ini karena pengalamanku dalam membaca FF aku paling sedih kalau FF yang lama updatenya. Malah kadang aku sampai lupa ceritanya wkwkwk

Aku maklum mungkin kebanyakan Author sibuk dengan dunia nya masing-masing T.T belum lagi ditambah waktu buat fangirlian yg menyita banyak waktu tak terbatas ^^ (pengalaman pribadi author bangeeet wkwk)

Maka dari itu aku ga pengen pembaca FF ku sampai lupa gimana cerita yang udah payah payah aku bikin n tulis ini T.T dengan cara fast update!

Jadi kayak nonton drama versi perhari ga seminggu dua kali hihihi ^^

Selamat menunggu selanjutnya kalau besok aku ga update maafkan yah mau perjalanan ke Jakarta pagi jam 06.45 pulang malam dengan pesawat pulang pergi masing-masing 45 menit menuju kotaku T.T jadi kalau kecapekan ga bisa update. Doain aja yah aku ga kecapekan jadi bisa update.