Chapter 7
SANG ALPHA
Main Cast:
Kim JunMyeon
Zhang Yixing
Other Cast:
All members EXO
Etc
SuLay Mood
Yaoi
Dont Plagiat
KARENA SELASA GA ADA UPLOAD JADI AKU UPLOAD HARI RABU PAGI MIANHE ATAS KETERLAMBATAN UPLOAD SOALNYA MASIH KECAPEKAN BARU SEMPAT BUAT SELASA MALAM T.T
Mari membaca dan selamat berimajinasi dalam pesona jatuh cinta...
Yixing paling benci suatu hal disekolah. Ia mampu menghabiskan ratusan soal matematika dan segudang rumus kimia dan fisika, satu jam olahraga? Ya neraka bagi Yixing. Yixing tidak mampu berlari jauh, ia benci berkeringat dan lari selalu saja berhasil membuatnya pingsan dengan tidak masuk akal. Olahraga bernapas adalah favoritnya, jika bernapas masuk dalam satu cabang olahraga.
" Apa yang kau lakukan disini? Kita harus ke lapangan sekarang." Tegur Kyungsoo yang aneh melihat Yixing disudut kamar ganti.
" Aku tidak mau kesana. Kau duluan saja." Ucap Yixing
" Ya sudah. Hati-hati ya kudengar kamar ganti ini ada penunggunya. Kalau kau terus sendirian disini biasanya dia..."
" Ayo kita kelapangan. Disini panas sekali." Ucap Yixing memotong perkataan Kyungsoo
Kyungsoo menahan tawa melihat kelakuan Yixing. Benar kata Gege kenapa harus dia. Ucap Kyungsoo dalam hati.
Yixing dan Kyungsoo berjalan berdua menuju lapangan. Disana semua murid kelasnya telah berkumpul dan entah bagaimana murid kelas lain bahkan rela panas-panas berkumpul di lapangan itu. Mereka saling berteriak dan berbicara kagum dengan pemandangan yang mereka lihat. Yixing mencari apa yang dipandang murid-murid sekolah itu. Dan ternyata adalah kawanan Kim yang tidak mengenakan baju olahraga mereka. Mereka bahkan bertelanjang dada, memamerkan abs mereka masing-masing dan tattoo identitas kawanan mereka. Jongin yang paling show up melambaikan tangan ke arah Kyungsoo.
" Ini menjijikkan." Komentar Kyungsoo
" Sangat." Sambung Yixing
Kyungsoo menoleh Yixing yang menatap JunMyeon dengan marah.
" Kenapa wajahmu seperti marah?." Tanya Kyungsoo
" Entahlah. Tidak penting." Jawab Yixing geram
" Kau cemburu badan JunMyeon dilihat banyak orang?." Tanya Kyungsoo
" Apa cemburu sama serigala kekanak-kanakan itu? Buat apa." Jawab Yixing meninggalkan Kyungsoo menuju Kris yang memandang kawanan Kim dengan benci.
" Aku benci olahraga." Ucap Yixing meringis menatapi nasibnya kedepan
" Hari ini kita akan mengambil nilai lari. Mau tidak mau kau harus lari." Ucap Kris
" Kalau aku pingsan bagaimana?." Tanya Kris
" Aku akan menggendongmu sampai finish." Ucap Kris
" Kau gila." Ucap Yixing
Kris membalas dengan tertawa. JunMyeon yang melihat Yixing dan Kris duduk berdekatan mulai emosi lagi. Apalagi ditambah Kris yang tertawa dan mengacak-ngacak rambut Yixing. Ataupun reaksi Yixing yang sangat manja ketika rambutnya diacak-acak Kris.
Tenanglah JunMyeon. Kau bisa kalahkan dia hari ini. JunMyeon menahan emosinya.
" Baiklah peserta berikutnya Kris, Jongin, Kim JunMyeon dan Yixing." Ucap guru olahraga
" Bahkan Cuma namanya yang disebut secara lengkap." Kyungsoo memutar bola matanya
" A-apa?! Kenapa aku harus lari bersama tiga orang namja itu ?!." Teriak Yixing panik
" Kalau aku tidak salah lihat kau juga seorang namja. Kenapa kau cemas?." Tanya Kyungsoo
" Kyungie kau kan tahu maksudku namja seperti mereka. Aku pasti kalah sudah pasti kan." Ucap Yixing meletakkan kepalanya di bahu Kyungsoo
" Yak kau ini! Siapa yang kau sebut Kyungie. Aku Kyungsoo, laki-laki cool." Ucap Kyungsoo berusaha menjauhkan kepala Yixing
" Kalau kau laki-laki cool kau saja gantikan aku melawan mereka." Ucap Yixing
" K-Kenapa harus aku. Kau saja lagian namamu kan yang dipanggil." Ucap Kyungsoo panik
Mau tidak mau Yixing maju kedepan bersama tiga lawannya. JunMyeon dan Jongin masih shirtless. Mereka saling tersenyum melihat lawan mereka adalah Kris. Kris masih memandang mereka dengan pandangan benci. Yixing mengambil bagian disebelah Kris. Ya dia bahkan tidak dipandang sebagai lawan oleh ketiga laki-laki ini.
Okay cuekkan aku, kalian adalah penyanyi utama dan anggap aku hanya penari latar kalian. Ucap Yixing dalam hati.
" 1 2 3 Prit..."
Ya pertandingan lari itu pun seperti pertandingan antara Kris melawan JunMyeon dan Jongin. Yixing mencoba lari melihat JunMyeon yang semakin jauh. Yixing meninggat sarapan apa yang dibuatnya tadi untuk JunMyeon sehingga ia memiliki tenaga untuk lari yang sangat kuat. Kris menyusul tidak terlalu jauh dari JunMyeon dan Jongin yang menyusul Kris. Yixing? Sudahlah lebih baik tidak perlu dibahas berapa jauh jaraknya.
Kris mencoba dengan sekuat tenaga nya mengejar jaraknya dengan JunMyeon sedangkan di belakangnya ada Jongin yang akan menyusulnya juga.
" Hyung... Yixing pingsan!." Teriak Jongin
Kris menoleh kebelakang, Yixing memang pingsan. Kris melihat kedepannya JunMyeon tampaknya tidak mendengar teriakan Jongin. Ia masih berusaha lari. Kris berhenti dan berlari kebelakang menuju tempat Yixing.
" Biar aku yang menggendongnya sampai finish."
" Tidak!" ucap Jongin
" Kau! Berhenti pamerkan bekas luka dan tattoo mu itu. Kalau dia tidak sampai finish dia tidak dapat nilai. Pergi sana." Ucap Kris sambil menggendong Yixing ke punggungnya
JunMyeon akhirnya sampai di finish. Ia menoleh kebelakang tidak menjumpai Kris. Jongin menyusul dibelakang JunMyeon. Ditatapnya lebih jauh lagi jalur lari dan melihat Kris yang menggendong Yixing di punggungnya.
" Bajingan!." JunMyeon mengepalkan tangannya dan meninggalkan lapangan.
Tidak penting apakah kalah atau menang, sesungguhnya yang dicari manusia adalah kepuasan dalam hatinya. JunMyeon yang telah menang bersama egonya melihat dengan sinis kearah Kris dan Yixing yang telah siuman. Yixing masih dalam pelukan Kris yang menyandarkan kepalanya ke dadanya.
" Kau menepati janjimu." Ucap Yixing
" Ya, kau memang pelari yang buruk." Ucap Kris
" Gomawo. Aku sudah tidak apa-apa. " Yixing mencoba berdiri
JunMyeon dengan emosi yang tidak bisa dibendung lagi langsung menarik tangan Yixing yang baru saja bangkit dari tubuh Kris. Yixing yang kaget tidak sempat untuk bertanya kemana dia akan dibawa JunMyeon yang memegangi tangannya dengan kasar.
Lagi-lagi JunMyeon membawa Yixing dengan mobilnya saling tidak berbicara dan tatapan marah.
" Kita mau kemana?." Tanya Yixing ketakutan
" Aku sudah bilang! kau jangan dekat-dekat dengan si Wu! ." Teriak JunMyeon
" Aku tidak dekat-dekat. Dia tadi hanya menolongku. Bisakah kau pelan sedikit aku sangat takut." Ucap Yixing hampir menangis
" DIAM!"
Mobil hitam itu berhenti di depan bangunan berwarna hitam. JunMyeon memaksa Yixing turun dan masuk ke dalam bangunan itu. JunMyeon menyeret Yixing.
" Jun..JunMyeon kau kenapa? Kakiku sakit." Ucap Yixing
" Kubilang diam ya diam!." Teriak JunMyeon
" Tuan muda, ada apa kemari?." Tanya seorang laki-laki tinggi besar sama sekali tidak memperhatikan Yixing yang di tarik kesakitan oleh JunMyeon
" Mana Wood?."
" Dia ada diruangan biasa. Silahkan masuk Tuan muda."
Yixing hanya bisa menduga ia akan mati dipukuli. JunMyeon bertanya tentang wood bukankah wood itu kayu?. Apa dia akan dipukuli sampai mati?.
JunMyeon dan Yixing masuk dalam ruangan lagi.
" Lepas bajumu atau aku akan merobeknya." Ucap JunMyeon
" Kau-Kau mau apa?." Tanya Yixing ketakutan
Ini lebih diluar jangkauan Yixing. Dia bukan hanya dipukuli dia mungkin akan dilecehkan lagi sama seperti malam pertama ia tinggal berdua dengan JunMyeon.
" Jangan berpikir yang tidak-tidak. Cepat lepas atau kubuat dalam pikiranmu itu menjadi kenyataan." Ancam JunMyeon
Yixing mau tidak mau menuruti perkataan JunMyeon. Ia berharap JunMyeon menepati janjinya. Yixing melepaskan bajunya dan duduk di tempat yang disuruh JunMyeon.
" Baiklah JunMyeon. Sama seperti dirimu?." Tanya seseorang yang entah dari kapan sudah ada diruangan itu.
" Ya Wood. Jangan lupa tambahkan mawarnya. " Ucap JunMyeon
" Wah kurasa kau telah menemukan pasanganmu JunMyeon." Ucap Wood
Yixing tidak mengerti pembicaraan antara JunMyeon dan seseorang bernama Wood itu. Selanjutnya yang dirasakan Yixing adalah kulit punggungnya terasa seperti tertusuk seribu jarum dan terbakar. Ia menahan semua dengan memegang tangan JunMyeon sekuat tenaga dan tetesan air matanya.
...
Yixing menyenderkan kepalanya di kursi mobil JunMyeon. Ia merasa lelah menangis, lelah menahan tangis dan lelah menjalani hidupnya. Dengan baju yang dipakai sembarangan ia masih bisa merasakan panasnya kulit punggungnya yang baru saja tergambar tattoo yang sama dengan milik JunMyeon dan kawanannya tapi sedikit berbeda. Tiga serigala mengaum yang bagai keluar dari dalam kelopak-kelopak mawar.
" Kau tahu apa maksud tattoo itu?." Tanya JunMyeon
" Apa masih penting aku bertanya?." Tanya Yixing menahan amarahnya
" Kau itu milikku itu artinya. Sudah kubilang dari awal kan. Kalau kau menurut menjauh dari si Wu. Aku tidak akan sampai begini." Ucap JunMyeon
" Apakah berbeda jika aku menurutimu atau tidak? Toh aku hanya kau anggap sebagai budak peliharaan." Ucap Yixing tak sanggup menahan emosinya
JunMyeon tidak menjawab pertanyaan Yixing. Yixing pun tidak berharap mendapat jawaban. Ia tahu selamanya akan tetap sama. JunMyeon akan tetap menjadi seorang JunMyeon. Dan dirinya hanya sebagai budak yang mulai mencintai tuan nya.
.
.
.
Yixing masih di dalam kamarnya. Dari mereka pulang hingga malam ini Yixing malas hanya sekedar bangkit dari posisinya. Ia masih meringkuk dalam selimut dan menangis. Ia teringat ia yang dulu penuh dengan mimpi dan harapan. Kini ia bahkan tidak memiliki tenaga untuk berdiri diatas kakinya.
Krek
Yixing mendengar pintu kamarnya terbuka dari dalam selimutnya. Ia merasa ranjangnya bergerak menandakan seseorang duduk di atas ranjangnya.
" Kau masih tidur?." Suara JunMyeon menandakan siapa disebelah Yixing.
Yixing tidak menjawab ia masih marah kepada JunMyeon yang memperlakukannya seenaknya saja.
" Mianhe.." JunMyeon membaringkan tubuhnya disamping Yixing.
Yixing merasa sebuah tangan memeluk nya dari belakang. Yixing yang masih berada dalam selimutnya menahan airmatanya.
" Tidurlah. Aku disini." Ucap JunMyeon mengeratkan pelukannya.
Cinta itu memiliki begitu banyak hal kecil. Cinta itu bertengkar dan berdamai lagi. Cinta itu gagasan pertama yang hangat dan membuat rasa kantuk di pagi hari, dan ciuman terakhir di malam tidak mengerti jalan pikiran dan perasaan JunMyeon yang terus berubah-berubah. Ia bisa menjadi buas dan bisa menjadi jinak dalam satu hari yang sama. Seandainya JunMyeon tahu bahwa namja yang sedang dipeluknya telah jatuh hati kepadanya. Yixing bisa saja pergi melarikan dirinya daripada terus bersama JunMyeon yang tidak pernah ditebak. Yixing juga seorang manusia ia mencintai untuk dicintai, ia bukan malaikat yang mencintai demi mencintai.
...
Yixing masih berdiam diri dengan JunMyeon dan tampaknya JunMyeon juga tidak merepotkan dirinya untuk membuat Yixing kembali berbicara dengannya. Mereka menjalani hari seperti biasa, memakan sarapan bersama, pergi kesekolah bersama walau dalam diam.
" Yixing kenapa?." Tanya Jongin yang melihat Yixing jalan duluan meninggalkan mereka
" Dia baik-baik saja. Ayo masuk." Ucap JunMyeon
" Hyung, kurasa kau tidak perlu terlalu keras dengannya." Ucap Chanyeol
" Bukan urusan mu. Jangan ajarkan aku bagaimana bersikap Chanyeol." Ucap JunMyeon tegas
" Baiklah Hyung. Aku hanya kasihan dengan nya. " Jawab Chanyeol
" Hei kau laki-laki dengan rambut merah! Bahkan belum Halloween kau sudah berdandan seperti peserta Halloween." Seorang laki-laki kecil menghampiri kawanan Kim dengan menunjuk-nunjuk Chanyeol
" Siapa dia?." Tanya JunMyeon pada Chanyeol
" Aduh apa-apaan dia mengikutiku sampai sekolah. Maaf Hyung, dia itu sahabat kecil Yixing. Baekhyun yang kuceritakan itu." Ucap Chanyeol panik
" Kau.. Aku tidak akan melepaskanmu sekarang. Mana Yixing?!." Teriak Baekhyun
" Wow.. Sabar kenapa kau menanyakan Yixing pada kawan kami?." Tanya Chen
" Karena dia tiba-tiba datang menjumpaiku menanyakan soal Yixing. Itu tandanya dia kenal Yixing kan?." Tanya Baekhyun
" Tubuhmu kecil tapi suaramu keras sekali. Berisik." Ucap Sehun
" Apa katamu? Kau mulai bawa-bawa fisik ya? Dasar albino." Serang Baekhyun
" Yak! Apa-apaan kau mengataiku?." Sehun mulai emosi
" Sehunnie ada apa ini. Oh siapa pria kecil cantik ini?." Tanya Luhan yang baru datang kesekolah
" Mwo? aku memang cantik. Dan kau juga cantik. Aku Baekhyun teman kecil Yixing." Ucap Baekhyun
" Yak siapa yang kau bilang cantik?! Aku manly! Apa? Kau teman kecil Yixing?."
" Kau kenal Yixing?." Tanya Baekhyun
" Tentu. Ayo masuk kuantar kau menemuinya." Ucap Luhan ramah
" Lu.. Luhannie.." Panggilan Sehun tidak digubris oleh Luhan
" Sudah biarkan saja. Sehun coba suruh Luhan pujuk namja itu untuk sekolah disini. Berikan dia beasiswa penuh aku yang tanggung." Ucap JunMyeon
" Untuk apa?." Tanya Sehun
" Tampaknya dia orang yang mudah berbicara. Jadi Chanyeol bisa mengorek informasi darinya." Ucap JunMyeon
" Kenapa aku?." Tanya Chanyeol ngeri
" Karna suaranya bisa memecah gendang telingaku jika aku berbicara dengannya lagipula sepertinya dia tertarik dengan warna rambutmu. Dan bukankah ini memang tugasmu Chanyeol?." Tanya JunMyeon
" Ya Hyung." Jawab Chanyeol putus asa
" Tapi sebentar lagi kan kita lulus juga Hyung. Apakah perlu?."
" Ya Sehun, apa yang ku katakan itu perlu. Masih ada pertanyaan?." Tanya JunMyeon
" Tidak Hyung." Jawab Sehun pelan
.
Yixing segera duduk ditempat duduknya, Kyungsoo dan Kris menatapnya khawatir.
" Yixing kau baik-baik saja?." Tanya Kris.
" Kris, bolehkah aku minta satu hal darimu?." Tanya Yixing
" Ya tentu." Jawab Kris
" Bisakah kau pindah dari bangku ini? Aku sudah tidak tahan lagi." Ucap Yixing
" Apa maksutmu? Kau tidak tahan dengan apa?." Tanya Kris
" Tolong?." Ucap Yixing memohon
" Hmm baiklah. Tapi ingat Yixing. Aku tidak akan membiarkan kau terus menderita bersama JunMyeon." Ucap Kris
Yixing makin sengsara. Bagaimana bisa ia tidak mengaminkan perkataan Kris. Apa dia sudah candu dengan emosi JunMyeon yang tak pernah usai. Apa ia memang rela dibuat seperti ini terus hanya karena ia sangat mencintai JunMyeon.
" Yixing!" suara memekakan telinga memenuhi kelas
" Ba..Baekhyun! bagaimana kau bisa sampai kesini?." Tanya Yixing memeluk sahabatnya
" Aku memata-matai anak rambut merah yang seperti tiang listrik. Dan laki-laki cant...eh manly ini mengantarkanku keruanganmu. Aku merindukanmu." Ucap Baekhyun
" Anak rambut merah? Apa Chanyeol? Oh terimakasih Luhan. Baekhyun ini Luhan. Aku juga merindukan dirimu." Ucap Yixing
" Hai aku Luhan. Ya Yixing dia memata-matai Chanyeol." Ucap Luhan
" Yak kau ini. Bagaimana bisa kau kenal dengan Chanyeol?." Ucap Yixing
" Aku tidak berkenalan dengannya. Dia yang tiba-tiba datang menanyai dirimu kepadaku." Jawab Baekhyun
" Hmm. Jadi selama ini JunMyeon mencurigaiku. Oh baiklah Baekhyun. Kita bisa berjumpa setelah sekolahku siap. Kau mau menjumpaiku nanti di tempat yang kusebutkan?."
" Tentu. Aku akan menunggumu seharian." Ucap Baekhyun.
...
Baekhyun menepati janjinya menunggu Yixing sampai selesai sekolah dan mulai berbicara saling berpelukan dan bertangis ria layaknya dua gadis yang melepas rindu. JunMyeon dan kawanan nya menunggu di meja lain. Luhan yang mendapatkan misi dari Sehun berada di meja yang sama dengan Baekhyun dan Yixing.
" Kenapa laki-laki rambut merah itu dan kawan-kawannya ada disini juga?." Tanya Baekhyun
" Karena aku pacar laki-laki tinggi putih dan tampan itu dan Yixing adalah istri dari laki-laki yang matanya tajam mengerikan itu." Jawab Luhan
" Oh kau pacar si albino itu dan kau Yixing APAAA?! Kau istri laki-laki yang jarang mengedipkan mata itu?!." Teriak Baekhyun
" Huus kau ini jangan kuat-kuat. Luhan kau tidak perlu mengatakan itu. Itu rahasia nanti JunMyeon marah." Ucap Yixing
" Ani. Dia tidak marah buktinya dia diam saja sekarang. Lagian kalian kan sudah menikah sudah jelas, aku dan Sehun mau menikah harus tunggu tamat sekolah dulu. Menyebalkan." Curhat Luhan
" Bagaimana bisa kau menikahi laki-laki seram itu Yixing? Apa kau sudah gila?." Tanya Baekhyun horor
" Ah sudahlah panjang ceritanya. Jangan dibahas." Ucap Yixing
" Baekhyun, kau pasti rindu berat dengan Yixing kan?." Tanya Luhan mencoba mengalihkan pembicaraan karena Sehun terus mengkode.
" Tentu, kami tidak pernah terpisahkan dari kecil." Ucap Baekhyun sendu
" Bagaimana kalau kau bersekolah juga dengan kami? Kalau kau mau kau bisa satu kelas dengan Yixing. Aku bisa mengajukan beasiswa penuh atas nama dirimu." Ucap Luhan
" Wah benarkah? Baekhyun kau mau kan?." Tanya Yixing memohon
" Aku mau tapi sekolah ini terlalu jauh dari rumahku. Aku tidak mungkin menempuh perjalanan ini setiap hari. Lagipula kita sebentar lagi mau lulus. Kalau aku tidak bisa lulus bagaimana?." Tanya Baekhyun cerewet
" Ku jamin kau bisa lulus. Dan soal tempat tinggal kau bisa tinggal bersamaku. Bagimana?" Tanya Luhan
" Benarkah? Aaaa aku mau!." Teriak Baekhyun
Semua orang menutup telinga mendengar teriakan Baekhyun bahkan kawanan Kim juga. Sehun mengirimkan fly kiss nya pada Luhan yang dibalas dengan kedipan mata manja Luhan.
Dua meja di depan yang berisikan kawanan JunMyeon yang diam saja dan kumpulan heboh Yixing. Tidak menyadari bahwa ada satu meja lagi turut mendengarkan percakapan itu. Kris dan Kyungsoo yang saling pandang penuh arti. Yixing istri JunMyeon?. Bukankah itu lebih parah daripada seorang budak JunMyeon. Kris mengepalkan tangannya. Ia ingat permintaan Yixing untuk menjauhkan dirinya tadi, Kris beranggapan JunMyeon menyiksa Yixing karena cemburu berdekatan dengannya. Kyungsoo yang iri melihat kedekatan Luhan pada Yixing memandang sinis Luhan. Kyungsoo menduga Luhan hanya mendekati Yixing karena Sehun dan JunMyeon.
" Ge. Kau tahu? Kupikir Yixing adalah kelemahan JunMyeon." Ucap Kyungsoo lemah
Tepat disebelah meja Kyungsoo terlihat seseorang mengetik pesan singkat dengan senyum di bibirnya.
Boss, kelemahan JunMyeon telah ditemukan. Pesan terkirim Boss Wang.
TBC
...
*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*
Maaf hari selasa ga bisa upload soalnya masih capek T.T
Jadi baru selesai selasa malam Chap nya
BTW kalian liat ga sih video teaser Lose control Lay? Kok ngerasa dia kayak warewolf ya konsepnya? OMG the real Alpha is out!
Makasih ya yang udah kasih support, saran ide, keinginan, harapan dll
Moga bisa aku tampung buat jadi chap selanjutnya
Chap 6 emang aku buat so sweet like a jar of nutella (aseeek)
Yang nunggu adegan RATE M nya lagi sabar ya^^
soal naena ena bukan main semangat eh kalian luaar biasaa hahaha ^^
Jongdae suka ga ya sama Yixing? Hmm terusin baca yah kaka biar tahu nanti hihihi ^^
Tetap baca and review yah.. Aku kasih tahu rahasia ya sttt.. aku paling senaaang banget kalau hp aku ud keluar tuh bunyi ting! notif email ada review masuk and langsung aku baca and aku senyum senyum sendiri kayak orang gila^^
udah gilak memang author nya nh wkwkwk ^^
